Artikel Ilmiah : A1D021166 a.n. AISYAH FEBY ANJALIFANI

Kembali Update Delete

NIMA1D021166
NamamhsAISYAH FEBY ANJALIFANI
Judul ArtikelPengaruh Suhu terhadap Pengomposan Kotoran Sapi dan Kambing Berbasis
Fermentor EM4, Eco-Enzyme, serta Bio Decolizea
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kotoran sapi dan kambing dapat diproses menjadi pupuk organik melalui pengomposan atau fermentasi. Proses ini memerlukan bantuan fermentor yang berfungsi untuk mempercepat pemecahan bahan organik dalam kotoran ternak. Fermentor yang dapat digunakan adalah EM4, eco-enzyme, dan Bio Decolizea. Kompos dinyatakan berhasil saat parameter yang ditetapkan telah sesuai. Suhu merupakan salah satu parameter yang perlu diperhatikan dalam proses pengomposan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kompos kotoran sapi dan kambing menggunakan fermentor alami (eco-enzyme dan Bio Decolizea), serta fermentor komersial (EM4). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu jenis kotoran ternak (K1= kotoran sapi, K2 = kotoran kambing) dan jenis fermentor (F1= EM4, F2 = eco-enzyme, F3= Bio Decolizea). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan uji lanjut berganda Duncan’s. Hasil penelitian menunjukkan pembuatan kompos kotoran sapi dan kambing dinyatakan berhasil pada suhu minggu ke-4.
Abtrak (Bhs. Inggris)Cow and goat manure can be processed into organic fertilizer through composting
or fermentation. This process requires the assistance of a fermentor that functions to
accelerate the breakdown of organic materials in livestock manure. Fermentors that can
be used are EM4, eco-enzyme, and Bio Decolizea. Compost is declared successful when
the set parameters are met. Temperature is one parameter that needs to be considered in
the composting process. This study aims to determine the quality of cow and goat manure
compost using natural fermenters (eco-enzyme and Bio Decolizea), as well as a
commercial fermenter (EM4). The design used was a Randomized Block Design (RBD)
with two factors: the type of livestock manure (K1 = cow manure, K2 = goat manure) and
the type of fermenter (F1 = EM4, F2 = eco-enzyme, F3 = Bio Decolizea). Data were
analyzed using analysis of variance and followed by DMRT. The results of the study
showed that the production of cow and goat manure compost was declared successful at
week 4.
Kata kunciKotoran sapi, kotoran kambing, kompos, fermentor, suhu
Pembimbing 1Prof. Ahadiyat Yugi Rahayu, S.P., M.Si., D.Tech.Sc.
Pembimbing 2Ida Widiyawati, S.P., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman6
Tgl. Entri2025-08-17 20:16:17.444549
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.