| NIM | F1D020014 |
| Namamhs | MUHAMMAD SIGIT PRASETYO |
| Judul Artikel | Kebijakan Tranformasi Bantaran Sungai Sambong Kabupaten Batang |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Perkembangan ruang perkotaan khususnya pada wilayah bantaran sungai sering dikenal sebagai kawasan waterfront. Waterfront berkembang pesat pada masa industrialisasi yang ada di dunia. Secara khusus, pada kota Batang merupakan kota yang memiliki sungai yang dijuluki sebagai Sungai Sambong. Penelitian ini membahas dampak transformasi ruang bantaran Sungai Sambong di Kabupaten Batang, terutama setelah adanya normalisasi Taman pada bantaran sungai. Transformasi ini bertujuan untuk meminimalisir risiko banjir, meningkatkan kegiatan tradisi, kesehatan masyarakat, dan perekonomian lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan sumber data dari studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi ruang bantaran sungai dipengaruhi oleh faktor ekonomi, intervensi pemerintah, dan kondisi fisik sungai. Kebijakan transformasi bantaran sungai harus sejalan dengan prinsip kota berkelanjutan dan budaya yang berlaku di Kabupaten Batang. Pembangunan bantaran sungai Sambong memiliki dampak negatif seperti erosi tanah, gangguan sosial dan ekonomi, kerusakan infrastruktur, dan ancaman kesehatan masyarakat. Namun, pembangunan juga memiliki dampak positif seperti pengembangan ekonomi, pelestarian lingkungan, peningkatan partisipasi masyarakat, dan pelestarian budaya. Normalisasi sungai Sambong juga meningkatkan aksesibilitas dengan membangun jalur pejalan kaki dan sepeda serta memperluas akses kapal. Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan partisipasi aktif dalam pembangunan sangat diperlukan untuk mencapai kesejahteraan yang lebih baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi bantaran sungai Sambong dapat memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Batang. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The development of urban space, especially in riverbank areas, is often known as the waterfront area. Waterfronts developed rapidly during the industrialization era in the world. Specifically, Batang City is a city that has a river nicknamed the Sambong River. This study discusses the impact of the transformation of the Sambong Riverbank space in Batang Regency, especially after the normalization of the Park on the riverbank. This transformation aims to minimize the risk of flooding, increase traditional activities, public health, and the local economy. The research method used is a qualitative approach with data sources from literature studies. The results of the study show that the transformation of riverbank space is influenced by economic factors, government intervention, and the physical condition of the river. The riverbank transformation policy must be in line with the principles of sustainable cities and culture that apply in Batang Regency. The development of the Sambong Riverbank has negative impacts such as soil erosion, social and economic disruption, infrastructure damage, and public health threats. However, development also has positive impacts such as economic development, environmental preservation, increased community participation, and cultural preservation. The normalization of the Sambong River also improves accessibility by building pedestrian and bicycle paths and expanding boat access. Public awareness of the importance of preserving the environment and active participation in development are essential to achieve better welfare. This study concludes that the transformation of the Sambong riverbank can provide significant benefits to the community and the surrounding environment, as well as support sustainable development in Batang Regency. |
| Kata kunci | Dampak Kebijakan, Ruang, Transformasi |
| Pembimbing 1 | Drs. Solahuddin Kusumanegara, M.Si |
| Pembimbing 2 | Ahmad Rofik, S.Sos., MA |
| Pembimbing 3 | Khairu R Sobandi, MA.,Phd |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 43 |
| Tgl. Entri | 2024-08-20 14:38:28.690921 |
|---|