Home
Login.
Artikelilmiahs
47476
Update
NICOLE AMANDA PUTRI GONDOWARDOJO
NIM
Judul Artikel
Analisis Toxic Relationship Hubungan Pacaran di Kalangan Mahasiswa FISIP Unsoed (Studi Kasus di Media Sosial TikTok)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sebagai salah satu bentuk hubungan interpersonal, pacaran memiliki fungsi penting bagi individu, seperti mempelajari keterampilan sosial, pengembangan pemahaman diri, dan pengelolaan konflik. Namun, dinamika pacaran tidak selalu berjalan mulus, terutama ketika hubungan tersebut memasuki fase yang tidak sehat atau dikenal dengan istilah toxic relationship. Fenomena ini menjadi semakin kompleks dengan adanya pengaruh media sosial, termasuk TikTok, yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan mahasiswa, khususnya di FISIP Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). TikTok, dengan kemampuannya menyajikan konten yang bersifat personal dan publik, menawarkan cara baru dalam berkomunikasi, namun di sisi lain juga dapat menjadi pemicu konflik dalam hubungan pacaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perilaku mahasiswa FISIP Unsoed yang aktif menggunakan TikTok berkaitan dengan dinamika toxic relationship dalam hubungan pacaran mereka. Melalui metode kualitatif, penelitian ini melibatkan empat narasumber yang memenuhi kriteria, yaitu mahasiswa FISIP Unsoed yang memiliki pengalaman dalam hubungan pacaran, pernah atau sedang mengalami toxic relationship, dan aktif menggunakan TikTok. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan tiga temuan utama, yaitu indikasi perilaku hubungan yang tidak sehat, peran TikTok dalam hubungan toxic, dan cara penyelesaian konflik melalui TikTok. Berdasarkan Teori Dialektika Relasional, peristiwa toxic relationship ini dapat dilihat sebagai proses akomodasi antara dialektika keterhubungan vs. kemandirian, keterbukaan vs. privasi, serta stabilitas vs. perubahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun TikTok sering memperburuk konflik dalam hubungan toxic, platform ini juga berfungsi sebagai media untuk refleksi diri dan pemulihan emosional setelah hubungan berakhir.
Abtrak (Bhs. Inggris)
As a form of interpersonal relationship, dating has an important function for individuals, such as learning social skills, developing self- understanding, and managing conflict. However, the dynamics of dating do not always run smoothly, especially when the relationship enters an unhealthy phase or is known as a toxic relationship. This phenomenon is becoming increasingly complex with the influence of social media, including TikTok, which has become an integral part of student life, especially at the Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University (Unsoed). TikTok, with its ability to present personal and public content, offers a new way of communicating, but on the other hand, it can also trigger conflict in dating relationships. This study aims to analyze how the behavior of FISIP Unsoed students who actively use TikTok is related to the dynamics of toxic relationships in their dating relationships. Through qualitative methods, this study involved four informants who met the criteria, namely FISIP Unsoed students who have experience in dating relationships, have or are experiencing toxic relationships, and actively use TikTok. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results of this study reveal three main findings, namely indications of unhealthy relationship behavior, the role of TikTok in toxic relationships, and how to resolve conflicts through TikTok. Based on the Relational Dialectic Theory, this toxic relationship event can be seen as a process of accommodation between the dialectics of connection vs. autonomy, openness vs. privacy, and predictability vs. novelty. This study concludes that although TikTok often exacerbates conflicts in toxic relationships, this platform also functions as a medium for self-reflection and emotional recovery after the relationship ends.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save