Artikel Ilmiah : I1A021028 a.n. NABILLA DWI PRATAMA

Kembali Update Delete

NIMI1A021028
NamamhsNABILLA DWI PRATAMA
Judul ArtikelFaktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi pada Pra Lanjut Usia di Desa Klapagading Kecamatan Wangon
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Hipertensi pada lanjut usia (lansia) lebih rentan terkena karena tekanan darah cenderung berada dalam kondisi tinggi yang diakibatkan dari bertambahnya usia. Kecamatan Wangon merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Banyumas yang memiliki kasus hipertensi terbanyak. Desa Klapagading dengan jumlah perokok yang cukup tinggi mengindikasikan bahwa faktor paparan asap rokok, kebiasaan merokok dan aktivitas fisik merupakan salah satu penyebab terjadinya hipertensi di wilayah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi pada pra lanjut usia.
Metodeologi: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control dan metode consecutive sampling, yang dilakukan pada 124 responden pra lanjut usia. Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis pada penelitian ini menggunakan uji univariat, uji bivariat (chi square) dan uji multivariat (regresi logistik).
Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara lama paparan asap rokok (p = 0,001), lokasi terpapar asap rokok (p = 0,016), jumlah batang rokok yang dihisap oleh perokok aktif (p = 0,000) dan aktivitas fisik (p = 0,000) dengan kejadian hipertensi pada pra lanjut usia. Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan merokok (p = 0,252) dengan kejadian hipertensi pada pra lanjut usia. Faktor – faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi pada pra lanjut usia adalah aktivitas fisik (p = 0,000; OR = 11,366) dan jumlah batang rokok yang dihisap perokok aktif (p = 0,020; OR = 3,331).
Kesimpulan: Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi pada pra lanjut usia di Desa Klapagading, Kecamatan Wangon adalah aktivitas fisik dan jumlah batang rokok yang dihisap perokok aktif. Peneliti merekomendasikan bagi pra lanjut usia agar rutin memeriksa tekanan darah dan rutin melakukan aktivitas fisik olahraga. Selain itu, disarankan untuk konsisten mengingatkan perokok aktif agar berhenti merokok dan merokok di tempat yang jauh dari jangkauan anggota keluarga lain agar mengurangi risiko terpaparnya asap rokok yang menyebabkan hipertensi.
Kata Kunci: hipertensi, pra lanjut usia, paparan asap rokok, merokok, aktivitas fisik
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Hypertension is more prevalent among the elderly due to the tendency for blood pressure to increase with age. Wangon District in Banyumas Regency has one of the highest rates of hypertension. Klapagading Village, with its significant number of smokers, suggests that exposure to cigarette smoke, smoking habits, and physical activity are contributing factors to hypertension in the area. This study aims to analyze the factors influencing hypertension incidence among the pre-elderly.
Method: This quantitative study employed a case-control approach with consecutive sampling, involving 124 pre-elderly respondents. Data was collected using a questionnaire. Univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (logistic regression) analyses were conducted.
Results: The analysis revealed a significant association between duration of exposure to cigarette smoke (p = 0,001), location of exposure (p = 0,016), number of cigarettes smoked by active smokers (p = 0,000), and physical activity (p = 0,000) with hypertension incidence among the pre-elderly. No significant association was found between smoking habits (p = 0,252) and hypertension. The factors significantly influencing hypertension incidence were physical activity (p = 0,000; OR = 11,366) and the number of cigarettes smoked by active smokers (p = 0,020; OR = 3,331).
Conclusion: Physical activity and the number of cigarettes smoked by active smokers were the primary factors affecting hypertension incidence among the pre-elderly in Klapagading Village, Wangon District. The researchers recommend that pre-elderly individuals regularly monitor their blood pressure and engage in physical activity. Additionally, consistent efforts should be made to encourage active smokers to quit and to smoke in areas away from family members to reduce exposure to secondhand smoke, a risk factor for hypertension.
Keywords: hypertension, pre-elderly, exposure to cigarette smoke, smoking, physical activity
Kata kuncihipertensi, pra lanjut usia, paparan asap rokok, merokok, aktivitas fisik
Pembimbing 1Suratman
Pembimbing 2Saudin Yuniarno
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2025-02-06 13:10:59.331435
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.