Artikelilmiahs
Menampilkan 45.781-45.800 dari 48.748 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 45781 | 49149 | K1C021031 | Analisis Struktur Geologi Bawah Permukaan Lapangan Panas Bumi Sarulla, Sumatera Utara Menggunakan Metode Gravitasi Berdasarkan Data Citra Satelit GGMPlus | Posisi Indonesia terletak di zona tumbukan tiga lempeng tektonik utama menjadikannya memiliki potensi panas bumi yang melimpah, salah satunya wilayah Sumatera Utara. Salah satu pengembangan panas bumi di daerah ini adalah Lapangan Panas Bumi Sarulla, yang memiliki potensi sebesar 330 MW. Untuk mengoptimalkan pengembangannya, perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi struktur geologi bawah permukaan secara berkelanjutan. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah metode gravitasi yang dapat menginterpretasi variasi densitas batuan, mengidentifikasi struktur geologi seperti patahan sebagai jalur keluarnya manifestasi panas bumi, serta dapat memetakan potensi zona panas bumi. Metode gravitasi dapat digunakan untuk mengidentifikasi struktur patahan dengan menggunakan analisis turunan berdasarkan First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD). Keberadaan struktur patahan akan diintegrasikan melalui hasil pemodelan bawah permukaan secara dua dimensi. Pada penelitian ini, struktur geologi bawah permukaan lapangan panas bumi Sarulla diidentifikasi melalui analisis FHD dan SVD serta pemodelan ke depan 2D berdasarkan data medan gravitasi citra satelit GGMPlus. Analisis FHD dan SVD dilakukan pada 3 lintasan yang menunjukkan terdapatnya struktur patahan berupa patahan naik dan patahan turun. Batuan penyusun bawah permukaan lapangan panas bumi Sarulla diidentifikasi melalui pemodelan ke depan 2D, yang diketahui tersusun atas alterasi lempungan diduga sebagai caprock serta berupa batuan vulkanik, andesit, dan breksi vulkanik. Hal ini menunjukkan bahwa potensi panas bumi di lapangan panas bumi Sarulla sangat besar dan dapat terus dilakukan pengembangan untuk jangka waktu yang panjang. | Indonesia's location at the intersection of three major tectonic plates gives it abundant geothermal potential, one of which is in North Sumatra. One of the geothermal developments in this area is the Sarulla Geothermal Field, which has a potential of 330 MW. To optimize its development, research needs to be conducted to identify the subsurface geological structure on an ongoing basis. One method that can be applied is the gravity method, which can interpret variations in rock density, identify geological structures such as faults as pathways for geothermal manifestations, and map geothermal potential zones. The gravity method can be used to identify fault structures using derivative analysis based on the First Horizontal Derivative (FHD) and Second Vertical Derivative (SVD). The presence of fault structures will be integrated through two-dimensional subsurface modeling results. In this study, the subsurface geological structures of the Sarulla geothermal field were identified through FHD and SVD analysis and 2D forward modeling based on GGMPlus satellite gravity field data. FHD and SVD analyses were conducted on three cross-sections, revealing the presence of fault structures in the form of thrust faults and normal faults. The subsurface rock composition of the Sarulla geothermal field was identified through 2D forward modeling, which revealed it to be composed of altered shale suspected to be caprock, as well as volcanic rocks, andesite, and volcanic breccia. This indicates that the geothermal potential at the Sarulla geothermal field is very large and can continue to be developed over the long term. | |
| 45782 | 49150 | K1C021051 | Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Potensi Panas Bumi Gunung Arjuno-Welirang Dengan Metode Gravitasi Berdasarkan Data GGMplus | Pulau Jawa memiliki 11 prospek panas bumi, salah satunya berada di kawasan Gunung Arjuno–Welirang, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur geologi bawah permukaan dan potensi panas bumi di wilayah tersebut menggunakan metode gravitasi berbasis data GGMPlus. Metode yang digunakan meliputi analisis anomali Bouguer lengkap, First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD) untuk penafsiran struktur geologi, serta pemodelan 2D menggunakan metode forward modelling pada perangkat lunak Oasis Montaj GM-SYS. Hasil analisis mengidentifikasi 14 struktur sesar berupa sesar naik dan sesar normal yang diduga sebagai jalur migrasi fluida panas bumi. Pemodelan dilakukan pada empat lintasan sayatan (A–A′, B–B′, C–C′, dan D–D′), yang menunjukkan konfigurasi sistem panas bumi bawah permukaan terdiri dari empat lapisan utama: (1) Batuan penudung (cap rock) berupa lava basalt teralterasi (Qlw2, Qlw1, Qlar) dengan densitas 2,0–2,2 g/cm³, terletak pada kedalaman 0–800 meter; (2) Lapisan transisi berupa breksi vulkanik atau lava basalt alterasi ringan (densitas 2,2–2,4 g/cm³), berada pada kedalaman 800–1500 meter; (3) Reservoir panas bumi yang tersusun atas lava andesit–basaltik kekar (Qltaw, Qlk, Qlk1) dengan densitas 2,5–2,6 g/cm³, ditemukan pada kedalaman 1500–2800 meter; (4) Sumber panas berupa intrusi andesit–diorit dengan densitas 2,8 g/cm³, berada pada kedalaman >2800 meter. Konfigurasi ini menunjukkan bahwa wilayah Arjuno–Welirang memiliki potensi panas bumi yang signifikan. | Java Island hosts 11 geothermal prospects, one of which is located in the Arjuno–Welirang area, East Java. This study aims to identify subsurface geological structures and evaluate the geothermal potential of the region using gravity methods based on GGMPlus data. The methods employed include complete Bouguer anomaly analysis, First Horizontal Derivative (FHD), and Second Vertical Derivative (SVD) to interpret geological structures, as well as 2D forward modeling using the Oasis Montaj GM-SYS software. The results reveal 14 fault structures, consisting of both normal and reverse faults, which are interpreted as potential pathways for geothermal fluid migration. Forward modeling was conducted along four cross-sectional profiles (A–A′, B–B′, C–C′, and D–D′), indicating a subsurface geothermal system composed of four primary layers: (1) A cap rock consisting of altered basaltic lava (Qlw2, Qlw1, Qlar) with a density of 2.0–2.2 g/cm³, located at depths of 0–800 meters; (2) A transition layer composed of volcanic breccia or weakly altered basaltic lava (2.2–2.4 g/cm³), found at depths of 800–1500 meters; (3) A geothermal reservoir made up of fractured andesitic–basaltic lava (Qltaw, Qlk, Qlk1) with a density of 2.5–2.6 g/cm³, located at depths of 1500–2800 meters; (4) A heat source consisting of andesitic–dioritic intrusion with a density of 2.8 g/cm³, found at depths greater than 2800 meters. This configuration suggests that the Arjuno–Welirang region possesses significant geothermal potential, supported by the presence of permeable structures, heat sources, and effective cap rocks. | |
| 45783 | 49151 | H1A021078 | ANALISIS PERANCANGAN WIFI ACCESS POINT MODERNIZATION UNTUK HIGH DENSITY AREA PADA HIGH ZONE FLOOR DI PT. X MENGGUNAKAN PROTOCOL 802.11AX | Proposal Tugas akhir ini berfokus pada perancangan Access point pada area dengan kepadatan tinggi dengan menggunakan protokol terbaru, serta menganalisis hasil perancangan berdasarkan keperluan area di PT. X terkait rencana pembaruan perangkat access point yang sudah mendukung penggunaannya. Rencana tersebut tidak bisa berjalan begitu saja tanpa adanya langkah-langkah dan metode yang tepat agar mencapai hasil yang maksimal. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah menyesuaikan perangkat serta protokol yang digunakan untuk memastikan perangkat bekerja dengan baik dengan lingkungan yang ada. Selain itu, diperlukan juga proses perhitungan kekuatan sinyal access point serta analisis area pemasangan, yang mana mencakup beberapa langkah seperti menentukan Channel, protokol yang digunakan, banyaknya user, bandwidth yang diperlukan, serta pemilihan perangkat. Parameter yang digunakan pada perancangan access point adalah Signal-to-Noise Ratio (SNR), Received Signal Strength Indicator (RSSI), Throughput, Effective Isotropic Radiated Power (EIRP), dan Latency. | his final project proposal focuses on the design of access points in high-density areas using the latest protocols, and the analysis of the design results based on the needs of the area at PT. X regarding the planned upgrade of access point devices that already support their use. The plan cannot simply be executed without the right steps and methods to achieve maximum results. One of the steps that can be taken is to adapt the device and the protocol used to ensure that the device works well with the existing environment. It is also necessary to calculate the signal strength of the access point and analyse the installation area, which involves several steps such as determining the channel, protocol used, number of users, bandwidth required and device selection. The parameters used in access point design are signal-to-noise ratio (SNR), received signal strength indicator (RSSI), throughput, effective isotropic radiated power (EIRP) and latency. | |
| 45784 | 49153 | C1I021008 | INFLUENCE OF AUDIT COMMITTEE, INVENTORY TURNOVER, PROFITABILITY, AND LEVERAGE ON SUSTAINABILITY REPORT DISCLOSURE (A STUDY ON INFRASTRUCTURE SECTOR COMPANY LISTED ON THE IDX FOR THE 2020 – 2023 PERIOD) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh audit committee, inventory turnover, profitability, dan leverage terhadap sustainability report disclosure pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di BEI periode 2020–2023. Latar belakang riset didasarkan pada meningkatnya perhatian global terhadap isu keberlanjutan dan rendahnya tingkat pengungkapan di Indonesia. Mengacu pada teori stakeholder, perusahaan diharapkan tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi tetapi juga bertanggung jawab atas dampak sosial dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 18 perusahaan sebagai sampel. Data diperoleh dari laporan tahunan dan keberlanjutan yang tersedia di situs resmi BEI. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda disertai uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) audit committee berpengaruh positif terhadap sustainability report disclosure. (2) inventory turnover tidak berpengaruh positif terhadap sustainability report disclosure. (3) profitability tidak berpengaruh positif terhadap sustainability report disclosure. (4) leverage berpengaruh positif terhadap sustainability report disclosure. Implikasi dari kesimpulan penelitian ini adalah diharapkan dapat membantu perusahaan sektor infrastruktur untuk meningkatkan sustainability report disclosure dengan memperhatikan faktor – faktor yang mempengaruhi sustainability report disclosure, sehingga dapat menarik minat investor untuk terus berinvestasi dan dapat diajadikan referensi untuk penelitian selanjutnya terkait sustainability report disclosure. | This study aims to examine the influence of the audit committee, inventory turnover, profitability, and leverage on sustainability report disclosure in infrastructure sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2020–2023 period. The research is motivated by the growing global attention to sustainability issues and the relatively low level of disclosure in Indonesia. Referring to stakeholder theory, companies are expected not only to pursue economic profit but also to take responsibility for the social and environmental impacts of their operations. This research employs a quantitative approach with purposive sampling, involving 18 companies as the sample. The data were obtained from annual and sustainability reports available on the official IDX website. The analysis was conducted using multiple linear regression, along with classical assumption tests and hypothesis testing. The results of this study indicate that: (1) the audit committee has a positive influence on sustainability report disclosure; (2) inventory turnover does not have a positive influence on sustainability report disclosure; (3) profitability does not have a positive influence on sustainability report disclosure; and (4) leverage has a positive influence on sustainability report disclosure. The implication of these findings is that they are expected to assist infrastructure sector companies in improving their sustainability report disclosure by taking into account the factors that influence it. Enhanced disclosure may increase investor interest and serve as a useful reference for future research related to sustainability report disclosure. | |
| 45785 | 49152 | K1A021045 | FORMULASI DAN KARAKTERISASI NANOEMULSI FRAKSI MINYAK ATSIRI BIJI PALA (Myristica fragrans Houtt) SERTA UJI AKTIVITASNYA TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus | Minyak atsiri biji pala (Myristica fragrans Houtt) mengandung senyawa aktif yang berpotensi sebagai antibakteri dan dapat diformulasikan dalam bentuk nanoemulsi. Penelitian bertujuan mengetahui fraksi minyak atsiri biji pala yang paling aktif terhadap S. aureus, memformulasikan dan mengkarakterisasi nanoemulsi dari fraksi tersebut, serta menguji aktivitas antibakterinya. Minyak atsiri biji pala didestilasi fraksinasi pada tekanan 10 mmHg dan menghasilkan 3 fraksi. Uji antibakteri dilakukan pada seluruh fraksi. Fraksi terbaik diformulasikan menjadi sediaan nanoemulsi dengan variasi konsentrasi minyak atsiri biji pala (0%, 1%, 3%, 5%, dan 7%), surfaktan tween 80 (20%), serta kosurfaktan propilen glikol (15%). Karakterisasi meliputi uji organoleptik, tipe nanoemulsi, pH, viskositas, persen transmitan, distribusi ukuran partikel, serta stabilitas kinetik dan termodinamik. Nanoemulsi kemudian diuji aktivitas antibakterinya terhadap S. aureus. Hasil menunjukkan fraksi 2 sebagai fraksi paling aktif dengan zona hambat 2,42 mm (10.000 ppm) dan 3,88 mm (15.000 ppm). Nanoemulsi FR2 memiliki visual jernih, bertipe oil in water, pH 4,5-5,43, viskositas 4,3638-16,4523 mPa.s, dan persen transmitan 95,6-99,8%. Nanoemulsi FR2 minyak atsiri biji pala stabil secara kinetik dan termodinamik. Ukuran partikel <200 nm untuk nanoemulsi 1%, 3%, 5%, dan 7% berturut-turut sebesar 88,4%, 86,5%, 83,9%, dan 46,6%. Zona hambat nanoemulsi dengan konsentrasi tersebut masing-masing 3,47; 6,06; 8,80; dan 9,46 mm. | Nutmeg seed essential oil (Myristica fragrans Houtt) contains active compounds that have the potential to be antibacterial and can be formulated in the form of nanoemulsions. The aim of the study was to determine the essential oil fraction of nutmeg seeds that was most active against S. aureus, formulate and characterize nanoemulsions of that fraction, and test its antibacterial activity. Nutmeg seed essential oil is distilled fractionally at a pressure of 10 mmHg and produces 3 fractions. Antibacterial tests were performed on all fractions. The best fraction is formulated into nanoemulsion preparations with variations in the concentration of nutmeg seed essential oils (0%, 1%, 3%, 5%, and 7%), tween surfactant 80 (20%), and propylene glycol cosurfactant (15%). Characterization includes organoleptic assays, nanoemulsion type, pH, viscosity, percent of transmitters, particle size distribution, and kinetic and thermodynamic stability. The nanoemulsion was then tested for its antibacterial activity against S. aureus. The results showed fraction 2 as the most active fraction with an inhibition zone of 2.42 mm (10,000 ppm) and 3.88 mm (15,000 ppm). FR2 nanoemulsion has a clear visual, oil-in-water type, pH 4.5-5.43, viscosity 4.3638-16.4523 mPa.s, and transmitter percentage 95.6-99.8%. The FR2 nanoemulsion of nutmeg seed essential oil is kinetically and thermodynamically stable. The particle size <200 nm for 1%, 3%, 5%, and 7% nanoemulsions was 88.4%, 86.5%, 83.9%, and 46.6%, respectively. The inhibition zone of nanoemulsions with such concentrations is 3.47 each; 6.06; 8.80; and 9.46 mm. | |
| 45786 | 49154 | H1B018005 | ANALISIS KARAKTERISTIK GELOMBANG PELABUHAN LAUT AGATS, PROVINSI PAPUA | kabupaten asmat memiliki populasi sebanyak 95.606 jiwa pada tahun 2018, dengan tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 2,90% dibandingkan tahun sebelumnya. Distrik Agats, sebagai ibu kota kabupaten, memiliki kepadatan penduduk tertinggi sebesar 21,96 jiwa/km. Wilayah ini didominasi oleh perairan, sehingga transportasi laut menjadi sarana utama, dengan Pelabuhan Agats sebagai pusat aktivitas ekonomi dan mobilitas penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kondisi perairan di pelabuhan laut Agats yang berfokus pada tinggi dan periode ulang gelombang melalui analisis perhitungan dengan metode distribusi Fisher-Tippet type I dan Weibull. Perhitungan peramalan gelombang berdasarkan data angin selama 10 tahun dari Stasiun BMKG Mozez Kilangin untuk mendapatkan tinggi dan periode gelombang yang terjadi di perairan tersebut. Dari hasil analisis gelombang di diketahui arah gelombang didominasi dari arah Selatan dan Barat Daya dengan tinggi gelombang signifikan terbesar terjadi pada bulan Maret 2013 dari arah Selatan dengan tinggi gelombang Hs= 1,069 meter dengan periode Ts= 3,977 detik dan terendah pada bulan Januari 2012 dari arah Selatan dengan Hs= 0,675 meter dengan periode Ts= 3,0655 detik. Sedangkan hasil perhitungan distribusi untuk periode ulang 100 tahun dengan menggunakan Metode Fisher-Tippet type I menghasilkan tinggi gelombang sebesar 1,290 meter, dan pada metode Weibull sebesar 1,345 meter. | Asmat Regency had a population of 95,606 in 2018, with a population growth rate of 2.90% compared to the previous year. Agats District, as the capital of the regency, has the highest population density at 21,96 people/km². The region is dominated by water bodies, making sea transportation the primary means of travel, with Agats Port serving as the center of economic activity and population mobility. This study aims to provide an overview of the water conditions at Agats seaport, focusing on wave height and return period analysis using the Fisher-Tippet type I and Weibull distribution methods. Wave forecasting calculations were based on 10 years of wind data from the Mozez Kilangin BMKG Station to determine the wave heights and periods occurring in these waters. The wave analysis results show that wave directions are predominantly from the south and southwest, with the highest significant wave height recorded in March 2013 from the south at Hs = 1.069 meters and a wave period of Ts = 3.977 seconds. The lowest wave height occurred in January 2012, also from the south, with Hs = 0.675 meters and a wave period of Ts = 3.0655 seconds. Meanwhile, the calculated wave heights for a 100-year return period using the Fisher-Tippet type I method yielded a wave height of 1.290 meters, and the Weibull method resulted in a wave height of 1.345 meters. | |
| 45787 | 49157 | L1A021020 | Komposisi Hasil Tangkapan Nelayan Menggunakan Alat Tangkap Jaring Insang Hanyut (Drift Net) yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap | Jaring insang hanyut (drift net) adalah salah satu jenis alat tangkap yang banyak beroperasi di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap. Penelitian ini berjudul Komposisi Hasil Tangkapan Nelayan Menggunakan Alat Tangkap Jaring Insang Hanyut (Drift Net) yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis jenis dan jumlah hasil tangkapan serta mengestimasi proporsi hasil tangkapan utama dan sampingan jaring insang hanyut (drift net) dalam upaya penangkapan yang didaratkan di PPS Cilacap. Metode pengambilan data dilakukan dengan survey dan wawancara responden. Penelitian ini dilakukan di PPS Cilacap pada Desember 2024 dan Maret 2025. Data yang dikumpulkan adalah berupa data primer dan sekunder kemudian dianalisis menggunakan Microsoft Excel berupa grafik, tabel dan histogram selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil tangkapan jaring insang hanyut (drift net) terbanyak meliputi layur (Lepturacanthus savala), ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), cumi karet (Sthenoteuthis oualaniensis) dan cumi-cumi (Loligo sp.). Spesies yang menjadi paling sedikit ditangkap adalah udang dogol (Metapenaeus dalli). Proporsi hasil tangkapan utama jaring insang hanyut (drift net) sebesar 70% sedangkan tangkapan sampingan sebesar 30%. Selektivitas jaring insang hanyut yang dioperasikan di PPS Cilacap tergolong tinggi, namun tangkapan sampingan yang diperoleh masih terdapat spesies yang tergolong kritis. | Drift net is one type of fishing gear that is widely operated in Cilacap Ocean Fishing Port (PPS). This study is entitled Composition of Fishermen's Catch Using Drift Net Fishing Gear Landed at Cilacap Ocean Fishing Port. The purpose of this study was to analyze the types and quantities of catches and to estimate the proportion of main and by-catch of drift nets in fishing efforts landed at Cilacap PPS. The data collection method was carried out by survey and interviewing respondents. This research was conducted at Cilacap PPS in December 2024 and March 2025. The data collected is in the form of primary and secondary data, then analyzed using Microsoft Excel in the form of graphs, tables and histograms, then analyzed descriptively. The largest drift net catches included ribbonfish (Lepturacanthus savala), skipjack tuna (Katsuwonus pelamis), rubber squid (Sthenoteuthis oualaniensis) and squid (Loligo sp.). The species that is least caught is the dogol shrimp (Metapenaeus dalli). The proportion of the main catch of drift nets is 70%, while bycatch is 30%. The selectivity of the drift nets operated at the Cilacap PPS is relatively high, but the bycatch still includes species classified as critically endangered. | |
| 45788 | 49177 | I1C021060 | EFEK IMUNOMODULATOR EKSTRAK RIMPANG BANGLE HANTU (Zingiber Otensii) TERHADAP KADAR NITRIT OKSIDA PADA MENCIT DIINDUKSI VAKSIN HEPATITIS B | Tanaman famili Zingiberaceae memiliki potensi dalam meningkatkan sistem imun. Salah satunya adalah bangle hantu (Zingiber Ottensii) yang memiliki senyawa golongan flavonoid. Senyawa flavonoid diketahui dapat memodulasi sistem imun seperti aktivitas fagosistosis makrofag. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol Z.ottensii terhadap kadar NO dan mengetahui dosis ekstrak etanol Z. ottensii yang dapat meningkatkan sekresi NO. Penelitian eksperimental ini dilakukan secara in vivo dengan 5 kelompok perlakuan, Echinaceae, Na CMC, ZOE 125, 250, 500 mg/kg BB dengan mengisolasi sel dari rongga peritonium. Hasil isolasi di kultur ke dalam microplate 24 well dan diinkubasi semalam, supernatan yang dikultur digunakan untuk mengetahui kadar NO yang diidentifikasi menggunakan metode griess assay dan ELISA reader dengan panjang gelombang 540 nm. Data kadar NO yang diperoleh diuji dengan menggunakan uji Kruskall Wallis dan dilanjutkan uji Mann Whitney. Ekstrak etanol Z. ottensii dapat meningkatkan aktivasi makrofag berdasarkan sekresi NO. Rerata sekresi NO pada dosis ekstrak etanol Z. ottensii 125 mg/kgBB sebesar 47,25 µM; 250 mg/kgBB sebesar 65,1 µM dan pada dosis 500 mg/kgBB sebesar 65,85 µM. Pada pengujian statistik kedua dosis ini menunjukkan perbedaaan yang signifikan (p-value < 0,05) dengan kontrol negatif. Ekstrak etanol Z. ottensii dosis 125, 250, dan 500 mg/kgBB mampu maningkatkan aktivasi makrofag berdasarkan sekresi NO jika dibandingkan dengan dosis lainnya | lants of the Zingiberaceae family have potential as immunomodulators. One of them is bangle hantu (Zingiber Ottensii) which was found to have flavonoid class compounds. Flavonoid compounds are known to modulate the immune system such as macrophage phagocystosis activity. Therefore, this study aims to determine the effect of ethanol extract Zingiber ottensii on NO levels and to identify the dose of the ethanol extract that can enhance NO secretion. This experimental study was conducted in vivo with 5 treatment groups using supernatant from cultured macrophage cells to measure NO levels, identified using the Griess assay method and ELISA. The NO levels data obtained analyzed using the Kruskal Wallis test followed by Mann-Whitney test. The ethanol extract of Z. ottensii rhizome can enhance macrophage activation based on NO secretion. The mean NO secretion of Z. ottensii ethanolic extract at dose 125 mg/kgBW was 47,25 µM; 250 mg/kgBW was 65,1 µM, and 500 mg/kgBW was 65,85 µM. Statistical analysis showed a significant difference (p-value < 0.05) between these three doses and the negative control. The 125, 250, and 500 mg/kgBW dose of Z. ottensii ethanolic extract can enhance macrophage activation based on NO secretion compared to other doses. | |
| 45789 | 49216 | L1C018006 | ANALISIS LANDSCAPE MANGROVE BERDASARKAN KERAPATAN DAN FRAKSI SEDIMEN DI MUARA KALI IJO KABUPATEN KEBUMEN | Upaya percepatan pemulihan ekosistem hutan mangrove di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Muara Kali Ijo Kebumen telah dilakukan melalui kegiatan rehabilitasi dengan penanaman bibit mangrove. Analisis landscape berdasarkan kerapatan mangrove dan fraksi sedimen sangat penting dilakukan, sebagai dasar pengelolaan ekosistem mangrove relevan untuk mendukung upaya konservasi ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai kerapatan mangrove, mengukur fraksi sedimen, dan membuat landscape mangrove berdasarkan kerapatan dan fraksi sedimen. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2024 di KEE Muara Kali Ijo, Kebumen. Materi yang digunakan dalam penelitian ini berupa mangrove dan sampel sedimen yang berada di KEE Muara Kali Ijo. Analisis data menggunakan metode kerapatan, analisis fraksi sedimen, dan analisis landscape. Hasil penelitian ditemukan empat spesies mangrove yaitu yaitu Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, dan Nypa fruticans dengan kerapatan jenis tertinggi Rhizophora stylosa 5.000 ind/ha (Sangat Padat) dan terendah Rhizophora apiculata 300 ind/ha (Jarang). Hasil penelitian pada stasiun pengamatan menunjukan terdapat 3 fraksi yang paling dominan yaitu liat halus, pasir kasar, dan pasir halus. Analisis landscape menunjukkan Rhizophora sp. dapat hidup disemua substrat, sedangkan Nypa fruticans pada substrat spesifik yaitu liat halus. Kegiatan penanaman mangrove Rhizophora sp. dapat menjadi pilihan utama dalam kegiatan konservasi, karena memiliki adaptasi paling baik diantara mangrove lainnya. | Efforts to accelerate the recovery of mangrove forest ecosystems in the Muara Kali Ijo Kebumen Essential Ecosystem Area (KEE) have been carried out through rehabilitation activities involving the planting of mangrove seedlings. Landscape analysis based on mangrove density and sediment fraction is very important as a basis for mangrove ecosystem management relevant to supporting mangrove ecosystem conservation efforts. This study aims to calculate mangrove density values, measure sediment fractions, and create a mangrove landscape based on density and sediment fractions. The study was conducted in September 2024 at the Muara Kali Ijo KEE in Kebumen. The materials used in this study were mangroves and sediment samples from the Muara Kali Ijo KEE. Data analysis employed density analysis, sediment fraction analysis, and landscape analysis. The study identified four mangrove species: Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, and Nypa fruticans. The highest species density was Rhizophora stylosa at 5,000 individuals per hectare (Very Dense), and the lowest was Rhizophora apiculata at 300 individuals per hectare (Sparse). The results of the research at the observation station showed that there were three dominant fractions, namely fine clay, coarse sand, and fine sand. Landscape analysis showed that Rhizophora sp. can live on all substrates, while Nypa fruticans lives on a specific substrate, namely fine clay. Mangrove planting activities involving Rhizophora sp. can be the primary choice for conservation efforts, as it has the best adaptation among other mangrove species. | |
| 45790 | 49155 | H1A021030 | ANALISIS PERFORMA PENGIRIMAN DATA PADA SMART METER MENGGUNAKAN LORAWAN DENGAN SISTEM MONITORING TELKOM IOT PLATFORM PADA PERUSAHAAN X | Konsumsi energi listrik di Indonesia meningkat cukup tinggi sejak 2017, mencapai 1.285 kWh/kapita pada 2023, membuatnya memerlukan sistem pemantauan yang baik dan efisien. Smart meter berbasis Internet of Things (IoT) dengan sistem komunikasi LoRaWAN digunakan di Perusahaan X untuk memantau konsumsi energi melalui Telkom IoT Platform. Namun, dalam penggunaannya terdapat kendala dalam konektivitas pengiriman datayang nantinya data tersebut akan digunakan untuk analisis lebih lanjut. Penelitian ini menganalisis performa pengiriman data menggunakan metode Received Signal Strength Indicator (RSSI) berdasarkan standar LoRa Alliance®, Signal to Noise Ratio (SNR) dan Quality of Service (QoS) yang mencakup packet loss dan delay sesuai standar ITU.T G1010. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai RSSI berkisar antara -90 dBm hingga -105 dBm kategori ”Bagus”, SNR berkisar 5,25 dB - 7,85 dB sesuai dengan standar LoRa, namun packet loss mencapai 9,72% - 15,97% tidak memenuhi standar ITU.T G1010, dan delay rata-rata 5 detik berada dalam kategori "Preferred" menurut standar ITU.T G1010. | Electric energy consumption in Indonesia has been increasing since 2017, reaching 1,285 kWh/capita by 2023, making it necessary to have a good and efficient monitoring system. Internet of Things (IoT)-based smart meters with LoRaWAN communication system are used in Company X to monitor energy consumption through Telkom IoT Platform. However, in its use there are obstacles in the connectivity of sending data which will be used for further analysis. This research analyzes data transmission performance using Received Signal Strength Indicator (RSSI) method based on LoRa Alliance® standard, Signal to Noise Ratio (SNR) and Quality of Service (QoS) which includes packet loss and delay according to ITU.T G1010 standard. The results showed that the RSSI value ranged from -90 dBm to -105 dBm in the “Good” category, SNR ranged from 5.25 dB - 7.85 dB according to the LoRa standard, but packet loss reached 9.72% - 15.97% not meeting the ITU.T G1010 standard, and the average delay of 5 seconds was in the “Preferred” category according to the ITU.T G1010 standard. | |
| 45791 | 49156 | C1B021045 | Analisis Manajemen Risiko Pada UMKM Bambu di Desa Legok dengan Pendekatan ISO 31000:2018 | Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bambu di Desa Legok, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian lokal, namun masih menghadapi berbagai risiko yang menghambat pengembangan usaha secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko pada UMKM bambu dengan menggunakan pendekatan ISO 31000:2018, guna mengidentifikasi tantangan, pengkategorian risiko, tingkat risiko berdasarkan probabilitas dan dampak, serta penanganan risiko yang tepat untuk meningkatkan keberlangsungan usaha. Metode penelitian menggunakan studi kasus pada dua kelompok UMKM bambu, yaitu petani bambu “Tunas Karya Lestari” dan perajin bambu “Berkah Bambu Lestari” di Desa Legok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM bambu menghadapi risiko yang kompleks mulai dari aspek operasional, keuangan, hingga legalitas usaha yang belum optimal. Pendekatan ISO 31000:2018 terbukti efektif dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko tersebut dengan menyusun risk register, serta menentukan risk appetite dan risk tolerance yang sesuai. Penanganan risiko yang direkomendasikan dapat membantu UMKM bambu meningkatkan efisiensi operasional dan keberlangsungan usaha di tengah tantangan yang ada. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pelaku UMKM bambu dan pihak terkait dalam mengimplementasikan manajemen risiko secara sistematis untuk mendukung pengembangan usaha yang berkelanjutan. | Bamboo Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Legok Village, Bantarkawung District, Brebes Regency, have great potential in supporting the local economy, but still face various risks that hinder optimal business development. This research aims to analyze risk management in bamboo MSMEs using the ISO 31000:2018 approach, in order to identify challenges, categorize risks, level risks based on probability and impact, and handle appropriate risks to improve business sustainability. The research method used case studies on two groups of bamboo MSMEs, namely bamboo farmers “Tunas Karya Lestari” and bamboo crafters “Berkah Bambu Lestari” in Legok Village. The results showed that bamboo MSMEs face complex risks ranging from operational, financial, to business legality aspects that have not been optimized. The ISO 31000:2018 approach proved effective in identifying and managing these risks by compiling a risk register, and determining the appropriate risk appetite and risk tolerance. The recommended risk management can help bamboo MSMEs improve operational efficiency and business sustainability amid the challenges. This research provides a practical contribution for bamboo MSME players and related parties in implementing risk management systematically to support sustainable business development. | |
| 45792 | 49158 | C1L021034 | PENGARUH TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) GURU, FASILITAS BELAJAR, DAN KESIAPAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO PADA MATA PELAJARAN EKONOMI | Penelitian kuantitatif deskriptif ini menggunakan metode survei pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto. Penelitian ini didasari oleh permasalahan rendahnya tingkat hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) guru, fasilitas belajar, dan kesiapan belajar siswa terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto pada mata pelajaran ekonomi. Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 206 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 136. Teknik penentuan sampel yaitu proportional random sampling dan analisis data berupa uji instrumen, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis dengan menggunakan bantuan SPSS. Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa 1) Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) guru berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa, 2) Fasilitas belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa, 3) Kesiapan belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. | This quantitative research uses a survey method in class X students of SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto. This research is based on the problem of the low level of student learning outcomes in economics subjects. The purpose of this study was to analyze the effect of Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) of teachers, learning facilities, and student learning readiness on the learning outcomes of grade X students of SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto in economics subjects. The population in this study included all grade X students of SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto in the 2024/2025 school year totaling 206 students with a sample size of 136. The sampling technique is proportional random sampling and data analysis in the form of instrument tests, classical assumption tests, and hypothesis testing using SPSS. In this study obtained the results that 1) Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) of teachers has a positive effect on student learning outcomes, 2) Learning facilities have a positive effect on student learning outcomes, 3) Learning readiness has a positive effect on student learning outcomes.. | |
| 45793 | 49159 | K1A021009 | Formulasi Nanoemulsi Fraksi Minyak Atsiri Biji Pala dengan Surfaktan MES dari Minyak Biji Ketapang sebagai Antijamur terhadap Malassezia furfur | Infeksi panu akibat jamur Malassezia furfur (M. furfur) umum terjadi di daerah tropis yang lembap. Penggunaan senyawa alami sebagai antijamur menjadi alternatif penting akibat efek samping dan resistensi obat sintetis. Salah satu bahan alam yang potensial adalah minyak atsiri biji pala, yang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif dengan aktivitas antimikroba, termasuk sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan mengkaji aktivitas antijamur nanoemulsi minyak atsiri biji pala dengan surfaktan MES dari minyak biji ketapang terhadap M. furfur. Minyak atsiri difraksinasi dengan destilasi vakum untuk mengurangi tekanan. Fraksi destilat diuji antijamur untuk mengetahui fraksi terbaik, yang selanjutnya diformulasi menjadi nanoemulsi dengan surfaktan MES. Konsentrasi fraksi minyak pada nanoemulsi yaitu 0, 1, 3, 5, dan 7%. Uji aktivitas antijamur dilakukan terhadap minyak dan nanoemulsi pada konsentrasi yang sama. Hasil penelitian menunjukkan FR1 sebagai fraksi terbaik dengan zona hambat sebesar 3,3875±0,14 mm. Karakterisasi nanoemulsi FR1 menunjukkan nanoemulsi berwarna putih, memiliki pH antara 7-7,5 dengan tipe nanoemulsi O/W, ukuran partikel <200 nm, viskositas <200 cP dengan nilai % transmitan yang bervariasi. Nanoemulsi FN0, FN1, dan FN2 memiliki stabilitas kinetik dan termodinamika yang baik. Aktivitas antijamur nanoemulsi lebih besar dibandingkan fraksi minyak. Zona hambat FN1, FN2, FN3, dan FN4 berturut-turut yaitu 8,2375±0,49; 9,5562±0,47; 11,3±0,33; dan 14,0687±0,64 mm. | Panu infections caused by the fungus Malassezia furfur (M. furfur) are common in humid tropical areas. The use of natural compounds as antifungals is an important alternative due to the side effects and resistance of synthetic drugs. One potential natural ingredient is nutmeg essential oil, which is known to contain various bioactive compounds with antimicrobial activity, including as an antifungal. This study aims to examine the antifungal activity of nutmeg essential oil nanoemulsion with MES surfactant from palm kernel oil against M. furfur. Essential oils are diffractionated by vacuum distillation to reduce pressure. The distillate fraction is tested for antifungal to determine the best fraction, which is then formulated into a nanoemulsion with MES surfactants. The concentration of oil fractions in nanoemulsions is 0, 1, 3, 5, and 7%. Antifungal activity tests were performed on oils and nanoemulsions at the same concentration. The results showed FR1 as the best fraction with an inhibition zone of 3.3875±0.14 mm. The characterization of the FR1 nanoemulsion showed that the nanoemulsion was white in color, having a pH between 7-7.5 with the O/W nanoemulsion type, a particle size of <200 nm, a viscosity of <200 cP with a variable % of transmitter values. FN0, FN1, and FN2 nanoemulsions have good kinetic and thermodynamic stability. The antifungal activity of nanoemulsions is greater than that of oil fractions. The inhibition zones FN1, FN2, FN3, and FN4 were 8.2375±0.49 respectively; 9.5562±0.47; 11.3±0.33; and 14.0687±0.64 mm. | |
| 45794 | 49162 | J0A022007 | Creating Bilingual E-Booklet about Services at Perumdam Tirta Wijaya Cilacap | Di era globalisasi saat ini, komunikasi dan penyampaian informasi yang efektif menjadi hal penting untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan kemudahan akses informasi bagi masyarakat. Perumdam Tirta Wijaya Cilacap sebagai perusahaan daerah yang menyediakan layanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Cilacap telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pelayanan, salah satunya dengan mengoptimalkan penggunaan media sosial. Namun, sebagian besar informasi yang dibagikan masih menggunakan bahasa Indonesia, sehingga akses informasi bagi warga asing dan ekspatriat yang bekerja di kawasan industri Cilacap menjadi terbatas. Tugas akhir ini bertujuan untuk membuat e-booklet dwibahasa (Bahasa Indonesia–Bahasa Inggris) tentang layanan di Perumdam Tirta Wijaya Cilacap guna mendukung komunikasi yang jelas, profesional, dan dapat diakses secara global. E-booklet ini memuat informasi mulai dari proses pendaftaran pelanggan hingga pemasangan fasilitas air bersih, dilengkapi dengan infografik dan panduan praktis untuk membantu pembaca memahami prosedur dengan lebih mudah. Metode yang digunakan dalam pembuatan e-booklet ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi langsung dan tidak langsung dilakukan untuk menganalisis proses layanan serta memastikan keakuratan informasi dan hasil terjemahan. Wawancara dengan Kepala Subbagian Humas dan Pelayanan dilakukan untuk mendapatkan informasi mendetail mengenai kebutuhan informasi pelanggan dan alur layanan. Dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan materi visual dan mendukung isi e-booklet. Hasilnya menunjukkan bahwa pembuatan e-booklet dwibahasa ini melalui beberapa tahap: pemilihan objek penulisan, pengumpulan data, penentuan kerangka isi, penulisan teks dwibahasa, perancangan desain menggunakan Canva, serta proses revisi berulang untuk memastikan keakuratan isi dan tampilan visual. Produk akhir dipublikasikan dalam bentuk barcode yang diunggah di akun Instagram Perumdam Tirta Wijaya Cilacap, sehingga dapat diakses dengan mudah melalui smartphone atau perangkat digital kapan saja dan di mana saja. Beberapa kendala yang dihadapi selama pelaksanaan proyek ini meliputi keterbatasan pemahaman desain visual, tantangan dalam penerjemahan, kesulitan koordinasi wawancara, serta manajemen waktu karena adanya tugas lain. Kendala-kendala tersebut diatasi melalui konsultasi dengan pembimbing, penggunaan alat bantu pengecekan bahasa, serta revisi berkala agar e-booklet yang dihasilkan sesuai dengan standar yang diinginkan. E-booklet dwibahasa ini diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas, mudah diakses, dan lengkap mengenai layanan Perumdam Tirta Wijaya Cilacap, memperkuat citra profesional perusahaan, serta membangun hubungan yang lebih baik dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan. | In this era of globalization, effective communication and information dissemination are essential to continuously improve service quality and provide easy access to information for the public. Perumdam Tirta Wijaya Cilacap, a regional company providing clean water services for the people of Cilacap Regency, has taken steps to enhance its services by optimizing its social media presence. However, most of the information shared remains in Indonesian, which limits its accessibility for foreign residents and expatriates working in Cilacap’s industrial areas. This final project aims to create a bilingual (Indonesian-English) e-booklet about services at Perumdam Tirta Wijaya Cilacap to support clear, professional, and globally accessible communication. The booklet covers information from customer registration to the installation of clean water facilities, supported by infographics and practical guides to help readers better understand the procedures. The methods used in this project were observation, interviews, and documentation. Direct and indirect observations were conducted to analyze the service process and ensure the accuracy of information and translation. Interviews with the Head of the Public Relations and Services Subdivision provided detailed insights about customer needs and service flow. Documentation was carried out to gather visual materials and support the booklet’s content. The results show that the creation of the bilingual e-booklet involved several steps: selecting the target content, collecting data, determining the booklet structure, composing bilingual texts, designing the layout using Canva, and undergoing multiple revisions to ensure content accuracy and visual appeal. The final product was published in the form of a barcode on Perumdam Tirta Wijaya Cilacap’s Instagram account to enable easy access via smartphones or other digital devices anytime and anywhere. Some obstacles encountered during the project included limited understanding of visual design skills, translation challenges, difficulties coordinating interviews, and time management constraints due to other work tasks. These challenges were addressed through consultation with supervisors, the use of proofreading tools, and multiple revision processes to ensure the final e-booklet meets the intended standards. This bilingual e-booklet is expected to provide clear, accessible, and comprehensive information about Perumdam Tirta Wijaya Cilacap’s services, strengthen the company’s professional image, and build better relationships with the public and stakeholders. | |
| 45795 | 49163 | A1C021041 | KINETIKA REAKSI HIDROLISIS POLISAKARIDA UNTUK PRODUKSI BIOETANOL DARI KULIT PISANG KEPOK MENGGUNAKAN RUMEN SAPI | Ketergantungan terhadap penggunaan minyak bumi menimbulkan dua masalah utama yaitu ketidakstabilan ekonomi akibat fluktuasi harga minyak dunia dan dampak lingkungan seperti emisi gas rumah kaca (CO₂) yang memperparah pemanasan global. Salah satu solusi potensial adalah bioetanol dari kulit pisang yang memanfaatkan limbah biomassa yang mengandung pati. Penelitian ini menggunakan ANOVA untuk mengetahui perbedaan signifikan masing-masing faktor dan mengetahui perlakuan terbaik. Variabel independen yang digunakan adalah suhu dan waktu dan variabel dependen yaitu kadar glukosa. Variabel independen terdiri dari dua faktor yang masing- masing terdiri dari 3 variasi suhu yaitu 35°C, 45°C, dan 55°C dan variasi waktu 50 menit, 60 menit dan 70 menit. Sedangkan untuk perhitungan kinetika reaksi hidrolisis menggunakan variasi waktu dengan rentang 10 sampai 70 menit dengan interval 10 menit. Hasil perhitungan kinetika yang diperoleh yaitu konversi zat (XA), orde reaksi, konstanta kecepatan reaksi (k), slope, energi aktivasi (Ea), persamaan laju reaksi dan efisiensi konversi (%). Kombinasi antara suhu dan waktu terbaik ditunjukkan pada kombinasi kombinasi suhu 45°C dan dengan waktu 70 menit. Berdasarkan analisis data kinetika, reaksi kinetika reaksi mengikuti orde 1. Diperoleh nilai k = 2,105 dengan nilai slope sebesar ―3,939 × 106 K. Dari slope garis linier tersebut, diperoleh persamaan laju reaksi 𝑘 = 2,1032 𝑒 ― 000000 dengan nilai konstanta tumbukkan (k0) sebesar 2,1032 dan energi aktivasi sebesar 3,275 kJ/mol. Nilai efisiensi konversi tertinggi yaitu sebesar 11,010% pada perlakuan 45°C dengan waktu 70 menit. Kata kunci: bioetanol, efisiensi, hidrolisis, kinetika reaksi | The high global energy demand still relies heavily on petroleum as the primary fossil fuel source, particularly in the transportation and industrial sectors. This dependence creates two major issues economic instability due to global oil price fluctuations and environmental impacts such as greenhouse gas emissions (CO₂) exacerbating global warming. This is reinforced by Presidential Regulation No. 5 of 2006 on National Energy Policy, which promotes the exploration of renewable energy alternatives. One potential solution is bioethanol derived from banana peel waste through enzymatic hydrolysis, utilizing its starch-rich biomass. Banana peels contain complex carbohydrates that require prolonged hydrolysis, making process efficiency the key focus of this study. This research employed parametric analysis using ANOVA to assess significant differences among factors. The independent variables were temperature (35°C, 45°C, 55°C) and time (50, 60, 70 minutes), while the dependent variable was glucose concentration. Kinetic calculations used time intervals of 0–70 minutes (10-minute increments). The kinetic results included reactant conversion (XA), reaction order, rate constant (k), slope, activation energy (Ea), rate equation, and conversion efficiency (%). The optimal temperature-time combination was 45°C for 70 minutes. Kinetic analysis revealed a first-order reaction with respect to reactant concentration. The average rate constant was k = 2.105, with a slope of −3.939 × 10⁶ K. The linear slope yielded the rate equation 𝑘 = 2,1032 𝑒 ― 000000 , with a collision constant (k₀) of 2.1032 and activation energy of 3.275 kJ/mol. The highest conversion efficiency (11.010%) occurred at 45°C for 70 minutes, while the lowest (0.335%) was observed at 45°C for 10 minutes. Keywords: bioethanol, efficiency, hydrolysis, reaction kinetics | |
| 45796 | 49161 | A1F021010 | Pendugaan Umur Simpan Kefir Bubuk Tisane Kecombrang Pada Berbagai Kemasan Menggunakan Metode Kadar Air Kritis | Kefir adalah produk berbahan baku susu yang di fermentasi dengan menambahkan kefir grains yang merupakan simbiosis antara bakteri asam laktat (BAL) dengan khamir. Pembuatan kefir bubuk dapat menjadi alternatif untuk mengatasi umur simpan kefir, karena umur simpan menjadi lebih lama dan penyimpanan yang lebih mudah. Salah satu pendekatan ilmiah untuk mengevaluasi stabilitas dan umur simpan kefir bubuk dengan analisis isoterm sorpsi air (ISA), yang ditentukan dengan cara memplotkan hasil kadar air kesetimbangan dengan nilai kelembaban relatif (RH) atau aktivitas air (Aw) kemudian dimasukkan ke persamaan sorpsi isotermis. Kefir bubuk tisane kecombrang memiliki sifat yang rentan terhadap penurunan mutu akibat kelembaban, suhu dan oksidasi sehingga memerlukan kemasan yang mampu menjaga kualitasnya. Dalam menduga umur simpan kefir bubuk tisane kecombrang dikemas dalam lima jenis bahan kemasan berbeda: Alumunium foil, Polypropylene, High-Density Polyethylene, Low-Density Polyethylene dan Polyethylene. Metode penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan non faktorial. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah umur simpan dan sifat fisikokimia. Umur simpan kefir bubuk tisane kecombrang ditentukan menggunakan persamaan Labuza. Sifat fisikokimia meliputi pH, waktu rehidrasi, total asam tertitrasi, kadar protein dan aktivitas antioksidan. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan uji statistik One Way Analysis of Variance (ANOVA) menggunakan software IBM SPSS Statistics 25. Bila terdapat perbedaan nyata dilakukan uji untuk mendapatkan perlakuan terbaik menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Perubahan mutu produk awal penyimpanan dan akhir penyimpanan dianalisis menggunakan Uji T data berpasangan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kemasan mempengaruhi umur simpan kefir bubuk tisane kecombrang dengan intensitas yang berbeda. Alumunium foil menghasilkan umur simpan paling lama yaitu 388,839±63,781 hari, sedangkan polyethylene menghasilkan umur simpan paling singkat yaitu 63,985±1,693 hari. Alumunium foil adalah jenis kemasan yang paling baik dalam menghambat laju penurunan mutu dan mampu mempertahankan mutu kefir bubuk tisane kecombrang. Pengujian fisikokimia kemasan alumunium foil pH awal = 4,132±0,017 dan pH akhir = 3,867±0,012; waktu rehidrasi awal = 53,305±0,047 dan waktu rehidrasi akhir = 57,055±0,985; total asam tertitrasi awal = 3,107±0,061 dan total asam tertitrasi akhir = 4,042±0,098; kadar protein total awal = 13,200±0,114 dan kadar protein total akhir = 9,015±0,45; serta aktivitas antioksidan awal = 53,310±0,502 dan aktivitas antioksidan akhir = 47,470±0,077. Berdasarkan umur simpan dan perubahan mutu, alumunium foil adalah jenis kemasan terbaik yang direkomendasikan untuk penyimpanan kefir bubuk tisane kecombrang. | Kefir is a dairy-based product fermented by adding kefir grains, which are a symbiotic culture of lactic acid bacteria (LAB) and yeast. Producing powdered kefir can be an alternative solution to extend the shelf life of kefir, as it allows for longer storage and easier handling. One scientific approach to evaluate the stability and shelf life of powdered kefir is through water sorption isotherm (ISA) analysis, which is determined by plotting the equilibrium moisture content against relative humidity (RH) or water activity (Aw), and then fitting the data into sorption isotherm equations. Tisane kecombrang powdered kefir is susceptible to quality degradation due to moisture, temperature, and oxidation, thus requiring packaging that can maintain its quality. To estimate the shelf life of tisane kecombrang powdered kefir, it was packaged in five different types of packaging materials: Aluminum foil, Polypropylene, High-Density Polyethylene, Low-Density Polyethylene, and Polyethylene. The research method used was a Completely Randomized Design (CRD) with a non-factorial treatment. The observed variables in this study were shelf life and physicochemical properties. The shelf life of tisane kecombrang powdered kefir was determined using the Labuza equation. The physicochemical properties included pH, rehydration time, total titratable acidity, protein content, and antioxidant activity. The test data were analyzed using One Way Analysis of Variance (ANOVA) with IBM SPSS Statistics 25 software. If a significant difference was found, Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level was used to determine the best treatment. Quality changes between the beginning and end of storage were analyzed using a paired T-test at the 5% significance level. The study results indicate that the type of packaging significantly influences the shelf life of powdered kecombrang tisane kefir, with varying degrees of effectiveness. Aluminum foil packaging provides the longest shelf life of 388.83 days, while polyethylene packaging results in the shortest shelf life of 63.98 days. Aluminum foil is the most effective packaging material in slowing down the rate of quality degradation and maintaining the quality of powdered kecombrang tisane kefir. Physicochemical tests for aluminum foil packaging show the following results: initial pH = 4.132±0.017 and final pH = 3.867±0.012; initial rehydration time = 53.305±0.047 seconds and final rehydration time = 57.055±0.985 seconds; initial titratable acidity = 3.107±0.061% and final titratable acidity = 4.042±0.098%; initial total protein content = 13.200±0.114% and final total protein content = 9.015±0.45%; initial antioxidant activity = 53.310±0.502% and final antioxidant activity = 47.470±0.077%. Based on shelf life and quality changes, aluminum foil is the recommended packaging material for storing powdered kecombrang tisane kefir. | |
| 45797 | 49233 | A1C021088 | PENGARUH PERBEDAAN TEKANAN ANGIN RODA TRAKTOR RODA DUA TERHADAP TINGKAT PEMADATAN TANAH PADA KEDALAMAN 0 – 50 CM (CASE 6 BULAN SETELAH PERLINTASAN TRAKTOR) | Penggunaan traktor roda dua sangat signifikan manfaatnya bagi pertanian, terutama dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Namun penggunaan traktor roda dua dapat mengakibatkan pemadatan tanah, sehingga pada pengolahan tanah berikutnya tanah menjadi lebih sulit dihancurkan dan pemadatan tanah terus menerus semakin meningkat. Tekanan angin roda traktor berpotensi mempengaruhi tingkat pemadatan tanah yang terjadi. Penelitian-penelitian sebelumnya dominan mempelajari pengaruh tingkat tekanan angin roda traktor roda dua sesaat setelah perlintasan traktor. Selain itu penelitian-penelitian terdahulu berfokus pada tingkat kedalaman tanah 0 – 40 cm. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk (1) mengkaji pengaruh perbedaan tekanan angin roda traktor roda dua terhadap tingkat pemadatan tanah pada kedalaman 0 – 50 cm pada saat 6 bulan setelah perlintasan traktor, (2) mengkaji hubungan antar variabel sifat fisik tanah terkait pengaruh perbedaan tekanan angin roda traktor roda dua terhadap tingkat pemadatan tanah pada kedalaman tanah 0 – 50 cm pada saat 6 bulan setelah perlintasan traktor. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2024 hingga Juni 2025 di lahan pertanian Unit Penyewaan Jasa Alsintan (UPJA) Sokaraja, Laboratorium Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Yogyakarta, serta Laboratorium Terpadu 1 Integrated Academic Building (IAB) Universitas Jenderal Soedirman. Alat yang digunakan yaitu traktor roda dua, pressure gauge, head core ring sampler, soil ring sampler,cangkul, linggis, palu, meteran, sekop, pisau, patok, tali, cawan aluminium, falling head meter, stopwatch, baki, jangka sorong, oven, dan timbangan digital. Bahan yang digunakan yaitu 4 plot lahan penelitian berukuran 2 m × 1 m dengan jarak antar plot 1 m. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan yaitu tingkat tekanan angin roda traktor roda dua. Terdapat 4 taraf perlakuan yang diberikan yaitu: tanpa perlintasan traktor (T0), 7 psi (T7), 10 psi (T10), dan 12 psi (T12). Pengambilan sampel tanah tidak terganggu dilakukan 6 bulan setelah perlintasan traktor pada kedalaman 0 – 10, 10 – 20, 20 – 30, 30 – 40, dan 40 – 50 cm. Pada masing-masing kedalaman tanah dilakukan 5 kali ulangan sehingga total sampel tanah yang diambil 100. Terhadap sampel tanah tersebut dilakukan pengukuran sifat fisik tanah yang terdiri dari: dry bulk density, porositas tanah, kadar air tanah, dan konduktivitas hidrolik jenuh. Analisis data menggunakan analisis regresi, Analisis of Variance (ANOVA) dilanjut uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf signifikansi 5%, serta uji paired sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tekanan angin roda traktor roda dua menghasilkan peningkatan nilai dry bulk density yang diikuti penurunan nilai porositas tanah, kadar air tanah, dan konduktivitas hidrolik jenuh. Peningkatan kedalaman tanah menghasilkan penurunan nilai dry bulk density dan peningkatan nilai porositas tanah, kadar air tanah, dan konduktivitas hidrolik jenuh. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa dry bulk density dengan konduktivitas hidrolik jenuh memiliki hubungan linier negatif dimana nilai dry bulk density meningkat maka nilai konduktivitas hidrolik jenuh menurun. Porositas tanah dengan konduktivitas hidrolik jenuh memiliki hubungan linier positif dimana nilai porositas tanah meningkat maka nilai konduktivitas hidrolik jenuh meningkat. Kadar air tanah dengan konduktivitas hidrolik jenuh memiliki hubungan linier positif dimana nilai kadar air meningkat maka nilai konduktivitas hidrolik jenuh meningkat. Pengamatan 6 bulan menjelaskan peningkatan nilai dry bulk density namun penurunan nilai porositas tanah, kadar air tanah, dan konduktivitas hidrolik jenuh dibandingkan pengamatan 0 bulan setelah perlintasan traktor. | The use of two-wheeled tractors has significant benefits for agriculture, especially in increasing efficiency and productivity. However, the use of two wheeled tractors can result in soil compaction. So that in subsequent soil processing the soil becomes more difficult to destroy and soil compaction continues to increase. Tractor tire pressure has the potential to affect the level of soil compaction that occurs. Previous studies have predominantly studied the effect of the level of tire pressure of two-wheeled tractors immediately after a tractor crossing. In addition, previous studies have focused on soil depths of 0 - 40 cm. Therefore, this study was conducted with the aim of (1) examining the effect of differences in tire pressure of two-wheeled tractors on the level of soil compaction at a depth of 0 - 50 cm at 6 months after a tractor crossing, (2) examining the relationship between variables of soil physical properties related to the effect of differences in tire pressure of two-wheeled tractors on the level of soil compaction at a depth of 0 - 50 cm at 6 months after a tractor crossing. The research was conducted from July 2024 to June 2025 on agricultural land of the Sokaraja Agricultural Machinery Rental Service Unit (UPJA), the Yogyakarta Agricultural Instrument Standards Application Center (BPSIP) Laboratory, and the Integrated Laboratory 1 Integrated Academic Building (IAB) of Jenderal Soedirman University. The tools used were a two-wheeled tractor, pressure gauge, head core ring sampler, soil ring sampler, hoe, crowbar, hammer, meter, shovel, knife, stake, rope, aluminum cup, falling head meter, stopwatch, tray, vernier caliper, oven, and digital scales. The materials used were 4 plots of land measuring 2 m × 1 m with a distance between plots of 1 m. The study used a Completely Randomized Design (CRD) with one treatment factor, namely the level of tire pressure of the two-wheeled tractor. There were 4 levels of treatment given, namely: without tractor crossing (T0), 7 psi (T7), 10 psi (T10), and 12 psi (T12). Undisturbed soil sampling was carried out 6 months after the tractor crossing at depths of 0 – 10, 10 – 20, 20 – 30, 30 – 40, and 40 – 50 cm. At each soil depth, 5 repetitions were carried out so that a total of 100 soil samples were taken. The soil samples were measured for physical properties consisting of: dry bulk density, soil porosity, soil water content, and hydraulic conductivity. Data analysis used regression analysis, Analysis of Variance (ANOVA) followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) with a significance level of 5%, and paired sample T-test. The results showed that increasing the tire pressure of a two-wheeled tractor resulted in an increase in the dry bulk density value followed by a decrease in the soil porosity, soil water content, and hydraulic conductivity. Increasing soil depth tended to result in a decrease in the dry bulk density value and an increase in the soil porosity, soil water content, and hydraulic conductivity. The results of the regression analysis show that dry bulk density and saturated hydraulic conductivity have a negative linear relationship where the value of dry bulk density increases, the value of saturated hydraulic conductivity decreases. Soil porosity and saturated hydraulic conductivity have a positive linear relationship where the value of soil porosity increases, the value of saturated hydraulic conductivity increases. Soil water content and saturated hydraulic conductivity have a positive linear relationship where the value of water content increases, the value of saturated hydraulic conductivity increases. Observations over 6 months explain an increase in dry bulk density but a decrease in soil porosity, soil water content, and saturated hydraulic conductivity compared to observations 0 months after the tractor crossing. | |
| 45798 | 49234 | J1C021004 | BENTUK DAN PERUBAHAN MAKNA SHOURYAKUGO PADA LINGKUNGAN KERJA DI SHIGA PALACE HOTEL PREFEKTUR NAGANO, JEPANG: KAJIAN MORFOSEMANTIK | Penelitian ini mengkaji struktur morfologis dan perubahan makna shouryakugo (kata singkatan dalam bahasa Jepang) yang digunakan dalam komunikasi kerja di Shiga Palace Hotel, Prefektur Nagano, Jepang. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara, lalu dianalisis berdasarkan klasifikasi morfologis dari Nakayama dan teori semantik dari Shibatani. Dari 61 data leksikal yang ditemukan, terdapat enam tipe struktur shouryakugo: Zenbu Shouryaku Kei (5 data), Gobu Shouryaku Kei (16), Chuu Shouryaku Kei (14), Zengo Shouryaku Kei (6), Kousei Youso Tanbun Ketsugou Kei (17), dan Rōmaji Shouryaku (4). Secara semantik, 35 kosakata mengalami perubahan makna, meliputi perluasan (1), penyempitan (2), perubahan total (2), dan peyorasi (30); sedangkan 23 lainnya tidak mengalami perubahan. Temuan ini menunjukkan bahwa shouryakugo dalam konteks profesional tidak hanya mencerminkan efisiensi berbahasa, tetapi juga mengalami evolusi makna yang dinamis seiring dengan konteks penggunaannya di lingkungan kerja. | This study investigates the morphological structures and semantic changes of shouryakugo (Japanese clipped words) used in workplace communication at Shiga Palace Hotel, Nagano, Japan. Employing a qualitative descriptive method, data were collected through participant observation and interviews, and analyzed using Nakayama’s morphological classification and Shibatani’s semantic theory. From 61 lexical items identified, 6 structural types of shouryakugo were found: Zenbu Shouryaku Kei (5), Gobu Shouryaku Kei (16), Chuu Shouryaku Kei (14), Zengo Shouryaku Kei (6), Kousei Youso Tanbun Ketsugou Kei (17), and Rōmaji Shouryaku (4). Semantically, 35 words underwent meaning shifts comprising broadening (1), narrowing (2), total shift (2), and pejoration (30) while 23 retained their original meanings. These findings highlight not only the linguistic efficiency of shouryakugo in professional settings but also reveal its dynamic semantic evolution shaped by contextual usage in workplace interactions. | |
| 45799 | 49164 | J1C021028 | Mono no Aware pada Album EndlessroLL karya Hitoshizuku x Yama∆: Perspektif Estetika Jepang Donald Keene | Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep mono no aware pada lagu Mahou no Te, endless wedge, dan Mahou no Kagami pada album EndlessroLL. Data lirik lagu yang diambil dianalisis menggunakan pendekatan teori estetika Jepang Donald Keene dengan metode deskriptif kualitatif yang disajikan secara interpretatif untuk memahami makna dan konsep mono no aware yang terkandung di dalamnya. Hasil analisis menunjukkan adanya empat konsep mono no aware yaitu penghargaan, kesedihan, kebahagiaan, dan kehilangan yang terbentuk dari ekspresi emosional atas sesuatu yang bersifat fana. | his research aims to identify the concept of mono no aware in the songs Mahou no Te, endless wedge, and Mahou no Kagami on the EndlessroLL album. The song lyrics data taken were analyzed using Donald Keene's Japanese aesthetic theory approach with a qualitative descriptive method presented interpretatively to understand the meaning and concept of mono no aware contained therein. The results of the analysis show that there are four concepts of mono no aware, namely appreciation, sadness, happiness, and loss formed from emotional expressions of something mortal. | |
| 45800 | 49165 | C1C019091 | Pengaruh Audit Fee, Audit Tenure, Audit Delay, Dan Auditor Switching Terhadap Kualitas Audit (Studi Pada Perusahaan Sektor Pariwisata Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2021-2023) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh audit fee, audit tenure, audit delay, dan auditor switching terhadap kualitas audit selama kurun waktu 2021-2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel perusahaan sub sektor akomodasi, makanan, dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2023, yang dipilih melalui metode purposive sampling. Audit fee, audit tenure, audit delay, dan auditor switching berperan sebagai variabel independen, sedangkan kualitas audit berperan sebagai variabel dependen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa audit fee berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit, begitu pula dengan audit delay yang berpengaruh signifikan dengan arah negatif. Namun, audit tenure tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit, begitu pula auditor switching yang tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Temuan ini mendukung agency theory dan memperkaya wawasan serta literatur terkait pengaruh audit fee, audit tenure, audit delay, dan auditor switching terhadap kualitas audit di Indonesia selama kondisi ekonomi tidak stabil pasca pandemi covid-19. Secara praktis, penelitian ini memberikan implikasi bagi manajemen (agen) yaitu untuk dasar penilaian risiko di masa depan agar dapat memberikan pertanggung jawaban kinerja perusahaan dalam bentuk informasi keuangan bagi stakeholder dan shareholder yang terkait. Sedangkan implikasi bagi pemilik adalah sebagai dasar untuk membuat perencanaan kebijakan bagi kelangsungan hidup perusahaan. | This research aim to analyze the effect of audit fee, audit tenure, audit delay, and auditor switching on audit quality during the period 2021–2023. The research employs a quantitative approach using a sample of companies in the accommodation, food, and beverage sub-sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2021–2023, selected through purposive sampling. Audit fee, audit tenure, audit delay, and auditor switching serve as independent variables, while audit quality serves as the dependent variable. The results of this study show that audit fee has a significant positive effect on audit quality, as does audit delay, which has a significant effect with a negative direction. However, audit tenure does not have a significant effect on audit quality, nor does auditor switching, which also shows no significant effect on audit quality. These findings support agency theory and enrich the insight and literature related to the influence of audit fee, audit tenure, audit delay, and auditor switching on audit quality in Indonesia during the unstable economic conditions following the COVID-19 pandemic. Practically, this research provides implications for management (agents), namely as a basis for future risk assessments in order to be accountable for the company’s performance in the form of financial information for relevant stakeholders and shareholders. Meanwhile, the implication for owners as a basis for formulating policies for the sustainability of the company. |