Home
Login.
Artikelilmiahs
47109
Update
DYAN LESTARI
NIM
Judul Artikel
Estimasi Sebaran Batu Gamping Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger Di Desa Paningkaban Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Batu gamping memiliki nilai ekonomis yang tinggi sebagai bahan konstruksi dan industri. Di Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas memiliki indikasi batu gamping dibawah permukaan, namun informasi batu gamping dibawah permukaan dan sebarannya masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian dilakukan menggunakan metode geolistrik konfigurasi schlumberger untuk menentukan litologi bawah permukaan dan mengetahui sebaran batu gamping berdasarkan nilai resistivitas batuan di Desa Paningkaban. Terdapat 5 titik sounding dalam penelitian dengan panjang lintasan masing masing sebesar 150 m. Peralatan yang digunakan untuk akuisisi data adalah resistivitymeter (Naniura). Dari akuisisi data tersebut diperoleh data arus dan beda potensial yang kemudian dilakukan perhitungan dan menghasilkan nilai resistivitas semu. Pemodelan data resistivitas dilakukan secara 1D dan 3D menggunakan software Progress 3.0 dan Rockworks 16. Hasil interpretasi pada penampang 1D menunjukan bahwa terdapat 4 litologi di Desa Paningkaban yaitu Top soil (30,05 - 114,15 ohm.m), batu pasir gampingan (40,01 - 50,57 ohm.m), napal (13,76 - 21,54 ohm.m), dan batu gamping (207,19 - 1032,51 ohm.m). Dari pemodelan 3D sebaran batu gamping berada di area barat daerah penelitian yaitu di titik sounding 1, 3 dan 5.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Limestone has high economic value as a construction and industrial material. In Paningkaban Village, Gumelar District, Banyumas Regency, there are indications of limestone below the surface, but information on limestone below the surface and its distribution is still limited. Therefore, the study was conducted using the Schlumberger configuration geoelectric method to determine the subsurface lithology and determine the distribution of limestone based on the resistivity value of rocks in Paningkaban Village. There are 5 sounding points in the study with a path length of 150 m each. The equipment used for data acquisition is a resistivity meter (Naniura). From the data acquisition, current and potential difference data are obtained which are then calculated and produce apparent resistivity values. Resistivity data modeling was carried out in 1D and 3D using Progress 3.0 and Rockworks 16 software. The interpretation results on the 1D cross-section showed that there were 4 lithologies in Paningkaban Village, namely Top soil (30.05 - 114.15 ohm.m), calcareous sandstone (40.01 - 50.57 ohm.m), marl (13.76 - 21.54 ohm.m), and limestone (207.19 - 1032.51 ohm.m). From the 3D modeling, the distribution of limestone is in the western area of the research area, namely at sounding points 1, 3 and 5.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save