Home
Login.
Artikelilmiahs
45773
Update
ESA PUTRI WIBISONO
NIM
Judul Artikel
Analisis Pendapatan Nelayan Perempuan Pencari Kerang Totok Di Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap merupakan daerah yang memiliki sumber daya perairan sungai yang besar salah satunya yaitu kerang totok, potensi kerang totok di Kawasan perairan sungai serayu yang cukup besar dijadikan sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat di Desa Karangrena. Karena sering terjadi bahwa sumber penghasilan kepala keluarga relatif sedikit, sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan keluarga maka dalam keluarga nelayan, perempuan sebagai anggota keluarga mampu menyumbangkan pendapatan untuk keperluan keluarga guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Situasi seperti ini menyebabkan para perempuan sebagai anggota keluarga perlu membantu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel usia, curahan waktu kerja, pengalaman, dan jumlah anggota keluarga terhadap pendapatan nelayan perempuan pencari kerang totok di Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data primer. Populasi pada penelitian ini terdiri nelayan pencari kerang totok di Di Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap. Responden dalam penelitian ini sejumlah 39 orang berasal dari anggota yang tercatat di Paguyuban Sari Kerang Jaya Desa Karangrena Kecamatan Maos. Data yang diperoleh dari penelitian kemudian diolah menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, curahan waktu kerja, pengalaman bekerja, dan jumlah anggota keluarga secara bersama-sama berpengaruh terdahap pendapatan terhadap pendapatan nelayan perempuan pencari kerang totok di Desa Karangrena Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap. Kemudian secara parsial, variabel usia, curahan waktu kerja, pengalaman bekerja, dan jumlah anggota keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pendapatan nelayan perempuan pencari kerang totok di Desa Karangrena Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap. Implikasi dalam penelitian ini adalah diharapkan adanya peran pemerintah dalam mengatasi tercemarnya sungai tempat pencaharian para nelayan pencari kerang totok dikarenakan tercemar oleh limbah yang menjadikan kerang totok susah di dapatkan. Nelayan pencari kerang totok juga perlu membuat inovasi untuk mengolah secara langsung hasil kerang yang di dapat agar lebih meningkatkan dari segi perekonomian.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Maos Subdistrict in Cilacap Regency is an area with significant river water resources, one of which is the totok clam. The potential of the totok clam in the Serayu River waters is substantial and serves as a source of income for the community in Karangrena Village. Due to the frequent occurrence of low household income, which is often insufficient to meet family needs, women in fishing households contribute to family income to fulfill daily necessities. This situation necessitates that women, as family members, help in meeting household needs by working. This study aims to analyze the influence of age, working hours, experience, and the number of family members on the income of female totok clam gatherers in Maos Subdistrict, Cilacap Regency. The research method used is a descriptive quantitative study utilizing primary data. The population in this study consists of totok clam gatherers in Maos Subdistrict, Cilacap Regency. The respondents in this study, totaling 39 people, are members registered with the Sari Kerang Jaya Association in Karangrena Village, Maos Subdistrict. The data obtained from the research was then processed using multiple linear regression analysis. The research results show that age, working hours, work experience, and the number of family members collectively influence the income of female totok clam gatherers in Karangrena Village, Maos Subdistrict, Cilacap Regency. Additionally, individually, the variables of age, working hours, work experience, and the number of family members have a positive and significant influence on the income of female totok clam gatherers in Karangrena Village, Maos Subdistrict, Cilacap Regency. The implication of this research is that the government is expected to play a role in addressing the pollution of the rivers where the totok clam gatherers earn their livelihood, as the pollution has made it difficult to find totok clams. Totok clam gatherers also need to innovate in processing the clams they collect directly in order to enhance their economic situation.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save