Artikel Ilmiah : G1H011018 a.n. TAMI NURIKSA

Kembali Update Delete

NIMG1H011018
NamamhsTAMI NURIKSA
Judul ArtikelPerbedaan Pola Makan Fast Food dan Status Gizi Pada Remaja di Wilayah Perkotaan dan Perdesaan
Abstrak (Bhs. Indonesia)Masalah gizi lebih saat ini tidak hanya terdapat pada masyarakat perkotaan akan tetapi juga pada masyarakat pedesaan, prevalensi obesitas pada anak yang tinggal di perkotaan 6.7% cenderung lebih tinggi daripada anak yang tinggal di pedesaan. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya perubahan perilaku pola makan tradisional-yang sebelumnya tinggi karbohidrat, tinggi serat dan rendah lemak-berubah ke pola makan baru dengan lebih rendah karbohidrat, rendah serat dan tinggi lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola makan fast food serta dan status gizi pada remaja di wilayah perkotaan dan pedesaan. Jenis penelitian yaitu cross-sectional dengan jumlah sampel masing-masing sebanyak 40 subyek di desa dan di kota. Subyek diambil dengan metode simple random sampling serta analisis data bivariat menggunakan uji independent t-test. Hasil analisis diperoleh pola makan dengan kategori baik yaitu di perkotaan (60%) dan di pedesaan (55%). Selain itu, prevalensi gizi lebih remaja di pedesaan (30.7%) lebih tinggi dibanding di perkotaan (22.4%). Sebagian besar status gizi adalah normal baik di kota (80%) dan di desa (75%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat perbedaan pola fast food antara remaja di perkotaan dan di pedesaan (p value =0,908), serta tidak terdapat perbedaan status gizi antara remaja perkotaan dan perdesaan (p value =0,765).

Kata Kunci : Pola Makan, Status Gizi, Remaja, Kota, Desa
Abtrak (Bhs. Inggris)Today, nutrition problem is not only exists in urban people, but also in rural. The obesity’s presentation of urban children 6.7% is higher than rural children. It happened because the traditional diet–which was fulfill of carbohydrate, high-fiber, and low-fat before changes into a new diet which has low-carbohydrate, low-fiber, and high-fat. So, this research aims to know the differences of fast food diet and adolescents’ nutritional status in urban and rural. The type of the research is cross-sectional with each 40 sample subjects in urban and rural. The subjects were selected by ‘simple random sampling’ method and the bivariate data analysis used an ‘independent t-test’. The results indicate a good diet in urban (60 %) and rural (55 %). Moreover, the prevalence of overweight adolescents in rural (30,7 %) are more higher than in urban (22,4 %). However, most of nutritional statuses are normal, with percentage in urban (80%) and rural (75 %). The result of bivariate analysis show there was no differences of fast food diet (p value = 0, 908), and nutritional status (p value = 0,765) between urban and rural adolescents.


Keywords: Diet, Nutritional status, Adolescents, Urban, Rural
Kata kunciPola Makan, Status Gizi, Remaja, Kota, Desa
Pembimbing 1Ir. Endo Dardjito, MPPM
Pembimbing 2Dyah Umiyarni Purnamasari, S.KM., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2016-02-17 10:21:45.049434
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.