Artikel Ilmiah : K1C020030 a.n. UMUL SYARIFAH

Kembali Update Delete

NIMK1C020030
NamamhsUMUL SYARIFAH
Judul ArtikelANALISIS KONTAMINASI NEUTRON DARI RADIOTERAPI LINAC KANKER NASOFARING DENGAN TEKNIK SOURCE SURFACE DISTANCE DAN SOURCE AXIS DISTANCE MENGGUNAKAN MCNPX
Abstrak (Bhs. Indonesia)Radioterapi kanker nasofaring membutuhkan penggunaan linac bernergi tinggi di atas 10 MV untuk mencapai kanker. Namun, penggunaan linac di atas 10 MV dapat menyebabkan adanya kontaminasi neutron yang dapat menimbulkan dosis tambahan karena faktor bobot radiasi neutron yang tinggi. Penelitian menggunakan simulasi MCNPX ini bertujuan untuk menghitung dosis efektif pada kanker nasofaring dan organ sekitar dan menghitung persentase kontaminasi neutron. Radioterapi menggunakan linac 15 MV dan teknik penyinaran menggunakan teknik SSD dan SAD serta dua arah penyinaran, supraclave (0) dan lateral (90 dan 270). Penggunaan Linac 15 MV bertujuan agar radiasi dapat mencapai kanker. Nilai dosis efektif total pada sel kanker teknik SSD dan SAD adalah 2 Sv dan pada OAR berkisar antara 0,004 Sv sampai 0,048 Sv untuk teknik SSD dan teknik SAD berkisar antara 0,002 Sv sampai 0,047 Sv. Kontaminasi neutron dalam penelitian ini untuk sel kanker dan OAR masih di bawah ambang batas 1% dan dosis yang dihasilkan pada organ at risk di bawah batas dosis masing-masing organ. Dosis dan kontaminasi neutron pada penelitian ini memiliki hasil yang lebih kecil pada teknik SAD daripada SSD.
Abtrak (Bhs. Inggris)Radiotherapy for nasopharyngeal cancer requires the use of high-intensity linac above 10 MV to reach the cancer. However, the use of linac above 10 MV can lead to neutron contamination which can lead to additional doses due to the high neutron radiation weight factor. The study using the MCNPX simulation aims to calculate the effective dose in nasopharyngeal cancer and surrounding organs and calculate the percentage of contamination of radiotherapy using linac 15 MV and irradiation techniques using SSD and SAD techniques as well as bidirectional irradiation, supraclave (0) and lateral (90 and 270). The use of Linac 15 MV aims to allow radiation to reach cancer. The total effective dose value in cancer cells of the SSD and SAD techniques was 2 Sv and in OAR ranged from 0.004 Sv to 0.048 Sv for the SSD technique and the SAD technique ranged from 0.001 Sv to 0.047 Sv. Neutron contamination in this study for cancer cells and OAR was still below the threshold of 1% and the dose produced in the organs at risk was below the dose limit of each organ. The neutron dose and contamination in this study had smaller results on the SAD technique than on SSD.
Kata kunciRadioterapi, kanker nasofaring, LINAC, kontaminasi neutron.
Pembimbing 1Aris Haryadi, S.Si., M.Si.
Pembimbing 2Efita Pratiwi Adi, S.Pd., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman127
Tgl. Entri2024-08-19 12:37:45.71179
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.