Artikelilmiahs

Menampilkan 45.861-45.880 dari 48.746 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4586149160A1F021012Pendugaan Umur Simpan Yoghurt Kecombrang Bubuk pada Berbagai Kemasan Menggunakan Metode Pendekatan Kadar Air KritisYoghurt kecombrang bubuk merupakan produk alternatif pengolahan yoghurt untuk meningkatkan nilai fungsional dan mendapatkan umur simpan yang lama. Ketepatan pengemasan dalam pemilihan jenis kemasan sangat berpengaruh terhadap umur simpan produk. Selain itu, tanggal kedaluwarsa pada kemasan produk pangan wajib dicantumkan sesuai dengan Undang-undang Pangan No. 18 tahun 2012 tentang Pangan dan PP No. 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh berbagai kemasan terhadap umur simpan yoghurt kecombrang bubuk dengan pendekatan kadar air kritis, untuk menganalisis pengaruh berbagai kemasan terhadap perubahan mutu fisik, kimia dan fungsional yoghurt kecombrang bubuk dan menentukan kemasan terbaik untuk yoghurt kecombrang bubuk.
Metode penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan non faktorial menggunakan 5 jenis kemasan yaitu Polypropylene, Low Density Polyethylene, High Density Polyethylene, Alumunium foil dan Polyethylene. Faktor yang diteliti yaitu jenis kemasan yoghurt kecombrang bubuk. Adapun variabel fisik, kimia dan fungsional yang diamati yaitu pH, daya rehidrasi, kadar protein total, kadar Total Asam Tertitrasi dan aktivitas antioksidan. Data-data pengujian tersebut dianalisis menggunakan software IBM SPSS Statistics dengan taraf signifikansi α= 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kemasan sangat mempengaruhi umur simpan yoghurt kecombrang bubuk. Dari kelima jenis kemasan yang digunakan, aluminium foil merupakan kemasan terbaik dengan umur simpan 551 hari. Aluminium foil juga merupakan jenis kemasan yang paling baik dalam menghambat penurunan mutu. Dalam hal ini, pH mengalami penurunan dari 4,39 menjadi 4,26 (3%), daya rehidrasi meningkat dari 37,04 detik menjadi 43,64 detik (15,1%), kadar protein total dari 11,20% menjadi 10,35% (7,6%), kadar TAT meningkat dari 1,69% menjadi 2,05% (17,6%) dan aktivitas antioksidan dari 70,06% menjadi 46,10% (34,2%). Berdasarkan umur simpan dan perubahan mutu tersebut, aluminium foil adalah jenis kemasan terbaik yang direkomendasikan untuk yoghurt kecombrang bubuk.
Powdered kecombrang yoghurt is an alternative yoghurt product developed to enhance its functional value and extend shelf life. The accuracy in selecting the type of packaging significantly affects the product’s shelf life. Moreover, the expiration date on food packaging is mandatory, in accordance with Food Law No. 18 of 2012 on Food and Government Regulation No. 69 of 1999 concerning Food Labels and Advertisements. The objectives of this study were to analyze the effect of various packaging types on the shelf life of powdered kecombrang yoghurt using a critical moisture content approach, to assess the impact of different packaging materials on the physical, chemical, and functional quality of powdered kecombrang yoghurt, and to determine the most suitable packaging for this product.
The research method employed was a Completely Randomized Design with a non-factorial treatment, using five types of packaging: Polypropylene, Low-Density Polyethylene, High-Density Polyethylene, Aluminum foil and Polyethylene. The factor studied was the type of packaging used for powdered kecombrang yoghurt. The observed physical, chemical, and functional variables included pH, rehydration capacity, total protein content, total titratable acidity, and antioxidant activity. The test data were analyzed using IBM SPSS Statistics software with a significance level of α = 5%.
The results of the study showed that packaging type significantly affected the shelf life of powdered kecombrang yoghurt. Among the five types of packaging used, aluminum foil was the most effective, resulting in the longest shelf life of 551 days. Aluminum foil was also the most effective in maintaining product quality. In this case, the pH decreased from 4.39 to 4.26 (3%), rehydration time increased from 37.04 seconds to 43.64 seconds (15.1%), total protein content decreased from 11.20% to 10.35% (7.6%), TAT increased from 1.69% to 2.05% (17.6%), and antioxidant activity decreased from 70.06% to 46.10% (34.2%). Based on both shelf life and quality changes, aluminum foil is recommended as the best packaging material for powdered kecombrang yoghurt.
4586249228C1A021025Solekhazul KhirmaPenelitian ini merupakan penelitian survei pada pengguna layanan pengiriman makanan daring. Penelitian ini berjudul “Analisis Ekonomi Mikro Terhadap Dinamika Permintaan Layanan Pengiriman Makanan Daring”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh harga, pendapatan waktu pengiriman, ketersediaan fitur paylater terhadap permintaan layanan pengiriman makanan daring pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei melalui penyebaran kuisioner kepada 100 responden. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui aplikasi SPSS untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap permintaan layanan pengiriman makanan daring.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan regresi linear berganda pada SPSS menunjukkan bahwa pendapatan berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan harga, waktu pengiriman, ketersediaan fitur paylater dan biaya transaksi tidak signifikan mempengaruhi permintaan layanan pengiriman makanan daring.
Temuan penelitian ini mengindikasikan pentingnya mempertimbangkan faktor pendapatan konsumen sebagai prioritas segmentasi pasar serta meningkatkan kualitas layanan dan promosi fitur tambahan untuk mendukung pertumbuhan permintaan layanan pengiriman makanan daring secara berkelanjutan.

This research is a survey study on users of online food delivery services. The title of this research is "Microeconomic Analysis of the Dynamics of Demand for Online Food Delivery Services." The purpose of this study is to examine the effects of price, income, delivery time, and the availability of paylater features on the demand for online food delivery services among students of the Faculty of Economics and Business, Universitas Jenderal Soedirman.
This research uses a quantitative method with a survey approach by distributing questionnaires to 100 respondents.the collected data were then analyzed using multiple linear regression through the SPSS application to determine the effect of each independent variable on the demand for online food delivery service.
Based on the results and data analysis using multiple linear regression with SPSS, it was found that income has a positive and significant effect, while price, delivery time, availability of paylater features, and transaction fees do not have a significant effect on the demand for online food delivery services.
These findings indicate the importance of considering consumer income as a priority for market segmentation, as well as improving service quality and promoting additional features to support the sustainable growth of demand for online food delivery services.

4586349230J0A022012Creating a Bilingual Digital Promotional Video of "Kredit Serbaguna Mandiri" In "Livin' by Mandiri" This Final Report documents a three-month job training program carried out at Bank Mandiri Area Purwokerto, conducted from August 19th to November 19th, 2024. Its primary purpose is to detail the comprehensive process behind creating a Bilingual Digital Promotional Video of "Kredit Serbaguna Mandiri" In "Livin' by Mandiri." Additionally, the report outlines various activities and experiences gained during the entire job training period at Bank Mandiri Area Purwokerto. In completing the job training at the Bank Mandiri Area Purwokerto, three methods were applied: observation, interview, and documentation. These methods were used to collect the necessary data for creating the video. This comprehensive data formed the crucial foundation for creating the promotional video. The result of the training is a bilingual digital promotional video. The video is aimed to expand the company’s potential consumers. By utilizing a bilingual format, the video aimed to resonate with a wider audience, breaking down language barriers. The digital distribution strategy aimed to reach and engage a wide range of potential consumers, regardless of location or background. The final report also details the obstacles encountered during the internship, which included the challenge of allocating time between routine responsibilities in the Unsecured Loan division and the video production, the compilation of complex information regarding the Kredit Serbaguna Mandiri feature through Livin’ by Mandiri into an engaging script within a short duration, and the unavailability of direct access to Bank Mandiri's official social media accounts to upload the video. It then outlines the solutions implemented for each of these challenges.Laporan Akhir ini mendokumentasikan program pelatihan kerja selama tiga bulan yang dilaksanakan di Bank Mandiri Area Purwokerto, berlangsung dari 19 Agustus hingga 19 November 2024. Tujuan utamanya adalah untuk merinci proses komprehensif di balik pembuatan Video Pemasaran Digital Bilingual untuk "Kredit Serbaguna Mandiri" di "Livin' by Mandiri". Selain itu, laporan ini menguraikan berbagai aktivitas dan pengalaman yang diperoleh selama seluruh periode pelatihan kerja di Bank Mandiri Area Purwokerto. Dalam menyelesaikan pelatihan kerja di Bank Mandiri Area Purwokerto, tiga metode diterapkan: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode-metode ini digunakan untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk pembuatan video. Data komprehensif ini menjadi dasar krusial dalam pembuatan video promosi tersebut. Hasil dari pelatihan ini adalah sebuah video pemasaran digital bilingual. Video ini bertujuan untuk memperluas potensi konsumen perusahaan. Dengan memanfaatkan format bilingual, video ini dirancang agar dapat menjangkau audiens yang lebih luas, sekaligus menghilangkan hambatan bahasa. Strategi distribusi digital juga bertujuan untuk menjangkau dan melibatkan berbagai calon konsumen, terlepas dari lokasi atau latar belakang mereka. Laporan akhir ini juga merinci hambatan-hambatan yang dihadapi selama magang, yang meliputi tantangan dalam mengalokasikan waktu antara tanggung jawab rutin di divisi Unsecured Loan dengan produksi video, penyusunan informasi kompleks mengenai fitur Kredit Serbaguna Mandiri melalui Livin’ by Mandiri ke dalam naskah yang menarik dalam durasi singkat, serta ketidaktersediaan akses langsung ke akun media sosial resmi Bank Mandiri untuk mengunggah video. Selanjutnya, laporan ini menguraikan solusi yang diterapkan untuk setiap tantangan tersebut.
4586449231J0A022028Utilizing TikTok Account of Pariwisata Banyumas As a Promotional Medium of Local Culinary of Banyumas RegencyLaporan praktek kerja ini disusun berdasarkan praktik kerja yang dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus – 19 November 2024 di Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Banyumas. Tujuan laporan ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan praktik kerja, proses produksi video promosi dengan subtitle Bahasa Inggris, serta kendala dan solusi yang dihadapi selama memproduksi video promosi. Pada laporan ini penulis memilih topik tema yaitu tentang promosi kuliner lokal Banyumas melalui sosial media sebagai salah satu strategi untuk menarik wisatawan. Selain itu, akun media sosial Dinas pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Banyumas belum mempublikasikan konten tentang topik tersebut dalam Bahasa Inggris. Dalam pembuatan video promosi ini, terdapat tiga metode yang terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode observasi dilakukan dengan mencari informasi terkait kuliner Banyumas melalui website resmi Dinporabudpar Banyumas dan melalui sosial media lainnya. Sementara itu, wawancara dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai proses pembuatan makanan dan cara pemasarannya. Selain itu, metode dokumentasi yang dikumpulkan oleh penulis antara lain foto dan video selama melakukan penyuntingan. Proses pembuatan video terdiri dari tiga tahap antara lain pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Tahap pra-produksi merupakan tahap sebelum melakukan pengambilan gambar meliputi proses perencanaan dan persiapan. Tahap produksi meliputi pengambilan gambar, dan perekaman suara. Selain itu, tahap pasca-produksi meliputi proses pengeditan. Setelah selesai, video dipublikasikan di akun TikTok @pariwisata_banyumas. Dalam membuat promosi video kuliner tentu memiliki kendala, salah satunya adalah banyak suara berisik pada saat proses perekaman sulih suara wawancara dengan pemilik kuliner. Dibalik kendala itu, tentu ada solusinya dengan memanfaatkan fitur penyaring suara pada saat proses editing di Cap Cut.



This job training report was prepared based on job training carried out on August 19 - November 19, 2024 at the Banyumas Youth, Sports, Culture and Tourism Office. The purposes of this report were to explain the implementation of work practice, the production process of promotional videos with English subtitles, as well as the obstacles and solutions faced during the production of promotional videos. In this report, the writer chose the topic of promoting Banyumas local culinary through social media as one of the strategies to attract tourists. In addition, the social media accounts of the Banyumas Youth, Sports, Culture, and Tourism Office have not published content on the topic in English. In making this promotional video, there were three methods consisting of observation, interview, and documentation. The observation method was conducted by finding information related to Banyumas culinary through the official website of Dinporabudpar Banyumas and through other social media. Meanwhile, interviews were conducted by asking several questions about the process of making food and how to market it. In addition, the documents were collected by the author included photos and videos during editing. The video-making process consisted of three stages including pre-production, production, and post-production. The pre-production stage was the stage before shooting, including the planning and preparation process. The production stage included shooting, and sound recording. In addition, the post-production stage included the editing process. Upon completion, the video was published on the @tourism_banyumas TikTok account. In making culinary video promotions, indeed there were obstacles, one of which was a lot of noise during the voice over recording process of interview with culinary owners. However, a potential solution involved utilizing the noise filter feature during the editing process in Cap Cut.

4586549229A1C021047PENGARUH PERBEDAAN TEKANAN ANGIN RODA TRAKTOR RODA 4 TERHADAP TINGKAT PEMADATAN TANAH PADA KEDALAMAN 0 – 50 CM
(CASE 6 BULAN SETELAH PERLINTASAN TRAKTOR)
Penggunaan traktor roda 4 dapat meningkatkan efisiensi dalam proses pengolahan tanah. Meski demikian, alat ini juga berpotensi menyebabkan pemadatan tanah yang berdampak negatif terhadap pertumbuhan tanaman, kemampuan akar menembus tanah, serta sirkulasi air dan udara di dalam tanah. Kajian mengenai pengaruh tekanan angin pada traktor roda 4 terhadap pemadatan tanah masih tergolong terbatas. Sebagian besar penelitian sebelumnya hanya meneliti pengaruh tekanan angin pada kedalaman tanah hingga 30 cm. Maka dari itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) mengkaji pengaruh perbedaaan tekanan angin roda traktor roda 4 terhadap tingkat pemadatan tanah pada kedalaman tanah 0 – 50 cm pada saat 6 bulan setelah perlintasan traktor, dan (2) mengkaji hubungan antara variabel sifat fisik tanah terkait pengaruh perbedaan tekanan angin roda traktor roda 4 terhadap tingkat pemadatan tanah pada kedalaman 0 – 50 cm pada saat 6 bulan setelah perlintasan traktor.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2024 – Juli 2025 di lahan pertanian Unit Penyewaan Jasa Alsintan (UPJA) Kecamatan Sokaraja dan Laboratorium Terpadu 1 IAB, Univesitas Jenderal Soedirman. Bahan yang digunakan adalah 4 plot penelitian ukuran 2 m x 2 m, sedangkan alat yang digunakan meliputi: traktor roda 4, pressure gauge, head core ring sampler, soil ring sampler 100 cm3, oven, jangka sorong, timbangan digital, cawan alumunium, falling head meter, dan stopwatch. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor/perlakuan dan satu kontrol sebagai pembanding. Perlakuan yang diberikan yaitu 4 tingkat tekanan angin roda traktor roda 4 yang terdiri dari: tanpa lintasan traktor (T0), 7 psi (T7), 15 psi (T15), dan 20 psi (T20). Tanah yang diambil yaitu pada kedalaman 0 – 10, 10 – 20, 20 – 30, 30 – 40, dan 40 – 50 cm. Pada masing-masing kedalaman tanah dilakukan 5 kali ulangan sehingga jumlah total sampel tanah yang diambil adalah 100. Variabel sifat fisik tanah yang diukur yaitu konduktivitas hidrolik jenuh, dry bulk density, porositas tanah dan kadar air tanah. Analisis data menggunakan analisis regresi, Analysis of Variance (ANOVA) dengan uji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%, dan uji T.
Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tekanan angin pada roda traktor roda 4 pada saat 6 bulan setelah dilintasi traktor meningkatkan nilai dry bulk density, yang disertai dengan penurunan konduktivitas hidrolik jenuh, porositas, dan kadar air tanah. Sementara itu, semakin dalam lapisan tanah, nilai dry bulk density menurun, diikuti dengan kenaikan nilai konduktivitas hidrolik jenuh, porositas, dan kadar air. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa dry bulk density memiliki hubungan negatif terhadap konduktivitas hidrolik jenuh, sedangkan porositas dan kadar air menunjukkan hubungan positif terhadap konduktivitas hidrolik jenuh. Dibandingkan saat 0 bulan, pada saat 6 bulan setelah perlintasan traktor terjadi peningkatan nilai dry bulk density dan penurunan nilai porositas tanah, kadar air tanah, serta konduktivitas hidrolik jenuh. Secara statistik perbedaan nilai dry bulk density, porositas, kadar air, dan konduktivitas hidrolik jenuh tanah berbeda nyata antara data 6 bulan dengan data 0 bulan.
The use of 4-wheeled tractors can increase efficiency in the tillage process. However, this tool also has the potential to cause soil compaction which has a negative impact on plant growth, the ability of roots to penetrate the soil, and the circulation of water and air in the soil. Studies on the effect of wind pressure on 4-wheel tractors on soil compaction are still limited. Most previous studies have only examined the effect of wind pressure on soil depths of up to 30 cm. Therefore, this study was carried out with the aim of (1) examining the effect of the difference in wind pressure of the 4-wheel tractor wheel on the level of soil compaction at a soil depth of 0 – 50 cm at 6 months after the tractor crossing, (2) and examining the relationship between soil physical property variables related to the effect of the difference in wind pressure of the 4-wheel tractor wheel on the soil compaction rate at a depth of 0 – 50 cm at 6 months after the tractor crossing.
The research was carried out in July 2024 – July 2025 on agricultural land of the Alsintan Service Rental Unit (UPJA) of Sokaraja District and the IAB Integrated Laboratory 1, Jenderal Soedirman University. The materials used are 4 land maps measuring 2 m x 2 m, while the tools used include: 4-wheel tractor, pressure gauge, head core ring sampler, soil ring sampler 100 cm3, oven, calipers, digital scales, aluminum cups, falling head meters, and stopwatch. The study was conducted using a Complete Random Design (CRD) with one factor/treatment and one control as a comparison. The treatment provided is 4 levels of wind pressure of 4-wheel tractors consisting of: without tractor track (T0), 7 psi (T7), 15 psi (T15), and 20 psi (T20). The soil taken is at depths of 0 – 10, 10 – 20, 20 – 30, 30 – 40, and 40 – 50 cm. At each soil depth, 5 replicates were conducted, resulting in a total of 100 soil samples taken. The physical soil properties measured were saturated hydraulic conductivity, dry bulk density, soil porosity, and soil moisture content. Data analysis was conducted using regression analysis, Analysis of Variance (ANOVA) with further testing using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at 5%, and T-test.
Research shows that the increase in tire pressure on 4-wheeled tractor wheels at 6 months after the tractor passes tends to increase the dry bulk density value, accompanied by a decrease in saturated hydraulic conductivity, porosity, and soil water content. Meanwhile, as the soil layer gets deeper, the dry bulk density value tends to decrease, followed by an increase in saturated hydraulic conductivity, porosity, and water content. Regression analysis results show that dry bulk density has a negative relationship with saturated hydraulic conductivity, while porosity and water content show a positive relationship with saturated hydraulic conductivity. Compared to the value at 0 months, at 6 months after the tractor crossing, there is an increase in dry bulk density values and a decrease in soil porosity, soil water content, and saturated hydraulic conductivity. Statistically, the differences in dry bulk density, porosity, moisture content, and saturated hydraulic conductivity tend to be significantly different between the 6-month data and the 0-month data.
4586649242L1A021043BIOLOGI REPRODUKSI IKAN BREK (Barbonymus balleroides Valenciennes, 1842) DI HILIR SUNGAI KLAWING, KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAPenelitian ini berjudul “Biologi Reproduksi Ikan Brek (Barbonymus balleroides Valenciennes, 1842) di Hilir Sungai Klawing Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah”. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik purposive random sampling dan data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan September – November 2024 di hilir Sungai Klawing pada stasiun Jetis, Bokol, dan Kedungbenda. Hasil penelitian yang didapat menunjukan rasio kelamin dalam kondisi seimbang dengan rasio 1:1, berdasarkan uji ANOVA (p<0,05) pada IGS, IHS, dan IVS dengan IGS tertinggi pada ikan brek betina (Kedungbenda) sebesar 14,44% ± 1,45, IHS tertinggi pada ikan brek betina (Jetis) sebesar 6,92% ± 0,31, dan IVS tertinggi pada ikan brek betina (Kedungbenda) sebesar IVS 11,10% ± 0,77, berdasarkan analisis korelasi menunjukan hubungan signifikan antara IGS, IHS, dan IVS yang menunjukan ikan brek pada kondisi siap untuk bereproduksi atau siap memijah.This research entitled “Reproductive Biology of Brek Fish (Barbonymus balleroides Valenciennes, 1842) in the Downstream Area of the Klawing River, Purbalingga Regency, Central Java”. This research used survey method with purposive random sampling tecnique and data analyzed descriptively and quantitatively. Sampling was carried out in September to November 2024 in the downstream of the Klawing River at Jetis, Bokol, and Kedungbenda stasions. The research results showed a balanced sex ratio (1:1), based on the ANOVA test found (p<0,05) on GSI, HSI, and VSI with the highest GSI in female brek fish (Kedungbenda) is 14.44% ± 1.45, the highest HSI in female brek fish (Jetis) is 6.92% ± 0.31, and the highest IVS in female brek fish (Kedungbenda) is 11.10% ± 0.77, based on the correlation analysis, shows significant relationship between IGS, IHS, and IVS, which indicates that the brek fish are in condition ready to produce or ready to spawn.
4586749232A1F021020Pendugaan Umur Simpan Kefir Kecombrang Bubuk Pada Berbagai Kemasan Menggunakan Pendekatan Kadar Air KritisKefir merupakan minuman hasil fermentasi susu oleh grain kefir yang mengandung bakteri asam laktat dan khamir non patogen. Kefir bubuk merupakan hasil pengolahan lanjutan kefir yang melalui pengeringan kemudian pembubukan. Penambahan ekstrak bunga kecombrang dapat meningkatkan nilai gizi dan umur simpan kefir bubuk karena kandungan antioksidannya yang tinggi sebagai antibakteri. Untuk menentukan umur simpan susu bubuk kefir digunakan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) pendekatan kadar air kritis. Umur simpan juga dipengaruhi oleh jenis kemasan, karena setiap kemasan memiliki sifat dan permeabilitas berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis umur simpan kefir kecombrang bubuk berdasarkan jenis kemasan, menganalisis pengaruh jenis kemasan terhadap perubahan mutu selama penyimpanan, serta mengidentifikasi jenis kemasan terbaik.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan metode yang digunakan untuk menduga umur simpan produk minuman instan adalah metode ASLT (Accelerated Shelf Life Testing) model kadar air kritis berdasarkan persamaan Labuza. Faktor yang diteliti adalah jenis kemasan yang terdiri atas 5 jenis kemasan yaitu alumunium foil, High Density Polyethylene (HDPE), Low Density Polyethylene (LDPE), Polypropylena (PP), dan Polyethylene (PE). Dari hasil pendugaan umur simpan, akan diambil 3 jenis kemasan yang memiliki umur simpan terbaik untuk diamati perubahan mutu selama penyimpanannya. Variabel perubahan mutu yang diamati adalah pH, rehidrasi, total asam tertitrasi, protein, dan antioksidan. Data umur simpan dan perubahan mutu dianalisis menggunakan software SPSS versi 29.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kemasan dapat berpengaruh terhadap umur simpan dan mutu produk kefir kecombrang bubuk. Kemasan aluminium foil memberikan umur simpan 18,4 bulan, kemasan HDPE 8,8 bulan, kemasan LDPE 3 bulan, kemasan PP 15,2 bulan, dan kemasan PE selama 2,3 bulan. Jenis kemasan juga memberikan perlindungan yang berbeda terhadap mutu produk kefir kecombrang bubuk. Alumunium foil menunjukkan perubahan mutu paling kecil selama penyimpanan terlihat pada parameter fisikokimia seperti pH dengan penurunan 6,75%, penurunan waktu rehidrasi 7,61%, kenaikan total asam 10,6%, penurunan protein 16,5%, dan penurunan antioksidan 37,65%. Berdasarkan umur simpan dan perubahan mutunya, kemasan alumunium foil adalah kemasan terbaik yang direkomendasikan untuk produk kefir kecombrang bubuk.
Kefir is a fermented milk beverage produced by kefir grains that contain lactic acid bacteria and non-pathogenic yeasts. Powdered kefir is a processed product derived from kefir that undergoes drying followed by pulverization. The addition of torch ginger (Etlingera elatior) flower extract can enhance the nutritional value and shelf life of powdered kefir due to its high antioxidant content, which also acts as an antibacterial agent. To determine the shelf life of powdered kefir milk, the Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) method was used, based on the critical moisture content approach. Shelf life is also influenced by the type of packaging, as each material has different properties and levels of permeability. This study aims to analyze the shelf life of torch ginger powdered kefir based on packaging type, assess the effect of packaging on quality changes during storage, and identify the best packaging material.
This study used a Completely Randomized Design (CRD), and the method applied to estimate the shelf life of the instant beverage product was the Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) with the critical moisture content model based on Labuza's equation. The factor studied was the type of packaging, consisting of five types: aluminum foil, High Density Polyethylene (HDPE), Low Density Polyethylene (LDPE), Polypropylene (PP), and Polyethylene (PE). Based on the estimated shelf life results, the three packaging types with the best shelf life were selected to observe quality changes during storage. The quality change variables observed were pH, rehydration, titratable acidity, protein, and antioxidant activity. Shelf life and quality change data were analyzed using SPSS software version 29.
The results showed that packaging type significantly affects both the shelf life and the quality of torch ginger powdered kefir. Aluminum foil packaging provided a shelf life of 18,4 month, HDPE 8.8 month, LDPE 3 month, PP 15.2 month, and PE 2.3 month. Different packaging materials also offered varying levels of protection for the product’s quality. Aluminum foil showed the smallest changes during storage, as seen in physicochemical parameters: pH decreased by 6.75%, rehydration time by 7.61%, total acidity increased by 10.6%, protein content decreased by 16.5%, and antioxidant activity decreased by 37.65%. Based on shelf life and quality changes, aluminum foil is recommended as the best packaging for torch ginger powdered kefir.
4586849235D1A021117HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK PETERNAK
DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PAKAN PETERNAK SAPI PO KEBUMEN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik peternak
dengan tingkat pengetahuan pakan peternak sapi PO Kebumen. Kabupaten Kebumen merupakan
salah satu kabupaten yang ada di Jawa Tengah dengan populasi sapi PO tertinggi yang telah
ditetapkan sebagai kabupaten sentra Sapi PO oleh Kementerian Pertanian. Karakteristik peternak
yang diteliti meliputi umur, pendidikan dan lama beternak. Penelitian dilakukan di enam
kecamatan dengan populasi sapi PO tertinggi di Kabupaten Kebumen meliputi Kecamatan Puring,
Kecamatan Mirit, Kecamatan Ambal, Kecamatan Petanahan, Kecamatan Klirong, dan Kecamatan
Buluspesantren. Metode yang digunakan adalah survey menggunakan kuisioner dengan
penentuan lokasi penelitian berdasarkan purposive sampling, sedangkan untuk menentukan 96
responden menggunakan teknik kuota sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif
dan analisis korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki
hubungan nyata sedangkan umur dan lama beternak memiliki hubungan yang tidak nyata dengan
tingkat pengetahuan pakan peternak sapi PO Kebumen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah
semakin tinggi tingkat pendidikan peternak, semakin baik pengetahuan pakan peternak sapi PO
Kebumen dan sebaliknya.
Kata kunci: tingkat pengetahuan pakan, umur, pendidikan dan lama beternak
This study aims to determine the relationship between the characteristics of farmers and
the level of knowledge of feed for PO cattle farmers in Kebumen. Kebumen Regency is one of the
regencies in Central Java with the highest PO cattle population which has been designated as a
PO Cattle center district by the Ministry of Agriculture. The characteristics of farmers studied
include age, education and length of farming. The study was conducted in six sub-districts with
the highest PO cattle population in Kebumen Regency including Puring District, Mirit District,
Ambal District, Petanahan District, Klirong District, and Buluspesantren District. The method used
was a survey using a questionnaire with the determination of the research location based on
purposive sampling, while to determine 96 respondents using the quota sampling technique.
Data were analyzed using descriptive analysis and Spearman rank correlation analysis. The results
of the study showed that education had a significant relationship while age and length of farming
had an insignificant relationship with the level of knowledge of feed for PO cattle farmers in Kebumen. The conclusion of this study is that the higher the level of education of farmers, the
better the knowledge of feed for PO cattle farmers in Kebumen and vice versa.
Keywords: level of feeding knowledge, age, education and length of breeding
4586949236A1C021010PENGARUH PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP TINGKAT PEMADATAN TANAH PADA KEDALAMAN 0 - 50 CM AKIBAT PERLINTASAN TRAKTOR RODA 2: KASUS 6 BULAN SETELAH PERLINTASAN TRAKTORPenggunaan traktor roda 2 dalam pengolahan tanah dinilai lebih efektif dan efisien dibandingkan peralatan tradisional, namun dapat menyebabkan pemadatan tanah yang berdampak negatif pada sistem perakaran tanaman serta sirkulasi air dan udara dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis pupuk kandang sapi terhadap tingkat pemadatan tanah pada kedalaman 0 – 50 cm pada saat 6 bulan setelah perlintasan traktor roda 2, serta (2) mengetahui hubungan antar variabel sifat fisik tanah terkait pengaruh pemberian berbagai dosis pupuk kandang sapi terhadap tingkat pemadatan tanah pada kedalaman 0 – 50 cm pada saat 6 bulan setelah perlintasan traktor roda 2. Penelitian dilaksanakan pada Agustus 2024 – Juni 2025 di lahan UPJA Kecamatan Sokaraja dan Laboratorium Terpadu 1 IAB Universitas Jenderal Soedirman, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan meliputi empat taraf dosis pupuk kandang sapi: 0 ton/ha (P0), 15 ton/ha (P15), 20 ton/ha (P20), dan 25 ton/ha (P25). Variabel yang diamati meliputi dry bulk density, porositas, kadar air, dan konduktivitas hidrolik jenuh. Analisis data menggunakan analisis regresi serta Analysis of variance (ANOVA) dengan uji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5% serta Uji T. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan dosis pupuk kandang sapi menurunkan bulk density dan meningkatkan porositas, kadar air, serta konduktivitas hidrolik jenuh. Analisis regresi menunjukkan hubungan linier negatif antara bulk density dengan porositas dan konduktivitas hidrolik jenuh, serta hubungan positif antara porositas dengan konduktivitas hidrolik jenuh, dan kadar air dengan konduktivitas hidrolik jenuh. Data 6 bulan menunjukkan tren peningkatan bulk density dan penurunan sifat fisik lainnya dibandingkan 0 bulan. Namun, hanya konduktivitas hidrolik jenuh yang berbeda nyata berdasarkan uji T. The use of two-wheel tractors in soil cultivation is considered more effective and efficient compared to traditional tools; however, it can lead to soil compaction, which negatively impacts plant root systems as well as water and air circulation within the soil. This study aims to (1) determine the effect of various cattle manure application rates on soil compaction levels at a depth of 0–50 cm, six months after two-wheel tractor passes, and (2) analyze the relationships among soil physical properties in response to different cattle manure application rates on soil compaction at the same depth and period. The research was conducted from August 2024 to June 2025 on agricultural land at the Agricultural Machinery Service Unit (UPJA) in Sokaraja Sub-district and at the Integrated Laboratory 1 IAB, Jenderal Soedirman University, using a Completely Randomized Design (CRD). The treatments included four levels of cattle manure application: 0 tons/ha (P0), 15 tons/ha (P15), 20 tons/ha (P20), and 25 tons/ha (P25). The observed variables included dry bulk density, porosity, moisture content, and saturated hydraulic conductivity. Data were analyzed using regression analysis and Analysis of Variance (ANOVA), followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at the 5% significance level and a T-Test. The results showed that increasing cattle manure dosage reduced bulk density and increased porosity, moisture content, and saturated hydraulic conductivity. Regression analysis revealed a negative linear relationship between bulk density and both porosity and saturated hydraulic conductivity, and a positive linear relationship between porosity and saturated hydraulic conductivity, as well as between moisture content and saturated hydraulic conductivity. Six-month data showed a trend of increased bulk density and decreased other physical properties compared to zero-month data, but only saturated hydraulic conductivity differed significantly according to the T-Test.
4587049132I1B021041Hubungan Trauma Masa Kecil dengan Kesejahteraan Psikologis Dewasa Awal pada Mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal SoedirmanLatar Belakang: Dewasa awal merupakan masa peralihan dari masa remaja ke dewasa yang memerlukan stabilitas psikologis. Kesejahteraan psikologis dapat dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman di masa lalu, salah satunya adalah trauma masa kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara trauma masa kecil dengan kesejahteraan psikologis dewasa awal pada mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan studi observasional analitik dengan desain cross sectional study. Teknik sampling menggunakan proportionate random sampling pada 2.039 mahasiswa dan diperoleh 335 responden. Instrumen yang digunakan adalah Self- report Ryff’s Scale of Psychological Well-Being (RPWB) dan Childhood Trauma Questonnaire Bernstein. Analisis data menggunakan Uji Korelasi Spearman’s Rank.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan usia responden memiliki nilai median 19 dengan usia minimum 18 dan maksimum 22 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan (79,4%), 23,6% jurusan keperawatan dan 43,6% angkatan 2024, lebih dari 50% tidak ada atau sedikit trauma pada setiap subskala trauma masa kecil. Diperoleh rata-rata skor kesejahteraan psikologis 79,08 dan standar deviasi 10,54. Hasil uji korelasi Spearman’s Rank menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara trauma masa kecil dengan kesejahteraan psikologis (ρ-value = 0,01). Subskala pengabaian emosional menunjukkan korelasi paling kuat terhadap kesejahteraan psikologis.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara trauma masa kecil dengan kesejahteraan psikologis dewasa awal pada mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan kualitatif, memperluas sampel, melakukan studi longitudinal, mengembangkan intervensi, serta mengeksplorasi variabel lain seperti resiliensi dan dukungan sosial.
Bacground: Emerging adulthood is a transitional period from adolescence to adulthood that requires psychological stability. Psychological well-being can be influenced by past experiences, one of which is childhood trauma. This study aims to examine the relationship between childhood trauma and the psychological well-being of emerging adults among students of the Faculty of Health Sciences at Jenderal Soedirman University.
Methodology: This study used a quantitative approach and used an analytic observational study with a cross sectional study design. The sampling technique used proportionate random sampling on 2,039 FIKES Unsoed students and obtained 335 respondents. The instruments used were Ryff's Self-report Scale of Psychological Well-Being (RPWB) and Bernstein's Childhood Trauma Questonnaire. Data analysis using Spearman's Rank Correlation Test.
Result: The results of the study showed that the respondents had a median age of 19, with a minimum age of 18 and a maximum of 22 years. The majority were female (79.4%), 23.6% were nursing students, and 43.6% were from the class of 2024. More than 50% had no or only mild trauma on each subscale of childhood trauma. The average score of psychological well-being was 79.08 with a standard deviation of 10.54. The Spearman’s Rank correlation test showed a significant relationship between childhood trauma and psychological well-being (ρ-value = 0.01). The emotional neglect subscale showed the strongest correlation with psychological well-being.
Conclusion: There is a significant relationship between childhood trauma and psychological well-being. Future research is recommended to use a qualitative approach, expand the sample, conduct longitudinal studies, develop interventions, and explore other variables such as resilience and social support.
4587149237A1C021028PENGARUH PENGGUNAAN MULSA ORGANIK TERHADAP PEMADATAN TANAH PADA KEDALAMAN 0 – 50 CM: KASUS 6 BULAN SETELAH PERLINTASAN TRAKTOR RODA 4Traktor roda 4 merupakan alat utama dalam pengolahan tanah yang memiliki peran penting sebagai sumber tenaga penggerak. Namun, penggunaan traktor dapat menyebabkan pemadatan tanah yang berlebihan dan berdampak negatif terhadap struktur tanah serta terganggunya kandungan mineral, bahan organik, air, dan udara di dalam tanah. Salah satu alternatif penanganan pemadatan tanah adalah penggunaan mulsa organik yang terbukti dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis mulsa organik terhadap pemadatan tanah enam bulan setelah perlintasan traktor roda 4.
Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2024 hingga Juli 2025 di lahan Unit Penyewaan Jasa Alsintan (UPJA) Sokaraja dan Laboratorium Terpadu 1 IAB Universitas Jenderal Soedirman. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu tanpa mulsa (M0), mulsa jerami (MJ), mulsa sekam (MS), dan mulsa serasah daun bambu (Md), dengan lima kali ulangan pada tiap kedalaman tanah (0–10, 10–20, 20–30, 30–40, dan 40–50 cm), sehingga diperoleh total 100 sampel. Variabel yang diamati meliputi dry bulk density, porositas, kadar air tanah, dan konduktivitas hidrolik jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mulsa organik mampu menurunkan nilai dry bulk density serta meningkatkan porositas, kadar air, dan konduktivitas hidrolik jenuh. Kedalaman tanah turut memengaruhi seluruh parameter yang diamati. Nilai konduktivitas hidrolik jenuh memiliki hubungan linier negatif dengan dry bulk density (R² = 0,6594) serta hubungan linier positif dengan porositas (R² = 0,6594) dan kadar air (R² = 0,3152). Hasil pengamatan 6 bulan menunjukkan kecenderungan peningkatan dry bulk density serta penurunan nilai porositas, kadar air, dan konduktivitas hidrolik jenuh dibandingkan data 0 bulan.
The four-wheel tractor plays a crucial role in soil tillage, serving as a primary power source. However, its use often results in excessive soil compaction, which negatively affects soil structure and disrupts the balance of minerals, organic matter, water, and air within the soil. One alternative to mitigate soil compaction is the application of organic mulch, which has been proven to improve the physical, chemical, and biological properties of soil. This study aimed to investigate the effect of different types of organic mulch on soil compaction six months after four-wheel tractor traffic.
The research was conducted from September 2024 to July 2025 at the Agricultural Machinery Service Unit (UPJA) Sokaraja and the Integrated Laboratory 1 IAB, Jenderal Soedirman University. The experiment was arranged in a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments: no mulch (M0), straw mulch (MJ), rice husk mulch (MS), and bamboo leaf litter mulch (Md), with five replications at each soil depth (0–10, 10–20, 20–30, 30–40, and 40–50 cm), resulting in a total of 100 soil samples. Observed variables included dry bulk density, porosity, soil moisture content, and saturated hydraulic conductivity. The results showed that organic mulch application reduced dry bulk density and increased porosity, moisture content, and saturated hydraulic conductivity. Soil depth also significantly influenced all observed parameters. Saturated hydraulic conductivity had a negative linear relationship with dry bulk density (R² = 0.6594) and a positive linear relationship with both porosity (R² = 0.6594) and moisture content (R² = 0.3152). Data collected at 6 months indicated a trend of higher dry bulk density and lower porosity, moisture content, and saturated hydraulic conductivity compared to data collected at 0 months.
4587249248J0A022068Translating Journal Article Abstracts of "Griya Jurnal" LPPM UIN SaizuLaporan kerja praktik ini berjudul “Menerjemahkan Abstrak Artikel Jurnal
Griya Jurnal LPPM UIN Saizu”. Kegiatan kerja praktik ini dilaksanakan dari
tanggal 26 Agustus hingga 22 November 2024. Melalui program kerja praktik,
penulis menerjemahkan artikel dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris di Griya
Jurnal LPPM UIN Saizu. Selain itu, sebagai mahasiswa Program Diploma Bahasa
Inggris, penulis mencoba menerapkan ilmu yang telah dipelajari ke dalam proses
penerjemahan artikel-artikel tersebut.
Proses penerjemahan menggunakan penyelarasan, analisis, pemahaman,
terminologi, penataan ulang, pemeriksaan, diskusi. Proses-proses ini digunakan
oleh penerjemah untuk mendukung penerjemahan konten bahasa sumber ke dalam
bahasa target. Untuk melengkapi laporan pelatihan kerja ini, penulis menggunakan
tujuh dari delapan belas metode untuk menerjemahkan abstrak, sebagai berikut:
amplification (addition), borrowing, calque, compensation, generalization, literal
translation, and reduction.
Penulis menghadapi tantangan selama proses penerjemahan, termasuk
beradaptasi dengan budaya perusahaan yang baru, mengelola berbagai tugas di
bawah tenggat waktu yang ketat, dan berkolaborasi dengan anggota tim dari latar
belakang yang berbeda. Untuk mengatasi hambatan-hambatan ini, penulis
mengamati staf senior, mengikuti protokol perusahaan, dan mencari bimbingan dari
mentor. Strategi prioritas tugas, pembelajaran mandiri, partisipasi aktif dalam
diskusi tim, dan umpan balik positif digunakan untuk meningkatkan komunikasi
dan kolaborasi. Kesalahan diperlakukan sebagai peluang belajar, mendorong
pertumbuhan pribadi dan profesional.
This job training report is entitled “Translating Journal Article Abstracts of
Griya Jurnal LPPM UIN Saizu”. The job training activity was carried out from
August 26 – November 22, 2024. Through the job training program, six full articles
were translated from the Indonesian into the English languages at “Griya Jurnal”
LPPM UIN Saizu. In addition, as a student of the English Diploma Program, the
writer tried to apply the knowledge learned during the study into the process of
translating the articles.
The translation process used are tuning, analysis, understanding, terminology,
restructuring, checking, discussing. These processes are used by the translator to
support the translation of the source language's content into the target language. In
order to complete this job training report, seven, out of eighteen different techniques
for translating the abstracts, were employed: amplification (addition), borrowing,
calque, compensation, generalization, literal translation, and reduction.
Challenges were faced during the translation process, including adapting to a
new company culture, managing multiple tasks under tight deadlines, and
collaborating with team members from different backgrounds. To overcome these
obstacles, senior staff were observed, company protocols were followed, and
guidance was sought from mentors. Task prioritization strategies, self-directed
learning, active participation in team discussions, and positive feedback were
employed to improve communication and collaboration. Mistakes were treated as
learning opportunities, fostering personal and professional growth.
4587349239A1A021029Hubungan Dinamika Kelompok dengan Tingkat Partisipasi Gapoktan Wijaya Makmur dalam Program PUAP di Kecamatan Bojongsari Kabupaten PurbalinggaKebijakan kredit menjadi upaya pemerintah memperluas akses pembiayaan di sektor pertanian, seperti melalui program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) yang menempatkan Gapoktan sebagai lembaga utama pengelola dana bantuan. Keterlibatan anggota dalam kegiatan kelompok tidak selalu statis sehingga mencerminkan dinamika kelompok dan menentukan partisipasi anggota pada program PUAP. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengukur tingkat dinamika kelompok dalam pelaksanaan program PUAP oleh petani, (2) mengukur tingkat partisipasi petani dalam pelaksanaan program PUAP, (3) menganalisis hubungan dinamika kelompok dengan tingkat partisipasi petani dalam program PUAP.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus, dengan lokasi penelitian terletak di Desa Patemon, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga dengan objek penelitian yaitu petani yang menjadi sasaran dalam program PUAP di desa tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu multistage random sampling dan diperoleh sampel sebanyak 56 orang. Teknik pengambilan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner, wawancara semi-terstruktur dan studi literatur. Analisis data yang digunakan adalah analisis skoring, analisis korelasi rank spearman, serta analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik petani sebanyak 75%, berjenis kelamin laki-laki sebanyak 66,06%, tingkat pendidikan SD sebanyak 50% dan berstatus sebagai anggota dalam kelompok sebanyak 83,93%. Kondisi dinamika kelompok pada penelitian ini masih tergolong cukup dinamis, sehingga partisipasi petani masih tergolong rendah akibat keberjalanan program PUAP yang belum optimal. Hasil uji korelasi Rank Spearman dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara dinamika kelompok dengan tingkat partisipasi gapoktan wijaya makmur dalam program PUAP. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,876 masuk pada kategori interval 0,80 – 1 pada tingkatan yang sangat kuat, sehingga menunjukkan tingkat kekuatan korelasi antara variabel dinamika kelompok dengan tingkat partisipasi gapoktan wijaya makmur adalah sangat kuat. Hal ini mengindikasikan peningkatan dinamika kelompok cenderung diikuti oleh peningkatan partisipasi petani dalam program PUAP.
Credit policy had been one of the government’s efforts to expand access to financing in the agricultural sector, such as through the Rural Agribusiness Development Program (PUAP), which positioned farmer groups (Gapoktan) as the main institutions responsible for managing the aid funds. Member involvement in group activities was not always static, thus reflecting group dynamics and influencing member participation in the PUAP program. This study aimed to: (1) measure the level of group dynamics in the implementation of the PUAP program by farmers, (2) measure the level of farmer participation in the implementation of the PUAP program, and (3) analyze the relationship between group dynamics and the level of farmer participation in the PUAP program.
This research applied a case study method, conducted in Patemon Village, Bojongsari District, Purbalingga Regency, with the research subjects being farmers involved in the PUAP program in the village. The sampling technique used was multistage random sampling, and a total of 56 respondents were selected. Data were collected through questionnaires, semi-structured interviews, and literature studies. The data analysis techniques included scoring analysis, Spearman’s rank correlation analysis, and descriptive analysis.
The results of the study showed that 75% of the farmers were in productive age, 66.06% were male, 50% had completed elementary school, and 83.93% were registered as members of the farmer groups. The condition of group dynamics in this study was classified as moderately dynamic, which was associated with low levels of farmer participation due to the suboptimal implementation of the PUAP program. The Spearman’s rank correlation test yielded a significance value of 0.00 < 0.05, meaning that H₀ was rejected and H₁ was accepted. This indicated a significant relationship between group dynamics and the level of participation in the PUAP program by Gapoktan Wijaya Makmur. The correlation coefficient value of 0.876 fell within the interval of 0.80–1.00, which is categorized as a very strong relationship. This suggested that an increase in group dynamics tended to be followed by an increase in farmer participation in the PUAP program.
4587449240A1A021028Strategi Pengembangan Agroindustri Cincau Hitam pada CV Jasa Tiga Mas Kabupaten Banyumas Tanaman cincau hitam merupakan komoditas pertanian yang memiliki potensi ekspor khususnya untuk wilayah Asia. Potensi tersebut mendorong CV Jasa Tiga Mas sebagai perusahaan agroindustri cincau hitam di Kabupaten Banyumas perlu melakukan pengembangan usaha. Disisi lain CV Jasa Tiga Mas menghadapi tantangan dan kendala dalam pengadaan bahan baku, penyediaan SDM, kualitas produk, hingga sarana dan prasarana yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor dan alternatif strategi pengembangan agroindustri serta menentukan prioritas utama strategi pengembangan yang tepat untuk diterapkan di CV Jasa Tiga Mas.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilaksanakan pada 1 April 2025 – 30 April 2025. Tahapan penelitian dimulai dari studi lapangan dengan observasi dan wawancara kepada informan. Metode analisis yang digunakan yaitu Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas strategi pengembangan melalui penilaian perbandingan berpasangan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pengembangan usaha meliputi faktor keuangan, bahan baku, SDM, produksi, peluang pasar, serta sarana dan prasarana. Berdasarkan faktor tersebut diperoleh alternatif strategi meliputi memperkuat permodalan, memperluas mitra kerja sama, melakukan pengembangan dan pelatihan SDM, melakukan riset dan penelitian cincau hitam, melakukan pengembangan produk turunan, serta menambah jumlah mesin dan teknologi. Prioritas utama strategi pengembangan cincau hitam di CV Jasa Tiga Mas adalah memperkuat permodalan dengan bobot 0,275. Hal tersebut dikarenakan dalam upaya pengembangan berbagai aspek membutuhkan modal yang cukup tinggi mulai dari peningkatan ketersediaan bahan baku, peningkatan produksi, peningkatan kualitas tenaga kerja, hingga peningkatan sarana dan prasarana.
Black grass jelly plants are an agricultural commodity that has export potential, especially in Asia. This potential makes CV Jasa Tiga Mas, as a black grass jelly agro-industrial company in Banyumas Regency, need to develop its business. However, on the other hand, CV Jasa Tiga Mas faces challenges and obstacles in sourcing raw materials, providing human resources, product quality, and the facilities and infrastructure used. This study aims to identify the factors and alternative strategies for agro-industrial development and determine the main priority strategies that are appropriate to be implemented at CV Jasa Tiga Mas.
The method used in this research was a case study approach. The research was conducted from April 1, 2025, to April 30, 2025. The research stages began with field studies through observation and interviews with the informants. The analysis method used was the Analytical Hierarchy Process (AHP) to determine the priority of development strategies through pairwise comparison assessment.
The research results showed that there are several factors influencing business development, including financial factors, raw materials, human resources, production, market opportunities, and infrastructure. Based on these factors, alternative strategies were identified, including strengthening capital, expanding partnership, conducting human resource development and training, conducting research on black grass jelly, developing derivative products, and increasing the machines and technology. The main priority for the black grass jelly development strategy at CV Jasa Tiga Mas is to strengthen capital with weight of 0,275. This is because efforts to develop various aspects require sufficient capital, ranging from increasing the availability of raw materials, increasing production, improving the quality of the labor, and improving infrastructure.
4587549238A1C021072PENENTUAN JARAK ELEKTRODA DAN PENGARUH MEDIA PENANGKAP KANDUNGAN GARAM DI UDARA PADA SENSOR TIPE PLAT INTERDIGITASISalinitas udara yang meningkat disebabkan oleh tingginya konsentrasi partikel garam di udara yang terbawa oleh hembusan angin. Oleh karena itu, diperlukan suatu piranti yang dapat mengetahui tingkat salinitas udara yang digunakan sebagai indikator batas untuk melakukan upaya mengurangi dampak salinitas udara yang terjadi di pesisir pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak yang optimal antar elektroda yang dapat meningkatkan sensitivitas sensor, mengetahui pengaruh penggunaan dari media penangkap terhadap sensitivitas sensor. Pengujian sensor tipe plat interdigitasi dilakukan dengan memberikan larutan salinitas buatan, yang terdiri atas empat kadar garam (2, 4, 6, dan 8 gram) dilarutkan dalam 190 ml air aquades, serta menggunakan sampel air laut. Tujuan pengujian yaitu untuk memperoleh konfigurasi sensor terbaik berdasarkan variasi jarak antar elektroda, melalui analisis regresi linear sederhana. Sensor yang menunjukkan respons paling optimal kemudian diuji lebih lanjut di lingkungan pesisir pantai dengan melibatkan variabel tambahan berupa jenis media penangkap (spons dan kasa), jarak pemaparan dari permukaan laut, serta waktu pemaparan. Hasil pengujian menunjukkan sensor dengan kombinasi J1B1M1 dengan persamaan y = 1,5877x - 1221,8 dan J1B1M2 dengan persamaan y = 2,3241x - 1765,5, memiliki respon paling baik terhadap nilai salinitas udara. Pengujian pengaruh penggunaan media penangkap menunjukkan bahwa interaksi media penangkap, jarak, dan waktu pemaparan sensor berpengaruh terhadap salinitas udara yang dihasilkan. Penggunaan spons sebagai media penangkap menunjukkan kinerja yang paling efektif dengan nilai salinitas udara sebesar 124,56 mS yang dipaparkan pada jarak 0 meter dari permukaan laut serta waktu pemaparan selama 24 jam.The increase in air salinity is caused by the high concentration of salt particles in the air, carried by the wind. Therefore, a device is needed to detect air salinity levels, serving as an indicator to determine the threshold for efforts to mitigate the impacts of air salinity in coastal areas. This study aims to determine the optimal electrode spacing that enhances sensor sensitivity and to examine the effect of different absorbing media on sensor performance. The interdigitated electrode (IDE)-type sensor was tested using artificial salinity solutions containing four different salt concentrations (2, 4, 6, and 8 grams) dissolved in 190 mL of distilled water, as well as a sample of seawater. The purpose of this testing was to identify the best sensor configuration based on variations in electrode spacing through simple linear regression analysis. The sensor configurations showing the most optimal responses, J1B1M1 with the equation y = 1.5877x - 1221.8 and J1B1M2 with the equation y = 2.3241x - 1765.5, were further tested in a coastal environment, considering additional variables such as type of absorbing media (sponge and mesh), distance from the shoreline, and exposure duration. The results showed that the interaction between the absorbing media, distance, and exposure time significantly affected the resulting air salinity. Among the media tested, the sponge demonstrated the most effective performance, with a salinity value of 124.56 mS observed at a distance of 0 meters from the shoreline after 24 hours of exposure.
4587649249E2A023059COMPARISON OF POLICY FORMULATION ON CRIMINAL LEGAL SANCTIONS FOR NARCOTICS CRIMES IN INDONESIA AND MADAGASCARPenelitian ini mengkaji dan memperbandingkan formulasi sanksi pidana bagi
pelaku tindak pidana narkotika di Madagaskar dan Indonesia, dengan fokus pada
bentuk-bentuk sanksi yang dijatuhkan di masing-masing negara. Tulisan ini
bertujuan menganalisis sanksi pidana yang berlaku bagi pelaku tindak pidana
narkoba di kedua negara, dengan menyoroti kekuatan dan kelemahan pendekatan
masing-masing. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penelitian
ini adalah yuridis normatif yang bersifat studi perbandingan hukum. Sehingga jenis
data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri atas bahan hukum primer,
sekunder dan tersier kemudian data-data yang diperoleh diuraikan dengan metode
kualitatif. Tulisan ini mengungkapkan bahwa formulasi sanksi pidana di
Madagaskar memprioritaskan sistem sanksi pidana ringan, dengan hukuman
penjara, denda, penahanan, dan kerja paksa sebagai bentuk hukuman utama,
sementara kebijakan Indonesia menggabungkan sanksi pidana dan tindakan,
dengan fokus pada hukuman penjara dan rehabilitasi. Penelitian ini berargumen
bahwa pendekatan Madagaskar kurang tegas, dengan hukuman yang ringan
sehingga tidak memberikan efek jera bagi pelaku. Sebaliknya, Indonesia telah
berkembang dengan memasukkan berbagai sanksi, termasuk hukuman mati,
denda, hukuman penjara, penahanan, dan rehabilitasi, dengan program rehabilitasi
wajib bagi pecandu narkoba. Studi ini menyimpulkan dengan merekomendasikan
agar Madagaskar mengadopsi pendekatan yang lebih proporsional terhadap sanksi
pidana, dengan hukuman yang lebih berat bagi pengedar dan fokus yang lebih
besar pada rehabilitasi. Sementara itu, Indonesia harus terus menyempurnakan
pendekatannya untuk memastikan bahwa pengguna narkoba diperlakukan sebagai
korban, bukan pelaku. Temuan tulisan ini berkontribusi pada pengembangan
sanksi pidana yang adil dan manusiawi bagi pelaku narkoba di kedua negara.
This study examines and compares the formulation of criminal
sanctions for drug offenders in Madagascar and Indonesia, focusing on
the forms of sanctions imposed in each country. This study aims to
analyze the criminal sanctions applicable to drug offenders in both
countries, highlighting the strengths and weaknesses of each approach.
The research method used by the author in this study is normative
juridical, which is a comparative legal study. Therefore, the type of data
used is secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary
legal materials, then the data obtained is analyzed using qualitative
methods. This paper reveals that the formulation of criminal sanctions
in Madagascar prioritizes a system of light criminal sanctions, with
imprisonment, fines, detention, and forced labor as the main forms of
punishment, while Indonesia's policy combines criminal sanctions and
measures, with a focus on imprisonment and rehabilitation. This study
argues that Madagascar's approach is less strict, with light penalties
that do not provide a deterrent effect for offenders. In contrast,
Indonesia has developed to include various sanctions, including the
death penalty, fines, imprisonment, detention, and rehabilitation, with
mandatory rehabilitation programs for drug addicts. The study
concludes by recommending that Madagascar adopt a more
proportionate approach to criminal sanctions, with harsher penalties
for dealers and a greater focus on rehabilitation. Meanwhile, Indonesia
should continue to refine its approach to ensure that drug users are
treated as victims, not perpetrators. The findings of this paper
contribute to the development of fair and humane criminal sanctions for
drug offenders in both countries.
4587749250F2A023007MANAJEMEN BENCANA DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT TANGGUH BENCANA DI
KABUPATEN PURBALINGGA
ABSTRAK
Manajemen bencana merupakan upaya yang dilakukan untuk menanggulangi bencana,
terutama dalam mengurangi risiko bencana, kegiatan yang dilaksanakan yaitu mitigasi,
kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan. Upaya tersebut dilaksanakan untuk
mewujudkan masyarakat tangguh terhadap bencana, khususnya dalam menghadapi
ancaman bencana tanah longsor yang menjadi salah satu risiko utama di wilayah tersebut.
Berdasarkan Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI), Kabupaten Purbalingga termasuk
dalam kategori risiko bencana tanah longsor yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk
menganalisis manajemen bencana yang dilakukan oleh pemerintah daerah yaitu BPBD
Kabupaten Purbalingga dalam mewujudkan masyarakat tangguh bencana. Metode yang
digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang menggambarkan keadaan di lapangan.
Teknik yang digunakan dalam pemilihan informan menggunakan teknik Purposive
Sampling. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan telaah
dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen bencana yang dilakukan
BPBD Kabupaten Purbalingga belum efektif, pada tahap mitigasi masih belum optimal
karena kurangnya pemeliharaan dan kesenjangan informasi, tahap kesiapsiagaan
pelaksanaan program masih terbatas dan belum menyeluruh karena keterbatasan
anggaran, tahap tanggap darurat masih kurang penyediaan alat pelindung diri di tingkat
desa, dan pemulihan dalam program bantuan ekonomi tidak berkelanjutan akibat
kurangnya pendampingan. Dengan demikian, untuk meningkatkan efektivitas manajemen
bencana, diperlukan upaya berkelanjutan dan kooperatif antar Organisasi Perangkat
Daerah, (OPD) dan pemangku kepentingan lainnya dalam meningkatkan kesadaran
masyarakat, alokasi anggaran yang memadai, serta pemeliharaan dan pendampingan yang
konsisten terhadap program-program yang telah dilaksanakan, sehingga masyarakat
dapat lebih siap dan tangguh dalam menghadapi ancaman bencana.
Kata Kunci: Manajemen Bencana, Ketangguhan Masyarakat, BPBD Kabupaten
Purbalingga
ABSTRACT
Disaster management is an effort made to overcome disasters, especially in reducing
disaster risks, the activities implemented are mitigation, preparedness, emergency
response, and recovery. These efforts are carried out to create a resilient community to
disasters, especially in facing the threat of landslides which are one of the main risks in the
region. Based on the Indonesian Disaster Risk Index (IRBI), Purbalingga Regency is
included in the high landslide disaster risk category. The purpose of this study is to analyze
disaster management carried out by the local government, namely the BPBD of
Purbalingga Regency in creating a disaster resilient community. The method used is a
qualitative descriptive method that describes the conditions in the field. The technique
used in selecting informants uses Purposive Sampling techniques. Data collection methods
include observation, interviews, and document reviews. The results of this study indicate
that disaster management carried out by the BPBD of Purbalingga Regency is not yet
effective, at the mitigation stage it is still not optimal due to lack of maintenance and
information gaps, at the preparedness stage the program implementation is still limited
and not comprehensive due to budget constraints, at the emergency response stage there
is still a lack of provision of personal protective equipment at the village level, and recovery
in the economic assistance program is not sustainable due to lack of mentoring. Thus, to
increase the effectiveness of disaster management, continuous and cooperative efforts are
needed between Regional Apparatus Organizations (OPD) and other stakeholders in
increasing public awareness, adequate budget allocation, and consistent maintenance and
assistance for programs that have been implemented, so that the community can be more
prepared and resilient in facing the threat of disaster.
Keywords: Disaster Management, Community Resilience, BPBD Purbalingga Regency
4587849243J0B022029PENERJEMAHAN LAMAN KAMPUNG WISATA JOGJA DALAM BAHASA MANDARIN DINAS PARIWISATA KOTA YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk menerjemahkan informasi mengenai tujuh Kampung Wisata Jogja ke dalam bahasa Mandarin guna meningkatkan aksesibilitas informasi bagi pengunjung penutur bahasa Mandarin. Latar belakang penelitian ini adalah belum tersedianya informasi berbahasa Mandarin pada laman resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode penerjemahan komunikatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik yang digunakan meliputi teknik peminjaman dan teknik deskripsi, terutama untuk istilah budaya lokal yang tidak memiliki padanan langsung dalam bahasa Mandarin. Pengumpulan data dilakukan melalui metode jelajah internet, studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil akhir dari penelitian ini adalah tersedianya laman berbahasa Mandarin yang telah dipublikasikan melalui situs resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta serta platform media sosial Weibo, guna meningkatkan aksesibilitas informasi wisata secara digital.This study aims to translate information about seven Jogja Tourism Villages into Mandarin to improve information accessibility for Mandarin-speaking visitors. The background of this research is the absence of Mandarin-language content on the official website of the Yogyakarta City Tourism Office. This study employs a communicative translation method with a descriptive qualitative approach. The techniques used include borrowing and descriptive translation, especially for local cultural terms that do not have direct equivalents in Mandarin. Data collection was conducted through internet browsing, literature study, observation, and interviews. The final result of this research is the availability of a Mandarin-language web page published on the official website of the Yogyakarta City Tourism Office and on the Weibo social media platform to enhance digital accessibility of tourism information.
4587949244J0B022031PENERJEMAHAN DOKUMEN C-TPAT PT TAH SUNG HUNG KE BAHASA MANDARIN
Penelitian ini bertujuan untuk menerjemahkan dokumen Customs-Trade Partnership Against Terrorism (C-TPAT) milik PT Tah Sung Hung ke dalam bahasa Mandarin. Latar belakang penelitian ini adalah belum tersedianya terjemahan dokumen C-TPAT dalam bahasa Mandarin di perusahaan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penerjemahan komunikatif, dengan menyesuaikan struktur kalimat dari bahasa sumber agar mudah dipahami oleh pembaca yang tidak menguasai bahasa sasaran. Pengumpulan data dilakukan melalui metode jelajah internet, studi pustaka, observasi langsung di perusahaan, dan wawancara. Hasil akhir dari penelitian ini adalah tersusunnya dokumen C-TPAT berbahasa Mandarin yang dapat digunakan untuk mendukung kelancaran proses audit sesuai dengan prinsip-prinsip C-TPAT yang berlaku.
This study aims to translate the Customs-Trade Partnership Against Terrorism (C-TPAT) documents into Mandarin at PT Tah Sung Hung. The background of this study is the absence of C-TPAT document translations in Mandarin within the company. This study employs the communicative translation method by adjusting the sentence structure of the source language to make it easier to understand for readers who are not proficient in the target language. Data were collected through internet browsing, literature review, direct observation at the company, and interviews. The final result of this study is the production of C-TPAT documents in Mandarin, which can be used to support the smooth execution of audits in accordance with applicable C-TPAT principles.
4588049246J0B022012Buku Profil Potensi Minapadi Di Desa Panembangan Cilongok Berbahasa MandarinPenelitian ini membahas tentang potensi Minapadi di bidang pertanian dan perikanan di Desa Panembangan Cilongok. Potensi besar ini merupakan peluang yang sangat baik untuk menarik calon investor dalam maupun luar negeri salah satunya adalah China. Penelitian akan membahas 1. Upaya apa yang bisa dilakukan oleh Desa Panembangan Cilongok; dan 2. Media apa yang bisa digunakan sebagai media informasi bagi calon investor khusushnya dari China? Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, studi pustaka, dan jelajah internet. Dalam penelitian ini penulis juga akan menerjemahkan naskah berbahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin. Dalam proses penerjemahan, penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatiaf karena metode penerjemahan ini berusaha menghasilan makna kontekstual bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran, sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami maksud penulis. Hasil dari penelitian ini adalah buku profil berbahasa Mandarin di Desa Panembangan, Cilongok yang akan di buat dalam dua versi yaitu bentuk digital yang akan diunggah di laman desa dan dalam bentuk cetak yang akan di letakkan di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banyumas. Dengan adanya buku profil berbahasa Mandarin ini dapat menginformasikan kepada calon investor dan dapat mendukung pengembangan sektor teknologi informasi dan sistem pertanian modern secara berkelanjutan di Desa Panembangan, Cilongok.This research discusses the potential of Minapadi in agriculture and fisheries in Panembangan Village, Cilongok. This great potential is an excellent opportunity to attract potential domestic and foreign investors, one of which is China. The research will discuss 1. What efforts can be made by Panembangan Village Cilongok; and 2. What media can be used as information media for potential investors, especially from China? The research method used is descriptive qualitative research method. And the data collection methods used are observation, interview, literature study, and internet browsing. In this research, the author will also translate the Indonesian text into Chinese. In the translation process, the author uses the communicative translation method because this translation method seeks to produce the contextual meaning of the source language into the target language, so that readers can easily understand the author's intention. The result of this research is a Chinese-language profile book in Panembangan Village, Cilongok, which will be made in two versions, namely a digital form that will be uploaded on the village website and in printed form that will be placed in the office of the Banyumas Regency Investment and One-Stop Integrated Service (DPMPTSP). This Chinese-language profile book can inform potential investors and support the development of the information technology sector and sustainable modern agricultural systems in Panembangan Village, Cilongok.