Home
Login.
Artikelilmiahs
50376
Update
YONATHAN EBRY JANRIO SEMBIRING
NIM
Judul Artikel
Determinan Ability to Seek Layanan Kesehatan Mental pada Mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Prevalensi gangguan mental di Indonesia mengalami peningkatan. Berdasarkan data Riskesdas, angka prevalensi gangguan mental meningkat dari 6% (2013) menjadi 9,9% (2018). Permasalahan kesehatan mental juga dialami mahasiswa FIKes UNSOED, dimana 83,3% mahasiswa mengalami gejala permasalahan kesehatan mental. Akan tetapi, proporsi akses layanan kesehatan mental pada mahasiswa FIKes UNSOED hanya mencapai 13,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan ability to seek layanan kesehatan mental pada mahasiswa fakultas tersebut. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dianalisis secara univariat, kemudian dilanjutkan analisis bivariat dengan uji chi-square, dan diakhiri dengan uji multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Sampel pada penelitian ini berjumlah 102 mahasiswa FIKes UNSOED angkatan 2022-2024 dengan menggunakan teknik pengambilan sampel proportionate stratified random sampling. Hasil Penelitian: Variabel yang diteliti pada penelitian ini, antara lain literasi kesehatan (nilai p = 0,981), kepercayaan (nilai p = 0,730), stigma (nilai p = 0,649), jenis kelamin (nilai p = 0,258), dan kebebasan mengambil keputusan (nilai p = 0,004). Variabel yang paling berpengaruh terhadap ability to seek layanan kesehatan mental pada mahasiswa FIKes UNSOED adalah kebebasan mengambil keputusan dengan nilai odds ratio sebesar 3,344. Kesimpulan: Peningkatan literasi kesehatan dan akses informasi layanan kesehatan berperan dalam meningkatkan ability to seek layanan kesehatan mental pada mahasiswa. Fasilitas kesehatan mental yang mudah dijangkau, fleksibel, dan anonimitas dapat mendukung mahasiswa untuk memutuskan mencari bantuan psikologis.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: The prevalence of mental disorders in Indonesia has been increasing. Based on Riskesdas data, the prevalence rose from 6% (2013) to 9,9% (2018). Mental health problems are also experienced by FIKes UNSOED students, where 83,3% reported symptoms of mental health issues. However, the proportion of access to mental health services among FIKes UNSOED students was only 13,3%. This study aims to identify the determinants of the ability to seek mental health services among students of the faculty. Methodology: This research applied a quantitative approach with a cross-sectional study design. Data were analyzed using univariate analysis, followed by bivariate analysis with the chi-square test, and finally multivariate analysis using multiple logistic regression. The sample consisted of 102 FIKes UNSOED 2022-2024 students, selected through proportionate stratified random sampling. Results: The variables examined in this study, included health literacy (p-value = 0,981), trust (p-value = 0,730), stigma (p-value = 0,649), gender (p -value = 0,258), and autonomy (p-value = 0,004). The most influential factor on the ability to seek mental health services among FIKes UNSOED students was autonomy, with an odds ratio of 3,344. Conclucion: Increasing health literacy and access to information on mental health services play a role in enhancing students’ ability to seek mental health services. Mental health services that are accesible, flexible, and anonymous can support students in deciding to seek psychological help.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save