Artikelilmiahs
Menampilkan 43.421-43.440 dari 48.813 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 43421 | 46783 | E1B018060 | PERBUATAN MELAWAN HUKUM KARENA TIDAK DIPENUHINYA HAK OLEH INVESTEE TERHADAP INVESTOR DALAM SUATU PERJANJIAN INVESTASI (Studi Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 158/Pdt.G/2022/PN.Dps) | PERBUATAN MELAWAN HUKUM KARENA TIDAK DIPENUHINYA HAK OLEH INVESTEE TERHADAP INVESTOR DALAM SUATU PERJANJIAN INVESTASI (Studi Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 158/Pdt.G/2022/PN.Dps) Oleh : Dhafa Syalindra ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam mengkualifisir kriteria perbuatan melawan hukum dalam Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 158/Pdt.G/2022/PN.Dps dan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam mengabulkan tuntutan ganti kerugian perbuatan melawan hukum dalam Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 158/Pdt.G/2022/PN.Dps. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Spesifikasi penelitian analisis preskriptif, sumber data sekunder dengan metode penyajian dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa Majelis Hakim mempertimbangkan perbuatan Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum tanpa mengkualifisir unsur mana yang dilanggar. Menurut pendapat penulis, perbuatan Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum yaitu melanggar hak subyektif Penggugat mengenai hak-hak atas harta kekayaan Penggugat (hak atas uang investasi yang sudah dibayarkan dan hak atas bunga hasil investasi), dan melanggar unsur kepatutan dalam pergaulan masyarakat mengenai diri atau barang orang lain karena perbuatan Tergugat terbukti bertentangan dan sangat merugikan kepentingan Penggugat. Majelis Hakim mengadili sendiri dengan mengabulkan ganti rugi materiil lebih dari yang dituntut oleh Penggugat yaitu sebesar Rp 3.087.450.000. Penggugat telah memenuhi syarat-syarat gugatan ganti kerugian Pasal 1365 KUH Perdata. Bentuk ganti kerugian akibat dari perbuatan melawan hukum yang dibebankan kepada Tergugat termasuk kedalam ganti rugi kompensasi/actual, Tergugat memberikan sejumlah upah atau pembayaran kepada Penggugat atas dan sebesar kerugian yang benar-benar telah dialami oleh Penggugat dari adanya suatu perbuatan melawan hukum. Jenis ganti kerugian menurut Pasal 1243 KUH Perdata, kerugian yang dikabulkan oleh Majelis Hakim tersebut, termasuk kedalam rugi (schaden) yaitu kerugian yang diderita Penggugat atas sejumlah uang yang telah disetorkan kepada perusahaan Tergugat sebesar 72.000 Euro atau sejumlah Rp 1.200.000.000 (satu miliar dua ratus juta rupiah), aspek biaya (kosten) Penggugat menderita kerugian berupa segala biaya yang telah disetorkan kepada perusahaan Tergugat, Penggugat menderita segala keuntungan dari investasi Penggugat yang telah diberikan kepada perusahaan Tergugat. Kata kunci : ganti rugi, perbuatan melawan hukum, investasi | By: Dhafa Syalindra ABSTRACT The purpose of this study is to analyze the judge's considerations in qualifying the criteria for unlawful acts in the Denpasar District Court Decision Number 158/Pdt.G/2022/PN.Dps and to analyze the judges' considerations in granting the claim for compensation for unlawful acts in the Denpasar District Court Decision Number 158/Pdt.G/2022/PN.Dps. This study uses a normative juridical method with a statutory approach and a case approach. The research specification of prescriptive analysis, secondary data sources with a presentation method in the form of narrative texts and systematically arranged using qualitative normative analysis methods. The results of the research and discussion show that the Panel of Judges considers that the Defendant's actions have committed unlawful acts without qualifying which elements were violated. In the author's opinion, the Defendant's actions have committed unlawful acts, namely violating the Plaintiff's subjective rights regarding the rights to the Plaintiff's assets (the right to the investment money that has been paid and the right to interest on investment results), and violating the element of propriety in public relations regarding himself or other people's goods because the Defendant's actions are proven to be contrary to and very detrimental to the interests of the Plaintiff. The Panel of Judges tried itself by granting material damages more than demanded by the Plaintiff, which amounted to Rp 3,087,450,000. The plaintiff has fulfilled the requirements of the compensation lawsuit under Article 1365 of the Civil Code. The form of compensation resulting from unlawful acts charged to the Defendant is included in compensation/actual damages, the Defendant provides a certain amount of wages or payments to the Plaintiff and is equal to the losses that have actually been experienced by the Plaintiff from an unlawful act. The type of compensation according to Article 1243 of the Civil Code, the losses granted by the Panel of Judges, including losses (schaden), namely losses suffered by the Plaintiff for the amount of money that has been deposited to the Defendant's company in the amount of 72,000 Euros or an amount of Rp 1,200,000,000 (one billion two hundred million rupiah), the cost aspect (kosten) of the Plaintiff suffers losses in the form of all costs that have been deposited to the Defendant's company, The Plaintiff suffers all profits from the Plaintiff's investment that has been given to the Defendant's company. Keywords : compensation, unlawful acts, investment | |
| 43422 | 46784 | K1A020055 | SINTESIS DAN KARAKTERISASI CuO/rGO DAN APLIKASI SEBAGAI FOTOKATALIS PENDEGRADASI ZAT WARNA RHODAMIN B | Pencemaran lingkungan masih menjadi topik serius yang tidak bisa kita abaikan hingga saat ini, salah satunya yaitu limbah zat warna rhodamin B yang berasal dari industri tekstil. Berbagai metode telah banyak dikembangkan untuk menanggulanginya, seperti Advanced Oxidation Process (AOPs). AOPs merupakan alternatif dalam mendegradasi senyawa resistan yang terdapat dalam limbah cair industri. Semikonduktor merupakan bahan yang sering digunakan dalam AOPs karena ekonomis serta efektif dalam medegradasi senyawa organik. CuO merupakan salah satu material semikonduktor yang aktif pada rentang sinar tampak dan memiliki aktivitas fotokatalis yang baik sebagai bahan pendegradasi zat warna. Material semikonduktor dapat mengalami rekombinasi, pada penelitian ini digunakan rGO sebagai doping untuk CuO dan menjadikannya komposit yang baik untuk mengurangi rekombinasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas CuO/rGO dalam mendegradasi rhodamin B. Proses yang dilakukan meliputi sintesis dan karakterisasi CuO/rGO, penentuan massa CuO/rGO optimum, waktu kontak optimum, pH optimum, serta pengaruh cahaya yang digunakan. Hasil XRD menunjukkan puncak difraktogram yang diinterpretasikan (002) menunjukkan adanya puncak rGO, puncak pada (110), (-111), (111), (-202), (020), (202), (-113), (-331), (220), (311) dan (004) menandakan telah terbentuknya CuO pada fase monoklinik. Hasil SEM dengan perbesaran 2000x, 5000x, 10.000x, dan 25.000x menunjukan struktur morfologi dari komposit CuO/rGO dimana bentuk morfologinya berupa lembaran serta sphere. Hasil DRS menunjukkan CuO/rGO memiliki nilai band gap kecil yaitu 1,54 eV. Hasil penelitian yang diperoleh menujukkan kondisi optimum CuO/rGO dalam mendegradasi rhodamin B dengan massa 0,25 gram selama 2 jam pengadukan dan pH 7 pada penyinaran sinar tampak dengan nilai kerja fotokatalitik sebesar 55,01% serta nilai kombinasi adsorpsi dan kerja fotokatalitik sebesar 77,9%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, komposit CuO/rGO yang diperoleh efektif digunakan dalam mendegradasi zat warna. | Environmental pollution remains a serious issue that cannot be ignored, one of which is the contamination by rhodamine B dye originating from the textile industry. Various methods have been developed to address this, such as Advanced Oxidation Processes (AOPs). AOPs are an alternative approach for degrading resistant compounds found in industrial wastewater. Semiconductors are often used in AOPs due to their cost-effectiveness and efficiency in degrading organic compounds. CuO is one of the semiconductor materials that is active under visible light and exhibits good photocatalytic activity for degrading dyes. Semiconductor materials can undergo recombination; in this study, rGO was used as a dopant for CuO, forming a composite that reduces recombination. This research aims to evaluate the effectiveness of CuO/rGO in degrading rhodamine B. The process includes the synthesis of CuO/rGO, determination of optimal CuO/rGO mass, optimal contact time, optimal pH, and the influence of light exposure. XRD results showed diffraction peaks interpreted as (002), indicating the presence of rGO, and peaks at (110), (-111), (111), (-202), (020), (202), (-113), (-331), (220), (311), and (004) indicating the formation of CuO in the monoclinic phase. SEM results at magnifications of 2000x, 5000x, 10,000x, and 25,000x revealed the morphological structure of the CuO/rGO composite, showing sheet-like and sphere morphology. DRS results showed that CuO/rGO has a small band gap value of 1.54 eV. The findings demonstrated the optimal conditions for CuO/rGO in degrading rhodamine B at a mass of 0.25 grams, 2 hours of stirring, and a pH of 7 under visible light irradiation, with photocatalytic performance of 46.53% and a combined adsorption an photocatalytic efficiency of 63.83%. Based on the research conducted, the CuO/rGO composite was found to be effective in degrading dyes. | |
| 43423 | 46908 | H1D019027 | PREDIKSI NILAI PASAR PEMAIN SEPAK BOLA BERDASARKAN ATRIBUT PERMAINAN DI GAME FOOTBALL MANAGER 2023 DENGAN RANDOM FOREST PADA LIMA LIGA EROPA TERBAIK | Sepak bola, sebagai olahraga global dan industri besar, memengaruhi berbagai aspek kehidupan dan ekonomi, terutama dalam hal transfer pemain antar klub. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model prediksi nilai pasar pemain sepak bola menggunakan algoritma Random Forest, berdasarkan data yang diambil dari Game Football Manager 2023. Dataset yang digunakan terdiri dari 1.405 data dengan 66 atribut. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi studi literatur, pengumpulan data, pelabelan data, preprocessing data, analisis eksploratori data, pembangunan model Random Forest, dan implementasi model. Analisis dilakukan dengan membagi data menjadi data pelatihan dan data pengujian dengan perbandingan 80%:20%. Pada pelatihan pertama, model Random Forest yang dibangun dengan parameter default menghasilkan akurasi sebesar 75,76%. Untuk meningkatkan akurasi, dilakukan tuning hyperparameter untuk memperoleh parameter optimal. Pelatihan kedua menggunakan model Random Forest regressor dengan parameter optimal hasil tuning hyperparameter menghasilkan akurasi sebesar 76,26%. Model optimal diimplementasikan ke dalam sebuah situs web untuk mempermudah melakukan prediksi nilai pasar pemain. | Football, as a global sport and a major industry, influences various aspects of life and economy, particularly in the transfer of players between clubs. This research aims to develop a model for predicting the market value of football players using the Random Forest algorithm, based on data sourced from the Game Football Manager 2023. The dataset employed consists of 1,405 records with 66 attributes. The steps undertaken in this research include literature review, data gathering, data labeling, data preprocessing, exploratory data analysis, Random Forest model building, and model implementation. Analysis was performed by splitting the data into training and testing sets with an 80%:20% ratio. In the first training, the Random Forest model built with default parameters yielded an accuracy of 75.76%. To enhance accuracy, hyperparameter tuning was conducted to obtain optimal parameters. The second training, using a Random Forest regressor with optimal parameters obtained from hyperparameter tuning, resulted in an accuracy of 76.26%. The optimal model was implemented into a website to facilitate the prediction of football players' transfer values. | |
| 43424 | 47205 | A1D018060 | POPULASI DAN TINGKAT SERANGAN WERENG BATANG COKLAT (Nilaparvata lugens) DAN WALANG SANGIT (Leptocorisa acuta) PADA PERTANAMAN BERBAGAI GENOTIPE PADI PROTEIN TINGGI DI BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi hama dan intenstas serangan hama pada pertanaman berbagai galur padi yang mempunyai kemampuan menghasilkan protein tinggi. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan empat genotipe tanaman padi berprotein tinggi (Protani, Protangguh, GN95A, dan GN95B) dan satu genotipe pembanding (Ciherang). Jarak tanam yang digunakan yaitu 20 cm x 20 cm. Variabel yang diamati meliputi populasi dan tingkat kerusakan dua hama utama (wereng batang coklat, WBC dan walang sangit). Pengamatan variabel dilakukan secara sistematik, pada saat masa vegetatif (WBC) dan generatif (walang sangit). Populasi WBC pada semua genotipe tidak berbeda nyata. Populasi WBC tertinggi terdapat pada genotipe Protangguh, dengan 4,4 per rumpun. Populasi walang sangit berbeda nyata pada genotipe yang diuji, dengan kisaran 2-5 ekor per m2. Intensitas serangan WBC relatif rendah yaitu kurang dari 0,1% pada semua genotipe, sedangkan intensitas serangan walang sangit kisaran 10-16%. Hasil panen antar genotipe padi berbeda nyata pada bobot 100 biji, sedangkan hasil panen akibat serangan hama tidak berbeda nyata. | This research aimed to determine the population and intensity of pest attacks on various rice lines with high protein-yielding capabilities. It was conducted using a Randomized Complete Block Design (RCBD), with four high-protein rice genotypes (Protani, Protangguh, GN95A, and GN95B) and one control genotype (Ciherang). The planting distance used was 20 cm x 20 cm. The variables observed included the population and damage level of two major pests (brown plant hopper and rice bug). Observations were conducted systematically during the vegetative (brown plant hopper) and generative (rice bug) phases. The results showed that the brown plant hopper population did not differ significantly among all genotypes. The highest brown plant hopper population range occurred in the Protangguh variety, with 4,4 individuals per hill. The rice bug population showed significant differences among genotypes, ranging from 11-20 individuals per plot or 2-5 individuals per m². The intensity of brown plant hopper attacks was relatively low, less than 0.1% in all genotypes, while the intensity of rice bug attacks ranged from 10-16%. The rice yield among genotypes differed significantly in terms of 100-grain weight, while the yield loss due to pest attacks did not differ significantly. | |
| 43425 | 46785 | I1C020028 | FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS KRIM BODY SCRUB KOMBINASI EKSTRAK LENGKUAS DAN SERBUK BAWANG PUTIH TERHADAP JAMUR Malassezia furfur | Latar Belakang: Infeksi jamur kulit merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi di Indonesia, salah satunya adalah penyakit panu yang disebabkan oleh jamur Malassezia furfur (M. furfur). Lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd) dan bawang putih (Allium sativum L.) diketahui mengandung senyawa aktif galangin dan allicin yang berefek antijamur terhadap M. furfur. Penelitian ini memformulasikan lengkuas dan bawang putih dalam bentuk body scrub berbasis krim untuk mempercepat penyembuhan panu. Emulgator trietanolamin dan asam stearat dalam formulasi krim dapat meningkatkan stabilitas fisik sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisik, stabilitas, dan aktivitas antijamur body scrub terhadap M. furfur. Metodologi: Krim body scrub diformulasikan dengan variasi konsentrasi trietanolamin 2%, 3%, 4% dan konsentrasi asam stearat 10%, 12%, 14%. Seluruh sediaan diuji sifat dan stabilitas fisik. Uji aktivitas antijamur terhadap M. furfur dilakukan pada krim formula terbaik, kontrol positif, kontrol negatif dan ekstrak kombinasi. Hasil Penelitian: Seluruh formula memenuhi persyaratan sifat dan stabilitas fisik yang baik kecuali pada pH. F2 dipilih sebagai formula terbaik karena viskositas paling kecil serta daya sebar paling besar diharapkan berefek terapi yang diinginkan. Hasil uji aktivitas antijamur pada krim F2, kontrol positif, kontrol negatif dan ekstrak kombinasi menghasilkan diameter zona hambat berturut-turut sebesar 3,09; 5,80; 0,00; dan 3,99 mm. Kesimpulan: Formula 2 dengan ekstrak etanol lengkuas 5%, serbuk bawang putih 2,5%, trietanolamin 3%, dan asam stearat 12% menghasilkan krim body scrub dengan sifat fisik yang baik, stabil, dan memiliki aktivitas antijamur terhadap M. furfur meskipun termasuk kategori lemah Kata Kunci: Panu, Krim Body scrub, Malassezia furfur, Trietanolamin, Asam Stearat | Background: Fungal skin infections are a common health problem in Indonesia, one of which is tinea versicolor caused by the fungus Malassezia furfur (M. furfur). Galangal (Alpinia galanga (L.) Willd) and garlic (Allium sativum L.) are known to contain active compounds galangin and allicin that have antifungal effects against M. furfur. This study formulates galangal and garlic in the form of a cream-based body scrub to accelerate the healing of tinea versicolor. Emulgators triethanolamine and stearic acid in the cream formulation can improve the physical stability of the preparation. This study aims to evaluate the physical properties, stability, and antifungal activity of body scrub against M. furfur. Methods: The body scrub cream was formulated with variations in triethanolamine concentration of 2%, 3%, 4% and stearic acid concentration of 10%, 12%, 14%. All preparations were tested for physical properties and stability. Antifungal activity test against M. furfur was conducted on the best cream formula, positive control, negative control and combination extracts. Result: All formulas meet the requirements of good physical properties and stability except at pH. F2 was chosen as the best formula because the smallest viscosity and the largest spreadability are expected to have the desired therapeutic effect. The results of antifungal activity test on cream F2, positive control, negative control and combination extracts resulted in inhibition zone diameters of 3.09; 5.80; 0.00; and 3.99 mm, respectively. Conclusion: Formula 2 with 5% galangal ethanol extract, 2.5% garlic powder, 3% triethanolamine, and 12% stearic acid produces body scrub cream with good physical properties, stable, and has antifungal activity against M. furfur even though it is in the weak category. Keywords: Tinea versicolor, Malassezia furfur, Triethanolamine, Stearic Acid | |
| 43426 | 46786 | K1A020015 | Sintesis Nanopartikel TiO2 dengan Bioreduktor Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) dan Aktivitasnya sebagai Antibakteri | Infeksi penyakit merupakan masalah kesehatan umum di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, yang disebabkan oleh mikroorganisme patogenik seperti bakteri. Pengobatan infeksi bakteri menjadi sangat rumit karena resistensi yang berkembang terhadap antibiotik. salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah eksplorasi agen antibakteri yang aman seperti nanopartikel titanium dioksida (TiO2). Aktivitas antibakteri nanopartikel TiO2 dipengaruhi oleh metode sintesisnya, sehingga diperlukan ekstrak tanaman sebagai bioreduktor nanopartikel. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis nanopartikel TiO2 menggunakan metode green synthesis dengan ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) sebagai bioreduktor dan menguji aktivitas antibakterinya. Karakterisasi nanopartikel dilakukan dengan XRD, FTIR, dan SEM-EDX. Berdasarkan data XRD, nanopartikel TiO2 menunjukkan fase anatase dengan struktur tetragonal. Hasil FTIR nanopartikel TiO2 menunjukkan terdapat pergeseran bilangan gelombang setelah terbentuk Np-TiO2 pada gugus fungsi O-H, C=O, dan C-H alifatik. Hasil analisis SEM-EDX menunjukkan morfologi Np-TiO2 A. muricata yang tidak seragam dengan distribusi rata-rata ukuran partikel sebesar 250 nm dan nanopartikel TiO2 yang terbentuk mengandung unsur C, O, dan Ti. Aktivitas antibakteri diuji terhadap bakteri S. aureus dan E. coli, menunjukkan zona hambat masing-masing 4,43 dan 4,15 mm untuk Np-TiO2 A. muricata, lebih tinggi dibandingkan nanopartikel TiO2 tanpa ekstrak dengan masing-masing zona hambat sebesar 2,78 dan 3,03 mm. Hasil ini menunjukkan aktivitas antibakteri nanopartikel TiO2 dengan ekstrak daun sirsak lebih efektif dalam menghambat bakteri. | Disease infections are a common health problem in developing countries, including Indonesia, caused by pathogenic microorganisms such as bacteria. The treatment of bacterial infections has become very complicated due to the growing resistance to antibiotics. One way to combat this is the exploration of safe antibacterial agents such as titanium dioxide (TiO2) nanoparticles. The antibacterial activity of TiO2 nanoparticles is affected by the synthesis method, so plant extracts are needed as nanoparticle bioreductors. This study aims to synthesize TiO2 nanoparticles using the green synthesis method with soursop leaf extract (Annona muricata L.) as a bioreducer and test its antibacterial activity. Nanoparticle characterization was performed by XRD, FTIR, and SEM-EDX. Based on XRD data, TiO2 nanoparticles show an anatase phase with a tetragonal structure. The FTIR results of TiO2 nanoparticles showed that there was a shift in the number of waves after the formation of Np-TiO2 in the O-H, C=O, and C-H aliphatic functional groups. The results of SEM-EDX analysis showed that the morphology of Np-TiO2 A. muricata was not uniform with an average particle size distribution of 250 nm and the TiO2 nanoparticles formed contained elements C, O, and Ti. Antibacterial activity was tested against S. aureus and E. coli bacteria, showing inhibition zones of 4.43 and 4.15 mm, respectively, for Np-TiO2 A. muricata, higher than that of unextracted TiO2 nanoparticles with inhibition zones of 2.78 and 3.03 mm, respectively. These results show that the antibacterial activity of TiO2 nanoparticles with soursop leaf extract is more effective in inhibiting bacteria. | |
| 43427 | 46787 | C1B021065 | Pengaruh Ketidakamanan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Yang Dimediasi Oleh Kesejahteraan Subjektif : Peran Modal Psikologis Sebagai Pemoderasi (Studi Kasus pada ASTON Purwokerto Hotel & Convention Center) | Ketidakamanan kerja dapat berdampak signifikan terhadap kinerja karyawan, terutama dalam industri perhotelan yang sangat kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketidakamanan kerja terhadap kinerja karyawan yang dimediasi oleh kesejahteraan subjektif dan memeriksa peran modal psikologis sebagai pemoderasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan survei dan teknik convenience sampling terhadap karyawan ASTON Purwokerto Hotel & Convention Center. Sampel terdiri dari 45 responden. Pada pengujian dengan Analisis Regresi Linier, Uji Sobel, dan Metode Residual menunjukkan bahwa: (1) Ketidakamanan kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan, (2) Ketidakamanan kerja berpengaruh negatif terhadap kesejahteraan subjektif, (3) Kesejahteraan subjektif berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, (4) Kesejahteraan subjektif memediasi hubungan antara ketidakamanan kerja dan kinerja karyawan, dan (5) Modal psikologis memoderasi hubungan antara ketidakamanan kerja dan kesejahteraan subjektif. Modal psikologis terbukti memperkuat hubungan tersebut. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan perlu memperhatikan kesejahteraan karyawan dan mengembangkan program pelatihan yang meningkatkan modal psikologis karyawan untuk meningkatkan kinerja. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pemilik hotel dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik. | Job insecurity can have a significant impact on employee performance, especially in the highly competitive hospitality industry. This study aims to analyze the effect of job insecurity on employee performance mediated by subjective well-being and examine the role of psychological capital as a moderator. The method used is a quantitative approach with a survey and convenience sampling technique on employees of ASTON Purwokerto Hotel & Convention Center. The sample consisted of 45 respondents. Testing with Linear Regression Analysis, Sobel Test, and Residual Method showed that: (1) Job insecurity has a negative effect on employee performance, (2) Job insecurity has a negative effect on subjective well-being, (3) Subjective well-being has a positive effect on employee performance, (4) Subjective well-being mediates the relationship between job insecurity and employee performance, and (5) Psychological capital moderates the relationship between job insecurity and subjective well-being. Psychological capital is proven to strengthen the relationship. The implications of this study indicate that companies need to pay attention to employee well-being and develop training programs that improve employee psychological capital to improve performance. This study provides important insights for hotel owners in creating a better work environment. | |
| 43428 | 46788 | K1A020034 | Sintesis dan Uji Aktivitas Senyawa C-4-metilfenilkaliks[4]pirogalaril dodekasinamat sebagai Bahan Aktif Tabir Surya | Radiasi ultraviolet (UV) merupakan gelombang elektromagnetik yang bersifat karsinogenik. Radiasi UV dapat mengakibatkan berbagai efek negatif bagi kulit manusia seperti kulit terbakar, penuaan dini, bahkan kanker kulit. Salah satu upaya untuk melindungi kulit dari bahaya sinar UV adalah dengan menggunakan tabir surya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai aktivitas tabir surya senyawa C-4-metilfenilkaliks[4]pirogalaril dodekasinamat. Sintesis senyawa C-4-metilfenilkaliks[4]pirogalaril dodekasinamat dilakukan dalam dua tahap reaksi meliputi sintesis senyawa C-4-metilfenilkaliks[4]pirogalolarena yang dilakukan dengan mereaksikan p-tolualdehida dengan pirogalol dan HCl sebagai katalis. Dilanjutkan dengan reaksi esterifikasi C-4-metilfenilkaliks[4]pirogalolarena menggunakan sinamoil klorida menghasilkan C-4-metilfenilkaliks[4]pirogalaril dodekasinamat. Senyawa hasil sintesis dianalisis dengan kromatografi lapis tipis (KLT), uji kelarutan, uji titik leleh, spektrofotometer FTIR, dan spektrometer 1H-NMR. Produk yang diperoleh dievaluasi sebagai bahan aktif tabir surya melalui penentuan serapan elektronik (profil serapan, panjang gelombang maksimum, dan koefisien serapan molar) dan uji fotostabilitas menggunakan spektrofotometri UV Vis. Produk sintesis yang diperoleh berwarna cokelat (serbuk) dengan rendemen 67,17%, titik leleh 185 – 190 °C, larut dalam aseton, DMSO, dan kloroform, namun sukar larut dalam akuades, metanol, etil asetat, dan n-heksana. Analisis FTIR diperoleh adanya serapan melebar pada 3417,66 cm-1 yang mengindikasikan adanya gugus -OH serta gugus karbonil (C=O) ester pada 1735,93 cm-1 yang dapat diartikan senyawa berhasil disintesis. Namun, masih terdapat gugus hidroksi yang belum mengalami reaksi esterifikasi. Hasil pengujian tabir surya diperoleh yaitu senyawa C-4-metilfenilkaliks[4]pirogalaril dodekasinamat memiliki λmaks pada 293 nm yang merupakan daerah UVB dengan fotostabilitas yang relatif baik. Berdasarkan hasil yang diperoleh, senyawa hasil sintesis berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya pada daerah UVB. | Ultraviolet radiation (UV) is an electromagnetic wave that is carcinogenic. UV radiation can cause various negative effects on human skin, such as sunburn, premature aging, and even skin cancer. One effort to protect the skin from the dangers of UV rays is to use sunscreen. The aim of this research is to determine the sunscreen activity value of the compound C-4-methylphenylcalix[4]pyrogalaryl dodecacinnamate. The synthesis of the compound C-4-methylphenylcalix[4]pyrogalaryl dodecacinnamate was carried out in two reaction stages including the synthesis of the compound C-4-methylphenylcalix[4]pyrogallolarene which was carried out by reacting p-tolualaldehyde with pyrogallol and HCl as a catalyst. Followed by the esterification reaction of C-4-methylphenylcalyx[4]pyrogallolarene using cinnamoyl chloride to produce C-4-methylphenylcalyx[4]pyrogalaryl dodecacinnamate. The synthesized compounds were analyzed using thin layer chromatography (TLC), solubility test, melting point test, FTIR spectrophotometer and 1H-NMR spectrometer. The product obtained was evaluated as an active sunscreen ingredient through determining electronic absorption (absorption profile, maximum wavelength, and molar absorption coefficient) and photostability testing using UV-Vis spectrophotometry. The synthetic product obtained is brown in color (powder) with a yield 67.17%, melting point 185 - 190°C, soluble in acetone, DMSO and chloroform, but difficult to dissolve in distilled water, metanol, ethyl acetate and n-hexane. FTIR analysis showed that there was a wide absorption at 3417.66 cm-1, which indicated the presence of an -OH group and a carbonyl (C=O) ester group at 1735.93 cm-1, which could mean that the compound was successfully synthesized. However, there are still hydroxy groups that have not undergone an esterification reaction. The sunscreen test results showed that the compound C-4-methylphenylcalix[4]pyrogalaryl dodecacinnamate has a λmax of 293 nm which is a UVB area with relatively good photostability. Based on the results obtained, the synthesized compound has the potential to be an active sunscreen ingredient in the UVB area. | |
| 43429 | 46792 | D1A021081 | Konsumsi Ransum dan Pertambahan Bobot Badan Ayam Niaga Pedaging Fase Starter yang Dipelihara pada Lantai Atas dan Bawah | Penelitian berjudul “Konsumsi Ransum dan Pertambahan Bobot Badan Ayam Niaga Pegading Fase Starter yang Dipelihara pada Lantai Atas dan Lantai Bawah” bertujuan untuk mengetahui perbandingan konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan pada ayam niaga pedaging fase starter yang dipelihara pada lantai atas dan lantai bawah di Khaerun Farm. Penelitian dilaksanakan selama 15 hari dimulai pada tanggal 10 Oktober – 25 Oktober 2024 di Desa Karangtalun Lor, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Materi dan Metode. Ayam niaga pedaging strain CP 707 umur 1 – 15 hari dengan populasi 10.900 ekor per lantai di Peternakan Khaerun Farm. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survey dengan melakukan observasi sehingga diperoleh data primer dan data sekunder. Hasil. Hasil rataan konsumsi ransum pada lantai atas 39,96 gram dan lantai bawah 41,38 gram. Hasil rataan pertambahan bobot badan harian ayam yang dipelihara pada lantai atas 32,11 grams dan lantai bawah 31,89 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan harian ayam yang dipelihara di lantai atas dan bawah berbeda tidak signifikan (P>0,05). Simpulan. Konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan harian ayam yang dipelihara pada lantai atas dan bawah relatif sama. | The study entitled " Feed Consumption And Body Weight Gain Of Broiler Starter Kept on The First and Second Floor " aims to find out the feed consumption and body weight gain in starter broiler kept on the first and second floor at Khaerun Farm. The research was carried out for 15 days starting on October 10 – October 25, 2024 on Karangtalun Lor Village, Purwojati District, Banyumas Regency, Central Java. Materrials and Methods. The material used was broiler strain CP – 707 with a population of 10.900 birds aged 1-15 days. The research method used was survey with observation to get primary data and secondary data. Results. The result of average ration consumption on the first floor 39,86 grams and second floor 41,38 grams. Average of body weight gain of broilers kept on the first floor 32,11 grams and second floor 31,89 grams. The resultsshowed that daily feed consumption and body weight gain broilers kept on the first and second floor were not significantly different (P>0,05). Conclusion. The feed consumpion and body weight gain of broilers kept on the first and second floor were relatively similar. | |
| 43430 | 46789 | C1A021014 | Analisis Pengaruh Variabel Makroekonomi terhadap Profitabilitas PT Pegadaian (Persero) Tahun 2004-2023 | Lembaga keuangan memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi. Salah satu lembaga keuangan non bank yang mulai diminati masyarakat adalah PT Pegadaian (Persero), perusahaan ini memiliki jumlah nasabah yang meningkat sebesar sembilan kali lipat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Perusahaan ini juga sebagai satu-satunya lembaga pegadaian pemerintah dalam lembaga keuangan khusus yang memiliki kontribusi laba paling besar dalam sektor pegadaian yang mencapai 91,17% dari total laba per 31 Desember 2021. Meskipun memiliki jumlah nasabah dan proporsi laba yang tinggi, profitabilitas perusahaan ini justru mengalami penurunan. Faktor eksternal secara tidak langsung dapat berpengaruh terhadap kinerja lembaga keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel makroekonomi, seperti inflasi, PDB, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, dan harga emas dunia terhadap profitabilitas PT Pegadaian (Persero) baik secara bersama-sama maupun secara parsial. Penelitian ini menggunakan metode asosiatif kuantitatif untuk mengungkapkan hubungan kausal antara variabel independen dengan variabel terikat. Penelitian menggunakan data sekunder yang diambil pada tahun 2004 sampai dengan 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi, produk domestik bruto, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, dan harga emas dunia memiliki pengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap profitabilitas PT Pegadaian (Persero). Secara parsial, hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas PT Pegadaian (Persero), sedangkan variabel inflasi, produk domestik bruto, dan harga emas dunia tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas PT Pegadaian (Persero). Implikasi pada penelitian ini, maka Bank Indonesia perlu memperkuat kebijakan moneter yang bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Dari sisi PT Pegadaian (Persero), perlu adanya peningkatan manajemen resiko valas, misalnya dengan melakukan hedging terhadap fluktuasi nilai tukar sehingga melindungi perusahaan dari dampak negatif yang dapat timbul akibat fluktuasi nilai tukar. PT Pegadaian (Persero) juga perlu melakukan diversifikasi produk dan layanan. Dengan inovasi produk yang lebih stabil terhadap perkembangan pasar internasional dapat membantu meningkatkan ketahanan profitabilitas perusahaan. | Financial institutions play an important role in economic growth. One of the non-bank financial institutions that are starting to be of interest to the public is Pegadaian Ltd, this company has many customers that have increased ninefold in the last 10 years. This company is also the only government pawnshop institution in a special financial institution with the largest contribution in the pawnshop sector, reaching 91,17% of total profit as of December 31, 2021. Despite having a high number of customers and a high proportion of profit, the profitability of this company has decreased. External factors can indirectly influence performance. This study analyzes the effect of macroeconomic variables such as inflation, GDP, the IDR-to-USD exchange rate, and global gold prices on is Pegadaian Ltd’s profitability, both collectively and individually. The research applies an associative quantitative method to uncover the causal relationship between the independent and dependent variables. The research used the secondary data taken from 2004 to 2023. The results show that inflation, gross domestic product, the IDR-to-USD exchange rate, and global gold prices collectively have a significant impact on PT Pegadaian (Persero)’s profitability. Individually, the findings reveal that the IDR-to-USD exchange rate has a negative and significant effect on PT Pegadaian (Persero)’s profitability, while inflation, gross domestic product, and global gold prices do not significant impact. Based on these findings, the government should reinforce monetary policies aimed at stabilizing the exchange rate. Pegadaian Ltd need to strengthen foreign exchange risk management, such as by hedging against currency fluctuation to protect the company from any potential negative impacts. Pegadaian Ltd should diversify its products and services. Introducing products more resilient to international market changes could help enhance the company’s profitability stability. | |
| 43431 | 46790 | E1A019310 | IZIN POLIGAMI DENGAN ALASAN HAMIL DI LUAR NIKAH (Studi Putusan Pengadilan Agama Kendari Nomor : 287/Pdt.G/PA.Kdi) | Perkawinan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 pada dasarnya menganut asas monogami sebagaimana tercermin dalam Pasal 3 ayat (1). Terdapat pengeucalian bagi suami yang akan melaksanakan poligami. Pengadilan dapat memberikan izin poligami apabila memenuhi salah satu alasan alternatif yaitu Istri tidak dapat menjalankan kewajibannya, Istri mendapat cacat badan dan istri tidak dapat melanjutkan keturunan. Selain itu harus memenuhi syarat kumulatif yang semuanya harus terpenuhi seperti adanya persetujuan dari istri, adanya kepastian dapat memenuhi kebutuhan istri-istri dan anak-anaknya serta adanya jaminan suami akan berlaku adil. Permasalahan yang diteliti mencakup pertimbangan hukum hakim dan akibat hukum dari dikabulkannya izin poligami dengan alasan hamil di luar nikah dalam Putusan Pengadilan Agama Kendari Nomor : 287/Pdt.G/2023/PA.Kdi. Metode penelitiannya yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif, sumber data sekunder dan metode analisis normatif kualitatif. Majelis hakim dalam pertimbangan hukumnya menyatakan pemohon telah memenuhi alasan dan syarat mengajukan permohonan izin poligami. Berdasarkan hasil analisis ditemukan fakta bahwa alasan mengajukan permohonan izin poligami adalah kondisi calon istri kedua pemohon yang hamil di luar nikah dengan usia 7 bulan sehingga alasan mengajukan izin poligami tidak sesuai dengan alasan alternatif dalam mengajukan izin poligami dan adanya syarat kumulatif yang tidak terpenuhi yaitu tidak adanya kepastian bahwa pemohon selaku suami dapat menjamin kebutuhan hidup istri-istri serta anak-anaknya. Dapat disimpulkan bahwa majelis hakim kurang tepat dalam mengabulkan permohonan izin poligami pemohon. Berdasarkan hasil analisis akibat hukumnya berupa sahnya perkawinan poligami,adanya pemisahan harta bersama dan status anak adalah sebagai anak sah. | Marriage under Law No. 16 of 2019 fundamentally adheres to the principle of monogamy, as reflected in Article 3, paragraph (1). However, there is an exception for husbands who intend to practice polygamy. The court may grant permission for polygamy if one of the alternative reasons is met, such as the wife’s inability to fulfill her duties, the wife having a disability, or the wife being unable to continue the lineage. Additionally, the cumulative requirements must be satisfied, including the wife's consent, the certainty that the husband can fulfill the needs of his wives and children, and a guarantee that the husband will act justly. The issues explored in this study include the legal considerations of judges and the legal consequences of granting polygamy permission based on the reason of pregnancy out of wedlock, as seen in the Kendari Religious Court Decision No. 287/Pdt.G/2023/PA.Kdi. The research method employed is juridical-normative, with a prescriptive research specification, secondary data sources, and a normative qualitative analysis approach. In their legal consideration, the panel of judges stated that the petitioner had met the reasons and conditions for requesting permission to practice polygamy. Based on the analysis, it was found that the reason for requesting polygamy permission was the condition of the petitioner’s second wife, who was seven months pregnancy out of wedlock. Thus, the reason for seeking polygamy permission did not align with the alternative reasons established for such permission, and one of the cumulative requirements was not met, namely the lack of certainty that the petitioner, as a husband, could fulfill the needs of his wives and children. It can be concluded that the panel of judges was not entirely accurate in granting the petitioner’s request for polygamy permission. The legal consequences of this decision include the legality of the polygamous marriage, the separation of shared property, and the status of the child as a legitimate child | |
| 43432 | 46791 | H1B020068 | PERANCANGAN DAN PENGUJIAN APLIKASI PENGUKURAN EFEKTIVITAS KINERJA TENAGA KERJA KONSTRUKSI METODE FIVE-MINUTES RATINGS BERBASIS MOBILE APPLICATION | Perkembangan teknologi dalam industri konstruksi memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi proyek. Salah satu upaya untuk mendukung pembangunan yang lebih efisien adalah melalui digitalisasi proses pengukuran produktivitas. MIT App Inventor, sebuah platform open-source, memungkinkan pengembangan aplikasi berbasis digital untuk mendukung berbagai metode pengukuran produktivitas, seperti Crew Balance Chart, Method Productivity Delay Model (MPDM), dan Five-Minutes Ratings. Metode Crew Balance Chart dan MPDM telah berhasil didigitalisasi menggunakan MIT App Inventor. Namun, metode Five-Minutes Ratings belum mendapatkan implementasi serupa.Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi mobile berbasis Android yang mendigitalisasi metode Five-Minutes Ratings, menggunakan MIT App Inventor. Aplikasi yang dikembangkan diberi nama Five-Minutes Ratings Solver. Uji coba aplikasi dilakukan pada pekerjaan instalasi tulangan sloof untuk mengukur efektivitas metode tersebut. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi ini berhasil mengukur efektivitas pekerjaan dengan hasil 100%. Dengan demikian, aplikasi Five-Minutes Ratings Solver terbukti mampu mendukung pengukuran efektivitas pekerjaan konstruksi secara akurat dan efisien, sehingga berpotensi menjadi alat bantu digital yang bermanfaat bagi industri konstruksi. | Technological advancements in the construction industry play a significant role in enhancing project productivity and efficiency. One approach to achieving more efficient construction is through the digitization of productivity measurement processes. MIT App Inventor, an open-source platform, facilitates the development of digital applications to support various productivity measurement methods, such as the Crew Balance Chart, the Method Productivity Delay Model (MPDM), and Five-Minutes Ratings. While the Crew Balance Chart and MPDM methods have been successfully digitized using MIT App Inventor, the Five-Minutes Ratings method has yet to receive similar implementation. This research aims to design an Android-based mobile application to digitize the Five-Minutes Ratings method using MIT App Inventor. The application, named Five-Minutes Ratings Solver, was tested on sloof reinforcement installation work to evaluate the effectiveness of the method. The results show that the application successfully measured work effectiveness with 100% accuracy. In conclusion, the Five-Minutes Ratings Solver application has been proven to accurately and efficiently support the measurement of construction work effectiveness, demonstrating its potential as a valuable digital tool for the construction industry. | |
| 43433 | 46809 | G1A021063 | Hubungan Konsumsi Teh Daun Kelor (Moringa oleifera L.) dengan Kadar Glukosa Darah Puasa Penderita Diabetes Melitus dengan Terapi Metformin dan Glimepiride di Klinik Pratama Sidabowa Kabupaten Banyumas | Latar Belakang – Prevalensi Diabetes Melitus yang semakin meningkat membutuhkan penatalaksanaan komprehensif empat pilar. Terapi farmakologis standard kombinasi antara metformin dan glimepiride dapat ditambahkan dengan terapi komplementer. Bahan herbal merupakan salah satu jenis terapi komplementer yang dapat dikonsumsi oleh penderita Diabetes Melitus. Daun kelor (Moringa oleifera L.) berpotensi sebagai terapi komplementer untuk mengendalikan kadar glukosa darah dengan kandungan senyawa antioksidan yang dapat menetralkan radikal bebas, sehingga memperbaiki sensitivitas insulin. Tujuan – Mengetahui hubungan konsumsi teh daun kelor dengan kadar glukosa darah puasa penderita diabetes melitus dengan terapi kombinasi metformin dan glimepiride di Klinik Pratama Sidabowa Kabupaten Banyumas. Metode – Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data penelitian diambil dari data sekunder pada penderita diabetes melitus di Klinik Sidabowa Kabupaten Banyumas yang mengonsumsi teh daun kelor dengan dosis 5,32 gram/hari selama 14 hari. Subjek berjumlah 17 responden. Analisis data yang digunakan yaitu uji nonparametrik Kruskall-wallis. Hasil – Nilai median kadar glukosa darah puasa pada kelompok responden yang rutin minum teh daun kelor yaitu 130,5 (112-154) mg/dL, yang tidak rutin 129 (113-177) mg/dL, dan tidak minum teh daun kelor 149 (78-363) mg/dL. Hasil uji nonparametrik Kruskall-wallis p = 0,772. Kesimpulan – Pada penelitian ini tidak terdapat perbedaan signifikan kadar glukosa darah puasa dari kelompok yang rutin, tidak rutin, dan tidak minum teh daun kelor pada penderita diabetes melitus di Klinik Sidabowa Kabupaten Banyumas. | Background – The increasing prevalence of Diabetes Mellitus necessitates comprehensive management based on four pillars. Standard pharmacological therapy, which typically involves a combination of metformin and glimepiride, can be supplemented with complementary therapies. Herbal ingredients are one form of complementary therapy that can be consumed by individuals with Diabetes Mellitus. Moringa leaves (Moringa oleifera L.) have potential as a complementary therapy for controlling blood glucose levels, as they contain antioxidant compounds capable of neutralizing free radicals, thereby improving insulin sensitivity. Objective – To determine the relationship between the consumption of Moringa leaf tea and fasting blood glucose levels in diabetes mellitus patients who were treated with metformin and glimepiride at the Pratama Sidabowa Clinic, Banyumas Regency. Methods – This research used an analytical observational design with a cross-sectional approach. Research data were taken from secondary data on diabetes mellitus sufferers at the Sidabowa Clinic, Banyumas Regency, who consumed Moringa leaf tea at a dose of 5.32 grams/day for 14 days. The subjects numbered 17 respondents. The data analysis used was the Kruskall-Wallis nonparametric test. Result – The median fasting blood glucose level in the group of respondents who regularly drink Moringa leaf tea is 130.5 (112-154) mg/dL, in those who do not regularly drink it is 129 (113-177) mg/dL, and in those who do not drink Moringa leaf tea at all is 149 (78-363) mg/dL. The results of the Kruskal-Wallis nonparametric test show a p-value of 0.772. Conclusion – In this study, there is no significant difference in fasting blood glucose levels among the groups who regularly drink, do not regularly drink, and do not drink Moringa leaf tea in Diabetes Mellitus sufferers at the Sidabowa Clinic, Banyumas Regency. | |
| 43434 | 46793 | E1A018041 | Prospek Pidana Kerja Sosial Di Indonesia | Perkembangan hukum pidana di Indonesia telah mengalami banyak perubahan, hal ini dipengaruhi oleh kehidupan masyarakat. Perkembangan ini mengharuskan adanya perkembangan-perkembangan hukum baru khususnya hukum pidana. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nomor 1 Tahun 2023 merupakan hasil dari perkembangan hukum pidana yang menggantikan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana lama. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ini telah mengatur banyak hal baru, salah satunya berkaitan dengan perubahan parameter penjatuhan sanksi sebagai upaya penyelesaian pidana. Pidana kerja sosial merupakan salah satu jenis alternatif sanksi pidana yang diperkenalkan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prospek pidana kerja sosial dan alasan diaturnya pidana kerja sosial di dalam KUHP baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) alasan diaturnya pidana kerja sosial di dalam KUHP merupakan hasil dari adanya perubahan atau pergeseran sistem pidana dan pemidanaan yang memperhatikan prinsip keseimbangan dan tujuan pemidanaan. 2) Prospek pidana kerja sosial telah sesuai dengan tujuan dan fungsi yang dicita-citakan dalam KUHP yakni sebagai alternatif pidana penjara, adapun faktor penghambat dalam pelaksanaan pidana kerja sosial terletak pada SDM dan sarana prasarana Bapas Pekalongan yang kurang, belum adanya mekanisme peraturan pelaksanaan pidana kerja sosial, serta pandangan negatif masyarakat terhadap terpidana. | The development of criminal law has undergone many changes, this is influenced by society. This development requires the development of new laws, especially criminal law. Criminal code number 1 of 2023 is the result of the development of criminal law which replaces the old criminal code. This Criminal Code has regulated many new things, one of which is related to changes in parameters for imposing sanctions as an effort to resolve criminal cases. Community service is one type of alternative criminal sanction that has been introduced. Therefore, the aim of this research is to find out the prospects for community service sentences and the reasons for regulating community service sentences in the new criminal code. The method used in this research is the empirical legal method. The results of the study showed that 1) the reason for regulating community service penalties in the criminal code is the result of changes or shifts in the criminal and sentencing system which consider the principle of balance and the objectives of sentencing. 2) The prospect of community service sentences is in accordance with the aims and functions aspired to in the criminal code namely as an alternative to imprisonment, The inhibiting factors in the implementation of community service sentences lies in poor human resources and inadequate Bapas Pekalongan infrastructure, the absence of a regulatory mechanism for implementing community service sentences, as well as negative views of society towards convicts. | |
| 43435 | 46794 | C1I020007 | THE EFFECT OF DIGITAL LITERACY, SECURITY, EASE OF USE, AND THE BENEFITS OF DIGITAL PAYMENTS ON THE FINANCIAL PERFORMANCE OF SMES | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh literasi digital, keamanan transaksi, kemudahan penggunaan, dan manfaat pembayaran digital terhadap kinerja keuangan UKM di Banyumas. Penelitian ini menggunakan Theory of Planned Behavior (TPB) sebagai dasar penelitian. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara daring menggunakan Google Forms. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 150 UKM, yang dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria tertentu. Teknik analisis data yang digunakan meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Literasi digital memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap kinerja keuangan UKM, (2) Keamanan transaksi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan UKM, (3) Kemudahan penggunaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan UKM, (4) Manfaat pembayaran digital berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap kinerja keuangan UKM. | This study aims to identify and analyze the influence of digital literacy, transaction security, ease of use, and the benefits of digital payments on the financial performance of SMEs in Banyumas. The study employs the Theory of Planned Behavior (TPB) as its theoretical framework. The data used is primary data collected through an online questionnaire distributed via Google Forms. The study involves a sample of 150 SMEs, selected using purposive sampling based on specific criteria. The data analysis techniques include descriptive statistics, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, and hypothesis testing. The results of this study indicate that: (1) Digital literacy has a significant negative effect on the financial performance of SMEs, (2) Transaction security does not significantly affect the financial performance of SMEs, (3) Ease of use does not significantly affect the financial performance of SMEs, (4) The benefits of digital payments have a positive and highly significant effect on the financial performance of SMEs. | |
| 43436 | 46795 | G1A021005 | Hubungan Kadar Kortisol dengan Kemampuan Memori Kerja pada Mahasiswa Laki-laki Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman | Kortisol merupakan hormon steroid yang disekresikan oleh kelenjar adrenal sebagai respon terhadap stres. Kortisol dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, antara lain memori kerja. Memori kerja berfungsi dalam menyimpan dan memproses informasi selama periode waktu yang singkat sehingga berperan penting dalam proses pembelajaran, terutama untuk mahasiswa kedokteran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar kortisol dengan kemampuan memori kerja mahasiswa laki-laki Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah 37 mahasiswa yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Kortisol yang diambil adalah kortisol saliva dengan cara passive drool. Pengukuran kadar kortisol saliva menggunakan metode ELISA. Pengukuran kemampuan memori kerja menggunakan reading span task. Uji korelasi yang digunakan adalah uji korelasi pearson dengan uji normalitas shapiro-wilk. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa subjek memiliki rata-rata kadar kortisol normal, yaitu 11,31 ± 3,78 ng/mL dan rata-rata kemampuan memori kerja cukup tinggi, yaitu 39,73 ± 5,89. Hasil analisis bivariat dengan uji korelasi pearson menunjukkan r = 0,455 dan p = 0,005. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan dengan korelasi sedang dan arah positif antara kadar kortisol dengan kemampuan memori kerja pada mahasiswa laki-laki Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. | Cortisol is a steroid hormone secreted by the adrenal glands in response to stress. Cortisol can affect various body functions, including working memory. Working memory functions to store and process information in a short period of time so that it plays an important role in the learning process, especially for medical students. This study aims to determine the relationship between cortisol levels and working memory abilities of Jenderal Soedirman University medical students. This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach. The subjects of the study were 37 students selected using consecutive sampling techniques. The cortisol taken was salivary cortisol by passive drool. Measurement of salivary cortisol levels used the ELISA method. Measurement of working memory ability used reading span task. The correlation test used was the Pearson correlation test with the Shapiro-Wilk normality test. The results of the univariate analysis showed that the subjects had an average normal cortisol level, which was 11.31 ± 3.78 ng / mL and an average working memory ability that was quite high, which was 39.73 ± 5.89. The results of the bivariate analysis with the Pearson correlation test showed r = 0.455 and p = 0.005. The conclusion of this study is that there is a relationship with a moderate correlation and a positive direction between cortisol levels and working memory ability in male medical students at Jenderal Soedirman University. | |
| 43437 | 46796 | J1A021021 | Queer Audience's Interpretation Regarding Queer Representation in Netflix's Queer Eye: We're in Japan! (2019) Episode 2 | Penelitian ini mengkaji interpretasi representasi queer dalam serial Queer Eye: We’re in Japan! (2019), Episode 2—karena representasinya yang signifikan terhadap visibilitas queer—oleh audiens queer, menggunakan teori Encoding/Decoding dari Stuart Hall sebagai kerangka analisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana penonton queer menginterpretasikan enam kode dominan representasi queer dalam episode tersebut, yang dikategorikan sebagai (1) queer sebagai individu yang bergaya, (2) queer sebagai pemimpin agama (biksu), (3) queer sebagai guru kepercayaan diri, (4) queer sebagai pihak luar yang merasa terasing, (5) queer sebagai pengasuh atau nurturer, dan (6) queer sebagai penyintas diskriminasi atau trauma. Respons audiens dianalisis untuk menentukan posisi pembacaan yang diambil—Dominant-Hegemonic, Negotiated, dan Oppositional—terhadap setiap representasi. Hasil penelitian mengungkap spektrum interpretasi yang menggambarkankan bagaimana audiens queer menginterpretasikan makna yang terkandung dalam konten media berdasarkan latar belakang mereka yang beragam. Beberapa partisipan mengadopsi posisi dominant-hegemonic yang sejalan dengan pesan media yang dimaksudkan, sementara yang lain menunjukkan pembacaan yang negosiasi atau oposisi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini sejalan dengan teori Stuart Hall bahwa audiens menginterpretasikan pesan media melalui lensa konteks latar belakang mereka. Studi ini menunjukkan bahwa bahkan dalam kelompok yang tampak homogen, seperti audiens queer, terdapat keragaman yang signifikan dalam interpretasi media. Dengan mengungkap hasil ini, penelitian ini menyoroti bahwa tidak ada narasi atau reresentasi yang dapat sepenuhnya mencerminkan beragam pengalaman queer. Hal ini menunjukkan bahwa pembuat media sebaiknya berupaya untuk menciptakan cerita yang lebih inklusif dan autentik guna lebih mencerminkan keberagaman dalam komunitas queer. | This research examines the interpretation of queer representations in the series Queer Eye: We’re in Japan! (2019), Episode 2—due to its significant representation of queer visibility—by queer audiences, using Stuart Hall's Encoding/Decoding theory as its analytical framework. The research aimed to explore how different members of the queer community interpreted six dominant codes of queer representation within the episode, categorized as (1) queer as stylish, (2) queer as a religious leader, (3) queer as confidence gurus, (4) queer as outsiders who feel alienated, (5) queer as caretakers or nurturers, and (6) queer as survivors of discrimination or trauma. The audience responses were analyzed to determine the reading positions taken—Dominant-Hegemonic, Negotiated, and Oppositional—in relation to each representation. The findings revealed a broad spectrum of interpretations, illustrating how queer audiences interpert the meanings embedded within the media content based on their diverse personal, cultural, and social backgrounds. While some participants adopted a dominant-hegemonic stance that aligned with the intended media message, others exhibited negotiated or oppositional readings influenced by various factors such as sexual orientation, academic exposure, cultural identity, religion, and individual lived experiences. This research aligns with Stuart Hall's theory that audiences interpret media messages through the lens of their unique background contexts. The research demonstrates that even within a seemingly homogeneous group, such as a queer audience, there is considerable diversity in media interpretation. By revealing the varied interpretations within a seemingly homogeneous audience, this study highlights that no single narrative or representation can fully encapsulate the multifaceted experiences of queer individuals. This suggests that media creators should strive for greater inclusivity and authenticity in their storytelling to better reflect the diversity within marginalized groups. | |
| 43438 | 46798 | C1B021082 | SDGS, CSR, AND GCG ON LOW CARBON COMPANIES PROFITABILITY | Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh penerapan sustainable development goals, penerapan corporate social responsibility, dan good corporate governance terhadap profitabilitias perusahaan rendah karbon. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini merupakan perusahaan yang terdaftar di indeks IDX Low Carbon Leaders Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020-2023. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling yang menghasilkan sampel dengan jumlah 14 (empat belas) perusahaan rendah karbon selama tahun 2020-2023. Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dengan menggunakan aplikasi Eviews 10. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Penerapan SDGs tidak berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan, (2) Penerapan CSR tidak berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan, (3) Dewan direksi tidak berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan, (4) Dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan, (5) Dewan komisaris independen berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan, (6) Kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan, (7) Kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan, (8) Komite audit tidak berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan. Berdasarkan hasil tersebut, perusahaan rendah karbon diharapkan dapat meningkatkan proporsi dewan komisaris independen karena terbukti dapat meningkatkan profitabilitas. | This study aims to provide empirical evidence on the effect of implementing sustainable development goals, implementing corporate social responsibility, and good corporate governance on the profitability of low-carbon companies. This research is an associative research with a quantitative approach. The population in this study are companies listed on the IDX Low Carbon Leaders index of the Indonesia Stock Exchange in 2020-2023. The sample selection used purposive sampling method which resulted in a sample of 14 (fourteen) low carbon companies during 2020-2023. This study uses panel data regression analysis using the Eviews 10 application. The results of this study indicate that: (1) SDGs implementation has no effect on company profitability, (2) CSR implementation has no effect on company profitability, (3) Board of directors has no effect on company profitability, (4) Board of commissioners has no effect on company profitability, (5) Independent board of commissioners has a positive effect on company profitability, (6) Managerial ownership has no effect on company profitability, (7) Institutional ownership has no effect on company profitability, (8) Audit committee has no effect on company profitability. Based on these results, low-carbon companies are expected to increase the proportion of independent commissioners because it is proven to increase profitability. | |
| 43439 | 46745 | K1B020014 | PENGELOMPOKAN STASIUN BMKG DI JAWA TENGAH MENGGUNAKAN METODE K-MEANS CLUSTERING BERDASARKAN KARAKTERISTIK METEOROLOGI | Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dijadikan sebagai sumber informasi yang akurat mengenai cuaca. Karakteristik meteorologi yang diamati pada stasiun BMKG diantaranya adalah ketinggian wilayah, suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, dan hari hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan stasiun BMKG berdasarkan karakteristik meteorologi menggunakan metode K-Means Clustering. Berdasarkan data dari 34 stasiun BMKG di Jawa Tengah periode 2019-2023 diperoleh nilai rata-rata ketinggian wilayah 101,6536 mdpl, suhu udara 22,5965 derajat celcius, kelembaban udara 66,9224 persen, curah hujan 1848,3924 mm, dan hari hujan 119,5294 hari. Pengelompokan stasiun BMKG menghasilkan 3 cluster, yaitu cluster 1 dengan 22 stasiun BMKG, cluster 2 dengan 6 stasiun BMKG dan cluster 3 dengan 6 stasiun BMKG. Evaluasi pengelompokan menggunakan Davies-Bouldin Index menghasilkan nilai DBI 1,02575, yang berarti hasil pengelompokan cukup baik meskipun tidak optimal. | The Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG) is used as a source of accurate information about the weather. The meteorological characteristics observed at the BMKG station include altitude, air temperature, humidity, rainfall and rainy days. This research aims to group BMKG stations based on meteorological characteristics using the K-Means Clustering method. Based on data from 34 BMKG stations in Central Java for the 2019-2023 period, the average regional altitude value was 101.6536 meters above sea level, air temperature 22.5965 degrees Celsius, air humidity 66.9224 percent, rainfall 1848.3924 mm, and rainy days 119.5294 days. Grouping BMKG stations produces 3 clusters, namely cluster 1 with 22 BMKG stations, cluster 2 with 6 BMKG stations and cluster 3 with 6 BMKG stations. Evaluation of grouping using the Davies-Bouldin Index produces a DBI value of 1.02575, which means the grouping results are quite good although not optimal. | |
| 43440 | 46799 | C1A021038 | Pengaruh Program Keluarga Harapan terhadap Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia pada 10 Provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia Tertinggi di Indonesia | Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai stimulus untuk mengatasi kemiskinan menyebabkan beberapa permasalahan yang menjadi kendala pemerintah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Indonesia. Adanya provinsi dengan jumlah Keluarga Penerima Manfaat PKH terbanyak, tetapi tidak termasuk dalam provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh secara parsial dan simultan pengeluaran di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial dalam PKH terhadap peningkatan kualitas SDM pada 10 provinsi dengan IPM tertinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sumber data yang dipakai adalah data sekunder yang berasal dari situs resmi BPS, DJPK Kemenkeu, dan Kemensos. Teknik analisis data memakai analisis regresi data panel yang terdiri dari 10 provinsi dengan IPM tertinggi dari tahun 2018-2022 dibantu dengan aplikasi Eviews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan pengeluaran di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial dalam PKH berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM di Indonesia. Secara parsial pengeluaran di bidang pendidikan dalam PKH berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM. Pengeluaran di bidang kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM. Pengeluaran di bidang kesejahteraan sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM. Pemerintah perlu menentukan kebijakan adanya PKH guna mendukung tercapainya peningkatan pembangunan manusia. | The Family Hope Program (PKH) as a stimulus to alleviate poverty has introduced challenges that hinder the Indonesian government’s efforts to enhance the nation’s human resource (HR) development. Despite having the highest number of PKH beneficiary families, some provinces fail to rank among those with the highest Human Development Index (HDI). This study aims to analyze the partial and simultaneous effects of PKH expenditures on education, health, and social welfare on improving the quality of human resources in the 10 provinces with the highest HDI. This study employed a quantitative approach. The study utilized secondary data from the official websites of the Central Statistics Agency (BPS), the Directorate General of Fiscal Balance (DJPK) of the Ministry of Finance, and the Ministry of Social Affairs (Kemensos). Data analysis is conducted using panel data regression analysis involving the 10 provinces with the highest HDI from 2018 to 2022, assisted by Eviews 10 software. The findings revealed that simultaneously, PKH expenditures on education, health, and social welfare have a positive and significant effect on HDI in Indonesia. Partially, PKH expenditure on education and health has a positive and significant effect on HDI, while the expenditure on social welfare has no significant effect on HDI. The government should implement a PKH policy to promote human development. |