Artikelilmiahs
Menampilkan 44.001-44.020 dari 48.762 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 44001 | 47383 | L1C020018 | Dinamika Makrozoobentos Berdasarkan Kerapatan Mangrove Dan Karakteristik Substrat Di Muara Kali Ijo, Kebumen | Muara Kali Ijo, Kebumen, merupakan ekosistem mangrove yang berperan penting dalam mendukung kehidupan berbagai biota, termasuk makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika makrozoobentos berdasarkan kerapatan mangrove dan karakteristik substrat. Metode yang digunakan adalah purposive sampling pada sembilan stasiun penelitian, dengan analisis regresi linier untuk melihat hubungan antara kelimpahan makrozoobentos dan kerapatan mangrove, serta analisis deskriptif untuk menghubungkan kelimpahan makrozoobentos dengan karakteristik substrat. Ditemukan 25 jenis makrozoobentos dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan mangrove tertinggi terdapat pada Stasiun 2.2 dengan nilai 4.166,67 ind/ha, sedangkan yang terendah di Stasiun 1.3 sebesar 2.566,67 ind/ha. Hasil analisis regresi linier menunjukkan bahwa kelimpahan makrozoobentos dipengaruhi oleh kerapatan mangrove sebesar 57,67%. Selain itu, distribusi makrozoobentos juga dipengaruhi oleh kecocokan karakteristik substrat. Hasil ini menunjukkan bahwa kerapatan mangrove dan karakteristik substrat memiliki peran penting dalam menentukan distribusi dan kelimpahan makrozoobentos di Muara Kali Ijo, Kebumen. Kata kunci: Karakteristik substrat, kerapatan mangrove, makrozoobentos, Muara Kali Ijo, Kebumen | Muara Kali Ijo, Kebumen, is a mangrove ecosystem that plays an important role in supporting various biota, including macrozoobenthos. This study aims to analyze the dynamics of macrozoobenthos based on mangrove density and substrate characteristics. The method used is purposive sampling at nine research stations, with linear regression analysis to examine the relationship between macrozoobenthos abundance and mangrove density, and descriptive analysis to link macrozoobenthos abundance with substrate characteristics. A total of 25 macrozoobenthos species were found. The research results show that the highest mangrove density was recorded at Station 2.2, with a value of 4.166,67 ind/ha, while the lowest was at Station 1.3, with 2.566,67 ind/ha. The linear regression analysis results indicate that macrozoobenthos abundance is influenced by mangrove density by 57,67%. Furthermore, the distribution of macrozoobenthos is also affected by the suitability of substrate characteristics. These findings suggest that mangrove density and substrate characteristics play a crucial role in determining the distribution and abundance of macrozoobenthos in Muara Kali Ijo, Kebumen. Keywords: Substrate characteristics, mangrove density, macrozoobenthos, Muara Kali Ijo, Kebumen | |
| 44002 | 47384 | J1C018041 | ANALISIS KONSEP IKUJI PADA KELUARGA NOBITA NOBI DALAM ANIME DORAEMON: STAND BY ME 2 MENGGUNAKAN PENDEKATAN POLA ASUH DIANA BAUMRIND | Penelitian ini menganalisis konsep pengasuhan Jepang, ikuji, yang diterapkan oleh keluarga Nobita Nobi dalam anime Doraemon: Stand By Me 2 dengan pendekatan teori pola asuh dari Diana Baumrind. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi jenis pola asuh yang mendekati konsep ikuji dalam keluarga Nobita. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat, di mana dialog dan adegan film yang relevan dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh ikuji dalam keluarga Nobita mencerminkan nilai tanggung jawab penuh dari ibu yang tinggi tuntutan dan harapan, serta keterlibatan nenek sebagai pendukung utama dalam pengasuhan yang rendah tuntutan namun tinggi harapan, sesuai dengan karakteristik pola asuh authoritative dan indulgent dalam teori Baumrind. | This study analyzes the Japanese parenting concept ikuji as applied by the Nobita Nobi family in the anime Doraemon: Stand By Me 2 using Diana Baumrind's parenting style theory. The aim of the research is to identify the parenting style that aligns most closely with the concept of ikuji within the Nobita family. The method employed is descriptive qualitative, utilizing observation and note-taking techniques, where relevant dialogues and scenes from the film are analyzed in depth. The findings indicate that the ikuji parenting style in the Nobita family reflects a high level of responsibility from the mother, characterized by high demands and expectations, along with the grandmother’s role as a primary supporter, characterized by low demands but high expectations. These aspects align with the characteristics of authoritative and indulgent parenting styles as described in Baumrind's theory. | |
| 44003 | 47385 | F1D021038 | KETIDAKSETARAAN GENDER DAN KEKERASAN POLITIK DALAM "GADIS KRETEK": Representasi Peminggiran Perempuan dan Kriminalisasi Masyarakat di Jawa Tengah Tahun 1960-an | Artikel ini bertujuan untuk: 1) Memahami dan mendeskripsikan bentuk ketidaksetaraan gender dan kekerasan politik dalam “Gadis Kretek”. 2) Mengetahui dan menjelaskan ketidaksetaraan gender dan kekerasan politik yang merepresentasikan peminggiran perempuan dan kriminalisasi masyarakat di Jawa Tengah pada 1960-an dalam “Gadis Kretek”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui paradigma dekonstruksionisme dan perspektif pascastruktural, serta pendekatan semiotika. Representasi ketidaksetaraan gender ditunjukkan oleh Dasiah, pemeran utama, memperjuangkan haknya sebagai pewaris usaha kretek di tengah gempuran budaya patriarki, praktik peminggiran terhadap perempuan. Sedangkan kekerasan politik ditunjukkan dengan tindakan kriminalisasi terhadap Dasiah oleh aparat militer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa isu kesetaraan gender merupakan persoalan sosial yang menghambat laju perkembangan dan kemajuan masyarakat itu sendiri. Di sisi lain, permasalahan gender masih belum terselesaikan, khususnya peminggiran perempuan dari sektor-sektor strategis, seperti ekonomi dan pendidikan. Demikian pula, isu kekerasan politik masih terus ada di lingkungan masyarakat modern Indonesia saat ini dalam bentuk kriminalisasi rakyat sipil untuk pemenuhan kepentingan elit politik dan ekonomi. | This article aims to: 1) Understand and describe the forms of gender inequality and political violence in "Gadis Kretek". 2) Identify and explain the gender inequality and political violence that represent the marginalization of women and the criminalization of society in Central Java during the 1960s in "Gadis Kretek". The research methodology utilized is qualitative, employing a deconstructionist paradigm and a post-structuralist perspective, alongside a semiotic approach. The portrayal of gender inequality is exemplified through the character of Dasiah, the protagonist, who advocates for her rights as the heir to the kretek business amidst the pervasive patriarchal culture, which systematically marginalizes women. Political violence is illustrated by the criminalization of Dasiah by military authorities. The findings of this research indicate that gender equality remains a significant social issue that impedes societal progress and development. Moreover, gender issues persist unresolved, particularly concerning the marginalization of women from strategic sectors such as the economy and education. Similarly, the issue of political violence continues to prevail in contemporary Indonesian society, manifesting in the form of civilian criminalization to serve the interests of political and economic elites. | |
| 44004 | 47109 | K1C019008 | Estimasi Sebaran Batu Gamping Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger Di Desa Paningkaban Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas | Batu gamping memiliki nilai ekonomis yang tinggi sebagai bahan konstruksi dan industri. Di Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas memiliki indikasi batu gamping dibawah permukaan, namun informasi batu gamping dibawah permukaan dan sebarannya masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian dilakukan menggunakan metode geolistrik konfigurasi schlumberger untuk menentukan litologi bawah permukaan dan mengetahui sebaran batu gamping berdasarkan nilai resistivitas batuan di Desa Paningkaban. Terdapat 5 titik sounding dalam penelitian dengan panjang lintasan masing masing sebesar 150 m. Peralatan yang digunakan untuk akuisisi data adalah resistivitymeter (Naniura). Dari akuisisi data tersebut diperoleh data arus dan beda potensial yang kemudian dilakukan perhitungan dan menghasilkan nilai resistivitas semu. Pemodelan data resistivitas dilakukan secara 1D dan 3D menggunakan software Progress 3.0 dan Rockworks 16. Hasil interpretasi pada penampang 1D menunjukan bahwa terdapat 4 litologi di Desa Paningkaban yaitu Top soil (30,05 - 114,15 ohm.m), batu pasir gampingan (40,01 - 50,57 ohm.m), napal (13,76 - 21,54 ohm.m), dan batu gamping (207,19 - 1032,51 ohm.m). Dari pemodelan 3D sebaran batu gamping berada di area barat daerah penelitian yaitu di titik sounding 1, 3 dan 5. | Limestone has high economic value as a construction and industrial material. In Paningkaban Village, Gumelar District, Banyumas Regency, there are indications of limestone below the surface, but information on limestone below the surface and its distribution is still limited. Therefore, the study was conducted using the Schlumberger configuration geoelectric method to determine the subsurface lithology and determine the distribution of limestone based on the resistivity value of rocks in Paningkaban Village. There are 5 sounding points in the study with a path length of 150 m each. The equipment used for data acquisition is a resistivity meter (Naniura). From the data acquisition, current and potential difference data are obtained which are then calculated and produce apparent resistivity values. Resistivity data modeling was carried out in 1D and 3D using Progress 3.0 and Rockworks 16 software. The interpretation results on the 1D cross-section showed that there were 4 lithologies in Paningkaban Village, namely Top soil (30.05 - 114.15 ohm.m), calcareous sandstone (40.01 - 50.57 ohm.m), marl (13.76 - 21.54 ohm.m), and limestone (207.19 - 1032.51 ohm.m). From the 3D modeling, the distribution of limestone is in the western area of the research area, namely at sounding points 1, 3 and 5. | |
| 44005 | 47390 | I1B021062 | Gambaran Body Image Pada Ibu Hamil Usia Remaja | Latar Belakang: Body image merupakan persepsi seseorang terhadap tubuhnya sendiri, mencakup cara mereka memandang dan menilainya secara subjektif. Perubahan bentuk tubuh, terutama pada perempuan, dapat menghasilkan penilaian positif atau negatif tergantung pada tingkat kepuasan terhadap tubuh mereka. Pada ibu hamil, perubahan fisik yang signifikan seperti peningkatan berat badan dan perubahan bentuk tubuh seringkali menjadi pemicu ketidakpuasan terhadap body image. Ketidakpuasan ini dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pola makan, kecemasan sosial, perilaku seksual, emosi, hingga hubungan sosial. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan total sampling, dan didapatkan sampel sebanyak 32 ibu hamil usia remaja. Pengambilan data dilakukan pada bulan November-Desember 2024, menggunakan kuesioner demografi dan kuesioner body image pada ibu hamil usia remaja. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat distribusi frekuensi dan persentase. Hasil Penelitian: Mayoritas responden berusia 18-20 tahun, sudah menikah, dengan pendidikan terakhir Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah, merupakan primigravida yang tidak bekerja dengan pendapatan keluarga < 2.195.690, dan dengan nilai Indeks Massa Tubuh sebelum hamil normal (18,5-24,9), sebanyak 46,9% responden memiliki body image rendah, dengan rata-rata terendah pada aspek evaluasi penampilan. Kesimpulan: Ibu hamil usia remaja mayoritas memiliki body image rendah. Kata Kunci: Body Image, Kehamilan remaja, Remaja | Background: Body image is an individual's perception of their own body, including how they view and evaluate it subjectively. Physical changes, particularly in women, can result in either positive or negative evaluations depending on their level of satisfaction with their bodies. For pregnant women, significant physical changes such as weight gain and alterations in body shape often trigger dissatisfaction with their body image. This dissatisfaction can impact various aspects of life, including eating habits, social anxiety, sexual behavior, emotions, and social relationships. Methodology: This study employed a descriptive quantitative method. The sampling technique used was total sampling, resulting in 32 pregnant adolescents as the study sample. Data collection was conducted in November-December 2024 using demographic questionnaires and body image questionnaires for pregnant adolescents. Data analysis utilized univariate analysis with frequency and percentage distribution. Results: The majority of respondents were aged 18-20 years, married, had completed junior high school/Madrasah Tsanawiyah, were unemployed primigravida, had a family income below 2,195,690, and had a normal pre-pregnancy Body Mass Index (18.5-24.9). A total of 46.9% of respondents had a low body image, with the lowest average score in the aspect of appearance evaluation. Conclusion: The majority of respondents were aged 18-20 years, married, had completed junior high school/Madrasah Tsanawiyah, were unemployed primigravida, had a family income below 2,195,690, and had a normal pre-pregnancy Body Mass Index (18.5-24.9). A total of 46.9% of respondents had a low body image, with the lowest average score in the aspect of appearance evaluation. Keywords: Most pregnant adolescents have a low body image | |
| 44006 | 47391 | I1B021063 | Gambaran Perilaku Pencegahan Risiko Astenopia Akibat Penggunaan Gawai pada Mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman | Latar Belakang: Astenopia adalah suatu kondisi mata yang ditandai dengan ketidakmampuan mata untuk mempertahankan fokus dalam waktu yang lama, salah satunya akibat dari penggunaan gawai secara berlebihan. Gawai termasuk dalam perangkat digital yang digunakan sebagian besar mahasiswa. Perilaku penggunaan gawai yang berlebihan dapat memicu kejadian astenopia. Astenopia bisa dicegah dengan adanya perilaku pencegahan yang baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran perilaku pencegahan risiko astenopia pada mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling berupa proportionate stratified random sampling berjumlah 229 responden. Penelitian ini menggunakan instrumen CVS-Q dan perilaku pencegahan astenopia yang menggunakan skala guttman dan likert. Analisis data yang digunakan menggunakan uji univariat. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 229 responden memiliki perilaku pencegahan risiko astenopia dengan pengetahuan baik sebanyak 228 mahasiswa (99,6%), sikap baik sebanyak 148 mahasiswa (64,6%) dan tindakan kurang baik sebanyak 86 mahasiswa (37,6%). Kesimpulan: Perilaku pencegahan risiko astenopia pada mahasiswa Jurusan Keperawatan memiliki pengetahuan dan sikap yang baik. Sedangkan pada tindakan masih kurang baik. Kata Kunci: Perilaku Pencegahan, Astenopia, Penggunaan Gawai, Mahasiswa Keperawatan | Background: Asthenopia is an eye condition characterized by the inability of the eye to maintain focus for a long time, one of which is the result of excessive use of gadgets. Gadgets are included in the digital devices used by most students. Excessive device use behavior can trigger asthenopia. Asthenopia can be prevented by good preventive behavior. The purpose of this study was to determine the description of asthenopia risk prevention behavior in students of the Nursing Department of Jenderal Soedirman University. Method: This research uses descriptive quantitative research with a cross sectional research design. The sampling technique used a sampling technique in the form of proportionate stratified random sampling totaling 229 respondents. This study used CVS-Q instruments and asthenopia prevention behavior using guttman and Likert scales. Data analysis used univariate test. Results: The results of this study showed that out of 229 respondents had asthenopia risk prevention behavior with good knowledge as many as 228 students (99.6%), good attitudes as many as 148 students (64.6%) and poor actions as many as 86 students (37.6%). Conclusion: Asthenopia risk prevention behavior in Nursing Department students has good knowledge and attitudes. While the action is still not good. | |
| 44007 | 47388 | H1E018023 | Alokasi Order Supplier Bearing Menggunakan Metode Goal Programming Dengan Mempertimbangkan Pembobotan Analytical Hierarchy Process Dan Tingkat Kecacatan ( Studi Kasus Pt. XYZ) | PT. XYZ menghadapi tantangan dalam alokasi pesanan bearing yang memengaruhi efisiensi biaya dan tingkat kecacatan produk. Penelitian ini mengembangkan model alokasi optimal menggunakan AHP untuk menentukan bobot pemasok berdasarkan kualitas, biaya, pengiriman, pelayanan, dan riwayat kerja sama, serta Goal Programming untuk meminimalkan biaya dan memaksimalkan jumlah order dengan mempertimbangkan kecacatan produk. Hasilnya, terdapat penghematan Rp366.676 (8,2 persen) dengan alokasi ke PT. SLS Bearindo (130 unit), PT. Tekindo Puri (50 unit), PT. Nugraha Siti Kumala (10 unit), dan PT. Djaja Harapan (10 unit). Bobot pemasok yang diperoleh adalah PT. SLS Bearindo (0,39), PT. Tekindo Puri dan PT. Nugraha Siti Kumala (0,22), serta PT. Djaja Harapan (0,16). | PT. XYZ faces challenges in bearing order allocation, affecting cost efficiency and product defect rates. This study develops an optimal allocation model using AHP to determine supplier weights based on quality, cost, delivery, service, and cooperation history, and Goal Programming to minimize costs and maximize order quantity while considering product defects. The results show a cost savings of Rp366,676 (8.2 percent) with allocations to PT. SLS Bearindo (130 units), PT. Tekindo Puri (50 units), PT. Nugraha Siti Kumala (10 units), and PT. Djaja Harapan (10 units). The supplier weights obtained are PT. SLS Bearindo (0.39), PT. Tekindo Puri and PT. Nugraha Siti Kumala (0.22), and PT. Djaja Harapan (0.16). | |
| 44008 | 47393 | E1A021220 | IMPLEMENTASI HUKUM PROGRAM JAKSA MASUK SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN KESADARAN HUKUM SISWA (Studi di Kejaksaan Negeri Purbalingga dan Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Purbalingga) | Banyaknya anak yang berkonflik dengan hukum di Purbalingga mendorong program Jaksa Masuk Sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum program Jaksa Masuk Sekolah dan faktor yang memengaruhi implementasi hukum program Jaksa Masuk Sekolah dalam mewujudkan kesadaran hukum siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Lokasi penelitian dilakukan di Kejaksaan Negeri Purbalingga dan Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Purbalingga. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Penyajian data dalam bentuk teks naratif. Metode analisis data dengan analisis kualitatif model content analysis dan comparative analysis. Hasil penelitian menunjukkan implementasi hukum program Jaksa Masuk Sekolah dalam mewujudkan kesadaran hukum siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Purbalingga telah terimplementasikan dengan baik. Hal ini dilihat dari parameter meliputi: sasaran program Jaksa Masuk Sekolah sesuai dengan peraturan perundang-undangan; bentuk kegiatan program Jaksa Masuk Sekolah terlaksana dengan baik; materi atau substansi program Jaksa Masuk Sekolah sesuai dengan kebutuhan siswa; pelaksanaan kegiatan program Jaksa Masuk Sekolah terlaksana dengan baik; serta pelaporan dan evaluasi terlaksana dengan baik. Faktor-faktor yang memengaruhi implementasi tersebut dibedakan menjadi 2 (dua) faktor yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung antara lain: regulasi yang mendukung, tanggungjawab moril Kejaksaan, dan hasil pemetaan data kriminalitas; faktor penghambat antara lain: terbatasnya sumber daya manusia, beberapa siswa kurang aktif, dan terbatasnya anggaran. | The number of children in conflict with the law in Purbalingga encourages the Prosecutor Entrance School program. This study aims to determine the legal implementation of the Prosecutor Entrance School program and the factors that influence the legal implementation of the Prosecutor Entrance School program in realizing student legal awareness at Purbalingga State Junior High School 5. This research uses a qualitative research method with an empirical juridical approach. The research location was conducted at the Purbalingga State Attorney's Office and State Junior High School 5 Purbalingga. The data used are primary data and secondary data. Presentation of data in the form of narrative text. Data analysis method with qualitative analysis content analysis model and comparative analysis. The results showed that the legal implementation of the Prosecutor Entrance School program in realizing students' legal awareness at State Junior High School 5 Purbalingga has been well implemented. This can be seen from the parameters including: the target of the School Entrance Prosecutor program is in accordance with statutory regulations; the form of the School Entrance Prosecutor program activities is well implemented; the material or substance of the School Entrance Prosecutor program is in accordance with the needs of students; the implementation of the School Entrance Prosecutor program activities is well implemented; and reporting and evaluation are well implemented. The factors that influence the implementation can be divided into 2 (two) factors, namely supporting factors and inhibiting factors. Supporting factors include: Supportive regulations, moral responsibility of the Prosecutor's Office, and the results of crime data mapping; inhibiting factors include: limited human resources, some students are less active, and limited budget. | |
| 44009 | 47386 | K1B020044 | Pemilihan Model Terbaik untuk Peramalan Curah Hujan Menggunakan Metode Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average dan Metode Dekomposisi di Pangkalan Bun | Perubahan iklim global telah menyebabkan peningkatan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem, termasuk fluktuasi curah hujan yang signifikan di Pangkalan Bun. Penelitian ini bertujuan untuk memilih model terbaik dalam meramalkan curah hujan menggunakan metode Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA) dan metode dekomposisi. Data curah hujan bulanan dari tahun 2009 hingga 2023 digunakan untuk membangun model peramalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model SARIMA (1,0,1)(1,0,1)12 menghasilkan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 26,05%, yang lebih baik dibandingkan dengan model dekomposisi aditif dan model dekomposisi multiplikatif. Dengan demikian, model SARIMA (1,0,1)(1,0,1)12 dipilih sebagai model terbaik untuk meramalkan curah hujan di Pangkalan Bun pada tahun 2024. | Global climate change has led to an increase in the frequency and intensity of extreme weather events, including significant fluctuations in rainfall in Pangkalan Bun. This study aims to select the best model for forecasting rainfall using the Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA) method and the decomposition method. Monthly rainfall data from 2009 to 2023 were used to construct the forecasting models. The results indicate that the SARIMA (1,0,1)(1,0,1)12 model yielded a Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of 26.05%, outperforming the additive decomposition model multiplicative decomposition model. Therefore, the SARIMA (1,0,1)(1,0,1)12 model was selected as the best model for forecasting rainfall in Pangkalan Bun for the year 2024. | |
| 44010 | 47387 | E1A018072 | “PEMBUKTIAN PIDANA CONCURSUS IDEALIS TERHADAP TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM PEMBUNUHAN BERENCANA” (Studi Putusan Nomor 9/Pid.B/2023/PN Wno) | Concursus idealis merupakan konsep hukum yang penting dalam menentukan penerapan hukuman yang sesuai dengan tingkat kejahatan yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana. Dalam sistem hukum, penting untuk memastikan bahwa pelaku tindak pidana menerima hukuman yang sebanding dengan tingkat kejahatan yang mereka lakukan. Dengan adanya concursus idealis, pengadilan dapat mempertimbangkan semua tindakan kriminal yang dilakukan oleh pelaku dalam satu rangkaian kejahatan. Metode penelitian ini adalah yuridis normatif yang bersifat kualitatif, yaitu penelitian yang mengacu pada norma hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan serta norma-norma yang hidup dan berkembang di masyarakat. Tipe penelitian hukum yang peneliti akan gunakan yaitu pendekatan Undang-Undang (statue approach), pendekatan kasus (case approach), dan Pendekatan Konseptual (conseptual Approach). Dengan demikian terbukti dalam pembuktian Putusan Pengadilan Negeri Wonosari Nomor 9/Pid.B/2023/PN Wno menggunakan penjatuhan pidana Concursus Idealis dimana keputusan yang diambil merujuk pada Pasal 63 ayat (1) KUHP yang menjadi dasar dari penggabungan tindak pidana (concursus idealis) dengan dikumulatifnya dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum kepada terdakwa yang tertera pada dakwaan pertama primair dan subsidair dengan dakwaan kedua. menggunakan sistem absorbsi. Klafikasi perbarengan penjatuhan tindak pidana menurut KUHP dalam Putusan Pengadilan Nomor 9/Pid.B/2023/PN Wno adalah terpenuhinya unsur dari klafikasi perbarengan penjatuhan tindak pidana yaitu, Unsur atau Syarat dari perbarengan peraturan dari beberapa tindak pidana dengan ancaman pidana pokok yang sama berat yaitu adanya aturan-aturan yang dilanggar terdakwa sesuai dengan Dakwaan Kesatu Primair dan Kedua Penuntut Umum. | Concursus idealis is a legal concept that is important in determining the application of punishment in accordance with the degree of crime committed by the perpetrator of the criminal offense. In the legal system, it is important to ensure that the perpetrators of criminal acts receive a punishment proportional to the degree of the crime they committed. In the presence of an idealistic concursus, the court can consider all criminal acts committed by the perpetrator in one series of crimes. This research method is juridical normative qualitative, that is, research that refers to legal norms contained in legislation and norms that live and develop in society. The type of legal research that researchers will use is the legal approach (statue approach), case approach (case approach), and conceptual approach (conceptual Approach). Thus proven in the proof of the decision of the District Court Wonosari No. 9 / Pid.B / 2023 / PN Wno uses the imposition of an idealistic Concursus crime where the decision taken refers to Article 63 paragraph (1) of the Criminal Code which is the basis for the merger of criminal acts (concursus idealis) with the cumulative of the public prosecutor's indictment to the defendant listed in the first indictment primair and subsidair with the second indictment. using an absorption system. Klafikasi concurrently the imposition of criminal acts according to the criminal code in court decision Number 9/Pid.B / 2023 / PN Wno is the fulfillment of the element of the clafication of the concurrence of the imposition of a criminal offense, namely, the element or requirement of the concurrence of the regulations of several criminal acts with the threat of the same severe principal crime, namely the existence of rules that were violated by the defendant in accordance with the first indictment of the Primair and the two public prosecutors. | |
| 44011 | 47389 | H1E018026 | Usulan Redesain Ukuran Sajadah Masjid Berdasarkan Antropometri Proporsi Tubuh pada Dimensi Sujud (Studi Kasus : Kota Purbalingga dan Purwokerto) | Keberadaan sebuah masjid menjadi salah satu hal yang penting bagi masyarakat dengan mayoritas penganut agama Islam. Masjid ialah tempat ibadah untuk umat Islam melaksanakan salat berjemaah. Namun, dalam pelaksanaan ibadah tersebut masih terdapat gangguan yang terjadi salah satunya terkait kecukupan sarana sajadah Saat salat berlangsung, ada beberapa gangguan yang bisa terjadi terkait kecukupan sarana sajadah salah satunya bersinggungan dengan jemaah lain saat melakukan gerakan salat. Berdasarkan observasi dan pengukuran langsung kepada 30 responden yang kemudian akan mendapatkan beberapa data antropometri untuk menentukan sarana sajadah yang dapat mencukupi kebutuhan jemaah. Tahap terakhir yaitu mendapatkan nilai range/interval dimensi panjang sajadah yang disarankan dengan menjumlahkan ukuran sujud dan panjang telapak kaki dari tumit hingga pangkal jari hingga mendapatkan dimensi panjang sajadah minimum sebesar 126 cm dengan beberapa saran yang dapat dilakukan untuk mencapai dimensi panjang sajadah yang sesuai. | The existence of a mosque is of great importance for a society with a Muslim majority. A mosque is a place of worship where Muslims pray together. However, disturbances still occur in the practice of this worship, one of which is related to the appropriateness of the prayer rugs. During prayer, several disturbances may occur that are related to the appropriateness of the prayer rugs, one of which is contact with other believers during prayer movements. Based on the direct observation and measurement of 30 respondents, who then obtain some anthropometric data to determine the prayer rugs that can meet the needs of the community. The last step is to find the range/interval value of the recommended prayer rug length by adding the size of the prostration and the length of the sole of the foot from the heel to the base of the toes to obtain the minimum prayer rug length value of 126 cm, where several suggestions can be made to achieve the appropriate prayer rug length. | |
| 44012 | 47392 | K1C020025 | Korelasi Kelembapan Udara Atas dan Indeks Labilitas Atmosfer terhadap Hujan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta | Hujan adalah fenomena hidrometeor yang terdiri dari tetesan air dengan diameter 0,5 mm atau lebih. Hujan dengan intensitas tinggi dapat memberikan dampak terhadap aktivitas penerbangan karena dapat menyebabkan landasan pacu menjadi licin dan mengurangi jarak pandang. Hujan terjadi akibat kondisi atmosfer yang tidak stabil, yang dipicu oleh kelembapan udara yang meningkatkan jumlah tetesan air di atmosfer. Oleh karena itu, penelitian mengenai korelasi kelembapan udara atas dan indeks labilitas atmosfer terhadap hujan sangat penting sebagai bahan pertimbangan atau panduan dalam memprediksi kejadian hujan maupun fenomena cuaca lainnya yang membahayakan aktivitas manusia khususnya aktivitas penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan korelasi kelembapan udara atas dan indeks labilitas atmosfer terhadap intensitas curah hujan yang terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kelembapan udara adalah total uap air yang terdapat di dalam atmosfer, sedangkan indeks labilitas atmosfer adalah indeks untuk mengetahui ketidakstabilan atmosfer dalam memprakirakan kejadian hujan. Data kelembapan udara atas maupun indeks labilitas atmosfer (SI, KI, LI, TT, SWEAT, dan CAPE) diperoleh dari perangkat radiosonde yang selanjutnya dihitung menggunakan program RAOB. Kelembapan udara atas yang diamati yaitu di lapisan 850 mb, 700 mb, dan 500 mb. Sementara, data curah hujan diperoleh dari penakar hujan OBS. Semua data dari ketiga variabel dianalisis dengan menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa selama tahun 2023, intensitas curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Februari sebesar 324,78 mm dan intensitas curah hujan paling rendah terjadi pada bulan September sebesar 0,25 mm. Kelembapan udara atas yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam memprediksi hujan ialah kelembapan udara atas pada lapisan 700 mb dan 500 mb karena memiliki korelasi kuat. Indeks LI, SWEAT, dan CAPE merupakan indeks labilitas atmosfer yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam memprediksi hujan karena memiliki korelasi kuat. | Rain is a hydrometeorological phenomenon consisting of water droplets with a diameter of 0.5 mm or more. Heavy rainfall can impact flight activities as it can make runways slippery and reduce visibility. Rain occurs due to unstable atmospheric conditions, triggered by humidity that increases the number of water droplets in the atmosphere. Therefore, research on the correlation between upper air humidity and atmospheric instability indices with rainfall is crucial as a consideration or guide in predicting rainfall events and other weather phenomena that may endanger human activities, particularly aviation. This study aims to determine the correlation between upper air humidity and atmospheric instability indices with the intensity of rainfall occurring at Soekarno-Hatta International Airport. Upper air humidity refers to the total water vapor present in the atmosphere, while the atmospheric instability index indicates the instability of the atmosphere in forecasting rainfall events. Data on upper air humidity and atmospheric instability indices (SI, KI, LI, TT, SWEAT, and CAPE) were obtained from radiosonde devices and subsequently analyzed using the RAOB program. The observed upper air humidity levels were at 850 mb, 700 mb, and 500 mb. Meanwhile, rainfall data were obtained from an OBS rain gauge. All data from the three variables were analyzed using Pearson Product Moment correlation. The results indicate that during 2023, the highest rainfall intensity occurred in February at 324.78 mm, while the lowest rainfall intensity was recorded in September at 0.25 mm. The upper air humidity at the 700 mb and 500 mb levels can serve as references for predicting rainfall due to their strong correlation. The LI, SWEAT, and CAPE indices are atmospheric instability indices that can also be used as references for predicting rainfall because they exhibit a strong correlation. | |
| 44013 | 47395 | C1C021042 | Analisis Fenomenologi Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Wakaf Produktif dalam Mewujudkan SDGs Tanpa Kemiskinan | Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi akuntabilitas dan transparansi pengelolaan wakaf produktif di Kabupaten Banyumas dalam mewujudkan SDGs poin tanpa kemiskinan serta merumuskan model strategi dan rancangan kebijakan pengelolaan wakaf produktif dalam rangka mewujudkan SDGs poin tanpa kemiskinan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat inisiatif pengelolaan wakaf produktif, seperti pengembangan ruko, pertanian, dan sumber air bersih, namun pengelolaannya masih terkendala oleh keterbatasan sumber daya, minimnya nazir bersertifikasi, keterbatasan pembiayaan, serta tantangan besar dalam hal akuntabilitas dan transparansi. Skor rendah pada indikator Good Nazir Governance (GNG) pada dimensi akuntabilitas dan transparansi mengindikasikan perlunya peningkatan akuntabilitas dan transparansi melalui penguatan kapasitas nazir dan penerapan PSAK 112. Pengelolaan wakaf produktif dapat menjadi instrument strategis untuk mendukung pencapaian SDGs, khususnya pada poin tanpa kemiskinan di Kabupaten Banyumas. Rancangan kebijakan dan strategi yang disusun dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi lembaga pengelola wakaf dalam meningkatkan kontribusi wakaf produktif untuk pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. | This research aims to explore the implementation of accountability and transparency in productive waqf management in Banyumas Regency to realize the SDGs of no poverty and to formulate a strategy and policy design model for productive waqf management to achieve the SDGs of no poverty. This research uses a qualitative method with a phenomenological analysis approach. The results show that although there are initiatives for productive waqf management, such as the development of shophouses, agriculture, and clean water sources, the management is still constrained by limited resources, a lack of certified nazirs, limited financing, and significant challenges regarding accountability and transparency. The low score on the Good Nazir Governance (GNG) indicator in the accountability and transparency dimension indicates the need to enhance accountability and transparency by strengthening the capacity of the nazir and implementing PSAK 112. Productive waqf management can be a strategic instrument to support the achievement of the SDGs, especially concerning the goal of no poverty in Banyumas Regency. The draft policies and strategies developed in this study are expected to serve as guidelines for waqf management institutions to increase the contribution of productive waqf to community empowerment and poverty alleviation. | |
| 44014 | 47394 | I1A021054 | Analisis Faktor Risiko Kejadian Prakanker Serviks pada Wanita Usia Subur (WUS) di Wilayah Kerja Puskesmas Cilongok II | Latar Belakang: Kanker serviks merupakan penyebab kematian kedua terbesar pada WUS di Indonesia dengan angka kematian 8,8% pada 2018. Sepanjang tahun 2023, Puskesmas Cilongok II menemukan 2,9% WUS dengan hasil IVA positif yang menunjukkan adanya lesi prakanker serviks. Deteksi dini dan penanganan yang cepat dan tepat penting untuk mencegah berkembangnya prakanker serviks menjadi kanker serviks, Tujuan: Menganalisis faktor risiko kejadian prakanker serviks pada WUS di wilayah kerja Puskesmas Cilongok II Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan desain studi kasus-kontrol. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner. Sampel terpilih sebanyak 90 responden menggunakan non-probability sampling dengan total sampling dan perbandingan kelompok kasus:kontrol adalah 1:2. Data dianalisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Mayoritas responden berpendidikan rendah (56,7%), tidak bekerja (91,1%), berstatus menikah (98,9%), tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker serviks (95,6%), terpapar asap rokok intens (52,2%), melakukan hubungan seksual pertama kali saat berusia ≥20 tahun (54,4%), memiliki ≤1 pasangan seksual (97,8%), dan memiliki paritas kategori rendah (74,4%). Variabel yang berhubungan dengan kejadian prakanker serviks antara lain riwayat keluarga (p value=0,011), paparan asap rokok (p value=0,009), dan usia pertama kali melakukan hubungan seksual (p value=0,009). Variabel yang berpengaruh terhadap kejadian prakanker serviks adalah usia pertama kali melakukan hubungan seksual (OR=3,623) dan paparan asap rokok (OR=3,264). Kesimpulan: Wanita yang melakukan hubungan seksual pertama kali pada usia <20 tahun dan terpapar asap rokok dengan intens meningkatkan risiko kejadian prakanker serviks. Kata kunci: Faktor risiko, Prakanker serviks, Wanita Usia Subur (WUS), Usia hubungan seksual pertama, Paparan asap rokok | Background: Cervical cancer is the second leading cause of death among women of reproductive age (WRA) in Indonesia with a mortality rate of 8.8% in 2018. In 2023, Puskesmas Cilongok II found that 2.9% of WRA had positive IVA results, indicating cervical precancerous lesions. Early detection and prompt treatment are crucial to prevent the progression of cervical precancer into cervical cancer. Objective: To analyze the risk factors for cervical precancer occurrence in WRA in the working area of Puskesmas Cilongok II. Methodology: A quantitative case-control study design. Data were collected through structured interviews using a questionnaire. A total of 90 respondents were selected through non-probability sampling with total sampling, with a case-to-control ratio of 1:2. Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate methods. Results: Most respondents had low education (56.7%), were unemployed (91.1%), married (98.9%), had no family history of cervical cancer (95.6%), were intensively exposed to cigarette smoke (52.2%), had their first sexual intercourse at age ≥20 (54.4%), had ≤1 sexual partner (97.8%), and had low parity (74.4%). Factors associated with cervical precancer included family history (p=0.011), cigarette smoke exposure (p=0.009), and age at first sexual intercourse (p=0.009). Significant risk factors were age at first sexual intercourse (OR=3.623) and cigarette smoke exposure (OR=3.264). Conclusion: Women who had their first sexual intercourse at age <20 and were exposed to cigarette smoke have a higher risk of developing cervical precancer. Keywords: Risk factors, Cervical precancer, WRA, Age at first sexual intercourse, Exposure to cigarette smoke. | |
| 44015 | 47404 | L1B020054 | Nilai Indeks Morfoanatomi Ikan Lele (Clarias sp.) yang Diberi Pakan Komersial dengan Penambahan Konsentrat Protein Ikan Sapu-Sapu (Hypostomus sp.) | Ikan lele tergolong sebagai salah satu jenis ikan air tawar yang menjadi komoditas unggul di Indonesia namun terhalang oleh kendala yang dihadapi pembudidaya berupa tingginya harga pakan komersial. Penggunaan bahan baku pakan alternatif seperti ikan sapu-sapu yang dianggap sebagai organisme yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat menjadi salah satu sumber protein hewani untuk mengurangi biaya produksi bahan baku pakan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari perlakuan A (100% PK), B (10% KPI + 90% PK), C (20% KPI + 80% PK), dan D (30% KPI + 70% PK). Analisis data indeks hepatosomatik (IHS), indeks viscerosomatik (IVS), dan faktor kondisi dilakukan menggunakan aplikasi Microsoft Excel dan IBM SPSS Statistics. Indeks hepatosomatik (IHS) ikan lele menunjukkan nilai dengan rentang antara 2,63%-3,23% dan menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata (P > 0,05). Indeks viscerosomatik (IVS) ikan lele menunjukkan nilai dengan rentang antara 9,94%-10,83% dan menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata (P > 0,05). Faktor kondisi ikan lele pada perlakuan A adalah 1,22 ± 0,03 perlakuan B adalah 1,41 ± 0,14 perlakuan C adalah 1,44 ± 0,11 dan perlakuan D adalah 1,27 ± 0,03, serta terdapat perbedaan yang berpengaruh nyata (P < 0,05). Saran yang dapat diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah agar membuat campuran pakan menggunakan bahan perekat agar ikan yang dipelihara dapat memanfaatkan pakan dengan baik. | Catfish is classified as one type of freshwater fish that is a superior commodity in Indonesia but is hindered by the obstacles faced by farmers in the form of high commercial feed prices. The use of alternative feed raw materials such as plecofish, which is considered an organism that has not been optimally utilized, can be a source of animal protein to reduce the production cost of feed raw materials. The method used in this study is an experimental method with a completely randomized design consisting of treatment A (100% PK), B (10% KPI + 90% PK), C (20% KPI + 80% PK), and D (30% KPI + 70% PK). Data analysis of hepatosomatic index (HIS), viscerosomatic index (VIS), and condition factor was conducted using Microsoft Excel and IBM SPSS Statistics applications. The hepatosomatic index (HIS) of catfish showed values ranging from 2,63%-3,23% and showed results that were not significantly different (P > 0,05). The viscerosomatic index (VIS) of catfish showed values ranging from 9,94%-10,83% and showed results that were not significantly different (P > 0,05). The condition factor of catfish in treatment A is 1,22 ± 0,03 treatment B is 1,41 ± 0,14 treatment C is 1,44 ± 0,11 and treatment D is 1,27 ± 0,03, and there are differences that have a real effect (P < 0,05). Suggestions that can be given for further research are to make feed mixtures using adhesives so that the fish that are kept can utilize feed properly. | |
| 44016 | 47396 | I1A021040 | Pengalaman Kekambuhan pada Penderita Asma di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas | Abstrak PENGALAMAN KEKAMBUHAN PADA PENDERITA ASMA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS Nisrina Nur Julieta, Suratman, Septiono Bangun Sugiharto Latar Belakang: Asma adalah penyakit yang ditandai dengan inflamasi saluran nafas kronik yang dapat menyebabkan suatu serangan episode yang berulang berupa mengi, batuk, sesak nafas, dan dada yang terasa berat terutama di pagi dan malam hari. Apabila penyakit asma tidak ditangani dengan benar maka penyakit tersebut dapat mengganggu aktivitas pasien dan mengganggu kualitas hidup penderita. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study) dengan populasi sebanyak 7 orang yang berobat lebih dari dua kali dengan diagnosis asma di Puskesmas Purwokerto Selatan sebagai informan utama dan 7 informan pendukung yang merupakan keluarga infoman utama. Analisis data dilakukan dengan Thematic Analysis (Analisis Tematik) dan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian: Terdapat 3 tema utama, yaitu: Personal yang terdiri dari riwayat keluarga, gejala yang dialami, dan pemicu serangan asma. Waktu terbagi atas kekambuhan asma, lamanya sakit yang mencakup waktu pertama kalinya muncul gejala asma dan durasi kekambuhan, serta jadwal kontrol asma. Perilaku yang mencakup tindakan pengobatan (penatalaksanaan, keefektifan pengobatan yang dirasakan, dan efek samping obat yang dirasakan), pencegahan, dukungan keluarga, dan aktivitas yang dilakukan oleh para informan. Kesimpulan: Pengalaman Kekambuhan pada Penderita Asma di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Selatan terbagi menjadi tema personal (riwayat keluarga, gejala, dan pemicu), tema waktu (kekambuhan asma, lamanya sakit, dan kontrol asma), dan tema perilaku (pengobatan, pencegahan, dukungan keluarga, dan aktivitas) Kata Kunci: Asma, Kekambuhan Asma, Personal, Perilaku, Purwokerto Selatan | Abstract EXPERIENCE OF RECURRENCE IN ASTHMA PATIENTS IN THE WORKING AREA OF THE SOUTH PURWOKERTO PUSKESMAS, BANYUMAS DISTRICT Nisrina Nur Julieta, Suratman, Septiono Bangun Sugiharto Background: Asthma is a disease characterized by chronic airway inflammation which can cause repeated episodes of wheezing, coughing, shortness of breath, and a heavy chest feeling, especially in the morning and evening. If asthma is not treated properly, the disease can disrupt the patient's activities and disrupt the sufferer's quality of life. Methodology: This research is a qualitative research with a case study approach with a population of 7 people who sought treatment more than twice with a diagnosis of asthma at the South Purwokerto Community Health Center as the main informants and 7 supporting informants who were the families of the main informants. Data analysis was carried out using Thematic Analysis and through data reduction, data presentation and conclusions. Results: There are 3 main themes, namely: Personal which consists of family history, symptoms experienced, and triggers for asthma attacks. Time is divided into asthma recurrence, duration of illness which includes the time when asthma symptoms first appeared and the duration of the recurrence, as well as the asthma control schedule. Behavior includes treatment actions (management, perceived effectiveness of treatment, and perceived side effects of medication), prevention, family support, and activities carried out by the informants. Conclusion: The experience of relapse in Asthma Sufferers in the South Purwokerto Community Health Center Work Area is divided into personal themes (genetic history, symptoms, and triggers), time themes (asthma recurrence, duration of illness, and asthma control), and behavioral themes (treatment, prevention, support family, and activities) Keywords: Asthma, Asthma Recurrence, Personal, Behavior, South Purwokerto | |
| 44017 | 47398 | J1D020041 | FENOMENA FATHERLESS TERHADAP DAMPAK PERUBAHAN PERILAKU TOKOH UTAMA DALAM NOVEL 00.00 KARYA AMEYLIA FALENSIA | Perubahan perilaku yang disebabkan oleh adanya fenomena fatherless dalam novel 00.00 karya Ameylia Falensia menimbulkan dampak bagi diri sendiri dan orang lain. Dampak perubahan perilaku ditunjukkan oleh tokoh utama dalam karya sastra. Tujuan dari penelitian yang pertama adalah mendeskripsikan bentuk stimulus yang terjadi di lingkungan tokoh utama berada. Tujuan yang kedua adalah mendeskripsikan respons dari stimulus yang memengaruhinya. Tujuan ketiga adalah mendeskripsikan dampak perubahan perilaku terkait fenomena fatherless yang dipengaruhi oleh stimulus dan respons. Bentuk penelitian ini adalah kualitatif berupa penggalan dan kutipan pada novel 00.00 . Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik baca dan teknik catat. Data dianalisis menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman. Teknik yang digunakan untuk memvalidasi penelitian ini yaitu triangulasi teori. Tokoh yang dianalisis yaitu tokoh Lengkara. Hasil dari penelitian ini antara lain (1) ditemukan 49 stimulus yang terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat (2) ditemukan 33 respons di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat dengan menggunakan kajian data psikologi sastra B.F Skinner (3) berbagai stimulus dan respons akan dikaitkan dengan adanya fatherless yang akan memunculkan dampak perubahan perilaku bagi diri sendiri dan orang lain. Dampak perubahan perilaku bagi diri sendiri antara lain: permasalahan moral dan gangguan psikis, sedangkan dampak bagi orang lain terdiri atas: mentally broken dan anti sosial. | The phenomenon of fatherlessness in Ameylia Falensia's novel 00.00 significantly influences the behavior of its main character, with effects that extend to both the individual and those around them. This study seeks to explore these behavioural changes through three main objectives. First, it examines the various stimuli present in the main character's environment. Second, it investigates how the character responds to these stimuli. Third, it analyses the impact of these behavioural changes, particularly as they relate to the experience of fatherlessness. This research uses qualitative technique to process the data, utilizing excerpts and quotations from the novel 00.00., using reading and note-taking as data collection techniques. The data is analyzed through Miles and Huberman's framework, and its validity is strengthened using theoretical triangulation. The focus of this study is the character Lengkara. The findings reveal three key points. First, 49 distinct stimuli were identified across the family, school, and community contexts. Second, 33 responses were documented in these environments, analysed through B.F. Skinner's psychological literary perspective. Finally, the interplay between stimuli and responses highlights the influence of fatherlessness on behavioural changes. These changes manifest as moral struggles and psychological challenges for the individual, while others in the character's social sphere experience impacts such as emotional instability and a tendency toward antisocial behaviour. | |
| 44018 | 47399 | I1A021044 | Evaluasi Pelaksanaan Metode Pendekatan Sasaran dalam Program Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Puskesmas Kalibagor Kabupaten Banyumas | Latar Belakang: Kanker serviks merupakan penyebab kematian tertinggi pada wanita di Indonesia setelah kanker payudara. Deteksi dini kanker serviks melalui metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) menjadi strategis penting dalm pencegahan kanker serviks, mengingat metode ini lebih sederhama dam terjangkau dibandingkan papsmear atau tes HPV. Namun, cakupan pemeriksaan IVA di Puskesmas Kalibagor masih belum mencapai target ynag ditetapkan. Metodologi: Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kalibagor pada bulan Oktober hingga Desember 2024. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap informan yang dipilih secara purposive sampling, terdiri dari kepala puskesmas, penanggung jawab program IVA, pelaksana program, kader kesehatan, dan wanita usia subur (WUS) yang pernah menjalani pemeriksaan IVA. Analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA di Puskesmas Kalibagor belum optimal. Faktor penyebabnya meliputi kurangnya tenaga kesehatan terlatih, keterbatasan sarana dan prasarana, serta minimnya alokasi dana. Metode pendekatan aktif lebih dominan digunakan dibandingkan metode pasif. Pengawasan dan pencatatan program juga belum berjalan maksimal. Cakupan pemeriksaan IVA baru mencapai 6,2%, masih di bawah target 10% dan mengalami penurunan di tahun 2023 dari 694 menjadi 227 WUS di tahun 2024. Kesimpulan: Pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA di Puskesmas Kalibagor belum optimal. Diperlukan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, optimalisasi metode pasif, serta penguatan pengawasan dan pencatatan program untuk mencapai target cakupan pemeriksaan. Kata Kunci: IVA, deteksi dini, kanker serviks | Background: Cervical cancer is the second leading cause of death among women in Indonesia after breast cancer. Early detection of cervical cancer through the Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) method is a strategic approach for prevention, considering that this method is simpler and more affordable than Pap smears or HPV tests. However, the coverage of VIA screening at Kalibagor Community Health Center has not yet met the established target. Methods: This research was conducted in the working area of Kalibagor Community Health Center from October to December 2024. A case study design with a qualitative approach was used. Data were collected through in-depth interviews with purposively selected informants, including the head of the health center, the person in charge of the VIA program, program implementers, health cadres, and Women of Reproductive Age (WORA) who had undergone VIA screening. Data analysis was performed using thematic analysis. Results: The study found that the implementation of the early detection program for cervical cancer using the VIA method at Kalibagor Community Health Center was not optimal. Contributing factors included a lack of trained health personnel, limited facilities and infrastructure, and minimal budget allocation. The active approach method was more dominantly used compared to the passive method. Program monitoring and recording were also not running optimally. The VIA screening coverage only reached 6.2%, falling short of the 10% target, with a decline in screened WORA from 694 in 2023 to 227 in 2024. Conclution: The implementation of the early detection program for cervical cancer using the VIA method at Kalibagor Community Health Center has not been optimal. Enhancing human resource competencies, providing adequate facilities and infrastructure, optimizing passive methods, and strengthening program monitoring and recording are necessary to achieve the targeted screening coverage. Keywords: VIA, early detection, cervical cancer | |
| 44019 | 47400 | J1D020006 | PEMBELAJARAN MENULIS TEKS PIDATO PESERTA DIDIK KELAS VIII G SMP N 1 PURWAREJA KLAMPOK | Penelitian ini berfokus pada pembelajaran menulis teks pidato di kelas VIII-G SMP Negeri 1 Purwareja Klampok. Berlatar belakang pentingnya pembelajaran menulis teks pidato pada peserta didik kelas VIII SMP. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan mengetahui proses kemampuan menulis teks pidato peserta didik kelas VIII G SMP Negeri 1 Purwareja Klampok dengan cara mencermati dan memperhatikan proses perencanaan, pelaksanaan, penilaian, kendala, dan upaya yang dilakukan dalam pembelajaran menulis teks pidato di SMP Negeri 1 Purwareja Klampok. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adakah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yang terdiri observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa perencanaan yang dilakukan pendidik dalam pembelajaran menulis teks pidato peserta didik kelas VIII-G SMP Negeri 1 Purwareja Klampok adalah menyusun modul ajar yang berisi informasi umum, capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran, kompeten inti. Pelaksanaan pembelajaran dilalukan melalui tahap awal kegiatan, inti, dan penutup. Asesmen formatif yang digunakan oleh pendidik dalam bentuk tugas menulis teks prosedur. Pendidik mengalami kendala dalam meyusun perencanaan, pelaksanaan pembelajaran menulis teks pidato, dan asesmen. Solusi yang dilakukan oleh pendidik adalah melakukan evaluasi diri atau refleksi agar dalam proses pembelajaran selanjutnya dapat lebih efektif dan sesuai dengan yang telah di tetapkan. | This research focuses on learning to write speech texts in class VIII-G SMP Negeri 1 Purwareja Klampok. Based on the importance of learning to write speech texts in grade VIII junior high school students. This study aims to investigate and want to find out how the process of writing speech texts of students in grade VIII G SMP Negeri 1 Purwareja Klampok by observing and paying attention to the process of planning, implementation, assessment, constraints, and efforts made in learning to write speech texts at SMP Negeri 1 Purwareja Klampok. The approach used in this study is a qualitative approach with a case study method. This research uses data collection techniques consisting of observation, interviews and documentation. Data analysis is done by collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions.The results of the research conducted show that the planning carried out by educators in learning to write speech texts for students of class VIII-G SMP Negeri 1 Purwareja Klampok is to compile teaching modules containing general information, learning outcomes and learning objectives, core competencies. The implementation of learning is carried out through the initial, core and closing stages. Formative assessment used by educators in the form of writing procedure text assignments. Educators experience obstacles in planning, implementing learning to write speech texts and assessments. The solution done by educators is to do self-evaluation or reflection so that the next learning process can be more effective and in accordance with what has been set. | |
| 44020 | 47397 | J1A020020 | A Pragmatics Analysis of Expressive Speech Acts in the Barbie Movie 2023 | Penelitian ini mengkaji tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam film Barbie 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe tindak tutur ekspresif beserta fungsinya yang digunakan oleh Margot Barbie. Peneliti menggunakan teori dari Searle (1979) untuk mengklasifikasikan tindak tutur ekspresif menjadi beberapa tipe dan fungsi. Metode deskriptif kualitatif juga diaplikasikan untuk menganalisis data mengenai tindak tutur ekspresif. Berdasarkan hasil yang ditemukan, terdapat 55 tindak tutur ekspresif yang disampaikan oleh Margot Barbie. Terdapat 6 tipe tindak tutur ekspresif yang ditemukan dalam film ini. Tipe-tipe tindak tutur tersebut adalah berterima kasih, meminta maaf, berharap, sikap, sapaan, dan memuji. Sebagai tambahan, hanya terdapat 7 fungsi tindak tutur ekspresif yang digunakan. Fungsi-fungsi tindak tutur tersebut berupa menunjukan rasa syukur, menunjukan rasa penyesalan, menunjukan penerimaan, penghargaan, pujian, keluhan, dan kritik. Berdasarkan hasil, Margot Barbie lebih sering menggunakan ekspresi sikap dengan bentuk keluhan untuk menunjukan ketidakpuasaannya terhadap dirinya dan konflik yang dialaminya. Oleh karena itu, penemuan ini memiki korelasi dengan alur film Barbie yang bercerita mengenai perjalanan dirinya dalam mengatasi krisis identitas dan malfungsi yang dialami. Keluhan yang disampaikan Margot Barbie merupakan bentuk tekanan dan protes dari dirinya untuk selalu tampil sempurna dan sesuai standar masyarakat. | The research deals with the Expressive Speech Acts found in Barbie Movie 2023. This research aims to discover the types of expressive speech acts and their functions performed by Margot Barbie. The researcher applies the theory by Searle (1979) to classify the expressive utterances into some types and functions. The qualitative descriptive method was used to analyze the data of expressive speech acts. Based on the result, there are 55 expressive utterances performed by Margot Barbie. Furthermore, there are only 6 types of expressive acts found in this movie. They are thanking, apologizing, wishing, attitude, greeting, and complimenting. Additionally, there are only 7 functions were used to perform expressive speech acts. They are showing gratitude, showing regret, showing acceptance, appreciation, praising, complaining, and criticizing. Based on the result, Margot Barbie frequently used the expression of attitude in the form of complaints to show dissatisfaction toward herself and uncomfortable situations. Therefore, this finding correlates with the plot of Barbie's movie which is about Margot Barbie's journey to overcome her identity crisis and malfunction. In this case, Margot Barbie's complaints are a form of pressure and protest to look perfect or follow traditional roles defined by society. |