Home
Login.
Artikelilmiahs
45689
Update
REGITA MARTAGUSTIN
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Ekstrak Kencur (Kaempferia galanga L.) dengan Dua Jenis Pelarut Berbeda untuk Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri Padi
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penyakit pada tanaman padi dapat berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas hasil produsi padi. Salah satu penyakit pada tanaman padi adalah hawar daun bakteri (HBD) yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae. Bahan alami yang berpotensi sebagai pengganti pestisida kimia yaitu kencur (Kaempferia galanga) karena mengandung senyawa antibakteri. Penelitian ini bertujan untuk menguji kemampuan ekstrak kencur dalam menghambat perkembangan penyakit HDB dan pertumbuhan tanaman padi. Pengujian antibakteri secara in vitro dilakukan dengan metode difusi cakram pada berbagai konsentrasi yaitu 2,4,6,8, dan 10%. Hasil uji antibakteri dengan konsentrasi masing-masing pelarut terbaik diaplikasikan pada uji in planta. Variabel pengamatan terdiri atas kandungan fitokimia, diameter zona hambat, masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, AUDPC (Area Under The Disease Progress Curve), tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah biji per malai, bobot 100 butir, bobot kering tanaman, dan bobot kering akar. Data dianalisis dengan ANOVA pada taraf 95%, hasil yang menunjukkan pengaruh nyata, dilanjutkan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil uji antibakteri menunjukkan daya hambat terbaik dari pelarut etanol yaitu konsentrasi 4% dan daya hambat terbaik dari pelarut air steril yaitu konsentrasi 10%. Hasil tersebut diterapkan pada uji in planta dan diperoleh hasil ekstrak kencur pelarut air steril berbeda nyata dari segi intensitas penyakit. Namun, tidak memberikan pengaruh apapun terhadap pertumbuhan tanaman padi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Diseases in rice plants can af ect the quantity and quality of rice production. One of the diseases in rice plants is bacterial leaf blight (BLB) caused by Xanthomonas oryzae bacteria. Natural ingredients that have the potential to replace chemical pesticides are Kaempferia galanga because they contain antibacterial compounds. This study aims to test the ability of K.galanga extract in inhibiting the development of BLB disease and rice plant growth. In vitro antibacterial testing was carried out using the disc dif usion method at various concentrations of 2, 4, 6, 8, and 10%. The antibacterial test results with the best concentration of each solvent were applied to the in planta test. The observation variables consisted of phytochemical content, inhibition zone diameter, incubation period, disease intensity, infection rate, AUDPC (Area Under The Disease Progress Curve), plant height, number of leaves, number of tillers, number of seeds per panicle, 100-grain weight, plant dry weight, and root dry weight. Data were analyzed by ANOVA at the 95% level, results that showed a significant ef ect, followed by DMRT (Duncan's Multiple Range Test) at the 5% error level. The results of the antibacterial test showed the best inhibition of ethanol solvent at 4% concentration and the best inhibition of sterile water solvent at 10% concentration. These results were applied to the in planta test and obtained the results of K. galanga extract sterile water solvent significantly dif erent in terms of disease intensity. However, it does not have any ef ect on the growth of rice plants.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save