Artikel Ilmiah : F1F021025 a.n. APRIANTI

Kembali Update Delete

NIMF1F021025
NamamhsAPRIANTI
Judul ArtikelAnalisis Tantangan Sekuritisasi Ancaman Shadow Tanker di Selat Malaka Tahun 2023
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengapa ancaman shadow tanker belum diakui sebagai isu keamanan eksistensial oleh Indonesia, Malaysia, dan Singapura di kawasan Selat Malaka. Shadow tanker merupakan kapal tanker tua yang dimiliki secara anonim dan kerap digunakan untuk menghindari sanksi internasional, terutama oleh negara-negara seperti Rusia, Iran, dan Venezuela. Fenomena ini membawa risiko besar terhadap keamanan maritim, keselamatan pelayaran, serta pencemaran lingkungan, sebagaimana tercermin dalam insiden meledaknya MV Pablo pada Mei 2023 di perairan Malaysia. Penelitian ini menggunakan teori sekuritisasi dari Ralf Emmers untuk mengevaluasi hambatan-hambatan dalam proses pembingkaian ancaman shadow tanker sebagai ancaman eksistensial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sejumlah tantangan dalam sekuritisasi shadow tanker, termasuk lemahnya respons kebijakan nasional, tidak adanya konsensus di tingkat regional, serta pertimbangan kepentingan ekonomi dan politik domestik. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kerja sama maritim dan pembingkaian kolektif terhadap shadow tanker sebagai isu keamanan lintas batas yang mendesak.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to analyze why the threat of shadow tankers has not been recognized as an existential security issue by Indonesia, Malaysia, and Singapore in the Malacca Strait. Shadow tankers are aging vessels owned anonymously and often used to evade international sanctions, particularly by countries such as Russia, Iran, and Venezuela. This phenomenon poses serious risks to maritime security, navigational safety, and environmental sustainability, as demonstrated by the explosion of the MV Pablo in Malaysian waters in May 2023. Using the securitization theory by Ralf Emmers, this research evaluates the obstacles in framing shadow tankers as existential threats. The study employs a qualitative method and a case study approach focusing on Indonesia, Malaysia, and Singapore. The findings reveal several challenges in the securitization process, including weak national policy responses, lack of regional consensus, and domestic economic and political considerations. This study recommends enhanced maritime cooperation and collective framing of shadow tankers as an urgent transboundary security issue.
Kata kunciShadow Tanker, Sekuritisasi, Keamanan Maritim, Selat Malaka, Asia Tenggara
Pembimbing 1Dr. Agus Haryanto, S.IP., M.Si.
Pembimbing 2Ayusia Sabhita Kusuma, S.IP., M.Soc.Sc
Pembimbing 3Kholifatus Saadah, S.Hub.Int., M.Hub.Int.
Tahun2025
Jumlah Halaman85
Tgl. Entri2025-05-14 12:02:30.12668
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.