Home
Login.
Artikelilmiahs
45593
Update
RACHMA DIAN NUGROHO
NIM
Judul Artikel
ANALISIS DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2008-2022
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pertumbuhan ekonomi yang pesat mendorong terjadinya transformasi dalam berbagai aktivitas ekonomi di Provinsi Jawa Tengah, hal ini dapat berdampak pada peningkatan tren konversi lahan sawah menjadi lahan non pertanian. Perubahan penggunaan lahan ini dapat memberikan dampak negatif terhadap ketersediaan dan ketahanan pangan penduduk Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak alih fungsi lahan sawah terhadap ketahanan pangan di Provinsi Jawa Tengah. Untuk mengetahui tingkat ketahanan pangan penduduk digunakan parameter surplus/defisit pangan. selain itu, pada analisis ini menggunakan analisis prediksi model Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) untuk mengetahui nilai estimasi laju alih fungsi lahan sawah, padi yang hilang, dan tingkat ketahanan pangan pada tahun 2023-2045. Analisis lain yang digunakan untuk memperkuat analisis prediksi adalah analisis spasial, analisis ini digunakan untuk mengetahui pola sebaran/distribusi dari laju alih fungsi lahan sawah dan padi yang hilang. Selanjutnya, penulis juga menggunakan analisis statistik uji paired sample t test untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata tingkat ketahanan pangan sebelum dan sesudah terjadinya alih fungsi lahan sawah. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa selama 2008-2022, Provinsi Jawa Tengah mengalami alih fungsi lahan sawah seluas 107.818 hektar, dengan prediksi penurunan lahan sawah sebesar 160.858 hektar (16 persen) untuk periode 2023-2045. Wilayah dengan alih fungsi lahan sawah tertinggi diprediksi berada di barat dan timur Provinsi Jawa Tengah. Selama 2008-2022, Provinsi Jawa Tengah mengalami kehilangan produksi padi sebesar 607.084 ton, dan diprediksi Provinsi Jawa Tengah akan kehilangan produksi padi sebesar 931.047 ton pada 2023-2045. Wilayah dengan kehilangan produksi padi tertinggi diprediksi berada di barat dan timur Provinsi Jawa Tengah. Provinsi Jawa Tengah mengalami surplus pangan sebesar 37.235.038 ton beras pada tahun 2008-2022. Hasil analisis uji t menunjukkan perbedaan nilai rerata yang signifikan dalam ketahanan pangan sebelum dan sesudah alih fungsi lahan sawah. Diprediksi untuk tahun 2023-2045 menunjukkan bahwa ketahanan pangan di Provinsi Jawa Tengah akan tetap dalam kondisi surplus, namun tingkat ketahanan pangan diproyeksikan mengalami tren penurunan dari 164,67% pada tahun 2023 menjadi 128,37% pada tahun 2045. Temuan ini menyoroti pentingnya penerapan kebijakan yang kuat untuk mengatur dan mengendalikan alih fungsi lahan sawah melalui regulasi yang jelas seperti Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Selain itu, strategi pemulihan lahan sawah yang telah beralih fungsi perlu ditingkatkan untuk mendukung ketahanan pangan di masa depan
Abtrak (Bhs. Inggris)
Rapid economic growth in Central Java Province has driven a transformation in various economic activities, potentially leading to an increased trend in the conversion of paddy fields into non-agricultural land. This land-use change may negatively impact the availability and food security of the population in Central Java. This study aims to assess the impact of paddy field conversion on food security in Central Java Province. The analysis incorporates a predictive model using the Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) to estimate the rate of paddy field conversion, the associated loss of rice production, and the projected level of food security from 2023 to 2045. Additionally, spatial analysis is employed to identify the distribution patterns of paddy field conversion rates and lost rice production. To further support the findings, a paired sample t-test statistical analysis is conducted to evaluate the difference in average food security levels before and after the conversion of paddy fields. This research identifies that from 2008 to 2022, Central Java Province experienced a conversion of 107.818 hectares of rice fields, with a predicted further decline of 160.858 hectares (16 percent) from 2023 to 2045. The highest conversion rates are projected to occur in the western and eastern regions of Central Java. During 2008-2022, Central Java lost 607.084 tons of rice production, and it is predicted that the province will lose an additional 931.047 tons between 2023 and 2045. The highest losses in rice production are also expected in the western and eastern regions of Central Java. Central Java experienced a surplus of 37.235.038 tons of rice during 2008-2022. The results of the paired sample t-test analysis revealed a significant difference in the average level of food security before and after the conversion of paddy fields. The projections for 2023-2045 indicate that while Central Java is expected to remain in a food surplus condition, the food security level is projected to decline from 164,67% in 2023 to 128,37% in 2045. These findings highlight the critical importance of implementing robust policies to regulate and control the conversion of rice fields through clear regulations, such as the Sustainable Agricultural Land (LP2B) program. Additionally, strategies to restore converted rice fields must be enhanced to support future food security.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save