Home
Login.
Artikelilmiahs
49192
Update
MUHAMMAD ADRIAN
NIM
Judul Artikel
BUDAYA HONNE TATEMAE: NIHONGO GA JOUZU DESU NE
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini mengkaji makna budaya honne tatemae dalam ungkapan (Nihongo ga jouzu desu ne) yang sering digunakan oleh penutur asli Jepang kepada orang asing. Ucapan tersebut, yang tampaknya merupakan bentuk pujian, ternyata menyimpan makna budaya yang kompleks dan tidak selalu mencerminkan maksud sesungguhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna tersembunyi di balik ungkapan tersebut serta menelaah bagaimana respons dan pemaknaan mahasiswa Indonesia yang pernah menjalani program magang di Jepang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan teori Komunikasi antarbudaya dan konsep AUM Anxiety (cemas), Uncertainty (ketidaktahuan), dan Management (adaptasi) (Gudykunst, 2003). Teknik studi kasus, melibatkan enam informan yang terdiri dari tiga warga Jepang dan tiga mahasiswa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan frase nihongo ga jouzu desu ne tidak selalu bermaksud memuji secara tulus, melainkan sebagai bentuk kesantunan sosial dalam menjaga harmoni. Penutur Jepang menggunakan frase ini sebagai strategi komunikasi yang mencerminkan nilai kesopanan dan penghindaran konflik. Di sisi lain, beberapa responden Indonesia mengungkapkan kebingungan, ketidaktahuan, sampai memahami bahwa frase tersebut hanya ungkapan untuk menjaga perasaan lawan bicara dan sampai beradaptasi untuk memahami Bahasa Jepang agar lebih baik. Pemahaman terhadap konsep honne tatemae menjadi penting dalam membangun komunikasi lintas budaya yang efektif dan saling menghargai.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study examines the cultural meanings of honne tatemae within the expression Nihongo ga jouzu desu ne (Your Japanese is good), which is frequently used by native Japanese speakers when speaking to foreigners. Although this phrase appears to be a compliment on the surface, it actually carries complex cultural nuances and does not always reflect the speaker’s true intention. The aim of this research is to uncover the hidden meanings behind the expression and to explore how Indonesian students who have participated in internship programs in Japan perceive and respond to it. This study employs a qualitative research approach, drawing on intercultural communication theory and (Gudykunst’s, 2003) AUM (Anxiety, Uncertainty, and Management) theory. Using a case study method, six informants were involved: three native Japanese speakers and three Indonesian students. The results show that the phrase Nihongo ga jouzu desu ne is not always meant as a sincere compliment, but often functions as a form of social politeness aimed at maintaining harmony. Japanese speakers use the phrase as a communication strategy reflecting cultural values of politeness and conflict avoidance. On the other hand, several Indonesian respondents reported feelings of confusion, uncertainty, and eventual realization that the expression is used to preserve the listener’s feelings. Over time, they adapted by improving their understanding of the Japanese language and communication style. Understanding the concepts of honne and tatemae is essential for building effective and respectful intercultural communication.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save