Artikel Ilmiah : E1A012117 a.n. ADHI YUDHA RISTANTO

Kembali Update Delete

NIME1A012117
NamamhsADHI YUDHA RISTANTO
Judul ArtikelTUNTUTAN DWANGSOM YANG DIKABULKAN DALAM PERKARA HUTANG PIUTANG DENGAN PUTUSAN VERSTEK (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 906/PDT.G/2011/PN.SBY)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kebutuhan dan keinginan manusia terkadang tidak sebanding dengan kemampuan yang dimiliki. Seseorang seringkali memenuhinya melalui hutang piutang, dimana pelaksanaan prestasi dari pihak debitur seringkali bermasalah. Kreditur yang merasa dirugikan akan mengajukan gugatan wanprestasi melalui Pengadilan Negeri. Tuntutan kreditur biasanya adalah pemenuhan pembayaran hutang, bunga, denda serta sering dijumpai adanya tuntutan tambahan berupa dwangsom (uang paksa). Pasal 606 a Rv memberikan batasan bahwa putusan yang mengandung hukuman pembayaran sejumlah uang tidak dapat dikenakan hukuman tambahan berupa dwangsom. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pertimbangan Majelis Hakim yang mengabulkan tuntutan dwangsom dan akibat hukumnya terhadap kepentingan Tergugat dalam perkara Nomor 906/Pdt.G/2011/PN.SBY.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari bahan pustaka. Data yang terkumpul akan di analisa menggunakan metode analisis data normatif kualitatif.
Pertimbangan Hakim mengenai dwangsom pada putusan Nomor 906/Pdt.G/2011/PN.SBY adalah tidak tepat karena bertentangan dengan Pasal 606 a Rv dan eksekusi pembayaran sejumlah uang dengan verhaal executie sehingga dwangsom. tidak dapat dieksekusi.
Tuntutan dwangsom yang dikabulkan akan terlalu membebani si terhukum dan akan sulit dalam proses eksekusinya. Hal ini membawa konsekuensi pada hakim untuk lebih berhati-hati dalam mengabulkan tuntutan dwangsom.
Abtrak (Bhs. Inggris)The needs and desires of human sometimes are not comparable with their own capabilities to fulfil those all. People often try to meet their needs and desires by having debts and receivables (credits), whereby the implementation of the achievements of the debtor is often problematic. The aggrieved creditors will file a default lawsuit by the District Court. The demands of creditors generally is the fulfillment of the debt payments, interest, fines, and often found their additional demands in the form of dwangsom (money forced). Article 606 a Rv imposes limits that the decision contains a penalty payment of a sum of money can not be subject to additional punishment in the form of dwangsom. This study intends to determine the consideration of the judges who granted dwangsom claims and the legal consequences of the interest of the defendant in Case Number 906 / Pdt.G / 2011 / PN.SBY.
. This research is a qualitative research which use a descriptive normative law research method. The data used is secondary data which is obtained from the library materials. The collected data will be analysed by using the method of normative qualitative data analysis.
Judge considerations regarding dwangsom on decision No. 906 / Pdt.G / 2011 / PN.SBY is not appropriate because it is contrary to Article 606 Rv and execution of a payment of a sum of money with verhaal executie, so dwangsom can not be executed.
Dwangsom claim which granted would be too encumber for the condemned and would be difficult in the process of execution. This leads to consequences for the judges to be more careful in granting dwangsom claims.
Kata kunciHutang Piutang, Wanprestasi, Dwangsom.
Pembimbing 1Sanyoto, S.H., M.Hum.
Pembimbing 2Drs. Antonius Sidik M., S.H., M.S.
Pembimbing 3Pramono Suko L., S.H., M.Hum.
Tahun2016
Jumlah Halaman19
Tgl. Entri2016-02-11 22:28:32.612989
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.