Artikelilmiahs

Menampilkan 43.961-43.980 dari 48.763 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4396147342G1A021031Uji Toksisitas Akut Kombinasi Gelembung Nano Nitrit Oksida (NO) dan Gelembung Nano Hidrogen terhadap Kadar Ureum dan Kreatinin Tikus Galur Sprague DawleyLatar Belakang : Gelembung nano adalah gelembung gas berskala nano dan terbukti dapat menjadi drug deliver yang efektif. Gelembung nano dapat diisi dengan hidrogen dan nitrit oksida (NO). Hidrogen merupakan molekul gas yang memiliki efek antioksidan, antiinflamasi, dan antiapoptosis. NO merupakan gas radikal bebas yang dalam jumlah normal dapat memiliki efek vasodilatasi. Meskipun NO dan hidrogen memiliki efek terapi yang baik, perlu dilakukan uji keamanan kombinasi molekul tersebut salah satunya dengan uji toksisitas akut. Tujuan : Mengetahui efek toksisitas akut pemberian kombinasi gelembung nano NO dan hidrogen berbagai dosis secara intravena dalam jangka waktu tertentu terhadap ginjal. Metode penelitian : Penelitian true experimental dengan post-test only with control group design. Dilakukan pada 24 tikus betina Sprague Dawley yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok 1 (kontrol), kelompok 2 (injeksi NO 5 ml + Hidrogen 15 ml), kelompok 3 (injeksi NO 7,5 ml + Hidrogen 12,5 ml), dan kelompok 4 (injeksi NO 10 ml + Hidrogen 10 ml). Kadar ureum diuji dengan metode enzimatik dan kadar kreatinin diujidengan reaksi Jaffe. Data dianalisis menggunakan Kruskal wallis dilanjutkan dengan Mann Whitney. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan pada kadar ureum dan kreatinin antar kelompok tikus dengan menggunakan uji Mann Whitney. Kelompok 4 memiliki rerata kadar ureum dan kreatinin tertinggi, dengan kadar ureum masih berada dalam batas normal, namun kadar kreatinin menunjukkan adanya peningkatan. Kesimpulan : Kombinasi gelembung nano dengan dosis NO 10 ml + hidrogen 10 ml menimbulkan efek toksik secara akut terhadap tikus Sprague DawleyBackground : Nano bubbles are gas bubbles at the nanoscale and have been proven to be an effective drug delivery system. Nano bubbles can be filled with hydrogen and nitric oxide (NO). Hydrogen is a gas molecule that has antioxidant, anti-inflammatory, and anti-apoptotic effects. NO is a free radical gas that, in normal amounts, can have a vasodilatory effect. Although both NO and hydrogen have good therapeutic effects, further testing is needed to determine the safety of their combination, including acute toxicity test. Objective : To determine the acute toxicity effects of intravenous administration of a combination of NO and hydrogen nano bubbles at various doses over a specific period on the kidneys. Research Method : This study used a true experimental study with posttest only control group design. Twenty-four female Sprague Dawley rats divided into 4 groups: group 1 (control), group 2 (injection of 5 ml NO + 15 ml Hydrogen), group 3 (injection of 7.5 ml NO + 12.5 ml Hydrogen), and group 4 (injection of 10 ml NO + 10 ml Hydrogen). Urea levels were tested using the enzymatic method, and creatinine levels were tested using the Jaffe reaction The data were analyzed using the Kruskal-Wallis test, followed by the Mann-Whitney test. Result : The results of the study showed a significant difference in urea and creatinine levels between the rat groups using the Mann Whitney test. Group 4 had the highest average urea and creatinine levels. Urea levels remained within the normal range, while creatinine levels showed an increase. Conclusion : The combination of nano bubbles with a dose of 10 ml NO + 10 ml hydrogen induces acute toxic effects on Sprague Dawley rats.
4396247343F1C020019Pengaruh Media Sosial Instagram Raffi Ahmad Terhadap Keputusan Memilih Calon Presiden di Pemilu 2024 Oleh Generasi ZTepat pada tanggal 14 Februari tahun 2024, Indonesia melaksanakan pemilihan umum presiden dan legislatif. Terdapat perbedaan hasil suara yang cukup signifikan, baik dari hasil perhitungan resmi, maupun quick count. Dominasi suara yang diperoleh ini tentu tak lepas dari berbagai usaha kampanye yang telah dilakukan, salah satunya penggunakan media sosial influencer Raffi Ahmad. Generasi Z merupakan salah satu kelompok yang mendominasi hak pilih, serta generasi pengguna aktif media sosial terbanyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial instagram Raffi Ahmad
terhadap keputusan memilih calon presiden di Pemilu 2024 oleh Generasi Z dengan analisis Teori Khalayak Kepala Batu. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan pengambilan data melalui penyebaran kuesioner kepada 102 responden generasi Z yang telah memiliki hak pilih di Pemilu 2024. Berdasarkan seluruh tahapan penelitian yang sudah dilakukan, mulai dari rumusan masalah, hipotesis, dan hasil penelitian maka didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh antara media sosial instagram Raffi Ahmad terhadap keputusan memilih di Pemilu 2024. Pengaruh yang diberikan dari media sosial Instagram Raffi Ahmad terhadap keputusan memilih calon presiden di Pemilu 2024 sebesar 75.8%. Sementara, 24.2% keputusan memilih lainnya dipengaruhi oleh faktor di luar media sosial Instagram Raffi Ahmad. Hasil tersebutlah yang kemudian menunjukkan keselarasan dengan Teori Khalayak Kepala Batu, bahwasannya dapat dibuktikan media massa memang dapat memberikan pengaruh terhadap khalayak, namun khalayak saat ini tidak serta-merta mutlak terpengaruh dan mengikuti apa yang media massa sampaikan.
On February 14, 2024, Indonesia held presidential and legislative elections. There were significant differences in the results of the votes, both from the official count and the quick count. The dominance of the votes obtained is certainly inseparable from the various campaign efforts that have been made, one of which is the use of social media influencer Raffi Ahmad. Generation Z is one of the groups that dominates the right to vote, as well as the generation with the most active social media users. This study aims to determine the influence of Raffi Ahmad's Instagram social media on the decision to choose a presidential candidate in the 2024 Election by Generation Z with the analysis of The Obstinate Audience Theory. Researchers used descriptive quantitative research methods by collecting data through distributing questionnaires to 102 Generation Z respondents who already have the right to vote in the 2024 elections. Based on all stages of research that have been carried out, starting from the formulation of problems, hypotheses, and research results, the results show that there is an influence between Raffi Ahmad's Instagram social media on voting decisions in the 2024 elections. The influence given from Raffi Ahmad's Instagram social media on the decision to vote for presidential candidates in the 2024 elections is 75.8%. Meanwhile, 24.2% of other voting decisions are influenced by factors outside of Raffi Ahmad's Instagram social media. These results then show harmony with The Obstinate Audience Theory, that it can be proven that mass media can indeed have an influence on audiences, but today's audiences are not necessarily absolutely influenced and follow what the mass media convey.
4396347345I1A021051Stigma Masyarakat terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten BanyumasLatar Belakang: ODGJ lebih sering mendapat stigma dari masyarakat. Stigma dapat memperparah gangguan jiwa dan menghambat penyembuhan. Oleh karena itu, stigma terhadap ODGJ harus diminimalisir untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran stigma masyarakat terhadap ODGJ pada komponen stereotip, labeling, separation, dan diskriminasi.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif yang dilakukan di Desa Singasari pada bulan September 2024-Januari 2025. Subyek penelitian terdiri dari 10 informan utama yaitu masyarakat Desa Singasari dan empat informan pendukung yaitu satu tokoh masyarakat, satu tenaga kesehatan, dan dua caregiver ODGJ yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Peneliti merupakan instrumen utama dengan dibantu pedoman wawancara. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan analisis tematik.

Hasil: Masih terdapat stereotip diantaranya masyarakat menganggap bahwa gangguan jiwa dapat disebabkan karena kemasukan setan/jin dan ODGJ merupakan seseorang yang berbahaya, aib, beban, dan tidak dapat disembuhkan. Masyarakat masih memberikan labeling kepada ODGJ dengan sebutan wong edan dan wong gendeng (orang gila), orang stres, serta orang kurang. Selain itu, masih tedapat separation yang dilakukan oleh masyarakat terhadap ODGJ dengan melakukan pemasungan dan pemisahan ruangan bahkan mengikat tangan ODGJ. Masyarakat juga masih memberikan diskriminasi berupa merasa takut, menghindar, dan bersembunyi apabila ada ODGJ yang mendekat. Masyarakat juga tidak menerima ODGJ untuk tinggal di lingkungannya dan tidak mengikutsertakan ODGJ di kegiatan masyarakat.

Kesimpulan: Masih terdapat stigma masyarakat terhadap ODGJ pada komponen stereotip, labeling, separation, dan diskriminasi. Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan terkait ODGJ dan tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan stigma terhadap ODGJ.

Kata Kunci: Stigma, Masyarakat, ODGJ
Background: People with mental disorders are more often stigmatized by society. Stigma can worsen mental disorders and hinder healing. Therefore, the stigma towards people with mental disorders must be minimized to improve their quality of life. The aim of this study is to determine the description of community stigma towards people with mental disorders in the components of stereotypes, labeling, separation, and discrimination.

Method: This research used a qualitative descriptive design that was conducted in Singasari Village in September 2024-January 2025. The research subjects consisted of 10 main informants, including the people of Singasari Village and four supporting informants (1 community figure, 1 healthcare worker, and 2 caregivers for people with mental disorders) taken using a purposive sampling technique. The researcher was the main instrument with the help of interview guidelines. Data validity used source triangulation. Data analysis used thematic analysis.

Results: There were still stereotypes, among which people think that mental disorders can be caused by being possessed by demons and that people with mental disorders are someone who is dangerous, a disgrace, a burden, and cannot be cured. Society still labels people with mental disorders as wong edan and wong gendeng (crazy people), stressed people, and lacking people. Apart from that, there was still separation carried out by the community towards people with mental disorders by shackling them and room separation and even tying the hands of people with mental disorders. Society also still discriminates in the form of fear, avoidance, and hiding if people with mental disorders approach. The community also does not accept people with mental disorders to live in their environment and does not include people with mental disorders in community activities.

Conclusion: There was still public stigma towards people with mental disorders in the components of stereotypes, labeling, separation, and discrimination. The community is expected to increase knowledge regarding people with mental disorders and not take actions that could cause stigma against people with mental disorders.

Keywords: Stigma, Society, People with Mental Disorder.
4396447344I1A021067Pengaruh Polusi Udara Rumah Tangga Terhadap Kejadian Asma Bronkial di Desa Banjarsari dan Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten BanyumasLatar Belakang: Terdapat berbagai faktor yang dapat memicu asma bronkial. Di antara faktor-faktor tersebut, polusi udara merupakan salah satu faktor yang dapat dicegah. Polusi udara merupakan faktor risiko utama asma bronkial, berkontribusi terhadap 15-30% kasus. Berbagai jenis pencemaran udara berasal dari asap rokok, asap bahan bakar padat atau emisi masakan, asap pembakaran sampah, dan asap obat nyamuk bakar.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan case control dan metode total sampling. Besar sampel penelitian ini adalah 99 orang yang terdiri dari 33 kasus dan 66 kontrol. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Penelitian ini dilaksanakan dengan izin etik yang dikeluarkan oleh Komite Etik Fakultas Ilmu Kesehatan, dengan nomor surat 1684/EC/KEPK/XI/2024.
Hasil: Terdapat hubungan antara perilaku kebiasaan merokok dengan kejadian asma bronkial (p= 0,025). Tidak ada hubungan antara kegiatan pembakaran sampah dengan kejadian asma bronkial (p= 0,081). Ada hubungan antara penggunaan obat nyamuk bakar dengan kejadian asma bronkial (p= 0,036). Tidak ada hubungan antara emisi masakan dengan kejadian asma bronkial (p=0,619). Terdapat pengaruh perilaku merokok (OR= 3,462) dan penggunaan obat nyamuk bakar (OR= 2,948) terhadap kejadian asma bronkial.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kebiasaan merokok (OR= 3,462) dan penggunaan obat nyamuk bakar (OR= 2,948) dengan kejadian asma bronkial. Kebiasaan merokok merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap terjadinya asma bronkial. Kata Kunci: asma bronkial, merokok, pembakaran sampah, obat nyamuk bakar, emisi masakan.
Background: There are various factors that can trigger bronchial asthma. Among these factors, air pollution is one of the preventable ones. Air pollution is the primary risk factor for bronchial asthma, contributing to 15-30% of cases. Various types of air pollution originate from cigarette smoke, smoke from solid fuels or cooking emissions, smoke from burning waste, and smoke from mosquito coils.
Methods: This research is a quantitative study using a case-control approach and a total sampling method. The sample size for this study was 99 individuals, comprising 33 cases and 66 controls. The data analysis for this study will employ univariate, bivariate, and multivariate analyses. This research has been conducted with ethical clearance approval issued by the Faculty of Health Sciences Ethics Committee, with letter number 1684/EC/KEPK/XI/2024.
Results: There was a relationship between the behaviour of smoking habits and the occurrence of bronchial asthma (p= 0,025). There was no relationship between garbage burning activities and the occurrence of bronchial asthma (p= 0,081). There was a relationship between the use of mosquito coils and the occurrence of bronchial asthma (p= 0,036). There was no relationship between cooking emissions and the occurrence of bronchial asthma (p=0,619). There was an effect of smoking behaviour (OR= 3,462) and the use of mosquito coils (OR= 2,948) on the occurrence of bronchial asthma.
Conclusion: There is an association between the habit of smoking (OR= 3,462) and the use of mosquito coils (OR= 2,948) and the occurrence of bronchial asthma. The habit of smoking is the most influential factor on the occurrence of bronchial asthma.
Keywords: bronchial asthma, smoking, burning garbage, mosquito coil, cooking emissions.
4396547347H1A021021ANALISIS PENGARUH KAPASITOR BANK TERHADAP LOSSES DAN DROP VOLTAGE PADA MOTOR CENTER CONTROL (MCC) PT PERTAMINA PATRA NIAGA FUEL TERMINAL REWULUIndustri modern, terutama yang memiliki konsumsi daya besar, kerap kali menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas dayanya. Salah satu tantangan yang mempengaruhi stabilitas daya adalah gangguan jatuh tegangan dan rugi-rugi daya.
Jatuh tegangan merupakan kondisi hilangnya tegangan di sepanjang konduktor yang disebabkan oleh impedansi yang terjadi pada konduktor itu sendiri. Berdasarkan standar SPLN 71-1987, penurunan tegangan pada jaringan tegangan menengah radial tidak boleh melebihi 5% dari tegangan nominalnya. Sementara itu, menurut standar SPLN 1-1995, variasi tegangan rendah sebagai akibat dari perubahan beban tidak boleh melebihi batas +5%hingga -10% dari tegangan nominalnya. Sedangkan, rugi-rugi daya disebabkan oleh penggunaan komponen yang tidak optimal atau tidak sesuai dengan kapasitas beban yang diterapkan. Penambahan kapasitor bank bertujuan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai jatuh tegangan dan rugi-rugi daya. Penelitian ini dilakukan dengan simulasi menggunakan software ETAP, dan akan dilakukan dengan 2 metode, yaitu metode group compensation dan global compensation.
Modern industries, especially those with large power consumption, often face challenges in maintaining power stability. One of the challenges that affects power stability is drop voltage and power losses. Drop voltage is a condition of loss of voltage along a conductor caused by impedance that occurs in the conductor itself. Based on the SPLN 71-1987 standard, the voltage drop in radial medium voltage networks must not exceed 5% of the nominal voltage. Meanwhile, according to the SPLN 1-1995 standard, low voltage variations as a result of changes in load must not exceed the limit of +5% to -10% of the nominal voltage. Meanwhile, power losses are caused by the use of components that are not optimal or do not match the applied load capacity. The purpose of adding a capacitor bank is to determine its effect on the voltage drop and power losses. This research was carried out by simulation using ETAP software, and will be carried out using 2 methods, namely the group compensation method and global compensation.
4396647348E1A020096PENJATUHAN PIDANA BERSYARAT PADA TINDAK PIDANA MEMBUJUK ANAK MELAKUKAN PERSETUBUHAN DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK (Studi Putusan Nomor : 1/Pid.Sus-Anak/2024/PN Pwt)Penerapan pidana bersyarat dalam sistem peradilan pidana anak, khususnya dalam Putusan Nomor: 1/Pid.Sus-Anak/2024/PN Pwt, mencerminkan pendekatan yang mendidik dan rehabilitatif terhadap anak pelanggar hukum. Dalam konteks sistem peradilan pidana anak, pemidanaan bertujuan untuk mendidik dan memulihkan anak yang melanggar hukum, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Penelitian ini mengkaji bagaimana penerapan pidana bersyarat dapat memberikan dampak positif bagi anak pelanggar hukum serta masyarakat secara keseluruhan. Dalam kasus ini, hakim mempertimbangkan penyesalan anak dan prestasi akademisnya, sehingga menjatuhkan pidana bersyarat dianggap lebih bermanfaat dibandingkan hukuman penjara. Pidana bersyarat memberikan kesempatan kepada anak untuk memperbaiki diri tanpa harus menjalani hukuman penjara secara langsung, dengan syarat-syarat tertentu yang harus dipatuhi, seperti melaporkan kegiatan kepada Penuntut Umum dan melanjutkan pendidikan. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan restoratif dalam penegakan hukum terhadap anak, yang tidak hanya berfokus pada sanksi tetapi juga pada rehabilitasi dan perlindungan hak-hak anak. Dengan demikian, penerapan pidana bersyarat diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan anak pelanggar hukum dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik.The implementation of conditional sentencing within the juvenile justice system, particularly in Decision Number: 1/Pid.Sus-Anak/2024/PN Pwt, reflects an educational and rehabilitative approach toward juvenile offenders. In this context, the purpose of sentencing is to educate and rehabilitate children who violate the law, as regulated by Law No. 11 of 2012 concerning the Juvenile Justice System. This study examines how the application of conditional sentencing can positively impact juvenile offenders and society as a whole. In this case, the judge considered the remorse of the child and their academic achievements, leading to the conclusion that conditional sentencing is more beneficial than imprisonment. Conditional sentencing provides an opportunity for children to reform without serving time in prison directly, under specific conditions that must be adhered to, such as reporting activities to the Public Prosecutor and continuing their education. This research emphasizes the importance of a restorative approach in law enforcement concerning children, which focuses not only on sanctions but also on rehabilitation and the protection of children's rights. Thus, the application of conditional sentencing is expected to contribute positively to the development of juvenile offenders and create a better social environment.
4396747349J1C020017PROSES KREATIF SHODOUKA (SENIMAN KALIGRAFI JEPANG) PADA
TOKOH SEISHUU HANDA DALAM ANIME BARAKAMON KARYA
SUTRADARA MASAKI TACHIBANA
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana proses kreatif shodouka,
atau seniman kaligrafi Jepang pada tokoh Seishuu Handa dalam anime Barakamon
yang disutradarai oleh Masaki Tachibana. Data penelitian ini diambil dari keseluruhan
12 episode anime Barakamon. Dengan pendekatan kualitatif serta metode observasi,
penelitian ini mengidentifikasi elemen-elemen yang membentuk proses kreatif Handa,
termasuk aktivitas, pengaruh lingkungan, pengalaman pribadi, dan interaksi dengan
tokoh lain. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kreativitas milik
Graham Wallas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kreatif Handa sejalan
dengan teori milik Wallas tersebut yang meliputi empat tahapan yaitu preparasi,
inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Tahap preparasi dilalui Handa dengan melakukan
persiapan, analisis awal, dan latihan. Pada tahap inkubasi Handa melakukan rekreasi
dan relaksasi diri. Pada tahap iluminasi Handa hanya menunggu inspirasi datang
dengan sendirinya. Pada tahap verifikasi Handa melakukan validasi karya kepada
individu lain. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Handa sebagai shodouka
mampu menghasilkan kaligrafi berkualitas setelah melewati empat tahap proses kreatif
dalam pembuatannya.
This research aims to reveal the creative process of shodouka, or Japanese
calligraphy artist, Seishuu Handa in the Barakamon anime directed by Masaki
Tachibana. The data for this research was taken from all 12 episodes of the Barakamon
anime. Using a qualitative approach and observation method, this study identifies the
elements that shape Handa's creative process, including activities, environmental
influences, personal experiences, and interactions with other characters. The theory
used in this research is Graham Wallas' theory of creativity. The results show that
Handa's creative process is in line with Wallas' theory, which includes four stages:
preparation, incubation, illumination, and verification. Handa went through the
preparation stage by doing preparation, initial analysis, and practice. At the incubation
stage Handa did recreation and self-relaxation. At the illumination stage, Handa waits
for inspiration to come to her. At the verification stage, Handa validates his work with
other individuals. The conclusion of this research is that Handa as a shodouka is able
to produce quality calligraphy after passing through the four stages of the creative
process in making it.
4396847350A1C021005Pengembangan Sistem Penginputan Data E-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani) Berbasis VBA Untuk Pengajuan Pupuk BersubsidiElektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) adalah sistem yang digunakan oleh kelompok tani dan petugas Balai Penyuluhan Pertanian untuk mencatat kebutuhan pupuk bersubsidi. Saat ini, pengisian data dilakukan secara manual dari Simluhtan ke E-RDKK, berpotensi menimbulkan ketidakakuratan dan keterlambatan distribusi pupuk. Untuk mengatasi hal ini, penelitian ini mengembangkan sistem E-RDKK berbasis Visual Basic for Application (VBA) Excel yang mengotomatisasi input data pupuk bersubsidi secara akurat dan cepat, dengan antarmuka intuitif dan memenuhi standar kualitas perangkat lunak ISO-9126.
Penelitian menggunakan pendekatan Systems Development Life Cycle (SDLC) model waterfall, meliputi analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, pengujian, implementasi, dan pemeliharaan. Aplikasi dikembangkan dengan VBA untuk mengotomatisasi tugas berbasis Excel. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi ini mampu mengotomatisasi input data dengan akurat dan efisien, memiliki antarmuka yang mudah digunakan, serta stabil di berbagai versi Excel (2007, 2013, 2016, 2019) dan sistem operasi (Windows XP hingga 11 dan MacOS Mojave). Aplikasi memenuhi semua kriteria mutu perangkat lunak: fungsionalitas (semua fitur berjalan baik), reliability (100% kelayakan), efisiensi (waktu respons rata-rata 1,22 detik), maintainability (antarmuka konsisten, mudah dimodifikasi, dokumentasi kode baik), usability (layak digunakan meski tata letak perlu perbaikan), dan portabilitas (fleksibilitas tinggi di berbagai platform). Secara keseluruhan, aplikasi ini memberikan solusi digital yang efektif untuk meningkatkan manajemen data pupuk bersubsidi dan pengalaman pengguna.
ABSTRACT

Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) is a system used by farmer groups and Agricultural Extension Center officers to record subsidized fertilizer needs. Currently, data entry is done manually from Simluhtan to E-RDKK, potentially causing inaccuracies and delays in fertilizer distribution. To overcome this, this study developed an E-RDKK system based on VBA Excel that automates the input of subsidized fertilizer data accurately and quickly, with an intuitive interface and meets software quality standards ISO-9126.
The study used the Systems Development Life Cycle (SDLC) waterfall model approach, including needs analysis, design, development, testing, implementation, and maintenance. The application was developed with VBA to automate Excel-based tasks. The results of the study showed that this application was able to automate data input accurately and efficiently, had an easy-to-use interface, and was stable in various versions of Excel (2007, 2013, 2016, 2019) and operating systems (Windows XP to 11 and Mac OS Mojave). The application meets all software quality criteria: functionality (all features work well), reliability (100% eligibility), efficiency (average response time 1.22 seconds), maintainability (consistent interface, easy to modify, good code documentation), usability (feasible to use although the layout needs improvement), and portability (high flexibility across platforms). Overall, this application provides an effective digital solution to improve subsidized fertilizer data management and user experience.
4396947346E1A020131PERTIMBANGAN HUKUM HAKIM TERHADAP PENOLAKAN GUGATAN PMH DALAM PELAKSANAAN LELANG HAK TANGGUNGAN SERTA AKIBAT
HUKUMNYA (Studi Kasus Putusan Nomor 101/Pdt. G/2023/PN.Kln)
Eksekusi lelang hak tanggungan dalam realitanya sering menghadapi berbagai permasalahan, salah satu permasalahannya adalah adanya gugatan terkait rendahnya Nilai Limit lelang, gugatan tersebut biasanya menjadi dasar bagi debitur untuk mendalilkan petitum Perbuatan Melawan Hukum kepada kreditur. Penelitian pada putusan nomor 101/Pdt.G/2023/PN. Kln bertujuan untuk mengetahui bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam menolak gugatan Perbuatan Melawan Hukum terkait Nilai Limit pada lelang hak tanggungan yang diajukan Penggugat serta bagaimana akibat hukumnya terhadap penolakan gugatan Perbuatan Melawan Hukum dalam lelang hak tanggungannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Yuridis Normatif, dengan spesifikasi penelitian preskriptif analisis, dan sumber datanya adalah data sekunder.
Berdasarkan hasil penelitian pada putusan nomor 101/Pdt.G/2023/PN. Kln ditemukan bahwa pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam menolak gugatan PMH terkait rendahnya Nilai Limit adalah karena alat bukti yang digunakan oleh Para Penggugat bukanlah sebuah akta otentik sehingga tidak memiliki kekuatan pembuktian dan juga Majelis Hakim mempertimbangkan bahwa penetapan nilai limit lelang yang dilakukan oleh Para Tergugat sudah menerapkan prinsip kewajaran karena sudah sesuai dengan Pasal 48 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia PMK 213/PMK.06/2020 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang. Namun, menurut penulis pertimbangan tersebut kurang tepat karena lelang yang dilakukan oleh kreditur dalam prosedur pelaksanaan lelangnya mengandung cacat materiil dalam penetapan nilai limitnya yaitu melanggar ketentuan Pasal 51 PMK 213/PMK.06/2020 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang sehingga menyebabkan kerugian bagi Para Penggugat yang memungkinkan untuk dapat diajukan gugatan pembatalan lelang.
The execution of mortgage auction rights often faces various issues in reality. One of the problems is the existence of lawsuits related to the low Auction Limit Value. Such lawsuits are usually used by debtors to assert a claim of Unlawful Acts against creditors. The research on decision number 101/Pdt.G/2023/PN. Kln aims to understand the legal considerations of judges in rejecting the lawsuit of Unlawful Acts related to the Auction Limit Value in mortgage auctions filed by the Plaintiffs, and the legal consequences of rejecting the lawsuit of Unlawful Acts in mortgage auctions. This research uses a Normative Juridical research method, with prescriptive analytical research specifications, and the data source is secondary data. Based on the research results on decision number 101/Pdt.G/2023/PN. Kln, it was found that the legal considerations of the Panel of Judges in rejecting the lawsuit of Unlawful Acts related to the low Auction Limit Value were because the evidence used by the Plaintiffs was not an authentic deed and therefore did not have probative value. Additionally, the Panel of Judges considered that the determination of the auction limit value by the Defendants had applied the principle of fairness because it was in accordance with Article 48 paragraph (1) of the Regulation of the Minister of Finance of the Republic of Indonesia PMK 213/PMK.06/2020 concerning Guidelines for the Implementation of Auctions. However, according to the author, these considerations are incorrect because the auction conducted by the creditor in its auction implementation procedure contained material defects in the determination of the auction limit value, which violated the provisions of Article 51 PMK 213/PMK.06/2020 concerning Guidelines for the Implementation of Auctions, which resulted in harm to the Plaintiffs and could potentially lead to a lawsuit for the annulment of the auction.
4397047352L1A020058Teknis dan Finansial Usaha Penangkapan Gillnet di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lohgending, Kabupaten KebumenPelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lohgending merupakan salah satu pelabuhan perikanan yang terletak di Kabupaten Kebumen. Alat tangkap yang digunakan oleh nelayan di PPP Lohgending yaitu gillnet, trammel net, dan pancing. Data tahun 2023 menunjukkan bahwa alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan di PPP Lohgending adalah alat tangkap gillnet. Gillnet merupakan alat penangkapan ikan yang berbentuk jaring persegi panjang dan memiliki mesh size (mata jaring) yang seragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknis operasi penangkapan alat tangkap dan finansial usaha penangkapan alat tangkap gillnet di PPP Lohgending. Metode analisis teknis menggunakan analisis deskriptif yang ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Metode analisis finansial usaha menggunakan NPV, IRR, B/C Ratio, Payback Periods, ROI dan BEP. Hasil penelitian teknis operasi penangkapan menunjukkan kapal yang digunakan oleh nelayan berukuran 1 GT dan memiliki mesin penggerak berjenis motor tempel dengan daya 15 PK. Alat tangkap gillnet yang digunakan oleh nelayan memiliki mesh size 2; 3,5; 4; dan 5,5 inchi. Hasil analisis finansial diperoleh nilai NPV Rp190.809.954,00; IRR 41%; Payback Periods 1,34; ROI 36%; BEP Harga Rp35.560,00/kg; dan BEP Produksi 58,41 kg/trip. Hasil analisis finansial menyatakan bahwa usaha penangkapan menggunakan alat tangkap gillnet di PPP Lohgending dinyatakan layak.Lohgending Fisheries Port is one of the fishing port that located in Kebumen Regency. Fishing gear that used by fisherman at Lohgending fishing port are gillnet, trammel net, and fishing rod. In 2023, it is reported that gillnet is the most common fishing gear in Lohgending fising port. Gillnet is a fishing gear that is shaped rectangular net with various of mesh size. This research aims to determine the technical operation of gillnet fishing gear and the finances of gillnet fishing gear at Lohgending fishing port. The technical analysis method uses descriptive analysis displayed in the form of tables and graphs. Financial analysis methods use NPV, IRR, B/C Ratio, Payback Periods, ROI and BEP. The results of technical research on fishing operations show that the boats used by fishermen are 1 GT in size and have an outboard motor with a power of 15 PK. The gillnet fishing gear used by fishermen has a mesh size of 2; 3.5; 4; and 5.5 inches. The results of the financial analysis obtained an NPV value of RP190,809,954.00; IRR 41%; Payback Periods 1.34; ROI 36%; BEP Price Rp.35,560.00/kg; and BEP Production 58.41 kg/trip. The results of the financial analysis stated that the fishing effort using gillnet fishing gear at Lohgending Fishsing Port was declared feasible.
4397147353C1C021050Pengaruh Kecerdasan Emosional, Tekanan Waktu, dan Pemahaman Good Governance Terhadap Kinerja Auditor (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik di Jakarta Selatan)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, tekanan waktu, dan pemahaman tata kelola yang baik terhadap kinerja auditor. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor pada Kantor Akuntan Publik di Jakarta Selatan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling dan diperoleh 82 sampel. Penelitian ini menggunakan jenis data primer yaitu menyebarkan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian dengan menggunakan SPSS versi 26 menunjukkan bahwa: (1) Kecerdasan emosional berpengaruh positif terhadap kinerja auditor, (2) Tekanan waktu berpengaruh positif terhadap kinerja auditor, (3) Pemahaman tata kelola yang baik berpengaruh positif terhadap kinerja auditor.This study aims to determine and analyze the influence of emotional intelligence, time pressure, and understanding of good governance on auditor performance. The population in this study were auditors at a Public Accounting Firm in South Jakarta. The sampling technique used was convenience sampling and obtained 82 samples. This study used primary data types, namely distributing questionnaires. The data analysis technique used was multiple linear regression analysis. The results of the study using SPSS version 26 showed that: (1) Emotional intelligence has a positive effect on auditor performance, (2) Time pressure has a positive effect on auditor performance, (3) Understanding of good governance has a positive effect on auditor performance.
4397247355H1A021048SISTEM KENDALI KECEPATAN MOTOR INDUKSI PADA MESIN
EKSTRUDER MENGGUNAKAN METODE OSILASI ZIEGLER-NICHOLS
Di industri manufaktur kabel, terdapat beberapa tahapan sebelum kabel didistribusikan, salah satunya adalah
proses ekstrusi. Proses ini melibatkan mesin extruder yang melapisi kabel dengan isolasi. Motor induksi pada mesin ini
menggerakkan screw (ulir) untuk mendorong bahan baku seperti PVC ke die plate. Kecepatan putaran motor harus disesuaikan
agar kabel memenuhi ukuran standar, terutama selama proses pengasutan motor induksi. Saat ini, pengasutan dilakukan secara
manual oleh operator dengan menambah kecepatan motor secara bertahap sambil memantau diameter kabel.
Untuk meningkatkan stabilitas motor selama pengasutan, diperlukan sistem kendali tambahan. Penelitian ini
menggunakan metode kendali PID untuk mengoptimalkan pengasutan motor induksi pada mesin extruder. Pengujian dilakukan
dengan penjadwalan dan kondisi acak (random) untuk membandingkan respon sistem dengan dan tanpa kendali PID. Parameter
PID ditentukan melalui osilasi sistem menggunakan metode relay feedback dan tetapan empiris Ziegler-Nichols.
Hasil penelitian diharapkan menunjukkan karakteristik respon sistem yang lebih terkendali, dengan rise time kurang
dari 2 detik, overshoot tidak lebih dari 10%, dan steady-state error tidak lebih dari 0,1. Kendali PID diharapkan mampu
memaksimalkan efisiensi proses ekstrusi dan memastikan kualitas kabel yang dihasilkan sesuai standar.
In the cable manufacturing industry, several stages must be completed before cables can be distributed,
one of which is the extrusion process. This process involves an extruder machine that coats the cable with insulation. An
induction motor in the machine drives a screw to push raw materials, such as PVC, toward the die plate. The motor’s rotation
speed must be adjusted to ensure the cable meets standard dimensions, particularly during the motor startup process.
Currently, the startup process is performed manually by operators who gradually increase the motor speed while monitoring
the cable diameter.
To enhance motor stability during startup, an additional control system is required. This study employs a PID
control system to optimize the induction motor startup in the extruder machine. Testing is conducted using scheduling and
random conditions to compare system responses with and without PID control. PID parameters are determined through
system oscillations using the relay feedback method and empirical Ziegler-Nichols tuning rules.
The study aims to achieve a more controlled system response with a rise time of less than 2 seconds, overshoot of
no more than 10%, and steady-state error of no more than 0.1. PID control is expected to maximize the efficiency of the
extrusion process and ensure the produced cables meet quality standards.
4397347354I1A021085Determinan Perilaku Pencegahan Hipertensi pada Remaja di Desa Kalibenda, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten BanyumasLatar Belakang: Jumlah penderita hipertensi diperkirakan meningkat sebesar 1,5 miliar pada tahun 2025 dan meninggal setiap tahun sebanyak 10,44 juta orang. Namun pada masa remaja, mereka seringkali tidak menyadarinya bahaya hipertensi yang tidak terkontrol, sehingga pencegahannya masih banyak diabaikan.

Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif (cross-sectional). Jumlah populasi adalah 537 dan 104 remaja dipilih sebagai sampel responden dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket dan alat tulis. Analisisnya berbentuk univariat,
bivariat (uji chi square), dan multivariat (uji regresi logistik berganda). Kelayakan etik dengan nomor izin 1670/EC/KEPK/XI/2024.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja mempunyai perilaku pencegahan hipertensi yang baik, pengetahuan baik, sikap baik, akses informasi kesehatan baik, dukungan keluarga baik, dan dukungan teman sebaya kurang baik. Variabel yang berhubungan dan berpengaruh dengan perilaku pencegahan hipertensi pada remaja adalah pengetahuan, sikap dan akses informasi kesehatan. Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dan berpengaruh adalah dukungan keluarga dan dukungan teman sebaya.

Kesimpulan : Variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku pencegahan hipertensi pada remaja di Desa Kalibenda Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas adalah akses informasi kesehatan.

Kata Kunci : Hipertensi, Remaja, Perilaku Pencegahan, Pencegahan Hipertensi.
Background: The number of hypertension sufferers is estimated to increase by 1.5 billion in 2025 and die each year by 10.44 million people. However, in adolescence, they are often unaware of the dangers of uncontrolled hypertension, so that prevention are still widely ignored.

Methods: This study uses a quantitative (cross-sectional) approach. The total population is 537 and 104 adolescents were selected as respondent samples using the Simple Random Sampling technique. The instrument used a questionnaire and stationery. The analysis was in the form of univariate,
bivariate (chi square test), and multivariate (multiple logistic regression test). The ethical suitability permit number is 1670/EC/KEPK/XI/2024.

Results: The results showed that adolescents had good hypertension prevention behavior, good knowledge, good attitude, good access to health information, good family support, and poor peer support. Variables that are associated and influence with the hypertension prevention behavior in adolescents were knowledge, attitude and access to health information. While variables that were
not associated and influence were family support and peer support.

Conclusion: The variable that has the most influence on hypertension prevention behavior among adolescents in Kalibenda village, Ajibarang district, Banyumas regency is access to health information.

Keywords: Hypertension, Adolescents, Preventive Behavior, Hypertension Prevention
4397447204J1C018033PERILAKU SADISME TOKOH KEYARU DALAM MANGA KAIFUKU JUTSUSHI NO YARINAOSHI KARYA RUI TSUKIYOPenelitian ini meneliti perilaku sadisme yang ditunjukkan oleh karakter Keyaru dalam manga Kaifuku Jutsushi no Yarinaoshi karya Rui Tsukiyo.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis perilaku sadisme tokoh Keyaru agar dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai aspek kekerasan dan sadisme dalam karya fiksi, khususnya manga Kaifuku Jutsushi no Yarinaoshi. (2) Mengetahui dan mendeskripsikan penyebab perilaku sadisme tokoh Keyaru supaya dapat memahami faktor-faktor yang mempengaruhi tindakan sadisme tokoh dalam manga Kaifuku Jutsushi no Yarinaoshi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Penelitian ini menggunakan teori sadisme Erich Fromm (2013) untuk menemukan jenis perilaku sadisme tokoh utama serta menggunakan teori agresi Myers (2010) untuk menganalisis penyebab tokoh utama melakukan perilaku sadisme dalam manga. Sumber data dari penelitian ini adalah manga Kaifuku Jutsushi no Yarinaoshi karya Rui Tsukiyo. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kumpulan dialog dan gambar berupa screenshot adegan yang terdapat dalam manga Kaifuku Jutsushi no Yarinaoshi yang melibatkan karakter Keyaru dan menggambarkan perilaku sadisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku sadisme Keyaru terbagi menjadi tiga jenis: seksual, fisik, dan mental. Kekerasan seksual dilakukan sebagai bentuk balas dendam terhadap pelecehan yang dialaminya, kekerasan fisik diwujudkan melalui serangan fisik seperti memukul dan membunuh, sedangkan kekerasan mental dilakukan dengan cara manipulasi dan penghapusan ingatan. Kemudian dalam tindakan sadisme yang dilakukan oleh Keyaru ditemukannya 15 data dengan persentase sadisme seksual 20%, sadisme fisik 66.67%, dan sadisme mental 13.33%. Penyebab sadisme ini adalah agresi emosional dan agresi instrumental, di mana tindakan tersebut dilakukan baik sebagai balas dendam maupun untuk mencapai tujuan tertentu.This research examines the sadistic behavior exhibited by the character Keyaru in the manga Kaifuku Jutsushi no Yarinaoshi by Rui Tsukiyo. The study aims to: (1) describe the types of sadistic behavior displayed by Keyaru to provide a deeper understanding of violence and sadism in fictional works, particularly in the manga Kaifuku Jutsushi no Yarinaoshi, and (2) identify and describe the causes of Keyaru's sadistic behavior to understand the factors influencing sadistic actions in the manga. The research employs a qualitative descriptive method with content analysis techniques. Erich Fromm's theory of sadism (2013) is used to identify the types of sadistic behavior exhibited by the main character, while Myers' aggression theory (2010) is applied to analyze the causes of the character's sadistic actions in the manga. The data source for this research is the manga Kaifuku Jutsushi no Yarinaoshi by Rui Tsukiyo. The data consists of collections of dialogues and images in the form of screenshots depicting scenes from the manga involving Keyaru and illustrating sadistic behavior. The results of the study reveal that Keyaru's sadistic behavior is categorized into three types: sexual, physical, and mental. Sexual violence is carried out as a form of revenge for the abuse he experienced, physical violence is demonstrated through acts such as hitting and killing, while mental violence involves manipulation and memory erasure. Among Keyaru's sadistic actions, 15 instances were identified, with the distribution of 20% sexual sadism, 66.67% physical sadism, and 13.33% mental sadism. The causes of this sadism include emotional aggression and instrumental aggression, wherein these actions are performed both as acts of revenge and to achieve certain goals.
4397547356H1A021055RANCANG BANGUN PERANGKAT PEMANTAUAN DAYA LISTRIK
BERBASIS IOT PADA SCHNEIDER ENERGI METER IEM3255 DI PT.
SUTANTO ARIFCHANDRA ELECTRONIC
PT. Sutanto Arifchandra Electronic telah menerapkan sistem pengukuran daya menggunakan Schneider
Energi Meter iEM3255. Untuk memfasilitasi pemantauan jarak jauh, energi meter tersebut dihubungkan melalui jaringan
komunikasi data dengan topologi jaringan daisy chain menggunakan protokol Modbus RTU dan media jaringan kabel RS485.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun dan melakukan pengujian perangkat pendukung pemantauan daya listrik berbasis
Internet of Things (IoT) pada energi meter iEM3255 di PT. Sutanto Arifchandra Electronic. Perangkat keras yang digunakan
meliputi mikrokontroler Nodemcu ESP32, energi meter Schneider iEM3255, antarmuka komunikasi RS-485, dan modul MAX485
auto flow control untuk mengintegrasikan komunikasi data. Data dari energi meter diambil menggunakan protokol Modbus RTU
dan dikirimkan melalui ESP32 ke platform IoT Node-RED disimpan dalam database SQLite dan untuk pengolahan dan visualisasi.
Metode penelitian yang digunakan meliputi tahap persiapan dan studi literatur, pengumpulan data, perancangan hardware,
perancangan software dan terakhir pengujian. Berdasarkan hasil pengujian akurasi dan kestabilan, alat ini mampu mengirimkan
data pembacaan iEM3255 secara akurat dan stabil. Hasil pengujian akurasi data menunjukkan hasil persentase error kurang dari
1%. Hasil pengujian kestabilan kinerja alat menunjukkan telah tercapainya kinerja alat yang stabil dan tanpa gangguan selama
durasi 3 jam 56 menit 21 detik dengan pengaturan scan rate satu menit.
PT. Sutanto Arifchandra Electronic has implemented a power measurement system using the Schneider
Energy Meter iEM3255. To facilitate remote monitoring, the energy meters are connected through a data communication
network using a daisy chain topology with the Modbus RTU protocol and RS485 cable media. This study aims to design,
develop, and test an Internet of Things (IoT)-based supporting device for power monitoring on the iEM3255 energy meter
at PT. Sutanto Arifchandra Electronic. The hardware used includes a Nodemcu ESP32 microcontroller, Schneider
iEM3255 energy meter, RS-485 communication interface, and a MAX485 auto flow control module to integrate data
communication. Data from the energy meter is collected using the Modbus RTU protocol and transmitted via ESP32 to the
Node-RED IoT platform, stored in an SQLite database for processing and visualization. The research method involves
several stages: preparation and literature review, data collection, hardware design, software design, and testing. Based on
the results of accuracy and stability tests, the device is capable of transmitting iEM3255 readings accurately and stably.
The accuracy test results show an error percentage of less than 1%. The stability test results demonstrate that the device
achieves stable performance without interruptions for a duration of 3 hours, 56 minutes, and 21 seconds with a scan rate
setting of one minute.
4397647357L1A020062Persepsi dan Willingness To Pay Wisatawan Sebagai Dasar Optimalisasi Pengelolaan Agroeduwisata Seakong Waduk MricaWaduk Mrica atau biasa disebut Waduk Panglima Besar Soedirman yang terletak di Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah. Waduk PB Soedirman dioprasikan dikelola oleh PT. Indonesia Power yang mengoprasikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan menggerakan turbin listrik di Waduk Mrica. Waduk Mrica sendiri pernah digunakan sebagai sumber arus listrik Pulau Jawa hingga Pulau Bali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik, persepsi, dan ketersediaan membayar wisatawan yang mengunjungi Objek Wisata Agroeduwisata Seakong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode wawancara yang dilakukan bersama wisatawan yang berkunjung, untuk menganalisa persepsi dari wisatawan menggunakan metode Likert sedangkan untuk menganalisis nilai Willingness to Pay menggunakan metode CVM atau Contingent Valuation Method. Hasil dari penilitian ini menunjukan bahwa wisatawan yang berkunjung di Objek Wisata Agroeduwisata Seakong didominasi oleh wisatwan berjenis kelamin perempuan. Fasilitas yang disediakan oleh pengelola hampir seluruhnya termasuk kategori baik yang menunjukan kepuasan yang diperoleh wisatawan terhadap Objek Wisata Agroeduwisata Seakong. Hasil nilai rata-rata Willingness to Pay yang diperoleh berdasarkan penelitian ini adalah Rp. 65.250, dengan nilai total Willingness to Pay mencapai Rp 35.060.000 nilai tersebut diharapkan dapat menjadi acuan untuk perencanaan pengembangan Objek Wisata Agroeduwisata Seakong.Mrica Reservoir or commonly called Panglima Besar Soedirman Reservoir located in Banjarnegara Regency, Central Java. PB Soedirman Reservoir is operated by PT. Indonesia Power which operates the Hydroelectric Power Plant (PLTA) and drives the electric turbine in Mrica Reservoir. Mrica Reservoir itself was once used as a source of electricity for Java Island to Bali Island. The purpose of this study was to analyze the characteristics, perceptions, and availability of payment of tourists visiting the Seakong Agro-edutourism Object. The method used in this study is to use an interview method conducted with visiting tourists, to analyze the perceptions of tourists using the Likert method while to analyze the Willingness to Pay value using the CVM or Contingent Valuation Method. The results of this study indicate that tourists visiting the Seakong Agro-edutourism Object are dominated by female tourists. The facilities provided by the manager are almost all included in the good category which shows the satisfaction obtained by tourists towards the Seakong Agro-edutourism Object. The average Willingness to Pay value obtained based on this study is Rp. 65,250, with a total Willingness to Pay value reaching IDR 35.060.000. This value is expected to be a reference for planning the development of the Seakong Agro-edu-tourism Object.
4397747363E1A020151PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA YANG MENDERITA SKIZOFRENIA (Studi Perbandingan Putusan Nomor 8/Pid.Sus/2021/PN Pulang Pisau dengan Putusan Nomor 59/Pid.Sus/2021/PN Tanjung Balai Karimun)Pertanggungjawaban pidana dimaksudkan untuk menentukan apakah seseorang dapat mempertanggungjawabkan perbuatan yang dilakukannya atau tidak. Dalam perkembangannya, suatu perbuatan pidana tidak hanya dilakukan oleh orang yang jiwanya normal tetapi juga muncul beberapa kasus pidana yang dilakukan oleh orang yang mengalami gangguan jiwa seperti skizofrenia. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana yang menderita skizofrenia berdasarkan hukum pidana dan bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam menentukan hukuman pidananya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian adalah preskriptif, sumber data yang digunakan adalah data sekunder, metode penyajian data dalam bentuk teks naratif, metode pengumpulan data adalah studi kepustakaan dan metode analisis data menggunakan normatif kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pertanggungjawaban pidana pada pelaku tindak pidana yang menderita skizofrenia telah diatur dalam ketentuan Pasal 44 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana di mana skizofrenia diklasifikasikan sebagai alasan pemaaf sebab terganggu karena penyakit. Majelis Hakim dalam Putusan Nomor 8/Pid.Sus/2021/PN Pps telah tepat menjatuhkan pidana terhadap pelaku, namun dalam Putusan Nomor 59/Pid.Sus/2021/PN Tbk Majelis Hakim selain melepaskan terdakwa dari tuntutan hukum seharusnya juga memerintahkan supaya terdakwa ditempatkan di Rumah Sakit Jiwa sebagaimana Pasal 44 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.Criminal responsibility is intended to determine whether or not a person can be held accountable for the acts they commit. In its development, a criminal act is not only committed by a normal person but also several criminal cases have emerged committed by people with mental disorders such as schizophrenia. This research was conducted to determine the criminal liability of perpetrators of criminal acts suffering from schizophrenia based on criminal law and how the judge's legal considerations in determining the criminal sentence. The research method used is normative juridical, the research specification is prescriptive, the data source used is secondary data, the data presentation method is in the form of narrative text, the data collection method is literature study and the data analysis method uses qualitative normative. The results of the study concluded that criminal liability for perpetrators of criminal acts suffering from schizophrenia has been regulated in the provisions of Article 44 of the Criminal Code where schizophrenia is classified as a forgiving reason because it is disturbed by illness. The Panel of Judges in Decision Number 8/Pid.Sus/2021/PN Pps was correct in imposing a sentence on the perpetrator, however in Decision Number 59/Pid.Sus/2021/PN Tbk, the Panel of Judges, in addition to releasing the defendant from legal charges, should also have ordered that the defendant be placed in a Mental Hospital as per Article 44 paragraph (2) of the Criminal Code.
4397847359E1A021128PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE DENGAN METODE REHABILITASI SEBAGAI ALTERNATIF PEMIDANAAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA
(Studi Di Kejaksaan Negeri Yogyakarta)
Penyelesaian perkara Tindak Pidana Narkotika dapat dilakukan melalui keadilan restorasi yang dalam pelaksanaannya semua pihak yang berkepentingan bertemu dan menyelesaikan secara adil dengan mengedepankan pemulihan ke dalam keadaan semula dan bukan pembalasan atau memberikan pengertian pidana dijadikan jalan terakhir. Metode penulisan yang digunakan yaitu yuridis empiris dan spesifikasi penelitian adalah deskriptif analitis, sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa wawancara dengan narasumber atau informan di Kejaksaan Negeri Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya rehabilitas sebagai bentuk penerapan dari keadilan restorasi Tindak Pidana Narkotika di Kejaksaan Negeri Yogyakarta dilaksanakan sesuai Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restorasi dan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2010 tentang Penempatan Penyalahgunaan, Korban, Penyalahgunaan dan Pecandu Narkotika Ke Dalam Lembaga Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial. Keadilan restorasi dapat diterapkan pada perkara Tindak Pidana Narkotika dengan memenuhi syarat seperti saat tertangkap oleh penyidik dengan barang bukti pemakaian satu hari, serta hasil asesmen Tim Asesmen Terpadu untuk setiap berkas perkara yang dilimpahkan. Penegakan hukum, sarana atau fasilitas, masyarakat, dan kebudayaan adalah faktor yang menjadi hambatan bagi pelaksanaan rehabilitasi.Narcotics Crime cases can be settled through restorative justice which in implementation all interested parties meet and fairly resolve by prioritizing recovery to the original state and not retaliation or giving the understanding that punishment is used as a last resort. The writing method used is empirical juridical and the research specification is analytical descriptive, the data sources used are primary and secondary data. Primary data in the form of interviews with sources or informants at the Yogyakarta State Attorney's Office. The result of this study indicates that rehabilitation efforts as a form of application of restorative justice for Narcotics Crimes in the Yogyakarta State Attorney's Office are carried out in accordance with Prosecutor's Regulation Number 15 of 2020 concerning Termination of Prosecution Based on Restorative Justice and Supreme Court Circular Letter Number 2010 concerning Placement of Narcotics Abuse, Victims, Abusers and Addicts into Medical Rehabilitation and Social Rehabilitation Institutions. Restorative justice can be applied to narcotics crime cases by fulfilling conditions as when caught by investigators with evidence of one day use along with Integrated Assessment Team assessment files for each case are submitted. Law enforcement, facilities, society, and culture are factors that inhibit the implementation of rehabilitation.
4397947360A1C020024Pengaruh Frekuensi Irigasi Tetes Otomatis Terhadap Sifat Fisik Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Padi Gogo Varietas Inpago di Tanah MarginalPadi gogo, sebagai tanaman yang banyak ditanam di lahan kering, sangat
bergantung pada metode irigasi yang efisien. Salah satu pilihan terbaik untuk
mendukung budidaya padi gogo di lahan marginal adalah dengan menerapkan
sistem irigasi tetes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh frekuensi
irigasi tetes terhadap sifat fisik tanah dan pertumbuhan tanaman padi. Metode yang
digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan
taraf frekuensi pemberian irigasi berupa pemberian irigasi satu kali, dua kali, dan
tiga kali dalam sehari sebagai faktornya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
frekuensi irigasi berpengaruh signifikan terhadap kadar lengas, kerapatan partikel,
dan porositas tanah. Irigasi tiga kali sehari (perlakuan C) meningkatkan kadar
lengas tanah secara optimal dan mendukung pertumbuhan akar yang lebih subur,
sedangkan irigasi dua kali sehari (perlakuan B) meningkatkan porositas tanah serta
memperbaiki sirkulasi air dan udara. Meski begitu, tidak ada perbedaan signifikan
pada permeabilitas tanah antarperlakuan, kemungkinan disebabkan oleh kandungan
bahan organik yang seragam di setiap sampel. Dalam hal pertumbuhan tanaman
padi, perlakuan C menghasilkan tanaman dengan tinggi dan jumlah daun tertinggi.
Meskipun perlakuan C menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik, perlakuan AP2 memiliki bobot biomassa tertinggi. Sementara itu, perlakuan B menghasilkan
jumlah malai terbanyak per polibag. Penelitian ini mengindikasikan bahwa
pemberian irigasi yang optimal dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman padi,
dengan frekuensi irigasi tiga kali sehari memberikan hasil terbaik.
Upland rice, as a crop commonly cultivated in dryland areas, relies heavily
on efficient irrigation methods. One of the best options to support upland rice
cultivation in marginal lands is the application of a drip irrigation system. This
study aims to analyze the effect of drip irrigation frequency on soil physical
properties and rice plant growth. The research was conducted using a single-factor
Completely Randomize Design (CRD) with irrigation frequency levels as the factor:
morning irrigation, morning and noon irrigation, and morning, noon, and evening
irrigation. The results showed that irrigation frequency significantly affected soil
moisture content, particle density, and soil porosity. Irrigation three times a day
(treatment C) optimally increased soil moisture content and supported more
vigorous root growth, while irrigation twice a day (treatment B) enhanced soil
porosity, improving water and air circulation. However, there were no significant
differences in soil permeability among treatments, possibly due to the uniform
organic matter content in all samples. In terms of rice plant growth, treatment C
produced the tallest plants with the highest number of leaves. Although treatment C
demonstrated better overall growth, treatment A-P2 resulted in the highest biomass
weight. Meanwhile, treatment B generated the highest number of panicles per
polibag. This study indicates that optimal irrigation frequency can improve rice
plant growth, with irrigation three times a day providing the best outcomes.
4398047361F1B021030PERAN PENGAWAS DALAM MENJAMIN KUALITAS DATA SURVEI SOSIAL EKONOMI NASIONAL (SUSENAS) 2024 (STUDI KASUS DI KANTOR BPS KABUPATEN CILACAP)Kualitas data dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2024 sangat bergantung pada peran pengawas dalam memastikan akurasi dan ketepatan pengumpulan data di lapangan. Namun dalam praktiknya masih terdapat ketidakkonsistensian data suenas dengan data sektoral lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas peran pengawas dalam memastikan kualitas data SUSENAS 2024 serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawas berperan krusial dalam menjaga kualitas data dengan memastikan motivasi pencacah, kelancaran komunikasi, dan penyelesaian masalah di lapangan. Untuk meningkatkan efektivitasnya, diperlukan pelatihan, optimalisasi teknologi, dan koordinasi yang lebih baik antara pengawas, enumerator, dan manajemen BPS.
The quality of data in the 2024 National Socio-Economic Survey (SUSENAS) is highly dependent on the role of supervisors in ensuring the accuracy and precision of data collection in the field. However, in practice, there are still inconsistencies between SUSENAS data and other sectoral data. Therefore, this study aims to analyze the effectiveness of the role of supervisors in ensuring the quality of SUSENAS 2024 data and identifying the various challenges they face in the field. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The results of the study show that supervisors play a crucial role in maintaining data quality by ensuring the motivation of enumerators, smooth communication, and problem solving in the field. To improve its effectiveness, training, technology optimization, and better coordination between supervisors, enumerators, and BPS management are needed.