Home
Login.
Artikelilmiahs
49159
Update
RIRIN AGUSTIN
NIM
Judul Artikel
Formulasi Nanoemulsi Fraksi Minyak Atsiri Biji Pala dengan Surfaktan MES dari Minyak Biji Ketapang sebagai Antijamur terhadap Malassezia furfur
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Infeksi panu akibat jamur Malassezia furfur (M. furfur) umum terjadi di daerah tropis yang lembap. Penggunaan senyawa alami sebagai antijamur menjadi alternatif penting akibat efek samping dan resistensi obat sintetis. Salah satu bahan alam yang potensial adalah minyak atsiri biji pala, yang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif dengan aktivitas antimikroba, termasuk sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan mengkaji aktivitas antijamur nanoemulsi minyak atsiri biji pala dengan surfaktan MES dari minyak biji ketapang terhadap M. furfur. Minyak atsiri difraksinasi dengan destilasi vakum untuk mengurangi tekanan. Fraksi destilat diuji antijamur untuk mengetahui fraksi terbaik, yang selanjutnya diformulasi menjadi nanoemulsi dengan surfaktan MES. Konsentrasi fraksi minyak pada nanoemulsi yaitu 0, 1, 3, 5, dan 7%. Uji aktivitas antijamur dilakukan terhadap minyak dan nanoemulsi pada konsentrasi yang sama. Hasil penelitian menunjukkan FR1 sebagai fraksi terbaik dengan zona hambat sebesar 3,3875±0,14 mm. Karakterisasi nanoemulsi FR1 menunjukkan nanoemulsi berwarna putih, memiliki pH antara 7-7,5 dengan tipe nanoemulsi O/W, ukuran partikel <200 nm, viskositas <200 cP dengan nilai % transmitan yang bervariasi. Nanoemulsi FN0, FN1, dan FN2 memiliki stabilitas kinetik dan termodinamika yang baik. Aktivitas antijamur nanoemulsi lebih besar dibandingkan fraksi minyak. Zona hambat FN1, FN2, FN3, dan FN4 berturut-turut yaitu 8,2375±0,49; 9,5562±0,47; 11,3±0,33; dan 14,0687±0,64 mm.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Panu infections caused by the fungus Malassezia furfur (M. furfur) are common in humid tropical areas. The use of natural compounds as antifungals is an important alternative due to the side effects and resistance of synthetic drugs. One potential natural ingredient is nutmeg essential oil, which is known to contain various bioactive compounds with antimicrobial activity, including as an antifungal. This study aims to examine the antifungal activity of nutmeg essential oil nanoemulsion with MES surfactant from palm kernel oil against M. furfur. Essential oils are diffractionated by vacuum distillation to reduce pressure. The distillate fraction is tested for antifungal to determine the best fraction, which is then formulated into a nanoemulsion with MES surfactants. The concentration of oil fractions in nanoemulsions is 0, 1, 3, 5, and 7%. Antifungal activity tests were performed on oils and nanoemulsions at the same concentration. The results showed FR1 as the best fraction with an inhibition zone of 3.3875±0.14 mm. The characterization of the FR1 nanoemulsion showed that the nanoemulsion was white in color, having a pH between 7-7.5 with the O/W nanoemulsion type, a particle size of <200 nm, a viscosity of <200 cP with a variable % of transmitter values. FN0, FN1, and FN2 nanoemulsions have good kinetic and thermodynamic stability. The antifungal activity of nanoemulsions is greater than that of oil fractions. The inhibition zones FN1, FN2, FN3, and FN4 were 8.2375±0.49 respectively; 9.5562±0.47; 11.3±0.33; and 14.0687±0.64 mm.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save