Home
Login.
Artikelilmiahs
48238
Update
EKSA HANIF NURFAKHRI
NIM
Judul Artikel
Tindak Tutur Direktif pada Ekstrakurikuler Pramuka di SMP Negeri 4 Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini mengkaji bentuk dan fungsi tindak tutur direktif pada ekstrakurikuler pramuka di SMP Negeri 4 Purwokerto menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data berupa tuturan pembina pramuka, Dewan Penggalang (DP), dan Calon Dewan Penggalang (CDP). Teknik pengumpulan data menggunakan metode sadap dengan teknik lanjutan SBLC, teknik catat, dan teknik rekam. Analisis data menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik PUP dan teknik hubung banding menyamakan hal pokok. Penelitian menemukan 76 bentuk dan fungsi tindak tutur direktif yang meliputi bentuk perintah, permintaan, ajakan, nasihat, kritikan, dan larangan. Fungsi tindak tutur direktif yang ditemukan mencakup memerintah, menyuruh, menginstruksikan, menyilakan, meminta, menawarkan, mengajak, menasihati, menyarankan, mengarahkan, mengimbau, mengingatkan, menegur, marah, dan mencegah. Bentuk tindak tutur direktif terbanyak adalah bentuk perintah langsung, didominasi oleh tuturan DP kepada CDP. Sedangkan fungsi tindak tutur direktif terbanyak adalah fungsi menegur, yang umumnya disampaikan oleh DP kepada CDP untuk mengoreksi atau mencegah kesalahan dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study investigates directive speech acts in scouting extracurricular activities at SMP Negeri 4 Purwokerto using qualitative descriptive methods. Data collection involved observing communications between scout leaders, Scout Council members, and Scout Council Candidates through listening, note-taking, and recording techniques.The research identified 76 instances of directive speech acts categorized into six forms: commands, requests, invitations, advice, criticism, and prohibitions. These acts fulfilled fifteen distinct functions, including ordering, instructing, requesting, advising, suggesting, reminding, and reprimanding.Command forms dominated the findings, primarily issued by Scout Council members to Scout Council Candidates, expecting immediate compliance with direct instructions. The reprimand function appeared most frequently, with Scout Council 2 members correcting mistakes or preventing their recurrence among candidates.The pragmatic analysis reveals how authority structures operate within scouting activities, where directive speech acts serve as essential communication tools that reinforce hierarchical relationships while facilitating skill development and discipline among younger scouts.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save