Home
Login.
Artikelilmiahs
45803
Update
VARSYA AZKA AZZAHRA
NIM
Judul Artikel
Tingkat Kepuasan Petani Mitra terhadap Pola Kemitraan Inti Plasma pada PG Unit Tersana Baru di Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Industri gula di Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani tebu. Peningkatan konsumsi di Indonesia dari tahun ke tahun memberikan peluang bagi peningkatan kapasitas produksi pabrik gula. Salah satu pabrik gula yang masih aktif dalam upaya pemenuhan kebutuhan gula khususnya di wilayah Jawa Barat adalah PG Unit Tersana Baru. Pola kemitraan inti plasma antara pabrik gula dan petani tebu merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi gula. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk 1). Mengetahui profil petani yang terdaftar sebagai petani mitra jenis KM-K dengan PG Unit Tersana Baru. 2). Menganalisis tingkat kepentingan dan kinerja yang dirasakan petani mitra terhadap pola kemitraan inti plasma PG Unit Tersana Baru. 3). Menganalisis tingkat kepuasan petani mitra terhadap pola kemitraan inti plasma PG Unit Tersana Baru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, yaitu deskripsi mendalam dan analisis fenomena atau unit sosial tertentu yang dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena tersebut. Lokasi penelitian yaitu di PG Unit Tersana Baru Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon. Penelitian ini dilaksanakan bulan Maret sampai April 2024, dengan sasaran petani tebu yang terdaftar sebagai petani mitra jenis KM-K dengan tebu tahun kedua pada periode tanam 2022/2023. Perhitungan sampel menggunakan teknik simple random sampling diperoleh sebanyak 70 orang. pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara, kuesioner, observasi, dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan adalah Customer Satisfication Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakteristik petani mitra KM-K PG Unit Tersana Baru, presentase petani berjenis kelamin laki-laki adalah 68,6 persen, rata-rata berusia 41 sampai 60 tahun dengan presentase 64,3 persen, petani mitra dengann pendidikan terakhir SD memiliki presentase sebesar 34,3 persen, rata-rata memiliki jumlah tanggungan keluarga 3 sampai 5 orang dengan presentase 51,4 persen, rata-rata lama menjadi petani mitra 15 sampai 30 tahun dengan presentase 50 persen, luas lahan yang dikelola petani mitra kurang dari 5 Ha dengan presentase 55,7 persen, dan rata-rata keuntungan yang diperoleh petani mitra dengan luas lahan 1 Ha sebesar Rp 31.118.000. (2) Tingkat kepuasan petani mitra KM-K PG Unit Tersana Baru memperoleh nilai sebesar 64,51 persen artinya secara keseluruhan petani merasa cukup puas terhadap kualitas pelayanan. (3) Atribut yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki antara lain jumlah dana kredit yang diberikan, akses jalan dari kebun ke pabrik gula, respon terhadap keluhan, pengaturan waktu giling, keakuratan penimbangan, dan kesesuaian harga.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The sugar industry in Indonesia has an important role in supporting food security and improving the welfare of sugarcane farmers. The increase in consumption in Indonesia year by year provides opportunities for the increased production capacity of sugar factories. One of the sugar factories still active in meeting the sugar needs, particularly in the West Java region, was PG Unit Tersana Baru. The core plasma partnership pattern between the sugar factory and sugarcane farmers was one strategy to improve the efficiency and effectiveness of sugar production. The objectives of this research are: 1) To determine the profile of farmers registered as KM-K type partner farmers with PG Unit Tersana Baru. 2) To analyze the level of importance and performance perceived by partner farmers regarding the core plasma partnership pattern of PG Unit Tersana Baru. 3) To analyze the satisfaction level of partner farmers towards the core plasma partnership pattern of PG Unit Tersana Baru. The research method used was the case study method, which was a detailed description and analysis of a specific phenomenon or social unit conducted to gain a deeper understanding of the phenomenon. The research location was at PG Unit Tersana Baru in Babakan District, Cirebon Regency. The research was conducted from March to April 2024, targeting sugarcane farmers registered as KM-K type partner farmers with second year cane for the 2022/2023 planting period. The sample calculation using simple random sampling technique resulted in 70 respondents. Data collection was carried out using interview methods, questionnaires, observations, and literature studies. The data analysis used includes the Customer Satisfaction Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), and descriptive analysis. The research results show that: (1) The characteristics of KM-K partner farmers of PG Unit Tersana Baru, with a percentage of male farmers being 68.6 percent, an average age of 41 to 60 years with a percentage of 64.3 percent, partner farmers with elementary school education have a percentage of 34.3 percent, an average number of family dependents is 3 to 5 people with a percentage of 51.4 percent, an average of 15 to 30 years as partner farmers with a percentage of 50 percent, land area managed by partner farmers is less than 5 hectares with a percentage of 55.7 percent, and the average profit obtained by partner farmers with a land area of 1 hectare is Rp 31,118,000. (2) The satisfaction level of KM-K partner farmers of PG Unit Tersana Baru obtained a score of 64.51 percent, meaning that overall farmers feel quite satisfied with the quality of service. (3) The attributes that become the main priorities for improvement include the amount of credit funds provided, road access from the fields to the sugar factory, response to complaints, milling schedule management, weighing accuracy, and price suitability.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save