Home
Login.
Artikelilmiahs
47484
Update
SISFA MAULIDA GANI
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Kadar Kelembapan Terkendali Terhadap Sifat Fisik Tanah dan Pertumbuhan Padi Gogo Varietas Inpago Unsoed Protani dalam Sistem Irigasi Tetes Otomatis
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Budidaya padi gogo atau padi lahan kering merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktifitas padi dimana produktifitas padi semakin menurun seiring dengan meningkatnya alih fungsi lahan sebagai akibat dari pertumbuhan jumlah penduduk. Pertumbuhan padi gogo sangat bergantung terhadap curah hujan. Untuk mengatasi ketersediaan air yang rendah pada lahan tadah hujan saat curah hujan rendah, maka dapat dilakukan pemberian air melalui irigasi tetes otomatis yang dapat memberikan air secara otomatis sesuai kelembapan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar kelembapan tanah terhadap sifat fisik tanah pada tanah ultisol serta pertumbuhan tanaman padi gogo varietas Inpago Unsoed Protani, dan mengetahui nilai kelembapan tanah paling optimal bagi pertumbuhan padi gogo varietas Inpago Unsoed Protani. Penelitan ini dilaksanakan di Lahan Laboratorium Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah kapasitas lapang tanah (simbol K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu kapasitas lapang 80% – 82%, kapasitas lapang 60% – 62%, dan kapasitas lapang 40% – 42%. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Uji Analysis of Variance (ANOVA), Uji Kruskal-Wallis, dan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5% dengan variabel yang diuji yaitu sifat fisik tanah (kadar air, permeabilitas, dan bulk density) dan pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, tinggi batang, dan jumlah daun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kelembapan tanah terkendali berpengaruh terhadap semua parameter pertumbuhan tanaman padi gogo namun tidak berpengaruh terhadap sifat fisik tanah ultisol. Perlakuan kadar air kapasitas lapang 60% – 62% memberikan hasil paling optimal terhadap pertumbuhan tanaman padi gogo pada parameter tinggi tanaman dan tinggi batang, sedangkan perlakuan kadar air kapasitas lapang 40% – 42% memberikan jumlah daun paling banyak.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The cultivation of upland rice or dryland rice is one of the efforts to increase rice productivity where rice productivity is decreasing along with the increase in land conversion as a result of population growth. The growth of upland rice is highly dependent on rainfall. To overcome the low water availability on rainfed land when rainfall is low, it can be done by giving water through automatic drip irrigation that can provide water automatically according to soil moisture. This study aims to determine the effect of soil moisture content on soil physical properties in ultisol soil and the growth of upland rice varieties Inpago Unsoed Protani, and determine the most optimal soil moisture value for the growth of upland rice varieties Inpago Unsoed Protani. This research was conducted at the Experimental Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research method was designed using a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) repeated 3 times. The factor used in this research is soil field capacity (symbol K) which consists of 3 levels, namely 80% - 82% field capacity, 60% - 62% field capacity, and 40% - 42% field capacity. Data analysis used in this study was Analysis of Variance (ANOVA) test, Kruskal-Wallis test, and Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5% test with the variables tested were soil physical properties (moisture content, permeability, and bulk density) and plant growth (plant height, stem height, and number of leaves). The results showed that the controlled soil moisture treatment affected all upland rice plant growth parameters but had no effect on the physical properties of ultisol soil. The 60% - 62% field capacity moisture content treatment gave the most optimal results on upland rice plant growth in plant height and stem height parameters, while the 40% - 42% field capacity moisture content treatment gave the highest number of leaves.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save