Artikel Ilmiah : A1A020065 a.n. REZALDI ALFIAN ARDIANSYAH

Kembali Update Delete

NIMA1A020065
NamamhsREZALDI ALFIAN ARDIANSYAH
Judul ArtikelKelayakan Industri Rumah Tangga Tempe di Desa Sumber Kabupaten Cirebon
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan industri rumah tangga tempe di Desa Sumber, Kabupaten Cirebon, baik dari aspek finansial maupun non-finansial. Tempe merupakan produk olahan kedelai yang sangat populer di Indonesia, terutama karena kandungan gizinya yang tinggi dan harga yang terjangkau. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus yang melibatkan tiga industri rumah tangga tempe di Desa Sumber. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif, analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan, serta analisis kelayakan usaha berdasarkan R/C ratio, Break Even Point (BEP), Shutdown Point, dan sensitivitas terhadap kenaikan harga bahan baku.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga industri rumah tangga tempe yang diteliti layak secara finansial untuk dilanjutkan, ditunjukkan dengan nilai R/C lebih besar dari satu, BEP yang berada di bawah nilai penjualan, dan kemampuan menutup biaya tetap dan variabel meski terjadi kenaikan harga bahan baku. Namun, dari aspek non-finansial, seluruh usaha belum memenuhi legalitas yang diperlukan, seperti izin usaha dan sertifikasi halal. Penelitian ini menyarankan agar para pelaku usaha memperhatikan aspek legalitas dan dampak lingkungan untuk keberlanjutan usaha.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to analyze the feasibility of household-scale tempe industries in Sumber Village, Cirebon Regency, from both financial and non-financial aspects. Tempe is a soybean-based product that is highly popular in Indonesia, particularly due to its high nutritional content and affordable price. The research was conducted using a case study method involving three household-scale tempe industries in Sumber Village. The analysis methods used include descriptive analysis, cost, revenue, and income analysis, as well as feasibility analysis based on the R/C ratio, Break Even Point (BEP), Shutdown Point, and sensitivity to raw material price increases.
The results show that all three household-scale tempe industries studied are financially feasible, as indicated by R/C values greater than one, BEP below sales value, and the ability to cover fixed and variable costs even with an increase in raw material prices. However, from a non-financial perspective, all businesses have not yet met the required legalities, such as business licenses and halal certification. The study suggests that business owners should pay attention to legal aspects and environmental impacts for the sustainability of their businesses.
Kata kunciKelayakan usaha, industri rumah tangga, tempe, aspek finansial, aspek non-finansial.
Pembimbing 1Dr. Altri Mulyani, S.P., M.Sc.
Pembimbing 2Ulfah Nurdiani, S.P., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman124
Tgl. Entri2024-08-20 13:13:18.458902
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.