Home
Login.
Artikelilmiahs
45675
Update
DAYNISHELMA AUDIRA
NIM
Judul Artikel
PERAN PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN (PPL) DALAM MEMENGARUHI KEBERHASILAN PROGRAM PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) DI KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kecamatan Ajibarang telah melaksanakan kegiatan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dengan memberdayakan kelompok wanita tani (KWT) yang ada di desa. Namun, para wanita tani memiliki keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan, sehingga dibutuhkan peran penyuluh pertanian lapangan (PPL). Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa satu penyuluh memegang wilayah binaan sebanyak 3 (tiga) desa. Oleh karena itu, pendampingan berlangsung kurang efektif. Timbul juga permasalahan dari segi pengurus KWT dalam keberlangsungan program. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (a) mengetahui peran PPL dalam program P2L, (b) mengetahui keberhasilan program P2L, (c) mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan program P2L, serta (d) mengetahui pengaruh peran PPL dalam keberhasilan program P2L. Penelitian dilaksanakan di Desa Tiparkidul, Darmakradenan, dan Banjarsari, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Teknik pengumpulan data menggunakan sampling total atau sensus dengan jumlah responden sebanyak 69 wanita tani yang telah menerima manfaat program P2L. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji validitas, uji reliabilitas, analisis skoring, serta pengujian teknik analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran PPL dalam program P2L di Kecamatan Ajibarang termasuk dalam kategori baik, lalu keberhasilan program P2L di Kecamatan Ajibarang termasuk dalam kategori cukup berhasil atau sedang. Faktor internal wanita tani yang memengaruhi keberhasilan program P2L yaitu tingkat pendidikan, luas lahan pekarangan, dan lama bertani. Umur tidak berpengaruh nyata dalam keberhasilan program P2L. Peran PPL menjadi faktor eksternal yang berpengaruh secara signifikan terhadap keberhasilan program P2L di Kecamatan Ajibarang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Ajibarang District has implemented the Sustainable Food Yard Program (P2L) activities by empowering women farmer groups (KWT) in the village. However, women farmers have limited knowledge and skills, so the role of field agricultural instructors (PPL) is needed. Conditions in the field show that one extension agent holds the target area of 3 (three) villages. Therefore, mentoring is less effective. Problems also arose from the KWT management's perspective regarding the continuity of the program. The objectives of this research are: (a) knowing the role of PPL in the P2L program, (b) knowing the success of the P2L program, (c) knowing the factors that influence the success of the P2L program, and (d) knowing the influence of the role of PPL in the success of the P2L program. The research was carried out in Tiparkidul, Darmakradenan, and Banjarsari Villages, Ajibarang District, Banyumas Regency. The data collection technique used total sampling or census with a total of 69 female farmers who had received the benefits of the P2L program as respondents. The data analysis used in this research is validity testing, reliability testing, scoring analysis, and testing linear multiple regression analysis techniques. The results of this research show that the role of PPL in the P2L program in Ajibarang District is in the good category, then the success of the P2L program in Ajibarang District is in the moderately successful or moderate category. Internal factors of female farmers that influence the success of the P2L program are education level, size of yard land, and length of time farming. Age has no real influence on the success of the P2L program. The role of PPL is an external factor that has a significant influence on the success of the P2L program in Ajibarang District
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save