Artikelilmiahs
Menampilkan 43.081-43.100 dari 48.832 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 43081 | 46454 | A1F020062 | OPTIMASI KONSENTRASI DAN JENIS TEH KECOMBRANG PADA PEMBUATAN KEFIR BUBUK DENGAN METODE RESPONSE SURFACE METHODOLOGY | Kefir merupakan produk minuman fungsional berbentuk probiotik dari hasil fermentasi susu. Nilai fungsional kefir dapat ditingkatkan dengan penambahan teh kecombrang yang diketahui mengandung senyawa antioksidan tinggi. Pengolahan kefir teh kecombrang dalam bentuk bubuk menjadi salah satu alternatif pengembangan produk fungsional yang praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan jenis teh kecombrang terhadap aktivitas antioksidan kefir bubuk serta mengetahui formula optimum konsentrasi dan jenis teh kecombrang dengan karakteristik fisikokimia dan sensorinya. Penelitian ini mengacu pada RAL menggunakan metode Response Surface Methodology dengan rancangan percobaan Optimal Custom Design menggunakan software Desain Expert versi 13. Faktor yang diteliti meliputi konsentrasi teh dengan batas bawah- atas 5%-10% dan jenis teh kecombrang (original, sereh, dan lemon). Pengujian aktivitas antioksidan kefir bubuk dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan formulasi optimum pada kombinasi teh kecombrang sereh 10% dengan nilai desirability 0,771 dan aktivitas antioksidan 52,39±1,88%; pH 3,15±0,08, viskositas 61,71±4,21 cP, rendemen 29,48±1,93%, rehidrasi 23,42±0,46 detik, sineresis 86,06±1,03%, warna (L*: 67,51±3,37; a*: 0,01±3,04; dan b*: 8,73±0,63), TAT 1,56±0,43%, kadar air 3,89±1,71%, kadar abu 1,15±0,09%, kadar lemak 31,71±1,82%, kadar protein 29,54±1,27%, kadar karbohidrat 33,71±1,51%, dan total BAL 5,67x107±6,43 cfu/g serta karakteristik sensori berwarna putih kekuningan, aroma agak khas kefir, tekstur tidak kental (cair), rasa agak khas kefir, dan secara kesukaan (overall) agak disukai. | Kefir is a functional beverage product in the form of probiotics from fermented milk. The functional value of kefir can be increased by adding kecombrang tea which is known to contain high antioxidant compounds. Processing kecombrang tea kefir in powder form is one of the practical alternatives for developing functional products. This study aims to determine the effect of kecombrang tea concentration and type on antioxidant activity of powdered kefir and to determine optimum formula for kecombrang tea concentration and type as well as its physicochemical and sensory characteristics. This study used RAL using Response Surface Methodology method with an Optimal Custom Design experimental design using Design Expert software version 13. The factors studied included tea concentration with a lower-upper limit of 5%-10% and type of kecombrang tea (original, lemongrass, and lemon). The results showed optimum formulation in combination of 10% lemongrass kecombrang tea with a desirability value of 0,771 and antioxidant activity of 52,39±1.88%; pH 3,15±0,08; viscosity 61,71±4,21 cP; yield 29,48±1,93%; rehydration 23,42±0,46 seconds; syneresis 86,06±1,03%; color (L*: 67,51±3,37; a*: 0,01±3,04; and b*: 8,73±0,63), TAT 1,56±0,43%; water content 3,89±1,71%; ash content 1,15±0,09%; fat content 31,71±1,82%; protein content 29,54±1,27%; carbohydrate content 33,71±1,51%; total BAL 5,67x107±6,43 cfu/g, yellowish white in color, slightly typical kefir aroma, not thick (liquid) texture, slightly typical kefir taste, and overall quite favorable. | |
| 43082 | 46455 | E1B020032 | Penerapan Restorative Justice dalam Tindak Pidana Penganiayaan (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Purbalingga Nomor 122/Pid.B/2021/PN Pbg) | Restorative Justice dapat menjadi cara efektif untuk menyelesaikan masalah penganiayaan dengan tujuan permasalahan hukum yang disebabkan perbuatan pidana oleh pelaku memungkinkan diselesaikan diluar peradilan secara adil dengan adanya persetujuan dari semua pihak yang turut serta yaitu pihak korban, pihak pelaku, dan juga masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan restorative justice dalam Putusan Nomor 122/Pid.B/2021/PN Pbg dan mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam penjatuhan pidana terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan pada Putusan Nomor 122/Pid.B/2021/PN Pbg dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mekanisme pelaksanaan restorative justice pada Putusan Nomor 122/Pid.B/2021/PN Pbg telah memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam Pasal 5 (1) Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif. Majelis Hakim dalam menjatuhkan pidana pada Putusan Nomor 122/Pid.B/2021/PN Pbg didasarkan pada terpenuhinya syarat pemidanaan dan alat bukti, serta hal yang meringankan dan hal yang memberatkan. Upaya restorative justice yang ditawarkan Kejaksaan Negeri Purbalingga di harapkan mampu mengedepankan upaya restorative justice terhadap perkara yang memenuhi syarat tertentu agar tujuan pemidanaan berupa pemulihan korban kembali dalam keadaan semula dan pidana menjadi jalan terakhir dapat tercapai. | Restorative Justice can be an effective way to solve the problem of persecution with the aim that legal problems caused by criminal acts by perpetrators can be resolved outside the court fairly with the consent of all parties involved, namely the victim, the perpetrator, also the community. This study aims to find out the mechanism for the implementation of restorative justice in Decision Number 122/Pid.B/2021/PN Pbg and to find out the basis for judges' legal considerations in imposing criminal penalties against perpetrators of criminal acts of persecution in Decision Number 122/Pid.B/2021/PN Pbg, using a normative juridical approach method with prescriptive.The results of this study show that the mechanism for implementing restorative justice in Decision Number 122/Pid.B/2021/PN Pbg has met the requirements as stipulated in Article 5 (1) of Prosecutor's Regulation Number 15 of 2020 concerning the Termination of Prosecution Based on Restorative Justice. The Panel of Judges in imposing a criminal sentence in Decision Number 122/Pid.B/2021/PN Pbg is based on the fulfillment of criminal requirements and evidence, as well as mitigating and aggravating matters. The restorative justice efforts offered by the Purbalingga District Attorney's Office are expected to be able to prioritize restorative justice efforts in cases that meet certain requirements so that the goal of punishment in the form of restoring the victim to their original condition and punishment as a last resort can be achieved. | |
| 43083 | 46456 | K1B020016 | Penerapan Algoritma Machine Learning dalam Analisis Sentimen Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Pemilu 2024 pada Media Sosial X | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sentimen masyarakat terhadap tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2024 pada media sosial X serta mengetahui metode terbaik dalam model analisis sentimen pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2024 pada media sosial X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Naive Bayess dan Support Vector Machine. Data yang digunakan yaitu data tweet pengguna media sosial X berbahasa Indonesia dengan kata kunci ‘anies-cak imin’, ‘prabowo-gibran’, dan ‘ganjar-mahfud’ yang diambil dari 13 November 2023-29 Februari 2024 sebanyak 3506 data tweet. Pemodelan dengan Naïve Bayes dan Support Vector Machine digunakan untuk melakukan prediksi sentimen terhadap tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2024. Model dievaluasi dengan mencari confusion matrix dengan parameter precision, recall, akurasi, dan F1-Score. Hasil sentimen terhadap tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden berdasarkan pelabelan dengan Lexicon based adalah negatif. Lalu, nilai parameter precision, akurasi, dan F1-Score metode SVM lebih tinggi daripada metode Naïve Bayes. Oleh karena itu, metode SVM memiliki kemampuan untuk memprediksi opini lebih baik dibandingkan dengan metode Naïve Bayes. | This study aims to determine the public sentiment towards the three pairs of presidential and vice presidential candidates for the 2024 elections on social media X and to find out the best method in the sentiment analysis model for the presidential and vice presidential candidates for the 2024 elections on social media X. The methods used in this research are Naive Bayess and Support Vector Machine. The data used is the tweet data of X social media users in Indonesian with the keywords 'anies-cak imin', 'prabowo-gibran', and 'ganjar-mahfud' taken from November 13, 2023 to February 29, 2024 as much as 3506 tweet data. Modeling with Naïve Bayes and Support Vector Machine was used to predict sentiment towards the three pairs of presidential and vice presidential candidates for the 2024 election. The model was evaluated by finding a confusion matrix with the parameters precision, recall, accuracy, and F1-Score. The results of sentiment towards three pairs of presidential and vice presidential candidates based on Lexicon-based labeling are negative. Then, the parameter values of precision, accuracy, and F1-Score of SVM method are higher than Naïve Bayes method. Therefore, the SVM method has the ability to predict opinions better than the Naïve Bayes method. | |
| 43084 | 46468 | L1C019059 | Distribusi Spasial dan Struktur Komunitas Elasmobranchii di Perairan Rote Barat menggunakan Baited Remote Underwater Video (BRUV) Survey | Informasi tentang bio-ekologi Elasmobranchii di perairan Rote, selatan Laut Sawu, masih terbatas meskipun aktivitas penangkapan Elasmobranchii tinggi. Penelitian ini bertujuan mempelajari distribusi dan struktur komunitas Elasmobranchii di Rote Barat menggunakan metode non-destruktif Baited Remote Underwater Video (BRUV). Sebanyak 142 BRUV (2019) dan 117 BRUV (2023) diluncurkan di sembilan situs. MaxN digunakan untuk mengukur kelimpahan relatif dan keanekaragaman (hill diversity), sementara komposisi trofik dianalisis menggunakan Uji Chi-Kuadrat. Visualisasi distribusi spasial dilakukan dengan software ArcGis. Hasil penelitian mencatat 24 spesies Elasmobranchii, dengan 56% kemunculan menunjukkan ketertarikan terhadap BRUV 2023. Kelimpahan relatif Selachii (0.512) jauh lebih tinggi dibandingkan Batoidea (0.147) pada 2023. Keanekaragaman Elasmobranchii lebih tinggi pada survei 2023 (r=12.79), dengan Do’o sebagai situs paling beragam (r=6.72 (2019); r=8.80 (2023)). Analisis menunjukkan perbedaan signifikan pada komposisi trofik antar situs (p-value < 0.05). Elasmobranchii di perairan Rote berasosiasi dengan habitat pebble/gravel, memiliki keanekaragaman yang sangat tinggi (r=11.70). Situs Do’o menjadi pusat sebaran Batoidea. Meskipun tidak ada perubahan signifikan dalam kelimpahan antara survei, Rote Barat sebagai MPA telah melindungi spesies ETP (Endangered, Threatened, and Protected) yang terdistribusi di wilayah NTZ. Peningkatan perlindungan dan manajemen perikanan diperlukan untuk memperkuat kontribusi MPA Rote terhadap konservasi Elasmobranchii. | Information on the bio-ecology of Elasmobranchii in Rote waters, south of the Sawu Sea, remains limited despite high Elasmobranchii fishing activity in the region. This study aims to understand the distribution and community structure of Elasmobranchii in Western Rote using Baited Remote Underwater Video (BRUV), a non-destructive and non-invasif method. A total of 142 BRUVs (2019) and 117 BRUVs (2023) were deployed across nine sites. MaxN was used to assess relative abundance and diversity (hill diversity). Trophic composition among study sites was analyzed using the Chi-squared goodness of fit test, and spatial distribution was visualized with ArcGis. The study recorded 24 Elasmobranchii species, with 56% of occurrences showing attraction to BRUVs in 2023. Selachii showed a much higher relative abundance (0.512) than Batoidea (0.147) in 2023. Elasmobranchii diversity was also higher in 2023 (r=12.79), with Do'o as the most diverse site (r=6.72 (2019); r=8.80 (2023)). Analyses revealed significant differences in trophic composition among sites (p-value < 0.05). Elasmobranchii in Rote waters are closely associated with pebble/gravel habitats, showing the highest diversity compared to other habitats (r=11.70). Do'o emerged as the primary distribution site for Batoidea. Although abundance did not change significantly between the two surveys, West Rote as an MPA has protected various ETP (Endangered, Threatened, and Protected) species, particularly in the NTZ area. Enhanced protection efforts and fisheries management are needed to strengthen the Rote MPA's contribution to Elasmobranchii conservation. | |
| 43085 | 46457 | K1B020060 | Perbandingan Metode K-Means Clustering dan K-Medoids dalam Pengelompokan Provinsi di Indonesia Berdasarkan Komponen Penyusun IPM Tahun 2023 | Pembangunan manusia merupakan proses peningkatan kualitas hidup individu yang diukur melalui beberapa indikator, seperti umur panjang dan sehat, pendidikan, serta akses terhadap sumber daya ekonomi. Di Indonesia, ketidakmerataan pembangunan manusia menjadi tantangan besar bagi pemerintah, terutama terlihat dari perbedaan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) antarprovinsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan provinsi-provinsi di Indonesia berdasarkan indikator komponen penyusun Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yaitu umur harapan hidup, rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah, dan pengeluaran riil per kapita. Pengelompokan dilakukan menggunakan metode k-means clustering dan k-medoids serta membandingkannya untuk menemukan metode yang paling baik. Hasil pengelompokan menggunakan metode k-means clustering menggunakan 3 cluster, sedangkan metode k-medoids mengunakan 4 cluster dan 3 cluster. Metode k-medoids dengan 4 cluster terbukti lebih optimal berdasarkan nilai Davies-Bouldin Index (DBI), dimana k-medoids dengan 4 cluster memiliki nilai DBI sebesar 0,9963 lebih kecil dibanding k-means clustering sebesar 1,1018 dan k-medoids dengan 3 cluster sebesar 1,3268. Hal ini menunjukkan bahwa k-medoids dengan 4 cluster membentuk cluster yang lebih homogen. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pembangunan manusia secara merata di setiap provinsi di Indonesia. | Human development is the process of improving the quality of life of individuals as measured through several indicators, such as longevity and health, education, and access to economic resources. In Indonesia, the inequality of human development is a big challenge for the government, especially seen from the difference in the value of the Human Development Index (HDI) between provinces. This study aims to cluster provinces in Indonesia based on the indicators of the constituent components of the Human Development Index (HDI), namely life expectancy, average years of schooling, expected years of schooling, and real expenditure per capita. Clustering is done using k-means clustering and k-medoids methods and comparing them to find the best method. The clustering results using the k-means clustering method used 3 clusters, while the k-medoids method used 4 clusters and 3 clusters. The k-medoids method with 4 clusters proved to be more optimal based on the Davies-Bouldin Index (DBI) value, where k-medoids with 4 clusters has a value of 0.9963 which is smaller than k-means clustering of 1.1018 and k-medoids with 4 clusters of 1.3268. This shows that k-medoids with 4 clusters forms more homogeneous clusters. The results of this study can be a reference for the government in improving the quality of human development equally in every province in Indonesia. | |
| 43086 | 46439 | A1G022010 | Studi Komparatif Faktor Produksi dan Pendapatan Usahatani Kedelai Hitam dan Kedelai Putih di Desa Kebasen Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas | Petani di Desa Kebasen menanam dua jenis kedelai yaitu kedelai hitam dan kedelai putih. Perbedaan jenis kedelai yang ditanam menyebabkan adanya perbedaan faktor-faktor produksi yang meliputi luas lahan, benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja, dan perbedaan kelayakan usahatani kedelai. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui profil petani yang berusahatani kedelai hitam dan kedelai putih di Desa Kebasen, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, mengetahui komparatif faktor-faktor yang memengaruhi produksi usahatani kedelai hitam dan kedelai putih dan mengetahui perbandingan pendapatan, kelayakan usahatani, dan BEP (Break Event Point) produksi kedelai hitam dan kedelai putih. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive sampling) dan dilaksanakan pada Bulan Juni 2024. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu simple random sampling dengan jumlah sampel 50 petani kedelai yang terdiri dari 34 petani kedelai hitam dan 16 petani kedelai putih. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode deskriptif, analisis fungsi Cobb-Douglas, dan uji beda independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik petani yang berusahatani kedelai di Desa Kebasen, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas yaitu rata-rata petani berjenis kelamin laki-laki, usia produktif 46 sampai 64 tahun, berpendidikan tamat SD atau sederajat, memiliki pengalaman usahatani lebih dari 10 tahun, memiliki jumlah tanggungan 3 sampai 4 orang, dan memiliki luas lahan kurang dari 0,25 hektar. Terdapat perbedaan faktor produksi yang memengaruhi usahatani kedelai hitam dan kedelai putih, dimana faktor yang memengaruhi faktor produksi usahatani kedelai hitam yaitu tenaga kerja, benih kedelai hitam, dan pupuk NPK, sedangkan faktor yang memengaruhi usahatani kedelai putih yaitu luas lahan, tenaga kerja dan benih kedelai putih. Tidak terdapat perbedaan signifikan total biaya produksi dan BEP produksi usahatani kedelai hitam dan kedelai putih, namun terdapat perbedaan signifikan pada pendapatan dan R/C ratio usahatani kedelai hitam dan kedelai putih. | Farmers in Kebasen cultivate two types of soybeans is black soybean or white soybean. Different types of soybean are cultivated, resulting in differences in the factors of production, which include the land area, seeds, fertilizers, pesticides, labor, and differences of the usability of soybean. The purpose of this research is to find out the profile of farmers who are engaged in black and white soybeans in Desa Kebasen, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, to know the comparative factors that influence the production of black and white soybean and to know comparisons of income, profitability, and BEP (Break Event Point) production of black soybean and white soybeans. The method used in this study is a survey. The location of the study is deliberately selected (purposive sampling) and carried out in June 2024. The sample-taking method in this study was simple random sampling with a total sample of 50 soybean farmers consisting of 34 black soybean farmers and 16 white soybean farmers. The research results show the characteristics of farmers cultivating soybeans in Desa Kebasen, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas is the average farmer is male, of productive age 46-64 years old, has completed SD or equivalent education, has more than 10 years of farming experience, has 3-4 dependents, and operates on land less than 0.25 hectares. There are differences in the production factors affecting black soybean and white soybean farming, where the factors influencing black soybean production are labor, black soybean seeds, and NPK fertilizer, while the factors affecting white soybean farming are land area, labor, and white soybean seeds. There are no significant differences in total production costs and break-even point (BEP) between black and white soybean farming; however, there are significant differences in income and the R/C ratio between black and white soybean farming. | |
| 43087 | 46458 | L1A020040 | Uji Potensi Bakteri Pendegradasi Polietilen Dari Perairan Bintan | Sampah plastik polietilen (PE) merupakan sampah yang paling banyak ditemukan di perairan Bintan dan jenis yang paling dominan adalah Low Density Polyethylene (LDPE). Plastik tersebut dikenal sulit terurai secara alami di lingkungan sehingga peningkatannya akumulasinya di laut dapat membahayakan organisme yang hidup di perairan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui potensi bakteri dalam mendegradasi polietilen, (2) mengetahui aktivitas bakteri dalam mendegradasi polietilen. Bakteri yang digunakan dalam penelitian ini adalah bakteri lipolitik yang dikoleksi dari sedimen perairan Bintan yang hidup pada permukaan plastik LDPE. Hasil sekuensing pada penelitian sebelumnya menunjukan bakteri tersebut diantaranya Acinetobacter venetianus-PB2, Pseudomonas oleovorans-PB3, Pseudomonas stutzeri-PB6, dan Pseudomonas sp.-PB7. Penelitian dilakukan melalui serangkaian tahapan yang meliputi peremajaan bakteri, konfirmasi bakteri pendegradasi polietilen, persiapan inokulum uji, uji degradasi polietilen, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukan keempat isolat bakteri yang diuji terkonfirmasi mampu mendegradasi polietilen. Hal ini didasarkan pada terbentuknya zona bening pada media agar yang menunjukkan pemanfaatan polietilen sebagai sumber karbon. Hal tersebut dibuktikan dengan terjadinya pengurangan berat kering plastik dengan masing-masing pengurangan, yaitu PB2 0,36%; PB3 0,37%; PB6 0,41%; PB7 0,45%; dan kultur campuran 0,33%. Hasil ini juga diperkuat dengan pengamatan visual permukaan plastik LDPE setelah 60 hari inkubasi, yang menggambarkan kerusakan dan pembentukan biofilm sebagai akibat dari aktivitas biologis bakteri. | Polyethylene (PE) plastic waste is the most common waste found in Bintan waters and the most dominant type is Low Density Polyethylene (LDPE). These plastics are known to be difficult to degrade naturally in the environment so the discovery of their increase in the sea can endanger the habitat in the environment. The study used four types of bacteria identified from previous studies as lipolytic bacteria that can live on the surface of LDPE plastic from Bintan water sediments. The bacteria included Acinetobacter venetianus-PB2, Pseudomonas oleovorans-PB3, Pseudomonas stutzeri-PB6, Pseudomonas sp.-PB7. The results showed that the four isolates confirmed to be able to degrade polyethylene based on the clear zone formed proved to be able to utilize polyethylene as a carbon source in the degradation test for 60 days of incubation. This is evidenced by the reduction of plastic dry weight with each reduction, namely PB2 0.36%; PB3 0.37%; PB6 0.41%; PB7 0.45%; and consortium 0.33%. The results were also reinforced by visual observation of the LDPE plastic surface after 60 days of incubation, which illustrated damage and biofilm formation as a result of bacterial biological activity. | |
| 43088 | 46467 | L1C020002 | Aspek Biologi dan Status Konservasi Ikan Hiu Cucut (Rhizoprionodon oligolinnx, Springer 1964) yang Tertangkap Jaring Nelayan Di Pulau Karimunjawa | Karimunjawa memiliki kekayaan laut yang beragam sesuai habitat ikan hiu cucut (Rhizoprionodon oligolinx). Spesies R. oligolinx sering dimanfaatkan nelayan sebagai tangkapan sampingan dalam jumlah yang besar. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis aspek biologi (pertumbuhan ikan, hubungan panjang berat, dan nisbah kelamin), analisis potensi lestari, serta mengetahui status konservasi lokal berdasarkan data MSY. Metode yang digunakan adalah metode survey pada bulan Maret sampai Mei 2024. Hasil penelitian menunjukkan ikan hiu cucut yang tertangkap di Pulau Karimunjawa memiliki aspek biologi pola pertumbuhan allometrik negatif (b= 1,2493) dan memiliki lebar asimtotik sebesar 51,5 cm serta nisbah kelamin didominasi betina sebesar 78%. Analisis potensi lestari berdasarkan CPUE didapatkan hasil terbesar pada bulan Juni 2024 sebesar 0,007146kg/trip dan terendah pada bulan November 2023 sampai Februari 2024 sebesar 0kg/trip. Status konservasi berdasarkan IUCN spesies R. oligolinx termasuk Near Threatened (NT), sedangkan pada CITES termasuk Apendik II. Analisis MSY menunjukan hasil tangkapan optimum (CMSY) 9kg/bulan dan upaya penangkapan optimum (FMSY) 12.468 trip. Hasil tangkapan tidak boleh lebih dari CMSY dan upaya penangkapan tidak boleh lebih dari FMSY agar potensi lestarinya tetap terjaga. | Karimunjawa have a marine resources ware diverse which is suitable for the habitat of Grey Sharpnose Shark (Rhizoprionodon oligolinx). R. oligolinx is often utilized by fishermen as bycatch in large numbers. This study aimed to analyze biological aspects consisting (fish growth, length-weight relationship, and sex ratio), analysis of sustainable potential, and understanding the local conservation status using MSY data. The method used was survey method from March to May 2024. The results showed that the Grey Sharpnose shark caught on Karimunjawa Island has biological aspects in a negative allometric growth pattern (b = 1.2493) and has an asymptotic width of 51.5 cm and a female-dominated sex ratio of 78%. The analysis of sustainable potential based on CPUE obtained the largest result in June 2024 at 0.007146kg/trip and the lowest in November 2023 to February 2024 at 0kg/trip. Conservation status based on IUCN species R. oligolinx including Near Threatened (NT), while in CITES including Appendix II. MSY analysis showed an optimum catch value (CMSY) of 9kg/month and an optimum fishing effort value (FMSY) of 12,468 trips. The catch should not be more than CMSY and the fishing effort should not be more than FMSY in order to maintain that sustainable potential. | |
| 43089 | 46491 | L1A020078 | Hubungan Pemanfaatan Fasilitas dan Kontribusi Stakholder dengan Pemberdayaan Sosial Ekonomi Nelayan Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan, Cirebon | Pelabuhan perikanan berfungsi sebagai pusat pengembangan masyarakat nelayan dan pertumbuhan ekonomi sektor perikanan, serta ketersediaan fasilitas pelabuhan perikanan merupakan salah satu faktor pendukung yang sangat penting bagi keberhasilan operasional pelabuhan perikanan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan pemanfaatan fasilitas dan kontribusi stakeholder dengan pemberdayaan sosial ekonomi nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan, Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode analisis korelasi ganda, data dianalisis menggunakan Microsoft Exel. Hasil analisis korelasi ganda yang didapatkan dari penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang terjadi antara pemanfaatan fasilitas dan kontribusi stakeholder dengan pemberdayaan dalam aspek sosial maupun ekonomi, penelitian ini juga menunjukan adanya pengaruh dari produksi hasil perikanan terhadap pendapatan nelayan, serta menunjukan presepsi pengunjung mengenai fasilitas yang ada di PPN Kejawanan. Kontribusi pemerintah maupun swasta sangat diperlukan dalam menunjang pemberdayaan nelayan, hasil menunjukan bahwa nilai koefisien korelasi ganda variabel X1 sebesar (0,8539) dan variabel X2 sebesar (0,4679) terhadap variabel Y menunjukkan tingkat korelasi yang kuat. Hubungan X1 dengan Y memiliki korelasi yang lebih kuat dibandingkan X2 dengan Y, meskipun keduanya tetap signifikan. Nilai korelasi antara X1 dan X2 sebesar (0,5619) juga menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain yang cukup kuat. | The fishing port serves as a center for the development of fishing communities and economic growth in the fisheries sector, and the availability of fishing port facilities is one of the supporting factors that are very important for the success of fishing port operations. The purpose of this study was to analyze the relationship between facility utilization and stakeholder contributions with the socio-economic empowerment of fishermen at the Nusantara Kejawanan Fishing Port, Cirebon. This study used a multiple correlation analysis method, the data were analyzed using Microsoft Exel. The results of the multiple correlation analysis obtained from this study show that there is a relationship that occurs between the utilization of facilities and stakeholder contributions with empowerment in social and economic aspects, this study also shows the influence of fishery product production on fishermen's income, and shows visitors' perceptions of existing facilities at PPN Kejawanan. The contribution of the government and the private sector is needed in supporting the empowerment of fishermen, the results show that the double correlation coefficient value of variable X1 is (0.8539) and variable X2 is (0.4679) to variable Y shows a strong correlation level. The relationship between X1 and Y has a stronger correlation than X2 with Y, although both remain significant. The correlation value between X1 and X2 of (0.5619) also shows that the two variables have a fairly strong relationship with each other. | |
| 43090 | 46459 | H1C018057 | GEOLOGI DAERAH KALIBENING DAN SEKITARNYA KECAMATAN KALIBENING, KABUPATEN BANJARNEGARA, JAWA TENGAH | Di bagian utara Banjarnegara tepatnya di daerah Kalibening terdapat daerah dengan morfologi yang landai namun terletak di atas ketinggian 1000 mdpl dan dikelilingi oleh tinggian di sekitarnya. Berdasarkan kondisi tersebut sangat menarik dilakukan penelitian mengenai geologi daerah Kalibening tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui geologi daerah Kalibening, Banjarnegara. Metode yang dilakukan berupa metode pemetaan geologi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan geologi daerah penelitian tersusun dari 3 satuan geologi dari yang tertua Satuan Lava Andesit, Satuan Breksi Piroklastik, dan Satuan Endapan Aluvial. Geomorfologi daerah penelitian juga terdapat 3 satuan yaitu Satuan Punggungan Blok Sesar Kalibening, Satuan Punggungan / Perbukitan Zona Sesar Kalibening, dan satuan Dataran Aluvial Kalibening. Struktur geologi yang terdapat pada daerah penelitian diintepretasikan berupa sesar mendatar menganan normal yang membentuk morfologi dataran di sekitar tinggian pada daerah penelitian. | In the northern part of Banjarnegara, specifically in the Kalibening area, there is a region with a gentle morphology but situated at an elevation of over 1000 meters above sea level and surrounded by higher terrains. Based on these conditions, it is intriguing to conduct research on the geology of the Kalibening area. This study aims to understand the geology of the Kalibening, Banjarnegara region. The method used is geological mapping. Based on the research results, the geology of the study area consists of three geological units, from the oldest to the youngest: Andesite Lava Unit, Pyroclastic Breccia Unit, and Alluvial Deposit Unit. The geomorphology of the study area also consists of three units: Kalibening Fault Block Ridge Unit, Kalibening Fault Zone Ridge / Hill Unit, and Kalibening Alluvial Plain Unit. The geological structures in the study area are interpreted as right-lateral strike-slip faults forming the plain morphology around the higher terrains in the study area. | |
| 43091 | 46462 | D1A020154 | HUBUNGAN MORTALITAS TERNAK AKIBAT PMK DAN PENDAPATAN PETERNAK DENGAN UPAYA PETERNAK MEREGENERASI USAHA SAPI POTONG DI KABUPATEN KEBUMEN | Kabupaten Kebumen merupakan salah satu sentra peternakan sapi potong jenis Peranakan Ongole (PO) yang sebagian besar dipelihara oleh peternak rakyat. Sapi PO Kebumen memiliki ciri khas yaitu berpunuk tegak dan bergelambir longgar yang menggantung sampai bawah perut. Pada tahun 2022 terjadi wabah PMK di Kabupaten Kebumen. Kerugian peternak akibat PMK juga dapat bertambah seiring dengan harga penjualan ternak yang rendah. Penelitian bertujuan untuk mengkaji hubungan tingkat mortalitas akibat PMK dan penghasilan peternak dengan upaya yang dilakukan peternak untuk meregenerasi usahanya. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2023 sampai 24 Desember 2023 di Kabupaten Kebumen. Metode penelitian yang digunakan yaitu survey, penentuan lokasi dilakukan secara purposive sampling (sengaja). Pengambilan responden diambil secara purposive sampling berjumlah 120 orang peternak. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas ternak akibat PMK sebanyak 12 ekor ternak sapi, pendapatan peternak sapi potong di kabupaten Kebumen rata-rata Rp.8.942.500.,/tahun dan upaya meregenerasi usaha sapi potong di kabupaten Kebumen berdasarkan skala Guttman mendapatkan skor pada kategori tinggi (6). Berdasarkan analisis rank spearman pendapatan dan kematian ternak berkorelasi signifikan (P>0,05) dengan upaya peternak meregenerasi usaha sapi potong di Kabupaten Kebumen. | Kebumen Regency is one of the breeding centers for the Peranakan Ongole (PO) type of beef cattle, which are mostly kept by smallholder farmers. PO Kebumen cattle have a distinctive characteristic, namely an upright hump and a loose rudder that hangs down to the bottom of the stomach. In 2022, there will be a FMD outbreak in Kebumen Regency. Farmers' losses due to FMD can also increase along with low livestock sales prices. The research aims to examine the relationship between mortality rates due to FMD and breeder income with the efforts made by breeders to regenerate their businesses. The research was carried out from 11 December 2023 to 24 December 2023 in Kebumen Regency. The research method used was a survey, location determination was carried out using purposive sampling (intentionally). Respondents were taken using purposive sampling, totaling 120 breeders. Data analysis uses descriptive analysis and Spearman rank analysis. The results of the research showed that livestock mortality due to PMK was 12 cattle, the income of beef cattle farmers in Kebumen district was an average of IDR 8,942,500/year and efforts to regenerate beef cattle businesses in Kebumen district based on the Guttman scale scored in the high category. (6). Based on Spearman rank analysis, income and livestock mortality are significantly correlated (P>0.05) with farmers' efforts to regenerate beef cattle businesses in Kebumen Regency. | |
| 43092 | 46460 | D1A019205 | JUMLAH LEUKOSIT SERTA IMBANGAN NEUTROFIL-LIMFOSIT KAMBING KEJOBONG BETINA PADA TINGKAT PROLIFIKASI DAN UMUR YANG BERBEDA DI KECAMATAN KEJOBONG PURBALINGGA | Penelitian dengan judul “Jumlah Leukosit serta Imbangan Neutrofil-Limfosit Kambing Kejobong Betina pada Tingkat Prolifikasi dan Umur yang Berbeda Di Kecamatan Kejobong Purbalingga” telah dilaksanakan pada 22 Mei – 22 Juni 2024 di Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga. Materi yang digunakan 26 ekor kambing kejobong betina dengan umur kisaran 1,4 – 3 tahun. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara sengaja (purposive sampling). Sampel darah yang diambil kemudian dianalisis dengan menggunakan alat automatic hematology analizer dengan merk Mindray BC-2800. Sampel darah yang diambil adalah dari kambing betina Kejobong dengan kategori umur dewasa dengan kisaran umur 1,4 hingga 3 tahun dengan tingkat prolifikasi rendah (1) dan tinggi (2). Variabel yang diukur dalam penelitian ini yaitu leukosit, neutrofil, dan limfosit dengan prolifikasi dan umur kambing yang berbeda. Data analisis sampel dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah leukosit serta rataan neutrofil-limfosit berpengaruh tidak nyata terhadap tingkat prolifikasi dan umur yang berbeda pada kambing kejobong betina. Kambing umur 2,22 -2,62 tahun dan kambing yang berumur 2,62-3,02 tahun menghasilkan rataan leukosit yang sesuai standar dengan hasil rataan 11,90 103/μL dan 12,70 103/μL, sedangkan kambing yang berumur 1,40-1,80 tahun dan kambing yang berumur 1,81-2,21 tahun memperoleh rataan leukosit di atas batas normal atau disebut juga sebagai leukositosis dengan hasil rataan 14,66 103/μL dan 13,20 103/μL. Hasil penelitian menunjukkan jumlah leukosit pada tingkat prolifikasi 1 sebesar 14,66 ± 7,66 103/μL, tingkat prolifikasi 2 sebesar 13,46 ± 3,96 103/μL. Sedangkan rataan neutrofil-limfosit pada tingkat prolifikasi 1 sebesar 0,64 ± 1,01 103/μL, tingkat prolifikasi 2 sebesar 0,57 ± 0,27 103/μL.Berdasarkan hasil analisis menunjukkan variabel umur dan tingkat prolifikasi memberikan pengaruh yang tidak signifikan (P>0,05) terhadap profil leukosit, serta imbangan neutrofil-limfosit Kambing Kejobong. Hal tersebut terjadi karena setiap kambing di KTT Ngudi Dadi memiliki daya tahan tubuh yang berbeda-beda yang disebabkan oleh genetik yang beragam. Keberagaman genetik terjadi karena tidak seluruh kambing di KTT Ngudi Dadi merupakan hasil pembibitan sendiri, namun kambing-kambing tersebut didapatkan dari berbagai tempat. | The research titled “The Number of Leukocytes and Neutrophil-Lymphocyte Ratio in Female Kejobong Goats at Different Proliferation Levels and Ages in Kejobong District, Purbalingga” was conducted from May 22 to June 22, 2024, in Kejobong District, Purbalingga Regency. The material used was 26 female Kecubung goats aged between 1.4 – 3 years. The research uses a survey method with a purposive sampling technique. (purposive sampling). The blood samples taken were then analyzed using an automatic hematology analyzer with the brand Mindray BC-2800. The blood samples were taken from adult female Kejobong goats with an age range of 1.4 to 3 years, with low (1) and high proliferation levels. (2). The variables measured in this study are leukocytes, neutrophils, and lymphocytes with different proliferation rates and ages of the goats. Sample data analysis was conducted using qualitative descriptive methods and multiple linear regression. The research results show that the number of leukocytes and the average neutrophil-lymphocyte ratio have no significant effect on the proliferation rate and different ages in female Kejobong goats. Goats aged 2.22 - 2.62 years and goats aged 2.62 - 3.02 years produced leukocyte averages that met the standard with average results of 11.90 103/μL and 12.70 103/μL, whereas goats aged 1.40 - 1.80 years and goats aged 1.81 - 2.21 years obtained leukocyte averages above the normal limit, also known as leukocytosis, with average results of 14.66 103/μL and 13.20 103/μL. The research results showed that the leukocyte count at proliferation level 1 was 14.66 ± 7.66 103/μL, and at proliferation level 2 was 13.46 ± 3.96 103/μL. Meanwhile, the neutrophil-lymphocyte ratio at proliferation level 1 was 0.64 ± 1.01 103/μL, and at proliferation level 2 was 0.57 ± 0.27 103/μL. Based on the analysis results, the variables of age and proliferation level had no significant effect (P>0.05) on the leukocyte profile and the neutrophil-lymphocyte balance of Kejobong goats. This occurs because each goat at KTT Ngudi Dadi has different immune responses caused by diverse genetics. Genetic diversity happens because not all goats at KTT Ngudi Dadi are bred in-house; these goats were obtained from various places. | |
| 43093 | 46461 | D1A020168 | Hubungan Antara Umur dan Jumlah Ternak yang Dimiliki Dengan Upaya Peternak Mengantisipasi Timbulnya PMK Sapi Potong Di Kabupaten Kebumen | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur dan jumlah ternak yang dimiliki dengan upaya peternak mengantisipasi timbulnya kembali PMK pada usaha sapi potong di Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode survei. Sasaran penelitian ini adalah peternak sapi potong di Kabupaten Kebumen yang ternaknya terkena PMK. Penentuan lokasi berdasarkan purposive sampling (sengaja). Penentuan jumlah sampel secara sensus sebanyak 120 orang peternak. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis rank spearmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 112 peternak berada pada umur 15-64 tahun (umur produktif). mayoritas (66,67 persen) jumlah ternak yang dimiliki peternak yaitu sebanyak 1-5 (ST) dan Upaya peternak untuk mengantisipasi timbulnya kembali PMK di Kabupaten Kebumen tentang isolasi ternak, pemberian obat atau herbal dan vaksinasi pada kategori tinggi. Hasil analisis rank spearmen menunjukkan hubungan yang cukup kuat antara umur peternak dengan upaya mengantisipasi timbulnya PMK. Korelasi antara keduanya sebesar 0,265. Korelasi antara jumlah ternak dengan upaya mengantisipasi kembalinya PMK dengan angka korelasi sebesar 0,170 yang termasuk dalam kategori hubungan sangat lemah. | This research aims to determine the relationship between breeder age and the number of livestock owned by breeders with efforts to anticipate the re-emergence of FMD in beef cattle businesses in Kebumen Regency. This research uses a survey method. The target of this research is beef cattle breeders in Kebumen Regency whose livestock are affected by FMD. Determination of location based on purposive sampling (intentional). Determining the number of samples by census was 120 breeders. Data analysis uses descriptive analysis and spearmen rank analysis. The research results showed that 112 breeders were aged 15-64 years (productive age). the majority of livestock owned by breeders (66.67 percent) is 1-5 (ST) cows, and breeders' efforts to anticipate the re-emergence of FMD in Kebumen Regency include isolating livestock, administering medicine or herbs and vaccinating in the high category. The results of the spearmen rank analysis show a fairly strong relationship between breeder age and anticipating the emergence of FMD. The correlation between the two is 0.05 <0.05, which means it is significant, with a correlation figure of 0.265 which is included in the fairly strong relationship category. The correlation between the number of livestock and the anticipated return of PMK is 0.446 > 0.05, with a correlation figure of 0.170 which is included in the very weak relationship category. | |
| 43094 | 46463 | I1D020073 | PENGARUH EDUKASI GIZI SEIMBANG DENGAN GEMAR BINGO CARD TERHADAP PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG DAN POLA KONSUMSI JUNK FOOD (Studi Pada Remaja Gizi Lebih SMP Negeri 2 Purwokerto) | Latar Belakang: Remaja adalah salah satu kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan. Salah satu permasalahan kesehatan yang dapat dialaminya yaitu gizi lebih. Faktor penyebab terjadinya gizi lebih pada remaja salah satunya adalah rendahnya pengetahuan gizi seimbang dan konsumsi junk food yang berlebihan. Upaya peningkatan pengetahuan gizi remaja dapat dilakukan dengan pemberian edukasi gizi menggunakan Gemar Bingo Card yang merupakan gabungan dari game card dan permainan bingo yang akan menarik minat remaja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi dengan Gemar Bingo Card terhadap pengetahuan dan pola konsumsi junk food pada remaja gizi lebih. Metodologi: Penelitian menggunakan metode quasy experimental one group pre-test post-test pada 34 remaja gizi lebih di SMP Negeri 2 Purwokerto. Penelitian dilaksanakan selama 5 kali pertemuan. Variabel diukur menggunakan kuesioner pengetahuan dan FFQ pola konsumsi junk food. Data analisis variabel tidak berdistribusi normal sehingga dilanjutkan menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Terjadi peningkatan skor pengetahuan dari 16 menjadi 20 setelah diberikan edukasi gizi dengan Gemar Bingo Card dengan nilai p=0,000. Terjadi penurunan skor median pola konsumsi junk food dari 94,00 menjadi 77,50 setelah diberikan edukasi gizi dengan Gemar Bingo Card dengan nilai p=0,004. Kesimpulan: Terdapat pengaruh edukasi gizi seimbang dengan Gemar Bingo Card terhadap pengetahuan gizi seimbang dan pola konsumsi junk food. | Background: Adolescents are one of the groups that are vulnerable to health problems. One of the health problems they experience is overnutrition. One of the factors causing overnutrition in adolescents is low knowledge of balanced nutrition and excessive consumption of junk food. Efforts to improve adolescent nutritional knowledge can be done by providing nutritional education using Gemar Bingo Card which is a combination of game cards and bingo games that will attract the interest of the adolescents. The purpose of this study was to determine the effect of nutritional education with Gemar Bingo Card on knowledge and consumption patterns of junk food in overweight adolescents. Methodology: The study used a quasi-experimental one group pre-test post-test method on 34 overweight adolescents at SMP Negeri 2 Purwokerto. The study was conducted 5 meetings. The variables were measured using a knowledge questionnaire and FFQ junk food consumption patterns. The variable analysis data was not normally distributed, so it was continued using the Wilcoxon Test. Research result: There was an increase in knowledge score from 16 to 20 after being given nutrition education with Gemar Bingo Card with a p value = 0.000. On the other hand, there was a decrease in the median score of junk food consumption patterns from 94.00 to 77.50 after being given nutrition education with Gemar Bingo Card with a p value = 0.004. Conclusion: There was an influence of balanced nutrition education by using Gemar Bingo Cards on knowledge of balanced nutrition and junk food consumption patterns. | |
| 43095 | 46464 | E1A020162 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM GUGATAN REKONVENSI PENGIKATAN JUAL-BELI APARTEMEN DENGAN ITIKAD BURUK (Studi Putusan Nomor 24/Pdt.G/2023/PN Plg) | Banyaknya sengketa pertanahan di Indonesia salah satunya dilatar belakangi dengan tidak adanya itikad baik (good faith) dari salah satu pihak. Apabila suatu perjanjian tidak didasari dengan itikad baik atau terdapat penipuan di dalamnya, maka dapat dijadikan sebagai alasan pembatalan perjanjian. Salah satu contoh kasus perbuatan melawan hukum yang tidak didasari dengan itikad baik terdapat dalam Putusan Nomor 24/Pdt.G/2023/PN Plg. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir kriteria perbuatan melawan hukum dalam Putusan Nomor 24/Pdt.G/2023/PN Plg dan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam mengabulkan tuntutan ganti kerugian atas Pengikatan Jual Beli Apartemen yang dilakukan dengan itikad buruk. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan undang-undang, konseptual, dan kasus. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah preskriptif analitis dengan sumber data berupa data sekunder melalui studi kepustakaan dan disajikan dalam bentuk teks naratif serta disusun menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim sudah tepat dalam memutus perbuatan Tergugat Rekonvensi sebagai perbuatan melawan hukum karena telah sesuai dengan kriteria perbuatan melawan hukum menurut Arrest Hoge Raad 1919, yaitu melanggar hak subjektif orang lain berupa hak harta kekayaan atas hilangnya sejumlah uang yang tidak dikembalikan karena tidak terselesaikannya pembangunan apartemen, dan juga bertentangan dengan kewajiban hukum pelaku yang melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan atas dibuatnya perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) tanah yang tidak didasarkan dengan itikad baik karena tidak terdapat kejujuran dan bertentangan dengan fakta bahwa tanah yang ditukar adalah bersengketa, yaitu terdapat tumpang tindih dan masih menjadi agunan di Bank. Selanjutnya, Majelis Hakim sudah tepat dalam mengabulkan seluruh gugatan ganti kerugian sesuai dengan petitum gugatan rekonvensi dan telah sesuai dengan syarat ganti kerugian berdasarkan Pasal 1365 KUH Perdata. Adapun ganti kerugian yang dikabulkan adalah berupa pengembalian uang muka atas pembayaran unit apartemen sejumlah 960 juta dan pembatalan PPJB atas pembelian apartemen dan tanah. | The number of land disputes in Indonesia is due to the absence ofgood faith from one of the parties. If an agreement is not based on good faith or there is fraud in it, it can be used as a reason for canceling the agreement. One example of a tort case that is not based on good faith is found in Decision Number 24/Pdt.G/2023/PN Plg. The purpose of this research is to analyze the judges' legal considerations in qualifying the criteria for unlawful acts in Decision Number 24/Pdt.G/2023/PN Plg and to analyze the judges' considerations in granting compensation claims for the Apartment Sale and Purchase Agreement made in bad faith. This research uses normative juridical method. The approach methods used are statutory, conceptual, and case approaches. The research specification used is prescriptive analytical with data sources in the form of secondary data through literature studies and presented in the form of narrative text and compiled using qualitative normative analysis methods. The results showed that the Panel of Judges was correct in deciding the actions of the Counterclaim Defendant as an unlawful act because it was in accordance with the criteria for unlawful acts according to the 1919 Hoge Raad Arrest, namely violating the subjective rights of others in the form of property rights for the loss of a sum of money that was not returned due to the unfinished construction of the apartment, and also contrary to the legal obligations of the perpetrator who violated Article 378 of the Criminal Code on fraud for the making of a land sale and purchase binding agreement (PPJB) which was not based on good faith because there was no honesty and contrary to the fact that the land being exchanged was in dispute, namely there was overlap and was still collateral at the Bank. Furthermore, the Panel of Judges was correct in granting the entire compensation claim in accordance with the petitum of the counterclaim and in accordance with the requirements for compensation based on Article 1365 of the Civil Code. The compensation granted is in the form of a refund of the down payment on the payment of an apartment unit totaling 960 million and the cancellation of the PPJB for the purchase of an apartment and land. | |
| 43096 | 46465 | E1A020047 | PENGALIHAN TAGIHAN ATAS NAMA SECARA CESSIE DARI PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK (CEDENT) KEPADA CESSIONARIS DALAM PERKARA WANPRESTASI OLEH CESSUS (Studi Putusan Nomor 86/Pdt.G/2020/PN Bgr) | Tagihan piutang tidak dapat ditagih sesuai keinginan kreditur sehingga kreditur dapat memilih opsi untuk menjual piutang kepada pihak lain melalui cara cessie apabila ia memerlukan uang segera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim terhadap pengalihan tagihan atas nama secara cessie dan menganalisis pertimbangan hakim dalam menetapkan cessus melakukan wanprestasi atau perbuatan ingkar janji pada putusan nomor 86/Pdt.G/2020/PN Bgr. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Data bersumber dari data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, disajikan dengan teks naratif dan menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benar telah terjadi pengalihan tagihan atas nama dari cedent kepada cessionaris, dimana majelis hakim dalam pertimbangan hukumnya berpendapat bahwa cessie harus dilakukan berdasarkan Pasal 613 KUHPerdata, yaitu dengan membuat akta autentik serta pemberitahuan pengalihan kepada cessus sehingga cessie sah dan mengikat. Selain itu, majelis hakim sudah tepat dalam menetapkan cessus melakukan wanprestasi atau ingkar janji sesuai Pasal 1238 KUHPerdata akan tetapi dalam pertimbangan hukumnya majelis hakim tidak menguraikan unsur-unsurnya yaitu adanya perikatan; adanya sikap tidak memenuhi prestasi; dan adanya unsur salah, berdasarkan hasil analisis cessionaris dalam kasus ini telah memenuhi ketiga unsur tersebut. Cessus telah terlambat memenuhi prestasi kepada cessionaris setelah cessie diberitahukan dan mengabaikan somasi yang diberikan serta melewati verval termijn pada somasi tersebut menempatkan dirinya dalam keadaan lalai. Akibat dari wanprestasi tersebut, hakim memberikan hak untuk menjual objek jaminan yang diperjanjikan untuk membayar ganti kerugian kepada penggugat sesuai Pasal 1243 KUHPerdata, serta menghukum cessus untuk membayar biaya perkara. Kata Kunci : Tagihan, Pengalihan Tagihan Atas Nama, Cessie, Wanprestas | Receivable bills cannot be collected according to the wishes of the creditor so that the creditor can choose the option to sell the receivable to another party through cessie if he needs money immediately. This study aims to analyze the judge's consideration of the transfer of register debt through cessie and analyze the judge's consideration in determining that the cessus made default or breach of promise in decision number 86/Pdt.G/2020/PN Bgr. The method used in this research is normative juridical with prescriptive research specifications. Data sourced from secondary data. The data collection method is done by literature study, presented with narrative text and using qualitative normative analysis method. The results showed that it was true that there had been a transfer of register debt of the cedent to the cessionaris, where the panel of judges in their legal considerations argued that the cessie must be carried out based on Article 613 of the Civil Code, namely by making an authentic deed and notification of transfer to the cessus so that the cessie was valid and binding. In addition, the panel of judges was correct in determining that the cessus made a default or breach of promise in accordance with Article 1238 of the Civil Code, but in its legal considerations the panel of judges did not elaborate on the elements, namely the existence of an obligation; the existence of an attitude of not fulfilling the achievement; and the existence of a wrong element, based on the results of the analysis of the cessionaris in this case has fulfilled these three elements. Cessus had been late in fulfilling the performance to the cessionary after the cessie was notified and ignored the summons given and passed the verval termijn on the summons putting himself in a state of negligence. As a result of the default, the judge gave the right to sell the promised collateral object to pay compensation to the plaintiff in accordance with Article 1243 of the Civil Code, and ordered the cessus to pay court costs. | |
| 43097 | 46466 | F1F020029 | Analisis Peran Indonesia dalam Kasus Pengungsi Rohingya Berdasarkan Konsep R2P (Responsibility to Protect) Tahun 2022-2023 | Krisis kemanusiaan Rohingya di Myanmar telah memicu respon global, termasuk Indonesia yang turut mengambil peran dalam upaya penyelesaian krisis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Indonesia dalam kasus pengungsi Rohingya pada tahun 2022-2023 berdasarkan konsep Responsibility to Protect (R2P). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data sekunder dari berbagai sumber, termasuk kebijakan pemerintah, laporan resmi, dan dokumen dari organisasi internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah berperan melalui kebijakan luar negeri dan berbagai tindakan untuk melindungi pengungsi. Meskipun belum meratifikasi Konvensi Pengungsi 1951, Indonesia telah menunjukkan komitmennya melalui kebijakan penerimaan pengungsi, mematuhi prinsip non-refoulement, serta memberlakukan kerangka hukum melalui Perpres No. 125/2016 tentang penanganan pengungsi dari luar negeri, yang mencakup pemenuhan kebutuhan dasar dan perlindungan kelompok rentan. Dalam konteks diplomasi, Indonesia aktif berpartisipasi dalam forum ASEAN dan PBB terkait upaya penyelesaian krisis. Peran-peran tersebut mencerminkan komitmen Indonesia terhadap prinsip R2P, meskipun dalam implementasinya masih menemui beberapa tantangan. | The Rohingya humanitarian crisis in Myanmar has sparked a global response, including Indonesia taking part in efforts to resolve the crisis. This study aims to analyze the role of Indonesia in the case of Rohingya refugees in 2022-2023 based on the concept of Responsibility to Protect (R2P). This research method uses a qualitative approach by analyzing secondary data from various sources, including government policies, official reports, and documents from international organizations. The results showed that Indonesia has played a role through foreign policy and various measures to protect refugees. Although it has not ratified the 1951 Refugee Convention, Indonesia has demonstrated its commitment through its refugee acceptance policy, adhering to the principle of non-refoulement, and enforcing the legal framework through Presidential Regulation No. 125/2016 on the handling of refugees from abroad, which includes meeting basic needs and protecting vulnerable groups. In the context of diplomacy, Indonesia actively participates in ASEAN and UN forums related to crisis resolution efforts. These roles reflect Indonesia's commitment to R2P principles, although implementation still faces some challenges. Keywords: Indonesia, Foreign Policy, refugees, Responsibility to Protect, Rohingya. | |
| 43098 | 46469 | B2A022009 | Aktivitas Antibakteri Kain dengan Pewarna Alami dan Pelapisan Kitosan terhadap Staphylococcus aureus | Kain merupakan produk tekstil yang dapat menjadi mediator pertumbuhan mikroorganisme yang berkontak langsung dengan kulit. Mikroorganisme penyebab infeksinya yaitu Stapyhylococcus aureus. Infeksi mikroorganisme pada kulit melalui kain dapat dicegah dengan memodifikasi permukaan serat kain yaitu pewarnaan dan pelapisan. Pewarnaan dilakukan menggunakan bahan alam seperti daun tanaman. Daun tanaman yang menghasilkan warna yaitu daun ketapang (Terminalia cattapa), strobilanthes (Strobilanthes hamiltoniana) dan rengas (Gluta sp). Senyawa bioaktif dari tanaman dimanfaatkan sebagai agensia antibakteri. Penambahan kitosan sebagai pelapis kain dapat meningkatkan aktivitas antibakteri pada kain. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi aktivitas antibakteri pada kain pewarna alami dengan pelapisan kitosan terhadap pertumbuhan S. aureus, serta untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif kain ekstrak pewarna alami yang melekat pada kain. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama yaitu tiga jenis ekstrak pewarna alami daun ketapang, strobilanthes dan rengas. Faktor kedua yaitu konsentrasi kitosan yang terdiri atas 5 taraf yaitu 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, 2%. Pengujian kain pewarna alami dengan pelapisan kitosan terhadap aktivitas antibakteri S.aureus menggunakan metode difusi agar dengan menempelkan kain diatas media agar yang sudah mengandung inokulum (spread plate). Parameter diukur adalah diameter zona hambat sekitar kain pewarna alami dengan pelapisan kitosan dan kandungan senyawa bioaktif dari kain pewarna alami. Data penghambatan terhadap S.aureus dianalisis menggunakan ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% dan analisis uji lanjut Duncan dengan tingkat kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang signifikan antara penggunaan pewarna alami dan pemberian kitosan pada kain terhadap penghambatan S. aureus, sedangkan perlakuan masing-masing kain dengan pewarna alami ekstrak daun ketapang dan strobilanthes serta pemberian kitosan 2% berpengaruh nyata terhadap penghambatan S. aureus. Analisis senyawa bioaktif melalui uji GC-MS dari ekstrak pewarna alami yang mampu melekat pada kain yaitu dari golongan antraquinon, tanin, senyawa fenol, terpene dan alkaloid | Fabric is a textile product made from fibers (natural/synthetic) used to protect the body from harmful objects and exposure to hot or cold weather and microorganisms. The spread of microorganism infection often occurs on fabrics, because fabrics are mediators of microorganism growth that can come into direct contact with the skin. Skin infections can be caused by pathogenic microorganisms, one of which is Staphylococcus aureus. The natural materials used were sourced from the leaves of plants selected based on their potential to produce color and including indigenous species including ketapang leaves (Terminalia cattapa), strobilanthes (Strobilanthes hamiltoniana) and rengas (Gluta sp). The selection of plants as a source of natural dyes can utilize their bioactive compounds as antibacterial agents. The addition of chitosan as a polymer material can increase the antibacterial activity of the fabric. The purpose of this study was to determine the potential antibacterial activity of natural dye extracts and chitosan on fabrics against the growth of S. aureus, as well as to determine the active compound content of ketapang, strobilanthes and rengas leaf extracts attached to the fabric. This research was conducted experimentally using a complete randomized design (CRD) with two factorials. The first factor was three types of natural colorants, namely ketapang, strobilanthes and rengas leaf extracts. The second factor was chitosan concentration which consists of five levels, namely 0%, 0.5%, 1%, 1.5%, 2%. Testing of natural dye fabrics with chitosan coating on the antibacterial activity of S. aureus using the agar diffusion method by attaching the fabric on top of agar media that already contains a distribution of S. aureus. The main parameter was the diameter of the inhibition zone around the natural dye fabric with chitosan coating. Supporting parameters were the diameter of the clear zone of the natural dye extract, color direction value, color fastness test value against sunlight and washing and the content of bioactive compounds from natural dyes. Inhibition data against S. aureus was analyzed using ANOVA with 95% confidence level and further analysis of Duncan test with 95% confidence level. The research results showed that ketapang and rengas leaf extracts with a concentration of 100% showed significant inhibition of S. aureus growth. However, there was no significant interaction between the use of natural dyes and the application of chitosan to the fabric on the inhibition of S. aureus, while the treatment of each fabric with natural dyes of ketapang and strobilanthes leaf extracts and the application of 2% chitosan had a significant effect on the inhibition of S. aureus. The color fastness value against sunlight as a whole has met the Indonesia National Standard quality requirements, namely a value of 4-5 (good) while against washing has not met the requirements, namely a value of 3-4 (quite good). Analysis of bioactive compounds through GC-MS tests from natural dye extracts that are able to adhere to fabrics, namely from secondary metabolite compounds from the anthraquinone group, tannins, phenol compounds, terpenes and alkaloids. | |
| 43099 | 46471 | K1A020039 | SITOTOKSISITAS PEPTIDA BIOAKTIF KACANG TUNGGAK (Vigna unguiculata L. Walp) TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA (MCF-7) | Kanker merupakan penyakit yang menyerang pensinyalan metabolisme dan menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Pengobatan kanker saat ini dilakukan dengan pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi masih menimbulkan efek samping yang berbahaya. Maka salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengeksplorasi zat antikanker yang aman dari sumber protein seperti peptida, salah satunya peptida bioaktif antikanker atau Anticancer Peptide (ACPs). Peptida bioaktif dapat diisolasi dengan hidrolisis protein kacang tungggak (Vigna unguiculata L. Walp) dengan enzim tripsin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan memfraksinasi peptida bioaktif dari kacang tunggak, mengetahui aktivitas antikanker fraksi peptida, serta mengidentifikasi fraksi peptida aktif sebagai antikanker dengan LC-HRMS. Penelitian diawali dengan defatting dan pemisahan protein, fraksinasi amonium sulfat, dialisis, hidrolisis dan penentuan derajat hidrolisis, fraksinasi dengan SPE-PEP, kemudian uji sitotoksisitas dengan BSLT dan Resazurin Assay. Fraksi dengan aktivitas tertinggi diidentifikasi menggunakan LC-HRMS. Derajat hidrolisis yang diperoleh 54,3% dan peptida berukuran <3000 kDa. Berdasarkan penelitian ini fraksi peptida hasil hidrolisat dengan aktivitas antikanker paling aktif ditunjukkan oleh fraksi 75% metanol pada sel kanker payudara MCF-7 dengan nilai IC50 sebesar 4,19 µg/mL. Hasil prediksi mekanisme antikanker berdasarkan sifat residu asam amino peptida, P1, P2, P3, P9, dan P11 memiliki mekanisme peptida yang berikatan dengan membran, merusak membran dan menyebabkan toksisitas sel kanker. P4, P5, P6, P7, P10 memiliki mekanisme antiproliferatif pada sel kanker, sedangkan P12 memiliki afinitas elektron tinggi sehingga meningkatkan aktivitas sitotoksisik. Kata kunci: antikanker, enzim tripsin, hidrolisat protein, IC50, kacang tunggak, SPE, toksisitas. | Cancer is a disease that attacks metabolic signaling and causes uncontrolled cell growth. Cancer treatments including surgery, radiotherapy, and chemotherapy still causes dangerous side effects. Therefore, exploring anticancer compound from protein sources such as peptides, was one of step that could be performed by finding the Anticancer Peptides (ACPs). Bioactive peptides was isolated from cowpea (Vigna unguiculata L.Walp) protein hydrolysis using trypsin enzyme. The purpose of this research was to isolation and fractionation bioactive peptide from cowpea, determine the anticancer activity of peptide fractions, and identification active peptide fraction using LC-HRMS. The research began with defatting and protein separation, ammonium sulfate fractionation, dialysis, hydrolysis and determination of the degree of hydrolysis, fractionation with SPE, then tested for cytotoxicity with BSLT and Resazurin Assay. Fraction with highest anticancer activity tested using LC-HRMS and the properties of the resulting peptidas were investigated. Degree of hydrolysis obtained was 54.3% with weight of peptide <3000 kDa. Hydrolyzed peptide fraction with the most active anticancer activity was shown by the 75% methanol fraction in MCF-7 breast cancer cells with an IC50 value of 4.19 µg/mL. Result prediction of anticancer mechanism based on amino acid residu properties, P1, P2, P3, P9, and P11 has binding membran mechanism. P4, P5, P6, P7, P10 has antiproliferative mechanism, while P12 has high affinity which increase cytotoxic activity. Keywords: anticancer, cowpea, hydrolyzed protein,IC50, toxicity, trypsin enzyme, SPE. | |
| 43100 | 46472 | L1B020006 | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor) PADA PAKAN TERHADAP KECERAHAN WARNA IKAN MASKOKI (Carassius auratus) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian ekstrak bayam merah (Amaranthus tricolor) dapat meningkatkan kecerahan warna ikan Maskoki (Carassius auratus) dan konsentrasi pemberian ekstrak bayam merah yang paling baik untuk meningkatkan kecerahan warna ikan Maskoki. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan sebagai berikut: P1 (kontrol), P2 (5 ml. ekstrak bayam merah), P3 (10 ml ekstrak bayam merah), P4 (15 mL ekstrak bayam merah), dan tiga kali ulangan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2024. Parameter yang diamati adalah nilai kecerahan warna (chroma), laju pertumbuhan spesifik, pertumbuhan berat mutlak, tingkat kelulushidupan ikan, dan kualitas air. Hasil penelitian menujukkan pemberian ekstrak bayam merah dapat meningkatkan kecerahan warna ikan Maskoki namun belum diperoleh konsentrasi yang paling baik. Pemberian ekstrak bayam merah dengan konsentrasi 5, 10, dan 15 ml. per 100 gram pakan menghasilkan peningkatan kecerahan warna ikan Maskoki relatif sama. Penambahan ekstrak bayam merah pada pakan tidak berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik dan pertumbuhan berat mutlak. Selain itu kelulushidupan menunjukkan angka 100% dan kualitas air meliputi suhu 25-27°C dan pH 7 tergolong baik untuk pemeliharaan ikan Maskoki. | This study aims to determine whether giving red spinach extract (Amaranthus tricolor) can increase the color brightness of goldfish (Carassius auratus) and what concentration of red spinach extract is best for increasing the color brightness of goldfish. The research design used a Completely Randomized Design (CRD) consisting red spinach extract of four treatments as follows: P1 (control), P2 (5 mL), P3 (10 mL), P4 (15 mL), and three repetitions. This research was carried out in June-July 2024. The parameters observed were color brightness (chroma), specific growth rate, absolute weight growth, fish survival rate, and water quality. The results of the research showed that giving red spinach extract can increase the brightness of the goldfish's color, but the best concentration has not yet been obtained. Providing red spinach extract with concentrations of 5, 10, and 15 mL per 100 grams of feed resulted in a relatively similar increase in the color brightness of goldfish. The addition of red spinach extract to feed had no significant effect on specific growth rate and absolute weight growth. Furthermore, the survival rate shows 100% and the water quality includes a temperature of 25-27°C and a pH of 7 which is considered good for keeping goldfish |