Artikelilmiahs
Menampilkan 4.101-4.120 dari 48.758 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 4101 | 13927 | H1C012080 | AKUISISI DATA PADA SISTEM MONITORING PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) BERBASIS JARINGAN SENSOR NIRKABEL (JSN) | Pesatnya perkembangan teknologi saat ini sangat membantu kehidupan manusia di semua bidang, salah satunya bidang elektro. Perkembangan tersebut membantu manusia mempermudah melakukan pekerjaan. Dalam monitoring PLTMH menghasilkan data untuk meramalkan kebutuhan energi listrik pada masa mendatang. Data yang digunakan dihasilkan dari proses pengambilan, pengiriman, penerimaan sampai data dapat ditampilkan dan disimpan dalam piranti penyimpan. Sistem monitoring PLTMH ini berbasis jaringan sensor nirkabel, membutuhkan modul komunikasi serta data logger. Penempatan logger data diperlukan model yang paling sesuai untuk memenuhi spesifikasi data yang diinginkan dan dapat disimpan dalam piranti penyimpanan dalam format “.txt”. Untuk itu model 1 menempatkan logger data pada rangkaian pengirim dan model 2 pada rangkaian penerima, sehingga parameter keberhasilan terlihat pada spesifikasi kesamaan data yang dihimpun berdasarkan waktu dan disimpan dalam piranti penyimpanan serta ditampilkan pada serial monitor. Hasil pengujian sampel akuisisi data yang diambil menunjukkan 4693 rpm dan frekuensi 156 Hz, pada tampilan serial monitor dan piranti penyimpanan menunjukkan data yang sama. Pada uji model 1 tidak menghasilkan data yang bersesuaian dengan pembacaan sensor, sedangkan uji model 2 yang menempatkan logger data pada rangkaian pengirim dihasikan data yang bersesuain berdasarkan setting waktu pada RTC untuk waktu nyata, serta kesesuaian dari pembacaan sensor pada SD Card maupun serial monitor. Sehingga perancangan model 2 lebih sesuai untuk penerapan sistem monitoring akuisi data PLTMH berbasis JSN yang informasi datanya dapat digunakan dalam keperluan peramalan energi pada masa mendatang. | Today the rapid development of technology is very helpful in all areas of human life, one field of electro. These developments are helping humans easier to do the job. In the monitoring data to predict the MHPP generate electrical energy is needed in the future. The data that used is generated from the process of retrieval, delivery, reception until the data can be displayed and stored in the storage device. MHPP monitoring system is based on wireless sensor networks, requires a communication module and data logger. Placement of the data logger is needed the most appropriate model to meet the specifications of the desired data and can be stored in the storage device in ".txt" format. For that. model 1 puts the data logger to the circuit model 2 on the sender and receiver circuit, so that the parameters of success seen on the specifics of the similarity of data collected based on time and stored in the storage device and displayed on the serial monitor. The test results of samples taken data acquisition indicates 4693 rpm and a frequency of 156 Hz, the serial display monitor and storage device shows the same data. In test model 1 did not produce data corresponding to the sensor readings, while the second model test that puts the data logger in the circuit of the sender generate the same data by setting the time on the RTC for real-time, as well as the suitability of the sensor readings on a SD Card and serial monitor.. So the design of model 2 is more suitable for the application of the monitoring system of data acquisition of MHPP-based WSN which information data can be used in energy forecasting purposes in the future | |
| 4102 | 13931 | E1A010076 | KEKUATAN MENGIKAT UNIFORM CUSTOM AND PRACTICE FOR DOCUMENTARY CREDITS NOMOR 600 TAHUN 2007 TERHADAP LETTER OF CREDIT DALAM PERDAGANGAN INTERNASIONAL | Uniform custom and practice for documentary credit nomor 600 tahun 2007 atau biasa di singkat UCP 600 merupakan aturan mengenai mekanisme dan prosedur cara pembayaran menggunakan letter of credit (L/C) dalam perdagangan internasional, UCP 600 bukan aturan yang di bentuk oleh legislatif, eksekutif maupun hasil dari konvensi atau perjanjian internasional, UCP 600 merupakan aturan hasil kompilasi hukum dari kebiasaan-kebiasaan yang ada dalam perdagangan internasional yang dibentuk oleh International Chamber Of Commerce (ICC). Pokok permasalahan yang di sampaikan dalam skripsi ini adalah Bagaimana kekuatan mengikat Uniform Custom and Practice for Documentary Credit nomor 600 tahun 2007 terhadap L/C dalam perdagangan Internasional. Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan studi documenter serta wawancara sebagai data pendukung. Data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif yang disusun secara sistematis. Hasil penelitian mengenai kekuatan mengikat UCP 600 terhadap L/C dalam perdagangan internasional, UCP 600 tidak memiliki kekuatan mengikat hukum karena merupakan Uniform rules hasil harmonisasi hukum perdagangan internasional yang dilakukan oleh ICC, UCP 600 mengikat hanya apabila dalam L/C terdapat klausul penundukan diri terhadap UCP 600 yang menyebutkan bahwa L/C tersebut tunduk pada ketentuan UCP 600, dasar mengikatnya UCP 600 terhadap L/C adalah asas pacta sunt servanda | abstrac | |
| 4103 | 13932 | F1B010085 | IMPLEMENTASI PAJAK HOTEL DI KABUPATEN BANYUMAS (Studi Kasus Pemungutan Pajak Rumah Kos di Kecamatan Purwokerto Utara) | Penelitian ini dilatar belakangi oleh sedikitnya pendapatan dari pajak rumah kos oleh DPPKAD Kabupaten Banyumas. Lokasi penelitian ini yaitu Kecamatan Purwokerto Utara yang merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyumas yang banyak berdiri usaha rumah kos. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses implementasi kebijakan pemungutan pajak rumah kos. Sedangkan metode yang digunakan yaitu metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi pemungutan pajak rumah kos di Kecamatan Purwokerto Utara dalam penyusunan program pihak pelaksana tidak menargetkan secara khusus pendapatan dari pajak rumah kos. Pihak pelaksana sudah patuh pada prosedur pelaksanaan pemungutan pajak yaitu prosedur self assesement system. Sosialisasi tentang pajak rumah kos belum dilaksanakan dengan maksimal. Dalam pelaksanaan kebijakan, pihak pelaksana sudah sesuai peraturan dalam menetapkan tarif dan sasaran pajak rumah kos. Koordinasi hanya dilakukan dengan pihak bank untuk keperluan pembayaran pajak. Dalam hal pengawasan pihak pelaksana hanya mengawasi melalui pemantauan laporan wajib pajak. Pemberian sanksi belum tegas sehingga banyak wajib pajak yang tidak patuh. Kata Kunci: Menyusun Program, Melaksanakan Program, Pengawasan, Pajak, Rumah Kos | This research is motivated by the least income tax boarding house by DPPKAD Banyumas. This research was held in sub district of North Purwokerto, which is one of sub district in Banyumas regency which has alot of boarding house business. The purpose of this study was to determine the process of the implementation of boarding house policy. While the methods used in this research are descriptive qualitative methods. The results indicate that the implementation of tax collection of boarding house in the sub district of North Purwokerto in the program preparation, the official do not specifically targeted the tax revenue of the boarding house. The Official already comply with the tax collection procedure that is self assesement system. Socialization of boarding house tax has not been highly implemented. In the implementation of the policy, the official has been appropriate with the regulation in setting tax rates and targets of the tax of boarding house policy. The coordination is only carried out with banks for tax payment. In supervision of the policy, the official just monitoring through the taxpayer reports. The sanctions have not been strict so there are so many taxpayers who do not comply the policy. Keywords: Developing Program, Program Implementation, Monitoring, Tax, Boarding House | |
| 4104 | 13933 | E1A011111 | KEWENANGAN JAKSA KPK DALAM PENUNTUTAN TERHADAP TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG HASIL KORUPSI MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 2010 | Tindak pidana pencucian uang merupakan tindak pidana lanjutan dari tindak pidana lain yang menjadi tindak pidana asal. Salah satu tindak pidana asal dari tindak pidana pencucian uang adalah korupsi. KPK dalam melakukan penuntutan tindak pidana pencucian uang yang tindak pidana asalnya adalah korupsi mengalami kendala. Dalam Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang hanya mengatur mengenai penyidikan namun tidak mengatur secara eksplisit mengenai kewenangan Jaksa KPK dalam penuntutan. Penelitian ini mengambil rumusan masalah sebagai berikut (1) Bagaimana kewenangan Jaksa KPK dalam penuntutan terhadap tindak pidana pencucian uang hasil korupsi menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010? (2) Faktor-faktor apa saja yang menghambat Jaksa KPK dalam Penuntutan tindak pidana pencucian hasil korupsi? Penelitan ini menggunakan metode yuridis normatif yang bersifat deskriptif analitis. Sumber data sekunder berupa literatur, perundang-undangan. Data diuraikan dalam bentuk teks naratif secara sistematis. Metode analisis data yang digunakan ialah metode normatif kualitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan: (1) Kewenangan penuntutan tindak pidana pencucian uang memang tidak diatur secara eksplisit dalam UU TPPU namun hal tersebut bukan berarti Jaksa KPK tidak berwenang untuk melakukan penuntutan tindak pidana pencucian uang yang berasal dari tindak pidana korupsi. Dalam pasal 51 Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 menyatakan bahwa penuntut adalah penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi yang diangkat dan diberhentikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Pasal 38 ayat (1) UU No. 30 Tahun 2002 juga menyebutkan kewengan KPK mengenai penyelidikan, penyidikan dan penuntutan yang diatur dalam KUHAP juga berlaku bagi KPK. (2) Dalam melakukan kewenangannya terkait penuntutan, Jaksa KPK mengalami hambatan antara lain: (a) Tidak jelasnya ketentuan mengenai kewenangan penuntutan dalam UU TPPU. (b) Kesulitan Jaksa KPK dalam pembuktian tindak pidana asal dari tindak pidana pencucian hasil korupsi. Penelitian ini juga menyarankan: Perlu diperjelas mengenai ketentuan tentang kewenangan KPK dalam melakukan penuntutan Tindak Pidana Pencucian Uang, agar tidak terjadi berdebatan lagi mengenai berwenang atau tidaknya KPK dalam menuntut perkara Tindak Pidana Pencucian Uang. | THE ATTORNEY’S AUTHORITIES OF KPK TOWARD MONEY LAUNDERING PROSECUTION CRIME CONSIDERED AS CORRUPTION BY LAW NUMBER 8 OF 2010 Money laundering is a criminal offense continuation of other crimes which becomes the predicate offense. One of money laundering is corruption. KPK has obstacles in the prosecution of money laundering which becomes criminal offense origin. In the Law on Prevention and Eradication of Money Laundering just set about the investigation but did not set explicitly about the authority of the Attorney Commission for prosecution. The researcher made research questions as follows: (1) How are the authorities of KPK prosecutors in the prosecution of money laundering as corruption according to Law No. 8 of 2010? (2) What are the factors inhibiting the KPK prosecutor in the Prosecution of laundering as corruption? This research used normative analytical descriptive method. Secondary data sources are obtained from literature and law. The data was described in narrative form systematically. The data analysis used in this research is a qualitative normative method. The results of this research are: (1) The prosecution’s authority of money laundering is not explicitly regulated in TPPU Law but it does not mean that the attorney of KPK is not authorized to prosecute money laundering as derived from corruption. In Article 51 of Law No. 30 of 2002 states that the prosecutor is a public prosecutor appointed and dismissed by KPK. Article 38 paragraph (1) of Law No. 30 of 2002 also mentions the authorities of KPK including investigation, inquiry, and prosecution regulated in the Criminal Code. (2) In prosecution, KPK’s prosecutor encountered obstacles such as: (a) Unclear provisions regarding to the prosecutor’s authority in TPPU Law. (b) Difficulties KPK’s prosecutor in proving the money laundering considered as corruption. The research suggests: It should be clarified regarding the provisions of KPK’S authority in the prosecution of Money Laundering, in order to avoid further debates about whether or not KPK’S authorities in prosecuting the Money Laundering Act. | |
| 4105 | 13934 | A1H011009 | DESAIN DAN RANCANG BANGUN PENETROMETER DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ARDUINO UNO R3 | Penetrometer adalah alat untuk mengukur kekuatan tanah yang disebabkan karena adanya tahanan penetrasi tanah. Penetrometer tanah yang sering digunakan pada umumnya masih berupa penetrometer analog. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengembangkan desain penetrometer digital yang dapat digunakan untuk mengukur tahanan penetrasi tanah, 2) Membuat prototipe penetrometer digital berbasis mikrokontroler arduino uno R3 yang menggunakan sensor regangan strain gauge tipe plat, 3) Uji performansi pada tiga jenis tanah yang berbeda untuk mengetahui tahanan penetrasi tanah. Metodologi penelitian berupa pengujian fungsional, penentuan kadar air, tekstur, dan tahanan penetrasi. Hasil perancangan penetrometer memiliki dua bagian utama, yaitu perangkat mekanik dan elektronika. Mekanik yaitu: handle, dudukan handle, ring, penyanggah ring, batang penekan, dudukan elektronik sensor, plat sensor strain gauge, pegas tekan, dan cone index, sedangkan elektronika yaitu: Sensor strain gauge, ADC converter HX71, Trimpot, Mikrokontroler arduino uno R3, dan LCD. Dimensi alat ini 90,1cm x 7,4cm x 31,8cm (tinggi x lebar x panjang) dan berat 3 kg. Hasil pengukuran tanah di lahan Kampus Teknologi Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (lokasi 1), Desa Karang Rawu Rt.04 Rw.03 Krumput (lokasi 2), dan Desa Kaliori Rt.04 Rw.05 (lokasi 3), meliputi tekstur, kadar air, tahanan penetrasi, dan klasifikasi tanah, menghasilkan data dengan menggunakan cone index 1,2 cm dan kedalaman 30 cm , 1) Lempung berdebu; 35,79%; 151,75 N/cm2; tanah keras, 2) Liat berdebu; 33,38%; 145,21 N/cm2; tanah keras, 3) Liat berdebu; 28,82%; 249,23 N/cm2; tanah keras, serta pada kedalaman 10 cm dengan cone index 2,9 cm di lokasi 1 mendapatkan hasil lempung berdebu; 35,79%; 31,67 N/cm2; tanah keras. | Penetrometer is a device to measure soil strength that caused by soil penetration. The soil penetrometer that used in general is analog penetrometer. This research is aimed to: 1) Develop design of digital penetrometer that can be used to measure soil penetration, 2) Prototyping digital penetrometer arduino uno R3 microcontroller that use plat type strain gauge as strain sensor, 3) Testing the performance on three type of soil to know the soil penetration. The methodology for this research are functional test, water content, texture, and soil penetration. Results for this prototyping has two main part that are mechanical part and electronics part. The mechanical part are : handle, handle holder, ring, ring buffer, suppressor bar, electronics sensor holder, plat type strain gauge sensor, spring press, and cone index. The electronics part are : strain gauge sensor, ADC converter HX711, trimpot, arduino uno R3 microcontroller, and LCD. This device dimension is 90.1cm x 7.4cm x 31.8cm (height x width x length) and weight 3kg. The result for soil measurement at land Agriculture Technology of Jenderal Sudirman University campus (location 1), land at Karang Rawu village, Rt.04 Rw.03, Krumput (location 2), and Kaliori village Rt.04 Rw.05(location 3), include texture, water content, soil penetration, and soil classification, with cone index 1.2 cm at 30 cm depth resulting, 1) silt loam, 35.79%, 151.75 N/cm2, hard soil, 2) silty clay, 33.38%, 145.12N/cm2, hard soil, 3) silty clay, 28.82%, 249.23 N/cm2, hard soil, and at 10 cm depth with cone index 2.9 cm in location 1 resulting silt loam, 35.79%, 31.67 N/cm2, hard soil. | |
| 4106 | 13935 | C1B010055 | ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI, MOTIVASI KERJA, STRES KERJA, SELF-EFFICACY, DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Kasus Pada Karyawan PDAM Tirta Satria Banyumas) | Penelitian ini berjudul Analisis Pengaruh Kompensasi, Motivasi Kerja, Stres Kerja, Self-Efficacy, dan Pengembangan Karir Terhadap Kinerja Karyawan (Studi kasus pada karyawan PDAM Tirta Satria Banyumas). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kompensasi, motivasi kerja, self-efficacy, stres kerja, dan pengembangan karir terhadap kinerja karyawan. Alat analisis yang digunakan adalah analisis jalur dengan uji F dan uji t. Perhitungan uji F diperoleh F hitung sebesar 11,9670 sedangkan nilai F tabel 2,3828. Jadi F hitung> F tabel ini berarti ada pengaruh secara simultan ke lima variabel terhadap kinerja karyawan di PDAM Tirta Satria Banyumas. Semakin baik variabel diatas maka semakin baik kinerja karyawan PDAM Tirta Satria Banyumas. Dengan menggunakan tingkat kepercayaan 95% ( = 0,05) dan derajat kebebasan (n - k -1) diperoleh t tabel 2,0040, nilai t variabel kompensasi (TX1) dari 2,2029, nilai t variabel motivasi kerja (tx2) dari 2,5003, nilai t variabel stres kerja (TX3) dari 2,0337, nilai t self efficacy variabel (TX4) dari 2,4594 dan nilai t pengembangan karir (TX5) dari 2,3926, Nilai t lebih besar dari t tabel, secara parsial setiap variabel berpengaruh positif terhadap kinerja(Y). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1. Kompensasi berpengaruh positif pada kinerja dengan nilai t dari 2,2029. 2. Motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja nilai t dari 2,5003. 3. Stres kerja berpengaruh positif terhadap kinerja nilai t dari 2,0337. 4. Self Efficacy berpengaruh positif terhadap kinerja nilai t dari 2,4594 5. Pengembangan karir berpengaruh positif terhadap kinerja nilai t dari 2,3926. Peningkatan kinerja dilakukan dengan memperbaiki sistem yang ada. Motivasi dapat dilakukan dengan memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan potensi mereka dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif sehingga karyawan terhindar dari stres serta memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mengikuti berbagai pelatihan yang berkaitan dengan pekerjaan. | This study entitled Analysis of Compensation, Work Motivation, Self-Efficacy, work distress, and Career Development Performance Against employees are encouraged (Case study of employees of PDAM Banyumas). The research objective was to analyze the effect of compensation, work motivation, work stress, self-efficacy and career development on employee performance Banyumas PDAM.The analytical tool used is path analysis by F test and t test.Calculation of the F test is obtained F count equal to 11.9670 while F table value of 2.3828. So F count > F table this means there is a simultaneous effect of five variables to performance in Banyumas PDAM. The influence shows that the better compensation, work motivation, work stress, self-efficacy and career development, the better the performance of the PDAM Banyumas. By using a 95% confidence level ( = 0.05) and the degrees of freedom (n - k -1) obtained t table of 2.0040, while the value of the t variable compensation (tX1) of 2.2029, the value of the variable t motivation work (tX2) of 2.5003, t value of work stress variables (tX3) of 2.0337, t value self efficacy variable (tX4) of 2.4594 and t value career development (tX5) of 2.3926, So the value of t is greater than t table and a positive value, so that in partial positive career development has on the performance (Y). So the hypothesis that career development has positive influence on employee performance acceptable. Based on the results of this study concluded that : 1. Compensation positive effect on the performance by the t value of 2.2029. 2. Work motivation positive effect on the performance of the t value of 2.5003. 3. Work stress positive effect on the performance of the t value of 2.0337. 4. Self Efficacy positive effect on the performance of the t value of 2.4594 5. Career development has positive influence on the performance of the t value of 2.3926. The implications of this research that performance improvement can be done by improving the existing system of compensation either from the salary and benefits such as employee benefits and retirement benefits. Increased motivation can be done by providing the widest possible opportunity for employees to develop their potential. Another thing to do is to create a conducive working environment so that employees avoid the stress of our work can do so by providing a more open opportunity for employees to develop themselves with Promoted to offer. Career development can be done by providing opportunities for employees to follow a variety of job-related training. | |
| 4107 | 13936 | C1B012001 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROFITABILITAS BANK DI INDONESIA | Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif yang dilakukan pada bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2011-2014. Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Profitabilitas Bank di Indonesia”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh firm size, Equity To Total Asset Ratio (EAR), expenses management, Loan To Asset Ratio (LAR) dan Loan To Deposit Ratio (LDR) terhadap profitabilitas bank yang terdaftar di BEI tahun 2011-2014. Penelitian ini menggunakan model analisis regresi berganda sebagai alat pengujian hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011 sampai tahun 2014 yaitu sejumlah 39 bank. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling sebanyak 29 bank. Dari hasil penelitian didapatkan: (1) Firm Size berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Asset, (2) Equity To Total Asset Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Asset, (3) Expenses Management berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Asset, (4) Loan To Asset Ratio berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Return On Asset, (5) Loan To Deposit Ratio berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Return On Asset. Implikasi dari kesimpulan diatas antara lain: (1) Pihak manajemen bank perlu melakukan evaluasi secara berkala terkait dengan efektivitas penggunaan total aktiva yang dimiliki agar kinerja keuangan bank semakin baik, (2) Pihak manajemen bank perlu melakukan pengelolaan modal secara lebih efisien dengan meningkatkan penanaman modal pada aktiva-aktiva yang memiliki tingkat likuiditas dan produktivitas yang tinggi dengan tetap mempertimbangkan risikonya, sehingga bank mampu menyediakan dana untuk keperluan pengembangan usaha serta menampung kemungkinan risiko kerugian yang diakibatkan dalam operasional bank, (3) Pihak manajemen bank harus lebih selektif dalam mengeluarkan biaya operasionalnya guna meningkatkan pendapatan yang diperoleh melalui peningkatan jumlah kredit kepada para nasabah potensial agar pendapatan bunga yang diperoleh dapat terus ditingkatkan, (4) Pihak manajemen bank perlu memperhatikan posisi likuiditasnya terutama dalam hal penyaluran kredit kepada masyarakat. Beberapa analisis perlu dilakukan sebelum bank menyalurkan kredit dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan risikonya, (5) Bagi para investor sebelum menanamkan modal, hendaknya memperhatikan proporsi modal bank. Dengan dana yang berlebihan dan minimnya penyaluran kredit kepada masyarakat, maka akan meningkatkan risiko kerugian. Investor juga hendaknya perlu memperhatikan beban operasional yang tinggi, karena akan menurunkan profitabilitasnya. | This research is an associative research conducted at banks listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in 2011-2014 period. This research entitled “Analysis of Factors Influencing Profitability of Banks in Indonesia”. The purpose of this research was to analyze the influence of firm size, Equity To Total Asset Ratio (EAR), expenses management, Loan To Asset Ratio (LAR) and Loan To Deposit Ratio (LDR) on the profitability of banks listed in BEI in 2011-2014. This research used multiple regression analysis model as a hypothesis testing tool. The population in this research are all banks listed on the Indonesia Stock Exchange in 2011 until 2014 with the total of 39 banks. While the sample used in this research was taken by using purposive sampling method and obtained the sample of 29 banks. From the result of research, it was obtained that: (1) Firm Size had positive and significant influence on Return on Asset, (2) Equity To Total Asset Ratio had positive and significant influence on Return on Asset, (3) Expenses Management had negative and significant influence on Return on Asset, (4) Loan To Asset Ratio had positive and insignificant influence on Return on Asset, (5) Loan To Asset Ratio had positive and insignificant influence on Return on Asset. The implications and conclusions above were: (1) the management of bank should conduct regular evaluation related to the effectiveness of the use of total asset owned so that financial performance of bank can be better, (2) the management of bank needed to manage the capital to be more efficient by increasing the investments in assets that had high level of liquidity and productivity while considering the risks, (3) the management of bank should be more selective in issuing operational costs to increase income obtained through an increased number of credit to potential customers so that interest income earned can be increased, (4) the management of bank should consider to the position of its liquidity, especially in the terms of credit distribution to the public. Some analyzes needed to be carried out before the banks distributed credit by taking into account the precautionary principle so that the banks can improve its ability to generate profits, (5) for the investors, the investors should pay attention to the proportion of the bank’s capital before investing. The excessive fund and lack of credit to the public may increase the risk of loss. The investors also should pay attention to high operating expenses, because it can reduce the profitability. | |
| 4108 | 13940 | C1B012052 | Analisis Pengaruh Financial Leverage, Profitabilitas, Likuiditas, Kepemlikan Manajerial, Kepemilikan Institusional dan Inventory Turn Over Terhadap Financial Distress (Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia) | Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Financial Leverage, Profitabilitas, Likuiditas, Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional dan Inventory Turnover Terhadap Financial Distress” (Studi Pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2012 sampai 2014. Sedangkan sampel penelitian ini ditentukan dengan metode purposive sampling sehingga diperoleh 16 perusahaan sampel. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Indonesia Capital Market Directory. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi logistik. Berdasarkan hasil analisis regresi logistik dengan tingkat signifikansi 5%, maka hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa likuiditas, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan inventory turnover berpengaruh dalam memprediksi kondisi financial distress, sedangkan financial leverage dan profitabilitas tidak berpengaruh dalam memprediksi financial distress pada perusahaan manufakturi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian diatas, disarankan: (1) Bagi perusahaan, dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan tindakan-tindakan perbaikan sebelum financial distress berkembang menjadi parah dan menyebabkan kebangkrutan; (2) Bagi akademisi dan peneliti selanjutnya, dapat menambah sebuah bukti empiris dan ilmu pengetahuan mengenai pengaruh financial leverage, profitabilitas, likuiditas kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan inventory turnover dalam memprediksi financial distress, sehingga dapat menjadi masukan dalam penelitian yang sejalan dengan ini; (3) Bagi investor, dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi yang tepat. | This research entitled “Analysis of The Influence of Financial Leverage, Profitability, Liquidity, Managerial Ownership, Institutional Ownership and Inventory Turnover on Financial Distress” (A Study on The Companies Listed in Indonesia Stock Exchange). This research belongs to a qualitative descriptive research. The population in this research were all manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange in 2012 until 2014. While the sample was determined by purposive sampling method obtaining 16 companies as sample. The type of data used was secondary data obtained from Indonesia Capital Market Directory. The analytical method used was logistic regression analysis. Based on the result of logistic regression analysis with significance level of 5%, then the result of this research indicated that the liquidity, managerial ownership, institutional ownership and inventory turnover had influenced in predicting the condition of financial distress, while financial leverage and profitability did not have influence in predicting financial distress on the manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange. Based on the result above, it is suggested: (1) For companies, it can be used as a consideration in conducting corrective actions before financial stress develops to be severe and lead to bankruptcy; (2) For academics and researchers in the future, it can add an empirical evidence and knowledge about the influence of financial leverage, profitability, liquidity, managerial ownership, institutional ownership and inventory turnover in predicting financial distress, so it can be an input in the related research; (3) For investors, it can be used as a consideration in making the right investment decisions. | |
| 4109 | 13937 | C1B012055 | Analisis Pengaruh DPK, LDR, NPL, CAR, ROA, BOPO dan Spread Tingkat Suku Bunga Bank terhadap Penyaluran Kredit UMKM pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa di Indonesia | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Assets (ROA), Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan spread tingkat suku bunga bank terhadap penyaluran kredit UMKM pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa di Indonesia periode 2011-2014. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 20 bank yang diambil dengan metode purposive sampling. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa DPK, LDR, dan spread tingkat suku bunga bank berpengaruh positif terhadap penyaluran kredit UMKM. NPL berpengaruh negatif terhadap penyaluran kredit UMKM, sedangkan CAR, ROA, dan BOPO tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit UMKM. | This research aimed to analyze the effect of Third Party Funds (DPK), Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Capital Adequacy Ratio (CAR), Return on Assets (ROA), Operational Expense to Operational Income (BOPO), and interest rate spread to credit distribution of SMEs on Foreign Exchange Commercial Banks Operations in Indonesia during 2011-2014. The samples used were 20 banks taken by purposive sampling method. This study used multiple regression analysis. Based on the research result showed that DPK, LDR, and interest rate spread of bank had positive effect on credit distribution of SMEs. NPL had negative effect on credit distribution of SMEs. CAR, ROA, and BOPO did not have effect to credit distribution of SMEs. | |
| 4110 | 13925 | D1E011020 | HUBUNGAN ANTARA PANJANG BADAN, LINGKAR DADA, DAN TINGGI PUNDAK DENGAN LUAS URAT DAGING MATA RUSUK SAPI SIMMENTAL | Penelitian yang dilaksanakan di Rumah Potong Hewan Mersi, Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto, dari tanggal 15 November 2015 sampai 14 Desember ini bertujuan untuk mengetahui ukuran dan mengkaji hubungan antara panjang badan, lingkar dada, dan tinggi pundak dengan luas urat daging mata rusuk sapi Simmental. Penelitian ini menggunakan 30 ekor sapi Simmental jantan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan data menggunakan pendekatan purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan regresi berganda, koefisien determasi dan uji ANOVA, apabila signifikan; maka dilakukan Uji t. Berdasarkan hasil analisis statistika menunjukkan bahwa karakteristik kuantitatif sapi Simmental jantan untuk yaitu PB 150,70 ± 5,74 cm; LD 199,43 ± 4,75 cm; TP 141,33 ± 5,63; dan Udamaru 165,50 ± 6,37 cm2. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa Luas Udamaru = 106,76 + 1,51 PB – 1,12 LD + 0,39 TP. Analisis uji t parsial menunjukkan bahwa PB, LD, dan TP mempunyai hubungan yang nyata (P<0,05) dengan Luas Udamaru. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa PB, LD, dan TP mempunyai korelasi positif dengan Luas Udamaru sapi Simmental. | This research, was conducted from November 15 to December 14, 2015 at RPH Mersi, Purwokerto. The aims of the research was to determine the size of and examine the relationship between the body lengths, chest, and the shoulder height, with the loin eye area of Simmental bulls’. This research used 30 Simmental bulls as the materials. This research used a survey as the method and a purposive sampling approach to take the data that would be analyzed by using the multiple regression, correlation coefficient, determination coefficient, ANOVA, and t tests. The results show that the quantitative characteristics of the bulls’ body length was 150,70 ± 5,74 cm; chest was 199,43 ± 4,75 cm; shoulder height was 141,33 ± 5,63; and their loin eye area was 165,50 ± 6,37 cm2. The results of multiple regression analysis showed that loin eye area= 106,76 + 1,51 Body Lengths – 1,12 Chest + 0,39 Shoulder Height. The partial regression test analysis show that the body length, chest, and shoulder height have a significant correlation (P<0,05) into the loin eye area of Simmental bulls’. Based on these results, it can be concluded that the Simmental bulls’ body length, chest girth, and shoulder height have a positive correlation with their loin eye area. | |
| 4111 | 13938 | A1L011099 | UJI KOMBINASI PUPUK NPK DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) | Penelitian bertujuan untuk 1) mengetahui respon pertumbuhan dan hasil pada tanaman melon dengan pemberian beberapa dosis pupuk NPK, serta mengetahui dosis pupuk NPK optimal, 2) mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman melon dengan pemberian beberapa dosis pupuk hayati, dan 3) mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman melon pada berbagai kombinasi dosis pupuk NPK dengan pupuk hayati. Penelitian dilaksanakan di Screen House, Cilengko Farm, Pandak, Baturraden pada bulan Mei 2015 sampai Agustus 2015. Rancangan percobaan lapangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan tiga ulangan. Faktor yang dicoba dalam penelitian yaitu pupuk NPK: N0: kontrol, N1: 50 g/tanaman, N2: 100 g/tanaman, dan pupuk hayati: H0: kontrol, H1: 10 ml/tanaman, H2: 15 ml/tanaman. Data dianalisis dengan cara uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) perlakuan dosis pupuk NPK 50 g/tanaman menunjukkan respon yang lebih baik pada variabel panjang tanaman, jumlah daun dan kadar kehijauan, 2) perlakuan beberapa dosis pupuk hayati menunjukkan tidak adanya respon pada semua variabel penelitian, dan 3) kombinasi pupuk NPK dan pupuk hayati menunjukkan tidak adanya respon pada semua variabel penelitian dan hasil tanaman melon. Kata kunci : melon, pupuk NPK, pupuk hayati | The research aims to 1) know the response of plant growth and yield of melon by fertilizing it with NPK fertilizer, and to know the optimal dose of NPK fertilizer, 2) know the response of plant growth and yield of melon by fertilizing it with biofertilizers, and 3) know the response of plant growth and yield of melon on the various combinations of NPK and biofertilizers. The research is conducted in Screen House, Cilengko Farm, Pandak, Baturraden on May 2015 through August 2015. The field experimental design used is Randomized Block Design (RBD) factorial with three replications. Factors that tested in the research are as follows NPK: N0: control, N1: 50 g/plant, N2: 100 g/plant, and biofertilizers: H0: control, H1: 10 ml/plant, H2: 15ml/plant. Data are analyzed by F test, if is significantly different, it will be continued by DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) at the error rate 5%. The results show that 1) dose of NPK fertilizer 50 g/plants show a better response to the variable length of the plant, sum of leaves and greenish levels, 2) treatment of multiple doses of biofertilizers does not show any response to the variables of research at all, and 3) the combination of NPK and biofertilizers does not show any response to the variables of research and melon crops. Key words: melon, NPK fertilizer, biofertilizer | |
| 4112 | 13943 | G1F011067 | ANALISIS BIAYA MINIMAL KESESUAIAN DOSIS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Obat merupakan salah satu komponen biaya terbesar. Pasien gagal ginjal kronik perlu dilakukan penyesuaian dosis obat untuk mencegah terjadinya toksisitas dan memberi terapi yang efektif. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui seberapa besar jumlah pasien gagal ginjal kronik yang perlu penyesuaian dosis dan mengetahui potensi biaya yang dapat dihemat jika terapi yang diberikan dilakukan penyesuaian dosis pada pasien gagal ginjal kronik. Penelitian ini bersifat non eksperimental dengan cara pengambilan data retrospektif dari rekam medik pasien diabetes mellitus dengan gagal ginjal kronik. Sampel dipilih menggunakan simple random sampling sebanyak 100 sampel. Analisis data untuk kesesuaian dosis menggunakan rumus laju filtrasi glomerulus dan analisis biaya dilakukan dengan membandingkan biaya obat yang dikeluarkan oleh pasien dengan biaya obat setelah dilakukan penyesuaian dosis. Analisis data akan menghasilkan selisih biaya obat, sehingga dapat diketahui penghematan biaya yang dikeluarkan oleh pasien. Standar literatur untuk penyesuaian dosis obat yaitu Drug Information Handbook, Renal Drug Handbook dan artikel Drug Dosing Adjusments in Patients with Chronic Kidney Disease. Penelitian ini melibatkan 98 pasien gagal ginjal kronik. Ketidaksesuain dosis pada obat ranitidin 47 pasien, captopril 8 pasien, valsartan 8 pasien, ketorolak 2 pasien, as. traneksamat 2 pasien, alupurinol 2 pasien, cefixime 2 pasien dan piracetam 1 pasien. Persentase penghematan biaya penyesuaian dosis dari obat ranitidin Rp. 316.660 (50%), captopril Rp. 7.056 (51,85%), valsartan Rp. 168.000 (61,76%), ketorolak Rp. 11.550 (33%), asam traneksamat Rp. 73.296 (66%), alupurinol Rp. 1.529 (42,11%), cefixime Rp. 12.750 (57,69%) dan piracetam Rp. 43.572 (75%). | Medicine is one of the largest cost components. Patients with chronic renal failure need drug dosage adjustment to prevent toxicity and to provide the effectiveness of therapy. The research objective is to determine how much patients with chronic renal failure who need dose adjustments and determine the potential costs that could be saved with the dose adjustments to the patients with chronic renal failure. It was non-experimental research with retrospective data collection from medical records of diabetes mellitus patients with chronic renal failure. The sample was selected by using a simple random sampling resulted 100 samples. The data analysis was compared the drug costs spent by patients with the drug costs after dose adjustment. The result of the data analysis showed the difference in the cost of drugs, it could be seen the cost savings spent by patients. The standard literature for adjustment of the dose of medication were Drug Information Handbook, Renal Drug Handbook and an article entitle Adjusments Drug Dosing in Patients with Chronic Kidney Disease. This research involved 98 patients with chronic renal failure. Non conformity in the drug dose are 47 patients for ranitidine, 8 patients for captopril, 8 patients for valsartan, 2 patients for ketorolac, 2 patients foA | |
| 4113 | 13965 | E1A012301 | INDEPENDENSI HAKIM DALAM MEMUTUS PERKARA PRAPERADILAN (Studi di Pengadilan Negeri Purwokerto) | Ketentuan Pasal 1 butir 10 dan Pasal 77 KUHAP mengatur mengenai praperadilan. Dalam rangka menegakkan hukum berkaitan dengan perkara praperadilan seorang hakim tidak boleh terikat pada bunyi perkataan undang-undang semata, tetapi harus mampu menciptakan hukum sendiri melalui putusan-putusannya. Adanya independensi hakim yaitu untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila, untuk terselengaranya Negara Hukum Republik Indonesia. Yang menjadi pokok permasalahan dalam skripsi ini yaitu bagaimana perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia berkaitan dengan batasan independensi hakim dalam memutus perkara praperadilan di wilayah Pengadilan Negeri Purwokerto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perlindungan hak-hak tersangka menurut Pasal 77 KUHAP dan untuk mengetahui batasan independensi hakim dalam memutus perkara praperadilan di wilayah Pengadilan Negeri Purwokerto. Dalam menulis skripsi ini, penulis menggunakan metode penelitian dengan pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Bahan hukum yang dipakai adalah bahan hukum primer, sekunder dan tersier, pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan metode kepustakaan dan metode study lapangan, bahan-bahan penelitian yang diperoleh disajikan dalam bentuk teks naratif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa dalam memberikan perlindungan terhadap diri tersangka maka seorang hakim haruslah mengerti mengenai kedudukan tersangka sebagaimana yang tercantum dalam peraturan perundangundangan dan dalam menjatuhkan putusan seorang hakim harus memahami bagaimana batasan-batasan independensi hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap diri tersangka. | The provision clause 1 sub-clause 10 and clause 77 KUHAP regulates about pretrial hearing. In order to constitute the law regarding the pretrial hearing case, a judge shouldn’t be tied to the sound of the law statements only, but have to be able to create his own law through his judgments. The existence of judge independence is to hold a trial to constitute the law and the justice based on Pancasila, to established the country of law Republik Indonesia. The main issue of this study is how the protection of the human rights is related to the judge independence limitation in deciding the pretrial hearing case in the Purwokerto State Court area. The aim of this research is to determine the protection of the suspect’s rights according to the KUHAP clause 77 and to determine the judge independence limitation in deciding the pretrial hearing case in the Purwokerto State Court area. On the writing of this study, the writer used research method with the juridical normative approach with descriptive research specification. The used law materials are law material primer, secondary and tertiary, materials collection has been done with literature method and case field study, collected research materials were presented in the shape of narrative texts. The discussion and the result of the research show that in giving protection towards the suspect, the judge has to understand about the suspect standing as written in the legislation’s regulation and in pronouncing the verdict towards the suspect. | |
| 4114 | 13942 | H1K010001 | PENGARUH PERBEDAAN MEDIA TRANSPLATASI TERHADAP PERTUMBUHAN TERUMBU KARANG Acropora cervicornis DAN A. acuminata DI PANTAI PANGANDARAN TIMUR | Transplantasi karang merupakan teknik perbanyakan koloni karang dengan memanfaatkan reproduksi aseksual karang secara fragmentasi. Penelitian ini dilaksanakan di Pantai Pangandaran Timur, Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan tertinggi dari karang branching jenis Acropora cervicornis dan Acropora acuminata pada empat media yang berbeda (metode meja beton, rak metode jaring (table net), metode pecahan karang mati (rubble), dan metode genteng. Hasil penelitian pertumbuhan tertinggi karang Acropora cervicornis selama tiga bulan terdapat pada media karang mati (rubble) yaitu sebesar 1,3 cm/bulan, dan tingkat pertumbuhan terumbu karang terendah selama tiga bulan terdapat pada media genteng sebesar 0,5 cm/bulan. Pertumbuhan tertinggi Acropora acuminata selama tiga bulan terdapat pada media metode meja beton yaitu sebesar 1,1 cm/bulan dan tingkat pertumbuhan karang terendah terdapat pada media rak jaring (table net) sebesar 0,4 cm/bulan. Media transplantasi yang paling baik adalah meja beton, kontruksi beton memiliki daya tahan yang lama dan dapat membentuk formasi stabil bagi pertumbuhan karang. | Coral transplantation is a colony of coral propagation techniques by utilizing the fragmented asexual reproduction. This research was held at the East Coast Pangandaran, West Java. The purpose of this research was to determine the highest growth of branching coral, species Acropora cervicornis and Acropora acuminata and on four different media (concrete tables method, shelf nett (table net) method, dead coral fragments (rubble) method, and roof tile) method. The results of the highest growth of A. cervicornis coral for three months was found on dead coral fragments (rubble) medium namely 1,3 cm/month, and the level of growth of the lowest coral for three months was on roof tile medium was 0,5 cm/month. The highest growth A. acuminata coral for three months was found on concrete tables medium namely 1,1 cm/month, and the level of growth of the lowest coral for three months was found on shelf nett (table net) medium was 0,4 cm/month. The concrete construction had a long endurance and it cald stabilize the formation of coral growth. | |
| 4115 | 13945 | H1F009019 | GEOLOGI DAN PROSPEKSI MINERALISASI LOGAM DASAR DAERAH KALIBANGKANG DAN SEKITARNYA, KECAMATAN AYAH, KABUPATEN KEBUMEN, PROVINSI JAWA TENGAH | Pemetaan geologi dan geokimia dilakukan di daerah Kalibangkang dan sekitarnya, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Letak geografis daerah penelitian yaitu 07o40’00”- 07o45’00” LS dan 109o22’30”-109o27’30” BT, dengan luas daerah penelitian 30 km2 dan skala peta 1:25.000. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tatanan geologi dan geokimia sedimen sungai. Satuan geomorfologi daerah penelitian dapat dibedakan menjadi empat, yakni Satuan Perbukitan Karst, Satuan Kubah Lava, Satuan Perbukitan Volkanik Terdenudasi, dan Satuan Dataran Aluvial. Tahapan geomorfik daerah penelitian adalah muda-dewasa dan pola aliran sungai yaitu dendritik dan rektangular. Stratigrafi daerah penelitian dapat dibagi menjadi empat satuan tidak resmi, dari tua ke muda yaitu, Satuan Breksi Volkanik, Satuan Lava Andesit, Satuan Batugamping, dan Satuan Aluvial. Satuan-satuan batuan di daerah penelitian terbentuk Kala Oligosen hingga Miosen. Struktur geologi yang ditemukan di daerah pemetaan merupakan sesar mendatar. Dalam penelitian ini, pengambilan sampel menggunakan metode sedimen sungai. Hasil dari sedimen sungai aktif di daerah penelitian kemudian di analisis menggunakan metode uji AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) untuk mengetahui seberapa besar kandungan dari unsur Au, Ag, Cu, Pb, dan Zn di daerah penelitian. Hasil dari uji AAS diolah menggunakan metode korelasi. Unsur yang digunakan sebagai acuan adalah unsur Cu. Berdasarkan pengolahan data dengan metode korelasi, maka diperoleh asosiasi unsur Cu-Pb-Zn. Namun terdapat beberapa unsur yang kurang korelatif seperti Au-Ag. Dilihat dari persebaran unsur (Au, Ag, Cu, Pb, dan Zn) di daerah penelitian dari hasil analisis terhadap sampel sedimen sungai, memiliki pola persebaran yang secara umum persebaran unsur-unsur dengan kadar tinggi tersebar di bagian baratdaya dan selatan di daerah penelitian. Unsur yang memiliki pola persebaran tersebut adalah unsur tembaga (Cu), timbal (Pb), seng (Zn). | The geological mapping area is located in Kalibangkang Region, Ayah District, Kebumen, Central Java Province at coordinate of 07o40’00”- 07o45’00” East Longitude and 109o22’30”-109o27’30”South Lattitude, the area 30 km2 with a 1:25.000 scale. This research to studies geological substance and geochemistry study. Geomorphology unit in the mapping area can be divided into four units, namely Karst Hills, Lava Dome, Denudated Volcanic Hills, and Aluvial Flat. River flow pattern of the mapping area is dendritic and rectangular pattern with medium geomorphic stage. Stratigraphy of the mapping area consist of four lithological units, from old to young, are Volcanic Breccia Unit, Andesitic Lava unit, Limestone Unit, and Alluvial Unit. All these units are formed Oligocene to Miocene. Geological structure found in the studied area are strike-slip faults. In this study, the sampling method stream sediments. The result of active stream sediments in research area and then analyzed using testing methods AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) to determine how much the content of the elements Au, Ag, Cu, Pb, and Zn in the study area. The results of the test AAS processed using the correlation method. The element that is used as a reference is the element Cu. Based on the data processing by the correlation method, the obtained association element Cu-Pb-Zn. However, there are some elements that are less correlative as Au-Ag. Judging from the distribution of elements (Au, Ag, Cu, Pb, and Zn) in the research area of the analysis of stream sediment samples, has a distribution pattern that is generally spread elements with high levels spread over the southwestern and south in the study area. The element that has a distribution pattern that is the element copper (Cu), lead (Pb), zinc (Zn). | |
| 4116 | 13530 | F1A010038 | REMAJA JAWA TIDAK BERBAHASA JAWA(Studi tentang Penggunaan Bahasa Jawa di Kalangan Remaja Jawa yang Tinggal di Wilayah Masyarakat Trans, Desa Batubi Jaya, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna). | Besarnya jumlah penutur Bahasa Jawa, tidak berarti membuatnya mampu bertahan dan menjadi bahasa tutur selamanya bagi para penuturnya. Di beberapa wilayah tertentu seperti di daerah-daerah “Trans”, para penutur bahasa Jawa, tidak tinggal tertutup. Interaksi dengan warga setempat, dengan demikian, hanya terjadi dan berlangsung melalui atau dalam Bahasa Indonesia. Setidaknya, dalam situasi demikian itu, Bahasa Jawa akan dipergunakan bersamaan dan bercampur dengan Bahasa Indonesia tersebut. Dengan perkataan lain, kenyataan seperti itu mengurangi atau menurunkan penggunaan bahasa Jawa itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari para penuturnya. Berdasarkan kondisi tersebut maka penelitian yang berjudul Remaja Jawa Tidak Berbahasa Jawa (Studi tentang Penggunaan Bahasa Jawa di Kalangan Remaja Jawa yang Tinggal di Wilayah Masyarakat Trans, Desa Batubi Jaya Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna) bertujuan mendeskripsikan penggunaan Bahasa Jawa di Kalangan Remaja Jawa yang tinggal di Wilayah Masyarakat Trans, di Desa Batubi Jaya, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif diskriptif. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah remaja yang merupakan anak dari suami istri yang berasal dari Jawa, di desa Batubi Jaya, Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna, Teknik penentuan informan yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa kualitatif deskriptif dengan model interaktif Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa bahasa Jawa yang dipergunakan oleh para remaja dalam penelitian ini adalah ragam ngoko lugu yaitu Bahasa Jawa ngoko yang netral, ringan, tidak diselipi dengan bahasa Jawa halus melainkan, dalam penelitian ini, Bahasa Indonesia. Dalam kehidupan para remaja yang diteliti, bahasa Jawa bukanlah bahasa komunikasi utama. Bahasa Jawa diselipkan dalam percakapan yang lebih didominasi oleh Bahasa Indonesia. Ragam bahasa Jawa ngoko yang digunakan penerapannya dalam situasi yang terbatas, yaitu hanya di lingkungan keluarga. Interaksi keseharian yang mengunakan bahasa Indonesia terutama di sekolah dan juga lingkungan pertemanan membuat bahasa Indonesia lebih banyak menjadi bahasa keseharian mereka. Kurangnya pembiasaan berbahasa Jawa di keluarga menjadi salah satu faktor penyebab menurunya penggunaan bahasa Jawa. Lemahnya penggunaan bahasa Jawa di kalangan remaja transmigrasi yang berasal dari Jawa akan berdampak pada hilangnya bahasa Jawa di wilayah trans. Pembiasaan di keluarga yang sudah jarang menggunakan bahasa Jawa menjadi salah satu faktor pemicunya. Karena itulah bila eksistensi bahasa Jawa tetap diharapkan menjadi salah satu bahasa di wilayah transmigrasi maka hal ini dapat dimulai dari pembiasaan penggunaan bahasa Jawa di lingkungan rumah, yang kemudian di perkuat dengan pembiasan pada lingkungan pertemanan yang berasal dari Jawa. | The large number of speakers of the Java language, does not mean making it able to survive and become a speech language forever for its speakers. In certain areas such as in the areas of "Trans", the Java language speakers, do not stay closed. Interaction with local residents, thus, only occurs and lasts through or in Indonesian. At least, in such a situation, the Java language will be used in conjunction with Indonesian and mix them. In other words, reality as it reduces or lowers the use of the Java language itself in the daily life of its speakers. Under these conditions, the study entitled Youth Java No Speak Java (Study on the Use of Java Language Among Teens Java Staying in Region Public Trans, Village Batubi Jaya Bunguran West Natuna) aims to describe the use of the Java Language Among Young Javanese living in Trans Community territory, in the village of Batubi Jaya, Bunguran West Natuna. The method used in this research is qualitative descriptive. The main target of this research is a teenager who is the son of a couple who came from Java, in the village of Batubi Jaya, Bunguran West Natuna regency, informants determination technique used was purposive sampling technique. The data analysis technique used in this research is qualitative descriptive analysis with interactive model Based on the survey results revealed that the Java language used by teenagers in this study were diverse ngoko innocent namely low Javanese language neutral, mild, not inserted with the smooth Java language but, in this study, Indonesian. In the lives of adolescents studied, the Java language is not the primary language of communication. Java language inserted in a conversation that is dominated by Indonesian. Variety ngoko used Java language application in limited situations, ie only in the family environment. Daily interactions that use teerutama Indonesian in schools and also make Indonesian friendship environment more into their everyday language. Lack of habituation Java language in the family to be one of the factors causing the waning use of the Java language. Weak Java language use among teens bearsal transmigration of Javanese will impact the Java language in the region LOSS trans. Habituation in a family that has rarely uses the Java language into one of the trigger factors. That's why when the existence of the Java language still expected to be one of the languages in the transmigration area then this can be started from habituation use of the Java language in the home environment, which is then strengthened by refraction in an environment of friendship that comes from Java. | |
| 4117 | 13947 | F1A011001 | “EKSISTENSI WARUNG TRADISIONAL DI TENGAH PERKEMBANGAN MINIMARKET DI KECAMATAN CIJEUNGJING KABUPATEN CIAMIS” | Warung tradisional merupakan tempat jual beli kebutuhan sehari-hari, seperti makanan, minuman, peralatan mandi dll. Biasanya ada di sekitar tempat tinggal kita atau ada di depan rumah.Tempatnya yang kebanyakan masih sederhana, yang sering terlihat di pinggir jalan atau di pemukiman penduduk. Namun seiiring berkembangnya zaman ada toko modern atau biasa disebut dengan minimarket, seperti Alfamart dan Indomart. Keberadaan minimarket setidaknya telah berpengaruh terhadap usaha warung tradisional, hal ini karena minimarket hampir sama menjual komoditi yang ada di warung. Hadirnya minimarket juga telah mengubah pendapatan atau omzet dari warung tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan warung tradisional dan strategi warung tradisional dalam menghadapi minimarket yang ada di Kecamatan Cijeungjing. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah pedagang warung tradisional yang ada di Kecamatan Cijeungjing serta sasaran pendukungnya adalah pembeli di warung tradisional. Adapun teknik dalam penelitian sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak sebelas orang. Penelitian ini menggunakan model analisis interaktif sebagai metode analisis data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar pedagang warung tradisional di Kecamatan Cijeungjing mengeluh dan merasa dirugikan serta dilihat dari menurunnya pendapatan atau omzet dari usaha warung tradisional dengan hadirnya minimarket. Meskipun ada diantara mereka yang menganggap biasa karena itu merupakan sebuah persaingan. Demi mempertahankan usaha warung tradisional, para pedagang menerapkan berbagai strategi atau cara, diantaranya yaitu personal untuk menarik konsumen, jujur dan ramah, barang dagangan harus komplit serta memberikan hadiah pada hari raya lebaran. | Traditional tavern is a place selling daily necessities, such as food, drink, toiletries etc. Usually there are around where we live or in front house. Place these mostly simple, which is often seen in the streets or in residential areas. However in a row development of the times there is a modern shop or commonly called the minimarket, such as Alfamart and Indomart. The existence of minimarket at least have an effect on traditional shop business, it is almost the same as minimarket selling the commodity in the shop. The presence of minimarket also have changed the income or turnover of traditional stalls. This research to determine the income of traditional stalls and traditional stalls strategy in the face of minimarket in the District Cijeungjing. The method used in this research is descriptive qualitative. The main target of this research is the traditional stall trader in Sub Cijeungjing and target supporters are buyers in the traditional stalls. The technique in the study sample is purposive sampling by the number of informants as many as eleven people. This research uses an interactive model as a method of data analysis. These results indicate that the majority of traders traditional stalls in District Cijeungjing complain and feel disadvantaged as well as seen from the decrease in income or turnover of the traditional shop business with the presence of minimarket. Although some of them are considered unusual because it is a competition. In order to maintain the traditional shop business, traders applying various strategies or ways, among which are personal to attract consumers, honest and friendly, merchandise must be complete and provide gifts on the feast of Eid. | |
| 4118 | 13946 | E1A011232 | PEMBINAAN NARAPIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA CIREBON | Pemakaian narkotika sangat di perlukan oleh manusia dalam bidang pengobatan dan pengembangan ilmu pengetahuan, sehingga diperlukan suatu produksi narkotika secara terus menerus bagi para penggunanya. Namun apabila digunakan tanpa pengendalian dan pengawasan yang ketat dan seksama akan dapat menyebabkan ketergantungan, tidak hanya itu dapat pula menimbulkan bahaya secara fisik maupun mental bagi penggunanya.Dalam rangka mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Pelaksanaan pembinaan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cirebon mendasarkan pada Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, yang dilaksanakan dengan Sistem Pemasyarakatan dengan tujuan menjadikan warga binaan pemasyarakatan sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab agar dapat kembali ke masyarakat dan melindungi masyarakat terhadap kemungkinan diulanginya tindak pidana oleh warga binaan pemasyarakatan, serta merupakan penerapan diri dari nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Penelitian ini disusun menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Spesifikasi Penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis. Penelitian ini di Lakukan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cirebon. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Teknik pemilihan informan adalah purposive sampling dengan criterian based salection. Dalam metode penyajian data dilakukan secara naratif dan metode analisis data adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembinaan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cirebon, telah memberikan pembinaan terhadap warga binaan narkotika sesuai dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan yang pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan dan Anak Didik Pemasyarakatan. Namun peraturan-peraturan tersebut masih dianggap belum konkret bagi lembaga pemasyarakatan khusus narkotika, mengingat Undang-undang Pemasyarakatan yang ada sekarang ini masihlah sangat umum padahal narapidana narkotika sangat membutuhkan perhatian yang khusus. | The usage of narcotics is needed by humans in the medicine world and development of science, so we need a continuous production of narcotics for its users. However, if narcotics used without control and strict monitoring it will be able to cause addicted, not only that it can also cause a physically and mentally disease for the user. Government in order to preventabuse and circulation of narcotics in society create The Law Number 35 of 2009 about Narcotics. Implementation criminal guidance in prison class IIA of Cirebon regarding The Law Number 12 of 1995 about Correctional facility, which is implemented with the Correctional facility system for the purpose to making prisoners to become a good citizen in order to return to society and protect the society from the possibility of repeated criminal actsas well as the application of the values that contained in Pancasila. This study usessocio-juridical approach with descriptive analytical. This research was conducted at the prison class IIA of Cirebon.The data that will be used with secondary data and primary data.In the method of data presentationwill be done by narrative and also the methods of data analysis is qualitative descriptive. The results of researchshow us that the implementation of criminal guidance in prison class IIA of Cirebon, has provided guidance to the prisoners of narcotics refers with The Law Number 12 of 1995 about Correctional facility, and the implementationalso refers with the Regulations of Government Number 31 of 1999 about Developing and Guiding the Prisoners and the Correctional Protégé. However, all those regulation by government has not set out clear and detailed for prisoners of narcotics itself regarding The Law about Correctional facility currentlystill very general even thoughthe prisoners of narcotics is really need special attention. | |
| 4119 | 13997 | D1E009239 | DERAJAT KEASAMAN (pH) DAN JUMLAH TOTAL BAKTERI SOSIS ITIK DENGAN BAHAN PENGISI DAN LAMA PENYIMPANAN YANG BERBEDA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dan perbedaan nilai pH dan jumlah total bakteri sosis itik yang dibuat menggunakan bahan pengisi dan lama penyimpanan yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 2 Mei sampai dengan 6 Juni 2015 di Laboratorium Teknologi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging Itik afkir, tepung tapioka dan tepung sagu, dengan menggunakan metode eksperimen dan Rancangan Acak Leng kap (RAL) pola faktoral, faktor pertama adalah bahan pengisi (T) (tapioka (T1) dan sagu (T2) ), sedangkan faktor kedua adalah lama penyimpanan (L) 0 (tanpa disimpan), 7, 14 dan 21 hari penyimpanan pada suhu 4-8oC, kemudian masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji Beda Nyata Jujur. Parameter yang diukur adalah pH dan total bacteri (log cfu/g) Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh sama antara penambahan bahan pengisi dan lama penyimpanan terhadap pH dan jumlah total bakteri, penambahan bahan pengisi (tapioka dan sagu) berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap pH dan total bakteri, tetapi lama penyimpanan yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH sosis itik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan bahan pengisi dan lama penyimpanan menghasilkan pH dan jumlah total bakteri sosis itik yang sama. Bahan pengisi yang berbeda (tapioka dan sagu) menghasilkan pH dan jumlah total bakteri yang sama dan lama penyimpanan 0 hari menghasilkan pH terendah . | This study aims to understand the interaction and different pH values and the total number of bacteria duck sausages are made using fillers and different storage time. The research was conducted on May 2 until June 6, 2015 at the Faculty of Animal Husbandry Livestock Technology Laboratory Jenderal Sudirman University, Purwokerto. The material used in this study is culled ducks meat, tapioca starch and corn starch, using experimental methods and Completely Randomized Design (CRD) faktoral pattern. The second factor is different filler (T) (tapioca (T1) and sago (T2)), storage time (L) of 0 (without saving), 7, 14 and 21 days of storage at 4-8 ° C, then each repeated 3 times. Data were analyzed by analysis of variance and continued with Honestly Significant Difference test. The parameters were total of acidity (pH) and total of bacteria (log cfu/g). The results showed that effect addition fillers and storage time on the pH and the total of bacteria no interaction between filler and storage time on the pH and the total of bacteria. The addition (tapioca ,sago) was not significant (P> 0.05) on pH and total of bacteria, but the storage time significantly different (P <0.05) to pH. It be concluded that the addition of fillers and storage time have produce the same pH but the addition of difeferent filler have produce the lowest without saving. | |
| 4120 | 14588 | D1E012101 | PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DALAM RANSUM TERHADAP BOBOT USUS, BOBOT SEKUM, BOBOT PANKREAS DAN BOBOT REMPELA ITIK TEGAL JANTAN | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji Pengaruh Penambahan Tepung Daun Sirsak (Annona Muricata L.) dalam Ransum Terhadap Bobot Usus, Bobot Sekum, Bobot Pankreas dan Bobot Rempela Itik Tegal Jantan. Materi penelitian menggunakan 60 ekor itik Tegal jantan, pakan basal yang terdiri atas jagung 30%, soy bean meal 7%, minyak sayur 6,1%, poultry meat meal 17%, dedak 38,2%, L-lysin HCL 0,1%, DL-methionin 0,3%, Topmix 0,2%, NaCl 0,1%, dan CaCO3 1%. Perlakuan terdiri atas : ransum basal ditambah 0% tepung daun sirsak, ransum basal ditambah 5% tepung daun sirsak, ransum basal ditambah 10% tepung daun sirsak, ransum basal ditambah 15% tepung daun sirsak. Hasil penelitian diperoleh rataan bobot usus, sekum, pankreas dan rempela masing-masing 57,1 g, 3,4 g, 4,15 g, dan 54,1 g. Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot usus dengan persamaan garis Y = 3,5550200 + 0,400084X – 0,019244X2 dan berpengaruh nyata terhadap bobot rempela (P<0,05) dengan persamaan garis Y = 4,04208 + 0,070476X. Namun perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap bobot sekum dan bobot pancreas (P>0,05). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perlakuan penambahan tepung daun sirsak level 10% per kg pakan adalah yang paling optimal. | The purpose of this research was to determine the Effect of Adding Dried soursop leaf meal (Annona Muricata L.) In rations on intestine Weight, cecum Weight, Pancreatic Weights and gizzard Weight of Male Tegal duck. The research materials used 60 male tegal ducks, basal feed consisted of corn 30%, soy bean meal 7%, vegetable oil 6.1%, poultry meat meal 17%, bran 38.2%, L-lysine HCL 0.1 %, DL-methionine 0.3%, Topmix 0.2%, NaCl 0.1% and CaCO3 1%. The treatments consisted of control diet, basal ration plus 5% soursop leaf meal, basal ration plus 10% flour soursop leaves, basal ration plus 15% flour soursop leaves. The results obtaineds the average weights of the intestine, cecum, pancreas and gizzard were respectively 57.1 g, 3.4 g, 4.15 g and 54.1 g. The results of the study, show that the treatments was highly significantly (P <0.01) affected the weights of Y = 3,5550200 + 0,400084X – 0,019244X2 the intestine and significantly (P <0.05) the gizzard. The treatment did not significantly affect the weights of the cecum and the pancreas (P> 0.05). This study conclused that the treatment is treatment of adding dried soursop leaves as much as 10%/kg is the most optimum. |