Artikel Ilmiah : A1A019117 a.n. INNAYAH CHOERUN NISA

Kembali Update Delete

NIMA1A019117
NamamhsINNAYAH CHOERUN NISA
Judul ArtikelPERSEPSI PETANI TERHADAP UPJA (USAHA PELAYANAN JASA ALSINTAN) DI DESA KARANGDUREN KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) adalah lembaga ekonomi perdesaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa dalam rangka optimalisasi penggunaan alsintan untuk memperoleh keuntungan usaha. Salah satu desa di Kabupaten Banyumas yang memiliki usaha pelayanan jasa alsintan yaitu, Desa Karangduren, Kecamatan Sokaraja dengan nama UPJA Tani Maju. Permasalahan yang terjadi yaitu, tersedianya UPJA Tani Maju di Desa Karangduren belum dimanfaatkan dengan baik oleh petani sekitar. Petani banyak yang lebih memilih untuk menggunakan alsintan di luar UPJA dan lebih banyak petani dari luar Desa Karangduren yang menggunakannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor pembentuk persepsi petani terhadap usaha pelayanan jasa alsintan, mengetahui tingkat persepsi petani terhadap usaha pelayanan jasa alsintan, mengetahui hubungan antara faktor pembentuk persepsi dengan persepsi petani terhadap usaha pelayanan jasa alsintan, mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani terhadap usaha pelayanan jasa alsintan di Desa Karangduren, Kecamatan Sokaraja.
Penelitian dilaksanakan di Desa Karangduren pada bulan November – Januari 2023 dengan metode penelitian survei. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 40 petani dengan teknik sampling yaitu snowball sampling dengan kriteria yaitu petani di Desa Karangduren yang sudah pernah menggunakan UPJA. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, skala likert, analisis korelasi Rank Spearman, Method of Successive Interval (MSI), analisis Regresi Linier Berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani responden berada pada rentang usia 51-65 tahun, tingkat pendidikan tamat SD, pendidikan nonformal petani mayoritas mengikuti 2 kali per musim tanam kegiatan penyuluhan, luas lahan 0,5 – 1,0 hektar, pendapatan lebih dari Rp 5.000.000 per musim tanam, keadaan lingkungan ekonomi petani secara umum tidak terlalu memberikan dorongan bagi petani untuk memanfaatkan UPJA, interaksi sosial petani sering berinteraksi dengan sesama petani dan kelompok tani. Tingkat persepsi petani secara keseluruhan masuk dalam kategori baik dan berdasarkan masing-masing indikator yaitu keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan dan mudah diamati masuk dalam kategori baik. Faktor pembentuk persepsi yang berhubungan dengan persepsi petani terhadap UPJA yaitu pendidikan nonformal, luas lahan, pendapatan dan interaksi sosial petani. Faktor - faktor yang memengaruhi persepsi petani terhadap usaha pelayanan jasa alsintan adalah variabel interaksi sosial petani dan dummy pemanfaatan alsintan UPJA.
Abtrak (Bhs. Inggris)Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) is a rural economic institution that operates in the field of services in order to optimize the use of Alsintan to obtain business profits. One of the villages in Banyumas Regency that has an UPJA is Karangduren Village, Sokaraja District, with the name UPJA Tani Maju. The problem that occurs is that the availability of UPJA Tani Maju in Karangduren Village has not been utilized properly by surrounding farmers. Many farmers prefer to use alsintan outside the UPJA, and more farmers from outside the village of Karangduren use it. The purpose of this research was to identify the factors forming farmers' perceptions of UPJA, determine the level of farmers' perceptions of UPJA, determine the relationship between factors forming perceptions with farmers' perceptions of UPJA, and determine the factors that influence farmers' perceptions of UPJA in Karangduren Village, Sokaraja District.
The research was conducted in November–January 2023 in the village of Karangduren with survey research methods. The number of samples used in the research were 40 farmers with snowball sampling techniques with sample criteria for farmers in Karangduren Village who have used UPJA. The data analysis used is descriptive analysis, Likert scale, Spearman Rank correlation analysis, Method of Successive Interval (MSI) and Multiple Linear Regression analysis.
The results of the research show that the majority of farmers respondent were in the age range of 15 - 64 years (productive age), the level of education graduated from elementary school, non-formal education farmers majority follow 2 times per plantation season cultivation activities, land area 0.5 - 1.0 hectare, income more than Rp 5.000.000 per growing season, the farmers' economic environment in general does not really provide encouragement for farmers to utilize UPJA. The social interaction of farmers often involves interactions with fellow farmers and farmer groups. The level of perception of farmers in general falls into the category of good, and based on each indicator is relative advantage, compatibility, complexity, and observability fall into the category of good. Perception-forming factors associated with farmers' perceptions of UPJA are non-formal education, land area, income, and social interaction of farmers. The factors that affect farmers' perceptions of UPJA are the variable of farmers' social interaction and the dummy variable for the utilization of agricultural machinery by UPJA.
Kata kuncifaktor pembentuk persepi, persepsi, UPJA
Pembimbing 1Alpha Nadeira Mandamdari., S.P., M.P.
Pembimbing 2Sawitania Christiany Dwi Utami Boru Situmorang, S.P., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman30
Tgl. Entri2024-08-16 14:57:05.72056
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.