Home
Login.
Artikelilmiahs
45529
Update
PUTRI ANDINI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN ASUPAN SENG, VITAMIN C, DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu penyakit yang rawan diderita remaja putri. Anemia pada remaja menimbulkan letih, lesu, penurunan konsentrasi, serta penurunan produktivitas kerja. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kejadian anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan seng, vitamin C, dan personal hygiene dengan kejadian anemia. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain pendekatan cross sectional dan dilaksanakan di SMPN 6 Purwokerto. Total responden adalah 70 remaja putri berumur 13-15 tahun dipilih menggunakan teknik cluster random sampling dan berdasarkan kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah formulir SQ-FFQ untuk mengukur asupan seng dan vitamin C, kuesioner personal hygiene dari Riskesdas tahun 2018, dan alat strip Hb untuk melihat kejadian anemia dengan mengukur hemoglobin. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square dan Fisher Exact Test Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan sebesar 70% responden mengalami anemia. Tidak ada hubungan antara asupan seng dengan kejadian anemia (p = 0,355), tidak ada hubungan antara asupan vitamin C dengan kejadian anemia (p = 0,875), serta tidak ada hubungan personal hygiene dengan kejadian anemia (p = 0,114). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara asupan seng, vitamin C, dan personal hygiene dengan kejadian anemia.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Anemia is one of the most common problems in adolescent. Anemia causes fatigue, decreased concentration and work productivity. Therefore, it is important to analyze several factors that can influence the incidence of anemia. The purpose of this study is to determine the relationship between intake of zinc, vitamin C and personal hygiene with anemia Methods: This study used a cross-sectional design and was conducted at SMPN 6 Purwokerto on 17 and 30 May 2024. The total respondents were 70 adolescent girls aged 13-15 years selected using a cluster random sampling technique and based on inclusion criteria. The instruments used are the SQ-FFQ form to measure zinc and vitamin C intake, the personal hygiene questionnaire from Riskesdas in 2018, and the strip Hemoglobin tool to see anemia by measuring hemoglobin. Data analysis using chi-square and fisher exact test. Result: The research results showed that 70% of respondents are anemia and there was no relationship between zinc intake with anemia (p = 0.355), there was no relationship between vitamin C intake with anemia (p = 0.875), and there was no relationship between personal hygiene with anemia (p = 0.114). Conclusion: There was no correlation between adequate intake of zinc, vitamin C, and personal hygiene with anemia.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save