Artikel Ilmiah : J1C021004 a.n. FARHAN MARCELENO

Kembali Update Delete

NIMJ1C021004
NamamhsFARHAN MARCELENO
Judul ArtikelBENTUK DAN PERUBAHAN MAKNA SHOURYAKUGO PADA LINGKUNGAN KERJA
DI SHIGA PALACE HOTEL PREFEKTUR NAGANO, JEPANG:
KAJIAN MORFOSEMANTIK
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini mengkaji struktur morfologis dan perubahan makna shouryakugo (kata
singkatan dalam bahasa Jepang) yang digunakan dalam komunikasi kerja di Shiga Palace Hotel,
Prefektur Nagano, Jepang. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan
melalui observasi partisipatif dan wawancara, lalu dianalisis berdasarkan klasifikasi morfologis
dari Nakayama dan teori semantik dari Shibatani. Dari 61 data leksikal yang ditemukan, terdapat
enam tipe struktur shouryakugo: Zenbu Shouryaku Kei (5 data), Gobu Shouryaku Kei (16), Chuu
Shouryaku Kei (14), Zengo Shouryaku Kei (6), Kousei Youso Tanbun Ketsugou Kei (17), dan
Rōmaji Shouryaku (4). Secara semantik, 35 kosakata mengalami perubahan makna, meliputi
perluasan (1), penyempitan (2), perubahan total (2), dan peyorasi (30); sedangkan 23 lainnya
tidak mengalami perubahan. Temuan ini menunjukkan bahwa shouryakugo dalam konteks
profesional tidak hanya mencerminkan efisiensi berbahasa, tetapi juga mengalami evolusi makna
yang dinamis seiring dengan konteks penggunaannya di lingkungan kerja.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study investigates the morphological structures and semantic changes of
shouryakugo (Japanese clipped words) used in workplace communication at Shiga Palace Hotel,
Nagano, Japan. Employing a qualitative descriptive method, data were collected through
participant observation and interviews, and analyzed using Nakayama’s morphological
classification and Shibatani’s semantic theory. From 61 lexical items identified, 6 structural types
of shouryakugo were found: Zenbu Shouryaku Kei (5), Gobu Shouryaku Kei (16), Chuu
Shouryaku Kei (14), Zengo Shouryaku Kei (6), Kousei Youso Tanbun Ketsugou Kei (17), and
Rōmaji Shouryaku (4). Semantically, 35 words underwent meaning shifts comprising broadening
(1), narrowing (2), total shift (2), and pejoration (30) while 23 retained their original meanings.
These findings highlight not only the linguistic efficiency of shouryakugo in professional settings
but also reveal its dynamic semantic evolution shaped by contextual usage in workplace
interactions.
Kata kunciShouryakugo, Ryakugo, Morfologi, Semantik, Komunikasi Kerja
Pembimbing 1Prof. Dr. Ely Triasih Rahayu, S.S., M.Hum.
Pembimbing 2Idah Hamidah, S.S., M.Hum.
Pembimbing 3Hartati, S.S., M.Hum.
Tahun2025
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri2025-07-23 13:00:40.560772
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.