| NIM | H1D011041 |
| Namamhs | ALI MUHLISIN |
| Judul Artikel | KOMPARASI TAHANAN LATERAL SAMBUNGAN GLUGU LAMINASI MENGGUNAKAN PASAK (DOWEL) BAMBU DAN BAUT |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Glugu laminasi merupakan salah satu material yang dapat digunakan sebagai struktur bangunan. Pada penggunaan struktur tersebut, komponen sambungan merupakan salah satu bagian lemah dari srtuktur yang perlu didesain dengan baik. Kegagalan pada sambungan dapat mengakibatkan kegagalan struktur sehingga akan memungkinkan terjadinya keruntuhan pada struktur tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tahanan lateral alat sambung (dowel) dan mode kegagalan yang terjadi pada sambungan struktus glugu laminasi. Pengujian yang dilakukaan adalah pengujian sifat mekanik glugu laminasi, pengujian kuat tumpu, kuat lentur dan tahanan lateral yang digunakan sebagai salah satu parameter analisis kekuatan sambungan. Hasil penelitian ini adalah nilai tahanan lateral dan kapasitas sambungan yang paling optimal digunakan pada sambungan struktur glugu laminasi. Glugu laminasi memiliki nilai rata – rata kerapatan sebesar 852,4 Kg/m3 dan kadar air rata – rata sebesar 16,099 % dengan berat jenis sebesar 0,734 sehingga glugu laminasi termasuk dalam kayu kelas kuat II. Di lihat dari sifat mekanika, glugu laminasi memiliki nilai kuat tekan tegak lurus arah serat, kuat tekan sejajar arah serat, kuat tarik tegak lurus serat, kuat tarik sejajar arah serat, kuat geser, kuat lentur berturut – turut sebesar 11,64 MPa; 73,16 MPa; 61,67 MPa; 73,16 Mpa; 10 MPa dan 89,74 Mpa. Tahanan lateral glugu laminasi menggunakan dowel bambu diameter 8 mm, dowel bambu diameter 10 mm, dowel bambu diameter 12 mm, baut diameter 8 mm, baut diameter 10 mm, baut diameter 12 mm berturut – turut adalah 5,633 kN; 5,800 kN; 8,033 kN; 17,167 kN; 16,300 kN; 24,033 kN. Mode kelelehan yang terjadi pada hasil pengujian adalah mode kelelehan IV untuk semua dowel bambu dan baut diameter 8 mm, sedangkan pada baut diameter 10 mm, dan baut diameter 12 mm adalah moe kelelehan IIIs. Alat sambung yang optimal di gunakan sebagai alat sambung geser glugu laminasi adalah baut karena memiliki kuat lentur dan tahanan lateral yang lebih tinggi dari pada dowel bambu. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Laminated coconut wood is one of materials that can use as building structures. In the use of the builing structures, conection is a weak part of structures that need to be designed well. Conection failure can affect structural failure which will be continued by the collapse of the structures. The research objective is to determine the lateral resistance and failure mode that happen in laminated coconut wood conection. According to the research, laminated coconut wood has the average of density 0,852 gr/cm2, the average of water content 16,099% and specific gravity 0,734so that laminated coconut wood included into wood category of strong class II. According to wood mechanical properties, laminated coconut wood has value of compressive perpendicular to grain, compressive parallel to grain, tensile perpendicular to grain, tensile parallel to grain, shear strength and bending testing laminated coconut wood row is 11,64 MPa; 73,16 MPa; 61,67 MPa; 73,16 MPa; 10 MPa; 89,74 MPa. Lateral resistence of laminated coconut wood with diameter of 8 mm, 10 mm, and 12 mm bamboo dowel and diameter of 8 mm, 10 mm, and 12 mm bolt dowel value successively equal to 5,633 kN; 5,800 kN; 8,033 kN; 17,167 kN; 16,300 kN; 24,033 kN.The yield mode that occurs in the experiment is yield mode IV to all bamboo dowel and 8 mm bolt dowel, yield model IIIs to 10 mm and 12 mm bolt dowel. Optimals shear conector use as laminated coconut wood conection is bolt dowel, because bolt dowel has higher bending strength and lateral resistance than bamboo dowel. |
| Kata kunci | Glugu, kayu laminasi, dowel, tahanan lateral |
| Pembimbing 1 | Dr. Nor Intang Setyo H, ST.,MT |
| Pembimbing 2 | Dr. Eng Agus Maryoto, ST.,MT |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | 2016-02-17 11:46:58.196744 |
|---|