Artikelilmiahs
Menampilkan 43.941-43.960 dari 48.763 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 43941 | 47322 | I1J021020 | The Correlation Between Psychological Well-Being and Self-Management Behavior on Hypertensive Elderly at Karangnangka Village | Latar Belakang: Manajemen diri pada lansia dengan hipertensi masih menjadi tantangan signifikan, ditandai dengan rendahnya kepatuhan dalam menerapkan pola hidup sehat, pengobatan, dan pemantauan kondisi kesehatan. Rendahnya kemampuan manajemen diri berpotensi meningkatkan risiko komplikasi hipertensi. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku manajemen diri adalah kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesejahteraan psikologis dan perilaku manajemen diri pada lansia hipertensi. Metodologi: Metodologi penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik sampling menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden 104 responden lansia hipertensi. Data diambil dengan menggunkan kuesioner Psychological Well-Being Scale (PWBS) dan Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ) menggunakan skala likert. Analisis menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji Somers’d. Hasil Penelitian: Hasil univariat menunjukkan karakteristik responden mayoritas berusia 60-69 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan terakhir tidak tamat sekolah, dan mengalami hipertensi selama 1-5 tahun. Mayoritas lansia memiliki tingkat kesejahteraan psikologis rendah sebesar 47,1%, tingkat perilaku manajemen diri hipertensi buruk sebesar 60,6%. Analisis uji Somers’d menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kesejahteraan psikologis dengan perilaku perawatan diri hipertensi dengan nilai p-value = <0,001 (p<0,05). Derajat kolerasi termasuk dalam kategori kuat dengan nilai r = 0,746. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kesejahteraan psikologis terhadap perilaku manajemen diri pada lansia dengan hipertensi dengan arah hubungan positif. Semakin tinggi kesejahteraan psikologis lansia, semakin baik perilaku manajemen diri hipertensi. | Background: Self-management in elderly individuals with hypertension poses a significant challenge, often marked by low adherence to healthy lifestyles, medication, and health monitoring. Poor self-management can heighten the risk of hypertension complications. Psychological well-being is one factor that influences self-management behavior. This study examines the relationship between psychological well-being and self-management behavior in elderly hypertension patients. Methods: A quantitative cross-sectional design was employed with a total sampling of 104 elderly hypertensive respondents. Data were gathered using the Psychological Well-Being Scale (PWBS) and the Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ), both employing Likert scales. Univariate analysis was performed using frequency distribution, and bivariate analysis used Somers'd test. Results: The univariate analysis revealed that most respondents were aged 60–69 years, female, had not completed school, and had hypertension for 1–5 years. Psychological well-being was low in 47.1% of respondents, and poor hypertension self-management behavior was reported in 60.6%. Bivariate analysis showed a significant relationship between psychological well-being and self-management behavior (p < 0.001), with a strong positive correlation (r = 0.746). Conclusion: There is a significant positive relationship between psychological well-being and self-management behavior in elderly individuals with hypertension. Improved psychological well-being corresponds to better self-management behaviors, emphasizing the importance of psychological support in managing hypertension. | |
| 43942 | 47323 | K1C019009 | Pemodelan Pesawat Sinar-X dan Penentuan Dosis Radiasi Pada Phantom Thorax Menggunakan Program PHITS | Pesawat sinar-X atau yang diketahui sebagai pesawat rontgen adalah sebuah alat yang digunakan dalam diagnosa medis melalui pemanfaatan berkas radiasi sinar X. Penggunaan pesawat sinar-X untuk diagnostik harus mengikuti standar BAPETEN agar aman. Pengaturan dosis keluaran sinar-X bergantung pada penetapan tegangan operasional dan arus waktu eksposi. Pada penelitian ini dilakukan studi untuk menentukkan variasi tegangan dan arus yang aman menggunakan metode simulasi program PHITS dengan melakukan pemodelan pesawat sinar-X yang mampu menghasilkan berkas foton dan pola spektrum sinar-X. Pemodelan terdiri dari kepala pesawat sinar-X, badan pesawat sinar-x, meja, absorber timbal, dan phantom thorax yang di susun dengan komponen akrilik dan alumunium yang bersifat hampir sama dengan tubuh manusia berdasarkan pada kelayakan dan standar internasional AAPM No. 31. Pemodelan dilakukan menggunakan SSD 100 cm pada kedalaman 1 cm dengan teknik penyinaran Antero Posterior (AP). Temuan studi menunjukkan bahwa program PHITS mampu memodelkan pesawat sinar-X dalam bentuk 2D dan 3D, serta mampu menghasilkan berkas foton dan pola spektrum sinar-X. Hasil simulasi variasi tegangan dan arus yang akan memperoleh dosis dibawah batas aman yakni pada variasi tegangan 50 kV dan 55 kV dengan arus 10 mA. | An X-ray machine, also known as a radiography machine, is a device used for medical diagnostics by utilizing X-ray radiation beams. The use of X-ray machines for diagnostics must follow BAPETEN standards to ensure safety. The output dose of X-rays depends on the operational voltage and exposure time current settings. This study conducts an investigation to determine safe variations of voltage and current through simulation using the PHITS program, by modeling an X-ray machine capable of generating photon beams and X-ray spectrum patterns. The model consists of the X-ray machine head, X-ray machine body, table, lead absorber, and thorax phantom, arranged with acrylic and aluminum components that closely resemble the human body in accordance with the AAPM No. 31 international standards. The modeling is conducted with an SSD of 100 cm at a depth of 1 cm using the Antero-Posterior (AP) irradiation technique. The results of the study indicate that the PHITS program is capable of modeling the X-ray machine in both 2D and 3D forms, as well as generating photon beams and X-ray spectrum patterns. The simulation results of voltage and current variations that produce doses below the safe limit are at voltage variations of 50 kV and 55 kV with a current of 10 mA. | |
| 43943 | 47324 | J1B020010 | GANGGUAN KEPRIBADIAN TOKOH ANJANI DALAM NOVEL “KELAB DALAM SWALAYAN” KARYA ABI ARDIANDA | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gangguan kepribadian tokoh Anjani pada novel “Kelab Dalam Swalayan” karya Abi Ardianda. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Sumber penelitian ini dari novel yang berjudul “Kelab Dalam Swalayan” karya Abi Ardianda. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik studi kepustakaan dengan cara membaca novel dan mencatat data-datanya. Kemudian hasil dari analisis yang telah dilakukan, ditulis dalam bentuk deskriptif. Data dianalisis menggunakan pendekatan psikologi sastra. Hasil penelitian ini memperlihatkan perilaku gangguan kepribadian tokoh Anjani. Berdasarkan hasil analisis diperoleh simpulan bahwa perilaku tokoh Anjani masuk dalam klasifikasi gangguan kepribadian narsistik dan gangguan kepribadian antisosial psikopati. | This research aims to describe the personality disorder of the character Anjani in the novel "Kelab Dalam Swalayan" by Abi Ardianda. The method used is a quantitative descriptive method. The source of this research is a novel entitled "Kelab Dalam Swalayan" by Abi Ardianda. Data collection was carried out through literature study techniques by reading the novel and recording the data. Then the results of the analysis that had been carried out were written in descriptive form. The data were analyzed using a literary psychology approach. The results of this study show the behavior of the personality disorder of the character Anjani. Based on the results of the analysis, it can be concluded that Anjani's character's behavior falls into the classification of narcissistic personality disorder and antisocial psychopathy personality disorder. | |
| 43944 | 47325 | F1B021068 | IMPLEMENTASI COMPUTER-ASSISTED PERSONAL INTERVIEWING STUDI KASUS: SURVEI ANGKATAN KERJA NASIONAL BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANYUMAS | Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) merupakan survei rutin BPS yang menyediakan data ketenagakerjaan sebagai dasar kebijakan nasional. Pada Sakernas 2024, BPS menerapkan Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI) untuk menggantikan metode Paper and Pencil Interviewing (PAPI) guna meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan pencatatan, dan mempercepat pengolahan data. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CAPI di BPS Kabupaten Banyumas berjalan efektif dengan dukungan komunikasi yang baik serta sumber daya manusia yang kompeten. Kendala teknis, seperti koneksi jaringan dan pemahaman materi pelatihan, masih ditemukan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan komunikasi internal, pelatihan teknis lanjutan, serta monitoring dan evaluasi berbasis teknologi untuk mengatasi kendala di lapangan. Insentif bagi petugas juga disarankan untuk meningkatkan motivasi dan efektivitas pelaksanaan survei. | The National Labor Force Survey (Sakernas) is a regular survey conducted by BPS to provide labor market data as a basis for national policy-making. In the 2024 Sakernas, BPS implemented Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI) to replace the Paper and Pencil Interviewing (PAPI) method, aiming to enhance efficiency, reduce recording errors, and expedite data processing. This study employs a qualitative descriptive approach using interviews, observations, and document analysis. The findings indicate that the implementation of CAPI in BPS Kabupaten Banyumas has been effective, supported by efficient communication and competent human resources. However, technical challenges such as network connectivity issues and comprehension of training materials persist. Therefore, improving internal communication, providing advanced technical training, and implementing technology-based monitoring and evaluation are recommended to address field challenges. Additionally, incentives for interviewers are suggested to enhance motivation and survey implementation effectiveness. | |
| 43945 | 47131 | D1A018162 | PENGARUH TINGKAT KANDANG BATERAI TERHADAP MORTALITAS DAN PRODUKTIVITAS AYAM NIAGA PETELUR UMUR 28 MINGGU DI SUGIYONO FARM | Tujuan penelitian ini adalah: 1). Mengetahui pengaruh tingkat kandang terhadap mortalitas ayam niaga petelur umur 28 minggu dan; 2). Mengetahui pengaruh tingkat kandang terhadap produktivitas ayam niaga petelur umur 28 minggu. Materi yang digunakan kandang baterai 3 tingkat sebanyak 120 kotak dan ternak 240 ekor ayam niaga petelur umur 28 minggu. Mortalitas adalah rasio antara ayam yang mati dan ayam yang masih hidup. Tingginya tingkat mortalitas dapat menyebabkan kerugian besar bagi peternak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan berbeda (tingkat kandang 1, tingkat kandang 2, dan tingkat kandang 3) serta enam ulangan. Penggunaan masing - masing kandang baterai berisi 2 ekor. Kandang baterai terbuat dari besi dengan panjang 40 cm, lebar 35 cm dan tinggi depan 40 dan tinggi belakang 36 cm. Analisis yang digunakan yaitu analisis variansi. Hasil Analisis variansi menunjukan bahwa tingkat kandang berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap mortalitas dan produktivitas telur. Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat kandang tidak berpengaruh terhadap mortalitas dan produktivitas ayam niaga petelur. | The objectives of this research are: 1). Knowing the effect of cage level on mortality commercial laying hens aged 28 weeks and; 2). To determine the effect of cage level on the productivity of laying commercial chickens aged 28 weeks. The materials used were 120 boxes of 3 tier battery cages and 240 laying commercial hens aged 28 weeks. Mortality is the ratio between dead chickens and living chickens. High mortality rates can cause major losses for farmers. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with three different treatments (cage level 1, cage level 2, and cage level 3) and six replications. The use of each battery cage contains 2 animals. The battery cage is made of iron with a length of 40 cm, a width of 35 cm and a front height of 40 cm and a rear height of 36 cm. The analysis used is analysis of variance. The results of analysis of variance showed that cage level had no significant effect (P>0.05) on egg mortality and productivity. The conclusion of this research is that the cage level has no effect on the mortality and productivity of laying commercial chickens. | |
| 43946 | 47326 | I1A021012 | PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS LUMBIR KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat secara global. Tingginya prevalensi DM di Kabupaten Banyumas, khususnya di Puskesmas Lumbir, menuntut peninngkatan kualitas layanan kesehatan. Penurunan kunjungan pasien mengindikasikan adanya tantangan dalam memenuhi harapan dan kepuasan pasien. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 88 pasien DM yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti nyata. Analisis data dilakukan menggunakan uji chisquare dan uji regresi logistik untuk mengidentifikasi pengaruh signifikan dari dimensi kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan pasien. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kehandalan memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai p = 0,030 dan odds ratio (OR) sebesar 4,089. Dimensi jaminan juga berpengaruh signifikan dengan nilai p = 0,031 dan OR sebesar 4,628. Dimensi bukti nyata juga menunjukkan pengaruh terhadap kepuasan pasien dengan nilai p = 0,166 dan OR sebesar 2,392, meskipun pengaruhnya lebih rendah dibandingkan dengan dimensi kehandalan dan jaminan. Secara keseluruhan, dimensi empati dan daya tanggap tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan nilai p masing-masing 0,578 dan 0,813. Dengan demikian, tingkat kepuasan pasien DM masih perlu ditingkatkan, terutama pada dimensi bukti nyata yang mencatat tingkat ketidakpuasan tertinggi. Kesimpulan: Kualitas pelayanan di Puskesmas Lumbir berpengaruh terhadap kepuasan pasien DM, terutama pada dimensi kehandalan, jaminan, dan bukti nyata. Sementara dimensi empati dan daya tanggap tidak memiliki pengaruh signifikan. Hal ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan utnuk memenuhi harapan pasien. Kata Kunci: Kualitas Layanan, Kepuasan Pasien, Diabetes Melitus, SERVQUAL | Background: Diabetes Melitus is non-communicable disease with a rising global prevalance. The high prevalence of DM in Banyumas Regency, especially at the Lumbir Community Health Center, requires an increase in the quality of health services. The decrease in patient visits indicates challenges in meeting patient expectations and satisfaction. Methodology: This research used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample consisted of 88 DM patients selected through a simple random sampling. Data was collected using questionnaires based on five dimensions of service quality, tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The analysis was carried out using the chi-square test and logistic regression test to identify the significant effect of service quality dimensions and patient satisfaction levels. Results: The results showed that the reliability variable had a significant effect on patient satisfaction (p = 0,030; OR = 4,089), as did assurance (p = 0,031; OR = 4,628). The tangible dimension also showed an effect on patient (p = 0,166; OR = 2,392 but was lower than the reliability and assurance. Meanwhile, empathy and responsiveness did not show a significant relationship (p = 0,578 and 0,813). Thus, the level of DM patient satisfaction still needs to be improved, especially in the tangible dimension which recorded the highest level of dissatisfaction. Conclusion: Service quality at Lumbir Community Health Center effects on DM patients satisfaction, especially in reliability, assurance, and tangible. Meanwhile, the empathy and responsiveness do not have a significant effect. This emphasizes the importance of improving service quality to meet patient expectations. Keyword: Service Quality, Patient Satisfaction, Diabetes Melitus, SERVQUAL | |
| 43947 | 47327 | L1C020031 | Komposisi dan Kepadatan Sampah Laut (Marine Debris) di Pantai Wisata Kota Tegal | Sampah laut merupakan semua produk sisa yang dibuang ke lingkungan sekitar laut oleh manusia baik dengan sengaja maupun tidak sengaja yang dapat mencemari suatu ekosistem laut. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Mei 2024 di 3 Pantai Wisata Kota Tegal yaitu Pantai Alam Indah, Pantai Batam Sari, dan Pantai Pulau Kodok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik, kepadatan, dan komposisi sampah laut yang berada di Pantai Wisata Kota Tegal. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah random sampling dengan transek sepanjang 100 m dengan analisis data yang dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan 7 kategori sampah laut yaitu plastik, metal, kaca, karet, olahan kayu, kain, dan lainnya. Sampah plastik menjadi kategori sampah yang paling mendominasi berdasarkan kepadatan jenis. Kepadatan sampah laut tertinggi berada pada Pantai Alam Indah yaitu sebesar 0,87 keping/m2 dengan bobot 25,71 g/m2. Adapun persentase komposisi berdasarkan berat sampah laut yang diperoleh dari ketiga pantai tersebut berbeda – beda. Komposisi sampah laut tertinggi pada Pantai Alam Indah yaitu sampah kategori lainnya, pada Pantai Batam Sari yaitu sampah kategori kain, dan pada Pantai Pulau Kodok yaitu sampah kategori karet. Kurangnya kesadaran pengunjung dan masyarakat setempat menjadi faktor utama penyebab banyaknya sampah di Pantai Wisata Kota Tegal. | Marine debris is all waste products that are thrown into the environment around the sea by humans, either intentionally or unintentionally, which can pollute a marine ecosystem. This research was conducted in May 2024 in 3 Tegal City Tourism Beaches, namely Alam Indah Beach, Batam Sari Beach, and Frog Island Beach. The purpose of this study is to determine the characteristics, density, and composition of marine debris located at Tegal City Tourism Beach. The method used in this study is random sampling with transects along 100 m with data analysis carried out in a quantitative descriptive manner. The results of this study show that 7 categories of marine debris are found, namely plastic, metal, glass, rubber, processed wood, fabric, and others. Plastic waste is the most dominating waste category based on type density. The highest density of marine debris is at Alam Indah Beach, which is 0,87 pieces/m2 with a weight of 25,71 g/m2. The percentage of composition based on the weight of marine debris obtained from the three beaches is different. The highest composition of marine debris on Alam Indah Beach is other categories of waste, on Batam Sari Beach is fabric category waste, and on Frog Island Beach is rubber category waste. The lack of awareness of visitors and the local community is the main factor causing the large amount of garbage at the Tegal City Tourism Beach. | |
| 43948 | 47328 | C1G018011 | IDENTIFICATION OF POTENTIAL SECTORS IN BARLINGMASCAKEB BEFORE AND DURING THE COVID-19 PANDEMIC | Penelitian ini berjudul: “IDENTIFIKASI SEKTOR POTENSIAL DI BARLINGMASCAKEB SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19”. Pada masa pandemi beberapa sektor mengalami kemerosotan dan ada kemungkinan terhenti total karena Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, Kebumen dan Cilacap (BARLINGMASCAKEB) menerapkan lockdown untuk menghindari kasus positif Covid-19 di Kabupaten Banyumas semakin bertambah. Dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2021 menunjukkan ada beberapa sektor yang mengalami peningkatan. Yaitu Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Sektor Industri Pengolahan, Sektor Listrik dan Gas, Sektor Air Bersih, Sektor Pengolahan Air Limbah, dan Kegiatan Remediasi, Sektor Informasi dan Komunikasi, Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi, serta Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial. Dengan mengetahui sektor potensial di suatu daerah maka peluang daerah tersebut untuk berkembang akan jauh lebih besar dibandingkan daerah yang tidak mengetahui sektor potensial di daerahnya. Dan sudah sewajarnya jika suatu daerah memiliki sektor-sektor potensial yang mampu bersaing dengan daerah lainnya. Untuk itu pemerintah daerah harus mengetahui sektor-sektor apa saja yang mengalami perubahan sebelum dan saat Pandemi Covid-19 serta sektor-sektor apa saja yang berpotensi untuk dikembangkan sehingga nantinya sektor-sektor tersebut dapat menjadi sektor potensial di daerah tersebut. Penelitian ini difokuskan pada sektor-sektor yang mengalami perubahan/pergeseran di Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, Kebumen, dan Cilacap (BARLINGMASCAKEB) sebelum dan saat Pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara terencana dan sistematis untuk mendapatkan jawaban pemecahan masalah terhadap fenomena-fenomena tertentu yang telah ditetapkan dalam penelitian ini, maka jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah overlay antara analisis Growth Ratio Model (GRM) dan menggunakan analisis Location Quotient (LQ) kemudian overlay. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, maka telah teridentifikasi sektor-sektor ekonomi yang merupakan sektor potensial di Kabupaten BARLINGMASCAKEB yaitu 1) Kegiatan Usaha, 2) Pertambangan dan Penggalian, 3) Pertambangan dan Penggalian, 4) Industri Pengolahan, 5) Kegiatan Jasa Keuangan dan Perasuransian. Agar sektor basis di wilayah BARLINGMASCAKEB dapat lebih terarah, maka diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memetakan secara spasial letak sektor unggulan yang telah teridentifikasi, dengan mengacu pada rencana tata ruang wilayah BARLINGMASCAKEB. | This research entitled: “IDENTIFICATION OF POTENTIAL SECTORS IN BARLINGMASCAKEB BEFORE AND DURING THE COVID-19 PANDEMIC”. During the pandemic, several sectors experienced a decline and there was a possibility of a complete stop because Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, Kebumen and Cilacap (BARLINGMASCAKEB) Regencies implemented lockdowns to avoid more positive cases of Covid-19 Banyumas Regency. From 2015 to 2021, it shows that there are several sectors that have experienced an increase. Agriculture, Forestry, and Fisheries Sector, Manufacturing Sector, Electricity and Gas Sector, Water Supply Sector, Sewerage, Waste Management, and Remediation Activities, Information and Communication Sector, Financial Services and Insurance Sector, and Health Services and Social Activities sectors. Knowing the potential sectors in a particular area, the opportunity for the region to develop will be much greater than areas that do not know the potential sectors in the area. And it is natural for a region to have potential sectors that can compete with other regions. For this reason, local governments must know which sectors have changed before and during the Covid-19 Pandemic and which sectors have the potential to be developed so that later these sectors can become potential sectors in the area. This research focuses on sectors that have undergone changes/shifts in Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, Kebumen, and Cilacap (BARLINGMASCAKEB) Regencies before and during the Covid-19 Pandemic. This research is an activity carried out in a planned and systematic manner to get problem- solving answers to certain phenomena this research has been established, so this type of research is quantitative research with an explanatory approach. The data analysis technique used in this study is an overlay between the Growth Ratio Model (GRM) analysis and use Location Quotient (LQ) analysis and then overlay it. From the analysis that has been carried out, economic sectors that are potential sectors in BARLINGMASCAKEB Regency have been identified, namely 1) Business Activities, 2) Mining and Quarrying, 3) Mining and Quarrying, 4) Processing Industry, 5) Financial Services and Insurance Activities. In order for the basic sector in the BARLINGMASCAKEB area to be more focused, further research is needed to spatially map the location of the identified leading sectors, by referring to the spatial plan of the BARLINGMASCAKEB area. | |
| 43949 | 47329 | C2D023008 | Bibliometrik Analisis: Dinamika dan Tren Penelitian Pada Penelitian tentang Koperasi | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika dan tren penelitian pada koperasi dengan menggunakan analisis bibliometrik. Koperasi memainkan peran penting dalam perekonomian, namun belum banyak kajian yang menyelidiki perkembangan penelitian di bidang ini. Dengan menggunakan metode bibliometrik, penelitian ini mengeksplorasi tren produktivitas publikasi, tren penulis, dan jurnal terkait koperasi, serta menganalisis tren topik penelitian yang paling sering diminati dan kurang diminati. Data dikumpulkan dari basis data Google Scholar menggunakan Publish or Perish versi 8, dan dianalisis dengan menggunakan Software VOS Viewer versi 1.6.20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak tahun 2020 jumlah penelitian tentang koperasi mengalami penurunan. Analisis ini dapat membantu peneliti, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memahami perkembangan penelitian di bidang Koperasi dan merencanakan arah penelitian Koperasi di masa depan. | This research aims to analyze the dynamics and trends of research on cooperatives by using bibliometric analysis. Cooperatives play an important role in the economy, yet there are not many studies that investigate the development of research in this area. By using bibliometric methods, this study explores trends in productivity publications, author trends, and journals related to cooperatives, as well as analyzing trends in the most in demand and less in demand. Data was collected from the Google Scholar database database using Publish or Perish version 8, and analyzed using VOS software Viewer version 1.6.20. The results showed that since 2020 the number of studies on cooperatives has decreased. This analysis can help researchers, policymakers, and other stakeholders in understanding the development of research in the Cooperative field and planning the direction of Cooperative research in the future future. | |
| 43950 | 47330 | C1B021004 | PENGARUH AMBIGUITAS PERAN, RESILIENSI, DAN SELF-EFFICACY TERHADAP STRES KERJA KARYAWAN (Studi Pada Karyawan di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop V Purwokerto) | Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian survei pada karyawan dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop V Purwokerto. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Ambiguitas Peran, Resiliensi, dan Self-Efficacy Terhadap Stres Kerja Karyawan (Studi Pada Karyawan di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop V Purwokerto)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Pengaruh Ambiguitas Peran, Resiliensi, dan Self-Efficacy Terhadap Stres Kerja Karyawan di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop V Purwokerto.Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop V Purwokerto. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 90 responden. Metode Random Sampling digunakan dalam penentuan responden.Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) menunjukkan bahwa: (1) Ambiguitas Peran berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja karyawan, (2) Resiliensi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap stres kerja karyawan, (3) Self-Efficacy tidak berpengaruh signifikan terhadap stres kerja karyawan. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu Secara teoritis, penelitian ini mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara ambiguitas peran dan stres kerja, yang mendukung Teori Stres Lingkungan. Ketidakjelasan peran dapat menjadi faktor yang menambah stres dan mempengaruhi kesejahteraan psikologis karyawan. Dari sisi praktisnya, perusahaan disarankan untuk menyusun prosedur standar operasional (SOP) yang lebih jelas untuk membantu karyawan memahami tanggung jawab mereka dengan lebih baik. Selain itu, penting untuk menyelenggarakan program pelatihan yang fokus pada manajemen stres dan pengembangan ketahanan, guna meningkatkan kemampuan karyawan dalam menghadapi tekanan kerja. Kata Kunci: Ambiguitas Peran, Resiliensi, Self-Efficacy, Stres Kerja Karyawan | Abstract: This research is a survey research on employees of PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop V Purwokerto. This research takes the title: “The Effect of Role Ambiguity, Resilience, and Self-Efficacy on Employee Work Stress (Study on Employees at PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop V Purwokerto)”. The purpose of this study was to analyze the effect of role ambiguity, resilience, and self-efficacy on employee work stress at PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop V Purwokerto.The population in this study were all employees at PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop V Purwokerto. The number of respondents taken in this study were 90 respondents. Random sampling method was used in determining respondents. Based on the results of research and data analysis using SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) shows that: (1) Role Ambiguity has a positive and significant effect on employee work stress, (2) Resilience has a negative and significant effect on employee work stress, (3) Self-Efficacy has no significant effect on employee work stress. The implications of the above conclusions are Theoretically, this study revealed a significant relationship between role ambiguity and job stress, which supports the Environmental Stress Theory. Role ambiguity can be a factor that adds to stress and affects the psychological well-being of employees. From the practical side, companies are advised to develop clearer standard operating procedures (SOPs) to help employees understand their responsibilities better. In addition, it is important to organize training programs that focus on stress management and resilience development, to improve employees' ability to deal with work pressure. Keywords: Role Ambiguity, Resilience, Self-Efficacy, Employee Job Stress | |
| 43951 | 47331 | E1A020215 | TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG MENGAKIBATKAN MATI (Studi Kasus terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 70/Pid.B/2023/PN Pwt) | Penganiayaan adalah tindakan sengaja yang dilakukan untuk menyakiti orang lain, baik secara fisik, emosional, maupun psikologis, dengan tujuan supaya ada penderitaan atau kerugian pada korban. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Penerapan unsur-unsur tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan mati dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 70/Pid.B/2023/PN Pwt dan Dasar perspektif Hakim dalam mengkualifiksaikan tindakan yang dilakukan oleh terdakwa sebagai tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang sebagaimana tertuang dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 70/Pid.B/2023/PN Pwt. Metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi deskriptif analisis, Sumber data sekunder berupa Putusan Pengadilan, Pengumpulan data studi kepustakaan, disajikan dalam bentuk uraian dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Penerapan unsur tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan kematian dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 70/Pid.B/2023/PN Pwt telah memenuhi syarat pemidanaan, yaitu perbuatan yang melawan hukum dan terdakwa mampu bertanggung jawab tanpa alasan pemaaf. Berdasarkan fakta persidangan, perbuatan terdakwa terbukti memenuhi unsur Pasal 351 Ayat (3) KUHP. Majelis Hakim menganalisis fakta dan menyimpulkan bahwa terdakwa terbukti melakukan penganiayaan yang menyebabkan kematian korban. Perspektif Hakim dalam mengkualifikasikan tindakan terdakwa sebagai penganiayaan yang mengakibatkan kematian dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 70/Pid.B/2023/PN Pwt mempertimbangkan unsur Pasal 351 Ayat (3) KUHP, bukti Pasal 184 KUHAP, dan hal-hal yang memberatkan atau meringankan terdakwa sesuai Pasal 197 Ayat (1) huruf (f) KUHAP. Penulis berpendapat bahwa tindak pidana ini bukan penganiayaan berat, melainkan penganiayaan ringan, karena kematian korban disebabkan benturan benda tumpul. | Abuse is a deliberate act aimed at causing harm to another person, whether physically, emotionally, or psychologically, with the intention of inflicting suffering or damage on the victim. This study aims to analyze the application of the elements of the criminal offense of abuse resulting in death as outlined in the Decision of the District Court of Purwokerto No. 70/Pid.B/2023/PN Pwt, as well as the Judge's perspective in qualifying the defendant's actions as a criminal act of abuse resulting in death. The study uses a normative juridical approach with a descriptive-analytical specification. Secondary data sources, including court decisions, are collected through library research, presented in descriptive form, and analyzed using a normative qualitative method. The application of the elements of the criminal offense of abuse resulting in death in the District Court of Purwokerto Decision No. 70/Pid.B/2023/PN Pwt fulfills the requirements for criminal liability, namely unlawful actions and the defendant's ability to be held accountable without justifiable excuses. Based on the trial facts, the defendant's actions were proven to meet the elements of Article 351 Paragraph (3) of the Criminal Code (KUHP). The court analyzed the facts and concluded that the defendant committed abuse resulting in the victim's death. The judge's perspective in qualifying the defendant's actions as abuse resulting in death in the District Court of Purwokerto Decision No. 70/Pid.B/2023/PN Pwt considered the elements of Article 351 Paragraph (3) of the KUHP, evidence under Article 184 of the Criminal Procedure Code (KUHAP), and aggravating or mitigating circumstances as per Article 197 Paragraph (1) letter (f) of the KUHAP. The author argues that this offense is not classified as severe abuse but rather as mild abuse, as the victim's death was caused by blunt force trauma. | |
| 43952 | 47332 | D1A018197 | PENGARUH PENAMBAHAN WHEY PROTEIN CONCENTRATE (WPC) TERHADAP VISKOSITAS, WATER HOLDING CAPACITY DAN SINERESIS YOGHURT SUSU SAPI DENGAN LAMA INKUBASI YANG BERBEDA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Whey Protein Concentrate (WPC) terhadap viskositas, WHC, dan sineresis yoghurt susu sapi dengan lama inkubasi yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2023 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak , Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi penelitian yang digunakan diantaranya susu sapi, starter yoghurt, dan WPC sebanyak 0% (P0), 2% (P1), 4%(P2), dan 6%(P3). Variabel yang diukur adalah viskositas, WHC, dan sineresis. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan WPC dengan lama inkubasi berbeda berpengaruh nyata terhadap viskositas, WHC dan sineresis yoghurt susu sapi. Rataan nilai viskositas tertinggi sebesar 553,73 cP, rataan nilai WHC tertinggi sebesar 50,78%, dan rataan nilai sineresis terendah sebesar 20,53%. Kesimpulan penambahan WPC hingga 6% mampu mengubah nilai viskositas, WHC, dan sineresis yoghurt. Waktu inkubasi yang semakin lama yaitu 6 jam mampu menaikan viskositas yoghurt sebesar 553,73 cP, WHC 50,78% dan menurunkan sineresis sampai 20,53%. | This study aims to determine the effect of adding Whey Protein Concentrate (WPC) on the viscosity, WHC, and syneresis of cow's milk yoghurt with different incubation periods. The study was conducted in December 2023 at the Animal Product Technology Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research materials used included cow's milk, yoghurt starter, and WPC as much as 0% (P0), 2% (P1), 4% (P2), and 6% (P3). The variables measured were viscosity, WHC, and syneresis. The study was conducted experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) with 8 treatments and 3 replications. Data were analyzed using analysis of variance. The results of the analysis showed that the addition of WPC with different incubation periods had a significant effect on the viscosity, WHC and syneresis of cow's milk yoghurt. The highest average viscosity value was 553.73 cP, the highest average WHC value was 50.78%, and the lowest average syneresis value was 20.53%. The conclusion is the WPC use up to 6% can change the viscosity, WHC, and syneresis values of yoghurt. The longer incubation time, which is 6 hours, can increase the viscosity of yoghurt by 553.73 cP, WHC 50.78% and reduce syneresis to 20.53%. | |
| 43953 | 47333 | D1A018040 | PENGGUNAAN LEVEL PUPUK ANORGANIK TERHADAP TINGGI TANAMAN DAN DIAMETER BATANG TANAMAN RUMPUT RAJA (Pennisetum purpureophoides) | Asti Dwi Yuli Astuti. Penelitian dengan judul Penggunaan Level Pupuk Anorganik terhadap Tinggi Tanaman dan Diameter Batang Tanaman Rumput Raja (Pennisetum pupureophoides) dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2021-11 September 2021 di Experimental Farm Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman dan Lahan BUMDES Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Banyumas. Tujuan Penelitian untuk mengetahui jenis dan dosis pemberian pupuk anorganik terbaik pada tinggi tanaman dan diameter batang rumput raja. Materi penelitian yang digunakankan antara lain bibit rumput raja sejumlah 162 stek, feses sapi perah 3 kg/m2, pupuk anorganik (Urea 540 gram, NPK 1.560 gram, dan ZA 1.161 gram) dengan dosis masing-masing 100 kg/ha/defoliasi, 200 kg/ha/defoliasi, 300 kg/ha/defoliasi, berdasarkan kandungan Nitrogen urea. Metode penelitian secara experimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 9 perlakuan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman dan diameter batang rumput raja. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji analisis keragaman (ANAVA). Hasil penelitian rataan tinggi tanaman pada penggunaan level pupuk anorganik 100, 200 dan 300 kg masing-masing 199.13 ± 14.76 cm, 200.88 ± 8.51 cm, 193.44 ± 4.24 cm, tidak terdapat perbedaan (P<0,05). Hasil penelitian rataan diameter batang pada penggunaan level pupuk anorganik 100, 200 dan 300 kg masing-masing 17.67 ± 2.02 mm, 18.84 ± 1.55 mm, 18.14 ± 2.61 mm, tidak terdapat perbedaan (P<0,05). Kesimpulan penelitian ini bahwa pemberian level 100, 200, 300 kgN/ha/def dari tiga jenis pupuk anorganik (Urea, NPK, Za) tidak meningkatkan tinggi tanaman dan diameter batang rumput raja (Pennisetum purpreophoides) pada defoliasi ketiga. | Asti Dwi Yuli Astuti. The Research entitled Use of Inorganic Fertilizer Levels on Plant Height and Stem Diameter of King Grass (Pennisetum pupureophoides) was conducted on June 19, 2021 - September 11, 2021 at the Experimental Farm of the Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University and BUMDES Land, Limpakuwus Village, Sumbang District, Banyumas. The purpose of the research was to determine the type and dosage of the best inorganic fertilizer application on plant height and stem diameter of king grass. The research materials used included 162 king grass cuttings, 3 kg/m2 of dairy cow feces, inorganic fertilizers (Urea 540 grams, NPK 1,560 grams, and ZA 1,161 grams) with doses of 100 kg/ha/def, 200 kg/ha/def, 300 kg/ha/def, based on the N urea content. The experimental research method used a Completely Randomized Design (CRD) with 9 treatments and 3 replications. The variables observed were plant height and stem diameter of king grass. Quantitative data were analyzed using the analysis of variance (ANOVA) test. The results of the study showed that the average plant height at the use of inorganic fertilizer levels of 100, 200 and 300 kg were 199.13 ± 14.76 cm, 200.88 ± 8.51 cm, 193.44 ± 4.24 cm, respectively, there was no difference (P <0.05). The results of the study showed that the average stem diameter at the use of inorganic fertilizer levels of 100, 200 and 300 kg were 17.67 ± 2.02 mm, 18.84 ± 1.55 mm, 18.14 ± 2.61 mm, respectively, there was no difference (P <0.05). The conclusion of this study is that the provision of levels of 100, 200, 300 kgN/ha/def of three types of inorganic fertilizers (Urea, NPK, Za) did not increase plant height and stem diameter of king grass (Pennisetum purpreophoides) in the third defoliation. | |
| 43954 | 47334 | C1A021008 | Pengaruh Luas Lahan, PDRB per Kapita, Tingkat Kemiskinan, dan Tenaga Kerja terhadap Ketahanan Pangan di Provinsi Jawa Tengah | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari luas lahan panen padi, PDRB per kapita, tingkat kemiskinan, dan tenaga kerja dari sektor pertanian terhadap ketahanan pangan dengan fokus menggunakan Indeks Ketahanan Pangan (IKP) di 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2018 hingga 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa luas lahan panen berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Ketahanan Pangan (IKP) di Provinsi Jawa Tengah. Lalu, PDRB per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Ketahanan Pangan. Tenaga kerja di sektor pertanian berpengaruh negatif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Ketahanan Pangan (IKP) di Provinsi Jawa Tengah. Kemiskinan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Indeks Ketahanan Pangan (IKP) di Provinsi Jawa Tengah. Implikasi untuk penelitian ini adalah perlu adanya kebijakan pengelolaan lahan dan diversifikasi tanaman yang lebih efektif dan perlunya teknologi pertanian serta pelatihan kepada para petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Selain itu, perlu adanya program pemerintah terkait pengentasan kemiskinan yang lebih efektif agar banyak masyarakat dapat mendapati akses pangan dan adanya pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha kecil guna meningkatkan pendapatan masyarakat. | This study aims to analyze the effects of harvested rice area, GDP per capita, poverty rate, and agricultural sector labor force on food security, focusing on the Food Security Index (FSI) in 35 regencies/cities in Central Java Province from 2018 to 2022. This is a quantitative study using panel data regression analysis. The results of this study indicate that the harvested rice area has a positive and significant effect on the Food Security Index (FSI) in Central Java Province. Additionally, GDP per capita has a positive and significant effect on the Food Security Index. The agricultural sector labor force has a negative and insignificant effect on the Food Security Index (FSI) in Central Java Province. Poverty has a negative and insignificant effect on the Food Security Index (FSI) in Central Java Province. The implications of this study are that effective land management policies and crop diversification are needed, along with the implementation of agricultural technology and training for farmers to increase agricultural productivity. Moreover, effective government programs related to poverty alleviation are necessary to ensure broader access to food for the community, along with skill training and support for small businesses to increase community income. | |
| 43955 | 47335 | I1E021043 | PROFIL KONDISI FISIK DAN STATUS GIZI PESERTA DIDIK KELAS KHUSUS OLAHRAGA (KKO) SMA NEGERI 3 PURWOKERTO | Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik dan status gizi KKO peserta didik di SMA Negeri 3 Purwokerto. Kondisi fisik pada penelitian ini adalah daya tahan, kekuatan tubuh bagian atas, kekuatan otot perut, kecepatan, daya ledak dan kelentukan. Sementara itu, status gizi menggunakan pengukuran antropometri melalui rumus IMT. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan adalah survey dengan cara pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran. Populasi dalam penelitian ini adalah 72 siswa yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan deskriptif persentase kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel dan dikelompokkan menggunakan rumus : P = F/N x 100%. Hasil: Tingkat kondisi fisik siswa menunjukkan kategori “sedang” sebesar 67% dan "kurang" sebesar 33%. Sedangkan status gizi siswa menunjukkan kategori “sangat kurus” sebesar 4%, "kurus" sebesar 8%, "normal" sebesar 79%, "gemuk (overweight)" sebesar 3%, dan "obese" sebesar 6%. Kesimpulan: Secara umum, profil kondisi fisik siswa KKO SMA Negeri 3 Purwokerto menunjukkan kategori “sedang”. Sedangkan status gizi peserta didik KKO pada SMA Negeri 3 Purwokerto menunjukkan kategori “normal”. | Background: This research aims to determine the physical condition and nutritional status of KKO students at SMA Negeri 3 Purwokerto. The physical conditions in this study were endurance, upper body strength, abdominal muscle strength, speed, explosive power and flexibility. Meanwhile, nutritional status uses anthropometric measurements via the BMI formula. Methodology: This research is a quantitative descriptive research. The method used is a survey by collecting data using tests and measurements. The population in this study was 72 students, taken using total sampling techniques. Data analysis used descriptive percentages then processed using Microsoft Excel and grouped using the formula: P = F/N x 100%. Results: The level of physical condition of students shows the "medium" category at 67% and "poor" at 33%. Meanwhile, the nutritional status of students shows the category "very thin" at 4%, "underweight" at 8%, "normal" at 79%, "overweight" at 3%, and "obese" at 6%. Conclusion: In general, the physical condition profile of KKO students at SMA Negeri 3 Purwokerto shows the "medium" category. Meanwhile, the nutritional status of KKO students at SMA Negeri 3 Purwokerto shows the "normal" category | |
| 43956 | 47337 | D1A018106 | PENGARUH PENAMBAHAN SUMBER PROTEIN YANG BERBEDA TERHADAP TEKSTUR, WARNA, pH DAN SINERESIS CONCENTRATED YOGURT SUSU SAPI | Penelitian dengan judul Pengaruh Penambahan Sumber Protein yang Berbeda terhadap Tekstur, Warna, pH, dan Sineresis Concentrated yogurt Susu Sapi dilaksanakan pada 4-17 November 2024 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Tujuan penelitian yaitu untuk Mengetahui pengaruh penambahan protein eksternal yang berbeda terhadap tekstur, warna, pH dan sineresis concentrated yogurt susu sapi. Materi penelitian yang digunakan antara lain 5.000 g susu sapi murni dengan penambahan starter yogurt 15 g dan sumber protein yaitu WPI 5 % (12,5 g), WPC 5 % (12,5 g), dan skim 5 % (12,5 g). Variabel yang diukur adalah tekstur, warna, pH, dan sineresis. Metode penelitian secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah kontrol (P0), penambahan WPI 5% (P1), WPC 5% (P2), dan skim 5% (P3). Data dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA) dan dilakukan uji lanjut menggunakan analisis Beda Nyata Jujur (BNJ) apabila data berpengaruh nyata menggunakan program GraphPad Prism 10.2.3. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan sumber protein yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0.05) terhadap firmness, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap warna, pH, dan sineresis concentrated yogurt susu sapi. Rataan nilai firmness sebesar 31,51, rataan whiteness index sebesar 79,58, rataan pH sebesar 4,28 dan rataan sineresis sebesar 14,33%. Kesimpulan penambahan sumber protein sebanyak 5% yang berbeda dapat menurunkan firmness, namun tidak mengubah nilai whiteness index, pH dan sineresis concentrated yogurt susu sapi sehingga nilai yang dihasilkan relatif sama. | Research with the title Effect of Addition of Different Protein Sources on the Texture, Color, pH, and Syneresis of Concentrated Cow's Milk yogurt was conducted on November 4-17, 2024 at the Animal Products Technology Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. The purpose of the study was to determine the effect of the addition of different external proteins on the texture, color, pH and syneresis of concentrated cow's milk yogurt. The research materials used included 5,000 g of pure cow's milk with the addition of 15 g yogurt starter and protein sources namely WPI 5% (12.5 g), WPC 5% (12.5 g), and skim 5% (12.5 g). The variables measured were texture, color, pH, and syneresis. The research method was experimental using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replicates. The treatments were control (P0), 5% WPI (P1), 5% WPC (P2), and 5% skim (P3). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and further tests were carried out using Honest Real Differences (BNJ) analysis if the data had a significant effect using the GraphPad Prism 10.2.3 program. The results showed that the addition of different protein sources had a significant effect (P<0.05) on firmness, but no significant effect (P>0.05) on color, pH, and syneresis of concentrated cow's milk yogurt. The average firmness value was 31.51, the average whiteness index was 79.58, the average pH was 4.28 and the average syneresis was 14.33%. Conclusion The addition of 5% different protein sources can reduce firmness, but does not change the value of whiteness index, pH and sineresis of concentrated cow's milk yogurt so that the resulting value is relatively the same. | |
| 43957 | 47338 | F1A019057 | Secercah Cahaya Harapan (Kisah Inspiratif Perjuangan Ibu Nur Sebagai Single Mother Bertahan Hidup Untuk Keluarga) | Kehidupan seorang single mother sudah pasti dibebani dengan berbagai peran dalam rangka mempertahankan kehidupan rumah tangganya. Salah seorang seorang single mother itu bernama Ibu Nur (bukan nama sebenarnya). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lika-liku kehidupan Ibu Nur sebagai single mother yang bertahan hidup dengan menjadi pedagang kelontong. Meneliti kehidupan Ibu Nur juga menjadi sebuah upaya untuk mengungkap perjuangan perempuan dalam menghadapi tekanan sosial yang diberikan oleh budaya patriarki. Penelitian ini memanfaatkan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan life history. Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Kerep, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo serta beberapa kawasan yang biasa menjadi tempat Ibu Nur beraktivitas. Metode pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Alat analisis data menggunakan analisis interaktif dengan empat komponen pokok, diantaranya pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa kehidupan berat yang dijalani oleh Ibu Nur terjadi dalam beberapa fase kehidupannya. Selain bergelut dengan kemiskinan, Ibu Nur harus berjuang dalam kondisi keluarganya yang tidak utuh. | The life of a single mother is certainly burdened with various roles in order to maintain her household life. One of the single mothers was named Mrs. Nur (not her real name). This research aims to find out the twists and turns of Ms. Nur's life as a single mother who survives by becoming a grocery trader. Researching Mrs.Nur's life is also an effort to reveal women's struggles in the face of social pressure exerted by patriarchal culture. This research utilizes qualitative research methods with a life history approach. This research took place in Kerep Village, Kemiri Sub-district, Purworejo Regency as well as several areas where Mrs. Nur used to do her activities. Data collection methods included participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The data sources used were primary and secondary data sources. Data analysis tools use interactive analysis with four main components, including data collection, data condensation, data presentation, and conclusion drawing/verification. The results of the study illustrate that the hard life lived by Mrs. Nur occurred in several phases of her life. In addition to struggling with poverty, Mrs. Nur had to struggle in the condition of her incomplete family. | |
| 43958 | 47339 | C1C018001 | Pengaruh Literasi Keuangan, Kemampuan Dalam Menyusun Laporan Keuangan dan Perilaku Pengelolaan Keuangan Terhadap Kinerja Coffee shop yang Terdaftar Di Go Food, Grab Food dan Shopee Food | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh literasi keuangan, kemampuan dalam menyusun laporan keuangan dan perilaku pengelolaan keuangan terhadap kinerja coffee shop yang terdaftar di platform digital. Berdasarkan teori Resource Based View (RBV), literasi keuangan, kemampuan laporan keuangan, dan pengelolaan keuangan dianggap sebagai sumber daya strategis yang dapat meningkatkan kinerja usaha. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan survei dan sampel purposive sampling. Data diperoleh dari 62 responden melalui kuisioner, dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif terhadap kinerja, sementara kemampuan menyusun laporan keuangan tidak signifikan. Perilaku pengelolaan keuangan justru berpengaruh negatif terhadap kinerja, menunjukkan adanya pengelolaan yang kurang efektif. | The purpose of this study is to explain the effect of financial literacy, ability to prepare financial statements and financial management behavior on the performance of coffee shops listed on digital platforms. Based on the Resource Based View (RBV) theory, financial literacy, financial reporting skills, and financial management are considered strategic resources that can improve business performance. This type of research is quantitative with a survey approach and purposive sampling. Data obtained from 62 respondents through questionnaires, analyzed by multiple linear regression using SPSS. The results showed that financial literacy has a positive effect on performance, while the ability to prepare financial statements is not significant. Financial management behavior actually has a negative effect on performance, indicating ineffective management. | |
| 43959 | 47340 | D1B022010 | KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA DAGING SAPI TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI KABUPATEN BANYUMAS | Kontribusi Pendapatan Usaha Daging Sapi terhadap Pendapatan Keluarga di Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian: 1). Mengetahui besaran kontribusi pendapatan pedagang daging sapi terhadap pendapatan keluarga di Kabupaten Banyumas. 2). Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kontribusi pendapatan pedagang daging terhadap pendapatan keluarga di Kabupaten Banyumas. Pengambilan sampel memiliki keterbatasan penelitian karena menggunakan empat pasar kelas satu saja, yang berlokasi dekat dengan rumah potong hewan. Pasar yang terpilih yaitu Pasar Wage, Pasar Wangon, Pasar Ajibarang dan Pasar Sokaraja. Tahap selanjutnya dari masing-masing pasar mengambil sampel responden yang berada di suatu tempat dengan beberapa kriteria yaitu pedagang daging sapi di Kabupaten Banyumas. Pengambilan sampel responden dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner. Analisis data yang digunakan yakni, analisis pendapatan, analisis kontribusi dan analisis regresi linear berganda. Diperoleh hasil faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap kontribusi pendapatan usaha daging sapi memiliki regresi Y = 42,81 + 0,47 X1 - 0,04 X2 - 5,40 X3 + 1,83 X4 - 1,03 X5 dengan nilai R2 = 0,36. Analisis variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh sangat nyata terhadap variabel terikat dengan tingkat kepercayaan 99% (P<0,01). Hasil uji t, variabel volume penjualan (X4) memiliki pengaruh parsial secara signifikasi positif terhadap kontribusi pendapatan pedagang daging sapi (Y), sedangkan variabel jumlah anggota keluarga (X3) dan lama berdagang (X5) memiliki pengaruh parsial secara signifikasi negatif terhadap kontribusi pendapatan pedagang daging sapi (Y). Rata-rata pendapatan per bulan yang diterima dari usaha daging sapi di Kabupaten Banyumas Rp. 4.487.750 ± 5.232.054, sedangkan rata-rata pendapatan keluarga per bulan yang diterima Rp. 5.207.750 ± 5.327.834. Disimpulkan kontribusi pendapatan usaha daging sapi terhadap pendapatan keluarga di Kabupaten Banyumas rata-rata sebesar 87,66%. Faktor yang berpengaruh nyata terhadap kontribusi pendapatan usaha daging sapi terhadap pendapatan keluarga yaitu jumlah anggota keluarga, sedangkan faktor yang berpengaruh sangat nyata yaitu volume penjualan dan lama berdagang. | Contribution of Beef Business Income Beef Business Income Contribution to Family Income in Banyumas Regency. Research objectives: 1). Knowing the amount of contribution contribution of beef traders' income to family income in Banyumas Regency. Banyumas Regency. 2). To identify the factors that influence the contribution of contribution of beef traders' income to family income in Banyumas Regency. Sampling was limited by using only four first-class markets, which are located close to slaughterhouses. The selected markets were Pasar Wage, Pasar Wangon, Pasar Ajibarang and Pasar Sokaraja. The next step from each market was to sample respondents who were located in a place with several criteria, namely beef traders in Banyumas Regency. Respondent sampling was conducted by interview using a questionnaire. Data analysis used, namely, income analysis, contribution analysis and multiple linear regression analysis. The results of the factors affecting the contribution of beef business income have a regression Y = 42.81 + 0.47 X1 - 0.04 X2 - 5.40 X3 + 1.83 X4 - 1.03 X5 with a value of R2 = 0.36. Analysis of independent variables together has a very real effect on the dependent variable with a confidence level of 99% (P <0.01). The results of the t test, the sales volume variable (X4) has a positive partial influence on the income contribution of beef traders (Y), while the variable number of family members (X3) and length of trading (X5) has a negative partial influence on the income contribution of beef traders (Y). The average monthly income received from beef business in Banyumas Regency is Rp. 4,487,750 ± 5,232,054, while the average monthly family income received is Rp. 5,207,750 ± 5,327,834. It was concluded that the contribution of beef business income to family income in Banyumas Regency averaged 87.66%. The factor that significantly influenced the contribution of beef business income to family income was the number of family members, while the factors that significantly influenced were sales volume and length of trading. | |
| 43960 | 47341 | I2A022006 | ANALISIS FAKTOR RISIKO DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STROKE HEMORRHAGIC DAN NON HEMORRHAGIC PADA USIA 35-70 TAHUN DI RSUD BANYUMAS | Abstrak Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan angka kematian tertinggi di dunia. Stroke hemorrhagic merupakan jenis stroke yang disebabkan pecahnya pembuluh darah di otak yang dapat mengancam nyawa pasiennya. Mortalitas dan morbiditas yang disebabkan oleh stroke hemorrhagic lebih tinggi dibandingkan stroke iskemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko apa saja yang menyebabkan terjadinya stroke hemorrhagic. Metode: penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan desain studi Crossectional yang dilakukan di RSUD Banyumas. Populasi penderita stroke sebanyak 402 pasien, sampel penelitian sejumlah 200 pasien yang diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-Oktober 2024. Variabel yang diteliti adalah umur, jenis kelamin, keturunan, riwayat hipertensi, riwayat DM, dislipidemia, kebiasaan merokok, pola makan, aktivitas fisik, obesitas, dan kepatuhan kontrol. Data penelitian terdiri dari data sekunder yang diperoleh dari bagian rekam medis RSUD Banyumas dan data primer yang diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan software SPSS 23 dengan uji univariat, bivariat dengan chi square, dan multivariat dengan regresi logistik untuk menghitung odd ratio (OR). Hasil: Responden penelitian rata-rata berumur 57,4 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Variabel yang berpengaruh terhadap kejadian stroke hemorrhagic adalah ketidakpatuhan kontrol (p-value 0,000 dan OR sebesar 4,869), adanya riwayat hipertensi (p-value 0,004 dan OR sebesar 3,110), dan pola makan kurang baik (p-value 0,015 dan OR sebesar 2,204). Variabel yang tidak berpengaruh adalah umur, jenis kelamin, keturunan, riwayat DM, dislipidemia, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan obesitas. Kesimpulan: pasien yang memiliki riwayat hipertensi, pola makan kurang baik, dan tidak patuh kontrol pengobatan berisiko lebih besar untuk menderita stroke hemorrhagic. Kata Kunci: Stroke hemorrhagic , Kepatuhan Kontrol, Riwayat Hipertensi, Pola Makan | Abstract Background: Stroke is one of the highest fatal non-communicable diseases worldwide. Hemorrhagic stroke is a type of stroke caused by the rupture of blood vessels in the brain, posing a serious threat to the patient's life. Mortality and morbidity due to hemorrhagic stroke are higher than those caused by ischemic stroke. This study aims to identify the risk factors associated with hemorrhagic stroke. Methods: This research is a quantitative analytical study with a Crossectional study design conducted at Banyumas Regional Hospital. The population of stroke sufferers was 402 patients, the research sample was 200 patients taken using random sampling techniques. The research was conducted from September to October 2024. The variables studied include age, gender, family history, history of hypertension, diabetes mellitus, dyslipidemia, smoking habits, dietary patterns, physical activity, obesity, and treatment adherence. The data comprised secondary data from the medical records department of Banyumas Regional Hospital and primary data collected through interviews using a questionnaire. Data analysis was conducted using SPSS 23 software with univariate tests, bivariate tests with chi-square, and multivariate logistic regression analysis. Results: The study respondents were, on average, 57.4 years old and predominantly female. Variables found to influence the occurrence of hemorrhagic stroke were treatment adherence (p-value 0.000 and OR of 4.869), history of hypertension (p-value 0.004 and OR of 3.110), and dietary patterns (p-value 0.015 and OR of 2.204). Variables that had no influence were age, gender, family history, history of diabetes mellitus, dyslipidemia, smoking habits, physical activity, and obesity. Conclusion: Patients with a history of hypertension, poor dietary patterns, and lack of treatment adherence have a higher risk of experiencing hemorrhagic stroke. It is hoped that families of stroke sufferers will pay more attention to compliance with control, diet and controlling the patient's hypertension. Keywords: Hemorrhagic Stroke, Treatment Adherence, Hypertension History, Dietary Patterns |