Artikel Ilmiah : L1C020033 a.n. RAHMANILLAH NABILA PASYA

Kembali Update Delete

NIML1C020033
NamamhsRAHMANILLAH NABILA PASYA
Judul ArtikelIdentifikasi Molekuler dan Analisa Senyawa Antimikroba Alga Cokelat di Pantai Karapyak
Abstrak (Bhs. Indonesia)Peningkatan kasus resistensi bakteri terhadap antibiotik menjadi salah satu masalah dalam bidang kesehatan. Hal tersebut menjadi pendorong penemuan antibiotik baru, salah satunya adalah alga cokelat yang mengandung senyawa aktif sebagai antimikroba. Namun, perlu penggunaan spesies yang tepat untuk memudahkan dalam analisis senyawa aktif yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alga cokelat secara morfologi, anatomi, dan molekuler, menganalisis aktivitas senyawa antimikroba dalam alga cokelat dari Pantai Karapyak, dan menganalisis aktivitas antibakteri terhadap Micrococcus luteus ATCC4698, Bacillus megaterium DSM32, dan Escherichia coli K12. Identifikasi molekuler dilakukan menggunakan penanda Internal Transcribed Spacer (ITS). Alga cokelat dari Pantai Karapyak teridentifikasi memiliki similaritas terhadap Sargassum polycystum sebesar 98.6% dan Turbinaria sp. yang baru teridentifikasi secara morfologi dan anatomi. Senyawa terdereplikasi dari LC-HRMS (Liquid Chromatography High Resolution Mass Spectrometry) sebagai antibakteri dari kedua spesies adalah ricinoleic acid (m/z 534,365), neomycin sulfate (m/z 637,314), sarmentoside B (m/z 663,462), dihydrogedunic acid (m/z 499,596), pheophytin (m/z 871,585), dan pheophorbide (m/z 593,279). Kedua spesies memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori lemah. Dengan demikian, senyawa antibakteri yang dihasilkan alga cokelat Sargassum polycystum dan Turbinaria sp. belum dapat menjadi antibiotik baru secara optimal.
.
Abtrak (Bhs. Inggris)The increasing case of bacterial resistance to antibiotics is a problem in medical sector. It become the reason of new discovery of antibiotics, one of it is brown algae that obtained antimicrobial compounds. However, the utilization of right species to facilitated in analyzing bioactive compound produced. This research aimed to identify brown algae morphologically, anatomically, and molecularly, analyze antimicrobial compounds in brown algae from Karapyak Beach , analyzed antibacterial activity to Micrococcus luteus ATCC4698, Bacillus megaterium DSM32, and Escherichia coli K12. Molecular identification used Internal Transcribed Spacer (ITS) marker. Brown algae from Karapyak Beach was identified had similarity to Sargassum polycystum 98.6% and Turbinaria sp. that had been identified morphologically and anatomically. The replicated compounds from LC-HRMS (Liquid Chromatography High Resolution Mass Spectrometry) as antibacterial was ricinoleic acid (m/z 534,365), neomycin sulfate (m/z 637,314), sarmentoside B (m/z 663,462), dihydrogedunic acid (m/z 499,596), pheophytin (m/z 871,585), and pheophorbide (m/z 593,279). Both species had antibacterial activities categorized weak. Thus, the antibacterial compounds produced by Sargassum polycystum and Turbinaria sp. can not fully optimally yet used as antibiotic.

Kata kunciPhaeophyta, Karapyak, Identifikasi Molekuler, Metabolomik, Antibakteri
Pembimbing 1Dr.rer.nat Riyanti, S.T., M. Biotech
Pembimbing 2Prof. Dr. Maria Dyah Nur Meinita, S.Pi., M.Sc
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2024-08-20 11:07:21.528932
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.