Home
Login.
Artikelilmiahs
45616
Update
SALSABILA FATIN CAHYADI PUTRI
NIM
Judul Artikel
THE DIFFERENCES OF TRANSLATION TECHNIQUES ON TWO MODELS OF SIMULTANEOUS AND CONSECUTIVE INTERPRETING IN THE ASIALEX CONFERENCE 2021
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penerjemahan lisan sangat penting untuk pertukaran budaya dan komunikasi di era globalisasi. Berdasarkan kepentingan tersebut, penelitian ini menganalisis perbedaan teknik penerjemahan dalam penerjemahan lisan simultan dan berurutan menggunakan data dari sesi Prof. Rufus Gouws di konferensi Asialex 2021. Menggunakan metode deskriptif-kualitatif, penelitian ini mentranskrip, mengategorikan, membandingkan, dan menganalisis 184 data dari masing-masing dua model interpreting dalam bahasa sumber dan bahasa target, dengan memanfaatkan teori Molina dan Albir untuk mengidentifikasi teknik terjemahan. Temuan penelitian mengungkapkan 12 teknik dalam penerjemahan simultan dan 11 teknik dalam penerjemahan berurutan. Dalam penerjemahan simultan, teknik seperti kompresi linguistik, terjemahan literal, dan reduksi menyederhanakan dan meringkas informasi, memastikan akurasi waktu nyata. Teknik seperti amplifikasi, padanan yang ditetapkan, modulasi, dan adaptasi menambah kejelasan dan relevansi budaya, sementara peminjaman menjaga konsistensi istilah. Dalam penerjemahan berurutan, amplifikasi linguistik dan terjemahan literal meningkatkan kejelasan dan efektivitas dengan menambah konteks dan meringkas informasi. Teknik seperti kompresi linguistik, transposisi, calque, dan modulasi menyesuaikan struktur dan terminologi, memastikan kesesuaian dengan bahasa target, sementara deskripsi dan padanan yang ditetapkan menjembatani kesenjangan dan menjaga konsistensi. Teknik seperti partikularisasi, kompensasi, substitusi, dan variasi tidak digunakan dalam kedua model.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Interpreting is vital for cultural exchange and communication in the era of globalization. Based on that concern, this research analyzes translation technique differences in simultaneous and consecutive interpreting using data from Prof. Rufus Gouws' session at Asialex 2021. Employing descriptive-qualitative methods, the research transcribes, categorizes, compares, and analyzes 184 data from each of the two interpreting models in source and target languages, utilizing Molina and Albir's theory to identify. Findings revealed 12 techniques in simultaneous interpreting and 11 techniques in consecutive interpreting. In simultaneous interpreting, techniques such as linguistic compression, literal translation, and reduction streamline the process by simplifying and condensing information, ensuring real-time accuracy. Amplification, established equivalents, modulation, and adaptation add clarity and cultural relevance while borrowing maintains term consistency. In consecutive interpreting, linguistic amplification and literal translation enhance clarity and effectiveness by adding context and condensing information. Techniques like linguistic compression, transposition, calque, and modulation adjust structures and terminology, ensuring alignment with the target language, while description and established equivalents bridge gaps and maintain consistency. Techniques such as particularization, compensation, substitution, and variation are not used in either model.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save