Artikel Ilmiah : F1A020010 a.n. SOFI DWI PUTRI NAILUL IZZAH

Kembali Update Delete

NIMF1A020010
NamamhsSOFI DWI PUTRI NAILUL IZZAH
Judul ArtikelPergeseran Bentuk dan Makna Tradisi Seserahan dalam Masyarakat Desa Arjasari Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini menggambarkan pergeseran bentuk seserahan beserta maknanya di Desa Arjasari Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes. Penelitian dilatarbelakangi adanya fenomena tradisi seserahan yang telah mengalami perubahan dari generasi ke generasi, yang masyarakatnya lebih mengedepankan materi dalam pemberian seserahan sebagai simbol status sosial. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pergeseran barang dan bagaimana masyarakat memaknai tradisi seserahan ditengah ekonomi menengah bawah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori fenomenologi, dan teknik penelitian menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya perubahan signifikan dalam tradisi seserahan, pada tahun 1890-1990-an pemberian seserahan antara lain: kebutuhan dasar wanita, seperti kebaya, kain jarik, perhiasan, jajanan tradisional, buah-buahan, dan peralatan rumah tangga dari tembaga (barang abang), dan dibawa menggunakan jodang. Namun, sejak tahun 2000-an, barang seserahan mencerminkan status sosial, mencakup pakaian, tas, sepatu bermerek, perhiasan, kosmetik, hingga set elektronik dan peralatan rumah tangga besar seperti lemari, sofa, kulkas, bahkan sepeda motor atau mobil. Tradisi ini memberikan tekanan sosial dan ekonomi, terutama bagi calon pengantin pria, Namun dengan adanya fasilitas pendukung seperti pinjaman bank, penjualan aset, dan keringanan dari toko penyedia barang turut melestarikan tradisi ini tanpa memperhatikan kemampuan finansial individu.

Abtrak (Bhs. Inggris)This study explores the transformation of the seserahan tradition and its meaning in Arjasari Village, Larangan District, Brebes Regency. The research is motivated by the phenomenon of seserahan traditions experiencing generational changes, where the community places greater emphasis on material aspects as a symbol of social status. The study aims to understand the shift in items included in seserahan and how the community perceives this tradition amidst their lower-middle economic condition This research employs a descriptive qualitative method using phenomenological theory and purposive sampling techniques. The results indicate a significant change in the seserahan tradition. During the 1890s to the 1990s, seserahan items primarily included basic needs for women, such as kebaya, jarik cloth, jewelry, traditional snacks, fruits, and household utensils made of copper (barang abang), carried in jodang boxes. Since the 2000s, however, seserahan items have evolved to reflect social status, including branded clothing, bags, shoes, jewelry, cosmetics, electronics, and large household appliances such as wardrobes, sofas, refrigerators, and even motorcycles or cars. This tradition imposes social and economic pressures, particularly on the groom. However, supporting facilities such as bank loans, asset sales, and installment schemes from stores providing seserahan items have contributed to preserving this tradition, often disregarding the financial capacity of the individuals involved.
Kata kunciseserahan tradition, socio-cultural change, social and economic pressure, marriage.
Pembimbing 1Dr. Ignatius Suksmadi Sutoyo, M.Si
Pembimbing 2Dra. Sotyania Wardhianna, M.Kes
Pembimbing 3Dr. Nanang Martono, S.Sos, M.Si
Tahun2024
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2024-11-19 15:38:28.391176
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.