Artikel Ilmiah : A1D021122 a.n. LULU NURFAKHIROH

Kembali Update Delete

NIMA1D021122
NamamhsLULU NURFAKHIROH
Judul ArtikelEksplorasi dan Identifikasi Jamur Antagonis Ekosistem Kopi Arabika di Pegunungan Dieng pada Pengendalian Penyakit Busuk Buah Kopi (Fusarium sp.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Total produksi kopi Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun namun tidak selalu diikuti dengan kenaikan persentase laju pertumbuhannya. Total produksi kopi di Tahun 2023 juga mengalami penurunan sekitar 0,65% yang salah satunya disebabkan oleh serangan patogen. Serangan patogen tersebut juga menjadi kendala produksi dalam budidaya kopi Arabika karena mengakibatkan penyakit busuk buah yang disebabkan oleh Fusarium sp. Adapun cara pengendalian jamur patogen yang umumnya dilakukan adalah dengan menggunakan fungisida sintetik. Penggunaan fungisida sintetik yang tidak tepat dosis atau frekuensi dapat menimbulkan berbagai dampak negatif khususnya bagi lingkungan. Oleh karena itu, penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui potensi keragaman jamur antagonis pada ekosistem tanaman kopi Arabika ini dilakukan sehingga menghasilkan informasi terkait teknik pengendalian yang tidak merusak lingkungan. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa sembilan isolat jamur antagonis yang dieksplorasi mampu menghambat pertumbuhan Fusarium sp. dengan persentase penghambatan yang berbeda nyata secara statistik meskipun hanya termasuk ke dalam kategori rendah dan sedang. Kelima isolat dengan rerata daya hambat paling tinggi yang sudah diidentifikasi kemudian diaplikasikan di lapangan untuk mengetahui potensinya dalam menekan kejadian penyakit akibat Fusarium sp. Adapun hasil dari aplikasi jamur antagonis ini tidak menunjukkan perbedaan yang nyata secara statistik karena terjadi stres lingkungan dan peningkatan virulensi pada Fusarium sp. Oleh karena itu, tetap diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui klasifikasi, potensi biologis, dan ekologis dari jamur antagonis secara tepat.
Abtrak (Bhs. Inggris)Indonesia's total coffee production was increased year on year, but this has not always been accompanied by an increase in the growth rate. Total coffee production in 2023 also declined by around 0.65%, partly due to pathogen attacks. This pathogen attack also poses a production challenge in Arabica coffee cultivation, as it causes fruit rot caused by Fusarium sp. The common method of controlling pathogenic fungi is by using synthetic fungicides. The improper use of synthetic fungicides, either in terms of dosage or frequency, can lead to various negative impacts, particularly on the environment. Therefore, research aimed at identifying and understanding the potential diversity of antagonistic fungi in the Arabica coffee plant ecosystem was conducted, resulting in information related to environmentally friendly control techniques. Laboratory test results showed that nine antagonistic fungal isolates explored were able to inhibit the growth of Fusarium sp. with statistically significant inhibition percentages, although they only fell into the low and moderate categories. The five isolates with the highest average inhibition rates were then applied in the field to assess their potential in suppressing disease incidence caused by Fusarium sp. However, the results of the application of these antagonistic fungi did not show statistically significant differences due to environmental stress and increased virulence in Fusarium sp. Therefore, further research is still needed to accurately determine the classification, biological potential, and ecological potential of antagonistic fungi.
Kata kunciKopi Arabika, jamur antagonis, Fusarium sp., busuk buah.
Pembimbing 1Dr. Rosi Widarawati, S.P., M.P.
Pembimbing 2Nur Kholida Wulansari, S.P., M.P.
Pembimbing 3-
Tahun2025
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2025-08-20 10:24:27.932462
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.