Artikelilmiahs
Menampilkan 45.821-45.840 dari 48.749 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 45821 | 49187 | J0A022085 | CREATING AN ENGLISH-INDONESIAN CONVERSATION E-BOOKLET FOR FRONTLINERS AT PT KAI DAOP 3 CIREBON | Laporan Akhir ini disusun berdasarkan kerja praktek yang dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus - 23 Desember 2024. Tujuan dari laporan ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan kerja praktek, proses pembuatan e-booklet bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, serta kendala dan solusi dalam pembuatan e-booklet di PT KAI DAOP 3 Cirebon. Tempat ini dipilih karena banyak wisatawan mancanegara yang menggunakan kereta api di Stasiun Cirebon. Oleh karena itu, pembuatan e-book bilingual sangat diperlukan agar dapat memberikan pelayanan yang prima. Dalam penyusunan laporan ini, digunakan tiga metode utama, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan selama praktik kerja untuk mengetahui kebutuhan komunikasi di lapangan, sedangkan wawancara digunakan untuk menggali informasi dari frontliner mengenai situasi kerja yang sebenarnya. Dokumentasi dilakukan untuk mengambil foto-foto yang dibutuhkan dalam e-booklet. Hasil dari data-data tersebut digunakan untuk membuat percakapan dwibahasa antara frontliner dan orang asing yang natural dan kontekstual. Pembuatan e-booklet dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari penentuan konsep, diskusi dengan atasan dan staf unit, pengumpulan data melalui observasi dan wawancara, penulisan dialog, hingga proses desain dan finalisasi.. Selama proses pengerjaan, terdapat beberapa kendala seperti kebingungan dalam menyusun format awal dan pemilihan desain, namun semua dapat diatasi melalui konsultasi dan pencarian referensi. Produk akhir diharapkan dapat digunakan oleh Unit Angkutan Penumpang dan frontliner sebagai media pembelajaran sekaligus penunjang pelayanan kepada penumpang mancanegara. Hasil produk yang telah dibuat diserahkan kepada Asisten Manajer Pelayanan Pelanggan PT KAI DAOP 3 Cirebon. | This Final Report is prepared based on job training carried out on August 23 - December 23, 2024. The purpose of this report is to explain the implementation of job training, the process of making Indonesian and English e-booklets, and the obstacles and solutions in making e-booklets at PT KAI DAOP 3 Cirebon. This place was chosen because many foreign tourists use trains at Cirebon Station. Therefore, making a bilingual E-book is necessary in order to provide excellent service. In preparing this report, three main methods are used, namely observation, interviews, and documentation. Observations were conducted during work practice to understand the communication needs in the field, while interviews were used to gather information from frontliners regarding the real work situation. Documentation was done to take photos needed in the e-booklet. The results of the data were used to construct a bilingual conversation between frontliners and foreigners that is natural and contextual. The creation of the e-booklet was carried out through several stages, starting from determining the concept, discussions with superiors and unit staff, data collection through observation and interviews, dialogue writing, to the design and finalization process. During the process, there were some obstacles such as confusion in compiling the initial format and design selection, but all can be overcome through consultation and reference search. The final product is expected to be used by the Passenger Transport Unit and frontliners as a learning media as well as supporting services to foreign passengers. The results of the products that have been made are submitted to the Assistant Manager of Customer Care PT KAI DAOP 3 Cirebon. | |
| 45822 | 49188 | F1C021052 | Peran Sutradara dan Juru Kamera dalam Produksi Film Dokumenter "Napas Terakhir Dalang Jemblung" | Film dokumenter Napas Terakhir Dalang Jemblung hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap semakin memudarnya eksistensi kesenian Jemblung di Banyumas, Jawa Tengah. Jemblung, sebagai seni pertunjukan tutur yang khas, mengalami penurunan peminat akibat arus modernisasi, minimnya dokumentasi, serta berkurangnya rasa handarbeni (kepemilikan) terhadap budaya lokal. Karya ini bertujuan untuk merekam kondisi aktual kesenian jemblung, serta menampilkan dinamika pelestariannya melalui dua perspektif dalang, yaitu dalang tua yang tetap menjaga pakem tradisi dan dalang muda yang mencoba merespons zaman dengan pendekatan kontemporer. Film ini diproduksi dengan gaya dokumenter expository, menggunakan kombinasi wawancara mendalam bersama pelaku kesenian, pengamat budaya, serta dokumentasi pertunjukan langsung. Dalam proses ini, pencipta berperan ganda sebagai sutradara dan juru kamera, guna memastikan kesinambungan visi sinematik dan ketepatan naratif dalam menyampaikan realitas sosial-budaya yang ditangkap. Peran ganda ini memungkinkan eksplorasi yang lebih intim dan reflektif terhadap subjek, serta mendorong kedekatan emosional antara penonton dan konten yang dihadirkan. Film ini menyimpulkan bahwa pelestarian Jemblung memerlukan sinergi antara regenerasi seniman, edukasi publik, dukungan ekonomi, dan strategi penyampaian melalui media yang relevan. Sebagai karya dokumentasi dan komunikasi budaya, film ini diharapkan memberikan kontribusi dalam membangkitkan kesadaran kolektif, membangun apresiasi terhadap seni lokal, serta menjadi referensi edukatif dalam konteks pelestarian seni tradisional Indonesia. | The documentary film Napas Terakhir Dalang Jemblung is presented as a form of concern for the waning existence of Jemblung art in Banyumas, Central Java. Jemblung, as a distinctive storytelling performance art, is experiencing a decline in interest due to modernisation, lack of documentation, and a reduced sense of ownership of local culture. This work aims to record the actual condition of the art of jemblung, as well as to show the dynamics of its preservation through two perspectives of dalang, namely the old dalang who still maintains tradition and the young dalang who tries to respond to the times with a contemporary approach. The film is produced in an expository documentary style, using a combination of in-depth interviews with performers, cultural observers, and live performance documentation. In this process, the creator plays a dual role as director and cameraman, ensuring continuity of cinematic vision and narrative accuracy in conveying the socio-cultural reality captured. This dual role allows for a more intimate and reflective exploration of the subject, and encourages an emotional closeness between the audience and the content presented. The film concludes that Jemblung preservation requires a synergy between artist regeneration, public education, economic support, and delivery strategies through relevant media. As a work of documentation and cultural communication, the film is expected to contribute to raising collective awareness, building appreciation for local arts, and becoming an educational reference in the context of preserving Indonesian traditional arts. | |
| 45823 | 49189 | B1A020128 | Diveristas Aktinobakteria dari Sedimen Laut dalam di Selat Makassar dan Laut Maluku Berdasarkan Perbedaan Pre-Treatment | Aktinobakteria termasuk bakteri Gram positif, beberapa genera tidak berspora, dan mempunyai kandungan Guanine-Cytosine yang tinggi. Kelompok mikroba ini juga memiliki spektrum metabolit sekunder yang luas dan menghasilkan dua per tiga dari semua natural antibiotik yang digunakan saat ini. Selain di tanah, aktinobakteria dapat dijumpai di sedimen laut dalam. Salah satu laut dalam yang ada di Indonesia adalah Selat Makassar dan Laut Maluku. Sejauh ini baru sebagian kecil aktinobakteria yang telah diisolasi dari laut dalam, karena keterbatasan teknik yang dikembangkan. Oleh karena itu, berbagai macam teknik pre-treatment perlu dilakukan untuk memperoleh lebih banyak jenis isolat aktinobakteria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman aktinobakteria dari sedimen laut dalam di Selat Makassar dan Laut Maluku menggunakan metode pre-treatment berbeda dan mengetahui pre-treatment terbaik untuk mendapatkan aktinobakteria dari sedimen laut dalam di Selat Makassar dan Laut Maluku. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksploratif deskriptif pada sampel sedimen laut dalam dari Selat Makassar dan Laut Maluku yang dimulai pada bulan Mei 2024-April 2025. Sampel yang digunakan untuk penelitian ini merupakan sedimen laut dalam yang diambil pada ekspedisi IMPOLSE (kerjasama BRIN & Institute of Oceanology Chinese Academy of Sciences (IOCAS)) di Selat Makassar dan Laut Maluku. Penelitian ini dimulai dengan isolasi menggunakan 2 pre-treatment, yaitu dry heat pre-treatment di media GS1 dan AIA serta heat pre-treatment di media R2A dan AIA yang dilanjutkan dengan purifikasi isolat aktinobakteria berdasarkan Bergey’s Manual of Systematic Bacteriology Volume 5, Actinobacteria. Karakterisasi isolat aktinobakteria dilakukan berdasarkan morfologi dan pewarnaan Gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman aktinobakteria yang diisolasi dari Selat Makassar dan Laut Maluku menggunakan heat pre-treatment sebanyak 58 dan dry heat pre-treatment sebanyak 52. Aktinobakteria yang didapat dari heat pre-treatment pada medium AIA sebanyak 21 isolat dan pada medium R2A sebanyak 37 isolat, sedangkan aktinobakteria yang diperoleh menggunakan dry heat pre-treatment pada medium AIA sebanyak 17 isolat dan pada medium GS1 sebanyak 35 isolat. Keanekaragaman aktinobakteria yang didapat dari stasiun 42 dan 45 yang berlokasi di selat Makassar masing-masing sebanyak 15 dan 61 isolat, sedangkan jumlah isolat yang didapat dari stasiun 29 yang berlokasi di Laut Maluku, yaitu sebanyak 34 isolat. Bentuk sel yang paling banyak ditemukan, yaitu kokus (64), sedangkan bentuk koloni yang didapatkan, yaitu iregular (74), dengan warna spora dan warna bawah yang paling banyak, yaitu krem (27). Tekstur permukaan koloni terbanyak, yaitu mengkilap (89). Mayoritas koloni yang didapat tidak membentuk miselium udara maupun substrat (101) serta tidak membentuk pigmen warna (106). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman aktinobakteria yang diisolasi dari Selat Makassar dan Laut Maluku menggunakan heat pre-treatment dan dry heat pre-treatment, yaitu 110 isolat dengan karakter morfologi berbeda. Pre-treatment terbaik, yaitu heat pre-treatment dengan menggunakan medium R2A yang menghasilkan 37 isolat. | Actinobacteria is one of Gram-positive bacteria, nonsporeforming in several genera, and has high Guanine-Cytosine content. This group of microbes also has a broad spectrum of secondary metabolites and produces two-thirds of all natural antibiotics used nowadays. Beside in soil, actinobacteria can be found in deep-sea sediment. One of the deep seas in Indonesia is Makassar Strait and Maluku Sea. Only a small part of actinobacteria have been isolated from deep sea, due to the limitations of the techniques that developed. Therefore, various kinds of pre-treatment techniques needs to be implemented to get more actinobacteria. The aims of this study is to determine the diversity of actinobacteria from deep sea sediment in Makassar Strait and Maluku Sea using different pre-treatments and to determine the best pre-treatment to obtain actinobacteria from deep sea sediment in Makassar Strait and Maluku Sea. The research was carried out by descriptive exploratory method on deep-sea sediment samples from Makassar Strait and Maluku Sea in May 2024-April 2025. The samples used for this study are deep-sea sediments taken from IMPOLSE (BRIN & Institute of Oceanology Chinese Academy of Sciences (IOCAS)) expedition in Makassar Strait and Maluku Sea. This research was started with isolation using 2 pre-treatment, dry heat pre-treatment on GS1 and AIA media and heat pre-treatment on R2A and AIA media which followed by purification actinobacteria colony according to the Bergey’s Manual of Systematic Bacteriology Volume 5, Actinobacteria. Characterisation of actinobacteria was carried with Gram staining and morphology analysist. The results of the study showed that the diversity of actinobacteria isolated from the Makassar Strait and the Maluku Sea using heat pre-treatment was 58 and dry heat pre-treatment was 52. Actinobacteria obtained from heat pre-treatment on AIA medium was 21 isolates and on R2A medium was 37 isolates, while actinobacteria obtained using dry heat pre-treatment on AIA medium was 17 isolates and on GS1 medium was 35 isolates. The diversity of actinobacteria obtained from stations 42 and 45 located in Makassar Strait were 15 and 61 isolates, while the number of isolates obtained from station 29 located in Maluku Sea was 34 isolates. The diversity of actinobacteria obtained from stations 42 and 45 that located in Makassar Strait was 15 and 61, while the number of isolates obtained from station 29 that located in Maluku Sea was 34. The most observed cell shapes was coccus (64), while the colony shape obtained was irregular (74), with the most spore color and under medium color was cream (27). The most surface texture of the colony that appeared was glossy (89). The majority of colonies obtained do not form aerial or substrate mycelium (101) and do not form color pigments (106). The results of the study showed that the diversity of actinobacteria isolated from Makassar Strait and Maluku Sea using heat pre-treatment and dry heat pre-treatment was 110 isolates with different morphology. The best pre-treatment is heat pre-treatment using R2A medium, produced 37 isolates. | |
| 45824 | 49191 | A1F021003 | PENGARUH JENIS BAHAN PENGISI (FILLER) TERHADAP KARATERISTIK MEKANIK BIOPLASTIK BERBASIS ALGINAT | Indonesia masuk kategori sepuluh negara penyumbang sampah terbesar di dunia dan 19,75% tersebut merupakan sampah plastik pada posisi nomor urut kedua. Permasalahan sampah plastik ini menjadi permasalahan yang belum terselesaikan selama bertahun-tahun. Plastik biodegradabel merupakan kemasan yang tersusun atas biopolimer yang ramah lingkungan dan mudah diuraikan oleh aktivitas mikroorganisme. Sodium alginat merupakan biopolimer yang umum digunakan dan dikembangan dalam dunia pengemasan. Penggunaan sodium alginat dalam penelitian ini karena memiliki sifat yang aman, transparan dan mudah terurai. Secara umum bioplastik memiliki sifat yang mudah sobek dan tidak sekuat plastik konvensional. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan penambahan bahan pengisi terhadap bioplastik berbasis alginat. Penambahan bahan pengisi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mekanik bioplastik alginat. Jenis bahan pengisi yang digunakan adalah bentonit, PVA, dan silika yang di ekstrak dari sekam padi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian berlangsung selama 6 bulan dimulai bulan Desember 2024 hingga Mei 2025. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Jumlah perlakuan yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 7, yaitu K = kontrol; K1 = silika 2%; K2 = bentonit 2%; K3 = PVA 2%; K4 = silika 1% + bentonit 1%; K5 = bentonit 1% + PVA 1%; K6 = PVA 1% + silika 1%. Variabel bebas pada penelitian adalah penambahan bahan pengisi seperti bentonit, PVA, dan silika serta kombinasi kedua bahan pengisi. Selain itu, variabel terikat yang diteliti berupa kadar air, kuat tarik, persen pemanjangan, warna (L, a*, b*, dan ∆E), dan transmisi uap air (WVTR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan pengisi PVA meningkatkan kemampuat kuat tarik sebesar 1,30 Mpa. Penambahan bahan pengisi jenis bentonit juga memberikan pengaruh terutama dalam kenampakan visual atau warna. Di mana penambahan bentonit pada bioplastik alginat memiliki nilai L yang rendah sebesar 84,97 menunjukkan warna yang tidak transparan atau buram/pudar. Selain itu, penambahan bentonit juga menunjukkan warna bioplastik mengarah kuning dengan nilai b* sebesar 0,74. | Indonesia is categorized as the ten largest waste contributing countries in the world and 19.75% of this is plastic waste in the second position. This plastic waste problem has been an unresolved issue for years. Biodegradable plastic is a packaging composed of biopolymers that are environmentally friendly and easily decomposed by microbial activity. Sodium alginate is a biopolymer that is commonly used and developed in the world of packaging. The use of sodium alginate in this study is because it has safe, transparent and degradable properties. In general, bioplastic have properties that are easily torn and not as strong as conventional plastics. Therefore, in this study, the addition of filler to alginate based bioplastic was carried out. The addition of fillers aims to improve the mechanical ability of alginate bioplastic. The types of fillers used are bentonite, PVA, and silica extracted from rice husks. This research was conducted at the Agricultural Technology Laboratory, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research lasted for 5 months starting from December 2024 to May 2025. The research design used in this study was a non-factorial Completely Randomized Design (RAL). The number of treatments used in this study were 7, namely K = control; K1 = silica 2%; K2 = bentonite 2%; K3 = PVA 2%; K4 = silica 1% + bentonite 1%; K5 = bentonite 1% + PVA 1%; K6 = PVA 1% + silica 1%. The independent variables in the study were the addition of filler such as bentonite, PVA, and silica as well as a combination of both filler. In addition, the dependent variables studied were moisture content, tensile strength, elongation at break, color (L, a*, b*, and ∆E), and water vapor transmission rate (WVTR). The results showed that the addition of PVA filler increased the tensile strength by 1.30 Mpa. The addition of bentonite type filler also has an influence, especially in visual appearance or color. Where the addition of bentonite to alginate bioplastic has a low L value of 84.97 indicating a color that is not transparent or opaque / faded. In addition, the addition of bentonite also shows the color of bioplastic leads to yellow with a b* value of 0.74. | |
| 45825 | 49192 | J1C021015 | BUDAYA HONNE TATEMAE: NIHONGO GA JOUZU DESU NE | Penelitian ini mengkaji makna budaya honne tatemae dalam ungkapan (Nihongo ga jouzu desu ne) yang sering digunakan oleh penutur asli Jepang kepada orang asing. Ucapan tersebut, yang tampaknya merupakan bentuk pujian, ternyata menyimpan makna budaya yang kompleks dan tidak selalu mencerminkan maksud sesungguhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna tersembunyi di balik ungkapan tersebut serta menelaah bagaimana respons dan pemaknaan mahasiswa Indonesia yang pernah menjalani program magang di Jepang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan teori Komunikasi antarbudaya dan konsep AUM Anxiety (cemas), Uncertainty (ketidaktahuan), dan Management (adaptasi) (Gudykunst, 2003). Teknik studi kasus, melibatkan enam informan yang terdiri dari tiga warga Jepang dan tiga mahasiswa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan frase nihongo ga jouzu desu ne tidak selalu bermaksud memuji secara tulus, melainkan sebagai bentuk kesantunan sosial dalam menjaga harmoni. Penutur Jepang menggunakan frase ini sebagai strategi komunikasi yang mencerminkan nilai kesopanan dan penghindaran konflik. Di sisi lain, beberapa responden Indonesia mengungkapkan kebingungan, ketidaktahuan, sampai memahami bahwa frase tersebut hanya ungkapan untuk menjaga perasaan lawan bicara dan sampai beradaptasi untuk memahami Bahasa Jepang agar lebih baik. Pemahaman terhadap konsep honne tatemae menjadi penting dalam membangun komunikasi lintas budaya yang efektif dan saling menghargai. | This study examines the cultural meanings of honne tatemae within the expression Nihongo ga jouzu desu ne (Your Japanese is good), which is frequently used by native Japanese speakers when speaking to foreigners. Although this phrase appears to be a compliment on the surface, it actually carries complex cultural nuances and does not always reflect the speaker’s true intention. The aim of this research is to uncover the hidden meanings behind the expression and to explore how Indonesian students who have participated in internship programs in Japan perceive and respond to it. This study employs a qualitative research approach, drawing on intercultural communication theory and (Gudykunst’s, 2003) AUM (Anxiety, Uncertainty, and Management) theory. Using a case study method, six informants were involved: three native Japanese speakers and three Indonesian students. The results show that the phrase Nihongo ga jouzu desu ne is not always meant as a sincere compliment, but often functions as a form of social politeness aimed at maintaining harmony. Japanese speakers use the phrase as a communication strategy reflecting cultural values of politeness and conflict avoidance. On the other hand, several Indonesian respondents reported feelings of confusion, uncertainty, and eventual realization that the expression is used to preserve the listener’s feelings. Over time, they adapted by improving their understanding of the Japanese language and communication style. Understanding the concepts of honne and tatemae is essential for building effective and respectful intercultural communication. | |
| 45826 | 49193 | H1A021009 | ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TRAFO TERHADAP ARUS NETRAL DAN LOSSES PADA INCOMING GARDU INDUK 150 KV RAWALO | Pada incoming gardu induk 150 kV Rawalo memiliki 2 trafo yang terhubung dengan sistem distribusi tegangan menengah dalam hal ini analisis dilakukan hanya pada trafo 2. Pada incoming trafo 2 ini memiliki nilai ketidakseimbangan beban sebesar 9,21 %. Dengan nilai beban rata-rata fasa R sebesar 299,22 A, fasa S sebesar 317,36 A dan fasa T sebesar 274,35 A. Ketidakseimbangan beban ini akan menyebabkan arus pada netral transformator dan rugi-rugi daya (losses) pada jaringan distribusi. Metode pemerataan beban dilakukan dengan mengalihkan beban fasa tertinggi ke beban fasa terendah. Metode pemerataan beban secara matematis berhasil menurunkan nilai ketidakseimbangan beban menjadi 0% dan arus netral otomatis menjadi 0 A serta nilai losses sebelum pemerataan beban sebesar 14,96 % turun mejadi 14,06%. Pengamatan terhadap kondisi beban juga dilakukan dengan membandingkan ketidakseimbangan beban setiap sub penyaluran pada kondisi weekdays dan weekend untuk menghasilkan perbedaan secara signifikan dibanding pengamatan beban harian. Ketidakseimbangan beban pada kondisi weekdays sebesar 6% dan kondisi weekend sebesar 6,7%. Hal tersebut menunjukkan beban pada sub penyaluran incoming trafo 2 dalam kategori baik. | At the 150 kV Rawalo substation, there are 2 transformers connected to the medium voltage distribution system, in this case the analysis is carried out only on transformer 2. In this 2nd incoming transformer, the value of the load measurement is 9.21%. With an average load value of the R phase of 299.22 A, the S phase of 317.36 A and the T phase of 274.35 A. This entire load will cause current in the neutral transformer and power losses (losses) in the distribution network. The load equalization method is carried out by switching the highest phase load to the lowest phase load. The mathematical load equalization method has succeeded in reducing the load imbalance value to 0% and the neutral current automatically becomes 0 A and the loss value before load equalization of 14.96% has decreased to 14.06%. Observations on load conditions are also carried out by measuring the load maintenance of each sub-distribution on weekdays and weekends to produce significant differences compared to daily load observations. The load area on weekdays is 6% and weekend conditions are 6.7%. This shows that the load on the transformer sub-distribution is included in 2 in the good category. | |
| 45827 | 49194 | E1A018255 | Tinjauan Yuridis Terhadap Wanprestasi dalam Perjanjian Jual Beli Hak Atas Tanah dan Bangunan Secara Di Bawah Tangan (Studi Kasus Putusan Pengadilan Nomor: 44/Pdt.G/2021/PN Smg) | Proses pembelian dan penjualan tanah merupakan salah satu cara seseorang memperoleh hak kepemilikan atas tanah. Pembelian dan penjualan tanah harus didukung oleh akta yang ditandatangani oleh dan di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yaitu Akta Jual Beli (AJB) sebagai alat pembuktian yang sah. Akan tetapi, pada kenyataannya masih banyak masyarakat melaksanakan jual beli tanah tidak dihadapan PPAT, contohnya seperti dalam kasus Putusan Nomor: 44/Pdt.G/2021/Pn.Smg. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan perjanjian jual beli hak atas tanah secara di bawah tangan, serta menganalisis akibat hukum dari kasus wanprestasi yang terjadi dalam Putusan Nomor: 44/Pdt.G/2021/Pn.Smg. Penelitian ini dengan tipe penelitian yuridis normatif, dengan memanfaatkan metode pendekatan hukum (statute approach), pendekatan kasus (case approach), dan pendekatan konsep (conseptual approach). Spesifikasi penelitian preskriptif yang dikaitkan dengan teori. Menggunakan data primer serta sekunder dengan menggabungkan studi literatur untuk mengumpulkan datanya yang kemudian disusun secara logis dan sistematis berupa teks naratif, yang selanjutnya menganalisis secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa bahwa perjanjian jual beli yang dibuat oleh penggugat dan tergugat hanya sah menurut Pasal 1320 KUHPerdata, sedangkan untuk perjanjian jual beli hak atas tanah dan bangunan belum memenuhi syarat formil yang diatur dalam PP No.24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, dikarenakan jual beli tersebut tidak ditindaklanjuti dihadapan PPAT untuk membuat AJB, oleh karena itu kepemilikan hak atas tanah belum bias bralih dan tidak dapat dibaliknama di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kedua, akibat hukum dari wanprestasi yang dilakukan oleh tergugat yaitu, pemenuhan prestasi dengan membuat dan menandatangani akta jual beli dihadapan PPAT. | The process of purchasing and selling land constitutes one of the methods by which an individual acquires ownership rights over land. Such transactions must be supported by an authentic deed signed before a Land Deed Official, namely a Deed of Sale and Purchase, as valid legal evidence. Nevertheless, in practice, many members of society continue to engage in land sale and purchase transactions without involving a Land Deed Official, as exemplified by Decision Number: 44/Pdt.G/2021/Pn.Smg. This research aims to analyse the validity of privately executed sale and purchase agreements concerning land rights and to examine the legal consequences arising from the breach of contract in the aforementioned decision. This study employs a normative juridical method utilising statutory, case, and conceptual approaches, with a prescriptive research specification linked to legal theory. Data were collected through literature study comprising primary and secondary legal materials, organised logically and systematically in narrative form, and subsequently analysed using qualitative normative methods.The research findings indicate that the sale and purchase agreement entered into by the plaintiff and the defendant is only valid under Article 1320 of the Indonesian Civil Code; however, the transaction does not fulfil the formal requirements stipulated in Government Regulation No. 24 of 1997 concerning Land Registration, as it was not executed before a Land Deed Official to produce a Deed of Sale and Purchase. As a result, the transfer of land ownership rights could not legally occur and registration under the National Land Agency was not possible. Furthermore, the legal consequence of the defendant’s breach of contract is the obligation to fulfil their prestation by executing and signing the deed of sale and purchase before a Land Deed Official. | |
| 45828 | 48949 | H1D020088 | Hand Gesture Recognition Implementation as a Control Tool in Fighting Games using OpenCV and MediaPipe | Industri game telah mengalami perkembangan yang pesat, hal ini ditandai dengan hadirnya berbagai jenis game. Bentuk interaksi pemain dalam game sudah dapat direpresentasikan dengan berbagai cara. Namun, terdapat tantangan untuk memungkinkan interaksi secara real-time antara pengguna dan sistem. Untuk mewujudkan interaksi tersebut, hand gesture recogntion mampu melakukan pengenalan isyarat tangan secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model hand gesture recognition sebagai alat kendali pada game fighting menggunakan framework MediaPipe dan OpenCV. Model MediaPipe dibandingkan dengan model YOLOv8 berdasarkan hasil evaluasi model. Evaluasi model menggunakan confusion matrix, nilai evaluasi tertinggi pada model YOLOv8 dengan skor akurasi 100%. Pengujian model berdasarkan variabel kecerahan ruangan dan jarak tangan ke kamera pada model MediaPipe menghasilkan persentase deteksi yang lebih tinggi dibandingkan model YOLOv8. Model terbaik diimplementasikan pada game fighting untuk menambah variasi alat kendali bagi pemain dalam mengontrol aksi karakter game fighting. Pengembangan game berbasis desktop dilakukan menggunakan metode GDLC dan framework Pygame. Hasil alpha testing menggunakan blackbox menunjukkan output yang benar pada setiap fitur. Hasil beta testing dari laptop kategori low-end dan PC kategori low to mid-range pada mode Gesture menghasilkan rata-rata 7,41 fps dan 29,77 fps, sehingga membutuhkan spesifkasi CPU yang cukup kuat untuk menjalankan model pada game. | The gaming industry has experienced rapid development, showed by the presence of various types of games. The form of player interaction in the game can be represented in various ways. However, there are challenges to enable real-time interaction between users and the system. To actualize this interaction, a hand gesture recognition is able to recognize hand gestures in real-time. This study aims to develop a hand gesture recognition model as a control tool in fighting games using MediaPipe and OpenCV frameworks. The MediaPipe model is compared with the YOLOv8 model based on the results of the model evaluation. Model evaluation used confusion matrix with the highest evaluation value produced by the YOLOv8 model with an accuracy score of 100%. Model testing based on room brightness and hand-to-camera distance from the MediaPipe model produces a higher detection percentage than the YOLOv8 model. The best model was implemented in fighting games to add variety to the control tools for players in controlling the actions of fighting game characters. Desktop-based game development is carried out using the GDLC method and the Pygame framework. The results of alpha testing using blackbox showed the correct output on each feature. The results of beta testing from low-end laptops and low to mid-range PCs in Gesture mode produced an average of 7.41 fps and 29.77 fps, so it requires a fairly strong CPU specification to run the model in the game. | |
| 45829 | 49195 | A1D021105 | Endophytic bacteria formula assay against stem-end rot disease on candlenut (Aleurites moluccanus): in vitro and in planta analysis | Kemiri telah mengalami kestabilan hasil panen di Indonesia dalam satu dekade terakhir, namun baru-baru ini terjadi penurunan hasil panen sebesar 0,74% di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2019-2021, yang disebabkan oleh infeksi jamur patogen Lasiodiplodia theobromae yang menyebabkan penyakit busuk pangkal batang. Formula bakteri endofit telah diteliti untuk mengetahui mekanisme kerjanya terhadap patogen tanaman, efikasi aktivitas penghambatan terhadap L. theobromae secara in vitro, efikasi kombinasi terhadap L. theobromae secara in planta, menginduksi ketahanan fisiologis dan biokimia, serta meningkatkan pertumbuhan kemiri sunan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Tanaman dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, dengan faktor pertama adalah komposisi bahan pembawa formula (f1=2), dan faktor kedua adalah komposisi bakteri endofit (f2=7), sehingga terdapat 14 kombinasi perlakuan, dengan perlakuan kontrol positif dan kontrol negatif (t = 16), diulang sebanyak 3 kali (n = 48), dan satuan percobaan terdiri dari 3 tanaman (s = 144). Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, ANOVA (α = 0,05), dan dilanjutkan dengan DMRT (α = 0,05) untuk mengetahui perbedaan yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KTA 5 menunjukkan penghambatan yang signifikan dalam difusi, sementara PNA 11 menunjukkan penghambatan tertinggi dalam senyawa organik yang mudah menguap secara in vitro. Kombinasi formula F1B4 dan F2B1, komponen pembawa F1 secara efektif mengurangi komponen patogen, sedangkan senyawa bioaktif B4 dan B5 menekan tingkat keparahan penyakit, AUDPC, kemanjuran formula, dan memperpanjang masa inkubasi gejala L. theobromae; formula F1B6, F2B5, dan F2B6 berhasil menginduksi resistensi sistemik melalui mekanisme yang diaktifkan oleh tanin. Selain itu, F1B3 dan F2B1 berbeda nyata pada berat segar akar dan berat kering tanaman, dengan F1 merupakan formula pembawa terbaik, isolat B1, B2, B3, B4, dan B6 merupakan senyawa bioaktif terbaik. Kesimpulan yang diperoleh menunjukkan bahwa formula bakteri endofit memiliki perbedaan yang signifikan dan efektif terhadap L. theobromae secara in vitro dengan aktivitas antibiotik, lisis, dan sekresi senyawa organik yang mudah menguap, efektif secara in planta terhadap komponen patogen dan menginduksi resistensi sistemik, serta peningkatan yang signifikan terhadap berat segar akar dan berat kering tanaman. | Candlenut has experienced yield stability in Indonesia in the last decade, but a recent decline of 0.74% in North Sumatra Province during 2019-2021, which was caused by fungal pathogens infection of Lasiodiplodia theobromae that contributes to stem-end rot disease. Endophytic bacteria's formula has been investigated for mechanisms of action against plant pathogens, efficacy of inhibitory activity against L. theobromae in vitro, efficacy of a combination against L. theobromae in planta, inducing physiological and biochemical resistance, and enhancing candlenut growth. The study was conducted at the Plant Protection Laboratory and the Greenhouse of the Faculty of Agriculture using a two-factor Completely Randomized Design (CRD), with the first factor being the composition of the formula carrier materials (f1=2), and the second factor being the composition of endophytic bacteria (f2=7), so have 14 total combinations; with positive and negative control treatment (t=16), repeated 3 times (n=48), and the unit contained 3 plants (s=144). Data were analysed using descriptive analysis, ANOVA (α=0.05), and followed by DMRT (α=0.05) to determine significant differences. The result showed that KTA 5 exhibited significant inhibition in diffusion, while PNA 11 demonstrated the highest inhibition in volatile organic compounds in vitro. The formula combination of F1B4 and F2B1, carrier component of F1 were effectively reduced pathogenic components, while bioactive compounds of B4 and B5 suppressed the disease severity, AUDPC, formula’s efficacy, and extended incubation period of L. theobromae symptoms; F1B6, F2B5, and F2B6 formulas successfully induced systemic resistance by tannin-activated mechanisms. Besides that, F1B3 and F2B1 were significantly different in root fresh weight and plant dry weight, with F1 was the best formula carrier composition, isolates B1, B2, B3, B4, and B6 being the best bioactive compounds. The conclusion showed that the endophytic bacteria formula had been significant difference and was effective against L. theobromae in vitro with antibiotic activity, lysis, and secretion of volatile organic compounds, effective in planta against pathogenic components and induced systemic resistance, and a significant increase in root fresh weight and plant dry weight. | |
| 45830 | 49197 | L1A021052 | PENDAPATAN DAN POLA KONSUMSI NELAYAN DESA JETIS, KABUPATEN CILACAP | Beberapa wilayah di Indonesia yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia salah satunya yaitu Desa Jetis di sebelah selatan yang sebagian masyarakatnya bekerja sebagai nelayan. Berdasarkan data tahun 2024 jumlah nelayan Desa Jetis sebanyak 467 orang. Pendapatan nelayan sangat bervariatif hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, utamanya hasil tangkapan. Pendapatan mempengaruhi banyaknya barang yang dikonsumsi, hal tersebut dapat mencerminkan kemakmuran konsumen. Apabila semakin tinggi mutu dan semakin banyak yang digunakan maka semakin tinggi pula tingkat kemakmuran konsumen tersebut, begitu juga sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan pola konsumsi nelayan Desa Jetis, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan rumah tangga nelayan, konsumsi rumah tangga nelayan dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber pendapatan rumah tangga nelayan Desa Jetis cukup beragam dengan rata-rata pendapatan keseluruhan sebesar Rp7.865.000,00 per bulan. Pola konsumsi nelayan Desa Jetis terdiri dari konsumsi pangan, konsumsi non pangan, dan konsumsi tambahan. Rata-rata pengeluaran rumah tangga nelayan berdasarkan pola konsumsinya sebesar Rp7.481.284,00 per bulan dengan rincian pengeluaran konsumsi pangan keluarga adalah sebesar Rp2.856.659,00 dan non pangan sebesar Rp4.624.625,00. Pengeluaran pangan lebih rendah dan non pangan lebih tinggi maka nelayan Desa Jetis termasuk dalam kategori sejahtera namun pendapatan mereka tidak tetap. Hasil analisis regresi linear sederhana korelasi hubungan pendapatan dan pengeluaran berdasarkan pola konsumsi rumah tangga nelayan Desa Jetis bernilai positif dengan nilai determinasi 88% serta hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari variabel bebas dan variabel terikat. | Several regions in Indonesia directly border the Indian Ocean, including Jetis Village in the south, where many residents work as fishermen. According to 2024 data, there are 467 fishermen in Jetis Village. The income levels of these fishermen fluctuate significantly due to various factors, especially the size of their catch. Income influences the amount of goods consumed, which can reflect consumer prosperity. An increase in both the quality and the rate of consumption tends to reflect higher consumer prosperity, and vice versa. This study aims to examine the income and consumption patterns of fishermen in Jetis Village, Cilacap Regency. A descriptive research method has been employed, with data analysis focusing on fishermen's household income, household consumption, and simple linear regression analysis. The results show that the sources of income for fishermen's households in Jetis Village are quite diverse, with an average overall income of Rp7,865,000.00 per month. The consumption patterns of fishermen in Jetis Village consist of food consumption, non-food consumption, and additional consumption. The average household expenses of fishermen based on their consumption patterns is Rp7,481,284.00 per month, with details of family food consumption expenditure being Rp2,856,659.00 and non-food expenses being Rp4,624,625.00. Lower food expenditure and higher non-food expenses mean that fishermen in Jetis Village are included in the prosperous category, but their income is not fixed. The results of a simple linear regression analysis, the correlation between income and expenditure based on household consumption patterns of fishermen in Jetis Village is positive, with a determination value of 88% and the results of the t-test indicate that there is a significant influence of the independent variables and the dependent variable. | |
| 45831 | 49196 | G1A021062 | PENGARUH INTERVENSI RELAKSASI MUSIK TERHADAP TANDA VITAL DAN SKOR SRQ-20 PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO BARAT, KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang: Jumlah AKI, bayi lahir mati dan kematian neonatal di Indonesia yang masih menempati peringkat kedelapan tertinggi di dunia serta urutan kedua tertinggi di ASEAN. Hal ini menunjukkan bahwa masih adanya masalah dalam sistem kesehatan ibu di Indonesia. Intervensi non invasif perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi stres kehamilan dan meningkatkan kesejahteraan ibu hamil, salah satunya adalah terapi relaksasi musik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi relaksasi musik terhadap tanda vital dan skor SRQ-20 pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode cohort retrospective study dengan desain pre-posttest dari data sekunder. Hasil: Terdapat 18 responden pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan intervensi relaksasi musik tidak berpengaruh signifikan terhadap tekanan darah sistolik (p=0,102), teknanan darah diastolik (p= 0,180), denyut nadi (p=1,000), laju pernapasan (p= 0,083), dan skor SRQ-20 (p=0,317). Kesimpulan: Relaksasi musik tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, denyut nadi, laju pernapasan, dan skor SRQ-20. | Background: The maternal mortality rate, stillbirths, and neonatal deaths in Indonesia rank eighth highest in the world and second highest in ASEAN. This indicates ongoing issues within the maternal healthcare system in Indonesia. Non- invasive interventions are needed to reduce pregnancy-related stress and improve the well-being of pregnant women, one of which is music relaxation therapy. Objective: This study aims to determine the effect of music relaxation intervention on vital signs and SRQ-20 scores in pregnant women in the work area of Purwokerto Barat Community Health Center, Banyumas Regency. Methods: This study used a retrospective cohort design with a pre-posttest approach based on secondary data. Results: There were 18 respondents in this study. The results showed that music relaxation intervention had no significant effect on systolic blood pressure (p=0.102), diastolic blood pressure (p=0.180), pulse rate (p=1.000), respiratory rate (p=0.083), and SRQ-20 scores (p=0.317). Conclusion: Music relaxation did not have a significant effect on systolic blood pressure, diastolic blood pressure, pulse rate, respiratory rate, or SRQ-20 scores. | |
| 45832 | 49198 | B1B021012 | OPTIMIZATION OF NANOPORE SEQUENCING FOR DETECTING HIV GENOMES USING PLASMA WITH VIRAL LOADS BELOW 10,000 COPIES/ML | Human Immunodeficiency Virus (HIV) menghadirkan tantangan berkelanjutan karena variabilitas genetik dan resistensi obatnya yang tinggi, terutama pada kasus viral load (LVL) rendah (<10.000 kopi/mL) yang sulit dideteksi mutasi resistensinya. Studi ini mengevaluasi kelayakan penggunaan sekuensing Nanopore untuk mendeteksi resistensi obat dalam sampel plasma LVL. Sepuluh sampel HIV-1-positif dikumpulkan dari RSPI Sulianti Saroso menggunakan purposive sampling, dengan RNA virus diekstraksi, ditranskripsi balik, dan diamplifikasi menggunakan PCR bersarang yang menargetkan daerah konservatif. Kualitas dan konsentrasi DNA dinilai menggunakan NanoDrop dan Qubit, dan sampel yang memenuhi syarat diurutkan pada platform GridION menggunakan kit SQK-NBD114.24 dari Oxford Nanopore Technologies. Meskipun skor Q rata-rata rendah (~7,78), cakupan tinggi diperoleh dalam sembilan dari sepuluh sampel, memungkinkan identifikasi mutasi resistensi yang andal dan informatif pada beberapa posisi penting dalam genom HIV yang relevan secara klinis. Protokol PCR bersarang berhasil menghasilkan konsentrasi cDNA yang cukup pada semua sampel, menunjukkan kesesuaian metode ini untuk RNA dengan input rendah dari plasma pasien. Hasil ini menunjukkan bahwa kedalaman pembacaan yang tinggi mampu mengkompensasi akurasi pemanggilan basa Nanopore yang rendah, memungkinkan genotipe resistensi yang efektif bahkan dalam konteks LVL yang menantang dan terbatas. Disarankan agar urutan konsensus dianalisis menggunakan Canu, Racon, dan Medaka, kemudian dievaluasi dengan Stanford HIV Drug Resistance Database serta panel Kontrol Kualitas WHO untuk menilai mutasi resistensi dan akurasi sekuensing secara menyeluruh. Studi ini menyoroti sekuensing Nanopore sebagai pendekatan yang menjanjikan untuk pemantauan resistensi obat HIV secara rutin pada tahap awal pengobatan atau di pengaturan dengan sumber daya terbatas, selama protokol amplifikasi dan pustaka dioptimalkan dengan baik dan konsisten. | Human Immunodeficiency Virus (HIV) presents ongoing challenges due to its high genetic variability and drug resistance, especially in low viral load (LVL) cases (<10,000 copies/mL) where detecting resistance mutations is technically difficult. This study evaluated the feasibility of using Oxford Nanopore sequencing to detect drug resistance mutations in LVL plasma samples. Ten HIV-1–positive samples were collected from RSPI Sulianti Saroso using purposive sampling. Viral RNA was extracted, reverse-transcribed, and amplified using nested PCR targeting conserved genome regions. DNA purity and concentration were assessed using NanoDrop and Qubit. Samples that met input quality thresholds were barcoded and sequenced on the GridION platform using the SQK-NBD114.24 kit. Consensus sequences were generated using Canu, Racon, and Medaka, then analyzed with the Stanford HIV Drug Resistance Database and WHO Quality Control panel to identify resistance mutations and assess sequencing accuracy. Despite relatively low Q scores (~7.78), high coverage was obtained in nine of ten samples, enabling reliable resistance mutation detection at key genomic sites. The nested PCR protocol successfully yielded sufficient cDNA in all samples, demonstrating suitability for low-input RNA from patient plasma. These findings show that increased read depth can offset lower Nanopore basecalling accuracy, enabling accurate genotyping even in challenging LVL contexts. It is recommended that future applications adopt this workflow, ensuring that only qualifying samples undergo sequencing with optimized amplification and library preparation. Overall, the study supports Oxford Nanopore sequencing as a promising tool for routine HIV drug resistance surveillance in early treatment or resource-limited settings, provided protocols are carefully refined for low-concentration clinical specimens. | |
| 45833 | 49199 | B1A021040 | OPTIMASI TEKNOLOGI NANOPORE SEQUENCING UNTUK DETEKSI GENOM VIRUS HIV PADA SPESIMEN PLASMA DENGAN VIRAL LOAD RNA LEBIH DARI 10.000 COPIES/ML | Peningkatan kasus HIV di Indonesia mendorong pengembangan deteksi resistensi ARV yang lebih sensitif. Teknologi Next Generation Sequencing (NGS) berbasis Oxford Nanopore Technologies (ONT) digunakan untuk mendeteksi resistensi HIV-1 pada plasma dengan viral load RNA >10.000 copies/mL. Sepuluh sampel dianalisis melalui ekstraksi RNA, RT-PCR, Nested PCR, dan sekuensing GridION. Seluruh sampel berhasil diamplifikasi dengan kualitas DNA mendekati standar. Rata-rata Q score 8,1 masih rendah, namun coverage tinggi (rata-rata 1435×) memungkinkan koreksi kesalahan. ONT dinilai layak digunakan untuk deteksi resistensi HIV dengan analisis lanjutan melalui WHOQC dan Stanford HIVdb. | The rising HIV cases in Indonesia drive the need for more sensitive detection of antiretroviral (ARV) resistance. Oxford Nanopore Technologies (ONT)-based Next Generation Sequencing (NGS) was used to detect HIV-1 resistance in plasma samples with RNA viral load >10,000 copies/mL. Ten samples underwent RNA extraction, RT-PCR, Nested PCR, and sequencing using GridION. All samples were successfully amplified with DNA quality near standard. Although the average Q score (8.1) was below the ideal threshold, high coverage (average 1435×) enabled error correction. ONT is considered feasible for HIV resistance detection, with further genomic analysis using WHOQC and Stanford HIVdb. | |
| 45834 | 49200 | C2C023033 | PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL, ESG PERFORMANCE DAN LEVERAGE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN BUSINESS STRATEGY SEBAGAI PEMODERASI (Studi pada Perusahaan dalam Indeks ESG Quality 45 IDX KEHATI Periode 2021-2023) | Perkembangan dunia usaha yang pesat dan dinamis memerlukan perusahaan untuk terus berinovasi dan mengelola faktor-faktor internal serta eksternal yang dapat meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh intellectual capital, ESG performance, leverage, dan business strategy terhadap nilai perusahaan dengan mempertimbangkan peran moderasi dari business strategy dalam hubungan antara intellectual capital dan ESG performance terhadap nilai perusahaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif eksplanatori, dengan data yang dikumpulkan melalui laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan yang terdaftar di indeks ESG Quality 45 IDX KEHATI pada periode 2021-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intellectual capital, leverage berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Business strategy juga terbukti memoderasi pengaruh positif ESG performance terhadap nilai perusahaan. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis terhadap pemahaman mengenai hubungan antara intellectual capital, ESG performance, leverage, dan business strategy dalam meningkatkan nilai perusahaan, serta implikasi praktis bagi perusahaan untuk lebih fokus dalam pengelolaan intellectual capital dan ESG untuk meningkatkan daya saing dan nilai perusahaan. Penelitian ini juga memberikan saran untuk penelitian lanjutan dengan memperluas cakupan sektor dan periode observasi yang lebih panjang. | The rapid and dynamic development of the business world requires companies to continuously innovate and manage both internal and external factors that can enhance firm value. This study aims to examine the effect of intellectual capital, ESG performance, leverage, and business strategy on firm value, while also considering the moderating role of business strategy in the relationship between intellectual capital and ESG performance on firm value. A quantitative explanatory approach was used in this study, with data collected from annual reports and sustainability reports of companies listed in the ESG Quality 45 IDX KEHATI index for the 2021–2023 period. The results indicate that intellectual capital and leverage have a significant positive effect on firm value. Furthermore, business strategy is proven to moderate the positive effect of ESG performance on firm value. These findings provide theoretical contributions to the understanding of the relationship between intellectual capital, ESG performance, leverage, and business strategy in enhancing firm value, as well as practical implications for companies to focus more on managing intellectual capital and ESG performance to improve competitiveness and firm value. This study also offers suggestions for future research by expanding the sectoral scope and extending the observation period. | |
| 45835 | 49201 | C2C023011 | PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP RETURN SAHAM DENGAN INTENSITAS RESEARCH AND DEVELOPMENT (R&D) SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2024) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel ROA, QR dan Size terhadap Pengembalian Saham dengan variabel RDI sebagai variabel moderasi. Studi ini dilakukan dengan metodel purposive sampling dengan kriteria tertentu yang ditetapkan, yakni; (1) Perusahaan manufaktur dalam sub-sektor makanan dan minuman yang menyebarluaskan laporan keuangan komprehensif untuk tahun fiskal 2018 hingga 2024. (2) Perusahaan memiliki informasi lengkap yang berkaitan dengan dana R&D Intensity. Studi dilakukan pada 8 perusahaan manufaktur dalam sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2018 hingga 2024. Teknik analisis data menggunakan metode regresi berganda yang di dalamnya termasuk uji asumsi klasik, serta uji interaksi moderated regression analysis (MRA) untuk pembuktian hipotesis.. Hasil analisis menunjukan bahwa RDI tidak memoderasi hubungan antara ROA dan QR terhadap pengembalian saham. Hasil analisis menunjukan ROA memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,004, dengan ambang signifikansi (sig<0.05) dan nilai yang sesuai (1.355). Kesimpulan yang ditarik adalah bahwa variabel ROA memberikan pengaruh positif yang signifikan pada Return Saham. Ukuran perusahaan menunjukan tingkat signifikansi sebesar 0,003 (sig > 0,05) dan memiliki nilai 0,372. Berdasarkan hasil tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel SIZE memberikan pengaruh positif yang signifikan pada Return berpengaruh positif terhadap pengembalian saham. Hasil analisis menunjukan bahwa QR memiliki tingkat signifikansi 0,035 (sig<0,05) dan memiliki nilai (-0,164). Temuan ini mengkonfirmasi hipotesis yang menyatakan bahwa QR berpengaruh negatif terhadap pengembalian saham. Hasil penelitian berimplikasi bagi perusahaan bahwa manajemen perlu meningkatkan profitabilitas serta memperbesar ukuran perusahaan sebagai strategi utama untuk meningkatkan kepercayaan investor dan nilai saham serta berimplikasi bagi investor bahwa investor perlu memanfaatkan data tentang profitabilitas dan ukuran perusahaan sebagai metrik penting untuk keputusan investasi, karena faktor-faktor ini terutama mempengaruhi pengembalian saham. | This study aims to examine the influence of the variables ROA, QR, and Size on Stock Returns with the RDI variable as a moderating variable. The study was conducted using purposive sampling with specific criteria established, namely; (1) Manufacturing companies in the food and beverage sub-sector that disseminate comprehensive financial reports for the fiscal years 2018 to 2024. (2) Companies that have complete information related to R&D Intensity funds. The study was conducted on 8 manufacturing companies in the food and beverage sub-sector listed on the Indonesia Stock Exchange from 2018 to 2024. The data analysis technique uses multiple regression methods which include classical assumption tests, as well as moderated regression analysis (MRA) interaction tests to prove the hypothesis. The analysis results indicate that RDI does not moderate the relationship between ROA and QR on stock returns. The results of the analysis indicate that RDI does not moderate the relationship between ROA and QR on stock returns. The analysis results show that ROA has a significance level of 0.004, with a significance threshold (sig < 0.05) and a corresponding value (1.355). The conclusion drawn is that the ROA variable has a significant positive effect on stock return. Company size shows a significance level of 0.003 (sig > 0.05) and has a value of 0.372. Based on these results, it can be concluded that the SIZE variable has a significant positive impact on stock returns. The analysis results show that QR has a significance level of 0.035 (sig<0.05) and has a value of (-0.164). This finding confirms the hypothesis stating that QR has a negative effect on stock returns. The research results imply for companies that management needs to improve profitability and increase company size as a main strategy to enhance investor confidence and stock value, and it also implies for investors that they should utilize data on profitability and company size as important metrics for investment decisions, as these factors primarily influence stock returns. | |
| 45836 | 49206 | J0A022066 | Improving an English Digital Culinary Booklet for the Official Website of Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta | Laporan praktik kerja ini berjudul “Improving an English Digital Culinary Booklet for the Official Website of Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta”. Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan pada tanggal 9 September - 9 Desember 2024 di Tourist Information Centre Malioboro. Pelatihan kerja ini bertujuan untuk menjelaskan proses pembuatan buklet digital berbahasa Inggris untuk memperkenalkan hidangan tradisional Yogyakarta dan juga untuk menggambarkan kegiatan sehari-hari selama magang. Selain itu, di TIC belum tersedia booklet kuliner yang berisi tentang kuliner khas Yogyakarta, dan ketika melayani wisatawan, para staf biasanya menggunakan informasi dari internet. Oleh karena itu, booklet kuliner ini sangat dibutuhkan. Dalam menyusun proyek ini, terdapat tiga metode yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam proses observasi dilakukan pengamatan langsung saat sebelum dan selama praktik kerja berlangsung, proses wawancara dilakukan saat praktik kerja berlangsung, dan proses dokumentasi dilakukan saat praktik kerja berlangsung maupun tidak berlangsung. Ketiga metode tersebut dilakukan untuk memenuhi tahap pembuatan Booklet Digital tentang kuliner Yogyakarta dalam versi berbahasa inggris. Buklet yang dihasilkan berupa rekomendasi daftar makanan tradisional khas Yogyakarta, penjelasan singkat tentang makanannya, serta alamat restoran yang dilengkapi dengan kode QR yang dapat memudahkan. Dalam proyek ini, mahasiswa menghadapi beberapa tantangan dan menemukan solusi untuk mengatasinya. Tantangan pertama adalah aksara Jawa dalam deskripsi singkat tidak dapat dibaca ketika dikonversi ke dalam PDF. Untuk mengatasi masalah ini, mahasiswa menggunakan alat penerjemah. Tantangan kedua adalah terbatasnya akses terhadap jurnal-jurnal penelitian tentang wisata kuliner dan booklet digital, baik di perpustakaan maupun online. Masalah ini diatasi dengan memanfaatkan perpustakaan universitas, meninjau laporan senior, dan mengeksplorasi alat penelitian online gratis. | This job training report is entitled “Improving an English Digital Culinary Booklet for the Official Website of Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta”. This job training activity was carried out on September 9 - December 9, 2024, at the Tourist Information Centre of Malioboro. This job training aimed to explain the process of creating an English digital booklet to introduce Yogyakarta's traditional dishes and also to describe the daily activities during the internship. In addition, there was no availability of culinary booklets containing Yogyakarta's culinary specialties at TIC, and when serving tourists, the staff’s usually used information from the internet. Therefore, this culinary booklet was needed. In compiled this project, there were three methods used: observation, interview, and documentation. The observation process involves direct observation before and during the internship, the interview process takes place during the internship, and the documentation process occurs both during and outside of the internship. These three methods were employed to fulfill the stage of creating a Digital Booklet about Yogyakarta's culinary scene in English. The resulting booklet consists of recommendations for traditional Yogyakarta dishes, a brief explanation of the dishes, and the addresses of restaurants accompanied by QR codes for convenience. In this project, The student encountered several challenges and found solutions to overcome them. The first challenge was that the Javanese script in the brief description became unreadable when converted into a PDF. In order to solve this issue, the student used translation tools. The second challenge was limited access to journal studies on culinary tourism and digital booklets, both in libraries and online. This issue was addressed by utilizing university libraries, reviewing senior reports, and exploring free online research tools. | |
| 45837 | 49202 | F1F021020 | Analisis Implementasi Kebijakan Carbon Trading di Indonesia Tahun 2021-2023 Menurut Konsep Green Economy | Carbon Trading merupakan salah satu instrumen ekonomi berbasis pasar yang digunakan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca melalui mekanisme perdagangan karbon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Carbon Trading di Indonesia pada tahun 2021–2023 berdasarkan konsep Green Economy dengan menggunakan lima indikator utama: pengurangan emisi karbon, efisiensi ekonomi, inklusi sosial, investasi dalam teknologi hijau, dan dampak terhadap ketahanan ekosistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pelaksanaan kebijakan ini masih menghadapi berbagai tantangan, tetapi implementasi Carbon Trading telah selaras dengan lima indikator dari Green Economy tersebut. Kebijakan ini terbukti dari adanya kontribusi Indonesia dalam menurunkan emisi, meningkatkan efisiensi di sektor energi, memperhatikan masyarakat lokal, mendorong investasi teknologi rendah karbon, dan memperkuat daya dukung ekosistem. Penulis merekomendasikan agar pemerintah segera menyusun peraturan turunan yang lebih spesifik, khususnya mengenai mekanisme benefit sharing, agar manfaat kebijakan dapat dirasakan lebih jelas, adil dan berkelanjutan oleh seluruh pemangku kepentingan. | Carbon trading is one of the market-based economic instruments used to reduce greenhouse gas emissions through carbon trading mechanisms. This study aims to analyze the implementation of carbon trading policy in Indonesia during the period 2021–2023 based on the concept of a green economy, using five main indicators: carbon emission reduction, economic efficiency, social inclusion, investment in green technology, and the impact on ecosystem resilience. The findings show that although the implementation of this policy still faces various challenges, carbon trading has aligned with the five indicators of the green economy. This is evidenced by Indonesia’s contribution to reducing emissions, increasing efficiency in the energy sector, considering local communities, encouraging investment in low-carbon technology, and strengthening ecosystem support capacity. The author recommends that the government immediately formulate more specific derivative regulations, particularly regarding benefit sharing mechanisms, so that the benefits of the policy can be experienced more clearly, fairly, and sustainably by all stakeholders. | |
| 45838 | 49203 | I1B020043 | GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA PADA KESEHATAN MENTAL REMAJA PERTENGAHAN DI MADRASAH ALIYAH AL FALAH JATILAWANG | GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA PADA KESEHATAN MENTAL REMAJA PERTENGAHAN DI MADRASAH ALIYAH AL FALAH JATILAWANG Happy Anggeraeni Zuhri1, Wahyudi Mulyaningrat2, Koernia Nanda Pratama3. Latar Belakang: Remaja pertengahan merupakan fase kritis dalam perkembangan individu yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan mental akibat tekanan akademik, perubahan sosial, dan emosional. Dukungan sosial keluarga menjadi faktor protektif yang penting dalam menjaga kesehatan mental remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan sosial keluarga terhadap kesehatan mental remaja pertengahan di Madrasah Aliyah Al Falah Jatilawang. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Jumlah partisipan sebanyak 95 siswa yang tinggal bersama orang tua, dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan sosial keluarga. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan Analisis univariat. Hasil Penelitian: Sebagian besar partisipan (55,8%) menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga berada dalam kategori kurang baik, sementara sisanya (44,2%) berada pada kategori baik. Dukungan sosial lebih tinggi ditemukan pada remaja perempuan dibandingkan laki-laki, dan pada usia 15–16 tahun dibandingkan usia 18–19 tahun. Kesimpulan: Dukungan sosial keluarga terhadap remaja pertengahan di Madrasah Aliyah Al Falah Jatilawang tergolong masih rendah. Hal ini mengindikasikan perlunya perhatian lebih dari pihak keluarga dalam memberikan dukungan emosional, penghargaan, bantuan, dan informasi untuk menjaga kesehatan mental remaja selama masa transisi. | Family Social Support Overview On The Mental Health Of Middle Adolescents At Madrasah Aliyah Al Falah Jatilawang Happy Anggeraeni Zuhri1, Wahyudi Mulyaningrat2, Koernia Nanda Pratama3. Jl. Dr. Soeparno, Karangwangkal, Purwokerto Utara 53123 Telp (0281) 642838 E-mail: happyanggeraenizuhri26@gmail.com Background: Middle adolescence is a critical phase in human development, marked by vulnerability to mental health issues due to academic pressure, social changes, and emotional challenges. Family social support plays a vital protective role in maintaining adolescent mental health. This study aims to describe the family social support for the mental health of middle adolescents at Madrasah Aliyah Al Falah Jatilawang. Methodology: This descriptive quantitative study used a cross-sectional design involving 95 students living with their parents, selected through total sampling. The research instrument was a validated and reliable family social support questionnaire covering four dimensions: emotional, appraisal, instrumental, and informational support. Data were analyzed descriptively using frequency distribution. Results: The findings showed that most participant (55.8%) perceived their family social support as inadequate, while only 44.2% reported receiving good support. Female adolescents reported higher levels of support than males. Adolescents aged 15–16 reported better family support compared to those aged 18–19. Conclusion: Family social support for middle adolescents at Madrasah Aliyah Al Falah Jatilawang remains low. This indicates the need for families to improve the emotional, appraisal, practical, and informational support provided to adolescents to safeguard their mental health during the transitional phase. Keywords: Family social support, Mental health, Middle adolescence 1Student of Nursing Department Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University 2,3Lecturer of Nursing Department Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University | |
| 45839 | 49204 | J1B021010 | PEMENUHAN KEBUTUHAN KASIH SAYANG TOKOH PUTU DALAM NOVEL YANG MENARI DALAM BAYANGAN INANG MATI KARYA NI MADE PURNAMA SARI | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemenuhan kebutuhan kasih sayang tokoh Putu serta menganalisis dampaknya terhadap kondisi psikologisnya dalam novel Yang Menari dalam Bayangan Inang Mati karya Ni Made Purnama Sari. Kajian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan landasan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, khususnya pada tingkat kebutuhan akan cinta dan kasih sayang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pembacaan mendalam dan analisis interaktif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Putu mengalami kebutuhan afeksi yang tinggi akibat ketidakhadiran figur orang tua sejak kecil. Meskipun ia mendapatkan kasih dari neneknya dan membentuk relasi emosional dengan Pak Wayan Kaler, kebutuhan tersebut tidak sepenuhnya terpenuhi. Akibatnya, muncul dampak psikologis seperti perasaan hampa, kesedihan mendalam, kemarahan, dan kerinduan yang menumpuk. Temuan ini menegaskan bahwa kebutuhan kasih sayang merupakan aspek psikologis yang paling dominan dalam pembentukan karakter Putu dan sangat memengaruhi dinamika batinnya. Oleh karena itu, pendekatan psikologi sastra terbukti relevan dalam mengungkap konflik internal dan struktur kejiwaan tokoh dalam karya sastra. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan kajian karakter berbasis teori kebutuhan manusia secara sistematis dan kontekstual. | This study aims to describe the form of fulfillment of the need for affection of the character Putu and analyze its impact on his psychological condition in the novel Yang Menari dalam Bayangan Inang Mati by Ni Made Purnama Sari. This study uses a literary psychology approach based on Abraham Maslow's hierarchy of needs theory, especially at the level of the need for love and affection. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through in-depth reading and interactive analysis of the Miles and Huberman model. The results of the study show that the character Putu experiences a high need for affection due to the absence of a parental figure since childhood. Although he received affection from his grandmother and had an emotional relationship with Mr. Wayan Kaler, these needs were not fully met. As a result, psychological impacts such as feelings of emptiness, deep sadness, anger, and longing that accumulate arise. This finding confirms that the need for affection is the most dominant psychological aspect in the formation of the character Putu and greatly influences his inner dynamics. Therefore, the literary psychology approach has proven relevant in revealing internal conflicts and psychological structures of characters in literary works. This study makes an important contribution to the development of character studies based on the theory of human needs systematically and contextually. | |
| 45840 | 49205 | A1F021002 | Pendugaan Umur Simpan Yoghurt Bubuk Tisane Kecombrang pada Berbagai Kemasan Menggunakan Pendekatan Kadar Air Kritis | Yoghurt merupakan produk minuman fungsional berbentuk krim yang terbuat dari susu yang difermentasi dengan melibatkan bakteri Lactobacillus Bulgaricus dan Streptococcus thermophillus dalam pembuatannya sehingga memiliki rasa asam. Nilai fungsional pada yoghurt dapat ditingkatkan dengan penambahan tisane kecombrang yang mengandung senyawa antioksidan tinggi. Pengolahan yoghurt menjadi bubuk minuman merupakan alternatif yang dapat digunakan untuk menyediakan produk yang menyehatkan namun tetap praktis. Namun, permasalahan yang sering terjadi pada produk bubuk adalah sifatnya yang higroskopis. Salah satu cara untuk mengurangi masuknya uap air ke dalam produk yaitu dengan cara pengemasan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis kemasan terhadap umur simpan yoghurt bubuk tisane kecombrang, untuk mengkaji pengaruh jenis kemasan terhadap perubahan mutu yoghurt bubuk tisane kecombrang serta untuk mengkaji jenis kemasan terbaik untuk memperpanjang umur simpan yoghurt bubuk tisane kecombrang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan metode yang digunakan untuk menduga umur simpan pada produk minuman instan adalah metode ASLT (accelerated shelf life testing) model kadar air kritis berdasarkan persamaan Labuza. Faktor yang diteliti adalah jenis kemasan yang terdiri atas 5 jenis kemasan yakni aluminium foil, polyethylene, low-density polyethylene, high-density polyethylene dan polypropylene. Dari hasil pendugaan umur simpan, akan diambil 3 jenis kemasan yang memiliki umur simpan terbaik untuk diamati perubahan mutu selama penyimpanannya. Variabel yang diamati yaitu umur simpan, potential hydrogen (pH), rehidrasi, total asam tertitrasi, kadar protein dan aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan software SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kemasan dapat memperpanjang umur simpan yoghurt bubuk tisane kecombrang dengan rentang waktu yang berbeda. Aluminium foil memiliki umur simpan 442 hari, kemasan PE 58 hari, LDPE 78 hari, HDPE 249 hari dan PP 391 hari. Jenis kemasan dapat menghambat penurunan mutu yoghurt bubuk tisane kecombrang selama penyimpanan. Aluminium foil menjadi kemasan terbaik dalam menghambat penurunan mutu, pH menurun dari 4,46±0,01 menjadi 4,23±0,01 (5,16%), waktu rehidrasi meningkat dari 42,59±0,15 detik menjadi 44,40±0,39 detik (4,08%), total asam tertitrasi meningkat dari 1,89±0,01% menjadi 2,25±0,06% (16%), kadar protein menurun dari 11,32±0,97% menjadi 9,54±0,46% (15,72%) dan aktivitas antioksidan menurun dari 58,48±0,61% menjadi 57,53±0,17% (1,62%). Berdasarkan umur simpan dan kemampuan dalam menghambat penurunan mutu, maka kemasan aluminium foil menjadi kemasan terbaik yang direkomendasikan untuk yoghurt bubuk tisane kecombrang. | Yogurt is a functional beverage product in the form of cream made from fermented milk involving the bacteria Lactobacillus Bulgaricus and Streptococcus thermophillus in its manufacture so that it has a sour taste. The functional value of yoghurt can be increased by adding kecombrang tisane which contains high antioxidant compounds. Processing yoghurt into a drink powder is an alternative that can be used to provide a healthy but practical product. However, the problem that often occurs in powdered products is its hygroscopic nature. One way to reduce the entry of water vapor into the product is by means of good packaging. This study aims to examine the effect of packaging types on the shelf life of kecombrang tisane powdered yoghurt, to examine the effect of packaging types on changes in the quality of kecombrang tisane powdered yoghurt, and to examine the best type of packaging to extend the shelf life of kecombrang tisane powdered yoghurt. This study used a Completely Randomized Design (CRD) and the method used to estimate the shelf life of instant beverage products was the ASLT (accelerated shelf life testing) method of critical water content model based on the Labuza equation. The factors studied were the type of packaging, consisting of five types namely aluminum foil, polyethylene, low-density polyethylene, high-density polyethylene, and polypropylene. From the shelf life estimation results, three types of packaging with the best shelf life were selected to observe changes in quality during storage. Observed variables were shelf life, potential hydrogen (pH), rehydration, total titratable acid, protein content, and antioxidant activity, analyzed using SPSS version 25 software. The results showed that the type of packaging can extend the shelf life of kecombrang tisane powdered yoghurt with different time spans. Aluminum foil has a shelf life of 442 days, PE packaging 58 days, LDPE 78 days, HDPE 249 days and PP 391 days. The type of packaging can inhibit the decline in the quality of kecombrang tisane powdered yoghurt during storage. Aluminum foil is the best packaging in inhibiting quality degradation, pH decreased from 4.46±0.01 to 4.23±0.01 (5.16%), rehydration time increased from 42.59±0.15 seconds to 44.40±0.39 seconds (4.08%), total titratable acid increased from 1.89±0.01% to 2.25±0.06% (16%), protein content decreased from 11.32±0.97% to 9.54±0.46% (15.72%) and antioxidant activity decreased from 58.48±0.61% to 57.53±0.17% (1.62%). Based on shelf life and ability to inhibit quality degradation, aluminum foil packaging is the best recommended packaging for kecombrang tisane powdered yoghurt. |