Artikelilmiahs

Menampilkan 44.041-44.060 dari 48.761 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4404147422F1B021105Efektivitas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Kantor Kementerian Agama Kabupaten BanyumasPelayanan publik merupakan salah satu elemen penting dalam pemerintahan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara efektif dan efisien. Salah satu inovasi dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik adalah penerapan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), yang bertujuan untuk menyederhanakan proses pelayanan agar lebih cepat transparan, dan mudah diakses. Penelitian ini mendeskripsikan efektivitas PTSP di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas melalui aspek produksi, efisiensi, kepuasan, perkembangan, dan adaptasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sasaran penelitian purposive sampling dan accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan metode analisis interaktif Miles, Huberman dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PTSP di Kantor Kementerian Agama Banyumas sudah berjalan efektif dengan dinilai dari beberapa aspek. Layanan menjadi lebih terstruktur dengan adanya sistem satu pintu, yang memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan administratif. Meskipun PTSP Kantor Kementerian Agama Banyumas sudah berjalan efektif, peningkatan masih diperlukan terutama dalam koordinasi informasi yang jelas kepada masyarakat. Evaluasi terus-menerus menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan di masa mendatang.Public service is one of the important elements in government that aims to meet the needs of the community effectively and efficiently. One of the innovations in an effort to improve the quality of public service is the implementation of the One-Stop Integrated Service (PTSP), which aims to simplify the service process to make it faster, transparent, and easily accessible. This study describes the effectiveness of PTSP at the Banyumas Regency Ministry of Religion Office through aspects of production, efficiency, satisfaction, development, and adaptation. This study uses a descriptive qualitative method with purposive sampling and accidental sampling research targets. Data collection was carried out through interviews, observations, and documentation with the Miles, Huberman and Saldana interactive analysis method. The results of the study indicate that PTSP at the Banyumas Ministry of Religion Office has been running effectively as assessed from several aspects. Services have become more structured with the one-stop system, which makes it easier for the public to access administrative services. Although the PTSP of the Banyumas Ministry of Religion Office has been running effectively, improvements are still needed, especially in the coordination of clear information to the public. Continuous evaluation is the key to improving the quality of service in the future.
4404247423G1A021123GAMBARAN HISTOPATOLOGI JARINGAN HEPAR TIKUS
(Rattus norvegicus) PADA BEBERAPA KEADAAN TENGGELAM
DI AIR TAWAR
Latar Belakang: Tenggelam merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, yang
berkontribusi terhadap mortalitas dan morbiditas yang tinggi setiap tahunnya. Membedakan antara
tenggelam ante-mortem dan post-mortem masih menjadi tantangan dalam ilmu forensik.
Pemeriksaan histopatologi organ, seperti hati (hepar), dapat memberikan wawasan berharga
tentang perubahan fisiologis selama tenggelam. Tujuan: Untuk menyelidiki ciri histopatologi
jaringan hati pada tikus putih (Rattus norvegicus) dalam tiga kondisi tenggelam di air tawar: hidup
saat tenggelam, tidak sadar saat tenggelam, dan mati sebelum tenggelam. Metodologi: Penelitian
eksperimental ini menggunakan desain kelompok pasca-uji yang melibatkan 21 tikus Sprague-
Dawley jantan. Tikus dibagi menjadi tiga kelompok (hidup, tidak sadar, dan mati saat tenggelam).
Sampel jaringan hati dianalisis secara histopatologi, dengan fokus pada kongesti dan vakuolisasi
menggunakan sistem penilaian Suzuki. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Kruskal-
Wallis dan Mann-Whitney. Hasil: Analisis menunjukkan perbedaan signifikan dalam vakuolisasi
di antara kelompok (p = 0,007). Pengujian post hoc menunjukkan perbedaan vakuolisasi yang
signifikan antara kelompok hidup dan mati (p = 0,002). Namun, tidak ada perbedaan signifikan yang
diamati dalam skor kongesti di antara kelompok (p = 0,070). Kesimpulan: Penelitian ini
mengidentifikasi perubahan histopatologis yang khas pada hati berdasarkan kondisi tenggelam.
Vakuolisasi secara signifikan lebih tinggi pada tikus yang tenggelam saat hidup dibandingkan
dengan yang tenggelam setelah kematian. Temuan ini meningkatkan pemahaman tentang
perubahan fisiologis selama tenggelam dan membantu investigasi forensik.
Background: Drowning is a significant global health concern, contributing to substantial mortality
and morbidity annually. Differentiating between ante-mortem and post-mortem drowning
remains a challenge in forensic science. Histopathological examination of organs, such as the liver
(hepar), can provide valuable insights into the physiological changes during drowning. Objective:
To investigate the histopathological features of liver tissues in white rats (Rattus norvegicus) under
three drowning conditions in freshwater: alive at submersion, unconscious at submersion, and
dead before submersion. Methodology: This experimental study employed a post-test-only group
design involving 21 male Sprague-Dawley rats. The rats were divided into three groups (alive,
unconscious, and dead at submersion). Liver tissue samples were analyzed histopathologically,
focusing on congestion and vacuolization using Suzuki’s scoring system. Data were statistically
analyzed using the Kruskal-Wallis and Mann-Whitney tests. Results: The analysis showed
significant differences in vacuolization among the groups (p = 0.007). Post hoc testing indicated
significant vacuolization differences between the alive and dead groups (p = 0.002). However, no
significant differences were observed in congestion scores among the groups (p = 0.070).
Conclusion: The study identified distinctive histopathological changes in the liver based on the
drowning condition. Vacuolization was notably higher in rats that drowned while alive compared
to those submerged post-mortem. These findings enhance the understanding of physiological
changes during drowning and aid forensic investigations.
4404347425A1D018038Tanggap Agronomi Tanaman Edamame (Glycine max L . Merill) Terhadap Aplikasi Formula Kasgot Diperkaya dengan Biochar dan Hijauan Legum di Tanah UltisolPermintaan dari berbagai negara akan edamame sangat banyak, namun Indonesia hanya dapat memenuhi 3% dari kebutuhan pasar Jepang. Pemanfaatan lahan marginal ultisol dapat dilakukan dengan pengupayaan penambahan pupuk organik kasgot. Kasgot mengandung unsur hara N, P, dan K namun jumlah yang tersedia masih tergolong rendah sehingga diperlukan penambahan bahan organik lainnya seperti biochar sekam padi, hijauan legum, dan zeolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi fermentasi kasgot yang diperkaya biochar, legum dan zeolit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman edamame di ultisol serta mengetahui formulasi fermentasi kasgot yang terbaik pada tanaman edamame di ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 4 ulangan, meliputi K0: tanpa pemupukan, K1: pupuk NPK, K2: kasgot 100%, K3: kasgot 88% + biochar 5% + legum 2% + zeolit 5%, K4: kasgot 76% + biochar 10% + legum 4% + zeolit 10%, K5: kasgot 64% + biochar 15% + legum 6% + zeolit 15%, K6: kasgot 52% + biochar 20% + legum 8% + zeolit 20%. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf kesalahan 5%, jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi fermentasi kasgot yang diperkaya biochar, hijauan legum dan zeolit berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot kering tajuk, bobot kering akar, dan bobot polong per tanaman, namun tidak berpengaruh nyata pada rasio bobot kering tajuk-bobot kering akar, jumlah polong per tanaman, jumlah biji dan bobot biji per tanaman. Formulasi kasgot K4 merupakan formula yang terbaik karena menghasilkan pertumbuhan edamame yang tertinggi. Sedangkan untuk variabel hasil edamame, formula kasgot K5 merupakan formula yang terbaik.The demand for edamame from various countries is very high, but Indonesia can only meet 3% of Japan's market needs. The utilization of marginal ultisol land can be achieved by adding kasgot organic fertilizer. Kasgot contains N, P, and K nutrients, but the available amounts are still relatively low, so the addition of other organic materials such as rice husk biochar, legume greens, and zeolite is necessary. This study aims to determine the effect of applying fermented kasgot enriched with biochar, legume, and zeolite on the growth and yield of edamame plants in ultisol, as well as to identify the best formulation of fermented kasgot for edamame plants in ultisol. This study used a non-factorial Randomized Block Design (RBD) with 4 replications, including K0: without fertilization, K1: NPK fertilizer, K2: 100% kasgot, K3: 88% kasgot + 5% biochar + 2% legume + 5% zeolite, K4: 76% kasgot + 10% biochar + 4% legume + 10% zeolite, K5: 64% kasgot + 15% biochar + 6% legume + 15% zeolite, K6: 52% kasgot + 20% biochar + 8% legume + 20% zeolite. The research data were analyzed using ANOVA at a 5% error level, and if significant, followed by the DMRT test. The research results showed that the application of fermented kasgot enriched with biochar, legume forage, and zeolite significantly affected plant height, number of leaves, leaf area, dry weight of the canopy, dry weight of the roots, and pod weight per plant, but did not significantly affect the ratio of dry weight of the canopy to dry weight of the roots, number of pods per plant, number of seeds, and seed weight per plant. The kasgot formulation K4 was the best formula as it produced the highest edamame growth. Meanwhile, for the edamame yield variables, the kasgot formulation K5 was the best formula.
4404447427F2D023005REIFIKASI MEMORI DAN REVITALISASI HERITAGE SITE
Path Dependent Analysis Politik Pembangunan Kota Lama Banyumas
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses pengembangan destinasi wisata
yang menjadi bagian dari Revitalisasi Kota Lama Banyumas, sebagai upaya
pemerintah daerah untuk menghidupkannya kembali melalui reifikasi warisan sejarah
kota untuk memperkuat identitas daerah saat ini. Program revitalisasi meliputi dua
kegiatan utama, yaitu pengembangan prasarana Sungai Serayu sebagai wisata air dan
penataan kawasan Kota Lama Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode path
dependent analysis, dalam lima tahap untuk menganalisis tahapan reifikasi dalam
program revitalisasi, sebagai berikut:
1) kondisi anteseden, Sungai Serayu sebagai entitas penting dalam sejarah masa lalu
Banyumas, direifikasi menjadi gagasan Serayu River Voyage (SRV) pada tahun 2005
yang bertujuan untuk menghidupkan kembali Sungai Serayu di masa kini. 2)
Cleavage/shock, pengembangan kawasan Sungai Serayu melalui proyek pariwisata
transportasi air Pemerintah Daerah Banyumas akhirnya terwujud menjadi Angkutan
Serayu Banyumas (Angsamas) pada tahun 2021. 3) Critical juncture, keputusan bupati
pada tahun 2019 untuk menjadikan Kota Lama Banyumas sebagai cagar budaya, hal
ini berawal dari kajian akademis dari para aktor intelektual yang akhirnya mendorong
political will para pemangku kebijakan di masa mendatang untuk mewujudkan Living
Heritage kawasan lama Banyumas. 4) Aftermath, perwujudan di kawasan Kota Lama
Banyumas mulai diwujudkan dalam penataan kawasan kota lama pada tahun 2023,
pengembangan ini mampu terjadi berkat lobi dari tokoh masyarakat yang secara efektif
menjembatani pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Keseluruhan pembangunan
tersebut menciptakan 5) Legacy, Angsamas sebagai pengembangan prasarana wisata
air dan Penataan Kota Lama Banyumas dihidupkan kembali sebagai destinasi wisata
sejarah dan budaya, hal ini merupakan perwujudan kembali sisi sejarah Kota Lama
Banyumas yang bertujuan untuk memperkuat identitas lokal dan menumbuhkan
potensi ekonomi berbasis sejarah dan budaya.
This study aims to explore the process of developing tourist destinations that form the
Revitalization of Banyumas Old Town, as an effort by the local government to revive it
through the reification of the city's historical heritage to strengthen the current
regional identity. The revitalization program includes two main activities: the
development of Serayu River infrastructure as a water tourism and the arrangement of
the Banyumas Old Town area. This study uses the path dependent analysis method, in
five stages to analyze the stages of reification in the revitalization program, as follows:
1) antecedent conditions, Serayu River as an important entity in Banyumas' past
history, was reified into the idea of Serayu River Voyage (SRV) in 2005 aimed at
reviving Serayu River in the present. 2) cleavage/shock, the development of the Serayu
River area through the Banyumas Regional Government's water transportation
tourism project was finally reified into Angkutan Serayu Banyumas (Angsamas) in
2021. 3) critical juncture, the regent's decision in 2019 to make the Old City of
Banyumas a cultural heritage, this began with an academic study from intellectual
actors which finally encouraged the political will of policy makers in the future to reify
the old Banyumas Living Heritage area. 4) aftermath, reification in the Old City of
Banyumas area began to be realized in the arrangement of the old city area in 2023,
this development was able to occur thanks to lobbying from public figures who
effectively bridged the regional government and the central government. The entire
development created 5) legacy, Angsamas as a water tourism infrastructure
development and the Arrangement of the Old City of Banyumas was revived as a
historical and cultural tourism destination, this is a reification of the historical side of
Old Banyumas which aims to strengthen local identity and grow economic potential
based on culture
4404547428J1A021049Translation Strategies and Accuracy of Auto-Generated Subtitle of Aviation Terms In Captain Joe's VlogEstiningtyas, Sandya Zerlina. 2025. Translation Strategies and Accuracy of Auto-Generated Subtitle of Aviation’s Terms in Captain Joe’s Vlog. Skripsi. Program Studi Sastra Inggris. Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Pembimbing 1: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum. Pembimbing 2: Ambhita Dhyaningrum, S.S., M.Hum. Penguji Eksternal: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum.
Penelitian ini menganalisis strategi penerjemahan dan akurasi subtitle istilah penerbangan yang dibuat secara otomatis dalam vlog Captain Joe. Dengan menggunakan teori strategi penerjemahan Gottlieb (1992) dan teori penilaian kualitas penerjemahan (Nababan et al., 2012), data mencakup semua istilah penerbangan dalam dua vlog Captain Joe yang berjudul. Temuan penelitian mengidentifikasi enam jenis strategi penerjemahan. Strategi yang paling sering digunakan adalah transfer dengan 42 data (71,19%), parafrase dengan 7 data (11,86%), transkripsi dengan 4 data (6,78%), ekspansi dengan 3 data (5,08%), imitasi dengan 2 data (3,39%), dan yang terakhir pengunduran diri dengan 1 data (1,69%). Dari 59 data, 41 data dikategorikan akurat. Namun, jumlah yang kurang akurat juga cukup tinggi yaitu 21. Hal ini menunjukkan bahwa subtitle yang dibuat secara otomatis belum mampu menerjemahkan istilah-istilah tertentu atau istilah khusus seperti istilah penerbangan yang kurang familiar.
Estiningtyas, Sandya Zerlina. 2025. Translation Strategies and Accuracy of Auto-Generated Subtitle of Aviation’s Terms in Captain Joe’s Vlog. Thesis. English Literature Study Program. English Department. Faculty of Humanities. Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Supervisor 1: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum. Supervisor 2: Ambhita Dhyaningrum, S.S., M.Hum. External Examiner: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum.
This study analyzes the translation strategies and accuracy of auto-generated subtitle of aviation’s terms in Captain Joe’s vlog. Using Gottlieb (1992) translation strategies theory and (Nababan et al., 2012) translation quality assessment theory, the data include all aviation terms in two vlogs of Captain Joe’s. The findings identify six types of translation strategies. The most frequent strategies used is transfer with 42 data (71.19%), paraphrase with 7 data (11.86%), transcription with 4 data (6.78%), expansion with 3 data (5.08%), imitation with 2 data (3.39%), and the last resignation with 1 data (1,69%). Of the 59 data, 41 data are categorized as accurate. However, the less accurate number is also quite high at 21. This shows that auto-generated subtitles have not been able to translate specific terms or specialized terms such as aviation terms that are less familiar.
4404647429I1J021016The Effect of Listening To Self-Selected Music (SSM) On Blood Pressure In Elderly With HypertensionLatar Belakang: Hipertensi merupakan penyebab utama kematian dini global. Musik merupakan salah satu intervensi non-farmakologis yang efektif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Musik dengan preferensi individu (Self-Selected Music) terbukti memberikan efek relaksasi lebih kuat dibandingkan musik yang dipilihkan karena mampu menstimulasi hipotalamus dan menghasilkan perasaan tenang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mendengarkan musik pilihan sendiri terhadap rata-rata tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.

Metodologi: Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan pengukuran berulang. Sebanyak 44 responden berusia ≥60 tahun dengan dengan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg dipilih secara acak dan dibagi menjadi masing-masing 22 responden kedalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi mendengarkan musik yang dipilih sendiri menggunakan headphone, sementara kelompok kontrol istirahat tanpa gangguan. Tekanan darah diukur menggunakan aneroid sphygmomanometer dan dilakukan sebanyak tujuh kali selama 30 menit dengan interval 5 menit. Uji Mann-Whitney digunakan untuk menganalisis perbedaan rata-rata tekanan darah antara kedua kelompok. Uji Repeated Measures Anova digunakan untuk menganalisis perbedaan rata-rata tekanan darah pada masing-masing kelompok.

Hasil: Uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata tekanan darah yang signifikan antara kedua kelompok (p<0,001). Kemudian hasil uji Repeated Measures Anova menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata tekanan darah yang signifikan dari waktu ke waktu selama 30 menit pada kelompok intervensi (p<0,001) dengan penurunan terbesar pada menit ke-15.

Kesimpulan: Terdapat pengaruh mendengarkan Self-Selected Music (SSM) selama 30 menit terhadap perbedaan rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol.
Background: Hypertension is the leading cause of premature death globally. Music is one of the effective non-pharmacological interventions to lower blood pressure in elderly with hypertension. Music with individual preferences (Self-Selected Music) provides a stronger relaxing effect than chosen music. This research aims to determine the effect of listening to self-selected music on mean blood pressure in the elderly with hypertension.
Methods: The research design used was quasi-experimental with repeated measures. 44 respondents aged ≥60 years with systolic blood pressure ≥140 mmHg and diastolic blood pressure ≥90 mmHg were randomly selected and divided into intervention and control groups, with 22 respondents in each group. The intervention group listened to Self-Selected Music using headphones, while the control group rested without interruption. Blood pressure was measured using an aneroid sphygmomanometer and was performed seven times for 30 minutes at 5-minute intervals. The Mann-Whitney test was used to analyze the difference in mean blood pressure between the two groups. Repeated Measures Anova test was used to analyze the difference in mean blood pressure in each group.
Results: Mann-Whitney test showed a significant difference in mean blood pressure between the two groups (p<0.001). Repeated Measures Anova test showed a significant difference in mean blood pressure from time to time for 30 minutes in the intervention group (p<0.001), with the most significant decrease at the 15th minute.
Conclusion: Listening to Self-Selected Music (SSM) for 30 minutes significantly reduced mean systolic and diastolic blood pressure between the intervention and control groups.
4404747430F1D021065Perspektif Ekofeminisme dan Wacana Krisis Kerusakan Alam di Indonesia dalam Situs MongabayPenelitian ini membahas tentang wacana krisis kerusakan alam yang terjadi di Indonesia termuat dalam Situs Mongabay dilihat dari perspektif ekofeminisme. Tujuan artikel ini untuk mengetahui dan menjelaskan kecenderungan apa saja yang menjadikan Situs Mongabay mewacanakan krisis kerusakan alam di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga berusaha untuk memahami dan mendeskripsikan bagaimana Situs Mongabay mewacanakan krisis kerusakan alam dilihat melalui perspektif ekofeminisme di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian feminis yang menempatkan pengalaman perempuan sebagai sumber pengetahuan penting, yang sebelumnya terpinggirkan oleh dominasi laki-laki dalam produksi pengetahuan. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif dan pendekatan model analisis wacana historis Ruth Wodak. Hal itu diungkap melalui perencanaan teks, hubungan interdiskursif dan intertekstualnya, dan kecenderungan Situs Mongabay mewacanakan krisis kerusakan alam di Indonesia. Penelitian ini menunjukkan bahwa di antara beberapa situs yang membahas mengenai kerusakan alam, Situs Mongabay secara spesifik mengonstruksi narasi yang mengaitkan krisis kerusakan alam dengan penindasan terhadap perempuan yang terjebak dalam ketidakadilan gender, krisis kesehatan, dan ketidakberdayaan akibat kerusakan alam.This research discusses the discourse on the natural destruction crisis that occurred in Indonesia, contained on the Mongabay site, seen from an ecofeminist perspective. The purpose of this article is to find out and explain the tendencies that make the Mongabay site discuss the crisis of natural destruction in Indonesia. Apart from that, this research also seeks to understand and describe how the Mongabay Site discusses the crisis of natural destruction seen from an ecofeminist perspective in Indonesia. This research uses a feminist research methodology that places women's experiences as an important source of knowledge, which was previously marginalized by male dominance in knowledge production. Apart from that, this research also uses qualitative methods and the historical discourse analysis model approach of Ruth Wodak. This is revealed through the planning of the text, its interdiscursive and intertextual relationships, and the tendency of the Mongabay Site to discuss the crisis of natural destruction in Indonesia. This research shows that among several sites that discuss natural destruction, the Mongabay Site specifically constructs a narrative that links the natural destruction crisis with oppression of women who are trapped in gender inequality, health crises, and helplessness due to natural destruction.
4404847433B1A020028Mortalitas Kecoak Jerman Blattella germanica L. (Dictyoptera: Blattellidae) yang terdedah Biopestisida BIO-P60 berbasis Bakteri Pseudomonas fluorescens P60Kecoak merupakan salah satu vektor yang berada di lingkungan permukiman yang dapat menyebarkan berbagai mikroorganisme penyebab penyakit. Salah satu kecoak yang sering dijumpai di permukiman yaitu kecoak Jerman (Blattella germanica). Pengendalian kecoak menggunakan insektisida sintetik secara berlebihan menyebabkan banyak kasus resistensi kecoak terhadap insektisida sintetik. Kecoak Jerman perlu dikendalikan dengan metode yang lebih aman dan ramah lingkungan, salah satunya yaitu dengan menggunakan biopestisida berbasis bakteri entomopatogen Pseudomonas fluorescens P60. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mortalitas kecoak Jerman yang terdedah biopestisida BIO-P60 serta efektivitas biopestisida BIO-P60 dalam membunuh populasi kecoak Jerman.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas sembilan perlakuan dengan tiga kali ulangan. Perlakuan terdiri dari umpan yang mengandung biopestisida BIO-P60 dengan konsentrasi 60, 65, 70, 75, 80, 85, dan 90% serta kontrol positif menggunakan fipronil 0,05% dan kontrol negatif hanya menggunakan umpan tanpa insektisida. Penelitian dilakukan di Laboratorium Entomologi dan Parasitologi dan Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman yang dilakukan selama empat bulan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variabel bebas berupa konsentrasi biopestisida BIO-P60 dan variabel terikat berupa kemampuan biopestisida BIO-P60 dalam mematikan nimfa kecoak Jerman. Parameter yang diamati dalam penelitian ini berupa parameter utama yaitu mortalitas nimfa kecoak Jerman serta parameter pendukung yaitu jumlah bakteri dalam biopestisida BIO-P60 dan bobot umpan. Data mortalitas yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (analysis of variance) pada tingkat kepercayaan 95%. Apabila data menunjukkan hasil berbeda nyata dilanjutkan dengan DMRT pada tingkat kepercayaan 95%.
Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian biopestisida BIO-P60 tidak banyak berpengaruh terhadap mortalitas kecoak jerman. Mortalitas tertinggi terjadi pada perlakuan fipronil yaitu sebesar 100%, sehingga perlakuan kontrol positif menggunakan fipronil merupakan perlakuan paling efektif dalam membunuh kecoak Jerman. Biopestisida BIO-P60 dengan konsentrasi 90% mampu mematikan nimfa kecoak Jerman sebesar 63% sedangkan terendah oleh Biopestisida BIO-P60 dengan konsentrasi 60% yang mampu mematikan nimfa kecoak Jerman sebesar 26%. Penggunaan biopestisida BIO-P60 berbasis bakteri P. fluorescens P60 tidak begitu efektif karena mampu membunuh 50% populasi kecoak Jerman pada konsentrasi 75%.
Cockroaches are one of the vectors in the residential environment that can spread various disease-causing microorganisms. One of the cockroaches that is often found in settlements is the German cockroach (Blattella germanica). Controlling cockroaches using synthetic insecticides excessively has led to many cases of cockroach resistance to synthetic insecticides. German cockroaches need to be controlled with safer and environmentally friendly methods, one of which is by using biopesticides based on entomopathogenic bacteria Pseudomonas fluorescens P60. This study aims to determine the mortality of German cockroaches exposed to BIO-P60 biopesticide and the effectiveness of BIO-P60 biopesticide in killing of the German cockroach population.
The research was conducted using an experimental method with a completely randomized design (CRD) consisting of nine treatments with three replications. The treatments consisted of bait containing BIO-P60 biopesticide with concentrations of 60, 65, 70, 75, 80, 85, and 90% as well as positive control using fipronil 0.05% and negative control using only bait without insecticide. The research was conducted at the Entomology and Parasitology Laboratory and Microbiology Laboratory of the Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University, which was conducted for four months. The variables used in this study are the independent variable in the form of BIO-P60 biopesticide concentration and the dependent variable is the ability of BIO-P60 biopesticide to kill German cockroach nymphs. The parameters observed in this study were the main parameter, namely the mortality of German cockroach nymphs and supporting parameters, namely the number of bacteria in BIO-P60 biopesticide and bait weight. Mortality data obtained were analyzed using ANOVA (analysis of variance) at the 95% confidence level. If the data showed significantly different results, it was continued with DMRT at the 95% confidence level.
The results of the ANOVA test showed that the application of BIO-P60 biopesticide had little effect on German cockroach mortality. The highest mortality occurred in the fipronil treatment which was 100%, so that the positive control treatment using fipronil is the most effective treatment in killing German cockroaches. Biopesticide BIO-P60 has entomopathogenic potential that can kill German cockroaches with different mortality percentages. Biopesticide BIO-P60 with a concentration of 90% was able to kill the highest German cockroach nymphs by 63% while the lowest by Biopesticide BIO-P60 with a concentration of 60% which was able to kill German cockroach nymphs by 26%. The use of BIO-P60 biopesticide based on P. fluorescens P60 bacteria is not so effective because it can kill 50% of the German cockroach population at a concentration of 75%.
4404947434F1D021025Sinergi Pemerintah dan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah di Kabupaten Banyumas untuk Mewujudkan SDG 12: Studi Kasus Program 'Sumpah Beruang'Penelitian ini mengkaji upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat lokal dalam strategi pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas, dengan fokus khusus pada program 'Sumpah Beruang' (Sulap Sampah Berubah Uang). Studi ini meneliti bagaimana program yang diinisiasi oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) telah berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengurangan sampah dan promosi praktik daur ulang. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menganalisis data yang diperoleh dari laporan pemerintah, wawancara dengan pemangku kepentingan utama, dan literatur yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa program 'Sumpah Beruang' berhasil melibatkan masyarakat lokal dalam proses pengelolaan sampah, mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai seperti kompos dan bahan daur ulang. Namun, tantangan masih ada dalam memperluas cakupan program dan mengatasi masalah struktural seperti pemilahan dan pengumpulan sampah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun program ini secara signifikan mendukung SDG 12, diperlukan kerangka kebijakan yang lebih kuat dan partisipasi masyarakat yang lebih besar untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang dan dampak yang lebih luas.This research examines the collaborative efforts between the government and the local community in Banyumas Regency's waste management strategy, particularly focusing on the 'Sumpah Beruang' (Transforming Waste into Wealth) program. The study investigates how this program, initiated by the local government in collaboration with community-based organizations (KSM), has contributed to achieving Sustainable Development Goal 12 (Responsible Consumption and Production) through the reduction of waste and the promotion of recycling practices. Employing a qualitative method, this study analyses data gathered from government reports, interviews with key stakeholders, and relevant literature. Findings show that the 'Sumpah Beruang' program has successfully engaged local communities in waste management processes, turning waste into valuable resources such as compost and recycled materials. However, challenges remain in scaling up the initiative and addressing the structural issues of waste segregation and collection. The research concludes that while the program significantly supports SDG 12, a more robust policy framework and increased community participation are required to ensure its long-term sustainability and broader impact.
4405047438F1B021059Manajemen Implementasi Digitalisasi Pada Instansi Vertikal PemerintahDalam menghadapi era revolusi industri 4.0, KPPN Purwokerto telah mengimplementasikan berbagai sistem digital yang diinisiasi oleh Kementerian Keuangan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan, namun masih menghadapi kendala pada sistem, prasarana, dan kompetensi. Penelitian ini bertujuan mengkaji manajemen implementasi digitalisasi di KPPN Purwokerto menggunakan teori pengelolaan implementasi Mustopadidjaja yang mencakup empat aspek analisis kebijakan. Dengan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek Struktur dan Dinamika Lingkungan Stratejik terdapat mekanisme transfer pengetahuan yang sistematis dan budaya kerja digital melalui kebijakan mutu CABLAKA, meski masih bergantung pada server terpusat. Aspek Sistem Pelaksanaan menonjolkan keseimbangan antara implementasi SOP pusat dan inovasi lokal, didukung evaluasi berkala melalui PROUKI dan infrastruktur teknologi memadai. Pada aspek Kompetensi dalam Pengelolaan Pelaksanaan Kebijakan, pegawai menunjukkan kesiapan tinggi dalam adopsi digital melalui pembelajaran berkelanjutan, dengan pemimpin berfokus pada kebijakan dan pengawasan kinerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesiapan lingkungan, prosedur yang jelas dari Kementerian Keuangan, dan sistem evaluasi mendukung digitalisasi, sedangkan kompetensi pegawai yang mumpuni mempermudah implementasi, meski diperlukan perbaikan sistem secara berkala untuk mengatasi kendala.In facing the era of the Industrial Revolution 4.0, KPPN Purwokerto has implemented various digital systems initiated by the Ministry of Finance to enhance performance and services; however, challenges remain in terms of systems, infrastructure, and competencies. This study aims to examine the management of digitalization implementation at KPPN Purwokerto using Mustopadidjaja's implementation management theory, which includes four aspects of policy analysis. Employing a descriptive qualitative method, data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The study results show that in the aspect of Strategic Environment Structure and Dynamics, a systematic knowledge transfer mechanism and a digital work culture are evident through the CABLAKA quality policy, although there is still reliance on centralized servers. The System Implementation aspect highlights a balance between the implementation of central SOPs and local innovations, supported by regular evaluations through PROUKI and adequate technological infrastructure. In the aspect of Competency in Policy Implementation Management, employees demonstrate high readiness for digital adoption through continuous learning, with leaders focusing on policy and performance supervision. The study concludes that environmental readiness, clear procedures from the Ministry of Finance, and an effective evaluation system support digitalization, while competent employees facilitate implementation, though periodic system improvements are needed to address existing challenges.
4405147439C1B021060Analisis Pengaruh Asosiasi Merek, Posisi Merek, dan Nilai Merek terhadap Keputusan
Pembelian Tisu Merek Illona
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi branding merek Ilona dengan mengeksplorasi hubungan kausal antara asosiasi merek, posisi merek, nilai merek dan keputusan pembelian. Secara khusus, penelitian ini meneliti bagaimana asosiasi merek, posisi merek, nilai merek memengaruhi keputusan pembelian. Data
dikumpulkan dari 135 responden melalui kuesioner menggunakan metode non-probabilitas dengan purposive sampling. Responden terdiri dari konsumen tisu di Purwokerto, yang telah membeli tisu setidaknya sekali dalam satu bulan terakhir di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan SPSS versi 27 untuk menguji hubungan antar variabel menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa asosiasi merek, posisi merek, nilai merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis untuk memperkuat literatur mengenai pentingnya elemen merek dalam mempengaruhi konsumen. Secara manajerial, penelitian ini mengarahkan perusahaan untuk memperkuat asosiasi merek, meningkatkan nilai, dan memperkuat posisi di pasar untuk mendorong keputusan pembelian konsumen.
This study aims to analyze Illona's branding strategy by exploring the causal relationship between brand association, brand position, brand value and purchase decision. Specifically, this study examines how brand association, brand positioning, brand value impact purchasing decisions. Data was collected from 135 respondents through questionnaires using a non-probability method with purposive sampling. Respondents consist of tissue consumers in Purwokerto, who have purchased tissue at least once in the past one month in Purwokerto. This study used SPSS version 27 to test the relationship between variables using multiple regression analysis. The results of this study indicate that brand association, posisi merek, brand value positively and significantly influence purchasing decisions. This study provides theoretical implications to strengthen the literature regarding the importance of brand elements in influencing consumers. Managerially, this study directs companies to strengthen brand associations, increase value, and strengthen position in the market to encourage consumer purchasing decisions.
4405247440F1D019045Think Tanks and the Right: An Analysis of Propaganda Strategies in the Service of Capital InterestsThis paper examines the significant influence of right-leaning think tanks like the Heritage Foundation and the Adam Smith Institute on public opinion and policy, particularly in modern political discourse. It scrutinizes their alleged impartiality while promoting conservative interests, using methods such as social media and traditional media to spread their messages. A notable example is the Adam Smith Institute's advocacy for privatizing the Moon, illustrating the relationship between think tank propaganda and media. Using a qualitative approach and descriptive analysis, the study highlights these think tanks' use of selective evidence and emotional appeals to support conservative agendas. It analyzes the Heritage Foundation's Project 2025 as a manifesto for consolidating presidential power and promoting deregulation. The findings underscore the profound impact of these think tanks on global policies and socio-political changes, emphasizing their role in shaping contemporary journalism and political debate while often compromising transparency and objective policy analysis.This paper examines the significant influence of right-leaning think tanks like the Heritage Foundation and the Adam Smith Institute on public opinion and policy, particularly in modern political discourse. It scrutinizes their alleged impartiality while promoting conservative interests, using methods such as social media and traditional media to spread their messages. A notable example is the Adam Smith Institute's advocacy for privatizing the Moon, illustrating the relationship between think tank propaganda and media. Using a qualitative approach and descriptive analysis, the study highlights these think tanks' use of selective evidence and emotional appeals to support conservative agendas. It analyzes the Heritage Foundation's Project 2025 as a manifesto for consolidating presidential power and promoting deregulation. The findings underscore the profound impact of these think tanks on global policies and socio-political changes, emphasizing their role in shaping contemporary journalism and political debate while often compromising transparency and objective policy analysis.
4405347441I1A021015DETERMINAN PEMANFAATAN PELAYANAN DETEKSI DINI KANKER
SERVIKS DENGAN METODE IVA OLEH WUS DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS
Latar belakang: Kanker serviks menjadi penyebab kematian kedua akibat kanker pada wanita di Indonesia. Pemerintah telah menetapkan target 80% wanita usia 30-50 tahun melakukan deteksi dini kanker serviks melalui metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Namun, cakupan IVA di Puskesmas Kebasen Kabupaten Banyumas masih rendah yaitu 2,2% pada tahun 2023. Tujuan penelitian ini untuk
menganalisis determinan pemanfaatan deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA oleh Wanita Usia Subur (WUS) di wilayah kerja Puskesmas Kebasen Kabupaten Banyumas.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 102 WUS yang diambil dengan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik berganda. Variabel penelitian ini terbagi menjadi 2 diantaranya variabel independen yang
meliputi pengetahuan, sikap, paparan informasi, akses pelayanan kesehatan, dukungan keluarga, persepsi kebutuhan IVA tes dan variabel dependen adalah pemanfaatan pemeriksaan IVA.
Hasil Penelitian: Terdapat hubungan antara pengetahuan (p-value 0,016), sikap (p-value 0,001), paparan informasi (p-value 0,001), dukungan keluarga (p-value 0,001), persepsi kebutuhan IVA (p-value 0,007) dengan pemanfaatan pelayanan IVA. Terdapat pengaruh antara pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap pemanfaatan pelayanan IVA. Sedangkan faktor paling berpengaruh terhadap
pemanfaatan pelayanan IVA adalah dukungan keluarga dengan p value 0,005 dan OR 20,473.
Kesimpulan : Variabel dukungan keluarga berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan IVA. Oleh karena itu penyedia layanan kesehatan perlu meningkatkan dan mengembangkan kegiatan promotif dan preventif mengenai kanker seviks dan pemanfaatan IVA guna meningkatkan dukungan keluarga.
Kata kunci: Kanker Serviks, IVA Tes, Pemanfaatan
Background : Cervical cancer is the second leading cause of cancer death in women in Indonesia. The government has set a target of 80% of women aged 30-50 years to undergo early detection of cervical cancer through the Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) method. However, the coverage of VIA at the Kebasen Health Center, Banyumas Regency is still low, namely 2.2% in 2023. The purpose of this study was to analyze the determinants of the use of early detection of cervical cancer using the VIA method by Women of Childbearing Age (WCA) in the work area of the Kebasen Health Center,
Banyumas Regency
Methods : Quantitative research with cross sectional approach. Samples amounted to 102 WCA taken using simple random sampling technique. Data analysis using chi square test and multiple logistic regression. The variables of this study are divided into 2 including independent variables including knowledge, attitudes, exposure to information, access to health services, family support, perception of the need for VIA tests and the dependent variable is the utilization of VIA examinations.
Results : There is a relationship between knowledge (p-value 0.016), attitude (p-value 0.001), information exposure (p-value 0.001), family support (p-value 0.001), perception of VIA needs (p-value 0.007) with the utilization of VIA services. There is an influence between knowledge and family support on the utilization of VIA services. While the most influential factor on the utilization of VIA services is family support with a p value of 0.005 and OR 20.473.
Conclusion : Family support variables affect the utilization of VIA services. Therefore, health service providers need to improve and develop promotive and preventive activities regarding cervical cancer and the utilization of VIA to increase family support..
Keywords : Cervical Cancer, VIA Test, Utilization
4405447442I1B021015Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil dan Dukungan Keluarga Terhadap Kejadian Depresi Antenatal di Wilayah Kerja Puskesmas KedungbantengLatar Belakang: Depresi antenatal merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang sering terjadi selama masa kehamilan dan dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu dan dukungan keluarga terhadap kejadian depresi antenatal.
Metodologi: Penelitian kuantitatif bersifat analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 105 responden. Hipotesis diuji menggunakan uji korelasi Spearman.
Hasil Penelitian: Pengetahuan ibu hamil tentang depresi antenatal sebesar 57,2% berada pada kategori tinggi, dukungan keluarga sebesar 74,3% tinggi, depresi antenatal sebesar 67,7%, dan skor EPDS tinggi yaitu sebesar 51,3%. Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p sebesar 0,162 (nilai p < 0,05) untuk pengetahuan ibu hamil tentang depresi antenatal dan nilai p sebesar 0,113 (nilai p < 0,05) untuk dukungan keluarga terhadap kejadian depresi antenatal. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan kejadian depresi antenatal dan tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kejadian depresi antenatal.
Kata kunci: Depresi Antenatal, Dukungan Keluarga, Pengetahuan
Background: Antenatal depression is one of the mental health problems that often occurs during pregnancy and can affect the health of the mother and fetus. This study aims to analyze the relationship between maternal knowledge and family support on the incidence of antenatal depression.
Methodology: Quantitative research is correlative analytic with a cross-sectional approach. Sampling using accidental sampling with a sample size of 105 respondents. The hypothesis was tested using the Spearman correlation test.
Research Results: Knowledge of pregnant women about antenatal depression was 57.2% in the high category, family support was 74.3% high, antenatal depression was 67.7%, and EPDS score was high at 51.3%. The Spearman test results showed a p value of 0.162 (p value <0.05) for knowledge of pregnant women about the incidence of antenatal depression and a p value of 0.113 (p value <0.05) for family support for the incidence of antenatal depression.
Conclusion: There was no relationship between pregnant women's knowledge of the incidence of antenatal depression and there was no relationship between family support and the incidence of antenatal depression.
Keywords: Antenatal Depression. Family Support, Knowledge

4405547443I1A021019Determinan Perilaku Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 pada Remaja dan Dewasa Muda dengan Riwayat Keluarga Diabetes di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto SelatanDiabetes Melitus (DM) merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular yang masih menjadi penyebab utama kematian di dunia. Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) adalah jenis diabetes yang paling sering terjadi dan mengalami pertumbuhan pesat, yang dipengaruhi oleh faktor genetik, gaya hidup dan perubahan pola sosial. Sehingga diperlukan program penanggulangan DM yang intervensinya difokuskan pada kelompok resiko tinggi salah satunya adalah kelompok usia muda dengan riwayat keluarga diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi determinan perilaku pencegahan DM tipe 2 pada remaja dan dewasa muda dengan riwayat keluarga diabetes di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang telah disesuaikan dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Responden pada penelitian ini adalah anak dari peserta prolanis DM yang berusia 10-40 tahun. Pengambilan data dengan kuesioner melalui wawancara. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat menggunakan Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik.Variabel yang berhubungan dengan perilaku pencegahan DM tipe 2 pada remaja dan dewasa muda dengan riwayat keluarga diabetes di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan yaitu pengetahuan (0,006), sikap (0,017), ketersediaan informasi (0,001), dan dukungan keluarga (0,001). Selain itu, variabel yang paling berpengaruh adalah dukungan keluarga (0,007) dengan OR 8,594. Faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan DM tipe 2 pada remaja dan dewasa muda di wilayah Puskesmas Purwokerto Selatan yaitu pengetahuan, ketersediaan informasi dan dukungan keluarga. Peningkatan program pencegahan DM tipe 2, penyediaan informasi dan dukungan untuk mengikuti program kesehatan perlu diberikan kepada remaja dan dewasa muda.Diabetes Mellitus (DM) is an uncontagious disease that still being the main cause of death in the world. Type 2 Diabetes Mellitus (type 2 DM) is the most common type of diabetes and is growing rapidly, influenced by genetics factors, lifestyles, and social patterns. This implies that DM countermeasures, in which its intervention is focused on high-risk groups such as the young age group with a family history of diabetes. This study aims to explore the determinants of type 2 DM prevention behavior in teenagers and young adults with a family history of diabetes in the work region of Puskesmas Purwokerto Selatan. Quantitative research with a cross-sectional approach. The sampling technique used a customized total sample with inclusion and exclusion criteria. Respondents in this study were children of DM pronalis participants aged 10-40 years old. Data sampling using questionnaires through interviews. Data analysis used univariate analysis, bivariate using Chi-Square, and multivariate using logistic regression. Variables related to type 2 DM prevention behavior in teenagers and young adults with a family history of diabetes in the work region of South Purwokerto Health Care are knowledge (0,006), behavior (0,017), information availability (0,001), and family support (0,001). Meanwhile, the most influential variable is family support (0,006) with a QR Value of 8,594. The factors that influence type 2 DM prevention behavior in teenagers and young adults who their family have a history of diabetes in the work region of Puskesmas Purwokerto Selatan are knowledge, information availability, and family support. Improvement of type 2 DM prevention programs, information provision and encouragement to follow health program are crusial to be given to teenagers and young adults.
4405647444I1A021060Determinan Perilaku Orang Tua dalam Pencegahan Obesitas pada Anak Usia Sekolah di Desa KenitenMenurut WHO tahun 2024 lebih dari 390 juta anak dan remaja berusia 5 hingga 19 tahun mengalami kelebihan berat badan, di antaranya 160 juta yang menderita obesitas. Obesitas anak di Kecamatan Kedungbanteng menjadi 3 kasus tertinggi. Desa Keniten menjadi desa yang paling banyak memiliki kasus obesitas anak yaitu 15 kasus. Pemenuhan gizi yang dilakukan oleh orang tua seringkali berlebih sehingga menyebabkan obesitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku orang tua dengan pengetahuan, sikap, paparan media informasi dan dukungan keluarga dalam pencegahan obesitas pada anak usia sekolah. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Responden dalam penelitian ini adalah 90 orang tua dari siswa di SD Negeri 2 Keniten dengan proportional random sampling setelah dilakukan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Pengambilan data dilakukan menggunakan angket. Analisis data menggunakan uji univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel paparan media informasi (p-value=0,000) dan dukungan keluarga (p-value=0,021) berhubungan dengan perilaku pencegahan obesitas anak. Variabel pengetahuan (0,355) dan sikap (p-value=0,670) tidak memiliki hubungan dengan perilaku pencegahan obesitas anak. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah paparan media informasi yang baik mempengaruhi perilaku pencegahan obesitas anak yang baik. Disertai dengan dukungan keluarga yang baik dari suami maka perilaku pencegahan dapat dilakukan dengan baik.According to WHO in 2024 more than 390 million children and adolescents aged 5 to 19 years will be overweight, which of 160 million will be obese. Obesity in Kedungbanteng District is the 3rd highest case. Keniten Village reported the highest number of childhood obesity cases, with 15 cases. Parents excessive provision of nutrition often leads to obesity. This study aims to examine the relationship between parents' behavior and their knowledge, attitudes, exposure to media information, and family support in preventing obesity among school-aged children. This study employed a quantitative analytical approach with a cross-sectional design. The respondents were 90 parents of students from SD Negeri 2 Keniten, selected through proportional random sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data collection was conducted using questionnaires. Data analysis involved univariate, bivariate, and multivariate tests. The findings of this study indicate that exposure to media information (p-value = 0.000) and family support (p-value = 0.021) are significantly associated with parents' behavior in preventing childhood obesity. However, knowledge (p-value = 0.355) and attitudes (p-value = 0.670) did not show a significant relationship with preventive behavior. The conclusion of this study is Good exposure to media information influences positive behavior in preventing childhood obesity. Coupled with strong family support, particularly from the spouse, preventive measures can be effectively implemented.
4405747445J1E020031A Correlational Study on English Language Proficiency of International Students and The Academic Achievement in Their Major of Undergraduate International Students in Universitas Jenderal Soedirman.Mahasiswa internasional secara umum disebut sebagai orang yang belajar di luar negaranya. Sebagai mahasiswa yang belajar di luar negeri, mahasiswa internasional menggunakan bahasa yang dapat diterima dan dimengerti oleh banyak orang di bidang akademik, yaitu bahasa Inggris. Pentingnya bahasa Inggris sebagai bahasa global tidak hanya untuk komunikasi internasional, tetapi juga sebagai keterampilan penting yang diuji kemahirannya, terutama di Indonesia di berbagai bidang termasuk bidang akademik. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kemampuan berbahasa Inggris dan prestasi akademik mahasiswa internasional S1 di Universitas Jenderal Soedirman; (2) Untuk mengetahui korelasi antara kemampuan berbahasa Inggris dan prestasi akademik mahasiswa internasional S1 di Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional yang melibatkan 13 sampel mahasiswa internasional S1 di Universitas Jenderal Soedirman. Instrumen penelitian berupa dokumentasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kemampuan berbahasa Inggris dengan prestasi akademik. Nilai Signifikan (0.042) dan nilai Koefisien Korelasi (0.569) mendefinisikan adanya korelasi positif yang moderat antara kedua variabel tersebut. Ketika kemampuan bahasa Inggris meningkat, prestasi akademik cenderung meningkat. Peneliti menyarankan agar peneliti selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih lanjut mengenai hasil korelasi ini tidak hanya dari segi korelasinya saja, namun lebih dalam lagi mengenai faktor penyebab korelasi tersebut dengan memanipulasi variabel independen dengan menggunakan desain eksperimen kemahiran berbahasa Inggris dan prestasi akademik.International students are generally referred as people who study outside their country. As the students who study across the country, international students use a language that is acceptable and understood by many people in academic field, that is English. The importance of English as a global language extends beyond international communication to being an important skill tested for proficiency, especially in Indonesia across various fields including academics. The aims of this research are: (1) To find out if there is a correlation between English language proficiency and academic achievement of undergraduate international students in Universitas Jenderal Soedirman; (2) To discover the correlation between English language proficiency and academic achievement of undergraduate international students in Universitas Jenderal Soedirman. This research utilized a quantitative approach with a correlational research design involving 13 samples of undergraduate international students in Universitas Jenderal Soedirman. The research instruments are documentation and test. The research results showed that there was a correlation between English language proficiency and academic achievement. The Significant value (0.042) and Correlation Coefficient value (0.569) defined there was a moderate positive correlation of the two variables. Where English proficiency increases, the academic achievement tended to increases. The researcher suggests that future researchers can explore more about the results of this correlation not only in terms of their correlation but more deeply on the causal factors of the correlational by manipulating the independent variable(s) using the experimental design of English language proficiency and academic achievement.
4405847446J1C020027metafora konseptual dalam lagu-lagu yoasobiPenelitian ini membahas mengenai metafora konseptual pada lagu-lagu Yoasobi,
bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis metafora konseptual yang terdapat
dalam lagu-lagu Yoasobi. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif
kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara simak catat.
terdapat 3 jenis metafora konseptual, yaitu metafora struktural, metafora ontologis, dan
metafora orientasional. Teknik analisis data dilakukan dengan pengelompokan data sesuai
dengan teori yang dikembangkan oleh Lakoff dan Johnson. Hasil penelitian ini
mengungkapkan kata atau frasa metaforis yang terjadi pengalihan konsep dari makna leksikal
ke makna metaforis karena adanya persamaan konsep, proses, keadaan, sifat, bentuk, jumlah,
rasa, karakter, fungsi dari sesuatu benda atau hal yang dialihkan
This research discusses conceptual metaphors in Yoasobi's songs, aiming to
identify and describe the types of conceptual metaphors found in Yoasobi's songs. The type of
research used is qualitative descriptive research. The data collection technique in this research
was carried out by taking notes. There are 3 types of conceptual metaphors, namely structural
metaphors, ontological metaphors, and orientational metaphors. The data analysis technique is
carried out by grouping data according to the theory developed by Lakoff and Johnson. The
results of this research reveal metaphorical words or phrases where the concept is transferred
from lexical meaning to metaphorical meaning because of the similarity of the concept, process,
state, nature, shape, number, taste, character, function of the object or thing being transferred.
4405947447G1A021047Pengaruh Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava) Terhadap Gambaran Histopatologi Hepar Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Model HiperkolesterolemiaLatar Belakang: Hiperkolesterolemia adalah masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi, berkontribusi pada kondisi seperti Non Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) dan Non Alcoholic Steatohepatitis (NASH). Terapi konvensional, meskipun efektif, memiliki efek samping. Ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava l.) diketahui memiliki efek hepatoprotektif dan antioksidan, namun penelitian tentang pengaruhnya pada histopatologi hepar dalam konteks hiperkolesterolemia masih terbatas.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun Psidium guajava terhadap gambaran histopatologi hepar tikus Wistar (Rattus norvegicus) model hiperkolesterolemia.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan model post test only control design. Eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap empat kelompok. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Sampel penelitian terdiri dari 28 ekor tikus Wistar, terbagi menjadi 7 ekor tikus pada masing-masing kelompok. Tikus diinduksi dengan diet tinggi lemak selama 2 minggu untuk membentuk kondisi hiperkolesterol, lalu diberikan perlakuan dengan sonde ekstrak jambu biji selama 2 minggu. Setelah diterminasi, dilakukan pemeriksaan skor histopatologis pada hepar tikus. Analisis bivariat dilakukan dengan uji One Way ANOVA dan post hoc LSD.
Hasil: Analisis univariat menunjukkan rata-rata skor kerusakan hepar tertinggi pada kelompok kontrol sakit (4,00 ± 0,632) dan terendah pada kelompok yang menerima ekstrak daun jambu biji sebelum induksi hiperkolesterol (1,33 ± 1,366). Analisis bivariat menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok kontrol sehat dan kontrol sakit (p = 0,00), serta antara kontrol sakit dan kelompok perlakuan dengan ekstrak daun jambu biji (p = 0,00). Ekstrak daun jambu biji terbukti mengurangi kerusakan hepar akibat hiperkolesterol, mendukung potensinya sebagai agen amelioratif dan hepatoprotektif.
Kesimpulan: Pemberian ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava) terbukti berpengaruh terhadap skor histopatologis hepar pada tikus Wistar putih yang diinduksi hiperkolesterol. Hasil ini didasari oleh adanya perbedaan signifikan secara statistik pada skor histopatologis hepar pada keempat kelompok secara keseluruhan.
Background: Hypercholesterolemia is a global health issue with high prevalence, contributing to conditions such as Non Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) &Non Alcoholic Steatohepatitis (NASH). Conventional therapies, although effective, have side effects. Guava leaf extract (Psidium guajava) is known for its hepatoprotective & antioxidant effects, but research on its impact on liver histopathology in the context of hypercholesterolemia remains limited.
Objective: To investigate the effect of Psidium guajava leaf extract on the histopathological picture of the liver in Wistar rats (Rattus norvegicus) with a hypercholesterolemia model.
Methods: This experimental study used a post-test only control design. The experiment utilized a completely randomized design with four groups. Data analysis was performed univariately &bivariately. The research sample consisted of 28 Wistar rats, divided into 4 groups of 7 rats each. The rats were induced with a high-fat diet for 2 weeks to induce hypercholesterolemia, followed by treatment with guava leaf extract via gavage for 2 weeks. After termination, histopathological scoring of the liver was performed. Bivariate analysis was conducted using One-Way ANOVA & post hoc LSD tests.
Results: Univariate analysis showed the highest mean liver damage score in the sick control group (4.00 ± 0.632) &the lowest in the group receiving guava leaf extract before hypercholesterolemia induction (1.33 ± 1.366). Bivariate analysis revealed significant differences between the healthy control &sick control groups (p = 0.00), as well as between the sick control & the guava leaf extract treatment group (p = 0.00). Guava leaf extract was found to reduce liver damage due to hypercholesterolemia, supporting its potential as an ameliorative & hepatoprotective agent.
Conclusion: The administration of Psidium guajava leaf extract significantly influenced the histopathological score of the liver in Wistar rats induced with hypercholesterolemia. This result is supported by significant statistical differences in the histopathological liver scores across the four groups overall.
4406047448I1A021032Faktor-faktor yang Memengaruhi Tekanan Darah Pra-Lansia (45-59 Tahun) Penderita Hipertensi di Wilayah Puskesmas Jatilawang Tahun 2024Latar Belakang : Hipertensi merupakan keadaan seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal. Hipertensi dapat menyebabkan berbagai masalah Kesehatan, termasuk penyakit jantug, stroke, dan kerukasakan ginjal. Puskesmas Jatilawang menjadi salah satu puskesmas dengan menempati urutan ke dua kasus hipertensi tertinggi sebanyak 11.371 orang di tahun 2023. Faktor yang paling dominan dalam pengelolaan hipertensi di Puskesmas Jatilawang adalah kepatuhan minum obat, yang berperan penting dalam menjaga tekanan darah tetap stabil dan mencegah komplikasi serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Jatilawang.
Metodelogi : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian ini yaitu Pra-lansia (45-59 tahun) penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Jatilawang sebanyak 77 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan besar sampel sebanyak 77 responden. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat.
Hasil Penelitian : Terdapat hubungan pengetahuan (p=0,002), kebiasaan konsumsi makanan tinggi natrium (p=0,003), kepatuhan minum obat (p=0,005). Faktor yang paling berpengaruh yaitu kepatuhan minum obat (OR=0,244)
Kesimpulan : Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan mengenai hipertensi dan pola makan sehat untuk menurunkan prevalensi hipertensi di kalangan pra-lansia. Upaya intervensi yang lebih efektif diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap pengobatan agar kualitas hidup penderita hipertensi dapat ditingkatkan.
Kata Kunci : Hipertensi, pra-lansia, kepatuhan minum obat.
Background: Hypertension is a condition where a person experiences an increase in blood pressure above normal. Hypertension can cause various health problems, including heart disease, stroke, and kidney damage. Jatilawang Health Center is one of the health centers with the second highest number of hypertension cases with 11,371 people in 2023. The most dominant factor in managing hypertension at Jatilawang Health Center is compliance with taking medication, which plays an important role in keeping blood pressure stable and preventing serious complications. This study aims to identify factors that influence blood pressure in hypertension sufferers at the Jatilawang Community Health Center.
Methodology: This study uses a quantitative method with a crosssectional approach. The population of this study is pre-elderly (45-59 years old) with hypertension in the working area of the Jatilawang Health Center as many as 77 people. The sampling technique in this study is a total sampling with a sample size of 77 respondents. The data were analyzed univariate, bivariate, and multivariate.
Results: There was a correlation between knowledge (p=0.002), consumption habits of high-sodium foods (p=0.003), and medication adherence (p=0.005). The most influential factor is medication adherence (OR=0.244).
Conclusion: This study emphasizes the importance of health education about hypertension and healthy eating to reduce the prevalence of hypertension among the pre-elderly. More effective intervention efforts are needed to increase awareness and adherence to treatment so that the quality of life of hypertensive patients can be improved.
Keywords: Hypertension, pre-elderly, medication adherence.