Home
Login.
Artikelilmiahs
47394
Update
ALFINA WAHYU ISNAINI
NIM
Judul Artikel
Analisis Faktor Risiko Kejadian Prakanker Serviks pada Wanita Usia Subur (WUS) di Wilayah Kerja Puskesmas Cilongok II
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Kanker serviks merupakan penyebab kematian kedua terbesar pada WUS di Indonesia dengan angka kematian 8,8% pada 2018. Sepanjang tahun 2023, Puskesmas Cilongok II menemukan 2,9% WUS dengan hasil IVA positif yang menunjukkan adanya lesi prakanker serviks. Deteksi dini dan penanganan yang cepat dan tepat penting untuk mencegah berkembangnya prakanker serviks menjadi kanker serviks, Tujuan: Menganalisis faktor risiko kejadian prakanker serviks pada WUS di wilayah kerja Puskesmas Cilongok II Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan desain studi kasus-kontrol. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner. Sampel terpilih sebanyak 90 responden menggunakan non-probability sampling dengan total sampling dan perbandingan kelompok kasus:kontrol adalah 1:2. Data dianalisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Mayoritas responden berpendidikan rendah (56,7%), tidak bekerja (91,1%), berstatus menikah (98,9%), tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker serviks (95,6%), terpapar asap rokok intens (52,2%), melakukan hubungan seksual pertama kali saat berusia ≥20 tahun (54,4%), memiliki ≤1 pasangan seksual (97,8%), dan memiliki paritas kategori rendah (74,4%). Variabel yang berhubungan dengan kejadian prakanker serviks antara lain riwayat keluarga (p value=0,011), paparan asap rokok (p value=0,009), dan usia pertama kali melakukan hubungan seksual (p value=0,009). Variabel yang berpengaruh terhadap kejadian prakanker serviks adalah usia pertama kali melakukan hubungan seksual (OR=3,623) dan paparan asap rokok (OR=3,264). Kesimpulan: Wanita yang melakukan hubungan seksual pertama kali pada usia <20 tahun dan terpapar asap rokok dengan intens meningkatkan risiko kejadian prakanker serviks. Kata kunci: Faktor risiko, Prakanker serviks, Wanita Usia Subur (WUS), Usia hubungan seksual pertama, Paparan asap rokok
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Cervical cancer is the second leading cause of death among women of reproductive age (WRA) in Indonesia with a mortality rate of 8.8% in 2018. In 2023, Puskesmas Cilongok II found that 2.9% of WRA had positive IVA results, indicating cervical precancerous lesions. Early detection and prompt treatment are crucial to prevent the progression of cervical precancer into cervical cancer. Objective: To analyze the risk factors for cervical precancer occurrence in WRA in the working area of Puskesmas Cilongok II. Methodology: A quantitative case-control study design. Data were collected through structured interviews using a questionnaire. A total of 90 respondents were selected through non-probability sampling with total sampling, with a case-to-control ratio of 1:2. Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate methods. Results: Most respondents had low education (56.7%), were unemployed (91.1%), married (98.9%), had no family history of cervical cancer (95.6%), were intensively exposed to cigarette smoke (52.2%), had their first sexual intercourse at age ≥20 (54.4%), had ≤1 sexual partner (97.8%), and had low parity (74.4%). Factors associated with cervical precancer included family history (p=0.011), cigarette smoke exposure (p=0.009), and age at first sexual intercourse (p=0.009). Significant risk factors were age at first sexual intercourse (OR=3.623) and cigarette smoke exposure (OR=3.264). Conclusion: Women who had their first sexual intercourse at age <20 and were exposed to cigarette smoke have a higher risk of developing cervical precancer. Keywords: Risk factors, Cervical precancer, WRA, Age at first sexual intercourse, Exposure to cigarette smoke.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save