Home
Login.
Artikelilmiahs
47385
Update
CITRAWATI NANDA BASUKI
NIM
Judul Artikel
KETIDAKSETARAAN GENDER DAN KEKERASAN POLITIK DALAM "GADIS KRETEK": Representasi Peminggiran Perempuan dan Kriminalisasi Masyarakat di Jawa Tengah Tahun 1960-an
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Artikel ini bertujuan untuk: 1) Memahami dan mendeskripsikan bentuk ketidaksetaraan gender dan kekerasan politik dalam “Gadis Kretek”. 2) Mengetahui dan menjelaskan ketidaksetaraan gender dan kekerasan politik yang merepresentasikan peminggiran perempuan dan kriminalisasi masyarakat di Jawa Tengah pada 1960-an dalam “Gadis Kretek”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui paradigma dekonstruksionisme dan perspektif pascastruktural, serta pendekatan semiotika. Representasi ketidaksetaraan gender ditunjukkan oleh Dasiah, pemeran utama, memperjuangkan haknya sebagai pewaris usaha kretek di tengah gempuran budaya patriarki, praktik peminggiran terhadap perempuan. Sedangkan kekerasan politik ditunjukkan dengan tindakan kriminalisasi terhadap Dasiah oleh aparat militer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa isu kesetaraan gender merupakan persoalan sosial yang menghambat laju perkembangan dan kemajuan masyarakat itu sendiri. Di sisi lain, permasalahan gender masih belum terselesaikan, khususnya peminggiran perempuan dari sektor-sektor strategis, seperti ekonomi dan pendidikan. Demikian pula, isu kekerasan politik masih terus ada di lingkungan masyarakat modern Indonesia saat ini dalam bentuk kriminalisasi rakyat sipil untuk pemenuhan kepentingan elit politik dan ekonomi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This article aims to: 1) Understand and describe the forms of gender inequality and political violence in "Gadis Kretek". 2) Identify and explain the gender inequality and political violence that represent the marginalization of women and the criminalization of society in Central Java during the 1960s in "Gadis Kretek". The research methodology utilized is qualitative, employing a deconstructionist paradigm and a post-structuralist perspective, alongside a semiotic approach. The portrayal of gender inequality is exemplified through the character of Dasiah, the protagonist, who advocates for her rights as the heir to the kretek business amidst the pervasive patriarchal culture, which systematically marginalizes women. Political violence is illustrated by the criminalization of Dasiah by military authorities. The findings of this research indicate that gender equality remains a significant social issue that impedes societal progress and development. Moreover, gender issues persist unresolved, particularly concerning the marginalization of women from strategic sectors such as the economy and education. Similarly, the issue of political violence continues to prevail in contemporary Indonesian society, manifesting in the form of civilian criminalization to serve the interests of political and economic elites.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save