Artikelilmiahs
Menampilkan 4.281-4.300 dari 48.759 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 4281 | 14099 | B1J011110 | Hubungan antara Struktur Komunitas Gastropoda dan Tingkat Kerusakan Mangrove di Segara Anakan CIlacap | Segara Anakan Cilacap merupakan laguna yang dikelilingi oleh hutan rawa mangrove dan dataran berlumpur. Aktivitas masyarakat dalam pemanfaatan hutan mangrove dapat menyebabkan kerusakan pada hutan mangrove, termasuk di Segara Anakan yang luasannya mengalami penurunan akibat penebangan ilegal dan beralih fungsinya lahan menjadi tambak dan lahan pertanian, serta limbah yang dihasilkan oleh industri di sekitar kawasan tersebut. Kerusakan yang terjadi pada hutan mangrove menimbulkan dampak negatif bagi ekosistem mangrove itu sendiri beserta biota yang hidup di dalamnya, salah satu kelompok utama adalah Classis Gastropoda dari Phylum Mollusca. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui struktur komunitas gastopoda, mengetahui tingkat kerusakan mangrove di Segara Anakan dan mengetahui hubungan struktur komunitas gastropoda dengan tingkat kerusakan mangrove di Segara Anakan Cilacap.Hasil penelitian yang didapat yaitu kelimpahan spesies gastropoda tertinggi terdapat pada SA1 sebesar 91,56 ind.m-2 dan kelimpahan spesies terendah terdapat pada stasiun SA14 sebesar 26,67 ind.m-2. Diversitas spesies di kawasan mangrove Segara Anakan tergolong sedang (13 stasiun) dengan hanya 1 stasiun tergolong rendah keanekaragamannya. Terdapat 2 macam pola distribusi yaitu mengelompok (19 spesies) dan acak (2 spesies). Tingkat kerusakan mangrove di kawasan Segara Anakan dikategorikan tidak rusak (13 stasiun) dan rusak (2 stasiun). Hubungan antara kelimpahan dan keanekaragaman gastropoda dengan tingkat kerusakan mangrove ialah tidak saling mempengaruhi. | Segara Anakan Cilacap is a lagoon that surrounded by mangrove forest and muddy plain. Community activities in the utilization of mangrove caused damage to mangrove forest, included in Segara Anakan that occured degradation land by illegal loghing and switch function into farm and agriculture land, also waste genarated by industry around that region. The damage of mangrove forest affected the mangrove ecosystem itself and its biota that live in it, one of the main groups are Classis Gastropod of the Phylum Mollusc. The aim of this study is to determine community structure gastopod, the damage level of mangroves in Segara Anakan and the relationship of the community structure of gastropods and damage level of mangroves in Segara Anakan, Cilacap. The results obtained that the highest abundance of gastropod is at station SA1 91.56 ind.m-2 and the lowest at station SA14 6,67 ind.m-2. Species diversity in mangrove area Segara Anakan were moderate (13 stations) with only 1 station, relatively low diversity. There are two kinds of distribution patterns are clumped (19 species) and random (3 species). The rate of mangrove destruction in the region is not damaged categorized Segara Anakan (13 stations) and damaged (2 stations). The correlation between community structure of gastropod and level damage of mangrove is don't affect each other. | |
| 4282 | 14101 | H1K010026 | KANDUNGAN LOGAM BERAT KADMIUM DAN TIMBAL PADA BERBAGAI KEDALAMAN SEDIMEN DAN AKAR MANGROVE Rhizophora sp DI SUNGAI DONAN CILACAP | Aktivitas antropogenik baik industri maupun rumah tangga di Sungai Donan menyebabkan masuknya bahan-bahan pencemar yang mengandung logam berat, seperti cadmium (Cd) dan timbal (Pb) ke perairan. Logam tersebut dapat terakumulasi pada sedimen dan akar mangrove Rhizophora sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Cd dan Pb pada sedimen dan akar mangrove Rhizophora sp. berdasarkan kedalaman serta hubungan antara kandungan logam tersebut pada sedimen dengan akar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2015 menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel stratified sampling pada tiga stasiun dengan kedalaman 0 - 5 cm, 15 – 20 cm, dan 30 – 35 cm (dari permukaan sedimen). Kandungan logam Cd dan Pb pada sedimen maupun akar mangrove diukur menggunakan Atomic Absorption Spectometry. Hasil penelitian menunjukkan semakin dalam sedimen semakin besar kandungan Cd dan semakin kecil kandungan Pb. Semakin dalam akar semakin kecil kandungan Cd dan Pb pada akar mangrove. Hubungan kandungan Cd pada sedimen dengan pada akar memiliki korelasi yang negatif. Hubungan kandungan Pb pada sedimen dengan pada akar memiliki korelasi yang positif. | Anthropogenic activities both industries and households in Donan River led to an influx pollutants containing heavy metals, such as cadmium (Cd) and lead (Pb) in the waters. The metals could be accumulated in sediment and mangrove roots of Rhizophora sp. Aims of this research are to determine concentration of Cd and Pb in sediment and mangrove roots of Rhizophora sp. based on the depth and the relationship between the concentration of that metals in sediment with mangrove roots. This research was conducted in June 2015 using survey method and stratified sampling at three stations with a depth of 0-5 cm, 15-20 cm and 30-35 cm (from the sediment surface). Cd and Pb content in the sediment and mangrove roots was measured using Atomic Absorption Spectometry. The results showed that the deeper of sediment, concentration the higher Cd and the lower Pb. The deeper of mangrove roots, concentration the lower Cd and Pb. There is a negative correlation between Cd concentration in the sediment with mangrove roots and positive correlation for Pb concentration. | |
| 4283 | 14102 | G1G010035 | PERBANDINGAN EFEK ATORVASTATIN DAN ALENDRONAT TERHADAP KEPADATAN TULANG ALVEOLAR MANDIBULA PADA TIKUS MODEL PERIODONTITIS PASCA OVARIEKTOMI | Periodontitis ditandai dengan resorpsi tulang alveolar dan respon inflamasi akibat induksi bakteri patogen yang dampaknya dapat menyebabkan kehilangan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai kepadatan tulang alveolar mandibula tikus model periodontitis pasca ovariektomi antara pemberian atorvastatin dengan alendronat. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratoris murni dengan metode post-test only control design. Sebanyak 16 sampel dikelompokkan dalam 4 kelompok yaitu kelompok kontrol sakit (Ovariektomi + Ligasi + Akuades), kelompok atorvastatin (Ovariektomi + Ligasi + Atorvastatin), kelompok alendronat (Ovariektomi + Ligasi + Alendronat), kelompok kontrol sehat. Pengukuran kepadatan tulang alveolar dilakukan dengan teknik micro-Computed Tomography, menggunakan alat X-Ray difractometer XD-3H. Uji one way anova menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok dalam parameter ketebaan trabekula (p<0,05). Uji LSD menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok atorvastatin dan kelompok alendronat dalam parameter ketebaan trabekula (p<0,05). Atorvastatin lebih efektif untuk mempertahankan kepadatan tulang alveolar mandibula pada tikus model periodontitis pasca ovariektomi dibandingkan alendronat yang ditunjukkan dengan mempertahankan ketebalan trabekula. | Periodontitis characterized by alveolar bone resorption and inflammatory response caused by pathogen bacterial induced leading to tooth loss. The aim of this study was to compare the effect of atorvastatin and alendronat toward ovariectomized rats induced periodontitis density value. This study was an experimental laboratory research with post-test only control design method. There are 16 samples are classified into 4 groups which are unhealthy control group (Ovariectomy + Ligation + Aquadest), atorvastatin group (Ovariectomy + Ligation + Atorvastatin), alendronat group (Ovariectomy + Ligation + Alendronat), healthy control group. Alveolar bone density was determined with micro-Computed Tomography technique, use X-Ray difractometer XD-3H. One way Anova-test revealed that there were statistically significant differences on trabecular thickness parameters between all of group (p<0,05). LSD-test revealed that there were statistically significant differences on trabecular thickness parameters between atorvastatin group and alendronat group (p<0,05). Atorvastatin was more effective on prevent the alveolar bone mandibular density of ovariectomized rats induced periodontitis that alendronat was pointed with prevent the trabecular thickness. | |
| 4284 | 14109 | G1H011023 | PENGEMBANGAN PRODUK BISKUIT IKAN LELE ATAU BISKUIT IKAN NILA UNTUK BALITA KEKURANGAN ENERGI PROTEIN (KEP) | Biskuit merupakan produk makanan yang umumnya sering dijadikan sebagai makanan tambahan bagi balita khususnya yang mengalami Kekurangan Energi Protein (KEP). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk makanan tambahan dalam bentuk biskuit ikan lele dan ikan nila tinggi protein yang sesuai dengan kebutuhan balita KEP, memiliki tampilan, flavor dan aroma yang disukai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang dicoba terdiri dari 2 faktor yaitu: jenis daging ikan (S) yakni daging ikan lele (S1) dan daging ikan nila (S2); proporsi daging ikan : tepung terigu (P, b/b) sebesar 10% : 90% (P1); 20% : 80% (P2); 30% : 70% (P3), ada 6 kombinasi perlakuan yang diulang 3x sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Analisis variabel kimia menggunakan uji F (95%) dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5% dan variabel sensorik menggunakan Uji Friedman dan dilanjutkan dengan Uji Banding Ganda 5%. Kombinasi perlakuan terbaik menggunakan Uji Indeks Efektivitas. Hasil perlakuan terbaik adalah biskuit S1P1 (jenis daging ikan lele dengan proporsi daging ikan : tepung terigu 10% : 90%) dengan kandungan energi sebesar 504,5 kkal/100g: kadar air 10,02%bb; kadar abu 2,53%bk; kadar lemak total 22,96%bk; kadar protein total 12,26%bk; kadar karbohidrat by difference 62,21%bk; warna 2,24 (kuning tua); tekstur 2,47 (agak remah); flavor 2,98 (agak enak); aroma 3,56 (agak amis); kesukaan 3,78 (suka). Biskuit hasil perlakuan terbaik (S1P1) memberikan persen (%) kecukupan energi bagi balita usia 1-3 tahun sebesar 28,73%-42,14% dan protein sebesar 25,59%-38,4% sehingga dapat dijadikan sebagai makanan tambahan bagi balita KEP usia 1-3 tahun. | Biscuit is a food product which often used as a food supplement for children especially with Protein Energy Malnutrition (PEM). This research aims to develop additional food products in the form of catfish and tilapia high protein biscuits according to nutritional needs of toddlers with PEM, has the colour, teksture, flavour and aroma are preferred. This study uses a randomized block design (RBD). There are two factors to be tested: the type of fish meat (S) meat catfish (S1) and tilapia fish meat (S2); proportion of fish meat: flour (P, b/b) by 10% : 90% (P1); 20% : 80% (P2); 30% : 70% (P3), there are 6 combination treatment was repeated 3 times to obtain 18 units experiment. Analysis of chemical variables using the F test (95%) and continued by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) 5% and sensory variables using the Friedman test and continued with Comparative Test Dual 5%. The best combination treatment use Effectiveness Index Test. The best treatment results is S1P1 biscuit ( catfish meat with the proportion of fish meat : flour 10% : 90%) with an energy content of 504.5 kcal/100g; 10.02%ww of water content; 2.53%dw of ash content; 22.96%dw of total fat content; 12.26%dw of total protein content; 62.21%dw of carbohydrate by difference; 2.24 of color (dark yellow); 2.47 of textures (rather crumbs); 2.98 of flavor (rather good); 3.56 of aroma (rather fishy); 3.78 of favorite (like). The best biscuit product (S1P1) give a percent (%) of energy sufficiency for toddlers aged 1-3 years at 28.73% - 42.14% and amounted to 25.59% - 38.4% protein, so it can be used as a food supplement for toddlers aged 1-3 years with PEM. | |
| 4285 | 14103 | H1L012054 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS WEB MENGGUNAKAN YII FRAMEWORK (STUDI KASUS SMP AL-IRSYAD PURWOKERTO) | Peran guru bimbingan konseling di sekolah adalah membentuk kepribadian siswa menjadi pribadi yang baik. Tugas tersebut akan efektif apabila didukung dengan adanya sistem terkomputerisasi yang baik di sekolah agar proses pengolahan dan penyimpanan data bimbingan konseling dapat berjalan dengan lancar. Keterbatasan waktu dan jumlah guru BK yang terbatas menyebabkan proses bimbingan konseling menjadi kurang maksimal. Mulai dari pendataan catatan, rekapitulasi keterlambatan siswa, dan laporan catatan yang masih menggunakan buku biasa yang dirasa kurang efektif dan efisien. Oleh karena itu, untuk menanggulangi permasalahan tersebut dibutuhkan sistem informasi yaitu Sistem Informasi Bimbingan dan Konseling (SIBK) yang berfungsi untuk memudahkan guru bimbingan konseling dalam mengelola data pelanggaran, konsekuensi, tata tertib, catatan serta dapat mengetahui tentang rekam jejak yang dilakukan siswa di SMP Al-Irsyad Purwokerto. Sistem informasi ini telah selesai dibuat menggunakan teknologi Yii framework yang dirancang menggunakan UML (unified modeling language), PHP sebagai bahasa pemrograman, serta MySQL sebagai basis datanya. Dalam sistem ini juga terdapat fitur SMS gateway yang dapat membantu guru bimbingan konseling dalam menyampaikan informasi catatan kepada orang tua siswa. | The role of counseling teachers in school are forming the personality of the student. This assignment will be effective if supported by a good computerized system in school so that the processing and data storage counseling can run smoothly. Limited time and number of counseling teachers causing the counseling process is not maximum. The survey notes, recapitulation delay students, and the report notes still use conventional system which is not effective nor efficient. To overcome these problems, the school required an information systems Guidance and Counseling (SIBK) that facilitate counseling teachers in managing data breach, consequences, good governance, records including the track record the students. This information system has been created using technology Yii framework designed using UML (unified modeling language), PHP as the programming language and MySQL as its database. This system also provide SMS gateway features that can help counseling teachers in conveying information notes to parents. | |
| 4286 | 14720 | A1L012004 | PENGARUH BENTUK DAN SAAT APLIKASI PUPUK HAYATI MIKORIZA TERHADAP INDEKS PLASTISITAS, JANGKA OLAH TANAH ULTISOLS DAN PRODUKSI BAWANG MERAH | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan saat aplikasi pupuk hayati mikoriza manakah yang memberikan pengaruh terbaik terhadap indeks plastisitas, jangka olah tanah Ultisols dan produksi bawang merah. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, mulai Oktober 2015 sampai Januari 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial. Faktor yang dicoba yaitu tiga jenis kapsul pembungkus pupuk hayati mikoriza (bentuk formula butiran, kapsul instan dan tablet ultisols); dan saat aplikasi pupuk hayati mikoriza (bersamaan dengan saat tanam bawang merah, pada saat 5 hst dan pada saat 10 hst). Variabel yang diamati adalah bobot jenis isi, bobot jenis partikel, porositas tanah, batas cair, batas lekat, batas gulung, batas berubah warna, indeks plastisitas, jangka olah, tinggi tanaman, bobot umbi segar dan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk yang memberikan pengaruh terbaik terhadap indeks plastisitas dan jangka olah tanah Ultisols adalah bentuk formula kapsul instan, sedangkan bentuk yang memberikan pengaruh terbaik terhadap produksi bawang merah adalah bentuk formula butiran (curah). Waktu aplikasi yang memberikan pengaruh terbaik terhadap indeks plastisitas dan jangka olah tanah Ultisols adalah waktu aplikasi saat 10 hst. Waktu aplikasi yang memberikan pengaruh terbaik terhadap produksi bawang merah adalah waktu aplikasi saat tanam. | This study aims to assess the current application forms and mycorrhizal biofertilizers which gives the best effect for plasticity index, though the term Ultisols and shallot production. The experiment was conducted in screen house the Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, from October 2015 to January 2016. The study used randomized block design factorial design. Factors to be tested are three types of capsules wrapping mycorrhizal biofertilizers (form formula granules, capsules and tablets Ultisols); and time the application of biological fertilizer mycorrhizal (along with the time of planting shallots, during 5 days after planting and at 10 days after planting). The variables measured were the contents of specific gravity, specific gravity particles, soil porosity, liquid limit, limit of adhesion, roll boundaries, boundaries change color, plasticity index, though the term, plant height, fresh and dry tuber weight. The results showed that the shape which gives the best effect on the plasticity index and if the term is Ultisols instant form capsule formula, while the shape that gives the best effect on the production of shallot is a granular form of formula (bulk). Time application that gives the best effect on the plasticity index and if Ultisols period is the time when the application 10 days after planting. Time application that gives the best effect on the production of shallot is the time of application at planting. | |
| 4287 | 14106 | A1L011079 | KERAGAMAN KARAKTER AGRONOMIK POPULASI F2 HASIL PERSILANGAN PADI GALUR BAWOR 9 DENGAN SIAK RAYA DAN CIHERANG DENGAN DENDANG | Keunggulan padi galur Bawor 9 dan Ciherang yaitu tekstur nasi pulen dan berproduksi tinggi sedangkan padi varietas Siak Raya dan Dendang yaitu toleran terhadap salinitas. Kombinasi dari kedua tetua diharapkan mampu menghasilkan varietas baru dengan tekstr nasi yang pulen, toleran salinitas, serta berdaya hasil tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui keragaman karakter agronomik hasil persilangan padi galur Bawor 9 dengan Siak Raya dan Ciherang dengan Dendang; dan 2) mendapatkan galur-galur padi toleran salin yang berkualitas hasil tinggi serta berdaya hasil tinggi. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok teraugmentasi dengan perlakuan 5 galur F2 dan 3 ulangan untuk varietas kontrol. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah per malai, bobot 1000 biji, bobot gabah per rumpun, dan umur berbunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) karakter agronomik populasi F2 hasil persilangan galur Bawor 9 dengan Siak Raya berbeda nyata pada tinggi tanaman, panjang malai, dan jumlah gabah per malai. Sedangkan hasil persilangan Ciherang dengan Dendang berbeda nyata pada semua variabel kecuali bobot 1000 biji 2) galur yang dapat diteruskan sebagai F3 hasil persilangan galur Bawor 9 dengan Siak Raya yaitu Basira 21122, Basira 21130, Basira 21274, Basira 21275, Basira 2133, Basira 21128, dan Basira 2134. Sedangkan galur yang dapat diteruskan sebagai F3 dari persilangan Ciherang dengan Dendang yaitu Ciden 21331, Ciden 21289, Ciden 2121, Ciden 21249, Ciden 21210, Ciden 21232, dan Ciden 21311. | The excellence of Bawor 9 lines and Ciherang were had a fluffier texture and high yield. Besides, the excellence of Siak Raya and Dendang that was tolerant of salinity. The combination of both was expected to product new rice variety with a character of fluffier texture, tolerant of salinity, and had a high yield. This study was purposed to: 1) determine the diversity of agronomic characters of crossbreeded between Bawor 9 lines with Siak Raya and Ciherang with Dendang; and 2) obtain the lines that tolerant of saline, had a high yield and good quality. The study was held in the ricefield of Agriculture Faculty of Jenderal Soedirman University. The used experimental design was the augmented –RCBD with 5 treatments of F2 lines and 3 replications for comparison varieties. The plant height, total amount of tillers, amount of productive tillers, number of tassels, amount of unhulled rice, weight of 1000 grains, weight of grains per clump, and flowering age were the observed variables. The result of the study showed 1) agronomic character of F2 population of crossbreeding between Bawor 9 with Siak Raya rice lines had a high diversity of 3 variables; height of paddy, length of tassels, and amount of unhulled rice per tassels. In the other hand, population of crossbreeding between Ciherang with Dendang had a diversity of all variables except weight of 1000 grains. 2) There were 7 selected starins from crossbreeding of Bawor 9 lines with Siak Raya could be continued to determine as F3, they were: Basira 21122, Basira 21130, Basira 21274, Basira 21275, Basira 2133, Basira 21128, and Basira 2134. The 7 selected liness from crossbeeding of Ciherang with Dendang could be continued to determine as F3, they were Ciden 21331, Ciden 21289, Ciden 2121, Ciden 21249, Ciden 21210, Ciden 21232, and Ciden 21311. | |
| 4288 | 14107 | A1L011063 | PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA BERBAGAI JENIS PEMBENAH TANAH DAN TAKARAN PUPUK NITROGEN DI LAHAN PASIR PANTAI | Penelitian ini bertujuan untuk menentukan: 1) jenis pembenah tanah yang efektif bagi pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di lahan pasir pantai, 2) takaran pupuk nitrogen optimum bagi pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di lahan pasir pantai, 3) mengetahui interaksi antara jenis pembenah tanah yang efektif dan takaran pupuk nitrogen optimum bagi pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di lahan pasir pantai. Penelitian dilaksanakan di lahan pasir pantai Jetis, Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Faktor yang dicoba adalah pembenah tanah yang terdiri atas 4 jenis: tanpa pembenah tanah, Vertisol, pupuk kandang, campuran (Vertisol dan pupuk kandang) serta takaran pupuk N yang terdiri atas 3 aras: 90, 180 dan 270 kg N/ha. Data dianalisis dengan cara uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan DMRT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) bahan pembenah tanah campuran (Vertisol dan pupuk kandang) meningkatkan pertumbuhan tanaman bawang merah pada variabel tinggi tanaman dan kadar kehijauan daun, 2) takaran pupuk optimum bagi pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada variabel tinggi tanaman adalah setara dengan 224,62 kg N/ha, luas daun 234,16 kg N/ha, kadar kehijauan daun 188,87 kg N/ha dan hasil umbi kering 266,25 kg N/ha, sedangkan takaran 270 kg N/ha menunjukkan masih adanya peningkatan terhadap variabel bobot daun basah, jumlah umbi per rumpun, bobot basah per umbi, bobot umbi basah per rumpun dan hasil umbi segar, 3) interaksi antara jenis pembenah tanah dan takaran pupuk nitrogen terdapat pada variabel bobot tanaman kering dan bobot daun kering. | This research aimed to determine: 1) the effect of effective type of soil conditioner for the growth and yield of shallot in coastal sandy soil, 2) the optimum dose of nitrogen fertilizer for the growth and yield of shallot of shallot in coastal sandy soil, 3) determine the interaction between the effective type of soil conditioner and the optimum dose of nitrogen fertilizer for the growth and yield of shallot in coastal sandy soil. This research was conducted at Jetis beach sandy soil, Banjarsari village, Nusawungu sub-ditricts, Cilacap regency, on August to October 2015. This research used Randomized Completely Block Design (RAKL). Factors that tested in the research as soil conditioner consist of 4 types: without soil conditioner, Vertisol, manure and mix soil conditioner (Vertisol and manure} and then dosage of N fertilizer consisted of 3 levels: 90 (T0), 180 kg (T1) and 270 kg N/ha. Data were analyzed with using F test, if it was significant different, it would be continued by DMRT at the error rate 5%. The results showed that 1) the result indicated that the mix of soil conditioner (Vertisol and manure) increased the growth of shallot on plant height and greenish of leaf level variables, 2} the optimum dose of fertilizer for the growth and yield of shallot was on plant height variable aqual to 224.62 kg N/ha, leaf area by 234.16 kg N/ha, greenish of leaf levels by 188.87 kg N/ha and dry bulb yield by 266.25 kg N/ha. Fertilizer dose of 270 kg N/ha indicated that there was an increase on fresh leaf weight, number of bulb per hill, weight per bulb, weight of bulb per hill and fresh bulb yield, 3) The interaction between the type of soil conditioner and the dose of N fertilizer was on weight of dry plant and weight of dry leaf variables. | |
| 4289 | 14108 | A1L011123 | PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NZEO-SR TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH DAN PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI PADA ULTISOL | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh pupuk NZEO-SR terhadap beberapa sifat kimia Ultisol, 2) mengetahui pengaruh takaran pupuk NZEO-SR terhadap pertumbuahan tanaman cabai, dan 3) mendapatkan takaran pupuk NZEO-SR yang optimal untuk meningkatan pertumbuhan tanaman cabai pada tanah Ultisol. Penelitian dilaksanakan di lahan kering dengan jenis Ultisol yang berlokasi di Desa Karangrau, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas pada bulan Maret sampai November 2015. Analisa pupuk dan tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan 3 ulangan. petak utama adalah varietas tanaman cabai dengan 2 aras yakni, varietas cabai merah (V1) dan varietas cabai keriting (V2). Anak petak adalah takaran pupuk NZEO-SR yakni, 0 kg N/ha (N0), 30 kg N/ha (N1), 60 kg N/ha (N2), 90 kg N/ha (N3), 120 kg N/ha (N4), 150 kg N/ha (N5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Pemberian pupuk NZEO-SR dapat menurunkan pH H2O dan pH KCl tanah, meningkatkan DHL, Al-dd, N tersedia, N total tanah dan tinggi tanaman cabai, tetapi tidak berpengaruh terhadap H-dd dan jumlah cabang tanaman cabai. Takaran pupuk NZEO-SR setara 89,29 kg N/ha merupakan takaran optimum untuk meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman cabai. | This research aims to: 1) know the effect of NZEO-SR fertilizer on some chemical properties of Ultisol, 2) know the effect of NZEO-SR fertilizers to pepper plants growth, and 3) obtain the optimum NZEO-SR fertilizers dose to improve the growth of pepper plants on Ultisol. The research was conducted on dry land with Ultisol located in the Karangrau village, Banyumas District, Banyumas. From March to November 2015. The fertilizer and soil analysis carried out in the Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This study used Split plot design with three replications. The main plot was pepper plant varieties with two levels, wich were, red chili varieties (V1) and varieties of curly chili (V2). The subplots were doses of NZEO-SR fertilizer wich were, 0 kg N / ha (N0), 30 kg N / ha (N1), 60 kg N / ha (N2), 90 kg N / ha (N3), 120 kg N / ha (N4), 150 kg N / ha (N5). The results showed that : NZEO-SR fertilizer decreased pH H2O and pH KCl of soil, increased EC, Exchangeable Al, N avaible, N total and pepper plant height, but did not significantly affect Exchangeable Hidrogen and the number of pepper branches. The apllication NZEO-SR dose of fertilizer equivalent of 89.29 kg N / ha was the optimum dose to increase the high growth of pepper plants. | |
| 4290 | 14086 | A1L011023 | PEMANFAATAN LARUTAN PULSING DALAM MEMPERPANJANG VASE LIFE BUNGA POTONG KRISAN | Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui pengaruh komposisi larutan pulsing yang tepat terhadap kesegaran bunga potong krisan, 2) Mengetahui pengaruh lamanya waktu perendaman pulsing yang tepat untuk memperpanjang kesegaran bunga potong krisan, 3) Mendapatkan komposisi larutan pulsing dan lamanya waktu pulsing terbaik dalam memperpanjang masa kesegaran bunga potong krisan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Juni sampai Juli 2015. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu komposisi larutan pulsing berisi air 300 ml (tanpa penambahan bahan kimia); gula pasir 10 % + Asam sitrat 150 ppm + 2 ml NaOCl 5,25 % + air sampai 300 ml; gula pasir 15 % + Asam sitrat 150 ppm + 2 ml NaOCl 5,25 % + air sampai 300 ml; gula pasir 20 % + Asam sitrat 150 ppm + 2 ml NaOCl 5,25 % + air sampai 300 ml). Faktor kedua yaitu lama waktu perendaman larutan pulsing terdiri dari 4 taraf yaitu: (waktu perendaman 2 jam, 4 jam, 6 jam dan 8 jam). Variabel yang diamati adalah masa kesegaran, total larutan terserap, diameter bunga, warna bunga, saat bunga layu, dan persentse bunga layu. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan komposisi larutan pulsing dengan penambahan larutan gula 10% + asam sitrat 150 ppm + 2 ml NaOCl 5,25 % merupakan penggunaan gula yang efisien dan mampu memperpanjang masa kesegaran bunga potong krisan sampai 29,75 hari, perlakuan waktu perendaman 8 jam dengan larutan pulsing memberikan pengaruh nyata terhadap masa kesegaran bunga potong krisan mencapai 30 hari. Perlakuan interaksi komposisi larutan pulsing dan lama perendaman tidak menunjukkan pengaruh terhadap semua variabel. | The research purposes are 1). To know the best effect of exact pulsing composition to freshness of cut chrysanthenum flowers 2). To know the best effect of soaking duration of the pulsing extract to freshness of cut chrysanthenum flowers, 3). To get the best composition and soaking duration of pulsing to prolong the freshness of cut chrysanthenum flowers. The research was conducted at the Laboratory of Agronomy, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman from June to July 2015. The experimental used was a completely randomized design (CRD) with three replications. The first factor is the composition of pulsing solutions 300 ml water (without addition of chemicals); sugar 10% + 150 ppm citric acid + 2 ml NaOCl 5.25% + water up to 300 ml; 15% sugar + 150 ppm citric acid + 2 ml NaOCl 5.25% + water to 300 ml; 20% sugar + 150 ppm citric acid + 2 ml NaOCl 5.25% + water up to 300 ml. The second factor is the soaking duration of pulsing solution which consists of 4 levels, namely: soaking time 2 hours, 4 hours, 6 hours and 8 hours. The variables measured were the freshness period, total solution absorbed, flower diameter, flower color , when flowers wilt, and wilted flowers persentage. The results showed treatment pulsing composition with the addition of sugar solution 10% + 150 ppm citric acid + 2 ml of 5.25% NaOCl are the eficient sugar solution and prolong the freshness of chrysanthenum cut flowers until 29.75 days, 8 hours soaking time treatment with a pulsing solution shows the effect to freshness of cut flowers that period until 30 days. Treatment interaction compotition pulsing extract and soaking time does not show the effect of all the variables | |
| 4291 | 14041 | A1L010203 | PENGARUH TAKARAN PUPUK NZEO-SR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI GOGO PADA TANAH ULTISOL | Penelitian ini bertujuan untuk 1). Mengetahui pengaruh pupuk NZEO-SR terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo pada tanah ultisol. 2). Mendapatkan takaran pupuk NZEO-SR yang optimum untuk meningkatkan produksi padi gogo. Penelitian ini dilaksanakan di lahan kering dengan jenis Ultisol di Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas pada bulan Maret sampai November 2014 dan di Laboratorium Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Seodirman, Purwokerto. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Petak Terbagi (Split Split Plot Design). Sebagai petak utama (main plot) adalah jenis padi gogo yaitu INPAGO UNSOED 1 dan galur G 136; anak petak (sub plot) adalah komposisi pupuk NZEO-SR, 2 jenis yaitu 1) K1: merupakan pupuk NZEO-SR berdiameter 2,0-2,5 mm dengan komposisi abu sekam padi 2%, kalsium karbonat 1%, dan lempung monmorilonitik 3%, 2) K2: merupakan pupuk NZEO-SR diameter 2,5-3,0 mm dengan komposisi kalsium karbonat 1%, dan lempung monmorilonik 3% ; dan anak-anak petak (sub sub plot) adalah takaran pupuk NZEO-SR, yaitu N0 = 0 kg N/ha, N1 = 25 kg N/ha, N2 = 50 kg N/ha, N3 = 75 kg N/ha, N4 = 100 kg N/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NZEO-SR berpengaruh sangat nyata pada variabel pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan produktif, bobot basah tanaman, bobot basah kering tanaman, bobot basah gabah isi, bobot basah gabah hampa, bobot kering gabah isi, bobot kering gabah hampa, jumlah gabah isi, dan jumlah gabah hampa serta berpengaruh nyata terhadap bobot 1000 butir biji. Aplikasi pupuk NZEO-SR setara dengan 100 kg N/ha dapat meningkatkan produksi tanaman padi gogo sebesar 28,9%. Komposisi pupuk NZEO-SR tidak berpengaruh nyata pada semua variabel pengamatan | This study aims to 1). Knowing the influence of NZEO-SR fertilizers on growth and yield of upland rice on land ultisol. 2). Getting the optimum dose of NZEO-SR fertilizers to improve the production of upland rice. The research was conducted on dry land with a kind Ultisols in the village Tanggeran, Somagede subdistrict, Banyumas in March and November 2014 and in the Laboratory of Agronomy, Faculty of Agriculture, University General Seodirman, Purwokerto. The experimental design used Split Split Plot Design. The main plot is a species of upland rice is Inpago UNSOED 1 and strain G 136; sub plot is a fertilizer composition NZEO-SR, 2 types: 1) K1: a fertilizer NZEO-SR 2.0-2.5 mm in diameter with a composition of rice husk ash 2%, 1% calcium carbonate, and clay monmorilonitik 3%, 2) K2: a fertilizer NZEO-SR 2.5-3.0 mm diameter with a composition of 1% calcium carbonate, and clay monmorilonik 3%; and sub sub-plot are fertilizers NZEO-SR, ie N0 = 0 kg N / ha, N1 = 25 kg N / ha, N2 = 50 kg N / ha, N3 = 75 kg N / ha, N4 = 100 kg N / ha. So the number of treatments is 2 x 2 x 5 or 20 combinations of treatment, which was repeated 3 times obtained 60 experimental units. The results showed that the application NZEO-SR fertilizer provides very significant effect on plant height, number of leaves, number of productive tillers, wet weight of plant, fresh weight of dried plants, weight of grain fill, the weight of wet grain hollow, dry weight filled grain, grain vacuum dry weight, number of filled grain, and the number of empty grain and it provides significantly affect the 1000 grain weight of seed. NZEO-SR application of fertilizer equivalent to 100 kg N / ha can increase crop production upland rice by 28.9%. Compositions of NZEO-SR fertilizer have no real effect on all variables observation. | |
| 4292 | 14129 | E1A012064 | PEMBUKTIAN TERHADAP TERDAKWA ANAK DALAM TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 03/Pid.Sus-Anak/PN.Pwt) | ABSTRAK Pembuktian merupakan inti dari persidangan, tanpa pembuktian, putusan hakim akan jauh dari rasa keadilan. Seiring berjalannya waktu, tindak pidana yang terjadi semakin beragam, baik yang dilakukan oleh pelaku dewasa maupun pelaku anak. Anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dijaga akhlaknya agar kelak dapat berinteraksi dengan baik dimasyarakat, sehingga apabila anak melakukan tindak pidana maka proses persidangan berlangsung tertutup dan berbeda dari proses persidangan pelaku dewasa agar tidak mempengaruhi psikologis anak. Persidangan dimana pelaku tindak pidana adalah seorang anak diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang merupakan Undang-Undang khusus dari Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Pembuktian dalam hukum acara pidana pada umumnya diatur dalam Pasal 183 Kitab Undang-Undang Hukum acara Pidana (KUHAP) dan Pasal 184 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pembuktian terhadap terdakwa anak khususnya dalam tindak pidana persetubuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pendekatan yuridis normatif. Berdasarkan Putusan Pengadilan Nomor 03/Pid.Sus-Anak/2014/PN.Pwt, anak terbukti bersalah melakukan tindak pidana persetubuhan, dimana dalam perkara tersebut hakim berpendapat bahwa terdakwa melanggar Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Hakim memutus berdasarkan alat bukti saksi, visum et repertum, dan keterangan terdakwa. Hakim juga mempertimbangan laporan dari litmas dan berdasarkan keyakinan hakim itu sendiri. Kata Kunci : pembuktian, terdakwa anak, persidangan anak, tindak pidana persetubuhan | ABSTRACT Verification is at the core of the court , without verification, decisions of the judge will far from the sense of justice. Through the passing of time, crimes which happened progressively , it is eihter done by the adult or the children. Children is generation which must be preserved good behaviour so that they can interact with good in the community , so if the children do a criminal act, so the court will be held closed and different from the court of the adult, so it is not affect to childs psychology. Court wherein the offender crimes is a child arranged in regulations number 11 of 2012 about the child criminal justice system who is a special acts of The Book of a Legal Statute the Criminal Law ( KUHAP) . In law the event of criminal in general set in article 183 The Book of a Legal Statute the Criminal Judicial Procedure ( KUHAP ) and article 184 The Book of a Legal Statute the Criminal Judicial Procedure ( KUHAP ) . The purpose of this research that is to know of verification of the child defendant as especially in criminal intercourse. This research in a qualitative methods with the juridical normative methods approach. Based on Judicial Decisions Number 03/ Pid.Sus-Anak/2014/PN.Pwt, children convicted a criminal offense coitus, where in the case judge thought that the defendant violated article 81 paragraph ( 2 ) of the Regulation Number 23 of 2002 about The Protection of Children. The judge resolve based the proof, there are witness, the visum of repertum, and the expalnation of the defendant. The judge also consider the Litmas and based on his own conviction. | |
| 4293 | 14168 | A1C011075 | ANALISIS FINANSIAL USAHATANI KACANG TANAH (Arachis Hypogaea, L.) DI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS | Kecamatan Kembaran merupakan salah satu daerah penghasil kacang tanah di Kabupaten Banyumas yang memiliki luas panen terbesar yaitu 298 hektar. Kacang tanah di Kecamatan Kembaran berpotensi untuk dikembangkan karena dapat meningkatkan pendapatan petani. Sebagian besar petani kacang tanah belum mengetahui apakah secara finansial usahatani kacang tanah yang dijalankan sudah menguntungkan atau belum dan berapa tingkat keuntungan yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan dalam usahatani kacang tanah di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, 2) Mengetahui titik impas atau BEP (Break Even Point), 3) Mengetahui apakah usahatani kacang tanah di Kecamatan Kembaran layak dijadikan sebagai usaha. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kramat dan Sambeng Kulon, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas pada 1 Agustus 2015 sampai 4 September 2015. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dengan jumlah sampel sebanyak 43 petani kacang tanah. Pengambilan sampel petani ditentukan dengan menggunakan metode stratified random sampling. Sampel terbagi kedalam 2 strata, yaitu pada strata 1 terdapat 37 petani dan strata 2 terdapat 6 petani. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis R/C dan analisis Break Even Point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada usahatani kacang tanah produksi rata-rata luas lahan garapan 0,30 hektar selama satu musim tanam sebanyak 524,58 kg dengan total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp3.331.207,28. Rata-rata penerimaan sebesar Rp5.808.895,35 dan pendapatan yang diterima sebesar Rp2.477.688,07. Nilai R/C mencapai 1,74, BEP produksi sebanyak 148,02 kg, BEP harga sebesar Rp6.519,44 dan BEP penerimaan sebesar Rp1.633.827,83. | Kembaran District is one of peanut producing areas in Banyumas which has the largest harvested area with 298 hectares. Peanuts in Kembaran District is potentially developable for increasing farmers income. Most peanut farmers do not yet know whether farming peanut run is financially benefitable or not, and how much profits are gained. This study aims to: 1) Determining the amount of production costs, revenues, and income from farming peanut in Kembaran District, Banyumas Regency, 2) Knowing break-even or BEP (Break Even Point), 3) Knowing whether farming peanut in Kembaran District is worth to serve as a business. This research was conducted in the village of Kramat and Sambeng Kulon, Kembaran District, Banyumas Regency on August 1st, 2015 until September 4th, 2015. The method used is the method of survey with a total sample of 47 peanut farmers. The sampling farmer is determined by using stratified random sampling method. The sample was divided into two stratum, the stratum 1 there were 37 farmers and stratum 2, there are 6 farmers. The analytical method used is the analysis of costs and revenues, the analysis of R/C and Break Even Point analysis. The results showed that the average production of farming peanut land area 0,30 hectare during the growing season as much as 524,58 kg of the total costs incurred by Rp3.331.207,28. The average revenue of Rp5.808.895,35 and income of Rp2.477.688,07. R/C value reached 1.74, BEP production as much as 148,02 kg, the BEP price of Rp6.519,44 and BEP revenue of Rp1.633.827,83. | |
| 4294 | 14110 | E1A012186 | IMPLEMENTASI PASAL 22 AYAT (1) HURUF (C) PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG TOKO MODERN | ABSTRAK Implementasi Pasal 22 Ayat (1) Huruf (c) Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 3 Tahun 2010 Tentang Toko Modern Oleh : Ilmira Febrizka E1A012186 Penelitian ini berjudul “Implementasi Pasal 22 Ayat (1) Huruf (c) Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 3 Tahun 2010 Tentang Toko Modern” penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkembangnya toko modern di Kabupaten Banyumas yang dalam pendiriannya belum memiliki Izin Usaha Toko Modern (IUTM) sehingga Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2010 belum terimplementasi dengan baik. Rumusan masalahnya yaitu, 1) Bagaimana pendirian toko modern berdasarkan Pasal 22 Ayat (1) Huruf (c) Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 3 Tahun 2010 tentang Toko Modern?, 2) Bagaimana dampak hukum toko modern yang melanggar Pasal 22 Ayat (1) Huruf (c) tersebut? Penelitian ini termasuk tipe penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan yang mencakup peraturan tertulis, buku literatur hukum, jurnal penelitian hukum, sumber internet, media cetak serta wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa di Kabupaten Banyumas masih banyak toko modern yang belum memiliki Izin Usaha Toko Modern (IUTM) atau hanya memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau bahkan tidak berizin. Toko modern yang tidak berizin ini memberikan dampak terutama bagi pelaku usaha pasar tradisional dan UMKM. Pemerintah harus meningkatkan pengawasan terkait pendirian toko modern yang belum memiliki izin dan melakukan tindakan nyata dengan menjatuhkan sanksi sesuai dengan Peraturan yang berlaku. Kata kunci : Implementasi, Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas, Toko Modern | ABSTRAK The Implementation of Article 22 Paragraph (1) Letter (C) Regulation Distric Banyumas No. 3 of 2010 on a Modern Shop Oleh : Ilmira Febrizka E1A012186 This research titled “The Implementation of Article 22 Paragraph (1) Letter (C) Regulation Distric Banyumas No. 3 of 2010 on a Modern Shop” this research background by the development of modern shop in district banyumas that in the job does not have a business licence of modern shop or IUTM so that local regulation no.3 of 2010 has not been well implemented. The problem formulation namely 1) How does the establishment of a modern shop under Article 22 paragraph (1) letter (c) of Regulation District Banyumas No. 3 of 2010 on Modern Shop? 2) How does the law impact modern store in violation of Article 22 paragraph (1) letter (c) of the? This research include the type of juridical normative approach to legislation. The type of data is used by secondary data and data collection method is used by the study of literature book, journal legal research, source internet, print media and interview. The results of this research suggest that in Banyumas there are exist many modern shops that have yet to have IUTM or only have SIUP even some go licenseless. Modern shops that don't have licence give bad impact especially to those business leaders that contribute in traditional market and UMKM as well. Goverment must improve the supervision about the establishment in modern shops that don't have the lisence and give sanction in accordance with the effective regulation. Keywords : Implementation, Regulation Banyumas regency, Modern Shop | |
| 4295 | 14111 | H1H011022 | KARAKTERISTIK MORPHOANATOMI BENIH SIDAT (Anguilla spp.) YANG DIPEROLEH DARI PERAIRAN SELATAN JAWA TENGAH | Penelitian berjudul “Karakteristik Morphoanatomi Benih Sidat (Anguilla spp.) yang diperoleh dari Perairan Selatan Jawa Tengah”. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui karakteristik morphoanatomi benih sidat yang diperoleh dari perairan selatan Jawa Tengah berdasarkan nilai faktor kondisi, indeks hepatosomatik dan indeks viscerasomatik. Metode penelitian yang digunakan yaitu survey. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 8 kali selama 8 bulan terhitung dari bulan April sampai dengan bulan November di Kabupaten Banyumas, Cilacap dan Kebumen. Variabel penelitian yang diamati meliputi faktor kondisi, indeks hepatosomatik, indeks viscerasomatik. Hasil penelitian meninjukkan nilai faktor kondisi yang diperoleh di Kabupaten Banyumas berkisar antara 0,13 ± 0,02 – 0,21 ± 0,17, di Kabupaten Cilacap berkisar antara 0,13 ± 0,02 – 0,15 ± 0,02 dan di Kabupaten Kebumen adalah berkisar antara 0,11 ± 0,02 – 0,14 ± 0,02. Indeks Hepatosomatik yang diperoleh di Kabupaten Banyumas selama delapan bulan pengambilan sampel berkisar antara 0,66 ± 0,39 – 1,29 ± 0,21, di Kabupaten Cilacap berkisar antara 0,95 ± 0,22 – 1,24 ± 0,37, dan di Kabupaten Kebumen berkisar antara 0,95 ± 0,14 – 1,13 ± 0,29. nilai indeks viscerasomatik yang diperoleh di Kabupaten Banyumas selama delapan bulan pengambilan sampel berkisar antara 1,36 ± 0,86 – 4,25 ± 1,90, nilai indeks viscerasomatik yang diperoleh di Kabupaten Cilacap adalah berkisar antara 2,77 ± 1,03 – 3,78 ± 1,06 dan nilai indeks viscerasomatik diperoleh dari Kabupaten Kebumen adalah berkisar antara 2,73 ± 0,49 – 3,49 ± 0,78. Nilai panjang yang diperoleh di Kabupaten Banyumas berkisar antara 21,96 ± 1,38 – 27,43 ± 1,81, di Kabupaten Cilacap berkisar antara 23,92 ± 2,65 – 27,50 ± 2,21 dan di Kabupaten Kebumen berkisar antara 22,54 ± 1,65 – 23,59 ± 2,01. | The research entitle “The Morphoanatomy Characteristic of Eel fry (Anguilla spp.) from Southern coast of Central Java”. The purpose of research is to find out the morphoanatomy characteristic of Eel fry obtained from the rivers of Southern Central Java based on the value of condition factor, hepatosomatic index and viscerasomatic index. The research done by survey, method sampling conducted eight months from April to November in Banyumas regency, Cilacap and Kebumen. The result of this research shows the Value of condition factor from Banyumas regency is around 0.13±0.02 – 0.21±0.17, in Cilacap about 0.13±0.02 – 0.15 ± 0.02 and in Kebumen regency is about 0.11±0.02 – 0.14±0.02. The result of this research shows the Value of Hepatosomatic Index for Banyumas regency is around 0.66 ±0.39 – 1.29 ±0.21, in Cilacap about 0.95±0.22 – 1.24 ±0.37, and in Kebumen regency is about 0.95±0.14 – 1.13±0.29. The value of viscerasomatic index from Banyumas regency is around 1.36±0.86 - 4.25±1.90, in Cilacap about 2.77±1.03 – 3.78±1.06 and in Kebumen regency is about 2.73±0.49 – 3.49±0.78. The value of length for Banyumas regency is around 21.96±1.38 – 27.43±1.81, in Cilacap about 23.92±2.65 – 27.50 ±2.21 and in Kebumen regency is about 22.54±1.65 – 23.59±2.01. | |
| 4296 | 14112 | C1L011032 | The Influence of Profitability, Solvency and Auditor's Opinion on Audit Report Lag | Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh profitabilitas,solvabilitas dan opini auditor terhadap audit report lag pada perusahaan pertambangan sub sektor batu bara yang terdaftar di Indonesia stock exchange . Setiap perusahaan publik diminta untuk membuat laporan keuangan menyediakan sesuai dengan standar akuntansi yang terdaftar diaudit oleh akuntan publik dengan otoritas keuangan yang dikenal sebagai OJK. Pengumuman laba berisi berita baik maka pihak manajemen akan cenderung melaporkan tepat waktu. Jika pengumuman laba berisi berita buruk maka pihak manajemen cenderung melaporkan tidak tepat waktu. Karena jika perusahaan mengalami kerugian, akan memerlukan proses pengauditan yang lama, dan akan membutuhkan biaya yang mahal. oleh arena itu , akan ada penundaan dalam menyediakan laporan keuangan kepada publik .Penundaan dalam penyerahan atau publikasi laporan keuangan bisa jadi akan terkena periode pelaporan ( audit report lag ) audit report lag adalah masa antara tanggal perusahaan sampai tanggal fiskal audit. metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode purposive sample. data berupa laporan keuangan tahunan perusahaan yang telah di publikasikan. analisis teknik menggunakan regresi linear berganda dengan uji hipotesis menggunakan t dan f dengan tingkat level kepercayaan 5%. total dari keseluruhan objek adalah 18 dari 22 perusahan dari tahun 2012 - 2014. kesimpulan dari hasil penelitian adalah : (1) Profitabilitas mempunyai pengaruh signifikan terhadap audit report lag (2) solvabilitas tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap audit report lag (3) opini auditor mempunyai pengaruh signifikan terhadap audit report lag. | The purpose of this study is to analyze the influence of profitability, solvency and auditor’s opinion to audit report lag on sub sector coal mining companies listed on Indonesian Stock Exchange. Every public company is required to submit financial statements prepared in accordance with accounting standards audited by a registered public accountant with Financial Authority that is known as OJK. Earnings announcement that contains good news, then management will tend to report on time. If the earnings announcement contains bad news the management tends to report not timely. Because if the company suffered losses, it will require a long auditing process, and will be costly. Therefore, there will be a delay in delivering financial reports to the public. The delay in the submission or publication of the financial statements may be affected by a period of audit reporting (audit report lag). Audit report lag is the period between the dates of the company's fiscal to the date of the audit report The research method used is quantitative study with purposive sampling method. Data are obtained from the company's financial statements which have been published. The analysis technique used is multiple linear regression and hypothesis testing using t and f statistics with a confidence level of 5%. The total of research object is 18 from 22 listed companies from 2012 to 2014. The conclusions are as follows: (1) profitability has significant influence on audit report lag, (2) solvency has no significant influence on audit report lag (3) auditor’s opinion has significant influence on audit report lag. | |
| 4297 | 14130 | E1A012133 | PEMBERIAN BANTUAN HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA TERORISME MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG BANTUAN HUKUM | Bantuan hukum diberikan kepada setiap orang yang berhak tanpa adanya diskriminasi, termasuk kepada pelaku tindak pidana terorisme. Namun pada praktiknya pemberian bantuan hukum masih belum banyak membantu pelaku tindak pidana terorisme untuk memperoleh keadilan. Metode penelitian hukum normatif dan empiris digunakan untuk mengungkapkan persoalan tersebut. Hasil penelitian secara normatif menunjukan bahwa masih terdapatnya hak-hak dari tersangka/terdakwa terorisme yang belum terakomodir oleh UU No.16/2011 tentang Bantuan Hukum, KUHAP dan peraturan perundang-undangan lainnya. Sehingga belum memberikan keadilan bagi tersangka/terdakwa terorisme. Pada ranah praktik, pemberian bantuan hukum ini belum dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, karena pemberian bantuan hukum belum diberikan sejak awal pemeriksaan, prosedur pemberian bantuan hukum belum sesuai dengan perundang-undangan, tersangka/terdakwa tidak secara bebas memilih dan menentukan advokatnya serta masih terdapatnya advokat yang tidak profesional dalam memberikan pendapingan terhadap tersangka/terdakwa. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan amandemen peraturan perundang-undangan yang mengatur bantuan hukum dan terorisme, dibentuknya lembaga pengawas peradilan pidana yang diselenggarakan oleh negara dan diperluas akses informasi dan peningkatan kebebasan untuk memilih dan memperoleh bantuan hukum yang diinginkan. Kata Kunci : bantuan hukum, terorisme, advokat, akses pada keadilan. | Legal aid is given to every person who is entitled without discrimination, including to the doer of terrorism. But in practice, legal aid is still not enough to help the doer of terrorism to get justice. Normative legal and empirical research methods is used to reveal that problem. The research which used normative method show that there are some rights of the suspect/defendant of terrorism still can not be accomodated by the law number 16 year 2011 about Legal Aid, the Criminal Code, and other regulations. So still do not give justice toward the suspect/defendant of terrorism. In practical, legal aids given have not been implemented in accordance with the regulations, because the legal aids has not been given since at the beginning of investigation, the procedure of giving a legal aids not in accordance with the regulations, the suspect/defendant of terrorism not freely choose their lawyer and there is still not professional lawyer who give their legal aids to the suspect/defendant of terrorism. Accordingly, so the regulations which regulate about legal aids and terrorism needs to do amandement, the establishment of supervisor of the criminal justice institution which is organized by the state and expanded by the access of information and improvement of freedom to choose and get legal aids that wanted. Keywords: legal aid, terrorism, lawyer , access to justice. | |
| 4298 | 14131 | A1H011005 | Analisis Kinerja Minyak Kelapa Sawit Sebagai Fluida Kerja Dalam Panci Bertekanan Pada Sistem Konsentrator Surya Tipe Parabola | Energi surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang potensial untuk memenuhi kebutuhan energi dalam kehidupan. Kekuatan intensitas radiasi matahari rata-rata di Indonesia adalah 4,8 kWh/m2 membuat energi surya memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Pemanfaatan energi panas matahari dapat dilakukan dengan menggunakan sistem konsentrator surya. Prinsip kerja dari sistem konsentrator surya adalah dengan memusatkan cahaya matahari menggunakan reflector untuk menghasilkan panas pada fluida kerja dalam receiver. Fluida kerja pada konsentrator surya dapat dimanfaatkan sebagai sumber panas. Minyak kelapa sawit dapat digunakan sebagai fluida kerja pada konsentrator surya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kinerja minyak kelapa sawit sebagai fluida kerja dalam panci bertekanan pada sistem konsentrator surya tipe parabola dan mendapatkan suhu optimum yang dapat dicapai fluida kerja dalam panci bertekanan pada sistem konsentrator surya tipe parabola. Minyak kelapa sawit digunakan sebagai fluida kerja dengan volume 4 liter. Pengukuran suhu dilakukan selama 4 jam dengan interval waktu 5 menit. Penelitian ini dilaksanakan pada koordinat 7°25'58.43"LS dan 109°16'11.52"BT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kalor optimal yang diterima minyak kelapa sawit pada saat proses termal adalah 2772,71 W dengan intensitas radiasi matahari 1060 W/m2. Pelepasan kalor tertinggi dari minyak kelapa sawit adalah 4738,18 W dengan intensitas radiasi matahari terukur 200 W/m2. Suhu optimal yang dapat dicapai minyak kelapa sawit sebagai fluida kerja dalam panci bertekanan pada sistem konsentrator surya tipe parabola adalah 189,50oC dengan intensitas radiasi matahari 1180 W/m2. | Solar energy is one of the renewable energies that needed to life. The strength of solar radiation intensity in Indonesia is 4,8 kWh/m2 that makes solar energy has the potency of energy to use. Utilization of solar thermal energy can be used by solar concentrator system. The working principle of solar concentrator system by concentrating the sunlight using reflector to produce heat on the working fluid in the receiver. The working fluid on solar concentrator system can be used as heat source. Palm oil can be used as the working fluid on solar concentrator. This research aims to analyze the performance of palm oil as a working fluid in a pressure cooker on parabolic solar concentrator system to get optimum temperature can be reached by the working fluid in a pressure cooker on parabolic solar concentrator system. Palm oil used as a working fluid that has a volume of 4 liters. Temperature measurement takes for 4 hours at 5 minute intervals. The research has been done on the coordinate latitude and longitude 7°25'58,43"S and 109°16'11,52"E. The result of research shows that the optimal amount of heat received by palm oil on thermal process is 2772,71 W with the solar radiation intensity, 1060 W/m2. The highest calor release of palm oil is 4738,18 W with the solar radiation intensity, 200 W/m2. The optimal temperature reached by palm oil as a working fluid in a pressure cooker on parabolic solar concentrator system is 189,50oC with the solar radiation intensity, 1180 W/m2. | |
| 4299 | 14169 | A1L111012 | KARAKTERISASI MORFOLOGI DAN PERTUMBUHAN GALUR KEDELAI POPULASI ALAM DAN POPULASI INTRODUKSI DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini melibatkan 104 genotipe kedelai yang dikelompokan menjadi dua populasi, yaitu populasi alam dan populasi introduksi. Populasi alam adalah hasil seleksi massa kedelai lokal, sedangkan populasi introduksi merupakan kedelai yang berasal dari daerah subtropis dan kedelai hasil silangan antara kedelai lokal dan kedelai subtropis. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respon kedua populasi yang ditanam di Banyumas. Mengetahui karakter penunjang adaptabilitas populasi intoduksi dan menyeleksi sejumlah galur harapan untuk uji daya hasil lanjutan dan uji multi lokasi. Penelitian dilaksanakan di lahan petani, di Desa Karangwangkal, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2015. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan satu faktor yaitu 104 genotipe. Percobaan diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diamati adalah komponen morfologi, komponen pertumbuhan, komponen reproduktif, komponen hasil, dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan Kedua populasi yang ditanam di Kabupaten Banyumas memberikan respon yang berbeda, umumnya populasi introduksi memiliki tinggi tanaman yang lebih pendek, bobot kering tajuk lebih ringan, jumlah buku batang utama lebih sedikit, umur berbunga lebih awal, kandungan klorofil lebih tinggi, laju senesen lebih lambat dan periode pengisian polong yeng lebih lama dibandingkan dengan populasi alam. Karakter yang dapat mendukung kedelai introduksi dapat beradaptasi dan memiliki hasil yang tinggi adalah tinggi tanaman (51-70 cm), umur mulai berbunga (35-40 hst), jumlah buku pada batang utama(≥13), jumlah polong(≥97), jumlah cabang (≥5) dan umur masak (≥75 hst). Berdasarkan karakter tersebut dipilih galur-galur dengan karakter unggul yaitu 2, 71, 74, 76, 41, 65, A343, SSD 301, A223 dan A10-2. | This research involved 104 soybean genotypes were divided into two populations, namely local population and introduction population. Local populations was the selection mass of local soybeans, while the introduction population is subtropical soybeans and soybean lines from crosses of local soybean and subtropical soybean. This research aims to study response both populations were planted in Banyumas. Knowing the character that support adaptability of introduction population and selects a numbers of soybean lines for next experiment. This research was done in farmers fields, that’s located in Desa Karangwangkal, Purwokerto, Banyumas, Central Java, starting from April to June 2015. The experimental design used was a randomized block design with 1 factor is 104 soybean lines. The experiment was repeated 3 times. The researches were made on variables of growth component, morphology component, reproductive component, yield components, and yield. The results showed that both populations had different response, generally the introduction population has shorter plant height, lighter dry shoot weight, less number node of main stem, early flowering, higher chlorophyll content, slower rate of senesen and longer pod filling period than the local population. Plant height (51-70 cm), number nodes of main stem (≥13), number of pods (≥97), number of branches (≥5), flowering age (35-40 das) and maturity age (≥75 das) is known as characters that support high yielding soybean. Based on that was selected soybean lines with superior character, they are 2, 71, 74, 76, 41, 65, A343, SSD 301, A223 and A10-2. | |
| 4300 | 14184 | C1B011009 | Analisis Faktor - Faktor Komponen Budaya Organisasi | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor - faktor pembentuk dari budaya organisasi. Populasi penelitian ini adalah karyawan rumah sakit wijayakusuma Purwokerto dan sampelnya sebanyak 50 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. statistik yang dilakukan untuk menguji hipotesis dengan menggunakan analisi faktor Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa faktor pembentuk budaya organisasi terdiri dari tiga faktor, pertama (kepemimpinan dan budaya), kedua (organsiasi), ketiga (penghargaan dan sanksi) | The purpose of this research is to analyze the factors of creating organization culture. The population of this research is employee of wijayakusuma hospital Purwokerto and the research sample is 50 responden by purposive sampling. the technique of collecting data in this research by questioner. The statistic method to test hypothesis is factor analyze method. The result indicated that factor of creating organization culture is three factor, first (leadership and culture) second (organization) third (reward and punishment) |