Home
Login.
Artikelilmiahs
50096
Update
DESTY WIDYANINGRUM
NIM
Judul Artikel
Geologi Dan Analisis Kualitas Batugamping Sebagai Bahan Baku Semen Di Area Pertambangan Kecamatan Kerek dan Tambakboyo Kabupaten Tuban, Jawa Timur
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Studi penelitian dilakukan pada area pertambangan batugamping dan dolomite yang termasuk ke dalam formasi paciran, Kecamatan Kerek dan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah studi terbagi menjadi satu satuan morfologi, yaitu Satuan Perbukitan Struktural Mliwang menempati seluruh wilayah penelitian. Struktur geologi yang ada di wilayah penelitian secara regional merupakan struktur berupa sesar mendatar dan antiklin. Dalam tatanan stratigrafi, daerah penelitian masuk ke dalam formasi Paciran yang terendapkan pada umur Pliosen menjari dengan formasi Mundu. Hasil analisis petrografi menunjukkan bahwa batugamping dilokasi penelitian diklasifikasikan menjadi dua jenis berdasarkan klasifikasi Dunham (1962), yaitu Packstone dan Wackstone. Seluruh sampel yang dianalisis termasuk ke dalam Standar Mikrofasies Tipe SMF 8, SMF 10 dan SMF 18, yang merepresentasikan Zona Fasies 7, yaitu lingkungan pengendapan laut terbuka (open marine). Kemudian dari hasil analisis geokimia menggunakan XRF, kualitas batugamping di Lokasi penelitian diklasifikasikan menjadi dua tingkat, yaitu High Grade dengan kadar CaO>48% mencakup sekitar 60% wilayah penelitian, dan Low Grade dengan kadar CaO<48% mencakup 40% wilayah penelitian. Dari total batugamping berkelas Low Grade, sekitar 4% diantaranya terdiri atas material dolomite dengan kadar MgO>18%. Hubungan antara fasies, kualitas batugamping dan dolomite tercermin melalui komposisi organisme kandungan mineral, serta proses diagenesis yang terjadi. Dalam pemanfaatannya batugamping murni direkomendasikan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan semen, batugamping bermagnesium yang masih memenuhi syarat digunakan sebagai bahan campuran semen/ non semen, dan terakhir dolomite digunakan dalam pembuatan bahan pertanian seperti pupuk.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research study was conducted in the limestone and dolomite mining area included in the Paciran Formation, Kerek and Tambakboyo Subdistrict, Tuban Regency, East Java Province. The analysis shows that the study area is divided into one morphological unit, the Mliwang Structural Hills Unit, which occupies the entire study area. Geological Structures in the study area are regionally in the form of horizontal faults and anticlines. In the stratigraphic order, the study area is included in the Paciran formation which was deposited at the Pliocene age in line with Mundu formation. The results of petrographic analysis show that the limestone at the research site is classified into two types based on Dunham’s (1962) classification, namely Packstone and Wackestone. All samples analyzed belong to standard Microfacies Types SMF 8, SMF 10 and SMF 18, which represent Facies Zone 7, an open marine depositional environtment. The form the results of geochemical analysis using XRF, the quality of limestone in the study is classified into two levels, namely High Grade with CaO > 48% covering about 60% of the study area, and Low Grade with CaO<48% covering 40% of the study area.Of the total low grade limestone, about 4% consists of dolomite material with MgO > 18%. The relationship between facies, limestone and dolomite quality is reflected through the composition of mineral content organism, as well as the diagenesis process that occurs. In its utilization,pure limestone is recommended as the main raw material in the manufacture of cement, magnesium limestone that still meets the requirements is used as a cement / non-cement mixture, and finally dolomite is used in the manufacture of agricultural materials such as fertilizers.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save