Artikelilmiahs

Menampilkan 43.981-44.000 dari 48.761 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4398147368J1E020058THE INFLUENTIAL FACTORS IN THE ENHANCEMENT OF STUDENTS’ SPEAKING ABILITY IN SITUATIONAL SPEAKING CLASS A
(A Regression Analysis on Students’ Speaking Ability in English Education Study Program, Jenderal Soedirman University in the Academic Year 2024/2025)
Penelitian ini merupakan penelitian kuantatif yang bertujuan untuk mengaji hubungan faktor-faktor yang dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa pada mahasiswa Situational Speaking Kelas A, Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Jenderal Soedirman tahun akademik 2024/2025. Untuk menentukan sampel, peneliti menggunakan teknik sampel secara acak untuk menentukan kelas dan untuk menentukan siswanya peneliti menggunakan teknik sampel bersyarat. Penelitian ini berfokus pada pengaruh dari faktor lingustik (tata bahasa dan kosakata), serta faktor afektif (kepercayaan diri dan motivasi siswa) berdasarkan teori dari Al- Hosni (2014) dan Krashen 1982, (dikutip dalam Leong & Ahmadi, 2017). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasi. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan kuesioner, dokumen yang berupa nilai siswa, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan statistik interferensial, statistik deskriptif, dan analisis regresi sebagai data numerik, serta analisis
tematik sebagai data non-numerik untuk menganalisis data. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penguasaan tata bahasa, penguasaan kosakata, kepercayaan
diri, dan motivasi siswa memiliki korelasi positif dengan kemampuan berbicara siswa dengan nilai sig. F change (0.005) lebih kecil dari 0.05 dan nilai R (0.766), yang menunjukkan bahwa independen variabel memiliki korelasi yang kuat dengan kemampuan
berbicara siswa sebagai variabel dependen. Temuan lain dari analisis regresi menunjukkan
bahwa kepercayaan diri memiliki nilai koefisien regresi tertinggi (0,500), yang menunjukkan bahwa peningkatan kepercayaan diri siswa memiliki pengaruh paling tinggi dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa dibandingkan dengan faktor lainnya. Penguasaan kosakata memiliki pengaruh positif yang signifikan dengan nilai koefisien
regresi (0.483), menunjukkan kontribusi penting kosakata terhadap kefasihan dan keefektifan berbicara. Sebaliknya, motivasi siswa memiliki pengaruh negatif dengan nilai
koefisien regresi (-0,476), terutama terhadap motivasi ekstrinsik yang dapat menciptakan
tekanan dan menghambat kemampuan berbicara siswa. Terakhir, penguasaan tata bahasa
menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan dengan nilai koefisien regresi (-0,642), yang mengindikasikan terlalu fokus pada aturan tata bahasa dapat menghambat kefasihan siswa dalam berbicara. Berdasarkan hasil analisis tematik, faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berbicara meliputi faktor linguistik dan faktor afektif. Faktor
linguistik meliputi kosakata dan tata bahasa. Faktor afektif meliputi kepercayaan diri dan
motivasi. Selain kedua faktor tersebut, terdapat pula tantangan belajar, seperti kurangnya
perhatian terhadap tata bahasa, tata bahasa sebagai penghalang, dan tingkat kepercayaan
diri yang berbeda. Tantangan-tantangan ini bukanlah faktor yang secara langsung meningkatkan kemampuan berbicara, melainkan hambatan yang perlu diatasi agar siswa
dapat meningkatkan kemampuan berbicara mereka.
This research is quantitative research that aims to examine the relationship between factors that can enhance students' speaking ability in Situational Speaking Class A, English
Education, Jenderal Soedirman University in the academic year 2024/2025. To determine
the sample, the researcher used a random sampling technique to determine the class and
purposive sampling to determine the students. This research focused on the influence of
linguistic factors (grammar and vocabulary), as well as affective factors (self-confidence
and students' motivation) based on the theory of Al-Hosni (2014) and Krashen 1982, (as
cited in Leong & Ahmadi, 2017). This research used a quantitative approach with a correlational research design. In collecting data, the researcher used questionnaires,
documents in the form of students’ scores, and interviews. This research used interferential
statistics, descriptive statistics, and regression analysis as the numerical data, as well as
thematic analysis as the non-numerical data to analyze the data. The findings of this
research show that the factors of grammar mastery, vocabulary mastery, self-confidence,
and students' motivation have a positive correlation with students' speaking ability with sig.
F change (0.005) less than 0.05 and R-value (0.766), indicating that the independent
variables have a strong correlation with students' speaking ability as the dependent variable. The other findings from the regression analysis showed that self-confidence has the highest regression coefficient value (0.500), indicating that increasing students’ self-confidence has the highest influence on improving students’ speaking ability compared to the other factors. Vocabulary mastery has a significant positive influence with a regression
coefficient value (0.483), indicating the important contribution of vocabulary to speaking
fluency and effectiveness. In contrast, student motivation has a negative influence with a
regression coefficient value (-0.476), especially over extrinsic motivation which can create
pressure and inhibit students’ speaking ability. Last, grammar mastery showed a significant
negative influence with a regression coefficient (-0.642), indicating too much focus on
grammar rules can inhibit students' fluency in speaking. Based on the results of the thematic analysis, factors influencing speaking ability include linguistic factors and affective factors. Linguistic factors include vocabulary and grammar. Affective factors include self-confidence and motivation. In addition to these two factors, there are also learning challenges, such as lack of attention to grammar, grammar as a barrier, and different levels
of confidence. These challenges are not factors that directly improve speaking, but rather
obstacles that need to be overcome in order for students to improve their speaking.

Keywords: influential factors, regression, enhancement, students’ speaking ability
4398247362E1A020226TINDAK PIDANA MEMBERIKAN KETERANGAN YANG MENYESATKAN DALAM PROSES PERJANJIAN
JAMINAN FIDUSIA
(Studi Putusan Pengadilan Negeri Cirebon Nomor 236/Pid.B/2021/PN. Cbn Juncto Putusan Pengadilan Tinggi Bandung
Nomor 59/Pid.Sus/2022/PT. Bdg)
Tindak pidana memberikan keterangan menyesatkan dalam perjanjian fidusia terjadi ketika seseorang sengaja menyampaikan informasi palsu yang dapat membatalkan perjanjian tersebut. Penelitian ini menganalisis penerapan unsur-unsur tindak pidana fidusia Pasal 35 UUJF dan dasar pertimbangan hakim dalam putusan perkara Nomor 236/PID.B/2021/PN. Cbn serta Nomor 59/Pid.Sus/2022/PT. Bdg. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif dengan sumber data sekunder yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan tindak pidana fidusia dalam kedua putusan tersebut telah memenuhi syarat pemidanaan, dengan terdakwa terbukti memberikan keterangan menyesatkan yang membatalkan perjanjian fidusia. Terdakwa juga turut serta dalam perbuatan tersebut. Dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana pada perkara Nomor 236/Pid.B/2021/PN. Cbn dan Nomor 59/Pid.Sus/2022/PT. Bdg meliputi: 1) Tindak pidana memberi keterangan menyesatkan yang membatalkan perjanjian fidusia, 2) Pembuktian kesalahan dan kemampuan bertanggung jawab terdakwa, 3) Pembuktian berdasarkan alat bukti Pasal 184 KUHAP, dan 4) Pertimbangan hal yang memberatkan dan meringankan sesuai Pasal 197 Ayat (1) huruf (f) KUHAP. Penjatuhan pidana didasarkan pada fakta dan bukti di persidangan, dengan tujuan untuk mencapai keadilan dan efek jera, bukan pembalasan.The criminal offense of providing misleading statements in fiduciary agreements occurs when an individual intentionally conveys false information that can annul the agreement. This study analyzes the application of the elements of fiduciary crimes under Article 35 of the Fiduciary Law and the legal considerations made by the judges in the rulings of Case No. 236/PID.B/2021/PN. Cbn and Case No. 59/Pid.Sus/2022/PT. Bdg. The research adopts a juridical-normative approach, utilizing secondary data collected through literature study and analyzed qualitatively and normatively. The findings of this study indicate that the application of fiduciary crimes in the two rulings meets the requirements for criminal penalties, with the defendants being proven to have provided misleading statements that invalidated the fiduciary agreements. The defendants were also found to have been involved in the act. The legal considerations made by the judges in sentencing in these cases include: 1) The criminal act of providing misleading statements that invalidate the fiduciary agreement, 2) The proof of the defendant's fault and their capacity for responsibility, 3) The evidence based on the provisions of Article 184 of the Indonesian Criminal Procedure Code (KUHAP), and 4) Consideration of aggravating and mitigating factors in accordance with Article 197 paragraph (1) letter (f) of the KUHAP. The sentencing is based on the facts and evidence presented in the trial, with the aim of achieving justice and deterrence, rather than retribution.
4398347364F1D021008AKTIVISME POLITIK PEREMPUAN PENGURUS PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
KOTA DEPOK PERIODE 2020 – 2025
Perempuan dan laki-laki sebagai warga negara memiliki hak serta kedudukan yang sama, termasuk dalam hak politik. Tetapi, realitanya budaya patriarki masih mendominasi perpolitikan dalam negeri. Keterwakilan perempuan di partai politik maupun lembaga pemerintahan hanya sebagai formalitas untuk memenuhi kewajiban bukan sebagai wadah untuk menampung aspirasi perempuan. Artikel ini bertujuan untuk membahas mengenai aktivisme politik perempuan pengurus Partai keadilan sejahtera (PKS) kota Depok dalam berbagai kegiatan partai, khususnya dalam pemilihan umum (pemilu) 2024. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang mendalami pengalaman dan pemaknaan dari informan. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan di kantor DPD PKS Kota Depok, wawancara mendalam dengan dua informan pengurus DPD PKS Kota Depok Periode 2020 – 2025, serta studi dokumen berupa laporan, artikel berita dan peraturan partai. Hasil penelitian yaitu berupa temuan PKS sebagai partai berideologi Islam dengan kepemimpinan yang patriarkis memberikan peran lebih kepada perempuannya untuk menjadi penggerak mobilisasi suara pada pemilu 2024 di Kota Depok. Mereka aktif dalam rekrutmen melalui Rumah Keluarga Indonesia (RKI) dan kampanye politik dengan metode direct selling. Meski berkontribusi pada kemenangan partai, perempuan PKS tidak memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan di partai. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwasanya aktivisme politik perempuan PKS hanya berfungsi sebagai alat mobilisasi suara ketika pemilu daripada sarana pemberdayaan perempuan dalam politik. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa PKS sama seperti partai lainnya yaitu, memanfaatkan perempuan sebagai mesin politik.Men and women as citizens possess equal rights and positions, including political rights. However, in practice, patriarchal culture continues to dominate domestic politics. Women's representation in political parties and government institutions often serves merely as a formality to fulfill obligations rather than as a platform for accommodating women's aspirations. This article aims to examine the political activism of female administrators within the Partai Keadilan Sejahtera (PKS) in Depok City, particularly in various party activities related to the 2024 general election. This study employs a qualitative research method with a phenomenological approach, exploring the experiences and meanings constructed by the informants. Data were collected through field observations at the Depok City PKS DPD office, in-depth interviews with two informants from the Depok City PKS DPD management for the 2020–2025 period, and document analysis, including reports, news articles, and party regulations. The findings indicate that PKS, as a party with an Islamic ideological foundation and a patriarchal leadership structure, assigns women a significant role in mobilizing votes for the 2024 elections in Depok City. Women actively participate in recruitment efforts through *Rumah Keluarga Indonesia* (RKI) and engage in political campaigns using direct selling methods. However, despite their substantial contributions to the party’s electoral success, women in PKS do not hold decision-making authority within the party. The implications of this study suggest that the political activism of PKS women primarily serves as an instrument for vote mobilization during elections rather than as a mechanism for empowering women in politics. This phenomenon demonstrates that PKS operates similarly to other political parties by utilizing women as political tools rather than fostering their substantive political agency.
4398447365F1D021059Transformasi Komunikasi Politik Prabowo Subianto Dalam Pemilu Presiden 2014-2024Artikel ini membahas mengenai transformasi komunikasi politik oleh Prabowo Subianto pada pemilihan umum presiden tahun 2014-2024. Transformasi komunikasi politik ini memiliki tujuan agar dapat memperbaiki citra aktor politik yang sebelumnya kurang baik dalam pandangan masyarakat. Tujuan dalam penelitian ini untuk memahami dan menjelaskan bagaimana transformasi komunikasi politik Prabowo Subianto dalam pemilu presiden 2024. Seperti track record Prabowo Subianto dalam pemilihan Presiden RI selalu kurang cemerlang dikarenakan pandangan masyarakat terhadapnya. Jika menyebut nama Prabowo Subianto, masyarakat cenderung mengingat dosa-dosa HAM di masa lalunya. Hal ini menjadi salah satu alasan Prabowo Subianto kurang beruntung dalam menggaet hati masyarakat. Metode dalam penelitian dilakukan secara kualitatif yang menghasilkan data secara deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan berbagai bahan yang terdapat di dalam bahan-bahan pustaka seperti halnya buku, surat kabar, majalah, manuskrip, dokumentasi, dan sumber lain yang relevan untuk penelitian. Adapun data yang akan diperoleh adalah tentang transformasi komunikasi politik Prabowo Subianto dalam pemilu presiden 2014-2024. Hasil penelitian ini Prabowo dalam pemilu 2024 telah berhasil memperlihatkan transformasi yang mencolok dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Transformasi dalam pemilu 2024 ini mencerminkan tindakan Prabowo yang beradaptasi terhadap dinamika politik Indonesia dan tantangan yang dihadapi dalam setiap pemilu.This article discusses the transformation of political communication by Prabowo Subianto in the Indonesian presidential elections from 2014 to 2024. This transformation aims to improve the public perception of a political actor whose image was previously viewed unfavorably. The objective of this study is to understand and explain how Prabowo Subianto's political communication evolved in the 2024 presidential election. Prabowo's track record in past elections has been less than stellar, largely due to public perception. The public often associates him with past human rights violations, which has been one of the primary obstacles in his efforts to gain widespread public support. This study employs a qualitative research method, producing descriptive data collected from various sources, including books, newspapers, magazines, manuscripts, official documents, and other relevant references. The data obtained focus on the transformation of Prabowo Subianto’s political communication during the 2014–2024 presidential elections. The findings indicate that in the 2024 election, Prabowo demonstrated a significant transformation compared to previous elections. This transformation reflects his ability to adapt to Indonesia's evolving political dynamics and the challenges inherent in each electoral cycle
4398547366H1C020005Geologi dan Studi Petrogenesa Produk Gunung Krakatau Tua yang Tersingkap pada Dinding Pulau RakataPulau Rakata berada pada kompleks Gunungapi Krakatau yang terletak pada Provinsi Lampung. Pada penelitian sebelumnya hanya terbatas dari analisis petrografi dan geokimia secara umum pada sampel di dekat pantai Pulau Rakata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui petrogenesa batuan berdasarkan data mineralogi dan geokimia pada dinding Pulau Rakata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain analisis petrografi, X-Ray Fluorescence (XRF), dan Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS). Pada daerah penelitian terdapat 2 tipe batuan, yaitu lava basalt dan intrusi basalt. Hasil analisis pada sampel batuan menunjukkan bahwa daerah penelitian termasuk ke dalam jenis magma tholeiitic hingga calc-alkaline. Proses magmatisme yang terjadi di daerah penelitian disebabkan oleh adanya kontaminasi kerak benua dan diferensiasi magma yang dikontrol oleh fraksinasi kristal dan partial melting. Sementara itu, lingkungan tektonik daerah penelitian berada pada wilayah Active Continental Margin (ACM). Anomali positif unsur Ta (Tantalum) pada batuan anak Krakatau dibanding dengan produk dari erupsi Gunungapi Krakatau tahun 1883 dan produk Gunung Krakatau Tua menunjukkan bahwa batuan Anak Krakatau telah terkontaminasi magma mantel yang sifatnya lebih alkaline. Rakata Island is part of the Krakatau Volcanic Complex located in Lampung Province. Previous studies were limited to general petrographic and geochemical analyses of samples collected near the coast of Rakata Island. This study aims to determine the petrogenesis of rocks based on mineralogical and geochemical data from the walls of Rakata Island. The methods used in this study include petrographic analysis, X-Ray Fluorescence (XRF), and Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS). In the research area there are two types of rocks: basaltic lava and basaltic intrusive. The result of analysis on the rock samples show that the study area is included into the tholeiitic to calc-alkaline magma type. The magmatism process that occurred in the study area was caused by continental crust contamination and magma differentiation that controlled by crystal fractionation and partial melting. Additionally, the tectonic environment of the study area is in the Active Continental Margin (ACM). The positive anomaly of the Ta (Tantalum) element in the rocks of Anak Krakatau, compares with products of the 1883 Krakatau eruption and Old Krakatau products, indicates that the rocks of Anak Krakatau have been contaminated by mantle magma with more alkaline characteristics.
4398647367I1B021055Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perilaku Menjaga Kesehatan Remaja Putri di Pondok Pesantren Al-Ikhsan BejiRemaja putri diharuskan mempunyai perilaku yang baik dalam menjaga kesehatan reproduksi karena memiliki risiko tinggi terhadap masalah reproduksi. Hal ini disebabkan oleh struktur anatomi reproduksi remaja putri yang lebih rentan terhadap infeksi mikroorganisme, terutama selama menstruasi. Orang tua sebagai pendidik pertama memiliki tanggung jawab dalam menentukan perilaku kesehatan reproduksi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku menjaga kesehatan reproduksi remaja putri di Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif bersifat deskriptif analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan total 76 responden pada santri putri di Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji. Pengambilan data menggunakan kuesioner Parenting Style and Dimensions Questionnaire (PSDQ) dan kuesioner perilaku menjaga kesehatan reproduksi. Analisis data korelasi menggunakan Somers’d.
Hasil penelitian menunjukkan nilai median pada usia remaja adalah 13 tahun dengan mayoritas ibu sebagai pekerja sebanyak 55.3%. Responden memiliki orang tua dengan pendidikan terakhir menengah ayah sebanyak 46.1% dan ibu sebanyak 40.8%. Penghasilan orang tua berada dikategori sedang sebanyak 43.4%. Sumber informasi utama mengenai kesehatan reproduksi sebagian besar responden berasal dari orang tua sebanyak 68.4%. Hasil hipotesis didapatkan nilai p value = 0.000 yang menunjukkan hubungan signifikan dan r = 0.569 yang menunjukkan kekuatan hubungan sedang positif.
Terdapat hubungan yang signifikan dan korelasi yang sedang positif antara pola asuh orang tua dan perilaku menjaga kesehatan reproduksi pada remaja putri di Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji.
Adolescent girls are required to exhibit good behavior in maintaining reproductive health because they are at high risk for reproductive problems. This is due to the reproductive anatomical structure of adolescent girls, which makes them more susceptible to microorganism infections, especially during menstruation. Parents, as the first educators, have the responsibility of influencing their children's reproductive health behavior. This study aimed to determine the relationship between parenting patterns and the behavior of maintaining reproductive health in adolescent girls at Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji.
This research used a descriptive analytic correlation quantitative research with a cross-sectional approach. The sampling technique employed was total sampling, with 76 female respondents from Al-Ikhsan Beji Islamic Boarding School. Data were collected using the Parenting Style and Dimensions Questionnaire (PSDQ) and the reproductive health maintenance behavior questionnaire. Correlation data analysis was performed using Somers' d.
The results showed that the median age of the adolescents was 13 years, with the majority of mothers being employed (55.3%). Most respondents had parents with secondary education (46.1% of fathers and 40.8% of mothers). Parents' income was categorized as medium for 43.4% of respondents. The main source of information about reproductive health for most respondents came from their parents (68.4%). The hypothesis test results yielded a p-value=0.000, indicating a significant relationship and an r value=0.569, indicating a moderate positive correlation.
There was a significant relationship and a moderate positive correlation between parenting patterns and the behavior of maintaining reproductive health among adolescent girls at Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji.
4398747371J1E020023STUDENTS’ PERCEPTIONS OF GAMIFICATION IN DUOLINGO ON ENGLISH LANGUAGE LEARNING MOTIVATION AND RETENTION
(A Descriptive Research of English Education Students of the Academic Year 2022 at Jenderal Soedirman University)
Penelitian ini menyelidiki persepsi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2022 di Universitas Jenderal Soedirman mengenai gamifikasi di Duolingo dan pengaruhnya terhadap motivasi dan retensi mereka dalam belajar bahasa Inggris. Elemen-elemen gamifikasi seperti papan peringkat, streak, dan lencana diyakini dapat meningkatkan pembelajaran dengan membuatnya menarik dan interaktif. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan kuesioner dengan lima partisipan yang dipilih secara purposif. Temuan pertama, berdasarkan wawancara, mengungkapkan bahwa gamifikasi meningkatkan motivasi dan retensi, dengan fitur-fitur seperti papan peringkat yang mendorong kompetisi dan pencapaian. Temuan kedua, juga dari wawancara, menyoroti bahwa pengulangan dan fitur interaktif meningkatkan retensi kosakata dan tata bahasa, sehingga meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris. Temuan ketiga, yang berasal dari data kuesioner, menunjukkan bahwa motivasi muncul dari keseimbangan antara kesenangan intrinsik dan imbalan ekstrinsik, meskipun ada beberapa keterbatasan seperti fitur premium. Secara keseluruhan, siswa menganggap gamifikasi Duolingo menyenangkan dan efektif untuk belajar bahasa Inggris. This research investigates the perceptions of English Education students from the class of 2022 at Jenderal Soedirman University regarding gamification in Duolingo and its effects on their motivation and retention in learning English. The population of this study consisted of 80 students, and 5 were selected as the sample. The sampling technique used was purposive sampling. Gamification elements such as leaderboards, streaks, and badges are believed to enhance learning by making it engaging and interactive. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through structured interviews and questionnaires with five purposively selected participants. The first finding, based on interviews, reveals that gamification enhances motivation and retention, with features like leaderboards fostering competition and achievement. The second finding, also from interviews, highlights that repetition and interactive features improve vocabulary and grammar retention, increasing confidence in using English. The third finding, derived from questionnaire data, shows that motivation arises from a balance between intrinsic enjoyment and extrinsic rewards, though limitations like premium features were noted. Overall, students view Duolingo’s gamification as fun and effective for learning English.
4398847369L1A020077Skrining dan Identifikasi Isolat Bakteri Potensial Pendegradasi Plastik dari Plastisphere Asal Muara CilincingPeningkatan penggunaan plastik dari berbagai aktivitas menjadi penyebab utama pencemaran lingkungan perairan. Salah satu perairan dengan tingkat pencemaran sampah tertinggi adalah Muara Cilincing yang terletak di DKI Jakarta. Solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah metode bioremediasi yang memanfaatkan kemampuan bakteri dalam mendegradasi polimer plastik. Tujuan penelitian ini adalah skrining bakteri dari plastisphere asal Muara Cilincing yang dapat mendegradasi plastik menggunakan sumber karbon polyethylene glycol (PEG), polyethylene (PE), dan polycaprolactone (PCL). Tahapan skrining bakteri dilakukan melalui karakterisasi morfologi bakteri, kemampuan membentuk biofilm, dan kemampuan bakteri dalam mendegradasi plastik dengan mengetahui zona bening bakteri yang ditumbuhkan pada tiga media sumber karbon berbeda, selanjutnya dilakukan identifikasi molekuler menggunakan gen 16S rRNA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skrining bakteri dari plastisphere asal Muara Cilincing berhasil mendapatkan 11 isolat bakteri yang mampu mendegradasi ketiga sumber karbon dan membentuk biofilm. Terdapat 8 isolat bakteri yang berhasil teridentifikasi yaitu Brevundimonas, Ochrobactrum sp, Bacillus sp, Bacillus subtilis, Microbacterium sp, Bacillus pumilus, dan Bacillus altitudinis. Indeks zona bening pada sumber karbon PCL berkisar 0,2 – 1,4, pada sumber karbon PEG berkisar 0,06-0,29, dan pada sumber karbon PE berkisar 0,24-0,95. Pembentukan daerah zona bening di sekitar koloni mengkonfirmasi kemampuan bakteri dalam mendekomposisi polimer plastik. Hasil indeks perlekatan biofilm ≥ 0,01 yaitu berkisar 0,02-0,12. Skrining bakteri asal plastisphere Muara Cilincing pada penelitian ini berhasil mendapatkan 8 isolat bakteri yang berpotensi sebagai agen bioremediasi melalui kemampuannya untuk mendegradasi polimer plastik dan membentuk biofilm. The increased use of plastic from various activities is the main cause of pollution of the aquatic environment. One of the waters with the highest level of waste pollution is the Cilincing Estuary located in DKI Jakarta. The right solution to overcome this problem is a bioremediation method that utilizes the ability of bacteria to degrade plastic polymers. The purpose of this study was to screen bacteria from the plastisphere of Cilincing Estuary that can degrade plastics using carbon sources of polyethylene glycol (PEG), polyethylene (PE), and polycaprolactone (PCL). Bacterial screening stages were carried out through the characterization of bacterial morphology, the ability to form biofilms, and the ability of bacteria to degrade plastics by knowing the clear zone of bacteria grown on three different carbon source media, then running molecular identification using the 16S rRNA gene. The results of this study showed that bacterial screening of plastisphere from Cilincing Estuary succeeded in obtaining 11 bacterial isolates that were able to degrade the three carbon sources and form biofilms. There were 8 bacterial isolates that were successfully identified, namely Brevundimonas, Ochrobactrum sp, Bacillus sp, Bacillus subtilis, Microbacterium sp, Bacillus pumilus, and Bacillus altitudinis. The clear zone index PCL carbon source ranged from 0.2 to 1.4, on the PEG carbon source from 0.06 to 0.29, and on the PE carbon source from 0.24 to 0.95. The formation of clear zone areas around the colonies confirmed the ability of the bacteria to decompose plastic polymers. The results of biofilm attachment index ≥ 0.01 were in the range of 0.02 to 0.12. Screening of bacteria from the plastisphere of Cilincing Estuary in this study succeeded in obtaining 8 bacterial isolates that have the potential as bioremediation agents through their ability to degrade plastic polymers and form biofilms.
4398947370J1E020010CAUSAL FACTORS OF STUDENTS’ DIFFICULTIES IN READING COMPREHENSION
(A Descriptive Qualitative Research in Class D of Eighth Grade of SMPN 6 Purwokerto in the Academic Year of 2023/2024)
Safinatunnajah, Nafila Arifia. 2024. Factors Causing Students’ Difficulties in Reading Comprehension (A Descriptive Qualitative Research in Class D of Eighth Grade of SMPN 6 Purwokerto in the Academic Year of 2023/2024). Skripsi. Pembimbing 1: Drs. Ashari, M.Pd. Pembimbing 2: Erna Wardani, S.Pd., M.hum. Penguji Eksternal: Muhammad Ahsanu S.Pd., M.Sc., M.Hum., Ph.D. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Pendidikan Bahasa, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto.

Penelitian ini dilakukan karena adanya permasalahan dalam pemahaman membaca pada siswa yang terjadi di sekolah. Atas dasar penelitian tersebut, penelitian bertujuan untuk membuktikan apa saja kesulitan yang dihadapi oleh siswa, factor penyebab kesulitan siswa pada pemhaman membaca di sekolaah dan solusi guru yang dapat dilakukan untuk siswa dan para guru pada kelas 8 di SMPN 6 Purwokerto. Recount teks adalah salah satu teks yang dapat diterapkan untuk mengamati permasalahan siswa dalam pemahaman membaca siswa. Beberapa tujuan dari penelitian ini antara lain: (1) Untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi dalam membaca teks recount. (2) Untuk mengetahui faktor-faktor khusus yang menyebabkan kesulitan-kesulitan mereka dalam memahami bacaan teks recount. (3) Untuk mengetahui solusi-solusi untuk mengatasi kesulitan-kesulitan dalam memahami bacaan teks recount. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Siswa kelas delapan di SMPN 6 Purwokerto menjadi populasi dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan satu kelas untuk menguji siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca, kelas VIII-D dipilih sebagai sampel dalam penelitian ini. Peneliti memilih kelas VIII-D karena berdasarkan penelitian pendahuluan yang telah peneliti lakukan sebelumnya, kelas VIII-D merupakan kelas dengan nilai terendah dibandingkan dengan kelas lainnya, oleh karena itu peneliti memilih kelas VIII-D. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumen. Hasil penelitian ini, yang dihasilkan dari pengamatan, menunjukkan bahwa observasi mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi gagasan utama, memahami kosakata, dan menyimpulkan makna setiap paragraf. Hasil wawancara siswa menunjukkan bahwa ada kebutuhan untuk lebih banyak kosakata, kelancaran, keakraban dengan materi pelajaran, dan masalah dalam memproses informasi. Hasil wawancara dengan guru menunjukkan bahwa guru dapat menggunakan media pembelajaran yang menarik, meningkatkan beberapa keterampilan membaca, mengubah metode pengajaran, dan memberikan motivasi dan umpan balik. Dapat disimpulkan bahwa teks yang berkaitan dengan pemahaman bacaan mempunyai manfaat bagi siswa, untuk dapat mengetahui kesulitan apa saja yang dialami, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan membaca, dan solusi guru yang dapat digunakan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam memahami bacaan pada teks recount.
Safinatunnajah, Nafila Arifia. 2024. Factors Causing Students’ Difficulties in Reading Comprehension (A Descriptive Qualitative Research in Class D of Eighth Grade of SMPN 6 Purwokerto in the Academic Year of 2023/2024). Thesis. Supervisor 1: Drs. Ashari, M.Pd. Supervisor 2: Erna Wardani, S.Pd., M.hum. External Examiner: Muhammad Ahsanu S.Pd., M.Sc., M.Hum., Ph.D. Ministry of Higher Education, Science, and Technology, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Language Education Department, English Education Study Program, Purwokerto.

This research was conducted because of students' reading comprehension problems at school. Based on this research, the research aims to prove what difficulties students face, factors that cause students' difficulties in reading comprehension at school, and teacher solutions that can be done for students and teachers in grade 8 at SMPN 6 Purwokerto. Recount text is one of the texts that can be applied to observe students' problems in reading comprehension. Some of the objectives of this research include: (1) To find out the difficulties they face in reading recount texts. (2) To find out the specific factors that cause their difficulties in understanding recount text readings. (3) To find solutions to difficulties in understanding recount text readings. This research uses a qualitative descriptive method. Eighth-grade students at SMPN 6 Purwokerto are the population in this research. This research used one class to test students who had difficulty in reading, class VIII-D was chosen as a sample in this study. The researcher chose class VIII-D because based on preliminary research that the researcher had previously done, class VIII-D was the class with the lowest score compared to other classes, therefore the researcher chose class VIII-D. In this research, data collection was carried out through observation, interviews, and documents. The results of this study, resulted from observations, indicated that observations have difficulties in identifying main ideas, understanding vocabulary, and concluding each paragraph's meaning. The results of student interviews show that there is a need for more vocabulary, fluency, familiarity with the subject matter, and problems in processing information. The results of interviews with the teachers denote that teachers could use interesting learning media, improve some reading skills, change teaching methods, and provide motivation and feedback. It can be concluded that texts related to reading comprehension help students find out what difficulties are experienced, factors that cause reading difficulties, and teacher's solutions that can be used to overcome students' difficulties in reading comprehension in recount text.
4399047372F1A018044Hubungan Literasi Media Sosial dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Remaja Desa Karangsalam Kecamatan Kemranjen Kabupaten BanyumasPerilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Indonesia masih menjadi permasalahan penting. Hal ini dapat dilihat dari perilaku masyarakat yang masih suka membuang sampah sembarangan, kurang melakukan aktivitas fisik, suka mengonsumsi makanan tidak sehat, serta jarang memakan buah dan sayur (Soewondo et al. 2019). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hunungan antara literasi media (variabel X) dan PHBS (variabel Y). Penelitian ini menggunakan metode survei kuantitatif .Kedua variabel akan dianalisis menggunakan korelasi tau kendall dengan responden sejumlah 100 orang remaja Desa Salammekar Kabupten Banyumas. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa literasi media sosial (variabel x) responden tinggi sebesar 80% dari total 100 responden. Perilaku hidup bersih dan sehat (variabel y) responden juga tinggi sebesar 64%. Hasil tabulasi silang menunjukkan kedua variabel memiliki hubungan yang searah. Analisis kedua veriabel menggunakan korelasi tau kendall pada aplikasi SPSS membuktikan adanya hubungan positif dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,350 dengan tingkat kesalahan 0.01.

Clean and Healthy Living Behaviour is still an important issue in Indonesia. This can be seen from the behaviour of people who still like to litter, lack physical activity, like to eat unhealthy food, and rarely eat fruits and vegetables (Soewondo et al. 2019). The purpose of this study is to determine the relationship between media literacy (variable X) and PHBS (variable Y). This study uses a quantitative survey method. Both variables are analysed using Kendall's tau correlation with 100 respondents from Salammekar village, Banyumas Regency. The results of this study indicate that the social media literacy (variable x) of the respondents is high at 80% of the total 100 respondents. The clean and healthy living behaviour (variable y) of the respondents was also high at 64%. The crosstabulation results show that the two variables have a unidirectional relationship. The analysis of the two variables using the Kendall's tau correlation in the SPSS application shows a positive relationship with a correlation coefficient of 0.350 with an error rate of 0.01.
4399147373F1D021067Analisis Framing Pemberitaan Politik Dinasti Di Indonesia Dalam Pemilihan Presiden Tahun 2024Fenomena politik dinasti di Indonesia, terutama terkait pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden dalam Pemilihan Umum 2024 telah menjadi sorotan utama. Pencalonan Gibran memicu beragam opini publik dan pembahasan media pemberitaan online. Hal ini menimbulkan berbagai pembingkaian berita oleh media nasional maupun media internasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis framing untuk mengkaji bagaimana media nasional dan internasional membingkai isu politik dinasti pada pencalonan Gibran. Data primer diperoleh dari analisis teks pemberitaan di Kompas.com, CNN Indonesia, Tempo.co, SindoNews, New York Times, The Strait Times, Al Jazeera, dan ABC News, sedangkan data sekunder berasal dari buku dan artikel jurnal yang relevan. Analisis dilakukan dengan model framing Robert N. Entman, yang mencakup empat perangkat: Define Problem, Diagnose Causes, Make Moral Judgement, Treatment Recommendation. Penelitian ini menunjukkan pembingkaian media internasional lebih berani dalam mengkritik pencalonan Gibran sebagai ancaman terhadap prinsip demokrasi dengan narasi negatif, sementara media nasional cenderung menyoroti praktik politik dinasti dengan pendekatan yang lebih seimbang. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kepentingan politik, latar belakang media, serta audiensi yang ditargetkan, yang pada akhirnya mempengaruhi persepsi publik dan diskursus politik baik didalam maupun luar negeri.

The phenomenon of dynasty politics in Indonesia, especially related to the nomination of Gibran Rakabuming Raka as a vice presidential candidate in the 2024 General Election, has become a major highlight. Gibran's nomination has triggered various public opinions and discussions in online news media. This has given rise to various news framings by national and international media. This study uses a qualitative method with a framing analysis approach to examine how national and international media frame the issue of dynasty politics in Gibran's nomination. Primary data was obtained from the analysis of news texts in Kompas.com, CNN Indonesia, Tempo.co, SindoNews, New York Times, The Strait Times, Al Jazeera, and ABC News, while secondary data came from relevant books and journal articles. The analysis was carried out using Robert N. Entman's framing model, which includes four devices: Define Problem, Diagnose Causes, Make Moral Judgement, Treatment Recommendation. This study shows that international media framing is bolder in criticizing Gibran's nomination as a threat to democratic principles with a negative narrative, while national media tends to highlight the practice of dynasty politics with a more balanced approach. These differences are influenced by political interests, media backgrounds, and targeted audiences, which ultimately influence public perception and political discourse both domestically and internationally.
4399247374F1A021005PEMBERDAYAAN DAN PENDAMPINGAN USAHA NASABAH PEREMPUAN BTPN SYARIAH (STUDI DI MOBILE MARKETING SYARIAH KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS)Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Syariah tidak hanya menawarkan produk pembiayaan usaha dalam skala mikro, tetapi juga menawarkan program pemberdayaan dan pendampingan usaha untuk nasabah perempuan. Tantangan dari faktor internal maupun eksternal sangat menghambat usaha nasabah dan membutuhkan solusi yang tepat untuk perbaikan usahanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses, hambatan, serta hasil dari program pemberdayaan dan pendampingan usaha yang dilakukan oleh pihak BTPN Syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dengan informan 3 orang yang bekerja sebagai community officer, branch manager, dan 2 orang nasabah aktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan dilakukan oleh community officer pada saat pertemuan rutin sentra (PRS), terdiri dari tujuh tahapan yang disusun secara sistematis. Hambatan yang ada dalam proses pemberdayaan dapat diatasi dengan bijak dan membawa hasil yang positif. Nasabah menjadi mampu untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan primer maupun sekunder. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Syariah not only offers micro-scale business financing products, but also offers business empowerment and mentoring programs for women customers. Challenges from internal and external factors greatly hamper customers' businesses and require appropriate solutions to improve their businesses. The purpose of this study is to find out the process, obstacles, and results of the business empowerment and mentoring program carried out by BTPN Syariah. This research uses descriptive qualitative method. The technique of determining informants using purposive sampling with informants 3 people who work as community officers, branch manager, and 2 active customers. The data collection techniques used in this research are observation, interview, and documentation. The results showed that the empowerment process was carried out by community officers during routine center meetings (PRS), consisting of seven stages arranged systematically. The obstacles that exist in the empowerment process can be overcome wisely and bring positive results. The customer becomes able to fulfill their life needs, both primary and secondary needs.
4399347375I1A021081Determinan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMPN 7 Purwokerto dan SMPN 5 PurwokertoLatar Belakang: Anemia adalah kondisi rendahnya jumlah sel darah merah atau massa hemoglobin (Hb) dalam aliran darah. Salah satu kelompok yang berisiko anemia adalah remaja. Anemia pada remaja menjadi masalah kesehatan serius yang mempengaruhi tumbuh kembang dan kualitas hidup remaja. Untuk menghindari anemia pada remaja, diperlukan pencegahan dan pengendalian terhadap faktor-faktor risiko anemia pada remaja. Beberapa faktor yang diduga mempengaruhi anemia pada remaja, yaitu praktik personal hygiene, sanitasi sekolah, paparan asap rokok, konsumsi tablet Fe, dan pola makan.

Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan kasus kontrol, metode consecutive dan matching sampling, serta menggunakan analisis univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik berganda).

Hasil Penelitian: Mayoritas responden berada dalam rentang usia 12-13 tahun dan memiliki status gizi normal. Hasil uji chi square menunjukkan terdapat hubungan antara praktik personal hygiene (p = 0,048) dan konsumsi tablet Fe (p = 0,020) dengan kejadian anemia serta tidak terdapat hubungan antara sanitasi sekolah (p = 1,000), paparan asap rokok (p = 0,244), dan pola makan (p = 0,064) dengan kejadian anemia. Variabel yang mempengaruhi kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 7 Purwokerto dan SMPN 5 Purwokerto, yaitu praktik personal hygiene (p-value 0,032; Exp(B) = 2,112) dan variabel konsumsi tablet Fe (p-value 0,029; Exp(B) = 2,154).

Kesimpulan: Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 7 Purwokerto dan SMPN 5 Purwokerto, yaitu praktik personal hygiene (p-value 0,032; Exp(B) = 2,112) dan variabel konsumsi tablet Fe (p-value 0,029; Exp(B) = 2,154).
Background: Anemia is a condition characterized by a decreased number of red blood cells or hemoglobin (Hb) mass in the bloodstream. Anemia in adolescents poses serious health concerns, impacting their growth, development, and quality of life. To prevent anemia among adolescents, preventive measures and control of risk factors are crucial. Several factors suspected to influence anemia in adolescents include personal hygiene practices, school sanitation, exposure to cigarette smoke, iron tablet consumption, and dietary patterns.

Method: This quantitative study employed a case-control design with consecutive and matching sampling. Univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (multiple logistic regression) analyses were conducted.

Results: The majority of respondents were aged 12-13 years and had a normal nutritional status. Chi-square test results indicated a significant association between personal hygiene practices (p = 0,048), iron tablet consumption (p = 0,020), and the incidence of anemia. No significant association was found between school sanitation (p = 1,000), exposure to cigarette smoke (p = 0,244), dietary patterns (p = 0,064), and the incidence of anemia. Multiple logistic regression analysis revealed that personal hygiene practices (p-value 0,032; Exp(B) = 2,112) and iron tablet consumption (p-value 0,029; Exp(B) = 2,154) were significantly associated with the incidence of anemia among adolescent girls in SMPN 7 Purwokerto and SMPN 5 Purwokerto.

Conclusion: Factors influencing anemia among adolescent girls in SMPN 7 Purwokerto and SMPN 5 Purwokerto were personal hygiene practices (p-value 0,032; Exp(B) = 2,112) and iron tablet consumption (p-value 0,029; Exp(B) = 2,154).
4399447376F1A021114Strategi Kampanye Calon Legislatif Kukuh Haryanto Melalui Akun TikTok @kukuhporso : Pendekatan SemiotikKukuh Haryanto merupakan calon legislatif (caleg) yang unik dan menarik pada kontestasi Pemilu Legislatif 2024. Berbeda dari caleg lainnya yang harus mengeluarkan dana kampanye hingga ratusan juta, bahkan milyaran rupiah, dia hanya mengeluarkan modal yang sangat kecil. Kukuh yang berprofesi sebagai pengamen jalanan, berhasil menarik banyak perhatian masyarakat melalui kampanye yang dilakukannya dengan menggunakan media sosial miliknya, yaitu akun TikTok @kukuhporso. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi kampanye caleg Kukuh Haryanto pada salah satu konten akun TikTok-nya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Prosedur penelitian ini diawali dengan menonton salah satu video TikTok @kukuhporso, mengidentifikasi tanda dan lirik dalam video, mengambil tangkapan layar, menganalisis tanda, dan menyajikan hasil analisis dalam bentuk deskripsi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kukuh berhasil memperoleh suara terbanyak di daerah pemilihannya melalui strategi kampanye yang dia gunakan. Kukuh berhasil membangun makna yang mendalam sebagai seorang caleg melalui simbol-simbol dan personal branding yang ia bangun selama kampanye. Keberhasilan Kukuh dapat menjadi referensi bagi perkembangan kampanye politik secara digital di Indonesia.Kukuh Haryanto is a unique and interesting legislative candidate (caleg) in the 2024 Legislative Election contestation. Different from other legislative candidates who have to spend hundreds of millions, even billions of rupiah in campaign funds, he only spends very little capital. Kukuh, who works as a street busker, has succeeded in attracting a lot of public attention through the campaign he carried out using his social media, namely the TikTok account @kukuhporso. This research aims to reveal the campaign strategy of legislative candidate Kukuh Haryanto in one of the contents of his TikTok account. This research uses a descriptive qualitative research method with Ferdinand de Saussure's semiotic approach. This research procedure begins by watching one of @kukuhporso's TikTok videos, identifying the signs and lyrics in the video, taking screenshots, analyzing the signs, and presenting the results of the analysis in the form of a description. The results of this research show that Kukuh succeeded in getting the most votes in his electoral district through campaign strategies that he uses. Kukuh succeeded in building a deep meaning as a legislative candidate through the symbols and personal branding he built during the campaign. Kukuh's success can be a reference for the development of digital political campaigns in Indonesia.
4399547378F1A019012STRATEGI PENGELOLA DALAM MENGELOLA WISATA ALAM MAHA SKY BATU ANGKRUK KECAMATAN KEJAJAR, KABUPATEN WONOSOBO Pariwisata berbasis alam semakin berkembang pesat, termasuk di Kabupaten Wonosobo yang memiliki kawasan wisata unggulan di Dataran Tinggi Dieng. Maha Sky Batu Angkruk merupakan salah satu destinasi wisata yang menawarkan pemandangan Gunung Prau dan Gunung Sindoro, serta ikon utama berupa jembatan kaca pertama di Wonosobo. Seiring dengan meningkatnya jumlah destinasi wisata serupa, pemilik Maha Sky Batu Angkruk perlu menerapkan strategi pengelolaan yang efektif agar tetap kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan dalam mengelola wisata ini dengan pendekatan Community Based Tourism (CBT) dan pemanfaatan modal sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan meliputi inovasi atraksi wisata, promosi digital melalui media sosial, kerja sama dengan komunitas lokal, serta pemanfaatan modal sosial dalam pengelolaan wisata. Selain itu, pengelola memanfaatkan jejaring sosial untuk meningkatkan daya saing dengan cara memperkuat hubungan dengan masyarakat sekitar dan komunitas wisata.Tantangan utama yang dihadapi adalah persaingan dengan wisata serupa serta ketergantungan pada cuaca, namun strategi inovasi dan keterlibatan masyarakat membantu mempertahankan popularitas Maha Sky Batu Angkruk sebagai destinasi wisata unggulan.Nature-based tourism is growing rapidly, including in Wonosobo Regency which has a leading tourist area in the Dieng Plateau. Maha Sky Batu Angkruk is one of the tourist destinations that offers views of Mount Prau and Mount Sindoro, as well as the main icon in the form of the first glass bridge in Wonosobo. Along with the increasing number of similar tourist destinations, the owner of Maha Sky Batu Angkruk needs to implement an effective management strategy to remain competitive. This study aims to analyze the strategies used in managing this tour with the Community-Based Tourism (CBT) approach and the utilization of social capital. The method used is descriptive qualitative with purposive sampling technique. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results of the study show that the strategies implemented include innovation in tourist attractions, digital promotion through social media, collaboration with local communities, and utilization of social capital in tourism management. In addition, managers utilize social networks to increase competitiveness by strengthening relationships with the surrounding community and tourism communities. The main challenges faced are competition with similar tours and dependence on the weather, but innovation strategies and community involvement help maintain the popularity of Maha Sky Batu Angkruk as a leading tourist destination.
4399647377F1B021025Kualitas Layanan Percepatan Paspor (Sameday Passport Service) di Kantor Imigrasi Kelas I TPI CilacapBerbagai macam langkah diambil oleh organisasi publik sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan. Salah satu langkah yang diambil Ditjen Imigrasi untuk menjawab tantangan ini adalah dengan mengeluarkan kebijakan layanan percepatan paspor jadi pada hari yang sama. Kebijakan ini diimplementasikan oleh kantor – kantor imigrasi di seluruh Indonesia atas dasar Surat Edaran Ditjen Imigrasi Nomor : IMI-1635.GR.01.01 Tahun 2019. Adapun temuan bahwa tidak semua orang mau menggunakan layanan percepatan ini dan pengguna layanan percepatan tidak semua paham akan urgensi adanya layanan ini. Namun, kebijakan layanan percepatan dapat berjalan secara efektif dan masyarakat merasakan manfaat nyata dari pelayanan percepatan paspor ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana sebenarnya kualitas layanan percepatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap. Penelitian ini dikaji menggunakan Teori Levine (1990) yang terdiri dari tiga aspek yakni aspek responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Pada aspek responsivitas meliputi sub aspek ketersediaan fasilitas pelayanan, kesesuaian pelayanan terhadap harapan masyarakat, sikap petugas saat proses pelayanan, dan penanganan pengaduan. Pada aspek responsibilitas meliputi sub aspek kejelasan prosedur layanan percepatan dan capaian layanan percepatan. Terakhir pada aspek akuntabilitas meliputi sub aspek mekanisme pertanggungjawaban terhadap stakeholder dan kepuasan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan percepatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap sudah sangat baik. Pelaksanaan pada proses pelayanan percepatan paspor sudah sesuai dengan prosedur yang ada. Dalam mempertahankan kualitas layanannya, memungkinkan untuk dapat dilakukan identifikasi hal – hal yang masih memerlukan perbaikan pada layanan percepatan paspor.Various steps are taken by public organizations as an effort to improve the quality of service. One of the steps taken by the Directorate of Immigration to answer this challenge is to issue a policy of sameday passport service. This policy is implemented by immigration offices throughout Indonesia based on the Circular of the Directorate of Immigration Number IMI-1635.GR.01.01 of 2019. The findings are that not everyone wants to use this expedited service and not all users of the expedited service understand the urgency of this service. However, the expedited service policy can run effectively and the public feels the benefits of this expedited passport service. Therefore, this study aims to determine the actual quality of the expedited passport service at the Class I TPI Cilacap Immigration Office. This study uses Levine's Theory (1990) which consists of three aspects, namely responsiveness, responsibility, and accountability. Each aspect includes several sub- aspects. The responsiveness aspect includes sub- aspects of the availability of service facilities, suitability of services to community expectations, attitudes of officers during the service process, and handling of complaints. The responsibility aspect includes sub- aspects of clarity of acceleration service procedures and acceleration service achievements. Finally, the accountability aspect includes sub- aspects of accountability mechanisms towards stakeholders and community satisfaction. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through interviews and observations. and documentation The results of the study show that the quality of passport acceleration services at the Class 1 TPI Cilacap Immigration Office is very good. The implementation of the passport acceleration service process is in accordance with existing procedures. In maintaining the quality of its services, it is possible to identify things that still need improvement in the passport acceleration service.
4399747379F1B021016IMPLEMENTASI PROGRAM RENCANA PEMBAYARAN BERTAHAP PADA APLIKASI MOBILE JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI KANTOR BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN CABANG PURBALINGGABadan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memiliki tugas untuk menyediakan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tantangan utama yang dihadapi BPJS Kesehatan adalah memastikan kesetaraan pelayanan, terutama di masa pandemi Covid-19, di mana banyak peserta kesulitan membayar iuran akibat krisis ekonomi. Untuk mengatasi hal ini, BPJS Kesehatan meluncurkan Program Rehab (Rencana Pembayaran Bertahap), yang memungkinkan peserta membayar tunggakan iuran secara bertahap melalui aplikasi Mobile JKN, dengan tujuan mengaktifkan kembali status kepesertaan dan mempermudah akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Program Rehab pada aplikasi Mobile JKN di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Purbalingga, menggunakan Model Transformasi E-Government oleh Bertot, Jaeger, dan Grimes (2010). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Mobile JKN telah meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas layanan di BPJS Kesehatan Cabang Purbalingga, mengurangi antrian panjang, dan mempermudah peserta mengakses layanan kesehatan. Program Rehab memberikan fleksibilitas dalam pembayaran tunggakan iuran, membantu peserta tetap aktif dalam JKN meskipun mengalami kesulitan finansial, serta meningkatkan partisipasi dan efisiensi dalam pengelolaan layanan kesehatan.The Social Security Administering Agency (BPJS) Health is responsible for providing health insurance for all Indonesian citizens through the National Health Insurance (JKN) program. A key challenge faced by BPJS Health is ensuring equality of service, particularly during the Covid-19 pandemic, when many participants struggled to pay contributions due to economic hardship. To address this, BPJS Health introduced the Rehab Program (Gradual Payment Plan), which allows participants to pay contribution arrears in installments via the Mobile JKN application, aiming to reactivate participant status and facilitate access to health services. This study evaluates the implementation of the Rehab Program on the Mobile JKN application at the BPJS Health Purbalingga Branch, using the E-Government Transformation Model by Bertot, Jaeger, and Grimes (2010). The research uses a descriptive qualitative method. The findings indicate that the Mobile JKN application has improved service efficiency and accessibility at the BPJS Health Purbalingga Branch, reduced long queues, and simplified participants' access to health services. The Rehab Program offers flexibility in paying arrears, helps participants maintain JKN membership despite financial challenges, and enhances participation and efficiency in managing health services. This program plays a vital role in maintaining health coverage for individuals facing economic difficulties.
4399847380F1B021024PENGEMBANGAN INOVASI LAYANAN WHATSAPP PANDAWA UNTUK PENINGKATAN LAYANAN DIGITAL BPJS KESEHATAN CABANG PURBALINGGABadan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Kabupaten Purbalingga dalam menjalankan misinya untuk meningkatkan kualitas layanan kepada peserta melalui layanan terintegrasi berbasis teknologi informasi Layanan WhatsApp PANDAWA. Namun dalam pelaksanaannya, masih ditemukan permasalahan sistem eror dan kurangnya literasi digital dari Masyarakat. Sehingga tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (PANDAWA) bagi peserta dan karyawan di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Purbalingga. Penelitian ini menggunakan dua aspek yaitu Kualitas Pelayanan dan Pelayanan Pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara, Pihak yang diwawancarai adalah Pegawai BPJS Kesehatan Kantor Cabang Purbalingga dan Peserta pengguna layanan WhatsApp PANDAWA. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif oleh Miles, Huberman dan Saldana. Sedangkan validitas data menggunakan triangulasi sumber yaitu dengan membandingkan dan mengecek Kembali Tingkat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum kualitas pelayanan melalui WhatsAPP PANDAWA sudah menunjukkan hasil yang baik, memadai, serta membantu. Petugas pelayanan pelanggan juga telah menjalankan pelayanan sesuai dengan standar yang ditetapkan, mampu merespon segala permasalahan Masyarakat dengan jelas dan sesuai dengan kebutuhan Masyarakat. Namun layanan ini masih menemui beberapa kendala pada masyrakat yang belum terbiasa dengan sistem berbasis teknologi sehingga masyrakat masih membutuhkan sosialisasi terkait layanan ini.The Social Security Administering Body (BPJS) Health Branch Office in Purbalingga has introduced the WhatsApp PANDAWA service as a digital innovation to enhance the quality of administrative services for participants. However, its implementation faces challenges such as system errors and low digital literacy among the public.This study aims to identify the factors, challenges, and solutions for improving the WhatsApp PANDAWA service. Using a qualitative research method with purposive sampling, data were collected through interviews with BPJS Health employees and service users. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, with validity ensured through source triangulation.The findings indicate that the service provides easy access without requiring visits to branch offices. Customer service officers adhere to established standards and respond effectively to public needs. However, digital literacy remains a challenge, highlighting the need for further socialization efforts to maximize service effectiveness.
4399947381A1C020040PENERAPAN FLOATING HYDROPONIC SYSTEM DENGAN VARIASI pH LARUTAN NUTRISI UNTUK PRODUKSI SELEDRI (Apium Graveolens L.)Seledri adalah sayuran daun yang kaya akan vitamin A, vitamin C, dan zat besi serta bermanfaat sebagai penenang, pereda nyeri, antioksidan, antibakteri, antikanker dan antihipertensi. Seledri menjadi produk ekspor yang dicari di pasar domestik maupun pasar asing. Namun, budidaya seledri di Indonesia masih dilakukan dalam skala kecil. Hal ini disebabkan oleh alih fungsi lahan, perubahan iklim serta serangan hama dan penyakit. Penerapan floating hydroponic system (FHS) menjadi solusi untuk mengatasi kendala tersebut serta meningkatkan hasil produksi. FHS memiliki keunggulan dalam perawatan yang mudah dan biaya yang rendah. Pengendalian nilai EC dan pH yang tepat dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, penelitian mengenai pengaruh nilai pH larutan nutrisi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri dengan sistem FHS perlu dikaji. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pH larutan nutrisi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri dalam FHS, mengetahui pengaruh varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri pada FHS serta mengetahui pengaruh interaksi antara pH larutan nutrisi dengan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri dalam FHS.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu nilai pH dan varietas tanaman seledri. Variabel yang diamati meliputi iklim mikro dan pertumbuhan tanaman. Variabel iklim mikro meliputi suhu udara, kelembapan udara, dan intensitas cahaya yang disajikan dengan grafik. Variabel pertumbuhan tanaman meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot basah akar, bobot basah tajuk, bobot kering akar dan bobot kering tajuk dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai pH 6 memberikan pertumbuhan dan hasil yang tertinggi untuk tinggi tanaman sebesar 35,53 cm, jumlah daun sebesar 153,39 helai, panjang akar sebesar 13,98 cm, bobot basah akar sebesar 11,62 g, bobot basah tajuk sebesar 43,49 g, bobot kering akar sebesar 1,40 g, dan bobot kering tajuk sebesar 4,40 g. Perbedaan varietas memberikan pengaruh nyata pada jumlah daun minggu ke-4 sebesar 31,78 helai untuk varietas Summer dan 25,33 helai untuk varietas Amigo. Tidak ada interaksi antara varietas dan pH larutan nutrisi pada pertumbuhan dan hasil tanaman seledri. Nilai pH yang baik untuk pertumbuhan seledri pada penelitian ini yakni pH 6 dan varietas yang cocok pada penelitian ini adalah varietas Summer.
Celery is a leaf vegetable that is rich in vitamin A, vitamin C, and iron and is useful as a sedative, pain reliever, antioxidant, antibacterial, anticancer and antihypertensive. Celery is a sought-after export product in both domestic and foreign markets. However, celery cultivation in Indonesia is still done on a small scale. This is due to land conversion, climate change and pest and disease attacks. The application of floating hydroponic system (FHS) is a solution to overcome these obstacles and increase production yields. FHS has the advantage of easy maintenance and low cost. Proper control of EC and pH values can affect plant growth. Therefore, research on the effect of pH value of nutrient solution on the growth and yield of celery plants with FHS system needs to be studied. The purpose of this study is to determine the effect of pH of nutrient solution on the growth and yield of celery plants in FHS, to determine the effect of varieties on the growth and yield of celery plants in FHS and to determine the effect of the interaction between pH of nutrient solution with varieties on the growth and yield of celery plants in FHS.
This study used a factorial completely randomized design (CRD) with 2 factors, namely pH value and celery plant variety. The observed variables include microclimate and plant growth. Microclimate variables include air temperature, air humidity, and light intensity presented in a graph. Plant growth variables including plant height, number of leaves, root length, root wet weight, crown wet weight, root dry weight and crown dry weight were analyzed using ANOVA and DMRT 5% further test. The results showed that pH 6 value gave the highest growth and yield for plant height of 35.53 cm, number of leaves of 153.39 strands, root length of 13.98 cm, root wet weight of 11.62 g, crown wet weight of 43.49 g, root dry weight of 1.40 g, and crown dry weight of 4.40 g. The difference in varieties gave a significant effect on the number of leaves, number of leaves, root length, root wet weight of 11.62 g, crown wet weight of 43.49 g, root dry weight of 1.40 g and crown dry weight of 4.40 g. Variety differences gave a real effect on the number of leaves in week 4 at 31.78 strands for the Summer variety and 25.33 strands for the Amigo variety. There was no interaction between varieties and pH of nutrient solution on the growth and yield of celery plants. The pH value that is good for celery growth in this study is pH 6 and the suitable variety in this study is the Summer variety.
4400047382A1C020011APLIKASI ELECTRICAL CONDUCTIVITY (EC) LARUTAN NUTRISI PADA TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) SISTEM HIDROPONIK RAKIT APUNGTanaman seledri merupakan tanaman yang memiliki kandungan gizi tinggi. Potensi pasar tanaman seledri sangat cerah namun permintaan seledri belum diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan seledri karena produksinya yang masih rendah. Produksi seledri yang masih rendah dipengaruhi oleh perubahan iklim yang fluktuatif. Penanaman di lahan terbuka sangat bergantung pada iklim seperti suhu, kelembapan, angin, intensitas cahaya, dan curah hujan yang beresiko besar terhadap gagal tanam dan gagal panen. Salah satu sistem hidroponik yang mudah untuk diaplikasikan yaitu sistem rakit apung (floating hydroponic system). Sistem hidroponik rakit apung memiliki kelebihan minim tenaga kerja, hemat listrik, penggunaan pupuk dan air yang lebih efisien. Salah satu faktor yang menjadi penentu keberhasilan budidaya hidroponik adalah konsentrasi nutrisi yang diberikan. Tanaman seledri sangat sensitif terhadap ketidakseimbangan nutrisi sehingga studi aplikasi teknik hidroponik rakit apung (floating hydroponic system) dan ketepatan nilai EC yang sesuai untuk tanaman seledri menjadi hal yang perlu dikaji untuk membantu meningkatkan produksi tanaman seledri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai EC larutan nutrisi yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil tanaman seledri serta mendapatkan varietas seledri terbaik pada hidroponik sistem rakit apung.
Penelitian dilakukan di Experimental Farm (Kebun Percobaan), Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dengan ketinggian 102,48 m dpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu nilai EC yang terdiri dari 3 taraf yaitu EC 1 mS/cm, EC 2 mS/cm, dan EC 3 mS/cm serta faktor kedua yaitu varietas yang terdiri dari 2 jenis yaitu Amigo dan Summer. Variabel pengamatan dalam penelitian meliputi variabel pertumbuhan tanaman dan iklim mikro. Data pertumbuhan tanaman seledri yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, panjang akar, bobot basah akar, bobot basah tajuk, bobot kering akar, dan bobot kering tajuk. Data iklim mikro yang diamati meliputi data suhu udara, kelembapan udara, dan intensitas cahaya yang diamati pada pukul 07.00, 12.00, dan 17.00 WIB. Data pertumbuhan seledri dianalisis menggunakan analisis statistik dan data iklim mikro dianalisis menggunakan analisis grafik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi nilai EC nutrisi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman minggu ke-3, 4, 5,dan 6, jumlah daun minggu ke-3, 4, 5, dan 6, jumlah cabang minggu ke-3, 4, 5, dan 6, bobot basah akar, bobot basah tajuk, bobot kering akar, dan bobot kering tajuk. Perbedaan varietas berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman minggu ke-2 dan 3, jumlah daun minggu ke-1, 2, 3, 4, dan 5, jumlah cabang minggu ke-1, 2, 4, dan 5. Interaksi antara tingkat nilai EC dan varietas berpengaruh nyata terhadap jumlah daun minggu ke-1, dan jumlah cabang minggu ke-1. Nilai EC 2 mS/cm sesuai untuk penanaman seledri karena mendapatkan hasil terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman seledri sistem hidroponik rakit apung dengan hasil tinggi tanaman sebesar 38,98 cm, jumlah daun sebesar 161,22 helai, jumlah cabang sebesar 29,39 buah, bobot basah akar sebesar 15,42 gram, bobot basah tajuk sebesar 51,98 gram, bobot kering akar sebesar 1,47 gram, dan bobot kering tajuk sebesar 4,63 gram. Varietas seledri yang sesuai dalam budidaya hidroponik sistem rakit apung yaitu varietas Summer.
Celery is a plant that has high nutritional content. The market potential for celery is very bright, but the demand for celery has not been balanced with the fulfillment of celery needs because its production is still low. The low production of celery is influenced by fluctuating climate change. Planting in open land is highly dependent on climate such as temperature, humidity, wind, light intensity, and rainfall which have a high risk of crop failure and crop failure. One of the hydroponic systems that is easy to apply is the floating hydroponic system. The floating raft hydroponic system has the advantages of minimal labor, saving electricity, and more efficient use of fertilizers and water. One of the factors that determines the success of hydroponic cultivation is the concentration of nutrients provided. Celery plants are very sensitive to nutritional imbalances, so studies on the application of floating hydroponic techniques and the accuracy of the appropriate EC values for celery plants are things that need to be studied to help increase celery production. The purpose of this study was to determine the EC value of nutrient solution suitable for the growth and yield of celery plants and to obtain the best growth and yield of celery varieties in hydroponic floating raft systems.
The study was conducted at the Experimental Farm, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University with an altitude of 102.48 m above sea level. This study used a Completely Randomized Design consisting of 2 factors and 3 replications. The first factor is the EC value consisting of 3 levels, namely EC 1 mS/cm, EC 2 mS/cm, and EC 3 mS/cm and the second factor is the variety consisting of 2 types, namely Amigo and Summer. Observation variables in the study include plant growth and microclimate variables. The celery plant growth data observed included plant height, number of leaves, number of branches, root length, root wet weight, crown wet weight, root dry weight, and crown dry weight. The microclimate data observed included air temperature, air humidity, and light intensity data observed at 07.00, 12.00, and 17.00 WIB. Celery growth data were analyzed using statistical analysis and microclimate data were analyzed using graphical analysis.
The results of this study indicate that the application of nutrient EC values significantly affected plant height in weeks 3, 4, 5, and 6, number of leaves in weeks 3, 4, 5, and 6, number of branches in weeks 3, 4, 5, and 6, root wet weight, crown wet weight, root dry weight, and crown dry weight. Varieties significantly affected plant height in weeks 2 and 3, number of leaves in weeks 1, 2, 3, 4, and 5, number of branches in weeks 1, 2, 4, and 5. The interaction between EC value levels and varieties significantly affected the number of leaves in week 1, and the number of branches in week 1. The EC value of 2 mS/cm is suitable for celery planting because it gets the best results for the growth and yield of celery plants in the floating raft hydroponic system with a plant height of 38.98 cm, the number of leaves is 161.22 strands, the number of branches is 29.39 pieces, the wet weight of the roots is 15.42 grams, the wet weight of the crown is 51.98 grams, the dry weight of the roots is 1.47 grams, and the dry weight of the crown is 4.63 grams. The celery variety that is suitable for hydroponic cultivation using a floating raft system is the Summer variety.