Artikelilmiahs

Menampilkan 4.221-4.240 dari 48.758 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
422114036E1A111091TINJAUAN YURIDIS TERHADAP LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN OLEH PT. BRI CABANG BALIKPAPAN
(Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 3141 K/Pdt/2014)
Skripsi ini berjudul “Tinjauan Yuridis Terhadap Lelang Eksekusi Hak Tanggungan Oleh PT. BRI CabangBalikpapan”(Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 3141 K/Pdt/2014). Tujuan penelitian adalah : 1. Untuk menganalisis apakah alasan permohonan pembatalan lelang eksekusi Hak Tanggungan yang diajukan oleh Mansyur selaku debitur mempunyai alas hak yang sah. 2. Untuk mengetahui apakah pertimbangan hukum dan putusan Hakim dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 3141 K/Pdt/2014 telah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Berdasarkan hasil analisis dapat diambil kesimpulan bahwa : 1. Alasan Debitur mengajukan keberatan atas dilakukannya eksekusi Hak Tanggungan tidak mempunyai dasar hukum yang sah, karena Kreditur dalam melakukan eksekusi obyek hak tanggungan telah sesuai dengan Pasal 6 UUHT,yaitu : a) debiturnya wanprestasi, b) dilakukan melalui pelelangan umum yaitu KPKNL. 2. Dasar pertimbangan dan putusan Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan tidaksesuai dengan teori hukum jaminan kebendaan, sedangkan dasar pertimbangan dan putusan Pengadilan Tinggi Samarinda serta Mahkamah Agung sesuai dengan teori hukum jaminan kebendaan khususnya hak tanggungan sebagaimana diatur dalam Pasal 6 UUHT.

Kata Kunci : Lelang eksekusi Hak Tanggungan, Parate Eksekusi.
This thesis entitled “Tinjauan Yuridis Terhadap Lelang Eksekusi Hak Tanggungan Oleh PT. BRI Cabang Balikpapan” (Case Study Supreme Court Decision No. 3141 K / Pdt / 2014). The research objective is : 1 .To analyze whether the reason for the cancellation request Mortgage auction execution filed by the debtor Mansyur so entitled as legitimate . 2. To determine whether the legal considerations and decisions of Judges in Supreme Court Decision No. 3141 K / Pdt / 2014 in accordance with applicable laws .
Based on the results of the analysis can be concluded that : 1. The reason Debtor filed an objection to the execution Mortgage does not have a valid legal basis ,because creditors in execution object security rights in accordance with Article 6 UUHT , namely : a) the debtor defaults , b ) is carried out through a public tender KPKNL .2. Basic considerations and Balikpapan District Court Judge's decision is not in accordance with the legal theory of collateral material, whereas the consideration and decision of the High Court of Samarinda along with the Supreme Court in accordance with the legal theory in particular material guarantees security rights as stipulated in Article 6 UUHT .

Keywords : Auction execution Mortgage , Parate Execution
422215747H1A012044Membran Selulosa Asetat dari Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dengan Penambahan Formamida untuk Menurunkan Kadar BOD dan COD Limbah Cair TahuTingginya populasi eceng gondok menjadi permasalahan yang perlu diatasi. Limbah tangkai daun eceng gondok dapat diubah menjadi produk yang lebih bermanfaat melalui fermentasi dengan bantuan Acetobacter xylinum. Produk nata de Eichhornia crassipes dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan membran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik membran selulosa asetat dari nata de Eichhornia crassipes dengan penambahan formamida berdasarkan nilai fluks dan rejeksi serta aplikasinya dalam menurunkan kadar BOD dan COD limbah cair tahu. Nata de Eichhornia crassipes dibuat menjadi selulosa asetat melalui proses asetilasi. Selulosa asetat yang dihasilkan mengandung kadar asetil 42,33%. Pembuatan membran dilakukan dengan metode inversi fasa menggunakan polimer selulosa asetat, pelarut aseton, dan aditif formamida. Hasil analisis FTIR (Fourier transform infra-red) menunjukkan serapan gugus karbonil (C=O) pada 1640,19 cm-1 dan serapan gugus asetil (C-O) pada 1262,77 cm-1. Membran selulosa asetat nata de Eichhornia crassipes memiliki nilai fluks air sebesar 30,66 L/m2.jam, fluks limbah 14,76 L/m2.jam, dan rejeksi sebesar 47,44%. Membran tersebut mampu menurunkan kadar BOD sebesar 59,53% dan COD sebesar 79,87%.The high of water hyacinth population becomes a problem that must be solved. Water hyacinth waste was fermentated with Acetobacter xylinum could becomes a useful product. It is called nata de Eichhornia crassipes that could be a raw material for membrane. This research was aimed to know characteristics of cellulose acetate membrane from nata de Eichhornia crassipes with the addition of formamide based on the value of flux and rejection and to determine the percentage of decreasing BOD and COD in tofu wastewater after membrane treatment. Nata de Eichhornia crassipes made into a cellulose acetate with acetylation process. Cellulose acetate obtained acetyl content of 42,33%. Manufacture of membranes was done by phase inversion method using a polymer cellulose acetate, aceton, and additives formamide. The results of FTIR analysis (Fourier transform infra-red) showed the absorption of the carbonyl group (C=O) in 1640.19 cm-1 and 1226.77 cm-1 acetyl group (C–O ). Cellulose acetate membrane from nata de Eichhornia crassipes have a water flux value of 50.87 L/m2.h, a waste flux value of 21.58 L/m2.h, and rejection of 47.44%. The membrane can decrease BOD value to 59.53% and COD to 79.87%.
422314680E1A012368AKIBAT HUKUM PERSEROAN TERBATAS (PT) SEBELUM DAN SESUDAH DISAHKAN MENJADI BADAN HUKUMSebagai badan hukum Perseroan Terbatas (PT) merupakan subjek hukum yang mampu mendukung kewajiban dan hak sebagaimana subjek hukum orang. Oleh karena itu, eksistensinya dapat diakui dalam ranah hukum perdagangan. Status badan hukum Perseroan Terbatas diperoleh setelah mendapatkan pengesahan badan hukum dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Sebagai badan hukum Perseroan Terbatas dalam tindakanya mempunyai akibat hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akibat hukum Perseroan Terbatas sebelum dan sesudah disahkan menjadi badan hukum. Putusan Mahkamah Agung Nomor : 491 K/Pdt/2011 dan Nomor : 1125 K/Pdt/2012 merupakan salah satu contoh akibat hukum Perseroan Terbatas sebelum dan sesudah disahkan menjadi badan hukum. Penelitian ini menggunakan metode Yuridis Normatif yang bersifat Deskriptif, dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus.
Pertimbangan hukum Hakim pada putusan Nomor : 1125 K/Pdt/2012 yang menyatakan PT. Pit Holdings Investment Indonesia tidak mempunyai kapasitas untuk menggugat Komisarisnya, karena PT tersebut belum disahkan menjadi badan hukum. Begitupula pada putusan Nomor : 491 K/Pdt/2011 yang membatalkan Akta Nomor 9 Tanggal 19 Maret 2004 karena bertentangan dengan undang-undang Perseroan Terbatas, dimana Direksi PT. Sumberrejo Santoso tidak dapat dituntut untuk bertanggungjawab secara pribadi atas kerugian yang diderita PT. Sumberrejo Santoso. Pertimbangan hukum hakim pada kedua kasus tersebut sudah tepat dan benar, karena sudah sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.


Limited Company is subject of law which has incumbency as like juridical person and also rocognize in commercial law. The corporate status is gained after getting validation from Ministry of Justice and Human Right. As corporation, limited company have law consequences in its acts. This reseach aims to know the law consiquences of limited company before and after have corporation validation.The judgement of Supreme court number : 491 K/Pdt/2011 and Number :1125 K/Pdt/2012 are one of example of law consequence of limited company after and before have validation. This research used Normative– Yuricial with descriptive method, and using constitusion and case approach.
The judge consideration verdict Number : 1125 K/Pdt/2012 stated that PT. Pit Holdings Investment Indonesia could not sue the commisioner, because the company did not have corporation validation. Reciprocally the verdict Number : 491 K/Pdt/2011 which canceled deed Number : 9 March date 19 2004 cause of contradictively with Limited company constitution, where management PT. Sumberrejo Santtoso could not sue personally for the loss. The Jugde law consideration in both case was right and correct, because was suitable with the constitution.

422415546D1E012269PENGARUH LAMA PERENDAMAN PADA LARUTAN EKSTRAK DAUN KECOMBRANG (Nicolaia speciosa, H.) TERHADAP SUSUT MASAK DAN TINGKAT KEBUSUKAN DAGING AYAM BROILERPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perendaman ekstrak daun Kecombrang terhadap susut masak dan tingkat kebusukan daging ayam broiler. Materi yang digunakan adalah daging dada ayam broiler sebanyak 20 buah dan ekstrak daun Kecombrang sebanyak 120 g. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu A0= daging dada tanpa ekstrak daun Kecombrang dan tanpa peyimpanan, A1= daging dada direndam pada larutan ekstrak daun Kecombrang 5% tanpa penyimpanan, A2= daging dada direndam pada larutan ekstrak daun Kecombrang 5% penyimpanan 4 jam, A3= daging dada direndam pada larutan ekstrak daun Kecombrang 5% penyimpanan 8 jam, A4= daging dada direndam pada larutan ekstrak daun Kecombrang 5% penyimpanan 12 jam. Dari hasil penelitian diperoleh rataan nilai susut masak A0: 28,76%, A1: 30,36%, A2: 31,52%, A3: 30,68%, A4: 31,52% dan tingkat kebusukan A0: 1,00 (tidak ada warna coklat yang muncul), A1: 1,00 (tidak ada warna coklat yang muncul), A2: 1,00 (tidak ada warna coklat yang muncul), A3: 1,56 (tidak ada warna coklat yang muncul sampai dengan warna coklat yang muncul kurang dari 1/3 bagian cawan petri), A4: 1,62 (tidak ada warna coklat yang muncul sampai dengan warna coklat yang muncul kurang dari 1/3 bagian cawan petri). Hasil analisis variansi menunjukkan perendaman daging dada ayam broiler pada larutan ekstrak daun Kecombrang berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai susut masak dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap tingkat kebusukan daging dada ayam broiler. Hasil uji lanjut menggunakan BNJ menunjukkan tingkat kebusukan pada perlakuan A0, A1 dan A2 adalah sama, yaitu 1,00a, A3= 1,56b dan A4= 1,62b. Kesimpulan, perendaman dengan ekstrak daun Kecombrang pada konsentrasi 5% dalam waktu 30 menit tidak dapat menurunkan susut masak namun dapat menurunkan tingkat kebusukan.The research aimed to asses the effects of different durations of soaking with Kecombrang leaf extract solution (Nicolaia speciosa, H.) on the cooking losses and spoilage of Broiler chicken meat. The materials were 20 pieces of broiler and 120 g Kecombrang leaf extract. Arranged in a Compeletly Randomized Design (CRD), the experiment applied 5 treatments and 4 replication. The treatment, which was meat soaking within the same percentage of extract solution (5%) but with different storage durations, consisted of A0: breast broiler meat without Kecombrang leaf extract and not stored, A1: meat soaked in 5% extract and not stored, A2: soaked and 4 hour storage, A3: soaked and 8 hour storage, and A4: soaked and 12 hour storage. The result showed that average of cooking losses were A0: 28,76%, A1: 30,36%, A2: 31,52%, A3: 30,68%, A4: 31,52% dan spoilage were A0: 1,00 A1: 1,00, A2: 1,00, A3: 1,56, A4: 1,62. Soaking breast broiler in Kecombrang leaf extract has no significant effect (P<0,05) on the cooking losses and has significant effect (P<0,01) on the spoilage. Further test showed that spoilage in treatment A0, A1, A2 were 1,00a, 1,00a, 1,00a (no brown appeared), A3: 1,56b and A4: 1,62b (ranging from no brown appearance to their appearance less than 1/3 of petri disk). In conclusion, soaking broiler breast meat within 5% Kecombrang leaf extract solution for 30 minutes cannot decrease the cooking losses but can decreases the spoilage level.
422514050P2CA14023ANALISIS EFISIENSI PRODUKSI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEUNTUNGAN AGROINDUSTRI BAWANG GORENG DI KABUPATEN KUNINGANKabupaten Kuningan merupakan sentra produksi bawang goreng di Jawa Barat. Survei awal menunjukkan bahwa omzet sangat bervariasi antar perusahaan bawang goreng, yang dapat menyebabkan tingkat keuntungan beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efisiensi penggunaan input dalam produksi bawang goreng dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan industri bawang goreng di Kabupaten Kuningan. Metode yang digunakan untuk menganalisis tingkat efisiensi adalah regresi berganda dan efisiensi harga di mana faktor-faktor produksi yang digunakan meliputi bawang merah, tepung terigu, minyak goreng dan tenaga kerja. Regresi berganda juga digunakan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan, variabel-variabel independen yang digunakan adalah: teknologi, kapasitas gudang, pendidikan, lama usaha dan kontrak dagang.
Hasil analisis menunjukkan bahwa semua input secara signifikan mempengaruhi produksi bawang goreng, penggunaan minyak goreng dan tenaga kerja sudah efisien, dan penggunaan bawang merah dan tepung terigu tidak efisien. Hasil analisis juga menemukan bahwa kapasitas gudang dan kontrak dagang berpengaruh signifikan terhadap keuntungan, sementara teknologi, pendidikan, dan lama usaha tidak berpengaruh terhadap keuntungan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa produsen harus memperhatikan penggunaan input dalam rangka mencapai tingkat produksi yang optimal, memperluas pemasaran ke pasar modern dan diharapkan dapat melakukan kontrak dagang dengan industri besar pengolahan makanan, dan untuk mengatasi produksi yang tidak kontinyu dan harga bawang merah yang berfluktuasi dapat dilakukan dengan meningkatkan kapasitas gudang.

Kuningan district has been a production center of fried shallot in West Java. Preliminary survey has shown that turnover varies greatly among fried shallot companies, which may lead to varying level of profit. This study aims to measure the efficiency of the use of inputs in fried shallot production and to identify the determinants of profits of fried shallot industry in Kuningan district. The method used to analyze the level of efficiency is multiple regression and price efficiency measurement which include such production factors as shallot, wheat flour, cooking oil and labor. Multiple regression was also employed to test the determinants of profit including these independent variables: technology, warehouse capacity, owner’s education, length of business and commercial contract.
The results show that all inputs significantly determine the production of fried shallot and that the use of cooking oil and labor is efficient, and the use of raw shallot and wheat flour is not efficient. The results also find that profit is significantly explained by warehouse capacity and commercial contract, while technology, owner’s education, and business length have no effect on profit.
The results imply that the producers should pay attention to the use of inputs in order to achieve optimum production level, expand marketing to modern markets and are expected to be able to initiate commercial contract with big food processing industry, and to increase warehouse capacity in order to deal with discontinuous production and price fluctuation of raw shallot.

422614047E1A011281TINJAUAN YURIDIS TERHADAP LEGAL STANDING PERSATUAN SEPAKBOLA SELURUH INDONESIA (PSSI) DAN PERTIMBANGAN HUKUM HAKIM MENGENAI KEWENANGAN MENGADILI (Putusan Nomor : 80/G/2011/PTUN.JKT)Penelitian ini bersumber pada putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Nomor 80/G/2011/PTUN.JKT, bertujuan untuk mengetahui apakah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mempunyai legal standing sebagai subyek hukum penggugat dalam Peradilan Tata Usaha Negara pada Putusan Nomor: 80/G/2011/PTUN.JKT serta untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam menentukan kewenangan mengadili pada Putusan Nomor: 80/G/2011/PTUN.JKT. Penlitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan.
Penggugat dalam perkara aquo yaitu Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Tergugatnya yaitu Sekretariat Negara Republik Indonesia Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK), Obyek sengketanya yaitu Surat Keputusan Nomor : B.104/PPKGBK/Dirut/03/2011 tertanggal 29 Maret 2011 tentang Penghentian Kegiatan Sementara di Kantor PSSI Pintu X-XI Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka pada intinya dapat diketahui bahwa Penggugat merupakan badan hukum perdata sehingga mempunyai hak gugat dalam Peradilan Tata Usaha Negara. Gugatan yang diajukan oleh Penggugat merupakan pengecualian dari KTUN yaitu KTUN merupakan perbuatan hukum perdata karena Surat Keputusan yang dijadikan sebagai objek sengketa yang dikeluarkan oleh Tergugat merupakan hubungan keperdataan antara Penggugat sebagai pengguna ruangan dengan Tergugat sebagai pemilik ruangan. Di dalam eksepsi, Tergugat mengatakan bahwa perkara aquo bukan merupakan kewenangan peradilan TUN, karena terdapat hubungan hukum antara penggugat sebagai pengguna ruangan dan Tergugat sebagai pemilik ruangan. Sehingga hakim menyatakan tidak berwenang memeriksa, memutus, mengadili perkara aquo.
This study comes on the decision of the State Administrative Court (Administrative Court) Jakarta No. 80/G/2011/PTUN.JKT, aims to determine whether the Football Association of Indonesia (PSSI) has a legal standing as a plaintiff legal subject in the State Administrative Court in Decision No. 80/G/2011/PTUN.JKT and to determine the legal considerations of the judge in determining the authority to hear the Decision No. 80/G/2011/PTUN.JKT. This study to research methods of normative juridical approach to legislation.
Plaintiffs in the case a quo that the Football Association of Indonesia (PSSI), defendants, namely the Secretariat of State of the Republic of Indonesia Management Center Complex Gelora Bung Karno (PPKGBK), Object disputes that Decree No. B.104/PPKGBK/Managing Director/03/2011 dated March 29 2011 on Termination Event While PSSI office door X-XI Gelora Bung Karno Stadium.
Based on the results of research and discussion in essence can be seen that the Plaintiff is a civil legal entity that has the right to sue the State Administrative Court. The lawsuit filed by the Plaintiff is the exception to that KTUN which that KTUN is an act of civil law since the Decree which serve as the object of dispute issued by the Defendant is a civil relationship between the Plaintiff as the room with the Defendant as the owner of the room. In the exception, the Defendants say that the case a quo is not a judicial authority TUN, because there is a legal relationship between the plaintiff as the user's room and the Defendant as the owner of the room. So the judge said it was not authorized to investigate, adjudicate, hear the case a quo.
422714048D1E011148PENGARUH SUPLEMENTASI FITOBIOTIK TERHADAP KADAR KOLESTEROL DAN TRIGLISERIDA DARAH PADA ITIK DAN ENTOKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara bangsa itik dan jenis fitobiotik terhadap kadar kolesterol dan trigliserida darah pada itik dan entok. Materi penelitian yang digunakan adalah 100 ekor anak itik jantan umur sehari dengan bobot badan rata-rata 37 gram dan 100 ekor anak entok jantan umur sehari dengan bobot rata-rata 38 gram. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial. Faktor yang pertama adalah bangsa itik yaitu b1= itik lokal (Anas plathyrhynchos) dan b2 = entok (Cairina moschata). Faktor yang kedua adalah suplementasi fitobiotik yang terdiri atas 5 macam, yaitu: p0 = pakan kotrol, p1 = pakan basal + tepung bawang putih 3%, p2 = pakan basal + tepung kunyit 3%, p3 = pakan basal + tepung jahe 3%, dan p4 = pakan basal + tepung kencur 3%. Kombinasi perlakuan sebanyak 10 dan setiap perlakuan diulang 4 kali. Peubah yang diamati adalah kadar kolesterol dan trigliserida darah. Hasil penelitan menunjukkan bahwa interaksi antara bangsa dengan jenis fitobiotik berpengaruh tidak nyata terhadap kadar kolesterol darah (P>0,05) namun dipengaruhi secara sangat nyata oleh jenis fitobiotik (P<0,01) dan interaksi antara bangsa dan jenis fitobiotik berpengaruh sangat nyata terhadap kadar trigliserida darah (P<0,01). Interaksi antara bangsa dengan fitobiotik berpengaruh tidak nyata terhadap kadar kolesterol darah, akan tetapi jenis fitobiotik sangat berpengaruh nyata terhadap kadar kolesterol darah dan interaksi antara bangsa dan jenis fitobiotik berpengaruh sangat nyata terhadap kadar trigliserida darah. Bawang putih lebih responsif terhadap entok daripada itik untuk menurunkan kadar kolesterol darah, serta lebih responsif itik daripada entok untuk menurunkan kadar trigliserida darah meskipun jenis fitobiotik lain memberikan pengaruh yang baik pada itik maupun entok.The objectives of this study were to evaluate the effects of interactions between the breeds of ducks and the types of phytobiotic on the cholesterol and triglyceride blood levels of ducks and muscovy ducks. The material used in this research were 100 DOD local male ducks weighing, on average, 37 grams and 100 DOD muscovy ducks weighing, on average, 38 grams. This research used an experimental method with the Completely Randomized Design factorial pattern. The first factor was the breeds of duck, which b1 = local ducks (Anas plathyrhynchos) and b2 = Muscovy duck (Cairina moschata). The second factor was the phytobiotic supplementation consisting of 5 types, namely: p0 = control feed, p1 = basal feed + 3% garlic flour, p2 = basal feed + 3% turmeric flour, p3 = basal feed + 3% ginger flour, and p4 = basal feed + 3% kencur flour. There were also 10 times combination of treatment each of which was repeated 4 times. The observed variables were the cholesterol and blood triglyceride levels. The result shows that the interactions between the breeds and the types of phytobiotic not have significant effects on the blood cholesterol levels (P>0.05) but they are high significant effects by the type of phytobiotic (P<0.01) and the interactions between the breeds and the types of phytobiotic have high significant effects on the blood triglyceride levels (P<0.01). The interactions between the breeds and the types of phytobiotic not have significant effects on the blood cholesterol levels but they are high significant effects by the type of phytobiotic and the interactions between the breeds and the types of phytobiotic have high significant effects on the blood triglyceride levels. Garlic is more responsive for muscovy ducks than duck to decrease the blood cholesterol levels, more responsive for duck than muscovy ducks to decrease the blood triglyceride levels even though the other types of phytobiotic having the same effects for duck or muscovy ducks.
422814049E1A112062PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM JUAL-BELI ONLINE OLEH LAZADA
(KAJIAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN NOMOR : 036/REG/BPSK-DKI/IV/2015)
Perkembangan teknologi informasi semakin mendorong munculnya berbagai kegiatan-kegiatan yang dilakukan masyarakat melalui kecanggihan teknologi informasi tersebut dalam hal ini internet. Salah satu kegaiatan di dunia maya termaksud antara lain transaksi jual beli secara elektronik (electronic commerce). Pada transaksi jual beli melalui internet ini tidak menutup kemungkinan timbulnya berbagai perbuatan yang melanggar hukum sehingga menimbulkan kerugian bagi pihak lainnya. Oleh karena itu perlu dipikirkan solusinya berupa tindakan hukum yang dapat dilakukan atas suatu perbuatan melawan hukum yang terjadi dalam transaksi jual beli melalui internet ini. Dengan demikian kasus-kasus seperti itu tetap dapat diselesaikan secara hukum, sehingga tidak terjadi kekosongan hukum yang pada akhirnya dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi.The development of the technology information has encougaded the existance of many activities performed by society through the sophisticated information technology, in this chase is internet. One of activities in the cyber discussed in this term is electronic commerce. In the electronic commerce it self, it may create the existance of many breaking law actions. Therefore, it is essential to think the solution of these problems in the form of law in actions, given to some tort in the electronic commerce in internet. As the consequency, such cases can be solved in law order and there will not be any vacuum of law that finally may cause a greater lost.
422913991C1C011111ANALISIS REAKSI PASAR MODAL TERHADAP PERISTIWA KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)
(Event Study pada Seluruh Klasifikasi Sektor Perusahaan yang Terdaftar di BEI)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui reaksi pasar modal yang digambarkan dengan abnormal return saham terhadap pengumuman peristiwa kenaikan harga BBM tanggal 18 November 2014. Penelitian ini menggunakan metode analisis event study terhadap seluruh klasifikasi sektor yang ada di BEI. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin dan diperoleh total sampel sejumlah 225 perusahaan yang selanjutnya digunakan metode complex random sampling untuk memperoleh sampel yang seimbangdari sembilan klasifikasi sektor yang ada di BEI. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data harga saham penutupan dan data IHSG pada periode pengamatanpenelitian yaitu 5 hari sebelum sampai 5 hari sesudah peristiwa pengumuman kenaikan harga BBM.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat abnormal return yang signifikan pada hari di sekitar peristiwa kenaikan harga BBM. Hal tersebut menjelaskan bahwa peristiwa pengumuman kenaikan harga BBM menyebabkan reaksi pasar karena memberikan abnormal return saham yang signifikan kepada investor, (2) tidak terdapat perbedaanabnormal return saham yang signifikan antara sebelum dan sesudah peristiwa pengumuman kenaikan harga BBM, (3) terdapat perbedaan abnormal return yang signifikan antara sebelum dan sesudah peristiwa pengumuman kenaikan harga BBM di Sektor Industri Dasar dan Kimia serta sektor Properti dan Real Estate, dan (4) tidak ada perbedaan rata-rata abnormal return yang signifikan antara sembilan klasifikasi sektor yang ada di BEI pada periode peristiwa pengumuman kenaikan harga BBM.
This research aims to determine the reaction of capital market represented by abnormal return of stock to the announcement of increases of the fuel price event on November 18, 2014. This study uses event study analysis of the entire classification sector in Indonesian Stock Exchange or BEI. Determination of the number of samples using Slovin formula and obtained a total sample of 225 companies then used complex random sampling method to obtain a balanced sample of nine classifications sector in BEI.The data used in this study is the closing stock price data and data JCI or IHSG at the study observation period is 5 days before until 5 days after the announcement of the events of rising fuel prices.
The results showed that: (1) there is a significant abnormal returns on the day of the announcement events of rising fuel prices. It explains that the events announcement of the increases of fuel price led to capital market reaction because it provides significant abnormal stock return to investor, (2) there is no significant differencesof the stock abnormal returns before and after events announcement of the increase of fuel prices, (3)There are significant differences between the abnormal return before and afterevents announcement of the increasesof fuel price in the Basic Industry and Chemical, and the Property, Real Estate, and Building Construction Industry, and(4) there was no significant differences in average abnormal return between nine classification of sectors in the BEI during the period of the increases of fuel price announcement event.
423014024C1C010007Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten TegalPenelitian ini merupakan studi empiris pada Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kualitas sumber daya manusia, sistem pengendalian intern, pemanfaatan teknologi informasi, dan penerapan standar akuntansi pemerintahan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah dengan. Sampel dalam penelitian ini adalah 68 Satuan Kerja Perangkat Daerah dengan jumlah responden sebanyak 80 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh melalui kuisioner yang diberikan kepada responden. Data yang diolah menggunakan teknik analisis regresi sederhana. Hasil analisis menunjukan bahwa semakin baik kualitas sumber daya manusia, sistem pengendalian intern, pemanfaatan teknologi informasi, dan penerapan standar akuntansi pemerintahan semakin baik kualitas laporan keuangan daerah .This research is an empirical research on the Regional Government of Tegal. The purpose of this research was to examine the influence of human resources, internal
control systems, use of information technology, and application of accounting standards
on the quality of government financial reports with the local government. The sample in this research was 68 SKPD with the number of respondents as many as 80 people. The
data used in this research is primary data obtained through a questionnaire given to
respondents. The data is processed using simple regression analysis techniques. Results
of the analysis showed that the better the quality of human resources, internal control
systems, use of information technology, administration and application of accounting standards, the better the quality of the financial reporting area.
423114051E1A012134KEABSAHAN SURAT KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PENGESAHAN PENGANGKATAN BUPATI TAPANULI TENGAH (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor: 146/G/2011/PTUN-JKT) Skripsi ini berjudul : “KEABSAHAN SURAT KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PENGESAHAN PENGANGKATAN BUPATI TAPANULI TENGAH (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor: 146/G/2011/PTUN-JKT)”. Penelitian ini akan mendeskripsikan keabsahan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Pengsahan Pengangkatan Bupati Tapanuli tengah ditinjau dari peraturan perundang-undangan dan asas-asas umum pemerintahan yang baik.
Objek penelitian ini yaitu Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor: 146/G/2011/PTUN-JKT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Pengesahan Pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah periode 2011-2016 adalah mengandung cacat yuridis. Cacat yuridis dari Keputusan Objek Sengketa adalah dalam hal pertimbangannya yang mempertimbangkan Keputusan KPU yang telah dibatalkan sebagai dasar hukum keputusan a quo.
Pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor 146/G/2011/PTUN-JKT yang menyatakan bahwa Objek Sengketa tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan adalah tidak tepat, karena dengan tolok ukur peraturan perundang-undangan, keputusan yang berdasarkan pada keputusan yang telah dibatalkan adalah bertentangan secara prosedur dan substansi. Sedangkan pertimbangan hukum hakim dalam putusan a quo yang menyatakan bahwa Objek Sengketa bertentangan dengan asas kecermatan karena seharusnya Tergugat menunggu hasil verifikasi dan klarifikasi dari KPU adalah kurang lengkap, dan harus dilengkapi dengan pertimbangan bahwa tidak cermatnya Tergugat karena mempertimbangkan keputusan yang telah dibatalkan sebagai dasar hukum.
This research is entitled: “KEABSAHAN SURAT KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PENGESAHAN PENGANGKATAN BUPATI TAPANULI TENGAH (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor: 146/G/2011/PTUN-JKT)”. This study will describe the legality of the administrative decision of the Minister of Home Affair on Validity and Assignment of Middle Tapanuli Regent in terms of legislation and the general principles of good governance.
The object of this study is Jakarta State Administrative Court Decision No. 146 / G / 2011 / PTUN-JKT. The method used in this research is normative juridical, with the approach to legislation, the conceptual approach, and the case-based approach.
The results of this study indicate that the administrative desicion of the Minister of Home Affair on Validity and Assignment of Middle Tapanuli Regent and Vice Regent of Central Tapanuli 2011-2016 period is legally flawed. The flawed of the decision a quo, due to its consideration of a decision that have been canceled.
Legal considerations of judges in Jakarta State Administrative Court Decision No. 146/G/2011/PTUN-JKT stating that the object of the dispute was not contrary to the legislation is not appropriate, because by the benchmark of the legislation, decisions based on a decision which has been canceled is in contrary with procedure and substance of legislation. While the legal considerations of judges in Decision aquo stating that the object of the dispute contrary to the principle of thoroughly because the Defendants shoulf awaiting the results of the verification and clarification of the Commission is incomplete, and should be added with the consideration that Defendant is contrary with the principle of thoroughly due to considering the decisions that have been canceled.
423213975H1E011041RANCANG BANGUN SISTEM PENDETEKSI DAN PENCACAH JUMLAH PENGUNJUNG MENGGUNAKAN SENSOR PASSIVE INFRARED RECEIVER (PIR) BERBASIS MIKROKONTROLER

Piranti pencacahan pengunjung di sebuah tempat sangat berguna dalam pengembangan sarana pelayanan manajemen arsip dan dokumentasi dengan menyediakan informasi statistik pengunjung. Namun, masih ada kelemahan pada kinerja piranti tersebut sehingga tidak sesuai dengan keinginan. Berdasarkan pada keistimewaan sensor PIR (Passive Infrared Receiver) yang dapat membedakan benda mati dan hidup serta tidak menimbulkan efek pada kesehatan, penelitian kali ini merancang sistem pengidentifikasi manusia berbasis mikrokontroler menggunakan sensor tersebut yang selanjutnya digunakan sebagai alat pencacah jumlah pengunjung. Selain merancang sistem pengidentifikasi manusia, penelitian ini juga mengkalibrasi sistem sensor dalam mengidentifikasi suhu tubuh manusia tersebut dan membuat penyimpanan digital untuk hasil pencacahan. Penelitian ini dilakukan dengan mengkarakterisasi sensor PIR untuk mendapat sinyal tegangan keluaran sensor. Sinyal tersebut diterima oleh mikrokontroler sebagai pengolah, kemudian ditampilkan pada display komputer dan disimpan sebagai database. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem beroperasi secara real time mencacah pengunjung dengan bantuan mikrokontroler. Waktu respon sensor terhadap obyek jarak r = 0,5 - 4 m yaitu 1,07-11,5 detik. Kemudian waktu respon sensor terhadap kecepatan gerak obyek v = 0,5 – 2,22 m/detik yaitu 2,11-2,92 detik. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dua obyek yang berdampingan atau lebih terhitung satu obyek. Obyek terhitung akurat bila berurutan dengan jarak minimal r = 1,5 m dan kelipatannya. Berdasarkan hasil pengujian, sensitivitas sensor dalam menerima informasi terjadi saat suhu obyek lebih dari 27 º C dan mempunyai panjang gelombang inframerah berkisar 9,4 µm. Secara keseluruhan kestabilan sensor baik dengan range pengukuran berkisar 0 – 4 meter dari sensor, waktu respon terbaik berkisar 1,07 detik, dan akurasi terbaik berada pada 3 m yaitu 100%.Visitors counting device in a specific place is very useful for developing records management service facilities and documentation by providing visitors statistical reports. However, there are still weaknesses on the device. Based on Passive Infrared Receiver sensor privilege which can distinguish between humans and inanimate objects and has no effect on health, the present study is designing a microcontroller based human identification system device using sensor Passive Infrared Receiver (PIR) which then used as visitors counter. This research is not only designing human identification system but also calibrating the sensor system in identifying the temperature of human body and creating a digital database for visitors counting data. This research is conducted by characterizing the PIR sensor to receive the sensor output voltage signal. The signal is received by the microcontroller as the processor, then displayed on the computer display and stored as a database. The result of the study shows that the system operates in real time counting visitors with the aid of a microcontroller. Response time of the sensor for the object with distance r = 0.5 to 4 m is 1.07 to 11.5 seconds. Then, response time of sensor for the object with velocity v = 0.5 to 2.22 m / s is 2.11 to 2.92 seconds. The result also shows that the two objects or more placed side by side are recognized as a single object. Object is counted accurately when placed sequentially with a minimum distance of r = 1.5 and multiples. Based on the result of the test, the highest sensitivity of the sensor is at the condition when the object has temperature more than 27 º C and has the infrared wavelength range from 9.4 µm. Overall, the stability of sensor is good with the measurement range 0-4 meters from the sensor, the best response time ranges from 1.07 seconds, and the best accuracy is at 3 m is 100%.
423314052E1A012094ELEMEN INDIVIDUAL KONKRET KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA
(Analisis Yuridis Elemen Individual-Konkret Keputusan Tata Usaha Negara dalam Perkara Nomor: 43/G/2013/PTUN-SMG)
Penelitian ini bersumber pada putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang Nomor 43/G/2013/PTUN-SMG, bertujuan untuk mendeskripsi, mengkaji dan menganalisis salah satu elemen Keputusan Tata Usaha Negara yaitu elemen individual konkret Keputusan Tata Usaha Negara dalam sengketa Tata Usaha Negara serta untuk menganalisis dan menguji kesesuaian putusan a-quo dalam menentukan elemen individual konkret Keputusan Tata Usaha Negara berdasarkan pada ketentuan Pasal 1 angka 9 Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konsep.
Para Penggugat dalam perkara a-quo yakni Ramdani Laksono, dkk (Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman 2012), Tergugatnya yakni Rektor Universitas Jenderal Soedirman, objek sengketanya yakni Keputusan Rektor Universitas Jenderal Soedirman Nomor: Kept. 256/UN23/PP.01.00/2013 tentang Tarif Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman Tahun Akademik 2012/2013, tertanggal 15 April 2013.
Hasil penelitian dan pembahasan pada intinya dapat diketahui bahwa objek sengketa a-quo antara Para Penggugat, Tergugat dan Majelis Hakim berbeda penafsiran dan pandangan mengenai objek sengketa apakah bersifat individu atau bersifat umum sehingga berdampak pada kewenangan pengujian di PTUN Semarang. Berdasarkan konsep hukum, konsep norma dalam Hukum Administrasi Negara, doktrin-doktrin hukum dan teori tindakan pemerintah membuktikan bahwa objek sengketa a-quo merupakan Keputusan yang bersifat umum konkret dan pertimbangan hukum hakim telah salah menafsirkan objek sengketa a-quo sebagai Keputusan yang bersifat individual konkret berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 9 Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009.
Akibatnya PTUN Semarang tidak bewenang menguji objek sengketa sesuai dengan ketentuan Pasal 47 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 karena objek sengketa a-quo bukanlah Keputusan yang dimaksud dalam sengketa Tata Usaha Negara.


This study comes on the decision of the State Administrative Court (PTUN) Semarang No. 43/G/2013/PTUN-SMG , aims to describe , assess and analyze one element of an State Administrative Decision that the individual elements of concrete State Administrative Decision in a dispute of Administration state as well as to analyze and test the suitability of a decision - quo in determining the individual elements of concrete State Administrative Decision based on the provisions of Article 1 point 9 of Law No. 51 of 2009. This research used normative juridical approach to legislation and approach to the concept
The Plaintiff in the case a quo that Ramdani Laksono, and colleagues (Student of Soedirman Univercity 2012) , which the Rector defendants Soedirman University, and the object of Dispute which the Rector of Soedirman University No. Kept . 256/UN23/PP.01.00/2013 on Single tuition fee ( UKT ) for Students Soedirman Univercity Year 2012/2013, dated on 15 April 2013.
The results of research and discussion in essence can be seen that the object of dispute a- quo between Plaintiffs , Defendants and the Judges of different interpretations and views on the object of dispute whether the individual or general nature so the impact on the authority for Testing of the Administrative Court in Semarang.
Based on the concept of law , the concept of the norm in the State Administrative Law , legal doctrines and theories of government action prove that the object of dispute a- quo is the decree of a general nature concrete and legal considerations the judge had misinterpreted the object of dispute a- quo as the Decision of the individual concrete under the provisions of Article 1 point 9 of Law No. 51 of 2009.
Consequently Semarang Administrative Court was not authorized to examine the object of the dispute in accordance with the provisions of Article 47 of Law No. 5 of 1986 because of a dispute object - quo is not the decision referred to in the State Administration Dispute.
423414053A1C109007NILAI TAMBAH PISANG SEBAGAI BAHAN BAKU SALE DI KECAMATAN KEDUNGREJA KABUPATEN CILACAPSale pisang menjadi salah satu produk andalan di Cilacap. Produksi buah pisang di Cilacap akhir tahun 2012 sebanyak 149.349 kwintal. Pisang merupakan buah yang masa simpannya pendek dan mudah busuk, sehingga diperlukan cara pengolahan pisang segar menjadi sale agar memiliki keuntungan ganda. Selain dapat memperpanjang masa simpan, sale juga meningkatkan nilai tambah karena harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan buah pisang segarnya. Tujuan penelitian adalah mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh dari usaha pengolahan pisang menjadi sale dan mengetahui besarnya nilai tambah dari usaha pengolahan pisang menjadi sale di Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap.
Pengambilan data dilaksanakan dari tanggal 12 Juli sampai dengan 10Agustus 2014 dengan sasaran penelitian adalah pengrajin sale pisang sejumlah 13 orang. Penelitian ini menggunakan metode surveidengan metode pengambilan data adalah sensus. Teknik pengumpulan data primer dengan cara menggunakan kuisioner dan observasi langsung, dan teknik pengumpulan data sekunder dengan cara studi pustaka dan studi dokumentasi, sedangkan alat analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan sertaanalisis nilai tambah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi sale pisang per satu kali produksi untuk kemasan 0,25 kg sebesar Rp1.146.714,83 dan untuk kemasan 1kg sebesar Rp288.680,08, penerimaan rata-rata untuk kemasan 0,25 kg sebesar Rp3.105.000,00 dan untuk kemasan 1 kg sebesar Rp467.040, keuntungan rata-rata untuk kemasan 0,25 kg sebesar Rp1.958.285,17 dan untuk kemasan 1 kg sebesar Rp195.525,06. Hasil analisis nilai tambah untuk satu kali produksi sebesar Rp4.191,44 per kilogram bahan baku utama pisang dan rasio nilai tambah yang diperoleh adalah 56,14 persen.


Kata Kunci : pisang, sale, nilai tambah
Sale bananas into one main product in Cilacap.Cilacap banana production in late 2012 as many as 149,349 quintals.Bananas is a short shelf-life of fruit and perishable, so it requires the processing of fresh bananas into a sale in rder to have a double advantage. Besides being able to extend the shelf life, the sale is also increasing the added value due tohigher selling prices compared ith fresh bananas. The research objective ws to dertemine the amount of costs incurred and income derived from the amount of value-added processing businesss bananas into Kedungreja sale in Cilacap.
The data collection was conducted from July 12 until August 10, 2014 with the goal pf the research is the producers of bananas sale some 13 people. This study uses survey data collection methods are census. Primary data collection thechniques by using questionnaires and direct observation, and secondary data collection thechniques by means of literature and documentation, while an analysis tool used is the analysis of the costs and revenues sertaanalilis added value.
The result showed that the average cost of production of bananas sale one production to packaging 0.25 kg of Rp1.146.714,83 and for packaging 1 kg of Rp288.680,08, receiving an average of 0.25 kg for packaging of Rp3.105.000,00 and for packaging 1 kg of Rp467.040, average goin of 0.25 kg for packaging and for packaging Rp1.958.285,17 1 kg of Rp195.525,06. The results of the analysis of the value added to one of Rp4.191,44 production per kilogram of bananas main raw material and the raw material price Rp100.00 gain added value-average of Rp56,14.

Keywords : bananas, sale, value added.
423514054H1E011030ESTIMASI NILAI KECEPATAN GELOMBANG SHEAR UNTUK KARAKTERISASI RESERVOIR: STUDI KASUS LAPANGAN “X”Kecepatan gelombang shear (S-Wave) merupakan suatu parameter fisis yang sangat penting untuk menentukan jenis litologi, pori cairan dan parameter Lambda-Mu-Rho (LMR) pada suatu formasi. Estimasi nilai kecepatan gelombang Shear dilakukan pada interval kedalaman sumur menggunakan metode Artificial Neural Network (ANN) yang didasarkan pada faktor validasi dan pembobotan terhadap nilai – nilai yang ada pada data well-logging. Karakterisasi reservoir pada lapangan “X” didasarkan nilai tersebut menggunakan metode seismik inversi. Hasil estimasi diperoleh hubungan linier antara nilai kecepatan gelombang Shear prediksi data sumur, dengan nilai korelasi 0,981588 dan nilai eror 6,45173 (ft/s). Nilai log SP digunakan sebagai atribut dengan korelasi paling baik diantara atribut yang lain. Pada karakterisasi reservoir, dihasilkan model terbaik adalah model Base. Reservoir yang terdapat di lapangan “X” merupakan lapisan porous sand pada formasi Talang Akar dengan nilai AI (Impedansi Akustik) yang berkisar antara 15.000 – 24.000 [(ft/s)*(g/cc)] pada kedalaman 800 – 2.700 feet.
Shear wave velocity (S-wave) is a very important physical properties to determine the type of lithology, pore fluid and Lambda-Mu-Rho (LMR) properties in a formation. Shear wave velocity estimate using Artificial Neural Network (ANN) method. Shear wave velocity estimation value based on the validation and weighting factors to the values that exist in well-logging’s data. Shear wave velocity values that have been obtained will be used to characterize the reservoir is in the "X"’s field using seismic inversion methods. The estimation results obtained by a linear relationship between shear wave velocity values predicted and actual Shear wave velocity values that exist on well data, the correlation value obtained is equal to 0,981588 with an error of 6,45173 (ft/s) and SP log value as an attribute to the correlation of the best among other attributes. On reservoir characterization, the best result model is a Base model. Reservoir located on the "X"’s field is a porous sand on Talang Akar Formation (TAF) with AI (Accoustic Impedance) value between 15.000-24.000 [(ft/s) * (g/cc)] at 800-2700 feet.
423614055F1D011050Analisis Ketidakpatuhan Pabrik Batik R terhadap Peraturan Daerah No. 18 Tahun 2014 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Sokaraja, BanyumasPenelitian ini dilakukan dengan tujuan; 1) memahami dan menjelaskan pengelolaan limbah B3 Pabrik Batik R di wilayah Sokaraja Kabupaten Banyumas; 2) memahami dan menjelaskan relasi aktor dalam pengelolaan limbah B3 Pabrik Batik R di wilayah Sokaraja Kabupaten Banyumas; 3) memahami dan menjelaskan faktor-faktor pendorong terjadinya pelanggaran atau ketidakpatuhan pelaku usaha Batik R terhadap Perda No. 18 Tahun 2014 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Sokaraja Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dalam perspektif strukturalisme. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya ketidakpatuhan dari Pabrik Batik R terhadap Perda No. 18 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Kabupaten Banyumas. Ketidakpatuhannya yaitu dalam hal pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari proses pengolahan batik yang negatif zat kimia Nitrit. Selain itu, Pabrik Batik R juga tidak mempunyai Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPLH) serta belum mempunyai Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Disisi lain, BLH Kabupaten Banyumas tidak serius untuk mengatasi problem limbahnya tersebut dikarenakan ketidakseriusan BLH dalam menegakkan Perda No. 18 Tahun 2014. Hal ini ditandai ketika adanya peraturan daerah dibuat dan disetujui seharusnya pemerintah sudah sanggup menjalankan itu semua tanpa alasan apapun. Oleh sebab itu, perlu adanya ketegasan dan tekanan politik dari pihak BLH Kabupaten Banyumas kepada pengusaha batik di Kecamatan Sokaraja khususnya Pabrik Batik R untuk mematuhi peraturan daerah terkait dengan pengelolaan limbah B3 batik tersebut.The purposes of the research that was conducted are; 1) understand and explain the B3 waste treatment plant in the region Sokaraja R Batik Factory Banyumas; 2) understand and explain the relationship of actors in the B3 waste management plant in the region Sokaraja R Batik Factory Banyumas; 3) understand and explain the factors driving violations or noncompliance businesses R Batik Factory to Regulation No. 18 of 2014 on the protection and management of the environment in the region Sokaraja Banyumas. This research used qualitative method with qualitative research and case study approach in the perspective of structuralism. The results of this study indicate the existence of non-compliance of Batik Factory R to Regulation No. 18 of 2014 on the Protection and Environmental Management in Banyumas. Noncompliance namely in terms of the management of hazardous and toxic waste (B3) and toxic processing chemicals batik negative Nitrite. In addition, R Batik Factory also does not have a Statement of Capability Management and Environmental Monitoring (SPPLH) and not had Wastewater Management Installation (IPAL). On the other hand, Banyumas regency BLH is not serious to solve the waste problem is due to the lack of seriousness in enforcing Regulation BLH No. 18 of 2014. It is marked when their local regulations created and approved by the government should have been able to carry it all without any reason. Therefore, the need for decisiveness and political pressure from the BLH Banyumas batik manufacturers in District Sokaraja especially Batik Factory R to comply with local regulations related to waste management B3 batik.
423714056G1A012075HUBUNGAN POLA SIDIK JARI DENGAN KEJADIAN KANKER PAYUDARA PADA GOLONGAN DARAH A DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOLatar Belakang: Kanker payudara merupakan tumor ganas pada jaringan payudara dan merupakan penyebab kematian kedua karena kanker pada wanita. Kanker payudara memiliki prognosis yang buruk jika ditemukan dalam stadium lanjut. Pola sidik jari dan golongan darah yang unik pada individu diperkirakan dapat menjadi alat deteksi dini untuk mencegah pertambahan kasus kanker payudara setiap tahunnya.
Tujuan: Mengetahui hubungan pola sidik jari dengan kejadian kanker payudara pada golongan darah A di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan case control dengan teknik consecutive sampling. Subjek penelitian dibagi menjadi 42 responden sebagai kelompok kontrol dan 42 responden sebagai kelompok kasus yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pola sidik jari responden diambil serta diinterpretasikan menjadi kelompok loop, whorl, dan arch untuk dianalisis lebih lanjut. Analisis univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan Mann-Whitney.
Hasil: terdapat hubungan signifikan pada pola sidik jari whorl dan loop dengan kejadian kanker payudara (p<0.001). Perbedaan yang signifikan juga secara spesifik terjadi pada ibu jari serta kelingking kanan dan kiri (p<0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan pola sidik jari dengan kejadian kanker payudara pada golongan darah A di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Background : Breast Cancer is a malignant tumor on breast tissues and the second death cause of cancer in woman. Breast cancer has a poor prognosis if found in an advanced stage. The dermatoglyphics and blood types that are unique to the individual is expected to be a screening tool to prevent poor prognosis of breast cancer cases annually.
Objective : To investigate the relation of fingerprint patterns with the incidence of breast cancer in blood group A in hospitals Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Methods : This observational study used case control approach with consecutive sampling technique. Subjects were divided into 42 respondents as the control group and 42 respondents as a group of cases that met the inclusion and exclusion criteria. Fingerprint patterns of respondents were taken and interpreted to be a group loop, whorl and arch for further analysis. Univariate analysis using frequency distribution tables and bivariate analysis using Mann-Whitney.
Results : There were significant results in whorl and loop patterns (p<0,05), there were significant differences in the left thumb (p<0.05), right thumb (p<0.05), left little finger (p<0.05), and right little finger (p<0.05).
Conclusion : There were relation of dermatoglyphhic pattern with the incidence of breast cancer in blood group A in hospitals Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
423813667H1G011018ANALISIS EKONOMI MANGROVE BERBASIS KARBON DAN KERAPATAN JENIS MANGROVE DI SEGARA ANAKAN BAGIAN BARAT CILACAPHutan mangrove memiliki fungsi untuk menyimpan karbon. Potensi karbon secara umum tersebut mempunyai korelasi positif dengan kerapatan mangrove. Semakin besar nilai kerapatan maka kemungkinan potensi karbon tersimpan juga akan semakin besar. Nilai dari potensi karbon mangrove dan kerapatan mangrove dapat digunakan untuk menghitung valuasi ekonomi mangrove berdasarkan karbon dan kerapatan mangrove. Lokasi penelitian ini adalah hutan mangrove di laguna Segara Anakan bagian barat Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kerapatan pohon mangrove, nilai karbon dari mangrove dan mengetahui valuasi ekonomi mangrove berbasis karbon dan kerapatan mangrove serta nilai NPV dan BCR. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan teknik pengambilan sampel karbon dan kerapatan dengan stratified sampling yang dibagi berdasarkan 7 stasiun. Sedangkan untuk pengambilan data ekonomi menggunakan kuisioner. parameter penelitian yang diamati adalah biomassa mangrove, karbon, diameter pohon, kerapatan pohon, biaya pemeliharaan, biaya tanam, biaya bibit, biaya pengangkutan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Nilai kerapatan untuk pohon masuk kategori rusak sedang (2) Potensi karbon mangrove berkisar antara 4,27-10,60 ton/ha dengan rataan potensi karbon sebesar 7,91 ton/ha.(3) Nilai manfaat ekonomi pada tahun pertama mengalami kerugian rataan sebesar Rp. 935.229 ha/tahun.Mangrove forest has a function to sequatrate carbon. Carbon potential has positive correlation with the mangrove density. The biggest of density will give biggest of carbon sinks. Carbon value and density of mangrove is used to calculate economic valuation of carbon sink for mangrove density. This research has located in West Segara Anakan Lagoon Cilacap. This study aims to determine the value of mangrove tree density, determaine carbon valuation of mangrove and determine carbon economic valuation of mangroves with NPV and BCR. This research used survey method with stratified sampling which is divided by 7 station. Where as economic data collection using the questionnaire. The parameters of research are mangrove biomass, carbon, tree diameter, tree density, maintenance cost, planting costs, and transport costs. Results from this study showed that (1) The density of trees have moderate category (2) Potential carbon mangrove ranged from 4,27-10,60 tonnes / ha and the average carbon 7,91 tonnes /ha.(3) Value of economic benefits in the first year the average loss of Rp. 935.229 ha / year.
423914057E1A009172PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN JASA PENGANGKUTAN DALAM HAL TERJADI KERUGIAN PADA PENGIRIMAN BARANG BERDASARKAN UNDANG – UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DI PT. PAHALA EXPRESS PURWOKERTOABSTRAK
Peranan pengangkutan dalam dunia perdagangan bersifat mutlak. Dalam penyelenggaraan pengangkutan terdapat 2 (dua) kepentingan yang saling berbenturan yaitu kepentingan konsumen selaku pengguna jasa dan kepentingan pelaku usaha sebagai penyedia jasa. Berkaitan dengan pengangkutan pengiriman barang, permasalahan yang sering timbul mengenai kualitas jasa yang kurang baik , misalnya keterlambatan dan kehilangan atas suatu barang. PT. Pahala Express Purwokerto merupakan salah satu badan penyelenggara pengangkutan barang yang tidak terlepas dari permasalahan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (Statute Approach) yang bersifat deskriptif. Sumber data penelitian ini menggunakan data sekunder dari bahan kepustakaan yang didukung dengan data primer dari hasil wawancara. Data diuraikan dalam bentuk teks naratif secara sistematis. Metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa PT. Pahala Express Purwokerto belum memberikan perlindungan hukum dalam hal keterlambatan pengiriman barang berdasarkan Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. PT. Pahala Express Purwokerto sudah memberikan perlindungan hukum dalam hal terjadi kerugian atas hilangnya suatu barang berdasarkan Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Pelindungan Konsumen akan tetapi belum memenuhi asas itikad baik.
ABSTRACT
The role of carriers in the world trade is absolute. In the transportation there are two interest conflicting namely the interests of consumers as users and interests of business players as service providers. Pertaining to the transport delivery of goods, the problems often springs on the quality of services less well, For example delay and loss over a goods.PT. Pahala Express Purwokerto is one of the transportation of goods agency that cannot be separated from trouble. This research using methods of statute approach normative with legislation whose nature is descriptive. Data sources this research using secondary data from material literature supported by primary data from the results of interviews. Data outlined in the form of text narrative systematically. The method of analysis the data used is the method normative qualitative. The results of the study showed that PT. Pahala Express Purwokerto not provide legal protection in terms of delay delivery of goods based on act number 8 years 1999 about consumer protection. PT. Pahala Express Purwokerto has given legal protection in the event losses on loss of a goods based on act number 8 years 1999 about consumer protection. But have not meet the principle of good faith.
424014066H1L012003RANCANG BANGUN SISTEM PAKAR
IDENTIFIKASI MINERAL DAN BATUAN BERBASIS WEB
Diketahui bahwa bumi tersusun dari batuan-batuan. Batuan terdiri dari mineral-mineral dan sejumlah kecil bahan lain seperti bahan organik. Mineral sendiri terdiri dari unsur-unsur yang bersenyawa. Unsur, dalam hal ini, adalah benda yang tak dapat lagi dipisahkan secara kimia.
Oleh karena itu, dalam penelitian ini dirancang sebuah sistem pakar yang menangani proses-proses identifikasi jenis mineral dan batuan yang terdapat beberapa fitur, aplikasi ini hanya mengolah inputan dari pakar yang bisa menambahkan jenis mineral dan batuan baru yang telah diteliti dengan berbagai fitur tambahan lainya. Kemudian user secara umum telah masuk pada form identifikasi sesuai dengan kebutuhan identifikasinya nantinya akan diolah menggunakan aturan-aturan yang ditentukan dan menghasilkan data angka, data gambar dan keputusan jeni smineral batuan yang telah di identifikasi oleh sistem tersebut.
Dari perancangan sistem pakar tersebut, dibangunlah sistem pakar identifikasi mineral dan batuan berbasis web menggunakan bahasa pemrograman php murni. Sistem tersebut yang dapat digunakan oleh kalangan mahasiswa yang menekuni bidang ilmu kebumian dan dunia industri dalam mengidentifikasi mineral dan batuan yang telah terkomputerisasi oleh sistem.
Earth is composed of rocks. Rocks consist of minerals and small amounts of other materials such as organic materials. Mineral consists of elements that are fused. Element, in this case, is the object that can no longer be separated chemically. Atom is smallest particle of an element that has the properties of the element and is too small to be seen though a microscope.
Therefore, in this study designed an expert system that handles the processes of identification of minerals and rocks there are some features, this application only process the input from experts who could add kinds of minerals and rocks new has been studied with a variety of additional features other. User then has generally been entered on the form of identification in accordance with the needs of identification will be processed using the rules specified and produces numeric data, image data and decision smineral genius rocks that have been identified by the system.
The expert system of designing, constructing expert systems identify minerals and rocks using a web-based pure PHP programming language. The system can be used by students who pursue the field of earth science and industry in identifying minerals and rocks that have been computerized by the system