Home
Login.
Artikelilmiahs
45598
Update
ASRI YULIANA
NIM
Judul Artikel
PENGARUH SUPLEMENTASI SELENIUM YEAST DAN VITAMIN E PADA AYAM NIAGA PETELUR UMUR 94 MINGGU TERHADAP PRODUKSI TELUR DAN CLUTCH SIZE
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian dengan judul Pengaruh Suplementasi Selenium Yeast dan Vitamin E pada Pakan Ayam Niaga Petelur terhadap Produksi telur dan Clutch size dilaksanakan pada tanggal 28 September-23 November 2022. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji suplementasi selenium yeast dan vitamin E pada pakan ayam niaga petelur terhadap Produksi telur dan Clutch size. Materi penelitian yang digunakan, yaitu ayam niaga petelur umur 94 minggu sebanyak 100 ekor, selenium yeast, vitamin E, dan pakan ayam periode produksi. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan rancangan penelitian berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, apabila terdapat pengaruh pada perlakuan dilanjutkan dengan Uji Lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Perlakuan yang diberikan adalah P0 (pakan basal tanpa penambahan selenium yeast dan vitamin E), P1 (100 mg/kg selenium yeast dan vitamin E 100 mg/kg dalam pakan basal), P2 (150 mg/kg selenium yeast dan vitamin E 100 mg/kg dalam pakan basal), P3 (100 mg/kg selenium yeast dan vitamin E 200 mg/kg dalam pakan basal), dan P4 (150 mg/kg selenium yeast dan vitamin E 200 mg/kg dalam pakan basal). Variabel yang diamati, yaitu Produksi telur dan Clutch size. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa produksi telur pada perlakuan P0 sebesar 34,105,78 butir/ekor, P1 sebesar 38,851,51 butir/ekor, P2 sebesar 37,553,95 butir/ekor, P3 sebesar 38,152,66 butir/ekor, dan P4 sebesar 34,253,73 butir/ekor. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa HDP pada perlakuan adalah P0 69,5914,75, P1 79,293,86, P2 76,6310,04, P3 77,866,77, dan P4 69,909,51. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa Clutch Size pada perlakuan P0 yaitu 2,930,81, P1 3,300,78, P2 2,740,72, P3 3,040,96, dan P4 2,750,57. Analisis variansi (ANAVA) menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (Fhit < 0,05) terhadap produksi telur dan clutch size. Kesimpulan yang diperoleh bahwa suplementasi selenium yeast dan vitamin E pada pakan ayam niaga petelur belum memberikan respon peningkatan pada jumlah produksi telur hen day production dan clutch size ayam niaga petelur strain hy-line umur 94-101 minggu.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Research with the title Effect of Selenium Yeast and Vitamin E Supplementation in Commercial Layer Chicken Feed on Egg Production and Clutch size conducted on September 28-November 23, 2022. The purpose of the study was to examine the supplementation of selenium yeast and vitamin E in commercial chicken feed on egg production and clutch size. The research materials used, namely 94-week-old commercial laying hens as many as 100 heads, selenium yeast, vitamin E, and chicken feed for the production period. The method used is an experimental method with a research design in the form of a Completely Randomized Design (RAL) consisting of 5 treatments and 5 replicates, if there is an effect on the treatment followed by the Duncan Multiple Range Test (DMRT). The treatments given were P0 (basal feed without the addition of selenium yeast and vitamin E), P1 (100 mg/kg selenium yeast and vitamin E 100 mg/kg in basal feed), P2 (150 mg/kg selenium yeast and vitamin E 100 mg/kg in basal feed), P3 (100 mg/kg selenium yeast and vitamin E 200 mg/kg in basal feed), and P4 (150 mg/kg selenium yeast and vitamin E 200 mg/kg in basal feed). The observed variables were egg production and clutch size. The results obtained from the study showed that egg production in the P0 treatment was 34,10+5,78 grains/head, P1 was 38,85+1,51 grains/head, P2 was 37,55+3,95 grains/head, P3 was 38,15+2,66 grains/head, and P4 was 34,25+3,73 grains/head. The results obtained from the study showed that HDP in the treatments were P0 69,59+14,75, P1 79,29+3,86, P2 76,63+10,04, P3 77,86+6,77, and P4 69,90+9,51. The results obtained from the study showed that Clutch Size in the P0 treatment was 2,93+0,81, P1 3,30+0,78, P2 2,74+0,72, P3 3,04+0,96, and P4 2,75+0,57. Analysis of variance (ANOVA) showed that the treatments had no significant effect (Fhit<0,05) on egg production and clutch size. It was concluded that supplementation of selenium yeast and vitamin E in commercial layer feed has not responded to the increase in the number of hen day egg production and clutch size of hy-line commercial layer chickens aged 94-101 weeks.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save