Artikelilmiahs
Menampilkan 43.061-43.080 dari 48.832 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 43061 | 46430 | C1L020029 | PENGARUH PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN, KEBERADAAN UNIT PRODUKSI, DAN LATAR BELAKANG KELUARGA TERHADAP KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN SISWA | SMK menjadi penyumbang pengangguran terbesar pertama pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Berdasarkan Tingkat Pendidikan pada data yang dikeluarkan oleh BPS, padahal SMK disini dirancang untuk menghasilkan peserta didik yang mahir, mandiri, dan produktif, melalui pembelajaran kewirausahaan, sehingga ketika lulus mereka siap menghadapi dunia usaha dan industry namun kenyataanya justru sebaliknya, hal ini menimbulkan masalah yang perlu mendapatkan penanganan serius. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pembelajaran kewirausahaan, keberadaan unit produksi, dan latar belakang keluarga terhadap kompetensi kewirausahaan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang dilakukan kepada siswa kelas XII SMK N 1 Bawang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pembelajaran kewirausahaan, keberadaan unit produksi, dan latar belakang keluarga terhadap kompetensi kewirausahaan siswa SMK N 1 Bawang. Penelitian ini dilakukan pada tahun ajaran 2024/2025 di SMK N 1 Bawang. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan kuesioner tertutup, melalui metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII SMK N 1 Bawang tahun ajaran 2024/2025 sejumlah 665 siswa. Sampel yang digunakan berjumlah 250 siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Data kuesioner yang telah diperoleh ditransformasikan menjadi data interval menggunakan Method of Successive Intervals (MSI). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kewirausahaan, keberadaan unit produksi, dan latar belakang keluarga memiliki pengaruh positif terhadap kompetensi kewirausahaan siswa kelas XII SMK N 1 Bawang tahun ajaran 2024/2025. Semakin baik pembelajaran, pelaksanaan praktik di unit produksi, dan dukungan latar belakang keluarga, semakin tinggi pula kompetensi kewirausahaan yang dimiliki siswa. Implikasi dari penelitian ini yaitu: diharapkan penelitian ini dapat menambah pengetahuan tentang pengaruh pembelajaran kewirausahaan, unit produksi, dan latar belakang keluarga terhadap kompetensi siswa. Penelitian ini juga diharapkan meningkatkan pemahaman konsep kewirausahaan serta keterampilan praktis siswa. Hasilnya diharapkan SMK N 1 Bawang dapat memaksimalkan dan memperbanyak program-program yang dapat meningkatkan kompetensi kewirausahaan siswa, sehingga siswa akan lebih berkembang. | Vocational High Schools are the first largest contributor to unemployment in the Open Unemployment Rate (TPT) Based on Education Level in data released by BPS, even though Vocational High Schools here are designed to produce students who are skilled, independent, and productive, through entrepreneurship learning, so that when they graduate they are ready to face the business world and industry but in reality the opposite is true, this creates problems that need serious handling. The purpose of this study was to analyze the effect of entrepreneurship learning, the existence of production units, and family background on students' entrepreneurial competence. This study is a descriptive quantitative study conducted on class XII students of SMK N 1 Bawang. The purpose of this study was to analyze the effect of entrepreneurship learning, the existence of production units, and family background on the entrepreneurial competence of SMK N 1 Bawang students. This research was conducted in the 2024/2025 academic year at SMK N 1 Bawang. The data used in this study were obtained using a closed questionnaire, through a survey method. The population in this study were class XII students of SMK N 1 Bawang in the 2024/2025 academic year totaling 665 students. The sample used was 250 students using purposive sampling technique. While the data analysis technique used was multiple linear regression. The questionnaire data that had been obtained was transformed into interval data using the Method of Successive Intervals (MSI). The results of this study indicate that entrepreneurship learning, the existence of production units, and family background have a positive influence on the entrepreneurial competence of class XII students of SMK N 1 Bawang in the 2024/2025 academic year. The better the learning, implementation of practices in production units, and support from family background, the higher the entrepreneurial competence of students. The implications of this study are: it is hoped that this study can increase knowledge about the influence of entrepreneurship learning, production units, and family background on student competence. This study is also expected to improve students' understanding of the concept of entrepreneurship and practical skills. The results are expected that SMK N 1 Bawang can increase programs that can improve students' entrepreneurial competence, so that students will develop more. | |
| 43062 | 46431 | L1A020056 | Struktur Komunitas Fitoplankton di Teluk Funka, Hokkaido, Jepang | Teluk Funka merupakan teluk semi-tertutup yang berada di Hokkaido, Jepang dan merupakan salah satu kawasan budidaya kerang hotate (Mizuhopecten yessoensis) terbesar. Produktifitas budidaya kerang hotate dipengaruhi oleh keberadaan jenis dan jumlah fitoplankton yang ada di perairan Teluk Funka. Ketersediaan fitoplankton juga dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton termasuk kelimpahan, keanekaragaman, kemerataan, dominansi, dan hubungan kelimpahan dengan parameter kualitas air di Teluk Funka, Hokkaido, Jepang. Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2023 – Agustus 2024 dengan frekuensi pengambilan sampel dilakukan sebanyak dua kali dan interval waktu tiga minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton tertinggi berasal dari divisi Bacillariophyta. Indeks keanekaragaman berkisar antara 2,08 – 2,76 dan termasuk kategori sedang. Indeks kemerataan berkisar antara 0,58 – 0,77 dan termasuk kategori sedang. Indeks dominansi berkisar antara 0,10 – 0,21 dan termasuk ke dalam kategori rendah. Terdapat hubungan antara penurunan suhu, ph, dan kenaikan salinitas yang berdampak pada penurunan kelimpahan fitoplankton. | Funka Bay is a semi-enclosed bay located in Hokkaido, Japan and is one of the largest scallops (Mizuhopecten yessoensis) farming areas. The productivity of scallops farming was influenced by the presence of phytoplankton species and numbers in the waters of Funka Bay. The availability of phytoplankton can also be used as a bioindicator of water quality. The objective of this study was to determine the phytoplankton community structure including abundance, diversity, uniformity, dominance, and the relationship of abundance with water quality parameters in Funka Bay, Hokkaido, Japan. The research method used was purposive sampling. This study was conducted in November 2023 - August 2024 with a sampling frequency of two times and a time interval of three weeks. The results showed that the highest abundance of phytoplankton came from the Bacillariophyta division. The diversity index ranged from 2.08 - 2.76 and was categorized as medium. The uniformity index ranged from 0.58 - 0.77 and was categorized as moderate. The dominance index ranged from 0.10 - 0.21 and fell into the low category. There is a relationship between a decrease in temperature, ph, and an increase in salinity which results in a decrease in phytoplankton abundance. | |
| 43063 | 46433 | L1B020028 | PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN KETAPANG (Terminalia catappa) DALAM MEDIA TRANSPORTASI PENGARUHNYA TERHADAP PROFIL DARAH DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILEM (Osteochilus vittatus) | Penelitian berjudul “Penggunaan Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa) Dalam Media Transportasi Pengaruhnya Terhadap Profil Darah dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nilem (Osteochilus vittatus)”. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ekstrak daun ketapang terhadap profil darah dan kelangsungan hidup benih ikan nilem selama transportasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu dosis ekstrak daun ketapang sebanyak A (0 g/L), B (0,25 g/L), C (0,50 g/L) dan D (0,75 g/L). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA menggunakan SPSS. Hasil perhitungan ANOVA profil darah yang meliputi glukosa darah dan hemoglobin menunjukkan nilai P<0,05 yang menunjukkan perbedaan konsentrasi ekstrak daun ketapang berbeda nyata terhadap profil darah. Sedangkan kelangsungan hidup menunjukkan nilai P>0,05 yang berarti konsentrasi ekstrak daun ketapang tidak berbeda nyata terhadap kelangsungan hidup. Kadar glukosa darah yang diperoleh dalam penelitian berkisar antara 49-89 mg/dL. Sedangkan kadar hemoglobin berkisar antara 7,7-11,3 g/dL. Kelangsungan hidup benih ikan nilem pada setiap perlakuan memiliki nilai yang sama, yaitu 100%. Hasil kualitas air selama transportasi yaitu pH 7,4-7,7; suhu 25,7-26,7°C; dan DO 3,20-3,60 mg/L. | The study entitled "The Use of Ketapang Leaf Extract (Terminalia catappa) in Transportation Media and Its Effect on Blood Profile and Survival of Nilem Fish Seeds (Osteochilus vittatus)". The purpose of this study was to determine the effect of ketapang leaf extract on the blood profile and survival of nilem fish seeds during transportation. The method used in this study was an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 4 replications. The treatments given were doses of ketapang leaf extract as much as A (0 g/L), B (0.25 g/L), C (0.50 g/L) and D (0.75 g/L). The data obtained were analyzed by ANOVA test using SPSS. The results of the ANOVA calculation of the blood profile including blood glucose and hemoglobin showed a value of P <0.05 which showed that the difference in the concentration of ketapang leaf extract was significantly different from the blood profile. While survival showed a value of P> 0.05 which meant that the concentration of ketapang leaf extract was not significantly different from survival rate. Blood glucose levels obtained in the study ranged from 49-89 mg/dL. While hemoglobin levels ranged from 7.7-11.3 g/dL. The survival of nilem fish seeds in each treatment had the same value, which was 100%. The results of water quality during transportation were pH 7.4-7.7; temperature 25.7-26.7°C; and DO 3.20-3.60 mg/L. | |
| 43064 | 46434 | K1B020028 | MODEL REGRESI LOGISTIK DAN APLIKASINYA PADA ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN KANKER DI JAWA TENGAH | Penelitian ini menggunakan tiga jenis kanker, yaitu kanker paru-paru, kanker rektum dan kanker nasofaring, dimana pengertian kanker adalah sekelompok penyakit dengan ciri utama pertumbuhan sel-sel yang tidak normal dan tidak terkendali dalam tubuh. Metode regresi logistik memungkinkan pemodelan hubungan antara variabel independen dan probabilitas terjadinya suatu kejadian. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengeksplorasi penggunaan odds ratio (OR) dan regresi logistik dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang memiliki pengaruh signifikan sebagai variabel independen kanker. Penelitian ini memodelkan regresi logistik multinomial pada kasus penyakit kanker di Jawa Tengah. Variabel independen yang digunakan yaitu jenis kelamin, usia, hemoglobin, indeks massa tubuh, sosial ekonomi, keadaan pasien, dan lama hari. Hasil penelitian menunjukan dua model logit terbaik berdasarkan p-value < 0,05. Model logit pertama jenis kelamin perempuan, hemoglobin sangat rendah, indeks massa tubuh rendah dan keadaan pasien dengan keadaan J dan K memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jenis kanker, sedangkan model logit kedua jenis kelamin perempuan, usia 19-59 tahun, indeks massa tubuh tinggi, keadaan pasien dengan keadaan J dan K dan lama hari memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jenis kanker. | This study uses three types of cancer, namely lung cancer, rectal cancer and nasopharyngeal cancer, where the definition of cancer is a group of diseases with the main feature of abnormal and uncontrolled growth of cells in the body. The logistic regression method allows modeling the relationship between independent variables and the probability of an event occurring. Therefore, this study will explore the use of odds ratio (OR) and logistic regression in identifying factors that have a significant influence as independent variables of cancer. This study models multinomial logistic regression on cancer cases in Central Java. The independent variables used were gender, age, hemoglobin, body mass index, socioeconomics, patient condition, and length of days. The results showed two best logit models based on p-value <0.05. The first logit model of female gender, very low hemoglobin, low body mass index and patient state with state J and K had a significant effect on the type of cancer, while the second logit model of female gender, age 19-59 years, high body mass index, patient state with state J and K and length of days had a significant effect on the type of cancer. | |
| 43065 | 46435 | H1B019057 | KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN DENGAN PENAMBAHAN PLASTIK POLYPROPYLENE(PP) DAN OLI BEKAS | Abstrak—Pengunaan aspal emulsi terbilang ramah lingkungan karena bisa dilakukan pencampuran menggunakan metode Cold Mix tanpa harus melakukan proses pemanasan bahan pengikat seperti aspal pen 60/70. akan tetapi, aspal emulsi memiliki kelemahan seperti nilai porositas yang tinggi dan nilai stabilitas yang rendah pada saat awal umur rencana. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan modifikasi campuran aspal emulsi. Dalam penelitian ini dilakukan modifikasi campuran aspal emulsi dingin(CAED) dengan menambahkan plastik polypropylene dan oli bekas sebagai bahan tambah. Variasi bahan tambah yang digunakan adalah variasi 1(3%PP:1%OLI), Variasi 2 (3%PP: 2%OLI), Variasi 3 (3%PP: 3%OLI), Variasi 4(3%PP: 4%OLI) dan Variasi 5(3%PP: 5%OLI). penggunaan plastik polypropylene berdasarkan berat total agregat dan kandungan oli bekas berdasarkan berat residu aspal. Pengujian dilakukan dengan metode marshall dan pengujian perendaman dengan suhu 60℃ selama 1 hari, 3 hari dan 5 hari. Hasil pengujian kadar aspal residu optimum(KARO) didapatkan pada kadar aspal sebesar 6% dengan nilai stabilitas 1109.18 Kg. sedangkan CAED dengan bahan tambah menunjukan stabilitas optimum pada variasi 3 (3%PP:3%OLI). nilai stabilitas yang dihasilkan 1217, 008 Kg. selanjutnya dilakukan uji perendaman antara sampel CAED tanpa bahan tambah (KARO) dengan sampel CAED Variasi 3(3%PP: 3%OLI). pada pengujian perendaman dihasilkan nilai IDP pada kedua sampel mengalami kenaikan kekuatan dengan nilai r total sebesar 1.56% pada sampel KARO dan nilai r total 0.76% pada campuran CAED Variasi 3 | Abstract— The use of emulsified asphalt is environmentally friendly because it can be mixed using the Cold Mix method without the necessity of heating the binder, as is required for pen 60/70 asphalt. However, emulsified asphalt has disadvantages, including high porosity values and low stability values at the outset of the plan life. It is therefore necessary to develop a modified asphalt emulsion mixture. In this study, a cold asphalt emulsion mixture (CAED) was modified by the addition of polypropylene plastic and used oil as additives. The variations of added materials used are as follows: Variation 1 (3%PP: 1%OLI), Variation 2 (3%PP: 2%OLI), Variation 3 (3%PP: 3%OLI), and Variation 4. (3%PP: 4%OLI) and Variation 5 (3%PP: 5%OLI). The utilization of polypropylene plastic is based on the total weight of the aggregate, while the used oil content is based on the weight of the asphalt residue. Tests were conducted using the Marshall method and immersion tests at 60°C for 1 days, 3 days, and 5 days .The optimal residual asphalt content (KARO) was determined to be 6% asphalt content with a stability value of 1109.18 kg. CAED with added ingredients demonstrated optimal stability in variation 3 (3%PP:3%OLI), with a resulting stability value of 1217,008 kg. Moreover, an immersion test was conducted between the CAED sample devoid of added ingredients (KARO) and the CAED Variation 3 sample (3%PP: 3%OLI). In the immersion test, the IDP value on both samples exhibited an increase in strength, with a total R value of 1.56% on the KARO sample and a total R value of 0.76% on the CAED Variation 3 mixture. | |
| 43066 | 46437 | H1B019045 | KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN DENGAN PENAMBAHAN SERAT POHON PISANG DAN SERAT SERABUT KELAPA | Campuran aspal emulsi dingin memiliki beberapa keuntungan yaitu mempunyai nilai viskositas yang rendah, sehingga tidak perlu dipanaskan dan tidak menimbulkan adanya polusi udara, hemat biaya dan waktu. Tetapi juga mempunyai kekurangan dengan memerlukannya waktu yang lama untuk meningkatkan kekuatan, stabilitas yang rendah, dan nilai porositas yang rendah. Salah satu inovasi yang dilakukan untuk meningkatkan kekuatan dan stabilitas adalah menambahkan serat selulosa yang terbuat dari bahan alami yang relatif lebih murah dan utamanya dapat digunakan untuk menstabilkan dan memberi perkuatan pada campuran. Pengujian marshall dilakukan pada campuran aspal emulsi dingin dengan penambahan serat kelapa dan serat pohon pisang dengan variasi kadar 0%; 0,1%; 0,2%; 0,3%; dan 0,4% terhadap berat agregat. Hasil pengujian marshall enunjukkan nilai stabilitas maksimum untuk penambahan serat kelapa adalah 1243,226 Kg pada kadar 0,2% dengan selisih 134,041 Kg dibandingkan dengan campuran tanpa bahan tambah. sedangkan stabilitas maksimum untuk penambahan serat pohon pisang adalah 1256,422 Kg pada kadar 0,3% dengan selisih 147,237 Kg dibandingkan dengan campuran tanpa bahan tambah. Hasil dari pengujian eksperimental ini menunjukkan penambahan serat sebagai bahan tambah dengan proporsi yang optimal pada campuran aspal emulsi dingin dapat meningkatkan stabilitas campuran. | Cold emulsified asphalt mixtures have several advantages, they have a low viscosity value, so they do not need to be heated and do not cause air pollution, saving costs and time. But it also has disadvantages such as requiring a long time to increase strength, low stability, low porosity value. One of the innovations made to increase strength and stability is adding a cellulose fiber material made from natural fiber which is relatively cheaper and can mainly be used to stabilize and give strength to the mixture. Marshall testing was carried out on cold emulsified asphalt mixtures with the addition of coconut fiber and banana tree fiber with variations of 0%; 0,1%; 0,2%; 0,3%; and 0,4% of the aggregate weight. Marshall test results show that the maximum stability value for the addition of coconut fiber is 1243,226 Kg at a content of 0,2% with a difference of 134,041 Kg compared to the mixture without added ingredients. Meanwhile, the maximum stability for the addition of banana tree fiber is 1256,422 Kg at a content of 0,3% with a difference of 147,237 Kg compared to a mixture without ingredients. The results of this experimental test show that the addition of fiber as an additive in optimal proportions to the cold asphalt emulsified mixture can increase the stability of the mixture. | |
| 43067 | 46436 | I1E019055 | KEMAMPUAN TEKNIK DASAR PERMAINAN BULUTANGKIS SISWA MTs RAUDLATUL HUDA ADIPALA | Latar Belakang: Bulutangkis merupakan salah satu olahraga yang berbentuk permainan dan diajarkan pada pembelajaran pendidikan jasmani pada SD, SMP dan SMA. Tingkat kemampuan teknik dasar bulutangkis di MTs Raudlatul Huda Adipala belum terlalu dikuasai oleh siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan teknik dasar bulutangkis. Metodologi: Penelitian ini merupakan metode deskriptif dan menggunakan pendekatan survey. Pengambilan data dilaksanakan di Gedung Olahraga MTs Raudlatul Huda Adipala. Sampel dalam penelitian ini yaitu 30 siswa anggota ekstrakurikuler bulutangkis MTs Raudlatul Huda dengan teknik analisis data menggunakan total sampling dan perhitungan Penilaian Acuan Norma (PAN). Hasil Penelitian: Hasil dari data menunjukkan bahwa: Kemampuan teknik dasar test service pendek dalam kategori Sangat Baik(3%), Baik(34%), Cukup(20%). Kurang(40%), Sangat Kurang(3%) dengan rata-rata nilai keseluruhan 40% termasuk dalam kategori kurang. Kemampuan teknik dasar servis panjang dalam kategori Sangat Baik(10%), Baik(16%), Cukup(40%). Kurang(27%), Sangat Kurang(7%) dengan rata-rata nilai keseluruhan 40% termasuk dalam kategori cukup. Kemampuan teknik dasar overhead lob dalam kategori Sangat Baik(3%), Baik(20%), Cukup(43%). Kurang(34%), Sangat Kurang(0%) dengan rata-rata nilai keseluruhan 43% termasuk dalam kategori cukup, kemampuan teknik dasar smash dalam kategori Sangat Baik(13%), Baik(10%), Cukup(40%). Kurang(37%), Sangat Kurang(0%) dengan rata-rata nilai keseluruhan 40% termasuk dalam kategori cukup. | Background: Badminton is one of the sports in the form of a game and is taught in physical education learning in elementary, junior high and high school. The level of ability of basic badminton techniques at MTs Raudlatul Huda Adipala is not yet well understood by students. The purpose of this study is to find out the basic badminton technique skills of MTs Raudlatul Huda Adipala students. Methodology: This writing is a descriptive method and uses a survey approach. Data collection was carried out at the MTs Raudlatul Huda Adipala. The sample in this study is 30 students who are members of the MTs Raudlatul Huda badminton extracurricular with a total sampling technique and using Norm Referenced Evaluation (PAN). Result: The result of the data show that the basic technical abilities of the short service test are very good categories (3%), good (34%), suffficient (20%), poor (40%), very poor (3%) and an average overall score of 40% are included in poor category. basic long serve test are very good categories (10%), good (16%), suffficient (40%), poor (27%), very poor (7%) with an average overall score of 40% included in sufficient category. Basic overhead lob test are very good categories (3%), good (20%), suffficient (43%), poor (34%), very poor (0%) with an average overall score of 43% included in sufficient category. Basic smash technique abilites test are very good categories (13%), good (10%), suffficient (40%), poor (37%), very poor (0%) with an average overall score of 40% included in sufficient category. | |
| 43068 | 46440 | C1A020009 | ANALISIS PENGARUH SUKU BUNGA, LTV, HARGA RUMAH, JANGKA WAKTU, DAN USIA TERHADAP PERMINTAAN KPR: STUDI KASUS NASABAH BTN KANTOR CABANG PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2018-2023 | Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Suku Bunga, LTV, Harga Rumah, Jangka Waktu, Dan Usia Terhadap Permintaan KPR: Studi Kasus Nasabah BTN Kantor Cabang Purwokerto Kabupaten Banyumas Tahun 2018-2023”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suku bunga, loan to value, harga rumah, jangka waktu, dan usia terhadap permintaan kredit pemilikan rumah di Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Purwokerto Kabupaten Banyumas. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu permintaan Kredit Pemilikan Rumah di BTN KC Purwokerto Kabupaten Banyumas, sedangkan variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu suku bunga, loan to value, harga rumah, jangka waktu, dan usia. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder dari instansi terkait. Populasi data dalam penelitian ini yaitu 4.030 dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling maka diperoleh sampel sebesar 364. Rentang waktu penelitian ini adalah 6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis data regresi berganda. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eviews 12. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Suku bunga, LTV, harga rumah, jangka waktu dan usia secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap permintaan KPR. (2) LTV berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan KPR. (3) Harga rumah berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan KPR. (4) Harga rumah adalah variabel paling berpengaruh terhadap permintaan KPR. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu bank dapat memberikan regulasi pengajuan kredit yang lebih mudah, serta untuk pemerintah dapat memberikan subsidi pinjaman kredit, sehingga memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin melakukan pembelian rumah dengan mengajukan KPR. | This study aims to analyze the effect of interest rates, loan to value, house prices, terms, and age on the demand for home ownership credit at the Bank Tabungan Negara Purwokerto Branch Office, Banyumas Regency. The dependent variable used in this study is the demand for Home Ownership Credit at BTN KC Purwokerto, Banyumas Regency, while the independent variables used in this study are interest rates, loan to value, house prices, terms, and age. The type of data used in this study is secondary data from related agencies. The data population in this study is 4,030 with sampling using the simple random sampling technique, so that a sample of 364 is obtained. The time span of this study is 6 years. This study uses a descriptive quantitative method with multiple regression data analysis techniques. The analysis tool used in this study is Eviews 12. Based on the results of the study, it shows that: (1) Interest rates, LTV, house prices, term and age together have a significant effect on mortgage demand. (2) LTV has a positive and significant effect on mortgage demand. (3) House prices have a positive and significant effect on mortgage demand. (4) House prices are the most influential variable on mortgage demand. The implications of the above conclusions are that banks can provide easier credit application regulations, and the government can provide credit loan subsidies, thus providing convenience for people who want to buy a house by applying for a mortgage. | |
| 43069 | 46432 | C1H018029 | THE INFLUENCE OF ATTITUDE, ENVIRONMENTAL KNOWLEDGE AND ALTRUISM ON PURCHASE INTENTION WITH SITUATIONAL CONTEXT AS MODERATING VARIABLE (STUDY OF “CRUELTY-FREE” CLAIM ON SOMETHINC’S SKINCARE AND COSMETICS PRODUCTS) | Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh sikap, pengetahuan lingkungan, dan altruisme terhadap minat beli produk kosmetik Somethinc yang dimoderasi oleh konteks situasional. Responden penelitian ini sebanyak 150 mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman yang berminat untuk membeli produk dari Somethinc. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam bentuk survey dengan kuesioner online sebagai instrumen pengambilan data. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan: (1) Sikap mempunyai pengaruh positif terhadap Minat Pembelian; (2) Pengetahuan Lingkungan berpengaruh positif terhadap Minat Pembelian; (3) Altruisme mempunyai pengaruh positif terhadap Minat Pembelian; (4) Konteks Situasional berpengaruh positif terhadap Minat Pembelian; (5) Konteks Situasional tidak memoderasi secara positif hubungan kausal antara sikap dan minat pembelian; (6) Konteks Situasional tidak memoderasi secara positif hubungan kausal antara pengetahuan lingkungan dan minat pembelian; dan (7) Konteks Situasional memoderasi secara positif hubungan antara altruisme dan minat pembelian. Implikasi dari kesimpulan dalam penelitian ini adalah mendorong pengembangan produk ramah lingkungan, khususnya dalam mengurangi prevalensi produk kosmetik yang terlibat dalam kekejaman terhadap hewan selama produksi dan pemasaran, dukungan situasional untuk perlindungan hewan sangat penting. Upaya yang dapat dilakukan meliputi: (1) Mendorong konsumen untuk menghindari pembelian produk kosmetik yang diduga melakukan kekejaman terhadap hewan dan secara bertahap beralih ke alternatif yang bebas dari kekejaman; (2) Memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan kesadaran dengan mendidik orang lain tentang produk yang tidak bebas dari kekejaman dan berpartisipasi dalam kampanye kecantikan yang bebas dari kekejaman; dan (3) Mendukung tujuan jangka panjang untuk mengurangi penjualan produk yang tidak bebas dari kekejaman dengan bergabung dalam kampanye dan menandatangani petisi yang mengadvokasi undang-undang yang melarang pengujian hewan dalam kosmetik. Batasan penelitian ini adalah 1.) Hasil penelitian ini belum dapat dijadikan simpulan secara menyeluruh mengingat sampel yang digunakan hanya di lingkungan kampus. Oleh karena itu, untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk mengambil klaster penelitian yang lebih luas. 2.) Variabel Situational Context terbukti tidak memberikan pengaruh moderasi terhadap purchase intention. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan untuk penelitian selanjutnya dengan memasukkan variabel lain seperti demografi responden. | This study was conducted to analyze the influence of attitude, environmental knowledge, and altruism on the purchase intention of Somethinc cosmetic products moderated by situational context. The respondents of this study were 150 female students of the Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University who were interested in purchasing products from Somethinc. This study used a quantitative method in the form of a survey with an online questionnaire as an instrument for data collection. Based on the results of the study, the following conclusions were obtained: (1) Attitude has a positive influence on Purchase Intention; (2) Environmental Knowledge has a positive influence on Purchase Intention; (3) Altruism has a positive influence on Purchase Intention; (4) Situational Context has a positive influence on Purchase Intention; (5) Situational Context does not positively moderate the causal relationship between attitude and purchase intention; (6) Situational Context does not positively moderate the causal relationship between environmental knowledge and purchase intention; and (7) Situational Context positively moderates the relationship between altruism and purchase intention. The implications of the conclusions in this study are to encourage the development of environmentally friendly products, especially in reducing the prevalence of cosmetic products involved in animal cruelty during production and marketing, situational support for animal protection is very important. Efforts that can be made include: (1) Encouraging consumers to avoid purchasing cosmetic products suspected of committing animal cruelty and gradually switching to cruelty-free alternatives; (2) Utilizing social media to raise awareness by educating others about non-cruelty-free products and participating in cruelty-free beauty campaigns; and (3) Supporting the long-term goal of reducing the sale of non-cruelty-free products by joining campaigns and signing petitions advocating for laws prohibiting animal testing in cosmetics. The limitations of this study are 1.) The results of this study cannot be used as a comprehensive conclusion considering that the sample used was only in the campus environment. Therefore, for further research it is recommended to take a wider research cluster. 2.) The Situational Context variable has been shown not to have a moderating effect on purchase intention. Therefore, it is necessary to consider further research by including other variables such as respondent demographics. | |
| 43070 | 46441 | E1B020018 | LEGAL PROTECTION FOR BEGGARS, HOMELESS PEOPLE, DISPLACED PEOPLE IN REALIZING SOCIAL WELFARE | Kesejahteraan sosial merupakan suatu kondisi yang harus diwujudkan bagi seluruh warga negara di dalam pemenuhan kebutuhan material, spiritual, dan sosial agar dapat hidup dengan layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga melaksanakan fungsi sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk perlindungan hukum bagi pengemis, gelandangan, orang terlantar dalam mewujudkan kesejahteraan sosial sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, metode pendekatan analitis, metode pendekatan konseptual. Spesifikasi penelitian meliputi inventarisasi hukum, sinkronisasi hukum, perbandingan hukum, penemuan hukum in concreto. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Pengolahan data dilakukan dengan reduksi data, display data, klasifikasi data kemudian bahan-bahan hukum yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan content analysis. Data disajikan dalam bentuk uraian naratif yang disusun secara sistematis, logis, dan rasional. Hasil penelitian menunjukkan pengaturan mengenai perlindungan hukum bagi pengemis gelandangan dan orang terlantar sudah menunjukan taraf sinkronisasi vertikal. Pada taraf sinkronisasi vertikal yang dianalisis dengan teori Hans Kelsen dan Hans Nawiasky serta peraturan perundang-undangan dimana peraturan yang lebih rendah bersumber dan mengacu kepada peraturan yang lebih tinggi, peraturan yang lebih tinggi menjadi dasar dan acuan pembentukan peraturan yang lebih rendah. Kemudian bentuk perlindungan hukum bagi pengemis, gelandangan, orang terlantar dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang mengatur hak pengemis, gelandangan, dan orang terlantar meliputi jaminan pengaturan memperoleh penanganan secara preventif, jaminan pengaturan memperoleh penanganan secara represif, jaminan pengaturan memperoleh penanganan secara rehabilitatif, jaminan pengaturan memperoleh penanganan bimbingan lanjut, jaminan memperoleh penanganan secara reintegrasi sosial, jaminan pengaturan memperoleh jaminan sosial, jaminan pengaturan memperoleh pemberdayaan sosial, jaminan pengaturan memperoleh perlindungan sosial, jaminan pengaturan memperoleh bantuan sosial. | Social welfare is a condition that must be realized for all citizens in fulfilling material, spiritual, and social needs in order to live a decent life and be able to develop themselves, so as to carry out their social functions. This study aims to find out the synchronization of regulations and forms of legal protection for beggars, homeless people, and displaced people in realizing social welfare as regulated in laws and regulations. The type of legal research used is normative juridical with a legislative approach method, an analytical approach method, and a conceptual approach method. The research specifications include legal inventory, legal synchronization, legal comparison, legal discovery in concreto. The data source used is secondary data. Data collection was carried out by literature study. Data processing is carried out by data reduction, data display, data classification, then the legal materials obtained are analyzed qualitatively with content analysis. The data is presented in the form of narrative descriptions that are arranged systematically, logically, and rationally. The results of the study show that the regulation of legal protection for homeless beggars and displaced people has shown a level of vertical synchronization. At the level of vertical synchronization analyzed with the theories of Hans Kelsen and Hans Nawiasky and laws and regulations where lower regulations are sourced from and refer to higher regulations, higher regulations become the basis and reference for the formation of lower regulations. Then the form of legal protection for beggars, vagrants, and displaced people in realizing social welfare that regulates the rights of beggars, homeless people, and displaced people includes guarantees for arrangements to receive preventive treatment, guarantees for arrangements to obtain repressive treatment, guarantees for arrangements to obtain rehabilitation treatment, guarantees for arrangements to receive further guidance, guarantees for social reintegration, guarantees for Arrangements for obtaining social security, guarantees for arrangements for obtaining social empowerment, guarantees for arrangements for obtaining social protection, guarantees for arrangements for obtaining social assistance. | |
| 43071 | 46442 | H1D019038 | ANALISIS KEAMANAN PADA SISTEM INFORMASI PONDOK PESANTREN IHSANUL FIKRI MENGGUNAKAN METODE PENETRATION TESTING EXECUTION STANDARD | Di era digital, Sistem Informasi Akademik (SIA) menjadi elemen dari operasional lembaga pendidikan seperti pondok pesantren (ponpes) dengan membantu pengelolaan data akademik dan administrasi dengan lebih efisien. Ponpes Ihsanul Fikri telah mengimplementasikan SIA melalui Sistem Informasi Pondok (SIPOND), yang mendukung kegiatan akademik dan administrasi dengan pengelolaan informasi yang lebih efektif. Tetapi, tantangan keamanan tetap menjadi masalah penting yang harus diperhatikan, terutama terkait potensi ancaman keamanan yang dapat memengaruhi integritas data siswa dan informasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keamanan SIPOND dan mengidentifikasi risiko keamanan yang dapat mengancam integritas data. Selain itu, penelitian ini juga berupaya mengidentifikasi kelemahan keamanan yang mungkin terdapat dalam SIPOND dan dapat dieksploitasi oleh pihak tidak sah. Metode yang digunakan adalah Penetration Testing Execution Standard (PTES) dengan acuan dokumen standar OWASP Top 10, yang berfokus pada identifikasi kerentanan keamanan aplikasi web. Hasil penelitian menunjukkan beberapa kerentanan dengan tingkat keparahan yang berbeda. Kerentanan critical yang ditemukan adalah Privilege Escalation via API Endpoint dan User and Password Data Leakage via API Endpoint, sementara kerentanan dengan tingkat high adalah Unauthorized Account Creation via API Endpoint. Beberapa kerentanan lainnya termasuk Cross-Domain JavaScript Source File Inclusion (Low), Dangerous JS Functions (Medium), serta sejumlah kerentanan lainnya yang berkaitan dengan pengaturan header keamanan, kebocoran informasi server, dan pengelolaan cookie. Rekomendasi perbaikan diberikan pada tahap reporting untuk meningkatkan keamanan SIPOND dan memastikan perlindungan data sensitif, sehingga mendukung operasional pendidikan yang lebih aman. | In the digital era, Academic Information Systems (AIS) have become an element of the operations of educational institutions such as Islamic boarding schools by helping manage academic and administrative data more efficiently. Ihsanul Fikri Islamic Boarding School has implemented SIA through the Pondok Information System (SIPOND), which supports academic and administrative activities with more effective information management. However, security challenges remain an important issue that must be considered, especially regarding potential security threats that could affect the integrity of student data and academic information. This research aims to analyze SIPOND security and identify security risks that could threaten data integrity. Apart from that, this research also seeks to identify security weaknesses that may exist in SIPOND and can be exploited by unauthorized parties. The method used is the Penetration Testing Execution Standard (PTES) with reference to the OWASP Top 10 standard document, which focuses on identifying web application security vulnerabilities. The research results show several vulnerabilities with different levels of severity. The critical vulnerabilities found were Privilege Escalation via API Endpoint and User and Password Data Leakage via API Endpoint, while the high level vulnerability was Unauthorized Account Creation via API Endpoint. Some other vulnerabilities include Cross-Domain JavaScript Source File Inclusion (Low), Dangerous JS Functions (Medium), as well as a number of other vulnerabilities related to security header settings, server information leaks, and cookie management. Recommendations for improvements are provided at the reporting stage to improve SIPOND security and ensure the protection of sensitive data, thereby supporting safer educational operations. | |
| 43072 | 46443 | D1B021008 | Pengaruh Usia, Lama Beternak dan Tingkat Pengetahuan Peternak Tentang Program Pemberian Antibiotik terhadap Mortalitas pada Usaha Peternakan Ayam Broiler di Kabupaten Banjarnegara | Ayam broiler merupakan komoditas ternak unggas yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Umumnya para peternak ayam broiler merupakan peternak yang berorientasi penuh terhadap pengembangan usaha dan bisnis. Tujuan penelitian adalah : 1) mengetahui rata-rata usia dan lama beternak peternak ayam broiler, 2) mengetahui tingkat pengetahuan peternak tentang program pemberian antibiotik pada peternakan ayam broiler, 3) mengetahui persentase mortalitas ayam broiler dalam satu periode pemeliharaan, 4) menganalisis pengaruh usia dan lama beternak pada peternak ayam broiler di Kabupaten Banjarnegara. Penelitian dilakukan dengan metode survei dan penetapan wilayah dilakukan secara purposive sampling (sengaja) yaitu di Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah. Penentuan responden secara purposive sampling (sengaja) dengan klasifikasi peternak yang sudah ditentukan yaitu Jenis kandang dan batas minimal populasi ayam broiler yang dipelihara. Jumlah responden sebanyak 50 peternak yang memenuhi klasifikasi yaitu menggunakan kandang semi closedhouse dan populasi minimal 10.000 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) rata-rata usia 39,7 dan lama beternak 8 tahun 2) Skor rata-rata 10,8 3) Rata-rata mortalitas 4.29% 4) variabel yang berpengaruh terhadap persentase mortalitas ayam broiler dalam usaha peternakan ayam broiler di Kabupaten Banjarnegara adalah pengalaman beternak. Hasil analisis regresi berganda dengan nilai R square yaitu sebesar 52,40%. | Broiler chickens are a poultry commodity that has great potential for development. Generally, broiler chicken breeders are breeders who are fully oriented towards business and business development. The objectives of the research were: 1) to find out the average age and length of rearing of broiler chicken farmers, 2) to find out the level of knowledge of farmers regarding antibiotic administration programs on broiler chicken farms, 3) to find out the percentage of broiler chicken mortality in one rearing period, 4) to analyze the effect of age and a long time of raising broiler chickens in Banjarnegara Regency. The research was carried out using a survey method and area determination was carried out using purposive sampling (intentionally), namely in Banjarnegara Regency, Central Java Province. Respondents were determined using purposive sampling (intentionally) with predetermined breeder classifications, namely type of cage and minimum population limit for broiler chickens kept. The number of respondents was 50 breeders who met the classification, namely using semi-closed house cages and a minimum population of 10,000 animals. The results of the research show that 1) the average age is 39.7 and the length of time in farming is 8 years 2) The average score is 10.8 3) The average mortality is 4.29% 4) variables that influence the percentage of broiler chicken mortality in the broiler chicken farming business in Banjarnegara Regency is the experience of raising livestock. The results of multiple regression analysis with an R square value of 52.40%. | |
| 43073 | 46444 | D1A020121 | PENGARUH SENTRIFUGASI GRADIEN DENSITAS PERCOLL DAN LAMA INKUBASI TERHADAP MORFOMETRI DAN MEMBRAN PLASMA UTUH HASIL SEXING SPERMATOZOA KAMBING PERANAKAN ETAWAH | Penelitian ini berjudul Pengaruh Sentrifugasi Gradien Densitas Percoll dan Lama Inkubasi Terhadap Morfometri dan Membran Plasma Utuh Hasil Sexing Spermatozoa Kambing Peranakan Etawah. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengkaji interaksi gradien percoll dan lama inkubasi terhadap morfometri dan Membran Plasma Utuh (MPU) hasil separasi seks kambing Peranakan Etawah (PE). Materi yang digunakan untuk penelitian yaitu semen kambing Peranakan Etawah (PE) jantan sebanyak 2 ekor dengan umur 3-4 tahun. Rancangan penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2 x 3 dengan ulangan frekuensi penyadapan sebanyak 3 kali. Hasil analisis variansi perlakuan yang berpengaruh nyata kemudian dilakukan uji lanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Lokasi penelitian berada di Laboratorium Kesehatan Ternak dan Experimental Farm Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Hasil pengukuran morfometri rata-rata spermatozoa unsexing 30.88 µm2 , spermatozoa sexing fraksi atas dan fraksi bawah masing- masing 28.44 µm2 dan 32.63 µm2 . Hasil dari penelitian keutuhan membran plasma spermatozoa X diperoleh rataan sebesar X1 = 66.61% dan X2 = 68.57% sedangkan spermatozoa Y diperoleh rataan sebesar Y1 = 64,87% dan Y2 = 66.96%. Hasil perhitungan statistic dengan uji t-student menunjukkan bahwa spermatozoa fraksi bawah (X) memberikan perbedaan nyata (P<0,05) lebih besar dibanding spermatozoa fraksi atas (Y). Berdasaran analisis variansi diperoleh hasil tidak ada interaksi antara faktor gradien dan lama inkubasi (P>0,05) terhadap morfometri dan Membran Plasma Utuh (MPU). Faktor gradien berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap morfometri fraksi atas (Y) dan bawah (X), sedangkan faktor gradien dan lama inkubasi masing-masing berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap Membran Plasma Utuh (MPU) fraksi atas (Y) dan bawah (X). Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini yaitu separasi seks menggunakan medium gradien percoll 45:60% dengan lama inkubasi 30 menit mampu memisah dengan baik morfometrik spermatozoa fraksi atas (Y) maupun fraksi bawah (X), bahkan diperoleh persentase membran plasma utuh (MPU) tertinggi baik untuk fraksi atas dan bawah. | This research is entitled The Effect of Percoll Density Gradient Centrifugation (SGDP) and Incubation Length on Morphometry and Intact Plasma Membrane (MPU) Results from Sexing Spermatozoa of Etawah Crossbreed Goats. The aim of the research was to examine the interaction of Percoll gradient and incubation time on the morphometry and Intact Plasma Membrane (MPU) results of sex separation of Etawah Peranakan (PE) goats. The material used for the research was the semen of 2 male Peranakan Etawah (PE) goats aged 3-4 years. The research design was carried out using a Randomized Block Design (RAK) with a 2 x 3 factorial pattern with 3 repetitions of the tapping frequency. The results of the variance analysis of treatments that had a significant effect were then further tested using Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The research location is at the Animal Health and Experimental Farm Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Banyumas Regency, Central Java. The average morphometric measurement results for unsexed spermatozoa were 30.88 µm2 , sexed spermatozoa in the upper and lower fractions were 28.44 µm2 and 32.63 µm2 , respectively. The results of research on the integrity of the plasma membrane of X spermatozoa obtained an average of X1 = 66.61% and X2 = 68.57%, whereas integrity plasma membrane Y of Y1 = 64,87% and Y2 = 66.96%. The results of statistical calculations using the Student's t-test showed that the lower fraction spermatozoa (X) gave a significantly greater difference (P<0.05) than the upper fraction spermatozoa (Y). Based on analysis of variance, the results showed that there was no interaction between gradient factors and incubation time (P>0.05) on morphometry and Intact Plasma Membrane (MPU). The gradient factor had a significant effect (P<0.05) on the morphometry of the top (Y) and bottom (X) fractions, while the gradient factor and incubation time each had a significant effect (P<0.05) on the Intact Plasma Membrane (MPU) fraction top (Y) and bottom (X). The conclusion obtained from this research is that sex separation using a 45:60% Percoll gradient medium with an incubation time of 30 minutes was able to separate both upper (Y) and lower (X) fractions of spermatozoa morphometrically, and even obtained the highest percentage of intact plasma membrane (MPU), both for the upper and lower fractions. | |
| 43074 | 46446 | H1D020026 | PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN MANAJEMEN MUTU AIR SUNGAI DAN DANAU DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BANYUMAS BERBASIS WEBSITE | Perkembangan teknologi informasi kini berkembang pesat, hal tersebut ditandai dengan banyaknya bidang dan instansi yang memanfaatkan teknologi infromasi. UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup sebagai unsur pelaksana teknis dinas masih menggunakan cara konvensional dalam menjalankan proses bisnisnya. Hal itu dirasa kurang efektif dan efisien, serta dapat menyebabkan data tidak terorganisir dengan baik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk merancang dan membangun website yang berguna untuk memudahkan pengelolaan data sungai dan danau yang ada di wilayah Banyumas dengan visualisasi mutu air sungai dan danau dalam bentuk peta. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi literatur. Sistem informasi dibangun dengan bahasa pemrograman PHP dengan framework Laravel, serta menggunakan metode pengembangan prototyping. Pengujian sistem menggunakan black box testing dengan hasil seluruh fitur berstatus valid dan sesuai dengan kebutuhan sistem. Evaluasi sistem menggunakan User Acceptance System menunjukkan nilai rata rata 88% dengan kategori “Sangat Baik”. Hasil dari penelitian ini adalah sistem informasi geografis yang dapat membantu UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup dan masyarakat Banyumas dalam mengelola dan mengakses data pemantauan kualitas air sungai dan danau secara efektif dan efisien. | The development of information technology is now growing rapidly, this is marked by the many fields and agencies that utilize information technology. The Environmental Laboratory UPTD as the technical implementing element of the service still uses conventional methods in carrying out its business processes. This is felt to be less effective and efficient, and can cause the data to not be well organized. This research aims to design and build a useful website to facilitate the management of river and lake data in the Banyumas area by visualizing the quality of river and lake water in map form. The data collection methods used were interviews and literature studies. The information system was built using the PHP programming language with the Laravel framework, and using the prototyping development method. System testing uses black box testing with the results of all features being valid and in accordance with system requirements. System evaluation using the User Acceptance System shows an average score of 88% in the "Very Good" category. The result of this research is a geographic information system that can assist the UPTD Environmental Laboratory and the Banyumas community in managing and accessing river and lake water quality monitoring data effectively and efficiently. | |
| 43075 | 46448 | D1A020048 | KANDUNGAN BAHAN KERING DAN KEREMAHAN SILASE DAUN RAMI DENGAN PENAMBAHAN DEDAK PADI | Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan jenis hijauan berbeda pada pembuatan silase dengan penambahan additive dedak padi terhadap kualitas fisik dan kimia. Materi yang digunakan yaitu daun rami asal dataran rendah, rumput gajah dan dedak padi. Metode penelitian adalah experimental dengan Rancangan Acak lengkap (RAL) pola searah. Perlakuan terdiri atas D.PO (Rumput gajah + dedak 5%), D.P1 (Daun rami + Rumput gajah (1:1) + dedak 5%) dan D.P2 (Daun Rami + dedak 5%). Perlakuan masing-masing diulang sebanyak 5 kali, peubah yang diamati yaitu kualitas fisik (keremahan silage) dan kualitas kimia (bahan kering silage). Hasil penelitian menunjukkan kandungan rataan bahan kering adalah D.P0: 18,56 ± 0,98, D.P1: 28,32 ± 1,48 dan D.P2 38,77 ± 1,80 (P<0,05). Perlakuan jenis hijauan menunjukkan rataan keremaham pada D.P0 sebesar 2,13 ± 0,74; D.P1: 2,07 ± 0,59 dan D.P2: 2,47 ± 0,74 (P>0,05). Hasil uji BNJ menunjukkan kualitas bahan kering terbaik adalah D.P2. Kesimpulan, silage dengan jenis hijauan berbeda mempengaruhi bahan kering, tetapi tidak mempengaruhi keremahan. | The study aimed to assess the effect of using different types of forage in the manufacture with the addition of rice bran additives on physical and chemical quality. The materials used were flax leaves from the lowlands (100 meters above sea level), elephant grass and rice bran. The research method is experimental with a complete randomized design (CRD) unidirectional pattern. The treatments consisted of D.PO (Elephant grass + 5% bran), D.P1 (Flax leaf + Elephant grass (1:1) + 5% bran) and D.P2 (Flax leaf + 5% bran). Each treatment was repeated 5 times, the variables observed were physical quality (silage crispness) and chemical quality (silage dry matter). The results showed the average content of dry matter was D.P0: 18.56 ± 0.98, D.P1: 28.32 ± 1.48 and D.P2 38.77 ± 1.80 (P<0.05). The treatment of forage type showed an average of grazing in D.P0 of 2,13 ± 0.74; D.P1: 2.07 ± 0.55 and D.P2: 2,47 ± 0,74 (P>0,05). BNJ test results showed the best dry matter quality was D.P2. Conclusion, silage with different types of forage affects dry matter, but does not affect silage weakness. | |
| 43076 | 46447 | D1A020156 | PENGARUH PENGGUNAAN GRADIEN PUTIH TELUR SEBAGAI MEDIUM SEPARASI SEKS DAN LAMA INKUBASI TERHADAP KONSENTRASI DAN TUDUNG AKROSOM UTUH (TAU) SPERMATOZOA KAMBING PERANAKAN ETAWAH | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh medium gradien putih telur dan lama inkubasi terhadap konsentrasi serta keutuhan tudung akrosom utuh (TAU) spermatozoa pada kambing Peranakan Etawah (PE) hasil separasi seks. Prosedur penelitian menggunakan medium gradien putih telur dengan dua konsentrasi, yaitu 10:30 dan 20:40, serta variasi lama waktu inkubasi adalah 30, 45, dan 60 menit untuk memisahkan spermatozoa betina (X) dan jantan (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa medium gradien putih telur dengan konsentrasi 20:40 memberikan hasil yang lebih optimal dalam memisahkan spermatozoa dan menjaga integritas tudung akrosom utuh dibandingkan dengan gradien 10:30, menunjukkan bahwa konsentrasi gradien yang lebih tinggi mampu memberikan lingkungan yang lebih stabil bagi kualitas spermatozoa. Uji statistik juga mengindikasikan bahwa tidak ada pengaruh yang nyata antara lama inkubasi terhadap konsentrasi dan kualitas tudung akrosom utuh, namun penggunaan medium gradien 20:40 secara konsisten menghasilkan konsentrasi spermatozoa dan kualitas TAU yang lebih baik secara keseluruhan. Proses separasi seks dengan menggunakan gradien putih telur ini terbukti efektif untuk memisahkan spermatozoa berdasarkan jenis kelamin dengan mempertahankan kualitas struktur sperma yang dibutuhkan dalam proses fertilisasi, sehingga metode ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi pemilihan jenis kelamin keturunan tanpa mengurangi kualitas spermatozoa. Disimpulkan bahwa penggunaan gradien putih telur 20:40 dan lama inkubasi selama 30 hingga 60 menit direkomendasikan untuk aplikasi proses separasi seks pada kambing PE, karena kombinasi ini efektif dalam menjaga kualitas spermatozoa yang diperlukan untuk menentukan hasil kelahiran. | This study aims to determine the effect of an egg white gradient medium and incubation duration on the concentration and integrity of the intact acrosome cap (TAU) of spermatozoa in sex-separated Peranakan Etawah (PE) goats. The research procedure utilized an egg white gradient medium with two concentrations, namely 10:30 and 20:40, as well as incubation times of 30, 45, and 60 minutes to separate female (X) and male (Y) spermatozoa. The results showed that the 20:40 egg white gradient medium provided a more optimal outcome in separating spermatozoa and maintaining the integrity of the acrosome cap compared to the 10:30 gradient, indicating that a higher gradient concentration can create a more stable environment for sperm quality. Statistical tests also indicated that incubation time had no significant effect on sperm concentration or acrosome cap quality; however, the 20:40 medium consistently yielded better sperm concentration and TAU quality overall. The use of this egg white gradient medium proved effective in sex separation by preserving the structural quality of the sperm necessary for fertilization, making this method valuable in enhancing the efficiency of gender selection without compromising sperm quality. It is concluded that using a 20:40 egg white gradient and an incubation time of 30 to 60 minutes is recommended for sex separation in PE goats, as this combination effectively maintains the sperm quality necessary to determine birth outcomes. | |
| 43077 | 46450 | B1A020036 | Interaksi Bakteri Mycosphere pada Medium Tanam terhadap Pertumbuhan Fase Vegetatif dan Generatif Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) | Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur pangan yang banyak dibudidayakan dan dikenal memiliki rasa yang lezat dengan tubuh buah berukuran besar berwarna putih. Lingkungan di sekitar hifa jamur tumbuh pada medium tanam atau baglog disebut mycosphere, dapat dipengaruhi oleh bakteri. Interaksi bakteri dan jamur dimediasi oleh senyawa ekstraseluler sebagai komponen penting kunci komunikasi serta memainkan peran penting dengan mempengaruhi pertumbuhan bakteri dan jamur. Interaksi antara bakteri dan jamur mengarah pada hasil positif dan negatif untuk jamur, tergantung pada karakteristik bakteri dan tahap perkembangan jamur. Bakteri yang memberikan hasil positif mampu meningkatkan pertumbuhan miselium, menginisiasi, serta mempercepat kemunculan tubuh buah P. ostreatus. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh bakteri yang diisolasi dari medium tanam (baglog) terhadap pertumbuhan vegetatif dan generatif P. ostreatus dan mengidentifikasi bakteri yang memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan P. ostreatus. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan supernatan bakteri FB5 tidak menghambat pertumbuhan jamur baik pada fase vegetatif maupun generatif, sedangkan penambahan supernatan FB13 dan FB14 mampu menghambat pertumbuhan jamur pada beberapa parameter pertumbuhan jamur P. ostreatus. | White oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) is one of the widely cultivated edible mushrooms and is known to have a delicious taste with larger white fruiting bodies. The environment around the fungal hyphae growing on the growing medium or baglog is called the mycosphere, which can be influenced by bacteria. Bacterial and fungal interactions are mediated by extracellular compounds as important components of communication keys and play an important role by influencing the growth of bacteria and fungi. The interaction between bacteria and fungi leads to both positive and negative outcomes for the fungi, depending on the characteristics of the bacteria and the developmental stage of the fungi. Bacteria that give positive results are able to increase mycelial growth, initiate, and accelerate the appearance of P. ostreatus fruiting bodies. The purpose of this study was to determine the effect of bacteria isolated from the growing medium or baglog on the vegetative and generative growth of P. ostreatus and identify bacterial isolates that have a positive effect on the growth of P. ostreatus. The experimental design used in this study was a completely random design (CRD). The results showed that the addition of FB5 bacterial supernatant did not inhibit fungal growth in both the vegetative and generative phases, while the addition of FB13 and FB14 supernatants was able to inhibit fungal growth in several parameters of P. ostreatus fungal growth. | |
| 43078 | 46449 | C1C020011 | Pengaruh Modal Usaha dan Orientasi Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMKM di Kabupaten Majalengka dengan Literasi Keuangan sebagai Variabel Moderasi | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh modal usaha dan orientasi kewirausahaan terhadap kinerja UMKM serta literasi keuangan dalam memperkuat hubungan modal usaha dan orientasi kewirausahaan terhadap kinerja UMKM di Kabupaten Majalengka. Penelitian ini menggunakan data primer berupa kuesioner yang disebarkan kepada pelaku UMKM bidang kuliner di Kabupaten Majalengka khususnya yang berlokasi di Taman Raharja Munjul, Skywalk GGM Majalengka, dan Kasungka Foodcourt. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 70 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dalam penelitian. Teknik analisis data yang dilakukan adalah pilot test, uji kualitas data, analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji goodness of fit, uji hipotesis penelitian atau uji t, dan analisis regresi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) modal usaha berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM di Kabupaten Majalengka, (2) orientasi kewirausahaan berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM di Kabupaten Majalengka, (3) literasi keuangan tidak dapat memperkuat hubungan modal usaha terhadap kinerja UMKM di Kabupaten Majalengka, (4) literasi keuangan tidak dapat memperkuat hubungan literasi keuangan terhadap kinerja UMKM di Kabupaten Majalengka. | This study aims to determine and analyze the effect of business capital and entrepreneurial orientation on MSME performance and financial literacy in strengthening the relationship between business capital and entrepreneurial orientation on MSME performance in Majalengka Regency. This study uses primary data in the form of questionnaires distributed to culinary MSME players in Majalengka Regency, especially those located in Taman Raharja Munjul, Skywalk GGM Majalengka, and Kasungka Foodcourt. The numbers of respondents in this study were 70 respondents. The sampling technique used purposive sampling method based on the criteria set in the study. The data analysis techniques used were pilot test, data quality test, descriptive statistical analysis, classical assumption test, goodness of fit test, research hypothesis test or t test, and regression analysis. The results showed that: (1) business capital has a positive effect on the performance of MSMEs in Majalengka Regency, (2) entrepreneurial orientation has a positive effect on the performance of MSMEs in Majalengka Regency, (3) financial literacy cannot strengthen the relationship between business capital and MSME performance in Majalengka Regency, (4) financial literacy cannot strengthen the relationship between financial literacy and MSME performance in Majalengka Regency. | |
| 43079 | 46452 | D1A019093 | PENGARUH SUPLEMENTASI KOMBINASI TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza) DAN BROTOWALI (Tinospora cardifolia) PADA PERSENTASE KARKAS DAN KADAR LEMAK ABDOMEN AYAM BROILER | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi kombinasi temulawak dan brotowali terhadap persentase karkas dan kadar lemak abdomen ayam broiler. Materi penelitian yang digunakan adalah ayam broiler dengan jumlah 120 ekor yang diberi pakan dengan kombinasi temulawak dan brotowali. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang diujicobakan terdiri dari; P1 : Pakan basal tanpa pemberian herbal (kontrol negatif), P2 : Pakan basal + temulawak 2% + brotowali 1% (broiler umur 11-17 hari), P3 : Pakan basal + temulawak 2% + brotowali 1% (broiler umur 21-27 hari), P4 : Pakan basal + temulawak 1% + brotowali 0,5% (broiler umur 11-17 hari), P5 : Pakan basal + temulawak 1% + brotowali 0,5% (broiler umur 21-27 hari), P6 : Pakan basal + Antibiotic Growth Promotor/AGP (kontrol positif). Data dianalisis menggunakan analisis variansi dengan uji lanjut melalui uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan tidak berepengaruh nyata (P < 0,05) sehingga tidak perlu melakukan uji lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase karkas tertinggi adalah 70,83% (P5) dan terendah 66,61% (P1), sedangkan kadar lemak abdomen terendah yaitu 1,79% (P5) dan tertinggi 2,00% (P1). Kesimpulan dari peneltian ini adalah semua level suplementasi kombinasi temulawak dan brotowali terhadap ayam broiler memberikan hasil rataan persentase karkas dan kadar lemak abdomen yang tidak berbeda. Namun P4 (suplementasi kombinasi temulawak 1% dan brotowali 0,05% pada ayam broiler berumur 11-17 hari) memberikan hasil biaya pembelian feed aditive terendah. | This study aims to determine the effect of supplementation of a combination of ginger and brotowali on the percentage of carcass and abdominal fat content of broiler chickens. The research material used was 120 broiler chickens fed with a combination of temulawak and brotowali. The research method used was a Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments and 4 replications. The treatments tested consisted of; P1: Basal feed without herbal supplementation (negative control), P2: Basal feed + 2% temulawak + 1% brotowali (broilers aged 11-17 days), P3: Basal feed + 2% temulawak + 1% brotowali (broilers aged 21-27 days), P4: Basal feed + 1% temulawak + 0.5% brotowali (broilers aged 11-17 days), P5: Basal feed + 1% temulawak + 0.5% brotowali (broilers aged 21-27 days), P6: Basal feed + Antibiotic Growth Promoter/AGP (positive control). Data were analyzed using analysis of variance with further testing through the honest significant difference test (HSD). The results of the analysis showed that the treatment had no significant effect (P <0.05) so that no further testing was necessary. The results showed that the highest carcass percentage was 70.83% (P5) and the lowest was 66.61% (P1), while the lowest abdominal fat content was 1.79% (P5) and the highest was 2.00% (P1). The conclusion of this study is that all levels of supplementation of the combination of temulawak and brotowali to broiler chickens provide average carcass percentage and abdominal fat content that are not different. However, P4 (supplementation of a combination of 1% temulawak and 0.05% brotowali to broiler chickens aged 11-17 days) provides the lowest feed additive purchase cost. | |
| 43080 | 46453 | H1C020040 | PETROGENESIS BATUAN VULKANIK ADANG DI DAERAH MAMUJU DAN SEKITARNYA, SULAWESI BARAT: IMPLIKASINYA TERHADAP PENGAYAAN UNSUR RADIOAKTIF | Daerah Mamuju, Sulawesi Barat umumnya tersusun oleh batuan vulkanik yang di beberapa lokasi menunjukkan nilai laju dosis radiasi yang tinggi. Hal tersebut mengindikasikan adanya unsur radioaktif seperti uranium dan thorium. Mekanisme mengenai mobilisasi unsur radioaktif dan unsur yang berasosiasi berhubungan dengan proses magmatisme itu sendiri serta proses yang terjadi pasca magmatisme. Menurut literatur terbaru yang diterbitkan oleh IAEA (International Atomic Energy Agency) yang membahas mengenai deposit uranium dan thorium di dunia, konsep eksplorasi di Mamuju dapat diarahkan pada tipe deposit volcanic related (uranium) dan alkaline/peralkaline rocks (thorium). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pembentukan batuan dan evolusi magmatisme serta implikasinya terhadap pengayaan unsur radioaktif. Metode penelitian ini mencakup analisis geokimia dengan menggunakan X-ray Fluorescence (XRF) dan Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS) untuk mengetahui komposisi major element dan trace element pada batuan. Hasil dari analisis geokimia mengindikasikan bahwa batuan vulkanik di daerah penelitian terbentuk pada lingungan tektonik Post-Collisional, pada rezim tektonik Within-Plate Continental/Initial Rift Tectonic Setting. Sumber magmatisme diindikasikan berasal dari SCLM (Sub-Continental Lithosperic Mantle) yang telah mengalami metasomatisme oleh lelehan slab dan fluida. Selain itu, diidentifikasi bahwa sumber magma mengalami kontaminasi dengan material kerak benua dan sedimen. Proses tersebut berperan sebagai salah satu faktor pengayaan unsur radioaktif pada batuan vulkanik di daerah penelitian. Kandungan Th dan U memiliki nilai yang cukup tinggi, yaitu masing-masing memiliki rata-rata sebesar 201.03 ppm & 16.43 ppm. Nilai tersebut membuktikan bahwa daerah Mamuju dan sekitarnya memiliki prospek yang baik sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga nuklir di masa depan. | The Mamuju area in West Sulawesi is generally composed of volcanic rocks, with some locations showing high radiation dose rates. This indicates the presence of radioactive elements such as uranium and thorium. The mobilization mechanisms of radioactive elements and associated elements are related to magmatic processes as well as post-magmatic processes. According to recent literature published by the IAEA (International Atomic Energy Agency) on uranium and thorium deposits worldwide, exploration in Mamuju can be directed toward volcanic-related deposits (for uranium) and alkaline/peralkaline rock types (for thorium). This study aims to understand the rock formation mechanisms and magmatic evolution and their implications for radioactive element enrichment. The research methodology includes geochemical analysis using X-ray Fluorescence (XRF) and Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS) to determine the major and trace element compositions of the rocks. The results of the geochemical analysis indicate that the volcanic rocks in the study area formed in a Post-Collisional tectonic setting, within a Within-Plate Continental/Initial Rift Tectonic environment. The magmatic source is suggested to originate from the Sub-Continental Lithospheric Mantle (SCLM), which has undergone metasomatism from slab melts and fluids. Additionally, the magma source is identified to have been contaminated with continental crust and sedimentary materials. This process is one of the factors contributing to radioactive element enrichment in the volcanic rocks of the study area. The concentrations of Th and U are relatively high, averaging 201.03 ppm and 16.43 ppm, respectively. These values suggest that the Mamuju area has good potential as a source of nuclear fuel for future power generation. |