Home
Login.
Artikelilmiahs
45548
Update
ISNAINIE NUR ANSHORI
NIM
Judul Artikel
Identifikasi Molekuler Berdasarkan Gen 16S rDNA Bakteri Patogen pada Ikan Gurame (Osphronemus Gouramy) dari Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Serangan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri patogen merupakan salah satu kendala dalam kegiatan budidaya ikan gurame (Osphronemus gouramy) di wilayah Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri patogen yang menyerang ikan gurame (Osphronemus gouramy) di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan teknik pengambilan sampel purposive sampling di tiga lokasi yaitu, Desa Singasari, Desa Beji, dan Desa Karangsalam Kidul di Kabupaten Banyumas. Sampel ikan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengamatan gejala, isolasi bakteri pada media TSA, dan ekstraksi DNA bakteri. Gen 16S rDNA diamplifikasi dari sampel DNA dan disekuensing. Sekuens tersebut digunakan untuk identifikasi bakteri menggunakan analisis BLAST dan filogenetik. Gejala klinis bakterial yang terdapat pada ikan sampel berupa geripis pada sirip, nekrosis pada insang, bercak merah, sisik terkelupas, hemoragik rongga perut, dan penumpukan cairan pada lambung. Identifikasi molekuler berdasarkan sekuens 16S rDNA mendapatkan 6 isolat yang memiliki kemiripan tinggi dengan Aeromonas veronii (3 isolat, >99%), Aeromonas hydrophila (1 isolat, 100%), dan Acinetobacter baumannii (2 isolat, > 99%).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Disease attacks caused by pathogenic bacterial infections are one of the obstacles in gourami (Osphronemus gouramy) farming activities in the Banyumas Regency area. This study aimed to determine the species of pathogenic bacteria that attack gourami (Osphronemus gouramy) in Banyumas Regency. This study used observation method and purposive sampling technique in three locations, namely Singasari Village, Beji Village, and Karangsalam Kidul Village of Banyumas Regency. Fish samples were brought to the laboratory for symptom observation, bacterial isolation on TSA, and bacterial DNA extraction. The 16S rDNA gene was amplified from the DNA samples and sequenced. The sequence were used for bacterial identification using BLAST and phylogenetic analysis. The clinical bacterial symptoms found in the sample fish were fin rot, necrosis of the gills, red spots, peeling scales, hemorrhagic abdominal cavity, and accumulation of fluid in the stomach. Molecular identification based on 16S rDNA sequences found 6 isolates that were highly similar to Aeromonas veronii (3 isolates, >99%), Aeromonas hydrophila (1 isolate, 100%), and Acinetobacter baumannii (2 isolates, >99%).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save