Artikelilmiahs

Menampilkan 4.081-4.100 dari 48.758 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
408114104A1C111016HUBUNGAN PENAYANGAN AUDIO VISUAL TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PETANI TENTANG PUPUK ORGANIK CAIR (POC)
(Studi Kasus pada Kelompok Tani Sido Makmur Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas)
Penelitian ini dilakukan pada kelompok tani Sido Makmur Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian adalah untuk (1) mengetahui respon petani terhadap penayangan audio visual tentang pupuk organik cair (POC) dan (2) mengetahui hubungan penayangan audio visual terhadap peningkatan pengetahuan petani tentang pupuk organik cair (POC). Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action research), terhadap 20 orang petani melalui metode simple random sampling. Hasil dari analisis data respon penilaian audio visual terhadap keenam variabel. Unsur penyajian musik, materi dan gambar realistik (bergerak) mendapatkan penilaian tinggi. Narasi, gambar diam (grafis) dan durasi memiliki penilaian cukup. Peningkatan pengetahuan petani diukur dengan skor post-test dan pre-test, dilakukan dalam 3 siklus penayangan audio visual. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa setelah melihat penayangan audio visual mulai dari pengetahuan awal, siklus I, siklus II sampai siklus III mengalami peningkatan. Hasil penelitian ini menunjukkan informasi pupuk organik cair (POC) menggunakan media audio visual menunjukan bahwa pengetahuan responden meningkat dari pengetahuan awal dengan skor rata-rata 54 persen, meningkat pada siklus I dengan skor rata-rata 84 persen, pada siklus II menjadi 90 persen dan pada siklus III menjadi 92 persen.This research was conducted on a group of farmers Sido Makmur Melung Village Kedungbanteng District Banyumas Regency. The purpose of this study was to (1) know the farmer's response to impressions audio visual about liquid organic fertilizer and (2) determine the relationship impressions audio visual to increase farmers' knowledge about liquid organic fertilizer. This research using method action research, against 20 farmers through method simple random sampling. Results of the analysis of response data audio-visual assessment of the six variables. Presentation of musical elements, materials and realistic images (moving) get high assesment. Narration, still images (graphics) and duration has a sufficient assessment. Improvement of farmers' knowledge is measured by a score of post-test and pre-test, conducted in three cycles of audio visual impressions. Results of the study showed that after viewing audio visual impressions from the initial knowledge, the cycle I, the cycle II to cycle III increased knowledge. Results of this study show information liquid organic fertilizer using audio visual media showed that respondents' knowledge increased increased from the initial knowledge with an average score of 54 percent, increased in the cycle I with an average score of 84 percent, in the cycle II to 90 percent and the cycle III to 92 percent.
408213905C1K012008The Influence of Chief Executive Officer Turnover to Abnormal Return and Trading Volume ActivityPenelitian ini berjudul “The Influence of Chief Executive Officer Turnover to Abnormal Return and Trading Volume Activity”. Populasi penelitian ini adalah bank komersil di Indonesia yang melakukan pergantian Chief Executive Officer atau Direktur Utama pada tahun 2008-2014. Sampel yang digunakan adalah bank komersil go public yang terdaftar di BEI secara konsisten pada tahun 2008-2014. Dan diperoleh sebanyak 14 sampel dari 8 perusahaan.
Hipotesis dalam penelitian ini adalah 1) terdapat abnormal return positif setelah hari pengumuman pergantian CEO bank komersil di Indonesia, 2) terdapat perbedaan yang signifikan pada abnormal return di sekitar hari pergantian CEO bank komersil di Indonesia yang dilakukan secara rutin dan non rutin, 3) terdapat perbedaan yang signifikan pada abnormal return di sekitar hari pergantian CEO bank komersil di Indonesia yang dilakukan secara rutin dan CEO pengganti datang dari dalam atau luar perusahaan, 4) terdapat perbedaan yang signifikan pada abnormal return di sekitar hari pergantian CEO bank komersil di Indonesia yang dilakukan secara non rutin dan CEO pengganti datang dari dalam atau luar perusahaan, 5) terdapat perbedaan yang signifikan pada Trading Volume Activity sebelum dan setelah pengumuman pergantian CEO bank komersil di Indonesia. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah one sample t-test, independent sample t-test, Mann Whitney U test dan analisis paired sample t-test.
Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat abnormal return positif setelah hari pengumuman pergantian CEO bank komersil di Indonesia. Namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada abnormal return di sekitar hari pergantian CEO bank komersil di Indonesia yang dilakukan secara rutin dan non rutin, terdapat perbedaan yang signifikan pada abnormal return di sekitar hari pergantian CEO bank komersil di Indonesia yang dilakukan secara rutin dan CEO pengganti datang dari dalam atau luar perusahaan, tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada abnormal return di sekitar hari pergantian CEO bank komersil di Indonesia yang dilakukan secara non rutin dan CEO pengganti datang dari dalam atau luar perusahaan dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada Trading Voume Activity sebelum dan setelah pengumuman pergantian CEO bank komersil di Indonesia.
Sebagai implikasi, investor sebaiknya melengkapi informasi terkait pengumuman pergantian CEO bank komersil di Indonesia ini dengan informasi kondisi fundamental atau kinerja perusahaan karena konten informasi dalam pergantian CEO bank komersil di Indonesia yang ada belum cukup kuat. Walaupun sudah adanya abnormal return positif, namun ini masih terlalu kecil untuk direspon oleh pasar. Sehingga belum cukup untuk mendukung keputusan investasi para investor.
.

Kata kunci : Abnormal Return, pergantian Chief Executive Officer, CEO turnover, Trading Volume Activity
The tittle of this study is “The Influence of Chief Executive Officer Turnover to Abnormal Return and Trading Volume”, the population used in this research is commercial bank that listed in the Indonesian stock exchange. The samples in this are commercial bank that consistently conducted CEO turnover during 2008-2014. And there are 14 samples from 8 companies.
The hypothesis are: 1) There is positive abnormal returns after the announcement of the CEO turnover on Indonesian commercial bank, 2) There is significant differences in abnormal returns around the announcement of CEO routine or non routine turnover process on Indonesian commercial bank, 3) There is significant differences in abnormal returns around the announcement of CEO routine turnover when the incoming CEO comes from inside or from outside the company on Indonesian commercial bank, 4) There is significant differences in abnormal return around the announcement of CEO non routine turnover when the incoming CEO comes from inside or from outside the company on Indonesian commercial bank, 5) There are significant differences in Trading Volume Activity (TVA) before and after the announcement of CEO turnover on Indonesian commercial bank. The data analysis in this study using one sample t-test, independent sample t-test, Mann Whitney U test and paired sample t-test
The result states that there is positive abnormal return after the announcement of CEO turnover on Indonesian commercial bank, but there is no significant differences of average abnormal return around the announcement of CEO routine or non routine turnover process on Indonesian commercial bank, there is significant differences in abnormal return around the announcement of CEO non routine turnover when the incoming CEO comes from inside or from outside the company on Indonesian commercial bank. There is no significant differences in abnormal return around the announcement of CEO non routine turnover when the incoming CEO comes from inside or from outside the company on Indonesian commercial bank, and there is no significant differences in Trading Volume Activity (TVA) before and after the announcement of CEO turnover on Indonesian commercial bank.
For implication, Investors can use information related to the announcement of CEO turnover to support their investment decisions, but the advance analysis is needed to determine the causes of turnover, company performance and any other issue regarding the turnover itself. Investors have to consider other information related to other issues that can affect the price of securities. Because although this study found positive abnormal return, but this is too weak to be consider as good response from the market.

Keyword : Abnormal Return, Chief Executive Officer, CEO turnover, Trading Volume Activity
408313908E1A112046Kedudukan Perangkat Desa Dalam Struktur Organisasi Dan Tata Kelola Pemerintahan Desa Pasca Berlakunya Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang DesaStruktur organisasi dan tata kelola pemerintahan desa pasca berlakunya Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa sering diperdebatkan oleh pemerintah daerah di masing-masing kabupaten atau desa di seluruh wilayah Indonesia. Adanya Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa dianggap belum efektif karena sampai saat ini masing-masing desa tidak dapat melakukan pengisian perangkat desa dikarenakan belum adanya regulasi yang mengatur terkait dengan pengisian perangkat desa. Pemerintah yang berwenang terkesan lamban dalam mengeluarkan aturan yang berkaitan dengan perangkat desa tersebut setelah dikeluarkannya Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kedudukan perangkat desa dalam struktur organisasi dan tata kelola pemerintahan desa di Kabupaten Banjarnegara pasca berlakunya Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang desa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data-data sekunder yang terkumpul diolah, disajikan, dan dianalisis normatif secara interpretatif-kualitatif berdasarkan peraturan perundang-undangan dan wawancara dengan penyajian yang deskriptif secara sistematis dan logis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan kedudukan perangkat desa dalam struktur organisasi dan tata kelola pemerintahan desa pasca berlakunya undang-undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005 tentang Desa. penyelenggara pemerintahan desa pasca berlakunya undang-undang No. 6 Tahun 2014 dilaksanakan oleh Kepala Desa, Sekretariat Desa dibantu dengan Unsur Staf Sekretariat Desa (Kepala Urusan), Pelaksana Kewilayahan (Dusun), dan Pelaksana Teknis (Kepala Seksi) sebagai pembantu Kepala Desa. sedangkan penyelenggaraan pemerintahan desa menurut Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005 tentang Desa dilaksanakan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala Desa, Sekretariat Desa, Pelaksana Kewilayahan, Pelaksana Teknis, dan Perangkat Desa lainnya (5 Kepala Urusan).Organization structure and village governance system after the enactment of Act Number 6 year 2014 concerning Village which is often debated by village government in each regency or village in Indonesia. The existence of Act Number 6 year 2014 concerning village, was deemed ineffective because up to this point each village can't hold recruitment of village employee due to the lack of regulation or rules about village official recruitment. the government authorities seem slow in ussing rules that relating to village officials after the enacment of Act Number 6 year 2014 concerning Village. This research was purposed to find out the position of village officials in the organization structure and governance of the village after the validation of Act Number 6 year 2014 concerning village. this research method was used Juridical Normative Approach. The collected secondary data were manage, presented, and analyzed Normative Interpretative-Qualitative based on Act and interview with descriptive systematic and logical. The result of the research showed that there is changing position of village offficials in organization structure and village government system after the enactment of Act Number 6 year 2014 concerning Village, compare to Government Regulation number 72 year 2005 concerning about Village. The administrator of village government after the enactment of Act number 6 year 2014 concerning village is Carried by village, Secretary Village and assisted by specialized staff, District Manager (orchard chief), and Technical Manager as village chie's assitant. While the execution of village government according ti Government Regulation number 72 year 2005 concerning village conducted by Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Village Chief, Secretary of Village, Technical Manager, District Manager (orchard chief) and Village Officials (5 Kaur).
408413909E1A012117TUNTUTAN DWANGSOM YANG DIKABULKAN DALAM PERKARA HUTANG PIUTANG DENGAN PUTUSAN VERSTEK (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 906/PDT.G/2011/PN.SBY)Kebutuhan dan keinginan manusia terkadang tidak sebanding dengan kemampuan yang dimiliki. Seseorang seringkali memenuhinya melalui hutang piutang, dimana pelaksanaan prestasi dari pihak debitur seringkali bermasalah. Kreditur yang merasa dirugikan akan mengajukan gugatan wanprestasi melalui Pengadilan Negeri. Tuntutan kreditur biasanya adalah pemenuhan pembayaran hutang, bunga, denda serta sering dijumpai adanya tuntutan tambahan berupa dwangsom (uang paksa). Pasal 606 a Rv memberikan batasan bahwa putusan yang mengandung hukuman pembayaran sejumlah uang tidak dapat dikenakan hukuman tambahan berupa dwangsom. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pertimbangan Majelis Hakim yang mengabulkan tuntutan dwangsom dan akibat hukumnya terhadap kepentingan Tergugat dalam perkara Nomor 906/Pdt.G/2011/PN.SBY.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari bahan pustaka. Data yang terkumpul akan di analisa menggunakan metode analisis data normatif kualitatif.
Pertimbangan Hakim mengenai dwangsom pada putusan Nomor 906/Pdt.G/2011/PN.SBY adalah tidak tepat karena bertentangan dengan Pasal 606 a Rv dan eksekusi pembayaran sejumlah uang dengan verhaal executie sehingga dwangsom. tidak dapat dieksekusi.
Tuntutan dwangsom yang dikabulkan akan terlalu membebani si terhukum dan akan sulit dalam proses eksekusinya. Hal ini membawa konsekuensi pada hakim untuk lebih berhati-hati dalam mengabulkan tuntutan dwangsom.
The needs and desires of human sometimes are not comparable with their own capabilities to fulfil those all. People often try to meet their needs and desires by having debts and receivables (credits), whereby the implementation of the achievements of the debtor is often problematic. The aggrieved creditors will file a default lawsuit by the District Court. The demands of creditors generally is the fulfillment of the debt payments, interest, fines, and often found their additional demands in the form of dwangsom (money forced). Article 606 a Rv imposes limits that the decision contains a penalty payment of a sum of money can not be subject to additional punishment in the form of dwangsom. This study intends to determine the consideration of the judges who granted dwangsom claims and the legal consequences of the interest of the defendant in Case Number 906 / Pdt.G / 2011 / PN.SBY.
. This research is a qualitative research which use a descriptive normative law research method. The data used is secondary data which is obtained from the library materials. The collected data will be analysed by using the method of normative qualitative data analysis.
Judge considerations regarding dwangsom on decision No. 906 / Pdt.G / 2011 / PN.SBY is not appropriate because it is contrary to Article 606 Rv and execution of a payment of a sum of money with verhaal executie, so dwangsom can not be executed.
Dwangsom claim which granted would be too encumber for the condemned and would be difficult in the process of execution. This leads to consequences for the judges to be more careful in granting dwangsom claims.
408513910E1A011110KEWENANGAN PELIMPAHAN PERKARA OLEH KOMISI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI KEPADA KEJAKSAAN AGUNG (Studi Kasus Komjen Budi Gunawan)
Kewenangan dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana korupsi dimiliki oleh 3 instansi penegak hukum di Indonesia, yaitu Polisi Republik Indonesia (POLRI), Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan adanya multiplikasi sistem penyidikan ini maka diperlukan aturan yang mengatur bagaimana ketiga lembaga tersebut dapat saling berkoordinasi dan bekerjasama guna terciptanya sistem penyidikan yang integral.
Hubungan antara Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dan Kejaksaan agung dalam melakukan pelimpahan perkara korupsi Berdasarkan kasus yang terjadi dalam pelimpahan perkara dugaan tindak pidana korupsi Komjen Budi Gunawan, KPK melakukan pelimpahan perkara tersebut kepada Kejaksaan Agung setelah permohonan Praperadilan Komjen Budi Gunawan dikabulkan oleh Hakim Sarpin Rizaldi, yang menyebabkan KPK tidak memiliki kewenangan lagi untuk melanjutkan pemeriksaan. Pelimpahan perkara yang sudah dalam tahap penyidikan dilakukan KPK kepada Kejaksaan Agung menuai banyak protes sebab tindakan tersebut tidak memiliki dasar Hukum.
Indonesia have three institution that have an authority to investigating a corruptin case, that is Polisi Republik Indonesia (POLRI), Kejaksaan Republik Indonesia and Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). With that multiplication investigation system required a regulations that regulate on how all the institution could coordinate and colaborate each other for the sake of creating an integrated investigation system
The relation between Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) and Kejaksaan Republik Indonesia in delegating a corruption case based on the Komjen Budi Gunawan case on presumption of corruption crime, KPK delegating that case to Kejaksaan Agung after Judge Sarpin Rizaldi granted the petition of Komjen Budi Gunawa in Pretrial. That cause KPK doesn’t have an authority to proceed the investigation. The delegation of Komjen Budi Gunawan Case from KPK to Kejaksaan Agung made many contradiction, because whats been KPK done doesn’t have a legal basis, specially in KPK regulation Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002.
408613907E1A112017PENERAPAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS MENGENAI TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) PADA PT. ISUZU ASTRA MOTOR INDONESIAPerusahan dituntut tidak hanya memperhatikan keuntungan ekonomis belaka dengan mengabaikan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat serta lingkungan. Untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan perusahaan memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan yang merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap dampak dari kegiatan usahanya yang diatur dalam Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas mengenai tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif yang bersifat deskriptif analitis yaitu menggambarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang dikaitkan dengan teori hukum dari permasalahan yang akan di teliti dan selanjutnya akan dianalisis secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa PT. Isuzu Astra Motor Indonesia dalam melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan belum dapat diterapkan sepenuhnya, terutama Pasal 74 ayat (4) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas hal ini dikarenakan Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan belum mengatur secara jelas dan terperinci mengenai pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Oleh karena itu, pemerintah hendaknya melakukan pembaharuan terhadap Peraturan Pemerintah mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
Companies are required not only pay attention to economic profit by ignoring the interests of the society and the environment welfare. To create Corporate Social Responsibility, the company has a social and environment responsibility which is a concern for the impact of the company's business activities considering Article 74 The Law Number 40 of 2007 about Limited Corporation concerning Corporate Social Responsibility
This study uses juridical normative approach with descriptive analytical which describes the applicable regulation and related with legal theory from the problems that we will learn and analyze with qualitative normative.
Based on the research PT. Isuzu Astra Motor Indonesia has not been fully able to implement Corporate Social Responsibility especially on Article 74 paragraph (4) The Law Number 40 of 2007 about Limited Corporation. This is because the regulation by government which govern about Corporate Social Responsibility has not set out clear and detailed. Therefore, the government should reform the regulation of Corporate Social Responsibility itself.
408713911E1A012319PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN TOKEN LISTRIK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DI PT. PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA BARAT AREA BEKASIPada zaman modern ini, kebutuhan masyarakat mengenai penyediaan dan pemanfaatan tenaga listrik semakin meningkat. Tenaga listrik ini mempunyai peranan yang penting bagi negara maupun masyarakat. Seiring dengan berkembangnya kebutuhan masyarakat, PLN berinovasi dimana dulu masyarakat hanya dapat menggunakan listrik paskabayar tapi sekarang masyarakat juga dapat menggunakan listrik prabayar yang merupakan inovasi terbaru dari PLN yang dinamakan listrik pintar, akan tetapi banyak masyarakat yang mengeluh karena merasa token listrik yang mereka bayarkan tidak sesuai dengan jumlah token listrik yang mereka harapkan. Masyarakat disini sebagai konsumen tentunya harus mendapatkan perlindungan hukum. Hal ini tidak terlepas dari perlindungan konsumen karena UUPK bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada konsumen agar tidak dirugikan oleh pelaku usaha.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder dan data primer yang terkumpul kemudian diolah, disajikan dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif.
Hasil penelitian menyatakan bahwa perlindungan hukum terhadap konsumen pengguna token listrik khususnya berkaitan dengan hak-hak konsumen sudah diterapkan dengan baik oleh PLN Bekasi selaku pelaku usaha, khususnya mengenai Pasal 4 huruf c UUPK yaitu hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa dimana konsumen yang merasa dirugikan karena tidak mendapatkan jumlah token listrik sesuai haknya disini PLN Bekasi sudah memberikan informasi kepada konsumen baik di dalam surat perjanjian jual beli tenaga listrik prabayar dan melalui website pln yaitu www.pln.co.id mengenai token listrik sendiri tidak sama dengan pulsa dan apabila konsumen membeli token listrik, konsumen akan mendapatkan kWh bukan berupa rupiah. Akan tetapi PLN Bekasi sebaiknya lebih meningkatkan lagi mengenai pemberian informasi kepada konsumen, bisa berupa sosialisasi mengenai listrik pintar dan penghitungan token listrik karena masih banyak konsumen yang belum mengetahui hal tersebut.
In this modern era, the needs of society regarding the supply and usage of electricity is increase. The electricity power has a very important role for the state and also society itself. Along with the increase of society needs, PLN has an innovation where in the past people can only use postpaid electricity but now people can also use prepaid electricity which is the latest innovation from PLN named smart electricity, but somehow many people has complained because they feel that the electricity token that they paid is not match with the amount of electricity expected. Society as the consumers indeed need a legal protection. Its in accordance with the aims of Law Number 8 Year 1999 Concerning Consumers Protection that want to give protection to prevent the consumers get disadvantaged by businessmen.
This research was conducted by using a normative juridical approach. Secondary data and primary data are collected and processed, presented and analyzed qualitatively with the presentation of narrative text data.
The results of this study showed that legal protection to consumers of electricity token users especially toward the rights of the consumers has already applied properly by PLN Bekasi as businessmen, especially regarding article 4 letter c Law Number 8 Year 1999 Concerning Consumers Protection which are right to get a correct, clear, and honest information about the conditions and assurance of goods and/or services which costumers feels disadvantaged because of they can not get the amount of electricity token as well as their right in here PLN Bekasi already gave the information to the consumers both in the letter of prepaid electricty token agreement and through the PLN website which is www.pln.co.id about electricity token is not the same with pulse and when consumers bought an electricity token, consumers will not get rupiah but kWh. However PLN Bekasi should enhance their provision of information to consumers, it could be like a socialization about smart electricity and how to count the electricity token because of there are still many costumers does not know about it.
408813919C1L009018FINANCIAL PERFORMANCE ANALYSIS OF
SMEs EMBROIDERY IN TASIKMALAYA
Penelitian ini berjudul “Financial Performance Analysis SMEs Embroidery in Tasikmalaya”. Penelitian ini menganalisa efektifitas dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan UKM Bordir di Kawalu Tasikmalaya tahun 2009 sampai dengan 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas, faktor yang mempengaruhi, dan kesehatan UKM. Metode penelitian yang digunakan ialah metode studi kasus dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari ; DISPERINDAGKOP, UKM di Kawalu, dan Perpustakaan.
Pengukuran tingkat kesehatan UKM diukur dari beberapa komponen yang meliputi kinerja keuangan yang diperoleh dari data-data laporan keuangan pada masing-masing UKM bordir Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Metode analisis yang digunakan ialah didasari dengan “Surat Keputusan Menteri Negara KUMKM Republik Indonesia No. 129/KEP/M.KUKM/XI/2002”, sehingga akan diperoleh kriteria tingkat kesehatan UKM tersebut yaitu, “Sehat”, “Cukup Sehat”, “Kurang Sehat”, atau “Tidak Sehat”.
Penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kesehatan UKM Bordir Kawalu Tasikmalaya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan kinerja, dapat diketahui hasil perhitungan diperoleh nilai total kinerja keuangan 14,70 dimana X < 14,26 sehingga kinerja keuangan UKM Bordir di Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya tahun 2009 sampai dengan 2013 berada dalam kategori sehat.
Penelitian ini mengimplikasikan UKM Bordir di Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya perlu meningkatkan tingkat kesehatan kinerja keuangannya dengan tetap memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan dengan kesehatan kinerja keuangan. Salah satu contoh upaya yang dilakukan ialah memperhatikan seluruh komponen yang mempengaruhi kinerja keuangan agar bisa berjalan secara efisien.
Research’s called “Financial Performance Analysis Embroidery SMEs in Tasikmalaya“. This research analyst effectiveness and affecting financial performance SMEs embroidery in Kawalu Tasikmalaya year 2009 until 2013. This study attempts to determine the level of effectiveness, factor that affects, and health SMEs. The methodology methods used is a case study using data secondary derived from; DISPERINDAGKOP, SMEs in Kawalu, and libraries.
Measurement soundness smes measured of several components covering financial performance obtained from financial reports on every SMEs embroidery in Kawalu Tasikmalaya. The method of analysis that used is based by “Surat Keputusan Menteri Negara KUMKM Republik Indonesia No. 129/KEP/M.KUKM/XI/2002”, so as to be obtained criteria soundness SMEs are, “very healthy”, ”healthy”, “less healthy”, or “unhealthy”.
This study shows that the soundness of SMEs embroidery Kawalu Tasikmalaya from year to year increased performance , it can be seen the results of obtained total financial performance 14.70 where it X < 14.26 so financial performance smes embroidery in Kawalu Tasikmalaya year 2009 until 2013 being category healthy.
This research implies SMEs embroidery in Kawalu Tasikmalaya need to increase the rate of health financial performance with must pay attention to the aspects pertaining to health financial performance. One example of the efforts made by is see all components that influences the performance finance to efficient.
408913913E1A011187PERAN PARTAI POLITIK DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMILIHAN KEPALA DAERAH (STUDI DI KOTA TASIKMALAYA)PERAN PARTAI POLITIK DALAM MENINGKATKAN KUALITAS
PEMILIHAN KEPALA DAERAH
(STUDI DI KOTA TASIKMALAYA)

OLEH:
PANJI RAHMAT ADITIA
E1A011187

ABSTRAKSI

Penelitian ini berjudul : “PERAN PARTAI POLITIK DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMILIHAN KEPALA DAERAH (STUDI DI KOTA TASIKMALAYA)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Partai Politik dalam meningkatkan kualitas pemilihan Kepala Daerah di wilayah Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian adalah deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data primer dengan metode analisis kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa peran Partai Politik dalam meningkatkan kualitas pemilihan kepala daerah di Kota Tasikmalaya berperan selain seb¬agai pintu masuk pasangan calon untuk bersaing dalam menduduki jabatan juga dapat menjadi sarana pendidikan politik yang menumbuhkan kesadaran politik di masyarakat sehingga masyarakat tidak apatis terhadap dunia politik yang menunjang bagi masa depan bangsa serta mengembangkan kehidupan demokrasi dimana aspirasi rakyat dapat tersalurkan dengan ikut serta dalam proses politik. Partai politik mempunyai peran¬an yang berarti dalam mengantarkan para putra putri daerah dalam memperebutkan kursi kepe¬mimpinan menuju jabatan sebagai kepala dae¬rah.
Partai politik di Kota Tasikmalaya dalam menjalankan peran untuk meningkatkan kualitas pilkada dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor penghambat dan faktor mendorong. Hambatan yang dialami partai politik berasal dari internal partai berupa konspirasi politik dan hierarki partai. Sedangkan faktor yang mendorong peran partai politik dalam meningkatkan kualitas pilkada dengan mentaati peraturan pilkada yang ada.
THE ROLE OF POLITICAL PARTIES IN IMPROVING THE QUALITY
REGIONAL CHIEF ELECTION
( STUDY IN THE CITY TASIKMALAYA )

BY:
PANJI RAHMAT ADITIA
E1A011187

ABSTRACT

This research is entitled: "THE ROLE OF POLITICAL PARTIES IN IMPROVING THE QUALITY OF REGIONAL CHIEF ELECTION (STUDY IN THE CITY TASIKMALAYA)". This research is aimed to determine how the role of Political Parties in improving the quality of the election of Regional chief in the city of Tasikmalaya. This research uses socio-juridical and specifications of research is descriptive analytical research. The data which is used are primary data with qualitative analysis methods.
Based on the results of research, show that the role of Political Parties in improving the quality of the local elections in the city of Tasikmalaya role other than as the entrance pairs of candidates to compete for positions can also be a means of political education that fosters political awareness in the community so that people are not apathetic to the political world that support for the future of the nation as well as to develop a democracy where people's aspirations can be channeled to participate in the political process. Political parties have a significant role in delivering the sons and daughters of the region in the fight over the seat of leadership to office as head of the region.
Political parties in the city of Tasikmalaya in running a role to improve the quality of the elections is influenced by two factors, namely inhibiting and encouraging factors. Barriers experienced internal political party coming from the party in the form of a political conspiracy and the party hierarchy. While the factors that encourage the role of political parties in improving the quality of the elections in compliance with the existing election rules.
409013914C1B012011Analisis Pengaruh Mekanisme Corporate Governance, Profitabilitas dan Jenis Industri Terhadap Struktur Modal Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh mekanisme corporate governance, profitabilitas dan jenis industri terhadap struktur modal pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2012-2014. Penelitian ini menggunakan model analisis regresi berganda sebagai alat pengujian hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2012 sampai tahun 2014 yaitu sejumlah 511 perusahaan. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 28 perusahaan sehingga jumlah observasi mencapai 84 perusahaan-tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional, profitabilitas dan jenis industri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal perusahaan. Sedangkan dewan komisaris independen dan kualitas auditor berpengaruh positif dan signfikan terhadap struktur modal perusahaan.The purpose of this research was to analyze the influence of corporate governance mechanism, profitability and type of industry on capital structure of companies listed in Indonesian Stock Exchange during 2012-2014. This research used multiple regression analysis as model to test the hypothesis. The population in this research are all companies listed in Indonesia Stock Exchange from 2012 until 2014 with the total 511 companies. The samples collected using purposive sampling method obtained 28 companies resulted in 84 companies-years observations. The result show that institutional ownership, profitability and type of industry had significant negative effect on capital structure. Independent board and auditor quality had significant positive effect on capital structure.
409113915E1A012063KUMULASI GUGATAN ASAL-USUL ANAK DENGAN UANG NAFKAH ANAK, UANG IDDAH, UANG MUT’AH DAN UANG PERSALINAN ANAK SETELAH ADANYA PUTUSAN CERAI TALAK
(STUDI TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN AGAMA NOMOR 2848/PDT.G/2014/PA. PWT)
Pada prinsipnya, setiap gugatan harus berdiri sendiri, diperiksa, serta diputus dalam proses pemeriksaan sendiri. Tetapi dalam batas tertentu, diperbolehkan melakukan penggabungan gugatan dalam satu surat gugatan, apabila antara gugatan dengan gugatan yang lain terdapat hubungan erat. Putusan Pengadilan Agama Nomor 2848/Pdt.G/2014/PA.PWT penggugat menggabungkan beberapa obyek gugatan kedalam 1 (satu) surat gugatan yaitu gugatan asal-usul anak yang digabung dengan gugatan uang nafkah anak, uang iddah, uang mut’ah dan uang persalinan anak, sehingga timbulah suatu pertanyaan terkait dengan boleh atau tidaknya menggabungkan beberapa obyek perkara tadi. Adapun Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian hukum normatif dengan data yang digunakan data sekunder
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa Majelis Hakim mengabulkan gugatan asal-usul dengan uang nafkah anak karena keduanya memiliki hubungan yang erat sebagai akibat dari perkawinan, dan menolak gugatan uang persalinan anak karena dinyatakan kabur atau obscuurlibel karena petitum yang tidak memenuhi syarat. Serta menolak pula gugatan uang mut’ah dan uang iddah karena tidak memiliki hubungan erat dengan gugatan utamanya yaitu gugatan asal-usul anak. Eksekusi uang nafkah yang telah dikabulkan apabila pihak tergugat tidak menjalankan secara sukarela maka Penggugat dapat mengajukan permohonon eksekusi kepada ketua Pengadilan Agama Purwokerto. Tetapi eksekusi tersebut menjadi eksekusi yang tidak dapat dijalankan atau eksekusi Non-Executable ketika pihak termohon eksekusi tersebut sudah tidak lagi memiliki harta benda yang akan disita.

ABSTRACT
In principle, any claim must stand on its own, be examined and decided upon in the review process itself. But to a certain extent, be allowed to merge a lawsuit in a lawsuit, if the lawsuit with another lawsuit that there is a close relationship. Religious Court Decision No. 2848 / Pdt.G / 2014 / PA.PWT lawsuit plaintiffs combine multiple objects into one (1) lawsuit that claims the origin of a child combined with the lawsuit money living child, idda money, money and money mut'ah child labor, so timbulah a question related to whether or not allowed to combine multiple objects case earlier. The study is included in a normative law research with the data used secondary data
Based on the results of research and discussion, we can conclude that the judges in favor of the origin of the money income children because they both have a close relationship as a result of marriage, and rejected claims of child labor money because otherwise vague or obscuurlibel because the petition are not eligible. And rejected the lawsuit anyway Mut'a money and money waiting period because they do not have a close relationship with the main lawsuit that claims the origin of the child. Execution of money income which has been granted if the defendant does not run voluntarily Plaintiff can Apply for execution to the chairman of the Religious Court Purwokerto. But the execution of execution that can not be executed or execution Non-Executable when the defendant of the execution no longer have the property to be confiscated.

409213916C1B012003ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK, CITRA MEREK, DAN PERSEPSI RISIKO PRODUK KOSMETIK SARIAYU TERHADAP MINAT PEMBELIAN ULANG DENGAN KEPUASAN KONSUMEN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
(Studi Kasus Pada Pengguna Kosmetik Sariayu di Purwokerto)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh
kualitas produk, citra merek, dan persepsi risiko produk kosmetik Sariayu
terhadap minat pembelian ulang konsumen dan untuk menguji kepuasan
konsumen memediasi pengaruh kualitas produk, citra merek, dan persepsi risiko
terhadap minat pembelian ulang konsumen. Sampel dalam penelitian ini terdapat
150 responden yang merupakan pengguna kosmetik Sariayu di wilayah
Purwokerto. Metode purposive sampling digunakan dalam penentuan sampel
penelitian ini. Data di analisis menggunakan Structural Equational Modelling
(SEM). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kualitas produk dan citra merek
berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen. Sedangkan persepsi risiko tidak
berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Hasil lainnya ditemukan bahwa
kepuasan konsumen memediasi pengaruh kualitas produk dan citra merek
terhadap minat beli ulang konsumen. Sedangkan, persepsi risiko berpegaruh
langsung terhadap minat beli ulang konsumen tanpa dimediasi oleh kepuasan
konsumen.
The purpose this study to identify and analyze the effect of product quality, brand
image and perception of the risk of cosmetic products Sariayu to consumers
repurchase intention and to test whether consumer satisfaction mediates the effect
of product quality, brand image and perception of risk to consumers repurchase
intention. The sample in this study there were 150 respondents who are users of
cosmetics Sariayu in Purwokerto region. Purposive sampling method used in the
determination of the sample. Data was analyzed using Equational Structural
Modeling (SEM). These results indicate that the quality of the product and brand
image positively affects customer satisfaction. While the perception of risk has no
effect on customer satisfaction. Other results found that customer satisfaction
mediates the effect of product quality and brand image on consumers repurchase
intention. While, the risk of having an immediate perception of the consumers
repurchase intention mediated by customer satisfaction.
409313918A1C011001EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI MELON DI KECAMATAN JAKEN KABUPATEN PATIABSTRAK
Kecamatan Jaken merupakan salah satu daerah penghasil melon di Kabupaten Pati. Produktivitas melon cenderung mengalami peningkatan namun petani melon di Kecamatan Jaken masih belum mampu memenuhi permintaan. Upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan produksi dengan penggunaan input yang efisien agar keuntungan yang diperoleh dapat maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menghitung besarnya pendapatan yang diperoleh petani dalam usahatani melon di Kecamatan Jaken, 2) Mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap hasil produksi usahatani melon di Kecamatan Jaken, 3) Menganalisis tingkat efisiensi usahatani melon di Kecamatan Jaken. Penelitian dilaksanakan di Desa Lundo, Tegalarum, Sukorukun, Sumberejo, Sriwedari, Arumanis, Sumberagung Kecamatan Jaken pada bulan Juli - Agustus 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan metode Simple Random Sampling dan diperoleh jumlah responden sebanyak 36 petani melon. Metode analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan, analisis fungsi Cobb Douglas, analisis efisiensi penggunaan faktor produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya yang digunakan pada usahatani melon di Kecamatan Jaken sebesar Rp52.982.915,50 per ha dengan penerimaan sebesar Rp103.117.031,90 per ha dan pendapatan sebesar Rp50.134.116,40 per ha. Faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap hasil produksi melon yaitu luas lahan, jumlah benih, dan pupuk anorganik. Nilai rata – rata efisiensi teknis usahatani melon sebesar 0,957 yang berarti usahatani melon di Kecamatan Jaken telah efisien. Efisiensi harga sebesar 7,05 yang berarti bahwa usahatani melon di Kecamatan Jaken belum efisien. Usahatani melon secara efisiensi teknik tercapai tetapi secara efisiensi harga belum tercapai, sehingga usahatani melon di Kecamatan Jaken belum efisien secara ekonomis.
ABSTRACT

Jaken Subdistrict is one of the central areas of melon producers in Pati Regency. The productivity of melon tends to increase, but farmers in the Jaken subdistrict are still not able to meet demand. Efforts to do are to increase production with the efficient used of input to obtain maximum benefit. The research aimed to : 1) calculate the amount of earned income in the farming melon farmers in Jaken Subdistrict, 2) know the effect of the used production factors to the production of melon farming in Jaken Subdistrict, 3) analyze the rate efficiency of melon farming in Jaken Subdistrict Pati Regency. The experiment was conducted in Lundo, Tegalarum, Sukorukun, Sumberejo, Sriwedari, Arumanis, Sumberagung Village, Jaken Subdistrict, Pati Regency in Juli – Agustus 2015. The method of research used to survey. Getting farmers sample was done by Simple Random Sampling method and obtained 36 melon farmers. Analysis method used revenues analysis, Cobb Douglas’s production function analysis, efficiency of production factor analysis. The results showed that cost of melon farming in Jaken was Rp52,982,915.50 per ha with receiving Rp103,117,031.90 per ha and incoming Rp50,134,116.40 per ha. Production factors influence to the melon production were land areas, seeds, and anorganic fertilizers. The average values of technical efficiency of melon farming were 0,957 so the melon farming in Jaken Subdistrict was efficient. Efficiency of price was 7,05 so the melon farming in Jaken Subdistrict has not been efficient yet, so that the melon farming in Jaken has not been efficient viewed in economics.
409413922E1A012126PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PADA PT.SINAR TAMBANG ARTHA LESTARI AJIBARANG BERDASARKAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS.ABSTRAK

PT. Sinar Tambang Artha Lestari Ajibarang mendirikan sebuah Pabrik Semen di desa Tipar Kidul, Kecamatan Ajibarang. Hal ini merupakan sebuah kemajuan bagi Kabupaten Banyumas. Terutama bagi masyarakat sekitar. Pembangunan pabrik tersebut akan membutuhkan banyak tenaga kerja warga sekitar, dengan demikian diharapkan taraf hidup masyarakat Banyumas akan meningkat. PT STAR, merupakan perseroan yang menjalankan usahanya di bidang sumber daya alam. Berdasarkan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, perseroan wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau CSR.
Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami penerapan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau Corporate Social Responsibility (CSR) oleh PT. Sinar Tambang Artha Lestari Ajibarang.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif atau penelitian hukum yang hanya meneliti bahan pustaka sehingga disebut juga penelitian hukum kepustakaan., atau penelitian dengan pendekatan yang menggunakan konsep legalistis positifis
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketentuan Pasal 74 UU PT yang terdiri dari 4 (empat) ayat belum dapat diterapkan sepenuhnya oleh PT. STAR. Terutama berkaitan dengan Pasal 74 ayat (3) UU PT, yang menyebutkan bahwa perseroan yang tidak melaksanakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. PT STAR telah melaksanakan kewajibannya sebagai perseroan terbatas dengan melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau CSR berdasarkan Pasal 74 ayat (1) dan ayat (2) UU PT.
PT. Sinar Artha Sustainable Mine Ajibarang establish a cement factory in the Tipar Kidul village, District Ajibarang. This is a progress for Banyumas. Especially for the surrounding community. Construction of the plant will require a lot of manpower around, thus the expected standards of living would rise Banyumas. PT STAR, a company which carries on business in the field of natural resources. Under Article 74 of Law Number 40 Year 2007 regarding Limited Liability Company, the company shall undertake Social and Environmental Responsibility, or CSR.
The purpose of this study was to know and understand the application of Article 74 of Law Number 40 Year 2007 regarding Limited Liability Company on Social and Environmental Responsibility or Corporate Social Responsibility (CSR) by PT. Mine Sinar Artha Lestari Ajibarang.
The method used in this research is normative juridical or legal research only examined material library that is also called legal research library, or research with an approach that uses the concept of legalistic positifis
The results of this study indicate that the provisions of Article 74 of the Law PT consisting of 4 (four) clause can not be applied completely by PT. STAR. Especially with regard to Article 74 paragraph (3) Company Law, which states that the company does not carry as referred to in paragraph (1) be sanctioned in accordance with the provisions of the legislation. PT STAR has been carrying out his duty as a limited liability company to implement the Environmental and Social Responsibility or CSR based on Article 74 paragraph (1) and (2) of the Act PT.
409513924D1E010219PENGARUH BERBAGAI MEDIA PENGASIN TRHADAP KADAR AIR DAN KADAR GARAM TELUR ASINABSTRAK
Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan media pengasin terhadap kadar air dan kadar garam telur asin. Pengambilan data dilaksanakan di Laboratorium Tekhnologi Hasil Ternak dan Laboratorium Ilmu Bahan Pakan Ternak, Fakultas Peternakan Univeristas Jenderal Soedirman Purwokerto pada tanggal 12 Mei sampai denga 29 Juli 2015. Materi yang digunakan adalah telur itik segar umur 1 hari sebanyak 60 butir. Metode Penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan P1= serbuk batu bata, P2= serbuk batu bata dengan pelapis abu gosok, P3= tanah liat dengan pelapis abu gosok, P4= serbuk batu bata, tanah liat dengan pelapis abu gosok, ulangan dilakukan 3 kali. Data dianalisis menggunakan Analisis variansi dan uji lanjut mengunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh berbagai media pengasin telur asin berpengaruh tidak nyata terhadap kadar air dan kadar garam telur asin (P > 0,05). Kesimpulan pembuatan telur asin dengan menggunakan berbagai media menghasilkan kadar air dan kadar garam yang sama.
Kata kunci: Telur asin, Kadar air, Kadar garam
ABSTRACT
Thise research which had been conducted in the Laboratory of Technology of Livestock and Livestock Feed Materials Science Laboratory, Faculty of Animal Sciences at the University of General Sudirman Purwokerto premises on 12 May until 29 July 2015, aim to determine the effect of different salting media on the water on the water content of salt the eggs. The material used is 60 1-day fresh duck eggs. Methods used are experimentally using the completely randomized design (CRD) with the following treatments: P1 = powder brick, P2 = powdered brick with coatings ash, P3 = clay with coatings ash, P4 = powder bricks, clay coatings ash, each of which was repeated 3 times. Data were analyzed by using the analysis of variance and further trials tests by the Honestly Significant Difference (HSD). These results indicate that the influence of various salting media have not real effects on the water the salt contents of salted eggs (P> 0.05). in conclusion, making salted eggs by using various media produces the same level of moisture content and the salinity.
Keywords: Salting media, water content, salt content
409613756B1J011128Serapan Fosfor dan Pertumbuhan Kedelai (Glycine max) pada Tanah Ultisol dengan Pemberian Asam HumatTanah Ultisol merupakan salah satu jenis tanah masam yang memiliki kelarutan Al, Fe, dan Mn tinggi, serta kandungan P dan Mo yang rendah. Kelarutan Al dan Fe yang tinggi akan menjerap fosfat sehingga ketersediaan dan serapan P bagi tanaman menjadi rendah. Salah satu upaya untuk mengatasi ketidaktersediaan P pada tanah Ultisol yaitu dengan penambahan asam humat. Asam humat merupakan bahan makromolekul polielektrolit yang memiliki gugus fungsional seperti –COOH, -OH fenolat, maupun –OH alkoholat sehingga asam humat memiliki kemampuan untuk membentuk kompleks dengan ion logam. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh asam humat terhadap serapan P dan pertumbuhan tanaman kedelai (2) menentukan konsentrasi asam humat yang paling baik dalam meningkatkan serapan P dan pertumbuhan tanaman kedelai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pengelompokan didasarkan atas perbedaan intensitas cahaya yang ada di rumah kaca. Perlakuan berupa konsentrasi asam humat, dengan 5 macam konsentrasi yaitu 0 ppm, 400 ppm, 800 ppm, 1200 ppm, dan 1600 ppm. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, luas daun, bobot basah, bobot kering, P tersedia serta P tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam pada tingkat kepercayaan 95 % dan 99%. Hasil perlakuan berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam humat berpengaruh terhadap serapan P dan pertumbuhan kedelai pada tanah Ultisol. Asam humat 1200 ppm merupakan perlakuan paling baik dalam meningkatkan ketersediaan P sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan kedelai pada tanah Ultisol. Ultisol is one type of acid soils which has a high solubility of Al, Fe, and Mn, and low amount of P and Mo. High Al and Fe solubility will absorb phosphate so the availability and uptake of P for the plants is low. One effort to overcome the non-availability of P in ultisol soil is with the addition of humic acid. Humic acid is a polyelectrolyte macromolecules which has functional groups such as -COOH, phenolic -OH, or -OH alcoholates so that humic acid has the ability to form complexes with metal ions. This research was conducted with the aim to: (1) know the effect of humic acid on P uptake and growth of soybean plants (2) determine the best concentration of humic acid in improving P uptake and growth of soybean plants. The method used was experimental with Randomized Completely Block Design (RCBD). Grouping is based on the difference in light intensity in the green house. Treatments were in the form of humic acid concentrations, with 5 different concentrations ie 0 ppm, 400 ppm, 800 ppm, 1200 ppm and 1600 ppm. Parameters measured included plant height, leaf area, fresh weight, dry weight, available P and P plant. Data were analyzed using analysis of Varians at a rate of 95% and 99%, then continued with Least Significant Difference test (LSD). The results showed that there was a significant effect of humic acid on P uptake and growth of soybean in the Ultisol. 1200 ppm humic acid was the most excellent treatment in spurring P uptake and growth of soybean Ultisol.
409713923D1F014008HUBUNGAN BOBOT POTONG DENGAN BOBOT NON KARKAS DALAM DAN NON KARKAS LUAR DOMBA EKOR TIPIS JANTAN

Penelitian yang dilaksanakan di tempat pemotongan hewan milik Bapak Amin dan milik Bapak H. Nursoleh, Bumiayu, pada 12 Desember 2015 sampai dengan 7 Januari 2016 ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bobot potong dengan bobot non karkas dalam dan non karkas luar domba ekor tipis jantan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan percobaan lapang dengan menggunakan sampel 60 ekor domba ekor tipis jantan. Analisis regresi digunakan untuk olah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antarabobot potong dengan bobot non karkas dalam diperoleh Y= 0,159+0,109X dan r= 0,95 dengan r2= 0,89; bobot potong dengan bobot non karkas luar diperoleh Y= -1,921+0,282X dan r= 0,91 dengan r2= 0,83. Disimpulkan bahwa bobot potong berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot non karkas dalam dan non karkas luar. This research, which had been conducted at Mr. Amin’s and Mr. H. Nur Soleh‘s slaughter houses, Bumiayu, from December 12th, 2015 toJanuary 7th, 2016, aimed to determine the relationship between the slaughter weight and the internal and external non-carcass weight of male thin-tail sheep. The method was a survey method and field trials using60male thin-tail sheep as the samples. Data were analysed by using a regresion analysis.The results showed that the relationship between the slaughter weight and theinternal non-carcass weight was Y= 0,159+0,109X and r= 0,95 with r2= 0,89, while that between the slaughter weight and the external non-carcass weight was Y= -1,921+0,282X and r= 0,91 with r2= 0,83. It could be concluded, therefore, that the slaughter weight had asignificant effect (P<0,01) on the internal and external non-carcass weight.
409813926H1D011010PERMODELAN BANGKITAN DAN TARIKAN PERGERAKAN PADA KAWASAN PENDIDIKAN ILMU KESEHATAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE STEP-WISE
(STUDI KASUS KOTA PURWOKERTO
Purwokerto merupakan Ibukota Kabupaten Banyumas yang memiliki beberapa tata guna lahan sebagai pusat pendidikan tinggi kesehatan. Pendidikan tinggi tersebut tentu memiliki bangkitan atau tarikan yang besar karena jumlah mahasiswa dan pegawai yang cukup besar sehingga berpotensi menimbulkan beberapa permasalahan transportasi. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi bangkitan dan tarikan pergerakan pada pusat pendidikan serta untuk memodelkan besarnya bangkitan dan tarikan pergerakan pada pusat pendidikan. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung jumlah pergerakan yang datang ke pusat perbelanjaan, dan survey wawancara terhadap mahasiswa yang kemudian digunkan sebagai variabel terikat dan variabel bebas dalam analisis. Analisis data menggunakan metode step-wise.Pemodelan bangkitan pergerakan menggunakan metode step-wise tipe -1 diperoleh hasil untuk pusat pendidikan ilmu kesehatan di Purwokerto adalah Y = 61,6572 + 16,0154 X1 + 12,3246 X2 dengan nilai R2 = 0,9625; X1 adalah pendapatan; dan X2 adalah kepemilikan kendaraan. Sedangkan pemodelan bangkitan pergerakan menggunakan metode step-wise tipe -2 diperoleh untuk pusat pendidikan ilmu kesehatan di Purwokerto adalah Y = 72,2134 + 28,0577 X5 dengan nilai R2 = 0,9497; X5 adalah waktu tempuh.Pemodelan tarikan pergerakan menggunakan metode step-wise tipe -1 untuk pusat pendidikan ilmu kesehatan di Purwokerto adalah Y = 73,7587 + 63,559 X3 dengan nilai R2 = 0,9759; X3 adalah kualitas dosen. Sedangkan metode step-wise tipe -2 untuk pusat pendidikan ilmu kesehatan di Purwokerto adalah Y = 64,0414 + 107,4789 X4 dengan nilai R2 = 0,9508; X4 adalah jumlah dosen/karyawan. Model alternatif lain adalah, untuk step-wise tipe 1 Y = 4,8494 + 7,7807 X3 dengan nilai R2 = 0,9899; X3 = kualitas dosen. Sedangkan step-wise tipe 2 adalah Y = 4,7591 + 4,4302 X3 + 2,1085 X8 dengan R2 = 0,9954; X3 adalah kualitas dosen dan X8 adalah akreditasi.Purwokerto is the capital of Banyumas regency which have some land use for school of hygiene. That school of hygiene certainly have huge trip production and trip attraction because huge amount of student and official and potentially cause some problem of transportation. Because of that, this study is aimed to analyze the affecting factors and to model the magnitude of trip production modelling and trip attraction of the school of hygiene.Moreover, the research is done by counting the number of vehicle which come to the school of hygiene and interviews survey of the student that are used as the dependent and independet variable in the analysis. Then the data analysys using step–wise method.Based on the first type of step–wise method, the best production modelling in the school of hygiene in Purwokerto is Y = 61.6572 + 16.0154 X1 + 12.3246 X2 with grade R2 = 0.9625; X1 as the revenue per month and X2 as vehicle ownership while the best production modeling based on the second type is Y = 72.2134 + 28.0577 X5 with grade R2 = 0.9497; X5 as the needed time to reach from home to school of hygiene. Indeed, the best attraction based on the first type of step–wise method for the school of hygiene in Purwokerto is Y = 73.7587 + 63.559 X3 with grade R2 = 0.9759; X3 as quality of lecturer. While the best atraction modeling based on the second type is Y = 64.0414 + 107.4789 X4 with grade R2 =0.9508; X4 as amount of lecturer and official. Another alternative best attraction based on the first type of step–wise method for the school of hygiene in Purwokerto is Y = 4.8494 + 7.7807 X3 with grade R2 = 0.9899; X3 as quality of lecturer. While the best atraction modeling based on the second type is Y = 4.7591 + 4.4302 X3 + 2.1085 X8 with grade R2 =0.9954; X3 as quality of lecturer; X8 as accreditation.
409913929H1F011030STUDI GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN UNTUK MENENTUKAN POLA PENGENDAPAN SEDIMEN PANTAI BERDASARKAN DATA GROUND PENETRATING RADAR (GPR) DI PANTAI TEMAJUK KALIMANTAN BARATStudi mengenai geologi dan pola pengendapan sedimen pantai berguna untuk memahami dampak aktifitas pantai terhadap perencanaan pengelolaan dan pembangunan kawasan pantai. Ground Penetrating Radar (GPR) adalah metode geofisika yang digunakan untuk melakukan investigasi bawah permukaan dengan cara memancarkan gelombang elektromagnetik ke bawah permukaan dan merekam pantulan energi elektromagnet tersebut. Penelitian dilakukan di kawasan pantai Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi serta pola pengendapan sedimen bawah permukaan dengan metode Ground Penetrating Radar (GPR). Stratigrafi daerah pantai Temajuk dari yang paling tua meliputi batupasir, batugamping terumbu, dan sedimen pasir lepas,. Berdasarkan data GPR, sedimen pasir lepas dibagi menjadi 4 unit radar yang memiliki lingkungan pengendapan yang berbeda. Berurutan mulai dari unit paling bawah yaitu Rf4 diendapkan pada zona shoreface sebagai hasil dari aktifitas arus litoral. Selanjutnya, Rf3 diendapkan pada zona foreshore sebagai endapan washover. Rf2 dan Rf1 diendapkan sebagai sedimen aeolian pada daerah punggungan pantai. Secara keseluruhan daerah pantai Temajuk mengalami penurunan muka air laut secara bertahap semenjak kala holosen. Rekomendasi pengelolaan kawasan pantai Temajuk antara lain pembuatan konstruksi pemecah ombak di sebelah timur pantai Temajuk untuk mengurangi erosi oleh ombak. Selain itu juga rekomendasi pembangunan kawasan lokasi wisata pantai di daerah tengah dan barat pantai Temajuk.Studies on geology and sediment deposition pattern are usefull for understanding the impact of coastal activities to planning management and development of such coastal. Ground Penetrating Radar (GPR) is a geophysical method used to conduct a subsurface investigation by emitting electromagnetic waves into the ground then record the reflection of its energy. The Study was carried out in Temajuk coast, district Paloh, Sambas regency, West Kalimantan province. The aim of the study is to determine the geological conditions and the sediment deposition pattern by the method of Ground Penetrating Radar (GPR). Sediment stratigraphy of Temajuk coastal area devided into 3 unit which start from the oldest are sandstone, reef limestone, and loose sand sediment. Based on GPR profile data, loose sand sediment is devided into 4 radar facies which has different depositional environment. From the lowest layer they are Rf4 which deposited on shoreface zone as a product of littoral currents activities. Then Rf3 which deposited on the foreshore zone as washover sediment. Then Rf1 and Rf2 which deposited on backshore zone as aeolian sediment and formed into beach ridge. Overall, sea level of Temajuk coastal areas has decreased gradually since the holocene epoch (regressive coastal). The recommendations for the coastal development and management are build a wave breaker construction on the east of Temajuk coast to prevent the over erosion process by the sea wave, and developing a coastal tourism area in the middle and the west of Temajuk coast.
410013928H1C012048Model Routing Data Pada Sistem Monitoring Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Berbasis Jaringan Sensor Nikabel (JSN)Pembangkit listrik tenaga mikrohidro adalah salah satu energi listrik terbarukan saat ini dengan memanfaatkan tenaga air berskala kecil untuk penggeraknya. PLTMH pada umumnya memiliki ruang kontrol yang berada jauh dengan sistemnya, sehingga dibutuhkan suatu sistem monitoring. Penggunaan sistem monitoring berbasis nirkabel menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan proses pengiriman informasi yang cepat dan mudah. Oleh karena itu dirancang suatu model routing data dengan perancangan hardware dan software pada komunikasi data yang terdiri dari mikrokontroller arduino dan komunikasi frekuensi xbee dengan protocol zigbee. Agar mengetahui proses model routing pada komunikasi datanya maka dibuat suatu pengujian. Pengujian ini dilakukan dengan cara menggunakan berbagai macam topologi yaitu topologi pair, star, mesh, tree dan x dalam model routing data baik dalam lingkungan indoor maupun lingkungan outdoor. Hasil yang didapat berdasarkan pengujian pada lingkungan indoor adalah xbee tetap dapat mengirim dalam ruangan yang memiliki penghalang dengan jarak 21m, sedangkan pada pengujian outdoor xbee dapat tetap mengirim lebih dari jarak maksimal pengiriman xbee dalam penelitian yaitu 70.5m dengan menggunakan model topologi x. Berdasarkan semua pemodelan yang telah dilakukan, topologi x merupakan model yang dianggap paling berhasil walaupun memiliki kelemahan dalam tingkat kerapihan penerimaan data namun dari tingkat keamanannya ketika terjadi masalah dengan salah satu node, topologi x masih memiliki jalur lain untuk dapat mengirimkan data ke penerima.Micro hydro power plant is one of the current renewable electrical energy by making use of small-scale water power for propulsion. MHPP generally have a control room that was away with the system, so we need a monitoring system. The use of wireless-based monitoring systems into one solution to overcome these problems with the delivery process information quickly and easily. Therefore designed a model of routing data by designing hardware and software in data communication comprising arduino microcontroller and XBee-frequency communication with zigbee protocol. In order to know the process of routing the data communications models then created a test. Testing is done by using a variety of topologies, namely topology pair, star, mesh, tree and x in the model routing of data in both the indoor and outdoor environment. The results obtained by testing the indoor environment is XBee can still send in a room that had a barrier at a distance of 21m, while the outdoor testing XBee can still send more than the maximum distance delivery XBee 70.5m in research that is by using the model topology x. Based on all the modeling that has been done, the topology x is a model that is considered the most successful in spite of a weakness in the level of tidiness reception of data but of the level of safety when there is a problem with one of the nodes, topology x still has other lines to be able to transmit data to the receiver.