Artikelilmiahs
Menampilkan 42.021-42.040 dari 48.852 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 42021 | 45365 | B1A019034 | PERILAKU SEKSUAL MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis Raffles) DI TAMAN WISATA RELIGI MAKAM MBAH AGUNG KARANGBANAR KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini mengamati perilaku seksual monyet ekor panjang (Macaca fascicularis Raffles) di Taman Wisata Religi Makam Mbah Agung Karangbanar, Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi pasangan dan perilaku seksual berdasarkan kelompok umur. Observasi dilakukan dengan metode focal animal sampling dan scan sampling dari pukul 07:00 hingga 17:00 WIB selama 15 hari. Data yang dikumpulkan meliputi frekuensi perilaku seksual antara monyet dewasa dan remaja. Data preferensi pasangan seksual yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan data frekuensi perilaku seksual dianalisis secara statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan kecenderungan preferensi pasangan seksual pada individu remaja memilih individu remaja dan individu dewasa memilih individu dewasa. Terdapat perbedaan signifikan pada frekuensi perilaku courtship, inspeksi, dan mounting. Tidak ditemukan perbedaan signifikan pada perilaku presenting. | The sexual behavior of long-tailed macaques (Macaca fascicularis Raffles) at the Mbah Agung Karangbanar Religious Tourism Park in Banyumas Regency was observed. This study aims to understand the mating preferences and sexual behaviors of macaques across different age groups. Observations were conducted using focal animal sampling and scan sampling methods, recording behavior from 07:00 to 17:00 WIB over 15 days. Data collected include the frequency of sexual behavior between adult and juvenile macaques. Data for matings preferences obtained will be analyzed descriptively and data for sexual behaviors frequency will be analyzed statistically. The results of this study indicate a tendency for sexual partner preference, where adolescent individuals choose adolescent individuals and adult individuals choose adult individuals. There are significant differences in the frequency of courtship, inspection, and mounting behaviors. No significant differences were found in presenting behavior. | |
| 42022 | 45332 | F1F020002 | Analisis Upaya Denuklirisasi Korea Utara oleh Amerika Serikat di Era Donald Trump Tahun 2017-2019 | Skripsi ini menganalisis "Analisis Upaya Denuklirisasi Korea Utara oleh Amerika Serikat di Era Donald Trump Tahun 2017-2019". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bidang-bidang yang mempengaruhi perubahan kebijakan luar negeri denuklirisasi Korea Utara oleh Amerika Serikat di era Donald Trump tahun 2017-2019 dari era Obama melalui variabel dan indikator teori Kebijakan Luar Negeri William D. Coplin. Amerika Serikat mengupayakan denuklirisasi karena aktivitas nuklir Korea Utara mengancam kedaulatan, warga negara, sekutu, dan perdamaian dunia. Presiden Trump mengupayakan denuklirisasi melalui kebijakan maximum pressure and engagement. Kebijakan ini mengadopsi metode internasionalisme konservatif yang memadukan elemen kepentingan nasional konservatif dengan dukungan diplomatik serta peningkatan kemampuan militer untuk membendung ancaman dari rudal balistik dan nuklir Korea Utara. Perubahan pendekatan membuat adanya perbedaan di antara kedua presiden tersebut yang dilatar belakangi oleh variabel dan indikator teori Coplin. Jenis penelitian ini adalah deskriptif studi kasus menggunakan sumber data sekunder berupa wawancara tidak terstruktur dengan bapak Dr. Teguh Santosa, MA, studi kepustakaan, dan dokumen resmi pemerintah. Hasil dari penelitian ini adalah kebijakan denuklirisasi Korea Utara oleh Amerika Serikat di era Trump dipengaruhi oleh variabel dan indikator yang disediakan oleh Coplin. Selain itu, kebijakan ini juga dipengaruhi oleh pandangan Trump dalam memandang konteks internasional dan ekonomi militer karena dalam konstitusi dituliskan bahwa presiden memiliki kapasitas besar dalam perumusan dan implementasi kebijakan luar negeri. | This thesis analyzes "Analysis of North Korea Denuclearization Efforts by the United States in the Donald Trump Era 2017-2019". The purpose of this study is to explain the areas that influence the change in foreign policy of denuclearization of North Korea by the United States in the Donald Trump era in 2017-2019 from the Obama era through the variables and indicators of William D. Coplin's Foreign Policy theory. The United States seeks denuclearization because North Korea's nuclear activities threaten sovereignty, citizens, allies and world peace. President Trump seeks denuclearization through a policy of maximum pressure and engagement. This policy adopts a conservative internationalism method that combines elements of conservative national interests with diplomatic support and increased military capabilities to stem the threat from North Korea's nuclear and ballistic missiles. The change in approach makes a difference between the two presidents based on the variables and indicators of Coplin's theory. This type of research is a descriptive case study using secondary data sources in the form of unstructured interviews with Dr. Teguh Santosa, MA, literature studies, and official government documents. The result of this study is that the denuclearization policy of North Korea by the United States in the Trump era is influenced by the variables and indicators provided by Coplin. In addition, this policy is also influenced by Trump's view of the international context and military economy because the constitution states that the president has great capacity in formulating and implementing foreign policy. | |
| 42023 | 45366 | F1F020074 | ANALISIS DAMPAK PENGEMBANGAN NUKLIR IRAN TERHADAP TERBENTUKNYA JOINT COMPREHENSIVE PLANT OF ACTION (JCPOA) TAHUN 2015 - 2023 | Penelitian ini menganalisis dampak pengembangan nuklir Iran terhadap terbentuknya Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) dari tahun 2015 hingga 2023. Fokus utama penelitian adalah untuk memahami bagaimana program nuklir Iran, yang dimulai sejak 1953 dan mengalami berbagai perkembangan, memicu kekhawatiran internasional, terutama dari Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Perjanjian JCPOA yang ditandatangani pada 2015 bertujuan untuk membatasi kemampuan Iran dalam mengembangkan senjata nuklir, namun penarikan Amerika Serikat dari perjanjian ini pada 2018 menimbulkan tantangan baru dalam mengawasi program nuklir Iran. Penelitian ini juga menggunakan perspektif realisme defensif untuk menganalisis respon negara-negara besar terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh program nuklir Iran. | This research analyses the impact of Iran's nuclear development on the formation of the Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) from 2015 to 2023. The main focus of the research is to understand how Iran's nuclear programme, which began in 1953 and underwent various developments, triggered international concerns, especially from the United States and its allies. The JCPOA signed in 2015 aimed to limit Iran's ability to develop nuclear weapons, but the United States' withdrawal from the agreement in 2018 posed new challenges in monitoring Iran's nuclear programme. This study also uses a defensive realism perspective to analyse the response of major powers to the threat posed by Iran's nuclear programme. | |
| 42024 | 45367 | K1C020028 | ANALISIS TOMOGRAFI SEISMIK UNTUK MENENTUKAN MODEL KECEPATAN 3D GELOMBANG P DAN S PADA GEMPA BUMI YOGYAKARTA 2006 | Wilayah Yogyakarta dan sekitarnya merupakan zona yang sangat rentan terhadap gempa bumi tektonik, terbukti dengan kejadian signifikan pada 27 Mei 2006 pukul 05.53 WIB yang mengakibatkan kerusakan serius dan korban jiwa. Oleh karena itu, dilakukan penelitian struktur bawah permukaan menggunakan metode tomografi seismik. Penelitian ini memanfaatkan data waktu tempuh gelombang dari gempa bumi susulan pada 10-13 Juni 2006, yang direkam oleh 13 stasiun di sekitar Sesar Opak, dengan total 1026 event. Software SeisComP4 digunakan untuk mendapatkan seismisitas, dan software LOTOS-13 digunakan untuk mendapatkan distribusi anomali Vp , Vs, dan rasio Vp/Vs. Hasil inversi menunjukkan mayoritas anomali Vp dan Vs bernilai negatif pada kedalaman 2 km, 5 km, 10 km, dan 15 km. Di bagian kerak atas, kecepatan Vp bervariasi antara 5,258-6,048 km/s, sementara Vs berkisar dari 2,956-3,546 km/s. Rasio Vp/Vs menunjukkan nilai maksimum dan minimum yang berbeda-beda pada sayatan horizontal di setiap kedalaman. Wilayah utara Yogyakarta menunjukkan rasio Vp/Vs yang relatif rendah di setiap kedalaman, bagian timur menunjukkan rasio yang relatif rendah, bagian selatan menunjukkan kecenderungan nilai rasio yang rendah pada kedalaman yang lebih dalam, sementara bagian barat menunjukkan kecenderungan nilai rasio yang tinggi pada kedalaman yang lebih dalam. | The Yogyakarta region and its surroundings are highly vulnerable to tectonic earthquakes, as evidenced by the significant event on May 27, 2006, at 05:53 AM WIB, which caused serious damage and casualties. Consequently, research was conducted on subsurface structure using seismic tomography methods. This study utilized wave travel time data from aftershocks occurring between June 10-13, 2006, recorded by 13 stations around the Opak Fault, totaling 1026 events. SeisComP4 software was employed for seismic wave arrival time picking, and LOTOS-13 software was used for the inversion process to obtain distributions of Vp and Vs anomalies, as well as Vp/Vs ratios. The inversion results revealed predominantly negative anomalies of Vp and Vs at depths of 2 km, 5 km, 10 km, and 15 km. In the upper crust, Vp velocities ranged from 5,258 km/s to 6,048 km/s, while Vs velocities ranged from 2,956 km/s to 3,546 km/s. The Vp/Vs ratios showed varying maximum and minimum values across horizontal sections at each depth. The northern part of Yogyakarta exhibited relatively low Vp/Vs ratios at all depths, the eastern part showed consistently low ratios, the southern part indicated a tendency towards lower ratios at deeper depths, while the western part displayed a tendency towards higher ratios at deeper depths. | |
| 42025 | 45368 | E1B020037 | CRIMINAL ACTS OF ANIMAL ABUSE FROM THE PERSPECTIVE OF CRIMINAL LAW IN INDONESIA (Study of Court Decision Number: 27/Pid.B/2023/PN Pbr) | Tujuan hukum di Indonesia mencakup melindungi kehidupan manusia dan hewan. Kasus penganiayaan hewan sering terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat bahwa tindakan tersebut adalah tindak pidana. Menurut Pasal 66 ayat (2) huruf c UU No. 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, penganiayaan hewan adalah tindakan untuk memperoleh kepuasan atau keuntungan dengan memperlakukan hewan di luar batas kemampuan biologis dan fisiologisnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam penjatuhan pidana pada Putusan Nomor: 27/Pid.B/2023/PN Pbr dan ketepatan pidana yang dijatuhkan. Digunakan pendekatan yuridis normatif dan penelitian preskriptif, data diperoleh dari studi perpustakaan dan dianalisis secara normatif kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa dasar pertimbangan hakim memenuhi unsur-unsur dakwaan dan syarat pemidanaan sesuai teori pembuktian berdasarkan undang-undang secara negatif. Walau demikian, pidana yang dijatuhkan kurang tepat karena hakim hanya menggunakan Pasal 302 ayat (2) KUHP dan tidak mempertimbangkan undang-undang khusus mengenai penganiayaan hewan secara rinci. | The purpose of law in Indonesia includes protecting the lives of humans and animals. Cases of animal abuse frequently occur due to the lack of public awareness that such actions are criminal offenses. According to Article 66 paragraph (2) letter c of UU No. 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, animal abuse is defined as actions to gain satisfaction or profit by treating animals beyond their biological and physiological capacities. This research aims to determine the legal considerations of the Judge imposition of punishment in Court Decision Number: 27/Pid.B/2023/PN Pbr and the appropriateness of the imposed sentence. Using a normative juridical approach and prescriptive research, data were obtained from library research and analyzed qualitatively in a normative manner. The results show that the judge's legal considerations meet the elements of the charges and the requirements for sentencing according to the negative statutory proof theory. However, the imposed sentence was less appropriate because the judge only applied Article 302 paragraph (2) KUHP and did not consider the specific law regarding animal abuse in detail. | |
| 42026 | 45370 | C1C017081 | Pengaruh Pertumbuhan Premi, Volume of Capital, dan Likuiditas terhadap Profitabilitas Perusahaan Asuransi Jiwa di Indonesia Periode 2020-2022 | Asuransi jiwa berperan penting dalam menyediakan perlindungan finansial dan stabilitas bagi individu dan keluarga. Oleh karena itu, profitabilitas merupakan fondasi yang krusial bagi kelangsungan, pertumbuhan, dan perluasan usaha perusahaan asuransi jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan premi, volume of capital, dan likuiditas terhadap profitabilitas perusahaan asuransi jiwa di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kausal dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah seluruh perusahaan asuransi jiwa yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan pada periode 2020-2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu: (1) Perusahaan asuransi jiwa di Indonesia yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan periode 2020-2022; (2) Perusahaan asuransi jiwa yang melakukan pengelolaan dana secara konvensional; (3) Perusahaan asuransi jiwa yang konstan menerbitkan laporan keuangan tahunan pada periode 2020-2022; (4) Perusahaan asuransi jiwa yang memperoleh laba selama periode 2020-2022. Terdapat sebanyak 27 perusahaan yang memenuhi kriteria dengan waktu pengamatan selama 3 tahun. Ditemukan 6 data oulier yang dikeluarkan dari data observasi sehingga ukuran sampel sebanyak 75 data. Sumber data penelitian ini adalah data sekunder yang dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi. Data penelitian diambil melalui laman daring resmi perusahaan. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu analisis data deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji koefisien determinasi, uji kelayakan model, dan uji hipotesis. Analisis data dioperasikan menggunakan IBM SPSS Statistics 29. Variabel pertumbuhan premi, volume of capital, dan likuidaitas memiliki pengaruh sebesar 13,6% terhadap variabel profitabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume of capital berpengaruh positif terhadap profitabilitas, sedangkan pertumbuhan premi dan likuiditas tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Perusahaan asuransi jiwa dengan modal yang kuat dapat mencapai profitabilitas yang lebih tinggi. Volume of capital yang tinggi memungkinkan perusahaan untuk berinvestasi dalam aset produktif dan strategis, di mana hasil investasi yang menguntungkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan yang meningkatkan profitabilitas perusahaan. Namun, pertumbuhan premi yang tinggi tidak diikuti oleh peningkatan profitabilitas dan perubahan dalam likuiditas tidak memberikan dampak yang berarti pada profitabilitas perusahaan asuransi jiwa. | Life insurance plays a crucial role in providing financial protection and stability for individuals and families. Therefore, profitability is essential for the sustainability, growth, and expansion of life insurance. This study aims to analyze the effect of premium growth, volume of capital, and liquidity on the profitability of life insurance companies in Indonesia. This research employs a causal research design with a quantitative approach. The population consists of all life insurance companies registered with the Financial Services Authority (OJK) from 2020 to 2022. Sampling techniques used purposive sampling with the following criteria: (1) Life insurance companies in Indonesia registered with the Financial Services Authority from 2020 to 2022; (2) Life insurance companies that manage funds conventionally; (3) Life insurance companies that consistently publish annual financial reports from 2020 to 2022; (4) Life insurance companies that generated profit from 2020 to 2022 period. A total of 27 companies met these criteria with an observation period of 3 years. Six outlier data points were excluded from the observations, resulting in a sample size of 75 data. The source of the research data is secondary data collected using the documentation method. Research data was obtained through the official online pages of the companies. The data analysis techniques employed include descriptive data analysis, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, determination coefficient tests, goodness of fit tests, and hypothesis testing. Data analysis was conducted using IBM SPSS Statistics 29. The variables of premium growth, volume of capital, and liquidity had an influence of 13.6% on the profitability. The research results indicate that the volume of capital has a positive effect on profitability, while premium growth and liquidity do not affect profitability. Life insurance companies with strong capital can achieve higher profitability. A high volume of capital allows companies to invest in productive and strategic assets, where profitable investment returns can become an additional source of income that enhances company profitability. However, high premium growth was not accompanied by an increase in profitability, and changes in liquidity did not have a significant impact on the profitability of life insurance companies. | |
| 42027 | 45371 | A1H022002 | APLIKASI PUPUK NPK SLOW RELEASE DENGAN BERBAGAI TAKARAN DAN KOMBINASI JERAMI KOMPOS TERHADAP PENGUAPAN GAS AMONIA DAN SERAPAN N OLEH TANAMAN PADI SAWAH | Tanaman padi merupakan sumber karbohidrat yang digunakan sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai makanan pokok yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan permintaan secara terus-menerus. Pupuk NPK-SR merupakan pupuk majemuk yang mengandung unsur hara N, P dan K, melepaskan unsur hara secara perlahan-lahan (Slow Release), mempunyai efisiensi unsur hara N tinggi dan tidak mencemari lingkungan yang dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian takaran pupuk NPK-SR dan kombinasi jerami kompos terhadap penguapan gas amonia dan serapan N oleh padi sawah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dan diulang tiga kali. Faktor pertama aplikasi takaran pupuk NPK-SR (grade 7,26-10-7), yaitu tanpa pemberian pupuk (T0), takaran 50 kg N/ha (T1), takaran 100 kg N/ha (T2), takaran 150 kg N/ha (T3), takaran 200 kg N/ha (T4), takaran 250 kg N/ha (T5). Faktor kedua yaitu persentase kombinasi jerami dan kompos, yang terdiri atas tanpa pemberian jerami dan kompos (J0), jerami 60% dan kompos 40% (J1), dan jerami 80% dan kompos 20% (J2). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf kesalahan 5%, dan dilanjutkan Uji DMRT jika nyata. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi pupuk NPK-SR grade 7,26-10-7 berpengaruh signifikan dalam meningkatkan serapan N daun per rumpun dan tanaman dari 123,28–380,27 mg N/daun rumpun dan 5,71-10,93 mg N/daun tanaman, meningkatkan penguapan gas amonia pada periode 8 MST 126,56- 251,71 µg N/cm2 , dan C-organik fase vegetatif dari 0,093-0,154%. Pemberian kombinasi jerami dan kompos berpengaruh signifikan dalam meningkatkan serapan N daun tanaman dari 175,84-259,61 mg N/daun rumpun. Kombinasi perlakuan antara berbagai takaran pupuk NPK-SR grade 7,26-10-7 menghasilkan interaksi terhadap penguapan gas amonia pada periode 8 MST. Hasil penelitian menunjukkan nilai tertinggi variabel N-tersedia tanah pada T1 (45,12 ppm), N-total akhir vegetatif pada T4 (0,71%), N-total setelah panen pada T3 (0,63%), C-organik tanah akhir vegetatif pada T5 (0,154%), C-organik tanah setelah panen pada T1 (0,0492%), T5 pada N/ha kadar N daun 1,82%, serapan N daun (10,93 mg N/daun tanaman), dan serapan N daun (380,27 mg N/daun rumpun). | Rice plants are a source of carbohydrates that are used by the majority of Indonesian people as a staple food and demand continues to increase from year to year. NPK-SR fertilizer is a compound fertilizer that contains the nutrients N, P and K, releases nutrients slowly (Slow Release), has high N nutrient efficiency and does not pollute the environment which can be a solution to increase plant productivity. This research aims to determine the effect of administering a dose of NPK-SR fertilizer and a combination of compost straw on the evaporation of ammonia gas and N uptake by lowland rice. The design used was a Randomized Completelty Block Design (RCBD) which consisted of 2 treatment factors and was repeated three times. The first factor is the application of NPK-SR fertilizer rates (grade 7.26-10-7), namely without applying fertilizer (T0), a dose of 50 kg N/ha (T1), a dose of 100 kg N/ha (T2), a dose of 150 kg N/ha (T3), rate 200 kg N/ha (T4), rate 250 kg N/ha (T5). The second factor is the percentage of straw and compost combination, which consists of no straw and compost (J0), 60% straw and 40% compost (J1), and 80% straw and 20% compost (J2). The research data were analyzed using the ANOVA test at an error level of 5%, and continued with the DMRT test if it was real. The research results showed that the application of NPK-SR grade 7.26-10-7 fertilizer had a significant effect in increasing leaf N uptake per clump and plant from 123.28–380.27 mg N/clump leaf and 5.71-10.93 mg N/plant leaves, increasing the evaporation of ammonia gas in the 8 WAP period from 126.56-251.71 µg N/cm2, and C-organic in the vegetative phase from 0.093- 0.154%. Providing a combination of straw and compost had a significant effect in increasing plant leaf N uptake from 175.84-259.61 mg N/clump leaf. The combination of treatments between various doses of NPK-SR grade 7.26-10-7 fertilizer resulted in interactions with the evaporation of ammonia gas in the 8 WAP period. The results showed the highest values for soil available N-variables at T1 (45.12 ppm), final vegetative N-total at T4 (0.71%), N-total after harvest at T3 (0.63%), C-organic final vegetative soil at T5 (0.154%), C-organic soil after harvest at T1 (0.0492%), T5 at N/ha leaf N content 1.82%, leaf N uptake (10.93 mg N/plant leaf ), and leaf N uptake (380.27 mg N/clump leaf). | |
| 42028 | 45372 | D1A020128 | KERUGIAN EKONOMI PETERNAK SAPI POTONG AKIBAT PMK di KABUPATEN KEBUMEN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang PMK dan kemudahan akses pengobatan serta kerugian ekonomi peternak sapi potong di Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode survei. Sasaran penelitian adalah peternak sapi potong di Kabupaten Kebumen yang ternaknya terkena PMK. Penentuan lokasi berdasarkan purposive sampling. Penentuan jumlah sampel secara sensus sebanyak 120 orang peternak. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan rank spearmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan peternak tentang PMK dengan kategori tinggi (38,33%) akses pengobatan tergolong mudah dan rata-rata kerugian ekonomi peternak selama PMK di Kabupaten Kebumen sebesar Rp 11.255.667 per peternak. Hasil analisis Rank Spearmen menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tentang PMK tidak berhubungan dengan kerugian ekonomi peternak sapi potong di Kabupaten Kebumen, sedangkan kemudahan akses pengobatan berhubungan dengan kerugian ekonomi peternak sapi potong di Kabupaten Kebumen. | This research aims to determine the relationship between the level of knowledge about PMK and ease of access to treatment with the economic losses of beef cattle farmers in Kebumen Regency. This research uses a survey method. The target of this research is beef cattle breeders in Kebumen Regency whose livestock are affected by PMK. Location determination is based on purposive sampling. Determining the sample size by census was 120 breeders. Data analysis uses descriptive analysis and spearmen rank analysis. The results of the research show that the level of farmer knowledge about PMK is in the high category (38.33%) with access to treatment in Kebumen Regency being relatively easy and the average economic loss in Kebumen Regency is IDR 11,255,667. The results of the Spearmen Rank analysis show that the level of knowledge about PMK does not significantly influence the economic losses of beef cattle breeders in Kebumen Regency. Meanwhile, easy access to treatment has a significant impact on the economic losses of beef cattle farmers in Kebumen Regency. Economic losses due to PMK can be minimized by increasing access to treatment for farmers. | |
| 42029 | 45373 | L1A019021 | Morfoanatomi dan Aspek Reproduksi Ikan Baceman (Mystus nemurus) di Hulu dan Hilir Sungai Klawing, Kabupaten Purbalingga | Skripsi ini berjudul “Morfoanatomi dan Aspek Reproduksi Ikan Baceman (Mystus nemurus) di Hulu dan Hilir Sungai Klawing, Kabupaten Purbalingga”. Penelitian mengenai Morfoanatomi dan aspek reproduksi ikan Baceman yang masih jarang. Tujuannya untuk mengetahui morfoanatomi ikan baceman (Mystus nemurus) meliputi IGS, IHS, dan IVS di hulu dan hilir Sungai Klawing Kabupaten Purbalingga. Pengambilan sampel dilakukan pada Mei dan Juni 2023 di 2 daerah yaitu hulu dan hilir. Daerah hulu 3 titik stasiun yaitu Karangturi, Banjaran, dan Lamongan, sedangkan daerah hilir 3 titik stasiun yaitu Jetis, Kedung Benda, dan Bokol. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Pengolagan data dengan menggunakan Microsoft excel. Morfologi Ikan Baceman memiliki bentuk depress dengan warna tubuh hitam dan keperakan pada bagian perut, bentuk mulut subtermal, dan bentuk sirip ekor bercagak. Nilai rata-rata IGS hulu jantan 18,22%; betina 18,86% dan hilir jantan 5,88%; betina 5,81%. Nilai rata-rata IHS hulu jantan 3,89%; betina 5,20% dan hilir jantan 1,47%; betina 1,36%. Nilai rata-rata IVS hulu jantan 6,25%; betina 7,11% dan hilir jantan 9,01%; betina 10,17%. Kualitas air di hulu dan hilir Sungai Klawing dalam kisaran yang baik untuk ikan baceman. | This thesis is entitled “Morphoanatomy and Reproductive Aspects of Asian Redtail Catfish (Mystus nemurus) in the Upper and Lower Klawing River, Purbalingga Regency”. Research on Morphoanatomy and reproductive aspects of Asian Redtail Catfish is still rare. The aim was to determine the morphoanatomy of Asian Redtail Catfish including IGS, IHS, and IVS in the upstream and downstream Klawing River, Purbalingga Regency. Sampling was conducted in May and June 2023 in 2 areas, namely upstream and downstream. The upstream area had 3 station points, namely Karangturi, Banjaran, and Lamongan, while the downstream area had 3 station points, namely Jetis, Kedung Benda, and Bokol. Data were analyzed descriptively and quantitatively with Microsoft excel. The morphology of Asian Redtail Catfish has a depressed shape with black and silvery body color on the abdomen, subtermal mouth shape, and spotted tail fin shape. The average GIS of upstream males is 18.22%; females 18.86% and downstream males 5.88%; females 5.81%. Mean HIS of upstream males 3.89%; females 5.20% and downstream males 1.47%; females 1.36%. Mean VIS of upstream males 6.25%; females 7.11% and downstream males 9.01%; females 10.17%. Water quality in the upstream and downstream Klawing River is in a good range for Asian Redtail Catfish. | |
| 42030 | 45376 | H1B019058 | PENGARUH BEBAN LALU LINTAS TERHADAP KEKUATAN CAMPURAN ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) MODIFIKASI DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH OLI DAN BAN BEKAS | Jalan adalah infrastruktur utama yang mendorong perekonomian dan mobilitas masyarakat. Perkerasan lentur lebih sering digunakan di lapangan karena lebih nyaman, ekonomis, dan cepat dalam pelaksanaannya. Namun, jenis perkerasan ini lebih rentan terhadap kerusakan permukaan. Kerusakan biasanya terjadi akibat beban berlebih dan tingginya volume kendaraan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan perkerasan lentur yang dimodifikasi. Penambahan limbah ke dalam campuran aspal modifikasi dapat meningkatkan kekuatan perkerasan. Limbah ban bekas dengan kekuatan tarik yang tinggi dan oli bekas sebagai bahan peremaja diharapkan dapat meningkatkan kualitas perkerasan serta mengurangi limbah yang dapat mencemari lingkungan. Penelitian ini mencakup pengujian menggunakan metode Marshall dan pemodelan dengan metode elemen hingga menggunakan SimScale. Pengujian Marshall dilakukan pada campuran aspal AC-WC yang dimodifikasi dengan penambahan limbah ban dan oli dengan perbandingan 1:1 dan 2:1, serta kadar penambahan 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5% terhadap berat bitumen. Selanjutnya, dilakukan pemadatan dengan variasi 2×75 tumbukan untuk beban lalu lintas tinggi dan 2×50 tumbukan untuk beban lalu lintas sedang. Hasil pengujian menunjukkan kualitas maksimal pada benda uji dengan perbandingan ban dan oli 1:1 pada kadar 3% dan pemadatan 2×75 tumbukan, dengan nilai stabilitas 1712,422 kg. Peningkatan nilai stabilitas maksimal pada kadar 3% dibandingkan dengan campuran tanpa bahan tambahan adalah 98,965 kg atau meningkat 6,13%. Nilai stabilitas meningkat seiring dengan peningkatan kadar limbah hingga mencapai maksimum pada kadar 3%, setelah itu menurun. Hasil pemodelan FEM menggunakan SimScale cukup akurat dengan selisih 0%-5% dibandingkan hasil pengujian di laboratorium. Oleh karena itu, software SimScale dapat membantu memprediksi hasil pengujian Marshall. | Roads are the primary infrastructure that drives the economy and community mobility. Flexible pavement is more commonly used in the field because it is more comfortable, economical, and quick to implement. However, this type of pavement is more susceptible to surface damage, usually due to excessive loads and high vehicle volumes. Therefore, the development of modified flexible pavement is necessary. The addition of waste materials into the modified asphalt mix can enhance the pavement's strength. Waste tires with high tensile strength and used oil as a rejuvenating agent are expected to improve pavement quality and reduce environmental waste. This study includes testing using the Marshall method and modeling with the finite element method using SimScale. Marshall testing was conducted on AC-WC asphalt mixtures modified with the addition of waste tires and oil in ratios of 1:1 and 2:1, and addition levels of 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, and 5% by weight of bitumen. Furthermore, compaction was carried out with variations of 2×75 blows for high traffic loads and 2×50 blows for medium traffic loads. The test results showed maximum quality in the test specimens with a tire-to-oil ratio of 1:1 at a 3% addition level and compaction of 2×75 blows, with a stability value of 1712,422 kg. The maximum stability increase at the 3% addition level compared to the mixture without additives was 98,965 kg, or a 6,13% increase. Stability values increased with the addition level of waste until reaching a maximum at 3%, then decreased. The FEM modeling results using SimScale were quite accurate, with a difference of 0%-5% compared to laboratory test results. Therefore, SimScale software can help predict Marshall test outcomes. | |
| 42031 | 45377 | D1A020073 | PENGARUH JENIS HIJAUAN PADA PEMBUATAN SILASE DAUN RAMI DATARAN RENDAH DENGAN ADDITIVE SINGKONG TERHADAP KUALITAS FISIK DAN KIMIA | Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan hijauan berbeda pada pembuatan silase yang ditambahkan additive singkong terhadap kualitas fisik dan kimia. Materi yang digunakan yaitu daun rami dataran rendah, rumput gajah, dan singkong. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak lengkap pola searah. Perlakuan terdiri dari S.P0 (Rumput Gajah + 5% Singkong), S.P1 (Rumput Gajah + Daun Rami (1:1) + 5% Singkong), dan S.P2 (Daun Rami + 5% Singkong), masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 5 kali. Peubah yang diamati yaitu keremahan dan bahan kering silase. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas fisik berupa keremahan yaitu tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan nilai rata-rata S.P0: 2 ± 0,71; S.P1: 1,6 ± 0,55 dan S.P2: 2 ± 0,71. Sedangkan bahan kering silase menunjukkan nilai rata-rata S.P0: 18,5 ± 1,40%; S.P1: 28,32 ± 4,10% dan S.P2: 38,77 ± 3,03% berbeda nyata (P<0,05). Hasil uji BNJ menunjukkan kualitas bahan kering terbaik adalah S.P2. Kesimpulan, silase dengan jenis hijauan berbeda yang ditambahkan additive singkong mempengaruhi bahan kering, tetapi tidak mempengaruhi keremahan silase. | This study was conducted to determine the effect of using different forages in making silase that added cassava additives on physical and chemical quality. The materials used were lowland ramie leaves, elephant grass, and cassava. The research design used was a complete randomized design in a unidirectional pattern. The treatments consisted of S.P0 (Elephant Grass + 5% Cassava), S.P1 (Elephant Grass + ramie Leaf (1:1) + 5% Cassava), and S.P2 (ramie Leaf + 5% Cassava), each treatment was repeated 5 times. The variables observed were crispness and dry matter of silase. The results of the analysis showed that the physical quality of crispness was not significantly different (P>0.05) with an average value of S.P0 (2 ± 0.71), S.P1 (1.6 ± 0.55) and S.P2 (2 ± 0.71). While silase dry matter shows the average value of S.P0 (18.5 ± 1.40), S.P1 (28.32 ± 4.10) and (38.77 ± 3.03) significantly different (P < 0.05). The results of the BNJ test showed that for physical quality, namely crispness, it was not significantly different, while for chemical quality, namely the best dry matter, it was S.P2. In conclusion, silase with different types of forage added with cassava additives affects dry matter, but does not affect silase weakness. | |
| 42032 | 45382 | K1C020047 | Pemodelan Penampang Hidrostratigrafi Cekungan Air Tanah Purwokerto-Purbalingga Berdasarkan Data Gravitasi dan Resistivitas di Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga | Pemanfaatan data satelit gravimetri untuk pemetaan anomali gravitasi pada permukaan bumi telah diakukan di kawasan Cekungan Air Tanah (CAT) Purwokerto-Purbalingga. Penelitian telah menghasilkan model-3D densitas batuan bawah permukaan dengan nilai berkisar 1,20 – 4,80 g/cm3. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa kawasan lepasan air tanah CAT Purwokerto-Purbalingga menyerupai cekungan yang berisi endapan alluvial dengan nilai densitas berkisar 2,10 – 2,55 g/cm3 dan kedalaman lebih dari 4 km. Hasil penelitian dijustifikasi menggunakan data resistivitas, dimana salah satunya telah dilakukan di Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh model hidrostratigrafi berdasarkan data resistivitas sehingga keberadaan lapisan akuifer dapat diidentifikasi dengan mudah. Hasil-hasil yang diperoleh adalah log resistivitas batuan bawah permukaan yang tersebar di lima titik sounding dengan nilai resistivitas berkisar 1,31 – 110,88 ohmm. Titik-titik tersebut terletak pada posisi geografis 7°24'24.93" dan 109°19'13.58" hingga 7°24'23.28" dan 109°21'10.29". Interpretasi terhadap log resistivitas menghasilkan log litologi pada setiap titik. Korelasi seluruh log litologi telah menghasilkan model hidrostratigrafi daerah penelitian yang terdiri atas tanah penutup (1,31 – 18,38 ohmm); lempung, lanau, dan pasir (9,27 – 110,88 ohmm); pasir dengan variasi butiran (13,05 – 64,31 ohmm); batupasir dan breksi tufaan (28,32 – 77,28 ohmm); serta pasir, tuff, dan konglomerat (11,72 – 20,32 ohmm). Lapisan batuan kedua, ketiga, dan kelima diestimasi sebagai lapisan akuifer yang paling berpotensi mengandung air tanah. | The use of gravimetric satellite data for mapping gravity anomalies on the earth’s surface has been carried out in the Purwokerto-Purbalingga Groundwater Basin area. The research has produced a 3D subsurface rock density model with values ranging from 1.20 – 4.80 g/cm3. The inversion modeling results show that the discharge area of Purwokerto-Purbalingga Groundwater Basin is in shape resembling a bowl filled with alluvial sediment with density values ranging from 2.10 – 2.55 g/cm3 and a depth of more than 4 km. The research results were justified using resistivity data, one of which was carried out in Kalimanah District, Purbalingga Regency. This research purposes to obtain a hydrostratigraphic model based on resistivity data so that aquifer layers can be easily identified. The obtained results are subsurface rock resistivity logs spread across five sounding points with resistivity values ranging from 1.31 – 110.88 ohmm. These sounding points are located at geographical positions 7°24’24.93” and 109°19’13.58” to 7°24’23.28” and 109°21’10.29”. Interpretation of resistivity logs has produced lithological logs at each point. Correlation of all lithology logs has resulted a hydrostratigraphic model of the research area consisting of topsoil (1.31 – 18.38 ohmm); clay, silt, and sand (9.27 – 110.88 ohmm); sand with variations in grain size (13.0 5 – 64.31 ohmm); tuffaceous sandstone and breccia (28.32 – 77.28 ohmm); as well as sand, tuff, and conglomerate (11.72 – 20.32 ohmm). The second, third, and fifth rock layers are interpreted as the most potential aquifer layers. | |
| 42033 | 45383 | L1A020015 | Pengaruh Perbedaan Suhu dan Lama PerendamanTerhadap Kadar Logam Berat Cr pada Kerang Hijau (Perna viridis) dari Perairan Randusanga Kulon | Kromium merupakan salah satu jenis logam berat yang memiliki sifat toksik dan dapat berbahaya bagi biota seperti kerang hijau. Kerang hijau memiliki sifat filter feeder sehingga dapat mengakumulasi kromium yang terdapat di perairan. Keberadaan kromium dalam daging kerang hijau memiliki pengaruh terhadap keamanan pangan bagi yang mengonsumsinya. Oleh karena itu, diperlukan adanya proses depurasi pada kerang hijau untuk mengurangi polutan seperti kromium pada kerang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas depurasi terhadap kandungan kromium pada kerang hijau. Metode depurasi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode depurasi dengan perbedaan suhu dan lama perendaman selama 24 dan 48 jam. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan menggunakan uji Two-way ANOVA dan uji Tukey HSD. Hasil penelitian ini menunjukkan kandungan kromium sebelum dilakukan metode depurasi sebesar 0,12 mg/kg dan setelah dilakukan metode depurasi memiliki nilai yang bervariasi dengan rentang nilai 0,09-0,16 mg/kg. Perlakuan depurasi terbaik yaitu pada metode depurasi dengan suhu 30 derajat celcius dengan lama perendaman 24 jam dengan penurunan sebesar 19%. Perhitungan nilai perkiraan EDI, THQ, MWI dan MTI menunjukkan kerang hijau masih layak untuk dikonsumsi dengan batas aman sebesar 16,1-26,7 kg/minggu. | Chromium is one type of heavy metal that has toxic properties and can be harmful to biota such as green mussels. Green mussels, they are filter feeders, can accumulate chromium in the water. The presence of chromium in green mussel meat has an influence on food safety for those who consume it. Therefore, a depuration process is needed in green mussels to reduce pollutants such as chromium in green mussels. This study aims to determine the effectiveness of depuration on chromium content in green mussels. The depuration method used in this study is the depuration method with different temperatures and immersion durations of 24 and 48 hours. This study used quantitative analysis using Two-way ANOVA test and Tukey HSD test. The results showed that the chromium content before the depuration method was 0.12 mg/kg and after the depuration method had varying values with a range of values of 0.09-0.16 mg/kg. The best depuration treatment is the depuration method with a temperature of 30 degrees celcius with a soaking time of 24 hours with a decrease of 19%. Calculation of the estimated value of EDI, THQ, MWI and MTI shows that green mussels are still suitable for consumption with a safe limit of 16.1-26.7 kg/week. | |
| 42034 | 45384 | A1D019140 | EVALUASI KESESUAIAN UNSUR KIMIA TANAH TERPILIH LAHAN TANAMAN AREN (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr) DI DESA SUNYALANGU, KECAMATAN KARANGLEWAS, KABUPATEN BANYUMAS | Tanaman Aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr) merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang memiliki prospek untuk dikembangkan. Tanaman ini termasuk ke dalam suku pinang–pinangan (arecaceae) bersama dengan beberapa komoditi perkebunan seperti kelapa, kelapa sawit, dan pinang (Paulina et al., 2020). Tanaman ini sangat potensial dalam hal mengatasi kekurangan pangan dan mudah beradaptasi baik pada berbagai agroklimat, mulai dari ketinggian 500 m – 800 m dpl. Tanaman ini tidak membutuhkan tanah yang terlalu subur, dapat hidup di semua kondisi tanah (tanah liat, tanah berkapur dan tanah berpasir). Curah hujan yang ideal sekitar 1. 200 mm/tahun, kedalaman air tanah 1–3 m, suhu rata–rata 25oC beriklim sedang sampai basah, tetapi tidak tahan pada daerah yang kadar asamnya tinggi. Hal tersebut membuat tanaman aren tidak bisa tumbuh di sembarang tempat dan perlu adanya kondisi khusus dan perlu adanya penelitian lebih lanjut agar dapat mengetahui kandungan kimia tanah yang sesuai untuk tanaman aren. Penelitian dilaksanakan di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas. Analisis sifat kimia tanah akan dilakukan di Laboratorum Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Desa Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara. Metode yang digunakan adalah metode survey. Dihasilkan dari penelitian ini bahwa kandungan kimia tanah pada lahan tanaman aren didesa Sunyalangu sebagian besar sudah sesuai dengan rekomendasi evaluasi kesesuaian lahan. Pada kandungan N-total memiliki nilai S1 yang berarti sesuai. Nilai tertinggi terletak pada data H1 dengan nilai 0,94 dan terendah dengan nilai 0,25. P-total dengan kode I2 dengan kedalaman 40 cm – 60 cm sebesar 116,32% dan nilai terendah G1 dengan tinggi 0 cm – 20 cm sebesar 29,57%. K-total tertinggi dengan kode I2 dengan tinggi 40 cm - 60 cm sebesar 136,74% dan nilai K2 total terendah terdapat pada kode E dengan tinggi 20 cm – 40 cm sebesar 38,19%. Kata kunci: Aren | Sugar palm tree (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr) is one type of plantation crop that has prospects for development. This plant is included in the areca palm family (arecaceae) along with several plantation commodities such as coconut, oil palm and areca nut (Paulina et al., 2020). This plant has great potential in overcoming food shortages and is easy to adapt well to various agro-climates, starting from an altitude of 500 m – 800 m above sea level. This plant does not require soil that is too fertile, it can live in all soil conditions (clay, calcareous soil and sandy soil). Ideal rainfall is around 1,200 mm/year, groundwater depth1–3 m, average temperature 25oC, moderate to wet climate, but not resistant to areas with high acid levels. This means that sugar palm plants cannot grow in just any place and require special conditions and further research to find out the chemical content of the soil that is suitable for sugar palm plants. The research has been carried out in Sunyalangu Village, Karanglewas District. Analysis of soil chemical properties will be carried out at the Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Karangwangkal Village, North Purwokerto District. The method used is a survey method. The N-total content has an S1 value which means it is suitable. The highest value lies in the H1 data with a value of 0.94 and the lowest with a value of 0.25. P-total with code I2 with a depth of 40 cm – 60 cm is 116.32% and the lowest value is G1 with a height of 0 cm – 20 cm is 29.57%. The highest K-total was in code I2 with a height of 40 cm - 60 cm at 136.74% and the lowest total K2 value was in code E with a height of 20 cm - 40 cm at 38.19%. | |
| 42035 | 45388 | A1F020021 | FORMULASI DAN KARAKTERISASI STARTER PADAT UNTUK PRODUKSI MODIFIED CASSAVA FLOUR (MOCAF) | Tepung singkong termodifikasi atau MOCAF (Modified Cassava Flour) merupakan salah satu produk olahan singkong turunan dari tepung singkong yang melewati proses fermentasi. Fermentasi merupakan suatu proses terjadinya perubahan kimia pada suatu substrat organik melalui aktivitas enzim yang dihasilkan oleh mikroba. Proses fermentasi yang dilakukan umumnya menggunakan starter yang berisi mikroba baik bakteri asam laktat, asam asetat, ataupun khamir. Penambahan starter dengan jenis mikroba penyusun yang berbeda memiliki fungsi dan efektifitas yang berbeda pula, sehingga dapat menghasilkan produk dengan karakteristik yang berbeda. Starter merupakan bahan tambahan yang digunakan pada proses awal fermentasi dengan dosis dan waktu tertentu. Starter dapat dikomposisikan dengan kultur mikroba tunggal ataupun campuran. Pada starter yang berisi campuran kultur mikroba, dianggap dapat menghasilkan produk yang lebih unggul dan viabilitas mikroba yang lebih tinggi karena adanya interaksi yang menguntungkan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan formulasi starter padat kombinasi dengan tiga jenis mikroba dan bahan pembawa dengan aktivitas mikroba yang unggul. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan starter padat untuk produksi tepung singkong termodifikasi (MOCAF) dengan dua tahap yaitu pemilihan mikroba dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor yaitu 6 jenis mikroba (J) Lactobacillus bulgaricus MRG 03 (J1), Lactobacillus brevis FNCC 0021 (J2), Lactobacillus casei FNCC 0090 (J3), Lactobacillus plantarum FNCC 0020 (J4), Acetobacter aceti FNCC 0016 (J5), dan Saccharomyces cerevisiae FNCC 3049 (J6) dengan waktu agitasi (G) 0 jam (G1), 6 jam (G2), dan 12 jam (G3) sehingga dipilih tiga jenis mikroba unggul. Kemudian dilanjutkan dengan tahap formulasi inokulan starter padat menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor yaitu formula mikroba (M) 30:10:10 (M1), 25:15:10 (M2), dan 20:15:15 (M3) dengan formula bahan pembawa tapioka : susu skim (P) 1000:0 (P1), 980:20 (P2), 960:40 (P3), 940:60 (P4). Masing-masing perlakuan dilakukan analisis pH, Total Asam Tertitrasi, dan Total Plate Count. Data dianalisis menggunakan analisis ragam Anova dan uji lanjut DMRT dengan taraf kepercayaan 95%. Penentuan perlakuan terbaik dilakukan dengan uji efektivitas. Pada hasil didapatkan bahwa jenis mikroba dan waktu agitasi berpengaruh terhadap viabilitas mikroba. Pada tahap pemilihan kultur unggul diperoleh kultur terbaik yaitu Lactobacillus bulgaricus MRG 03, Acetobacter aceti FNCC 0016, dan Saccharomyces cerevisiae FNCC 3049 dengan waktu agitasi selama 6 jam. Pada tahap formulasi starter padat didapatkan bahwa rasio mikroba dan rasio bahan pembawa berpengaruh terhadap viabilitas mikroba. Hasil diperoleh bahwa formulasi terbaik yaitu pada rasio mikroba Lactobacillus bulgaricus : Acetobacter aceti : Saccharomyces cerevisiae 25 : 15 : 10 (ml) dan bahan pembawa tapioka : susu skim 960 : 20 (gr). | Modified cassava flour (MOCAF) is one of the processed cassava products derived from cassava flour that goes through a fermentation process. Fermentation is a process of chemical changes in an organic substrate through enzyme activity produced by microbes. The fermentation process generally uses a starter containing microbes, either lactic acid bacteria, acetic acid, or yeast. The addition of starters with different types of constituent microbes has different functions and effectiveness, so that it can produce products with different characteristics. Starter is an additional ingredient used in the initial process of fermentation with a certain dose and time. Starter can be composed with single or mixed microbial cultures. In starters that contain a mixture of microbial cultures, it is considered to produce superior products and higher microbial viability due to beneficial interactions. This study was conducted to obtain a mixed dry starter formulation with three types of microbes and mixed carrier material with superior microbial activity. In this study, the development of a dry starter for the production of modified cassava flour (MOCAF) was carried out in two stages, first the selection of microbes with a Factorial Complete Randomized Design (CRD) with two factors, namely 6 types of microbes (J) Lactobacillus bulgaricus MRG 03 (J1), Lactobacillus brevis FNCC 0021 (J2), Lactobacillus casei FNCC 0090 (J3), Lactobacillus plantarum FNCC 0020 (J4), Acetobacter aceti FNCC 0016 (J5), and Saccharomyces cerevisiae FNCC 3049 (J6) with agitation time (G) 0 hours (G1), 6 hours (G2), and 12 hours (G3) so that three superior microbial species are selected. Then continued with the dry starter inoculant formulation stage using a Factorial Complete Randomized Design (CRD) with two factors, microbial formula (M) 30:10:10 (M1), 25:15:10 (M2), and 20:15:15 (M3) with carrier material formula tapioca : skim milk (P) 1000:0 (P1), 980:20 (P2), 960:40 (P3), 940:60 (P4). Each treatment was analyzed for pH, Total Titratable Acidity, and Total Plate Count. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and DMRT further test with 95% confidence interval. Determination of the best treatment is done by the effectiveness index test. The results showed that the type of microbes and agitation time influenced microbial viability. In the culture selection stage, the best culture was obtained, namely Lactobacillus bulgaricus MRG 03, Acetobacter aceti FNCC 0016, and Saccharomyces cerevisiae FNCC 3049 with an agitation time of 6 hours. At the dry starter formulation stage, it was found that the ratio of microbes and the ratio of carrier material had an effect on microbial viability. The results showed that the best formulation was the microbial ratio of Lactobacillus bulgaricus: Acetobacter aceti: Saccharomyces cerevisiae 25:15:10 (ml) and the carrier material tapioca : skim milk 960:20 (gr). | |
| 42036 | 45391 | C1I020010 | THE INFLUENCE OF PRODUCT RESPONSIBILITY AND SOCIETY RESPONSIBILITY ON CONSUMER BEHAVIOR IN PRODUCT PURCHASING DECISIONS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh product responsibility dan society responsibility terhadap perilaku konsumen dalam keputusan pembelian produk HNI (Halal Network International) pada konsumen di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan dua teori sebagai dasar penelitian yaitu teori TRA (Fishbein & Ajzen, 1975) dan teori legitimasi (Dowling & Pfeffer, 1975). Jenis data yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan melalui penyebaran link Google Form. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 110 sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji goodness of fit, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Product responsibility berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk HNI. (2) Society responsibility tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk HNI. Kata Kunci: Tanggung Jawab Produk, Tanggung Jawab Sosial, Perilaku Konsumen, Keputusan Pembelian, CSR, Halal Value Chain. | This study aims to investigate and analyze the influence of product responsibility and society responsibility on consumer behavior in purchasing decisions of HNI products among consumers in Purbalingga Regency. The research is grounded on two theories: the Theory of Reasoned Action (Fishbein & Ajzen, 1975) and the legitimacy theory (Dowling & Pfeffer, 1975). The data used in this study are primary data collected through the distribution of a Google Form link. The sample size for this research is 110 respondents, selected using purposive sampling based on predefined criteria. Data analysis techniques employed include descriptive statistics, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, goodness of fit tests, and hypothesis testing. The research findings indicate that: (1) Product responsibility positively influences purchasing decisions of HNI products. (2) Society responsibility does not influence purchasing decisions of HNI products. Keywords: Product Responsibility, Social Responsibility, Consumer Behavior, Purchasing Decision, CSR, Halal Value Chain. | |
| 42037 | 45392 | D1A019198 | PENGARUH EFEKTIVITAS KERJA ENZIM EKSTRAK JAHE (Zingiber officinale roscoe), NANAS (Ananas comosus), DAN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP SIFAT FISIK DAGING KAMBING | Penelitian bertujuan untuk mengetahui manakah enzim yang lebih baik terhadap sifat fisik daging kambing dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan yaitu perendaman selama 30 menit, tanpa perendaman (P0), ekstrak jahe (P1), ekstrak nanas (P2), dan ekstrak pepaya (P3). Variabel yang diamati yaitu keempukan, pH, susut masak, dan daya ikat air. Uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada keempukan nilai P1 dan P3 tidak berbeda nyata terhadap P0, namun nilai P2 berbeda nyata terhadap P0, dan nilai P1, P2, dan P3 memiliki nilai yang tidak berbeda nyata. Pada pH nilai P1 dan P3 tidak berbeda nyata terhadap P0, namun pada nilai P2 berbeda nyata terhadap P0. Pada daya ikat air dihasilkan nilai P1 dan P3 tidak berbeda nyata terhadap P0, namun pada nilai P2 berbeda nyata terhadap P0, dan nilai P1, P2, dan P3 memiliki nilai yang tidak berbeda nyata. Pada susut masak dihasilkan nilai P1 dan P3 tidak berbeda nyata terhadap P0, namun pada P2 memiliki nilai berbeda nyata terhadap P0, dan pada P2, dan P3 memiliki nilai yang tidak berbeda nyata. Hasil menunjukkan nilai P0 pada keempukan 13749,46 gf, pH 6,56, daya ikat air 44,23%, dan susut masak 42,88%. Nilai P1 keempukan 11795,36 gf, pH 6,43, daya ikat air 45,28%, dan susut masak 43,66%. Nilai P2 keempukan 9525,10 gf, pH 5,62, daya ikat air 46,95%, dan susut masak 40,82%. Nilai P3 keempukan 11145,37 gf, pH 6,20, daya ikat air 45,51%, dan susut masak 42,39%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perendaman dengan menggunakan ekstrak nanas lebih baik dalam proses merubah sifat fisik daging kambing dibandingkan dengan ekstrak jahe dan pepaya. | This study aims to determine which enzyme is better for the physical properties of goat meat with a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 5 replicates so that there are 20 experimental units. The treatments given were soaking for 30 minutes, without soaking (P0), ginger extract (P1), pineapple extract (P2), and papaya extract (P3). The variables observed were tenderness, pH, cooking shrinkage, and water binding capacity. Further test of Honest Real Differences (BNJ) on the tenderness of P1 and P3 values were not significantly different from P0, but P2 values were significantly different from P0, and P1, P2, and P3 values had values that were not significantly different. At pH, the values of P1 and P3 were not significantly different from P0, but the value of P2 was significantly different from P0. In water binding capacity, the values of P1 and P3 were not significantly different from P0, but the value of P2 was significantly different from P0, and the values of P1, P2, and P3 had values that were not significantly different. In cooking shrinkage, the values of P1 and P3 were not significantly different from P0, but P2 had a significantly different value from P0, and P2, and P3 had values that were not significantly different. The results showed the value of P0 at 13749.46 gf tenderness, pH 6.56, water binding capacity 44.23%, and cooking shrinkage 42.88%. P1 value on tenderness 11795.36 gf, pH 6.43, water binding capacity 45.28%, and cooking shrinkage 43.66%. P2 value of 9525.10 gf tenderness, pH 5.62, water binding capacity 46.95%, and cooking shrinkage 40.82%. P3 value of tenderness 11145.37 gf, pH 6.20, water binding capacity 45.51%, and cooking shrinkage 42.39%. The results of the study can be concluded that soaking using pineapple extract is better in the process of changing the physical properties of goat meat compared to ginger and papaya extracts. | |
| 42038 | 45394 | C1B019037 | PENGARUH KOMUNITAS DAN KEPRIBADIAN MEREK TERHADAP LOYALITAS DENGAN KEPERCAYAAN MEREK SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (STUDI PADA ANGGOTA KOMUNITAS TEMAN COMPASS) | Penelitian ini merupakan survei yang dilakukan pada mahasiswa tingkat akhir dari Universitas Jenderal Soedirman yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunitas dan kepribadian merek terhadap loyalitas pada anggota komunitas Teman Compass dengan kepercayaan merek sebagai variabel mediasi. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota komunitas Teman Compass yang berada di seluruh Indonesia. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 210 responden yang diambil dengan menggunakan metode probability sampling. Analisis penelitian menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) yang diolah dengan software SmartPLS menunjukkan bahwa: (1) Komunitas Merek berpengaruh positif terhadap Loyalitas Merek. (2) Kepribadian Merek berpengaruh positif terhadap Loyalitas Merek. (3) Komunitas Merek berpengaruh positif terhadap Kepercayaan Merek. (4) Kepribadian Merek berpengaruh positif terhadap Kepercayaan Merek. (5) Kepercayaan Merek berpengaruh positif terhadap Loyalitas Merek. (6) Kepercayaan Merek mampu memediasi pengaruh Komunitas Merek. (7) Kepercayaan Merek mampu memediasi pengaruh Kepribadian Merek. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak yang berkepentingan dan dapat menambah literatur dan wawasan serta pengetahuan lebih terkait pengaruh komunitas dan kepribadian merek terhadap loyalitas merek dengan mediasi kepercayaan merek. | This study is a survey conducted among final-year students of Universitas Jenderal Soedirman, aiming to understand the impact of community and brand personality on loyalty within the Teman Compass community, with brand trust as a mediating variable. The population for this study consists of Teman Compass community members across Indonesia. The sample comprises 210 respondents selected using probability sampling methods. The research analysis, performed using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS software, reveals the following findings: (1) Brand Community has a positive effect on Brand Loyalty. (2) Brand Personality has a positive effect on Brand Loyalty. (3) Brand Community has a positive effect on Brand Trust. (4) Brand Personality has a positive effect on Brand Trust. (5) Brand Trust has a positive effect on Brand Loyalty. (6) Brand Trust mediates the effect of Brand Community on Brand Loyalty. (7) Brand Trust mediates the effect of Brand Personality on Brand Loyalty. This study is expected to provide benefits to interested parties and contribute to the literature by enhancing understanding and knowledge about the impact of brand communities and brand personality on brand loyalty with brand trust as a mediator. | |
| 42039 | 45396 | L1B020038 | Komunitas Bakteri Amilolitik Pada Filter Media Pemeliharaan Ikan Nilem Yang Diberi Pakan Dengan Suplementasi Garam (NaCl) Dan Ramuan Herbal | Keberadaan bakteri dalam filter media pemeliharaan ikan Nilem dapat dipengaruhi oleh sisa hasil dari ekskresi ikan dan pakan yang tidak termanfaatkan. Pakan dan feses dengan kandungan bahan organik menjadi media hidup bagi mikroorganisme. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui ada atau tidaknya dan besarnya indeks aktivitas bakteri amilolitik pada filter media pemeliharaan ikan Nilem. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan (P1 : Pakan komersial tanpa penambahan suplemen ; P2 : Pakan komersial dengan penambahan suplementasi garam sebanyak 3%; P3 : Pakan komersial dengan suplementasi ramuan herbal sebanyak 10 mL/kg pakan ; P4 : Pakan komersial dengan penambahan suplemen garam 3% dan ramuan herbal 10 mL/kg pakan) dan 2 ulangan. Parameter penelitian yaitu kelimpahan bakteri amilolitik, proporsi gram positif dan negatif, proporsi bakteri amilolitik, indeks aktivitas amilolitik dan kualitas air. Setelah dilakukan pemeliharaan selama 60 hari, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak berbeda nyata pada semua parameter yang diamati. Kelimpahan bakteri berkisar 0,74 – 3,32 x 106 CFU/g, proporsi Gram positif berkisar 9,36 – 26,32% , Gram negatif berkisar 73,66 – 87,07 %, proporsi bakteri amilolitik berkisar 62,09 – 93,58 % dan indeks aktivitas bakteri amilolitik berkisar 0,17 – 0,92. Suhu pada wadah pemeliharaan yaitu 28,2 – 28,9° C , pH yaitu sebesar 6 – 7,8 , oksigen terlarut (DO) yaitu sebesar 4,7 – 7,2. Kualitas air wadah pemeliharaan ikan Nilem masih dalam kisaran normal. | The presence of bacteria in the Nilem fish rearing media filter can be influenced by the remaining results from fish excretion and unused feed. Feed and feces containing organic materials become a living medium for microorganisms. The object of this research is to determine the presence or absence and magnitude of the activity index of amylolytic bacteria in the filter media for rearing Nilem fish. This research used an experimental method with 4 treatments (P1: Commercial feed without the addition of supplements; P2: Commercial feed with the addition of 3% salt supplementation; P3: Commercial feed with herbal concoction supplementation of 10 mL/kg feed; P4: Commercial feed with the addition of 3% salt supplement and herbal concoction 10 mL/kg feed) and 2 repetitions. The research parameters are the abundance of amylolytic bacteria, the proportion of gram positive and negative, the proportion of amylolytic bacteria, the amylolytic activity index and water quality. After maintenance for 60 days, the results showed that there was no significant difference in all the parameters observed. The abundance of bacteria ranged from 0.74 – 3.32 x 106 CFU/g, the proportion of Gram positive ranged from 9.36 – 26.32%, the proportion of Gram negative ranged from 73.66 – 87.07%, the proportion of amylolytic bacteria ranged from 62.09 – 93 .58% and the amylolytic bacterial activity index ranges from 0.17 – 0.92. The temperature in the maintenance container is 28.2 – 28.9° C, pH is 6 – 7.8, dissolved oxygen (DO) is 4.7 – 7.2. The water quality of the Nilem fish rearing container is still within the normal range. | |
| 42040 | 45397 | H1A018082 | Analisa Perbandingan Akurasi Pengukuran Suhu dan Kelembaban Menggunakan Mikrokontroler Arduino | Suhu dan kelembaban merupakan dua parameter yang paling sering diukur untuk mempelajari sebuah proses fisika, kimia dan biologi. Tiap jenis dan tipe sensor memiliki ketelitian yang berbeda-beda sehingga diperlukan sebuah penelitian untuk menganalisa keakuratan pengukuran terhadap berbagai sensor suhu dan kelembaban. Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap lima sensor suhu dan kelembaban yang masing masing menggunakan empat buah sensor pada setap jenis yaitu, DHT 11, DHT21, DHT22, LM35 dan DS18B20. Metode pengujian dilakukan dengan mengukur suhu dengan 3 kondisi yang berbeda rentang suhu 0ºC - 50ºC (rendah, sedang, tinggi) dan membandingkan dengan termometer suhu dan kelembaban sebagai acuannya, selanjutnya dilakukan kalibrasi dengan model regresi linier. Pengujian dilakukan dengan mengukur suhu dan kelembaban sebanyak 10 kali. Hasil pengujian menunjukkan bahwa error pengukuran DHT11 sebesar 0,2%, error pengukuran DHT21 adalah 0,8%, error pengukuran DHT22 adalah 0,4%, error pengukuran LM35 adalah 0,26% dan error pengukuran DS18B20 adalah 0,1%. Jadi dari hasil pengujian ini dapat disimpulkan bahwa sensor DS18B20 memiliki ketelitian yang paling tinggi jika dibandingkan dengan sensor DHT11, DHT21, DHT22, dan LM35 dengan error pengukuran sebesar 0,1%. | Temperature and Humidity are the two most frequently measured parameters to study a process of Physics, Chemistry and Biology. Each type of sensor has different accuracy, so research is needed to analyze the measurement accuracy of various temperature and humidity sensors. In this research, five temperature and humidity sensors were tested, each using four sensors of each type, namely, DHT 11, DHT21, DHT22, LM35 and DS18B20. The test method is carried out by measuring temperature in 3 different conditions, temperature range 0ºC - 50ºC (low, medium, high) and comparing it with a temperature and humidity thermometer as a reference, then calibrating using a linear regression model. The test was carried out by measuring temperature and humidity 10 times. The test results show that the DHT11 measurement error is 0.2%, the DHT21 measurement error is 0.8%, the measurement error for DHT22 it is 0.4%, for LM35 it is 0.26%, and for DS18B20 it is 0.1%. Thus, from this testing, it can be concluded that the DS18B20 sensor has the highest accuracy compared to the DHT11, DHT21, DHT22, and LM35 sensors with a measurement error of 0,1%. |