Home
Login.
Artikelilmiahs
47395
Update
FATMAWATI
NIM
Judul Artikel
Analisis Fenomenologi Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Wakaf Produktif dalam Mewujudkan SDGs Tanpa Kemiskinan
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi akuntabilitas dan transparansi pengelolaan wakaf produktif di Kabupaten Banyumas dalam mewujudkan SDGs poin tanpa kemiskinan serta merumuskan model strategi dan rancangan kebijakan pengelolaan wakaf produktif dalam rangka mewujudkan SDGs poin tanpa kemiskinan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat inisiatif pengelolaan wakaf produktif, seperti pengembangan ruko, pertanian, dan sumber air bersih, namun pengelolaannya masih terkendala oleh keterbatasan sumber daya, minimnya nazir bersertifikasi, keterbatasan pembiayaan, serta tantangan besar dalam hal akuntabilitas dan transparansi. Skor rendah pada indikator Good Nazir Governance (GNG) pada dimensi akuntabilitas dan transparansi mengindikasikan perlunya peningkatan akuntabilitas dan transparansi melalui penguatan kapasitas nazir dan penerapan PSAK 112. Pengelolaan wakaf produktif dapat menjadi instrument strategis untuk mendukung pencapaian SDGs, khususnya pada poin tanpa kemiskinan di Kabupaten Banyumas. Rancangan kebijakan dan strategi yang disusun dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi lembaga pengelola wakaf dalam meningkatkan kontribusi wakaf produktif untuk pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aims to explore the implementation of accountability and transparency in productive waqf management in Banyumas Regency to realize the SDGs of no poverty and to formulate a strategy and policy design model for productive waqf management to achieve the SDGs of no poverty. This research uses a qualitative method with a phenomenological analysis approach. The results show that although there are initiatives for productive waqf management, such as the development of shophouses, agriculture, and clean water sources, the management is still constrained by limited resources, a lack of certified nazirs, limited financing, and significant challenges regarding accountability and transparency. The low score on the Good Nazir Governance (GNG) indicator in the accountability and transparency dimension indicates the need to enhance accountability and transparency by strengthening the capacity of the nazir and implementing PSAK 112. Productive waqf management can be a strategic instrument to support the achievement of the SDGs, especially concerning the goal of no poverty in Banyumas Regency. The draft policies and strategies developed in this study are expected to serve as guidelines for waqf management institutions to increase the contribution of productive waqf to community empowerment and poverty alleviation.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save